Title : Life is a Promise
Genre : Brothership and Family
Rating : Fiction K+
Cast : Kyuhyun, Siwon, Ki Hoon, Mik Yeon, Kim Yuna
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD. I own only the plot.
Warning : Not YAOI. It's pure brothership and complicated family relationship.
Summary : Sudah saatnya bagiku untuk pulang/ Apa kau sudah benar – benar siap kembali ke tempat itu, Cho Kyuhyun/ Tentu aku akan menjaga keluargaku.../ Korea University? Kau yakin akan kuliah di sana?/ Aku mengambil jurusan Business/ Apa tidak apa – apa jika kita bersenang – senang sebentar denganmu, KYU.. HYUN..?
.
LIFE IS A PROMISE Chapter 1
.
"Congratulation Kyuhyun! Happy Graduation! I'm happy for you.." ucap George.
"Happy graduation, dude! Finally we're graduated!" ucap Chloe.
"Thank you, guys! I'm happy for you too.." Ucap Kyuhyun dengan senyuman.
"Hey.. bro!" Seseorang merangkul pundak Kyuhyun dari belakang, "Apa rencanamu malam ini? Akan datang ke pesta kelulusan nanti malam?" tanya orang tersebut dengan wajah usil.
"Kau seperti tidak mengenalku saja.. Kau pasti sudah tahu apa jawabanku.." ungkap Kyuhyun tak acuh sambil berjalan menjauhi sahabatnya itu.
"Yaaak Cho Kyuhyun!" teriak lelaki itu sambil mengejar langkah Kyuhyun yang semakin menjauh, "Acara seperti ini hanya berlangsung 1 kali dalam hidupmu, Kyu.. Setidaknya kau harus datang walaupun hanya sebentar.." bujuk sahabatnya.
"Aku tak suka tempat seperti itu, Chang.. terlalu ramai dan berisik.." ucap Kyuhyun dengan wajah tak nyaman.
"Lalu kau akan diam di asrama seorang diri sambil menonton film kartun bodohmu itu hingga tertidur? Oh come on man!" ucap Changmin sambil menengadahkan tangannya ke atas dengan wajah kesal.
"Anio.. Aku harus membereskan pakaianku.." jawab Kyuhyun dengan wajah datar.
"Membereskan pakaian? Untuk apa?" tanya Changmin dengan wajah bingung, "Jangan bilang kau akan..." Changmin terlihat takut untuk meneruskan kata – katanya.
"Sudah saatnya bagiku untuk pulang, Changmin – ah.. Aku akan kembali ke Korea.." Kyuhyun berlari meninggalkan Changmin yang masih berdiri kaku karena rasa terkejutnya akan keputusan sang sahabat.
"Apa kau sudah benar – benar siap kembali ke tempat itu, Cho Kyuhyun?" gumam Changmin sambil menatap punggung Kyuhyun yang semakin jauh darinya dengan wajah yang tak dapat dideskripsikan.
.
Canada. Sebuah kota yang menjadi tempatnya tumbuh selama 3 tahun terakhir. Hidup sebagai anak lelaki mandiri yang dingin dan pendiam. Walaupun hidung mancungnya terpampang sempurna dengan mata bulat kecoklatan, bibir merah, kulit putih, serta rambut hitam pendek dengan poni menutupi kening hingga alisnya, namun hal ini tak mampu menutupi sikap dinginnya terhadap orang – orang di sekitarnya. 3 tahun terakhir ini, ia tumbuh menjadi orang yang tertutup. Bahkan Changmin, satu – satunya sahabat yang sabar dengan sikap Kyuhyun, tak mampu membuat Kyuhyun berbicara lebih dari 15 menit. Anak 17 tahun itu hanya akan berbicara seperlunya.
.
Di asrama
"Yaaak Cho Kyuhyun! Kau akan benar – benar kembali ke Korea?" tanya Changmin dengan wajah terkejut saat berhasil menyusul Kyuhyun ke kamar asramanya. Ia melihat bahwa Kyuhyun sedang mengeluarkan pakaian – pakaiannya dari lemari.
"Kau tidak lihat apa yang sedang kulakukan? Apa hal ini belum mampu memberimu jawaban?" ucap Kyuhyun tanpa melihat wajah Changmin.
"Kyuhyun-ah, pendidikan di sini lebih baik.. Apa tidak sebaiknya kau melanjutkan kuliah di sini?" Changmin bertanya sambil berusaha mencari perhatian Kyuhyun, "Kau ingin menjadi pelukis bukan? Universitas di Canada memiliki kualitas yang baik dalam art dan design nya, Kyu.. Kita bisa mendaftar bersama jika kau mau.." ajak Changmin dengan sungguh – sungguh.
"Aku tidak akan menjadi pelukis.." ucap Kyuhyun tanpa ekspresi sambil sibuk memasukkan bajunya ke dalam koper.
"Mwo?! Bukankah itu impianmu sejak kecil?" wajah Changmin menunjukkan ekspresi tak percaya.
"Sudahlah Changmin-ah..." Kyuhyun akhirnya menghentikan aktivitasnya dalam merapikan baju dan memutarkan badannya menghadap sang sahabat, "Kau tahu dengan jelas bahwa ada sesuatu yang lebih penting yang harus kulakukan.." ucap Kyuhyun dengan serius. Setelah itu Kyuhyun berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil peralatan mandinya.
"Kyuhyun – ah..." gerutu Changmin kesal dengan sikap sahabatnya yang keras kepala. Ia bahkan menggaruk – garus kepalanya kasar untuk mengurangi kekesalannya.
Kyuhyun akhirnya kembali dari kamar mandi dengan membawa botol shampo, sabun, parfum, facial foam, pasta gigi, dan sikat gigi miliknya. Namun, genggaman erat tangan Changmin yang tiba – tiba pada salah satu lengannya, membuat semua peralatan mandi di tangannya berserakan seketika ke lantai.
"Changmin – ah! Apa yang kau lakukan?!" teriak Kyuhyun marah.
"Justru aku yang seharusnya bertanya, APA YANG BISA KAU LAKUKAN CHO KYUHYUN! Setelah kau kembali ke sana, lalu apa yang akan kau lakukan?! Kau itu hanya anak 17 tahun yang baru lulus SMA!" Changmin berteriak penuh emosi pada Kyuhyun.
"Tentu aku akan menjaga keluargaku..." ucap Kyuhyun dengan pelan berhiaskan wajah tak yakin.
"Bagaimana caramu menjaga mereka?!" tanya Changmin masih dengan amarah kekesalannya. Dan jangan lupakan genggaman erat tangan Changmin yang masih melekat di lengan Kyuhyun.
"Dengan semua yang kupunya.. Dengan otakku.. tubuhku.. bahkan nyawaku.." ucap Kyuhyun sambil menatap Changmin lekat. Tak ada nada keraguan sedikitpun dari suaranya.
Mendengar hal itu, Changmin pun perlahan melepaskan genggaman tangannya dan mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun. Ia menghelakan napas lelah setelah berdebat cukup panjang dengan Kyuhyun.
"Lalu kapan kau akan berangkat?" tanya Changmin pelan tanpa tenaga.
"Besok pagi.. keberangkatan pukul 07.15.." jawab Kyuhyun sambil menatap Changmin khawatir, "Kau akan mengantarku kan?" tanya Kyuhyun sedikit ragu.
Changmin hanya berjalan keluar kamar tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya. Menolehkan wajahnya pun tidak. Tampak ekspresi kecewa di wajahnya akibat keputusan yang diambil oleh sang sahabat.
.
Keesokan harinya di Bandara
"This is your money, sir.. Thank's" ucap Kyuhyun pada jasa pengantar motor yang mengantarnya sambil turun dari motor yang ditumpanginya.
Kyuhyun berjalan menuju taksi yang mengikutinya dari belakang dan berniat mengambil barang – barangnya di bagasi taksi tersebut. Namun, saat dilihat ternyata bagasi taksi tersebut sudah terbuka dalam kondisi kosong.
"Di mana tasku?" tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri dengan wajah cemas.
"Ige.." ucap seseorang yang sudah berdiri di pintu masuk bandara.
"Changmin – ah.." ungkap Kyuhyun pelan dengan ekspresi tak percaya, "Kau menyusulku kemari?" tanya Kyuhyun kembali.
"Aku tidak menyusul.." ucap Changmin gengsi.
"Tapi kau ada di sini sekarang.." ucap Kyuhyun dengan senyum tipisnya.
"Sudah kukatakan aku tidak menyusulmu!" ucap Changmin tak mau kalah, "Aku sudah sampai di sini 1 jam yang lalu.. Jadi aku tidak menyusulmu karena aku sudah sampai di sini terlebih dahulu.. Arra?!" jelas Changmin sedikit kesal.
"1 jam yang lalu?! Benarkah?! Pantas saja saat aku pergi tempat tidurmu sudah kosong.." ucap Kyuhyun terkejut, "Kukira kau masih marah dan tak mau melihatku.. Tapi ternyata..." Kyuhyun menunjukkan smirk nya.
"Sudah sudah! Jangan dibahas lagi.." ungkap Changmin sedikit malu, "Waktu keberangkatanmu sudah hampir tiba.. Sebaiknya kau segera masuk.." ungkap Changmin sambil memberikan tasnya pada Kyuhyun.
"Hmm.." Kyuhyun mengangguk sambil mengambil alih tasnya, "Terima kasih atas segalanya, Changmin – ah.. Aku akan merindukanmu saat di Korea nanti..." ungkap Kyuhyun sedih.
"Jangan bertindak gegabah, pabbo.. Lindungi dirimu sendiri terlebih dahulu.." pesan Changmin sambil merangkul pundak Kyuhyun.
"Arraseo.. Gomawo, chingu.." Kyuhyun membalas rangkulan Changmin dengan pelukan singkat, "Aku pergi.." ungkap Kyuhyun sambil membawa tasnya kembali dan berjalan masuk menuju bandara.
"Hati – hati, Kyu.." bisik Changmin sambil melambaikan tangannya dan menatap kepergian sahabatnya.
.
Korea
Aku kembali. Aku kembali, Appa...
Angin ini kembali menghembus tubuhku, hangatnya sinar matahari ini kembali menyengat kulitku, orang – orang dengan bahasa yang sama berada di sekelilingku lagi.. Sungguh, aku merindukan suara ramai orang – orang berbicara dengan bahasa yang sangat tak asing di telingaku.. Akhirnya aku dapat merasakannya lagi..
Kyuhyun menarik dan menghembuskan napasnya dengan senyuman sambil memejamkan matanya di pintu keluar bandara..
Ia berjalan keluar bandara dengan berjalan kaki sambil menggendong sebuah ransel dan menggiring koper berodanya di aspal. Beberapa supir taksi sudah menawarkan padanya untuk naik, namun ia selalu mengabaikan ajakan mereka. Dengan headphone di telinganya, ia berjalan tanpa mempedulikan orang – orang di sekitarnya.
Ia terus melangkah dan melangkah menuju suatu tempat yang ingin ia kunjungi sejak pertama menginjakkan kakinya kembali di Korea. Tempatnya memang tak terlalu jauh dari bandara. Dengan berjalan kaki, rasanya ia lebih leluasa untuk merasakan hangatnya matahari dan segarnya angin dari kampung halaman yang ia tinggalkan 3 tahun lalu.
Pada akhirnya, kaki itu mengantarkan dirinya sampai pada tempat yang dituju. Ia menatap sebuah kedai mobil jajangmyeon yang berada tepat di seberang jalan ia berdiri saat ini. Memang bukan jam makan siang, sehingga hanya ada 1 pengunjung yang sedang makan di sana. Bukan hal yang penting siapa pengunjung yang sedang makan di tempat tersebut, namun lelaki paruh baya yang sedang memasak jajangmyeon untuk para pelanggannya. Kyuhyun menatap lelaki tersebut dengan lekat. Hingga lelaki berusia 50 tahun itu menyadari ada seseorang yang sedang memperhatikannya di seberang jalan.
Lelaki paruh baya itu menghentikan aktivitas memasaknya seketika dan mengucek matanya dengan gusar. Ia bahkan berlari ke depan tendanya untuk melihat lebih dekat sosok pemuda yang ada di seberang jalan.
'tidak mungkin.. tidak mungkin itu dia...' batin lelaki itu di dalam hati. Namun, gumaman hatinya terbantahkan dengan panggilan sayang yang pemuda itu berikan padanya.
"Appa!" teriak Kyuhyun sambil melambaikan tangannya dengan wajah gembira.
"Kyunie... Kaukah itu?" tanya lelaki itu pada dirinya sendiri yang tak yakin dengan apa yang dilihatnya, "Itu benar – benar Kyunie?" tanyanya kembali entah pada siapa.
Setelah melihat bahwa jalanan sepi, Kyuhyun segera berlari dengan menggiring kopernya menuju lelaki yang sudah lama ia rindukan.
"Appa!" Kyuhyun memeluk lelaki itu tanpa izin.
"Kyunie.. Kau benar – benar kyunie? Kau sudah kembali?" tanya Ki Hoon sambil terus memeluk Kyuhyun.
"Nde appa.. aku kembali.." bisik Kyuhyun senang.
"Baiklah.. ayo masuk.." Ki Hoon menarik Kyuhyun masuk ke dalam tenda, "Appa akan buatkan jajangmyeon favoritmu.." ungkap Ki Hoon sayang sambil mengelus singkat rambut hitam Kyuhyun dan pergi membuat jajangmyeon untuk sang anak.
Beberapa menit kemudian Ki Hoon sudah kembali dengan membawa nampan berisi jajangmyeon.
"Ige.. Makanlah.." ucap Ki Hoon penuh senyuman.
"Hmmm.." Kyuhyun mencium aroma jajangmyeon yang berada di hadapannya sambil tersenyum, "Aku rindu aroma ini.. Aku sangat merindukan jajangmyeon buatanmu, appa.." ungkap Kyuhyun sambil menatap jajangmyeon di hadapannya lekat.
"Makanlah.." ucap Ki Hoon sambil kembali mengelus kepala sang anak.
Ki Hoon menatap wajah sang anak yang serius memakan jajangmyeon pertamanya setelah 3 tahun hidup di negara asing. Terlihat rasa sayang dari tatapan pria tersebut pada Kyuhyun.
"Kenapa kau menatapku seperti itu? Terlalu berlebihan.." Kyuhyun mulai merasa risih dengan tatapan sang appa.
"Apa makanan di Canada sangat cocok untukmu? Kau bertambah tampan, bertambah tinggi, bahkan wajahmu sudah menyerupai orang luar negeri..." ucap Ki Hoon dengan kagum menatap anak lelaki di hadapannya, "Kau hidup dengan sangat baik di sana kan nak?" Ki Hoon tak henti – hentinya mengelus rambut anak lelaki di sampingnya.
"Anio.." Kyuhyun menjawab dengan enteng.
"Mwo? Apa yang terjadi? Apa hal buruk terjadi di sana? Ada apa Kyu?" tanya Ki Hoon bertubi – tubi karena khawatir.
"Di Canada aku sulit mencari jajangmyeon, appa... Tiga tahun hidupku tidak mendapat asupan jajangmyeon.. Eotokhe?" Ucap Kyuhyun dengan wajah sedih yang dibuat – buat.
"Aish! Kau ini..." Ki Hoon menjitak pelan kepala sang anak karena kesal. Sedangkan Kyuhyun hanya tertawa kecil sambil melanjutkan makannya tanpa merasa terganggu.
"Hyung di mana?" tanya Kyuhyun dengan mulut penuh jajangmyeon.
"Kau tahu sendiri bahwa jam segini ia pasti sedang bekerja" jawab sang appa.
"Hmm.." Kyuhyun mengangguk, "Dia juga sudah tahu bahwa aku kembali hari ini.." lapor Kyuhyun pada sang appa.
"Kau selalu melakukan kontak dengannya selama di Canada?" tanya Ki Hoon penasaran.
"Setiap hari.." jawab Kyuhyun singkat.
Ki Hoon menatap sang anak cukup lama dan akhirnya memutuskan untuk melontarkan pertanyaan yang sangat krusial.
"Kau akan pulang ke rumah?" tanya Ki Hoon dengan tatapan serius.
Kyuhyun menhentikan aktivitas makannya sejenak dan menatap kosong jajangmyeon yang ada di hadapannya.
"Ani..." gumam Kyuhyun pelan pada akhirnya.
"Wae?" tanya sang appa dengan wajah sedih.
Kyuhyun hanya menghela napas dengan raut wajah lelah. Namun, tiba – tiba berubah dengan ekspresi enteng seakan tidak ada apa – apa yang terjadi.
"Aku sudah mendaftarkan diriku di Korea University sejak sebulan yang lalu... Aku mengambil jurusan Business di sana.." ungkap Kyuhyun yakin, "Kemungkinan aku akan mencari kamar sewa di dekat sana.. Jadi aku tidak perlu bolak – balik terlalu jauh dari kampusku.." ucap Kyuhyun tanpa melihat wajah sang appa yang sedari tadi memperhatikannya.
"Korea University? Kau yakin akan kuliah di sana? Bukankah Korea University..." ucapan sang appa terputus oleh jawaban dari sang anak yang tiba – tiba.
"Aku yakin" ucap Kyuhyun tegas tanpa penjelasan lebih lanjut.
Ki Hoon hanya menatap sang anak di depannya dengan tatapan khawatir, sedih, namun takjub yang bercampur aduk. Ia terus duduk di situ dalam diam hingga sang anak benar – benar menghabiskan makanan di piringnya.
.
Kamar Sewa dekat kampus
"Kira – kira berapa harga sewa kamar ini, ahjumma?" Kyuhyun bertanya dengan sopan.
"Karena letaknya di tingkat paling atas dan kondisi ruangan yang sedikit kecil, akan kuhargai 500 won saja per tahun, bagaimana?" jawab sang pemilik kamar dengan semangat.
"Baiklah.. aku akan menyewa kamar ini saja ahjumma.." ungkap Kyuhyun setuju, "Tapi, aku menggunakan sepeda untuk transportasiku ke kampus.. Apakah ada tempat untuk menyimpan sepedaku di bawah ahjumma? Karena jika harus kubawa hingga ke atas sini kemungkinan agak.." ucap Kyuhyun dengan sungkan. Namun kata – katanya terputus dengan jawaban ahjumma yan penuh semangat.
"Tentu saja ada! Kau bisa menaruh sepedamu rumahku yang berada di lantai bawah.. Kau tak perlu cemas, anak tampan.." ucap sang ahjumma sambil mengelus pelan lengan Kyuhyun.
"Oh.. nde.. Kamsahamnida.." Kyuhyun tersenyum takut sambil sedikit menjauhkan tubuhnya dari sang ahjumma.
"Kalau begitu silahkan bereskan barang – barangmu.. Jika kau membutuhkan sesuatu, silahkan panggil aku saja di bawah ya.." lanjut sang ahjumma.
"Nde, ahjumma.." Kyuhyun menatap kepergian sang ahjumma dengan lega setelah sebelumnya menunduk hormat sebagai sikap sopan santun yang biasa ditunjukkannya pada orang yang lebih tua.
Kyuhyun menatap kamar yang akan dihuninya. Memang tidak dalam kondisi yang sempurna untuk dapat dikatakan layak huni, namun setidaknya ia dapat terlindungi dari hujan serta terik matahari saat beristirahat di waktu – waktu senggang. Kondisi ruangan yang kotor bukan suatu masalah, karena kemampuan Kyuhyun dalam membersihkan ruangan sangat bisa diandalkan. Ruangan yang penuh dengan sarang laba – laba di langit – langitnya dan juga debu yang memenuhi ruangan seketika menghilang tanpa jejak. Ia bahkan berencana mencat ulang dinding kamar tersebut dan membeli seprai tempat tidur dan tirai jendela baru untuk menggantikan seprai dan tirai lama yang sudah usang. Dapat dijamin bahwa kamar kumuh itu akan disulap menjadi kamar yang bersih dan nyaman untuk dihuni oleh 2 penghuni, dirinya dan boo.
.
Keesokan harinya
"Yoboseo.." Kyuhyun mengangkat ponselnya yang tersu berdering saat dirinya mandi.
"Hyung! Akhirnya kau menelponku? Apa kau benar – benar sesibuk itu?" tanya Kyuhyun dengan nada kesal.
"Aku menyewa kamar di dekat kampus... Appa juga meminjamkan sepedamu untukku.. tidak apa – apa kan?" ucap Kyuhyun sedikit tak enak.
"Gomawo... Agendaku hari ini adalah ke kampus.. Ini adalah hari pertamaku kuliah di Korea University.." lapor Kyuhyun pada hyungnya.
"Tenang saja.. Kau tidak perlu khawatir seperti itu.. Aku tidak apa – apa hyung.." ucap Kyuhyun menenangkan hyungnya yang terdengar begitu khawatir padanya.
"Baiklah, aku akan menghubungimu lagi nanti.. Aku ke kampus dulu ya, hyung.. Bye.." Kyuhyun memutuskan hubungan teleponnya dengan sang hyung dan segera bersiap – siap untuk pergi ke kampus.
Kemeja berwarna biru jeans muda dengan motif polkadot berwarna putih, serta celana 7/8 berwarna krem siap membalutinya ke kampus. Jangan lupakan tas punggung kulit berwarna coklat dan juga sepatu vans berwarna biru navy. Lelaki berambut hitam pendek dengan poni menutupi keningnya itu terlihat sangat tampan dan kasual. Setelah ia menatap dirinya cukup lama di cermin kamar mandi, akhirnya ia memutuskan untuk berangkat dengan sepeda pinjaman dari hyungnya.
.
Korea University
Kyuhyun mengerem sepedanya di depan bangunan yang sesuai dengan jurusan pilihannya, Business Faculty. Ia menatap dengan menyeluruh setiap sisi bangunan yang ada di hadapannya dari atas sepeda. Namun, sebuah bola tertendang dengan keras mengenai ban sepeda belakangnya. Sehingga ia sedikit terhuyung ke arah kiri karena tidak mampu menjaga keseimbangan.
"Yaaak! Bisakah kau melemparkan bola itu kemari?!" teriak seorang lelaki dari arah lapangan sepak bola yang tak jauh dengan bangunan Fakultas Bisnis.
Kyuhyun hanya menatap remeh bola di hadapannya dan menendang ke sembarang arah. Kemudian ia berniat untuk mengayuh sepedanya kembali menjauh dari tempat tersebut.
"Hey Kau! Berani – beraninya kau.." Seseorang berhasil meraih pundak Kyuhyun dengan kasar dan menghentikan niatnya untuk pergi menjauh. Sedangkan Kyuhyun hanya menatap dingin tangan yang menempel pada pundaknya.
"Aku belum pernah melihatmu di sini.. Kau anak baru?" tanya salah seorang dari 3 orang di hadapannya. Kyuhyun yang sedari tadi hanya menatap tangan yang berada di pundaknya, akhirnya menatap satu persatu wajah yang ada di hadapannya. Kyuhyun menatap dingin orang pertama yang ada di hadapannya, berlanjut pada orang kedua, dan menggeser tatapannya pada orang ketiga. Namun, tatapannya pada orang ketiga berbeda dengan dua orang sebelumnya. Kyuhyun hanya menatap singkat orang ketiga tersebut dan langsung mengalihkan pandangannya pada bebatuan yang berada di sekitar kakinya dengan ekspresi gugup.
"Akhirnya kau berani menatap kami?" tanya orang pertama yang ada di hadapannya, "Siapa namamu, anak baru?" tanya orang tersebut dengan jutek.
"Kyuhyun.. Namaku Kyuhyun" ucap Kyuhyun sambil memberanikan diri menatap orang ketiga di hadapannya itu.
"Kenapa kau galak sekali pada murid baru, Junho – ah?" ucap orang kedua dengan senyum liciknya, "Sepertinya kita bisa sedikit bersenang – senang sebentar dengannya.. Bagaimana menurutmu Siwon – ah?" lanjutnya sambil menatap penuh makna pada sahabat di sebelahnya, yang disebut – sebut sebagai orang ketiga sebelumnya.
Siwon menatap lekat anak baru di hadapannya dengan dingin.
"Hmm.. Sepertinya bukan ide yang buruk Minwoo – ah" Siwon menyilangkan kedua lengannya di depan dada sambil memanyunkan mulutnya dengan wajah pura – pura berpikir, "Apa tidak apa – apa jika kita bersenang – senang sebentar denganmu, KYU.. HYUN..?"
.
TBC
FF terbaru dari Kyurie27
Dengan tema yang sama.. brothership & Family Relationship..
Tentu saja dengan cast utama Kyuhyun
Semoga pada suka dan mau mengikuti FF ini hingga akhir yaa
Ditunggu review nya teman - temaans
