Title : Life is a Promise

Genre : Brothership and Family

Rating : Fiction K+

Cast : Kyuhyun, Siwon, Ki Hoon, Mik Yeon, Kim Yuna

Disclaimer : All them belong to themselves and GOD. I own only the plot.

Warning : Not YAOI. It's pure brothership and complicated family relationship.

Summary : Apa yang sudah kau lakukan?!/ Menyelamatkanmu.../ Dia sudah kembali.../ Aku sangat merindukanmu anak nakal! Uri dongsaeng, Kyunie../ Kau kira senyummu bisa menjawab segalanya? / Sepertinya kau membutuhkan sedikit olah raga pagi ini../ Ini tidak baik.../ cepat kirimkan padaku semuanya /

.

.

LIFE IS A PROMISE Chapter 2

"Akhirnya kau berani menatap kami?" tanya orang pertama yang ada di hadapannya, "Siapa namamu, anak baru?" tanya orang tersebut dengan jutek.

"Kyuhyun.. Namaku Kyuhyun" ucap Kyuhyun datar sambil memberanikan diri menatap orang ketiga di hadapannya itu.

"Kenapa kau galak sekali pada murid baru, Junho – ah?" ucap orang kedua dengan senyum liciknya, "Sepertinya kita bisa sedikit bersenang – senang sebentar dengannya.. Bagaimana menurutmu Siwon – ah?" lanjutnya sambil menatap penuh makna pada sahabat di sebelahnya, yang disebut – sebut sebagai orang ketiga sebelumnya.

Siwon menatap lekat anak baru di hadapannya dengan dingin.

"Hmm.. Sepertinya bukan ide yang buruk Minwoo – ah" Siwon menyilangkan kedua lengannya di depan dada sambil memanyunkan mulutnya dengan wajah pura – pura berpikir, "Apa tidak apa – apa jika kita bersenang – senang denganmu sebentar, KYU.. HYUN..?" ucap Siwon dengan penuh penekanan pada nama anak baru di hadapannya tersebut.

"Mian.. Aku ada kuliah 5 menit lagi.." Kyuhyun menatap dingin ketiga orang di hadapannya, "Mungkin lain kali.." lanjutnya sambil melepaskan tangan Junho yang berada di pundaknya dengan kasar. Setelah itu, Kyuhyun segera mengayuh sepedanya kembali menjauhi ketiga seniornya tanpa pamit.

"Wow wow woow.." gumam Junho dengan tawa sinisnya sambil menatap Kyuhyun yang semakin menjauh bersama sepedanya.

"Sepertinya kita mendapatkan mainan baru mulai hari ini.. hahaha" ucap Minwoo sambil tertawa kesal, "Aku tidak sabar untuk bermain dengannya.." lanjut Minwoo sambil meregangkan tubuhnya.

Siwon hanya diam dan masih memasang muka dinginnya. Namun, tak lama kemudian ia menghela napas beratnya dan mengajak sahabatnya untuk masuk kelas.

"Kajja.. kelas kita juga dimulai 5 menit lagi.." ucap Siwon sambil berlalu meninggalkan kedua sahabatnya menuju kelas.

.

Di Kelas

"Selamat pagi. Perkenalkan saya Profesor Han yang akan mengajarkan mengenai dasar – dasar manajemen dan bisnis. Sebagai kontrak awal, saya tegaskan bahwa saya tidak begitu peduli akan kehadiran kalian di dalam kelas, yang penting kalian dapat menjawab pertanyaan yang saya ajukan di dalam kelas. Dan perlu kalian ingat bahwa saya tidak dapat mentolerir siswa yang tidak mengumpulkan tugasnya pada hari di mana tugas tersebut harus dikumpulkan. Jika kalian tidak mematuhi aturan kelas saya, maka pintu sangat terbuka untuk kalian" ucap sang dosen dingin tanpa senyum, "Baiklah mari kita mulai pelajaran hari ini.." lanjut sang Profesor sambil membuka laptop yang ada di mejanya, "Silahkan perhatikan ke..."

Tiba – tiba mata sang dosen teralihkan oleh masuknya 3 mahasiswa abadinya ke dalam kelas. Profesor Han hanya diam dan terus menatap intens ketiga mahasiswa tersebut hingga menempati tempat duduknya.

"Kalian lagi?" tanya sang dosen tanpa senyum, "Ini adalah tahun ketiga kalian kembali mengulang mata kuliah saya. Jika sikap kalian tetap seperti ini, saya akan kembali tidak meluluskan kalian di tahun ini.." ucap Profesor Han tegas.

"Baik profesor.." jawab ketiga mahasiswa itu serentak.

"Menurut Stoner dan Charles Wankel, elemen dasar manajemen berupa..." tanya Profesor itu tiba – tiba.

Ketiga mahasiswa itu hanya saling menatap tanpa bisa memberikan jawaban dari pertanyaan yang diajukan sang dosen.

"Menurut Stoner dan Charles Wankel, elemen dasar manajemen berupa..." Profesor tersebut mengulang kembali pertanyaannya, "Jawab atau keluar!" ungkap sang dosen tegas.

Ketiga mahasiswa itu hanya menunduk pasrah tanpa berniat untuk mengeluarkan sepatah kata pun.

"Profesor.." panggil salah satu mahasiswa yang duduk di sudut kiri samping jendela, sambil mengangkat tangan kanannya.

Sang profesor mengalihkan perhatiannya dari tiga mahasiswa abadinya ke mahasiswa yang baru saja memanggilnya.

"Bolehkah aku membantu?" tanya mahasiswa tersebut dengan wajah datar.

"Ini kuliah pertamamu. Kau tidak akan mengetahui jawabannya. Aku tidak ingin menghabiskan waktuku sia – sia untuk mendengar..." perkataan sang profesor terputus dengan suara datar mahasiswa tersebut.

"Perencanaan dan Pengendalian." Ucap sang mahasiswa dengan suara yakin.

Sang Professor hanya menatap mahasiswa itu dengan intens tanpa berkata apapun.

"Menurut Stoner dan Charles Wankel, elemen dasar manajemen meliputi perencanaan dan pengendalian" ungkap sang mahasiswa itu kembali. Seluruh mahasiswa yang ada di ruangan tersebut juga turut menatap mahasiswa sok tau tersebut.

Setelah terdiam cukup lama, sang profesor akhirnya bertanya "Siapa namamu?"

"Kyuhyun" jawab mahasiswa tersebut lugas.

Sang profesor akhirnya menghela napas dan kembali menatap ketiga mahasiswa yang menjadi sasaran awalnya.

"Junho, Minwoo, Siwon.. Kalian selamat hari ini" ungkap sang profesor dingin dan kembali fokus terhadap laptopnya. Seluruh mahasiswa yang ada di ruangan tersebut pun menjadi terpaku pada mahasiswa tampan yang duduk di kursi paling belakang dengan ekspresi datarnya sambil menatap ke luar jendela yang ada di sampingnya. Begitupun dengan 3 mahasiswa yang sudah terselamatkan oleh mahasiswa bernama Kyuhyun itu. Namun, tatapan 3 mahasiswa itu berbeda dengan mahasiswa lainnya. Dimana, tatapan ketiga orang tersebut cenderung memiliki makna 'Dasar Sok Pintar'.

.

Setelah kelas usai, para mahasiswa pun keluar dari kelasnya. Kelas pun menjadi kosong menyisakan mahasiswa terpintar dan mahasiswa ternakalnya.

"Waaah... Ternyata dia adalah orang yang sangat mengejutkan.." Ungkap Minwoo dengan nada menyindir.

"Apakah kita harus berterima kasih pada anak sepertinya?" ungkap Junho dengan tawa menyebalkan, "Hey! Apakah kau ingin kami berterima masih padamu?!" teriak Junho pada Kyuhyun di sudut ruang kelas, yang sedang memasukkan beberapa bukunya ke dalam tas.

Kyuhyun mengabaikan setiap ucapan yang dikeluarkan dari ketiga orang tersebut dan berperilaku seakan – akan tak ada orang lain di dalam kelas. Ia pun berjalan dengan enteng menuju pintu keluar. Namun, sebuah cengkraman menghantam pundaknya dengan kasar.

"Apa yang sudah kau lakukan?!" tanya Siwon dengan geraman penuh amarah pada Kyuhyun.

"Menyelamatkanmu" ucap Kyuhyun singkat tanpa menatap kedua mata Siwon.

"Aku tidak butuh..." Siwon ingin membalas ucapan Kyuhyun, namun lagi – lagi Kyuhyun memutusnya.

"Aku harus pergi bekerja saat ini. Permisi." Kyuhyun pun melangkahkan kakinya tanpa ragu menjauhi 3 orang yang masih menatapnya kesal.

"Haruskah kita memberinya pelajaran?!" ungkap Junho dengan penuh amarah. Namun, entah kenapa, tatapan Siwon menunjukkan suatu kebingungan.

.

Kona Beans Cafe

"Selamat datang.. Ada yang ingin anda pesan?" tanya Kyuhyun dengan ramah.

"Saya pesan green tea latte satu.." ucap sang pengunjung.

"Baiklah.. tunggu sebentar ya" Kyuhyun membuat pesanan sang pengunjung dengan cekatan dan kembali dalam waktu kurang dari 5 menit, "Ini pesanan anda, nyonya.. apa ada lagi yang bisa saya bantu?" tanya Kyuhyun kembali dengan senyuman.

"Tidak ada. Terima kasih" ucap sang pelanggan senang dan pergi meninggalkan cafe tempatnya bekerja.

Kyuhyun menunduk hormat pada sang pelanggan walaupun sudah berjalan pergi menjauh darinya.

"Selamat datang.. Apa ada yang ingin anda pesan?" tanya Kyuhyun kembali dengan ramah.

"Hmm.. saya ingin pesan..." sang pelanggan terlihat berpikir. Saat Kyuhyun menunggu pelanggan di hadapannya mengucapkan pesanannya, ia mendengar ada pelanggan di barisan lain yang menggunakan bahasa tak asing untuknya. Namun, hal itu merupakan bencana bagi rekan kerja yang sedang melayaninya.

"Can i get a vanilla latte, please?" tanya sang pengunjung yang memiliki badan tinggi dengan mata birunya.

"Nde? Hmm.. anda mau pesan apa, tuan?" tanya rekan kerja Kyuhyun kebingungan.

"Jin ki – ah.. kau mau bertukar tempat denganku?" tawar Kyuhyun dengan suara pelan. Jin Ki hanya mengangguk setuju dan segera bertukar tempat dengan Kyuhyun.

"Sorry sir, What's your order?" tanya Kyuhyun ramah.

"Can you give me a vanilla latte, please?" ungkap sang pengunjung tersebut.

"Nice choice.. wait a minute.." Kyuhyun pun segera membuatkan minuman yang dipesan oleh pelanggannya. Dari kejauhan sang manajer cafe tersebut menunjukkan senyum puas atas kualitas pekerjaan yang ditunjukkan oleh pegawai barunya.

.

Rumah Siwon

"Aku pulang.." Siwon berbicara dengan suara pelan dan segera berjalan menuju kamarnya.

"Kau sudah pulang Siwon-ah?" tanya seorang wanita yang baru saja keluar dari kamarnya dengan pakaian formal.

"Hmm.." gumam Siwon tak acuh dan terus menaiki tangga untuk menuju ke kamarnya yang berada di lantai 2.

"Baiklah kalau begitu eomma harus kembali lagi ke hotel.. kau jangan lupa makan ya.. Ahjumma sudah menyiapkan makanan untukmu.." ungkap sang eomma sambil memasukkan beberapa berkas ke dalam tasnya dan berjalan menuju pintu keluar.

"Eomma.." panggil siwon dari anak tangga.

"Nde?" Sang eomma membalikkan badannya dan menatap Siwon lekat.

Siwon terdiam cukup lama sambil terus menatap mata sang eomma.

"Dia sudah kembali..." Bisik Siwon pelan dengan ekspresi yang sulit dideskripsikan.

Mik Yeon, sang eomma, hanya diam dengan wajah terkejut yang berusaha disembunyikan. Tangan kanannya semakin mengeratkan genggamannya pada tas yang dijinjingnya.

"Eomma pergi.." hanya kata itu yang dikeluarkan Mik Yeon sebagai respon dari ucapan sang anak.

.

Kona Beans Cafe

"Ahjussi.. aku pulang dulu ya.." pamit Kyuhyun pulang pada sang pemilik caffee.

"Chakkaman Kyuhyun-ssi!" teriak Shin ahjussi pada Kyuhyun, "Aku ingin memberikan ini.." Shin ahjussi menyodorkan sebuah amplop putih kecil pada Kyuhyun.

"Apa ini ahjussi?" tanya Kyuhyun dengan wajah polos.

"Aku ingin memberikanmu sedikit bonus hari ini.. Aku sangat senang dengan cara kerjamu, Kyuhyun-ssi" ucap Shin ahjussi dengan senyuman.

"Benarkah? Terima kasih, ahjussi.." Kyuhyun menerima amplop tersebut dengan senang.

"Tapi, untuk gaji pokokmu akan tetap kuberikan bulan depan ya.." ungkap sang ahjussi.

"Nde.. tidak apa – apa ahjussi.. Gomawo.." Kyuhyun menunduk hormat pada sang ahjussi, "Aku pulang dulu ahjussi, sampai ketemu besok.." ucap Kyuhyun ramah.

"Nde.. Hati – hati di jalan, nak" Sang ahjussi menepuk pundak Kyuhyun lembut.

.

"Appa! Di mana dia? Apakah hari ini dia sudah kemari?" seseorang datang dengan tergesa – gesa.

"Oh.. Kau baru selesai bekerja?" Tanya sang appa sambil membereskan dagangannya.

"Nde.. Jawab pertanyaanku appa!" Sang anak sudah tidak sabar menunggu jawaban dari appanya.

"Belum.. dia belum kemari.." Ucap sang appa dengan santai. "Sebaiknya sekarang kau bantu appa membereskan piring – piring itu", Sang appa menunjuk piring kotor yang berada di meja dengan matanya.

"Apa appa tidak melihat pakaianku? Lihatlah.. aku menggunakan kemeja dan celana formal sekeren ini, masa kau suruh aku untuk membersihkan piring – piring kotor itu?" ucap anaknya dengan wajah sebal.

"Yak! Kau ini..." Baru saja Ki Hoon akan memarahi sang anak, ada anak lain datang dan langsung membersihkan piring – piring yang berada di meja pelanggan dengan wajah tenang.

Ayah dan anak yang sedari tadi ribut langsung terdiam dan menatap sosok lain yang masih menjinjing tas ransel di punggungnya sedang berjalan ke arah mereka, sambil membawa piring – piring kotor tersebut.

"Pelayanan ini tidak gratis... Bisakah kau memberikanku makan malam, tuan?" tanya sosok itu dengan ekspresi wajah kelaparan yang dibuat - buat. Bukan mendapatkan makanan untuk mengisi perutnya yang kosong, sosok itu justru mendapatkan pelukan tiba – tiba dari orang yang sangat merindukannya.

"Hmmm... Aku sangat merindukanmu anak nakal! Uri dongsaeng, Kyunie.." Sosok itu mendapatkan pelukan sangat erat.

"Aku juga merindukanmu, Zhoumi hyung.." Kyuhyun membalas pelukan erat sang hyungnya dengan senyuman.

"Lihatlah dirimu.. Bagaimana bisa kau berubah menjadi setampan ini? Walaupun belum bisa menandingi ketampananku, tapi tingkat ketampananmu cukup meningkat.." ucap Zhoumi dengan tawa menyindirnya.

Kyuhyun hanya meliriknya dengan tatapan sebal.

"Aish! Anak ini dari tadi hanya bisa membuat orang kesal.." Zhoumi mendapatkan pukulan di kepala belakangnya dari sang appa.

"Appo!" Zhoumi menatap kesal ke arah sang appa.

"Apakah kau belum makan Kyunie? Ini sudah sangat malam.. kenapa kau belum juga mengisi perutmu?" ungkap sang appa khawatir.

Kyuhyun hanya tersenyum membalas pertanyaan sang appa.

"Ck.. Kau ini.. Kau kira senyummu bisa menjawab segalanya?" ucap sang appa ketus, "Ini cepat makanlah!" Ki Hoon meletakkan 2 porsi jajangmyeon di hadapan Kyuhyun.

"Bayaran dari pelayananku sangat mahal rupanya.. sampai – sampai aku mendapatkan 2 porsi!" Kyuhyun menatap makanan di hadapannya dengan senang.

"Sudah makanlah.." Zhoumi mengatakan dengan lembut kepada dongsaengnya.

"Bagaimana kuliahmu?" tanya sang appa sambil menatap Kyuhyun dengan serius.

"Baik – baik saja.." jawab Kyuhyun enteng tanpa menatap mata sang appa.

"Kau sudah..." sebelum sang appa melanjutkan pertanyaannya, Kyuhyun sudah memberikan anggukan sebagai jawabannya.

Zhoumi menatap sang ayah dengan tatapan serius, setelah itu kembali menatap Kyuhyun yang masih sibuk dengan makanannya.

"Gwenchana?" Bisik Zhoumi dengan nada khawatir.

Kyuhyun hanya tersenyum lelah dan kembali memakan jajangmyeon nya.

.

Keesokan harinya

"Dia datang! Dia datang!" Ucap anak laki – laki dari lantai 3.

"Aku sudah tak sabar melihat wajahnya.. hahaha" Balas sang sahabat dengan senyum nakalnya.

Sedangkan Siwon hanya menatap kedua sahabatnya dengan ekspresi datar sambil mendengarkan lagu dari earphone nya.

"1..2..3.." bisik Junho.

"He's coming..." lanjut Minwoo dengan tawa nakalnya.

Kyuhyun memasuki kelas dengan wajah tenangnya dan menatap seisi kelas yang terasa sedikit aneh. Seluruh mahasiswa melihatnya dengan senyuman yang sulit diartikan. Namun, Kyuhyun tetap mempertahankan wajah tenangnya sambil mencari bangku kosong yang dapat diduduki. Tapi.. hal itu yang justru menjadi topik utama pagi ini. 'Kursinya Hilang!'

Kyuhyun berdiri terpaku diam di dekat pintu masuk sambil memikirkan dimana dia akan duduk. Namun, salah seorang mendekatinya. Hal ini sudah Kyuhyun duga sebelumnya.

"Oh? Di mana kursimu Kyuhyun? Bagaimana bisa anak sepintar dirimu tidak mendapatkan kursi untuk duduk?" tanya Junho dengan wajah terkejut yang dibuat – buat.

Kyuhyun menatap Junho masih dengan wajah datarnya.

"Kau ingin duduk?" tanya Minwoo yang sudah berdiri di dekat jendela, "Tapi bagaimana ini? Sepertinya mejamu berpindah tempat ke..." Minwoo menolehkan wajahnya ke jendela dan menatap ke bawah.

Kyuhyun berjalan ke arah jendela dan mengikuti tatapan Minwoo. Kyuhyun masih berusaha mempertahankan wajah tenangnya.

"Sepertinya kau membutuhkan sedikit olah raga pagi ini.." ucap Siwon dengan wajah dingin sambil sibuk memainkan ipod di bangkunya. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun langsung mengambil langkah panjang keluar ruangan. Waktunya tak banyak, sekitar 5 menit lagi kelasnya akan dimulai.

Bukan hanya di dalam kelas, mahasiswa lain yang berada di luar kelas juga menatapnya sambil saling berbisik dan menertawainya. Sepertinya Siwon, Minwoo, dan juga Junho adalah anak yang cukup populer dengan kenakalannya.

Kyuhyun hanya fokus berjalan menuju lapangan sekolah untuk mengambil kursi dan mejanya yang terjemur tak bersalah. Ia mengangkat meja dan kursinya sekuat tenaga menuju kelasnya yang berada di lantai tiga. Ia melangkahkan kakinya perlahan – lahan menaiki anak tangga satu per satu. Ditambah lagi, bel berbunyi di tengah perjalanannya menuju kelas. Hal ini membuat Kyuhyun harus melangkahkan kakinya lebih cepat menuju kelas.

Setelah sampai di depan kelas, Kyuhyun membuka pintu dengan salah satu tangannya. Suara pintu yang bergeser memecah keheningan kelas yang sudah diambil alih oleh seorang dosen di depan kelas.

"Apa yang kau lakukan?! Ini sudah lebih 15 menit semenjak bel masuk berbunyi.." tanya sang dosen wanita dengan nada tinggi dari depan kelas.

"Hmm.. Mianhe Seonsangnim.. Aku harus mengambil kursi dan mejaku yang berada di luar.." Ucap Kyuhyun sedikit takut.

"Di luar? Bagaimana bisa kursi dan mejamu berada di luar?" tanya sang dosen penuh selidik.

"Hmm..." Kyuhyun terlihat berpikir, "Aku tidak begitu tahu tentang hal itu.. Mungkin petugas kebersihan yang memindahkannya kemarin.." ucap Kyuhyun dengan ragu.

"Baiklah.. Masuk dan duduklah di kursimu.. Kami baru akan memulai perkuliahan.." ucap Seonsangnim itu melunak.

"Terima kasih, seonsangnim.." ucap Kyuhyun sambil memberikan hormatnya.

Minwoo dan Junho yang menjadi dalang dari kejadian pagi itu hanya melirik dengan senyum puas ke arah Kyuhyun. Sedangkan, Siwon melirik Kyuhyun dengan ekspresi dingin dan menangkap gerak gerik Kyuhyun yang sedang mengusap keringatnya pada leher dan kening. Anak itu juga menggigit bibirnya sambil menggenggam lengan kanan dengan tangan kirinya. Selintas Siwon berpikir 'Hanya karena semua ini, ia sudah selelah itu? Dasar lemah..'.

.

Waktu istirahat tiba

Kyuhyun berjalan menuju kantin seorang diri sambil bermain – main dengan handphonenya. Ia mengambil sebuah roti dan susu. Makanan yang diambilnya sedikit berbeda dengan siswa lainnya yang sudah membawa piring dengan nasi, kimchi, serta beberapa potong daging di atasnya.

Kyuhyun duduk di kursi kosong dekat jendela. Ia menatap ke luar jendela sambil memakan roti yang diambilnya tadi.

Kriing kriing..

Handphone Kyuhyun berbunyi.

'Wae?'

'Mwo? Lagi?'

'Ini sudah terjadi empat kali.. Bagaimana bisa?'

'Ini tidak baik...' gumam Kyuhyun pada orang yang menghubunginya dengan wajah berpikir.

Tiba – tiba seseorang mengambil alih handphone Kyuhyun dari genggamannya.

"Rupanya ada yang sedang asyik menelpon di sini?" ucap Junho sambil bermain – main dengan handpone Kyuhyun.

"Kembalikan." Ucap Kyuhyun dingin dan tegas.

"Wohooo.." Junho melempar handphone itu pada Minwoo. Handphone berwarna biru itu pun saat ini berada di rangan minwoo.

"Kembalikan!" Kyuhyun sedikit berteriak sambil berusaha merebut handphonenya yang berada di tangan minwoo. Namun, saat Kyuhyun sudah hampir berhasil merebutnya, handpone tersebut kembali terbang dan mendarat di tangan Siwon.

Siwon menangkap handphone tersebut dengan senyum lebar. Namun, senyuman itu seketika menghilang. Ia menatap lekat handphone yang berada di tangannya dengan seksama. Belum lama Siwon menatap handphone tersebut, pemiliknya sudah merebutnya kembali.

Kyuhyun menatap Siwon sekilas dan segera mengalihkan pandangannya. Ia pun pergi meninggalkan kantin dan juga tiga seniornya tersebut.

"Aw.." Ketergesaan langkah Kyuhyun membuatnya menabrak seorang wanita.

Kyuhyun menatap mahasiswa wanita itu sekilas dan langsung kembali melangkahkan kakinya meninggalkan kantin. Tanpa disadari oleh Kyuhyun, Siwon masih menatap punggungnya yang semakin menjauh.

Kyuhyun kembali melakukan panggilan pada nomor terakhir yang masuk dengan wajah serius.

'maaf karena tadi terputus.. cepat kirimkan padaku semuanya'

.

To Be Continued

Hai semuaa.. Aku membawa cerita baru.. semoga kalian suka yaaa

Waktu nulis PDLMA, aku lagi sibuk2nya nyusun skripsi

Sekarang aku lagi sibuk2nya S2 haha

Jadi kalo update an nya lama, harap dimaklum yaa

Tapi tetep aku sempetin untuk nulis di waktu luang kok, karena ini memang hobi aku juga

Aku selalu ngusahain supaya FF aku bisa selesai sampai tamat kok :)

Oh iya, banyak permintaan supaya PDLMA dibuat sequelnya.. tapi aku takutnya kalo diperpanjang 'feel' nya jadi kurang dapet dan ceritanya jadi ngalor ngidul. Jadi, rencananya aku mau publish 1 chapter bonus di PDLMA seperti yang pernah aku janjikan dulu

Doain bisa update cepet yaaa

Makasih buat semua review nya, dan ditunggu juga untuk review FF ku yang baru ini :)