Title : Life is a Promise

Genre : Brothership and Family

Rating : Fiction K+

Cast : Kyuhyun, Siwon, Ki Hoon, Mik Yeon, Kim Yuna

Disclaimer : All them belong to themselves and GOD. I own only the plot.

Warning : Not YAOI. It's pure brothership and complicated family relationship.

Summary : Tetap diam di tempatmu hingga aku datang!/ Sebenarnya apa yang terjadi?/ Kau tidak akan menelponku sebanyak itu jika kau tidak benar – benar membutuhkanku../ Ini pertunangan bisnis../ Apa yang sudah mereka lakukan padamu sebenarnya, Kyu?/ Sudah dua hari ini aku tidak melihat anak itu di kelas profesor Han../ Kenapa kau sejutek itu.. kami ini pelangganmu di sini../ Tidak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan menjahili anak cupu itu/ Siapa kalian?! Lepas! LEPASKAN AKU!/

.

LIFE IS A PROMISE Chapter 4

.

Kyuhyun berbisik pelan pada Siwon, "Mi.. Mianhe...hyung.."

Satu tetes air mata meluncur dari mata Kyuhyun yang memerah. Tetesan air mata itu jatuh pada tangan Siwon yang sedang menggenggam tangan Kyuhyun. Hal itu membuat Siwon menatap genggaman tangannya dengan lekat.

Dengan tenaga yang tersisa, Kyuhyun melepaskan genggaman Siwon dan melangkahkan kakinya dengan gontai menjauh dari Klub malam itu.

"Oppa! Kenapa kau biarkan dia pergi.." Yuna yang berniat untuk menyusul Kyuhyun mendapat genggaman tangan dari Siwon, "Wae, oppa?" tanya Yuna heran. Namun, Siwon hanya diam dengan tatapan kosong.

"Oh? Dimana anak cupu itu?! Apakah dia sudah masuk lebih dulu?" tanya Junho yang sudah selesai mengganti bajunya bersama Minwoo.

"Apa yang sudah kalian lakukan padanya?" tanya Siwon pelan masih dengan tatapan kosong.

.

Kyuhyun berjalan gontai menuju halte bis terdekat. Ia terus menatap ke bawah sambil terus berjalan. Sesekali ia menggenggam tangannya sendiri yang masih gemetar. Ia mencoba mengambil napas dalam untuk menenangkan irama jantungnya yang terus berdegup kencang, selain itu jangan lupakan gejolak dari isi lambungnya yang memaksa untuk keluar.

Di tengah perjalanan, pemuda pucat itu sudah tidak sanggup menahan rasa mual yang sedari tadi menyiksanya. Dan akhirnya, ia memuntahkan isi perutnya di pinggir jalan. Beberapa orang melihatnya dengan jijik. Namun, kyuhyun tidak memedulikan hal itu. Ia segera mengusap bibirnya dengan kasar dan kembali melangkah menuju halte dengan tenaga yang tersisa. Satu hal yang dia inginkan saat ini, sampai di rumah dengan cepat.

.

Tempat Parkir Kantor Zhoumi

"7 missed call? Kyuhyun?" ucap Zhoumi dalam gumamannya. Ia pun segera menghubungi dongsaeng tersayangnya dengan perasaan tidak enak.

"Kyuhyun-ie, kau menghub.." Zhoumi menghentikan ucapannya dan memasang wajah curiga, "Ada apa dengan suaramu? Apa terjadi sesuatu? Kau di mana sekarang? Aku akan menjemputmu.." Zhoumi berbicara dengan nada penuh kekhawatiran, "Tetap diam di tempatmu hingga aku datang!" ucap Zhoumi tegas dan langsung memutus panggilannya. Ia segera menstarter motornya dan menancap gas meninggalkan kantornya.

.

Kyuhyun duduk di halte Bus terdekat yang berhasil ia capai. Tubuhnya basah oleh keringat dingin dan terasa sangat lemas. Ia menyandarkan kepalanya pada diding penyekat berbahan kaca yang ada di sebelahnya sambil memandang kosong jalan di hadapannya. Sudah 5 bis yang datang, namun tubuhnya belum siap untuk digerakkan. Sehingga pada akhirnya ia memutuskan untuk terus duduk dan menunggu bis selanjutnya.

Tanpa disadari oleh pemuda pucat itu bahwa ada seseorang di dalam mobil sporty merah, yang terparkir di seberang jalan, sedang menatapnya dengan intens. Sejak tadi orang itu mengikuti langkah gontai Kyuhyun pergi. Ia melihat bagaimana sakitnya orang itu saat ini.

Flashback

"Apa yang sudah kalian lakukan padanya?" tanya Siwon pelan masih dengan tatapan kosong.

"Maksudmu?" Tanya Junho tak mengerti.

"Apa yang sudah kalian lakukan padanya?" tanya Siwon kembali dengan wajah dingin.

"Pada anak itu maksudmu?" tanya Junho kembali dengan santai. Namun, Siwon tidak menjawab dan hanya menatap Junho dengan dingin. Pada akhirnya Junho hanya menyikut Minwoo yang ada di sebelahnya.

"Kami hanya menjemputnya dari kafe tempat ia bekerja dan membawanya kemari.. memang ada sedikit paksaan, tapi bukan masalah yang besar.." ucap Minwoo dengan tenang, "Apa ada masalah dengan itu, Siwon-ah?" tanya Minwoo kembali.

"Aku ada urusan terlebih dahulu.. Kalian bersenang – senanglah dulu, nanti aku menyusul" ucap Siwon dengan senyuman tipis namun kaku, sambil mengambil kunci mobilnya dari tangan Junho tanpa aba – aba.

"Oppa! Kau mau ke mana?" teriak Yuna yang menatap kepergian Siwon secara mendadak.

Sedangkan Junho dan Minwoo saling menatap bingung satu sama lain.

Flashback end

Dan pada akhirnya, di sinilah pengendara mobil sporty merah itu berada, Choi Siwon. Menatap dengan intens anak baru yang menjadi mainannya di kampus saat ini.

Siwon melihat ada bis baru lagi yang datang. Tapi lagi – lagi anak itu tak bergeming. Setahu Siwon, ini adalah bis terakhir yang beroperasi. Bis itu membunyikan klaksonnya sekali untuk menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya sepertinya, dan ternyata itu berhasil. Kyuhyun menatap sang supir bis dan mengangguk sekali.

Ia perlahan memegang dinding kaca di sampingnya untuk dijadikan penopang tubuh lemasnya yang sedang berusaha untuk berdiri. Perlahan – lahan anak itu menyeimbangkan tubuhnya, setelah itu ia melangkahkan kakinya mendekati bis dengan perlahan. Pada langkah yang kedua, kaki itu akhirnya menyerah dan membuatnya limbung ke kanan.

Siwon yang memperhatikan itu sejak tadi, hanya memegang lingkaran stir mobilnya dengan semakin kencang. 'Sebenarnya apa yang terjadi?' pertanyaan itu yang sejak tadi terus bergerumuh di kepalanya. Bukan hanya itu, Siwon juga melihat ada sosok asing yang tiba - tiba menghampiri Kyuhyun. 'Lalu, siapa dia?' pertanyaan baru menambah penat kepalanya saat ini.

"Kyuhyun! Kau tidak apa-apa?!" tanya Zhoumi yang berhasil menangkap tubuh Kyuhyun sebelum jatuh ke tanah, "Ada apa denganmu? Kenapa bisa seperti ini?!" ucap hyungnya tersebut khawatir.

Zhoumi melihat bahwa di hadapannya, sebuah bis masih menunggu. "Kau boleh pergi, pak.. Biar aku yang membawanya pulang" ucap Zhoumi pada supir bis sambil mengangguk kecil.

Pusing dengan kebingungannya sendiri, pada akhirnya Siwon memutuskan untuk menstarter mobilnya dan menancap gas pergi menjauh.

.

"Hyung.. sudah kukatakan kau tak perlu kemari.." ucap Kyuhyun lemas.

"Tak perlu kemari bagaimana?!" Zhoumi berucap kesal campur khawatir, "Lalu apa maksud 7 missed callmu itu? Kau tidak akan menelponku sebanyak itu jika kau tidak benar – benar membutuhkanku.." gerutu Zhoumi sambil berusaha memasangkan helm pada kepala Kyuhyun.

"Nan gwenchana.." ucap Kyuhyun dengan suara parau, namun pasrah dengan perlakuan hyungnya yang memapah dan membantu memasangkan helm padanya.

"Sejak kapan kau baik – baik saja?!" gumam Zhoumi pada dirinya sendiri, namun terdengar oleh Kyuhyun.

Kyuhyun hanya tersenyum tipis sambil berusaha naik ke jok belakang motor hyungnya tersebut.

.

H & D Club

"Oppa.. Kenapa kau diam saja sejak tadi?" tanya Yuna yang sedari tadi memperhatikan Siwon yang tampak melamun. Sedangkan Junho dan Minwoo sedang asik menari di lantai disko.

"Ah? Anio.. Tidak ada apa – apa.." Jawab Siwon dengan senyum yang dibuat – buat.

"Hmm.. oppa.." Yuna terlihat bingung untuk mulai membicarakan sesuatu, "Igo.. aku sudah mendengar dari appa bahwa.. hmm.. keluargaku dan keluargamu akan.. akan.." ucapan Yuna terputus dengan ucapan Siwon.

"mengadakan acara pertunangan.. itu maksudmu?" tanya Siwon enteng.

"Nde.." angguk Yuna dengan kaku.

"Keluargaku dan keluargamu.. itu berarti aku dan dirimu, kan oppa?" tanya Yuna hati – hati, "Melihat bahwa aku adalah anak tunggal, dan begitu juga dirimu.." ucap Yuna dengan senyum kaku.

"Sepertinya begitu.." Jawab Siwon singkat.

"Lalu bagaimana menurutmu, oppa?" tanya Yuna kembali sambil menggigit bibir bawahnya sendiri.

"Entahlah.. aku merasa tidak setuju dengan hal ini.." jawab Siwon dengan wajah yang berubah serius.

"Wae?!" tanya Yuna yang sedikit kaget.

"Ini bukanlah pertunangan yang kuinginkan.." ungkap Siwon kembali.

"Ah.. maksudmu.. bukan wanita sepertiku yang kau inginkan? Hahaha.." ucap Yuna disusul dengan tawa yang dibuat – buat.

"Bukan.. bukan seperti itu" ucap Siwon serius, "Hanya saja acara pertunangan ini bukanlah antara aku dan kau, Yuna.. tapi antara perusahaan ayahmu dan hotel eomma.. ini pertunangan bisnis.." ungkap Siwon sambil menatap mata Yuna lekat.

"Ah.. itu maksudmu.." ungkap Yuna dengan anggukan, "aku juga merasa seperti itu.." gumam Yuna dengan suara pelan.

"Lalu kau tetap ingin melanjutkan pertunangan ini?" tanya Siwon to the point.

"Nde? Hmm.." Yuna terlihat kebingungan.

"Hahaha.. kau pantas mendapatkan pria yang lebih baik dariku.. dan juga melakukan pertunangan yang normal seperti wanita – wanita lainnya" Ucap Siwon dengan senyum tipis sambil mengusap kepala Yuna pelan dan bergegas pergi menyusul kedua sahabatnya yang asyik menari. Yuna hanya menatap punggung Siwon sambil menghela napas pelan.

.

Di rumah Kyuhyun

"Apa yang sudah mereka lakukan padamu sebenarnya, Kyu?" tanya Zhoumi cemas sambil meletakkan sebuah handuk hangat di kening adiknya yang sudah terbaring di tempat tidur.

"Tidak ada, hyung.. mereka tidak melakukan apa – apa.." jawab Kyuhyun dengan suara yang lemah dan mata sayunya.

"Tidak mungkin! Kau tidak mungkin menjadi seperti ini jika mereka tidak melakukan apapun!" ungkap Zhoumi kesal karena merasa sang adik menyembunyikan sesuatu. Namun, dongsaeng kesayangannya hanya menatap dirinya dengan mata yang semakin menutup.

"Hyung.." panggil Kyuhyun pelan hingga menyerupai bisikan, "Maafkan aku, tapi sepedamu tertinggal.. tertinggal di.." belum selesai Kyuhyun mengucapkan kalimatnya, ia sudah menutup matanya dengan sempurna dan tertidur lelap akibat obat yang diminumnya.

"Aish.. kenapa kau justru mengkhawatirkan hal yang tidak penting.." Zhoumi merapikan poni Kyuhyun dengan sayang, "Tunggu.. kau bilang tertinggal? Sepedamu tertinggal?" gumam Zhoumi pada dirinya sendiri, karena lawan bicaranya sudah berada di alam mimpinya.

Zhoumi tampak berpikir hingga pada akhirnya ia menemukan sebuah jawaban. Ia menghela nafasnya dengan sedih sambil menatap lekat dongsaeng kesayangannya. Ia menggenggam kuat tangan sang adik, dan berbisik pelan "Kau pasti sangat ketakutan tadi.. Kyuhyunie.."

.

.

Sudah dua hari Kyuhyun tidak masuk kuliah. Tiga serangkai itu tentu menyadari hal tersebut. Mereka seakan – akan kehilangan mainannya.

"Sudah dua hari ini aku tidak melihat anak itu di kelas profesor Han.. Ke mana dia?" tanya Junho pada Minwoo yang sedang memainkan ponselnya di kantin.

"Entahlah.. kenapa kau menjadi begitu peduli padanya?" tanya Minwoo enteng, "Oh.. Siwon-ah! Lihat ini!" ungkap Minwoo dengan mata membelalak tertuju pada ponsel nya. Siwon yang sedari tadi menatap permainan basket di lapangan depan kantin, seketika menolehkan pandangannya pada layar ponsel Minwoo.

Siwon mengerutkan dahinya dan memasang ekspresi wajah tak suka. "Kabar ini belum pasti, bagaimana bisa media sudah memberitakan hal ini.." ungkap Siwon kesal.

"Untungnya mereka hanya menyebutkan perusahaannya saja dan tidak menyebutkan namamu.. Tapi, apakah kau benar – benar akan bertunangan dengan Yuna?" tanya Minwoo memastikan.

"Entahlah.. aku tidak mau membahas hal ini sekarang" ucap Siwon dengan wajah serius sambil meminum orange juice di mejanya.

"Baiklah kalau begitu aku akan memberikan comment di artikel ini untuk menyelamatkanmu" ucap Minwoo dengan wajah yakin, "Kau tenang saja.. sebagai sahabat aku akan melindungimu, Siwon – ah.." ungkap Minwoo dengan anggukan yakin sambil menggenggam pundak Siwon. Setelah itu, ia fokus mengetik sesuatu melalui ponselnya.

"Hey.. apa yang kau tulis? Jangan tulis macam – macam, Minwoo – ah!" ungkap Siwon dengan penuh selidik.

Siwon pada akhirnya mengambil ponselnya sendiri dan membuka artikel yang sama. Setelah itu ia mencoba membaca komentar terakhir dari artikel tersebut :

'YAA! Aku tidak terima! Berita ini adalah sebuah kebohongan! Ini semua tidak boleh terjadi! Siwon Oppa milikku! Hanya milikku seorang! Arrasseo!'

Siwon perlahan melirik jijik ke arah Minwoo yang baru saja meletakkan ponselnya, dan kemudian menggenggam gelas minuman di hadapannya dengan tangan kanan yang jari kelingkingnya mengangkat ke atas.

"Permainan basket mereka cukup bagus kan.. OP-PA?" ucap Minwoo dengan senyum manisnya sambil memberikan satu kedipan mata pada Siwon.

"YAAAK! KAU!" Siwon beranjak dari tempat duduknya dan siap menerkan Minwoo.

"Yaak! Kalian hentikan hentikan.. jangan seperti anak kecil.." lerai Junho.

.

Kafe Kona Beans

"Aku tidak apa – apa hyung.. jangan khawatir berlebihan seperti ini.." ucap Kyuhyun pada ponselnya.

"Aku justru akan bertambah sakit jika terus menerus diam di rumah tanpa melakukan sesuatu.. Lagi pula aku tetap harus bekerja untuk mendapatkan gajiku bulan ini" ungkap Kyuhyun panjang lebar pada Zhoumi.

"Hmm.. aku janji tidak akan pulang terlalu malam.. tenanglah hyung.." ucap Kyuhyun dengan suara lembut.

"Arrasseo.. kau juga bekerjalah dengan baik, hyung.." ungkap Kyuhyun dan memutuskan panggilannya. Setelah itu, ia kembali melayani pelanggannya.

.

"Selamat malam.. apakah ada yang ingin anda pesan nona?" ucap Kyuhyun ramah.

"Aku ingin dua caramel machiato dan 2 tiramisu" ungkap sang pelanggan.

"Baiklah.. pesananmu akan datang 5 menit lagi.. Silahkan tunggu sebentar" ucap Kyuhyun dengan senyuman.

Setelah itu Kyuhyun berjalan ke arah dapur untuk memberikan pesanan.

"Ahjumma.. ini pesanan dari meja nomor 19" ucap Kyuhyun pada juru masak di kafe tersebut.

"Oh baiklah.. tunggu sebentar ya Kyuhyun-ah" ungkap sang juru masak. Kyuhyun hanya mengangguk dan memberi senyuman.

"Kyu!" pemilik kafe tiba – tiba memanggil Kyuhyun.

"Nde.. ahjussi" jawab Kyuhyun dengan sigap.

"Kau sudah mulai bekerja kembali? Tapi wajahmu masih pucat begitu, Kyu.." ucap sang ahjussi dengan wajah khawatir.

"Aku sudah merasa lebih baik, ahjussi.. terima kasih atas perhatianmu" ungkap Kyuhyun dengan senyum lembut.

"Kau ini.. jangan bekerja terlalu keras hari ini.. pulanglah lebih cepat.. arrasseo!" ungkap ahjussi sambil mengelus lembut lengan Kyuhyun.

"Arrasseo.. gomawo ahjussi.." Kyuhyun membungkuk hormat pada sang pemilik kafe.

"Baiklah.. sekarang kau layani saja pelanggan yang baru datang itu.. Biar aku yang mengantarkan pesanan ini ke meja nomor 19" ucap sang ahjussi sambil menunjuk meja yang berada di dekat pintu.

"Baiklah.." Kyuhyun pun bergegas pergi menuju ke meja tersebut.

.

"Selamat malam.. apakah ada.." Senyuman yang biasa Kyuhyun berikan tiba – tiba menghilang saat melihat pelanggan yang ada di hadapannya.

"Annyeong.. Kyuhyun-ssi! Hahaha" ungkap salah satu pemuda di hadapannya dengan senyum sumringah.

"Apakah ada yang ingin anda pesan?" tanya Kyuhyun kembali dengan tatapan menghindar dari tiga pemuda di hadapannya.

"Kenapa kau sejutek itu.. kami ini pelangganmu di sini.." ucap Minwoo dengan senyum jahil.

"Ah.. aku ingin memesan caffe latte dengan es yang tidak terlalu banyak, krimnya sedikit lebih banyak dari biasanya, dan hmm.. jangan terlalu manis! Oh iya.. aku ingin tambahan karamel di atas krimnya.." ucap Junho panjang lebar. Kyuhyun hanya mendengarkan pesanan Junho dengan wajah datar.

"Ada pesanan yang lain?" tanya Kyuhyun dengan tenang.

"Hei! Kau tidak mencatat pesananku tadi?" tanya Junho dengan wajah sedikit kesal.

"Aku sudah mengingatnya.. Ada pesanan yang lain?" tanya Kyuhyun kembali.

"Aku ingin avocado float dengan 2 cup ice cream, es yang banyak, gula jangan lebih dari 4 sendok makan, jangan terlalu encer, dan tambahan caramel di atas ice krimnya.. Oh tapi, jangan tambahkan terlalu banyak caramel.." ucap Minwoo dengan cepat agar Kyuhyun kesusahan untuk mengingat pesanannya.

"Baiklah.. ada lagi?" tanya Kyuhyun kembali masih dengan wajah tenang, namun pucat yang kentara.

"Aku pesan black coffee" ucap Siwon singkat.

Kyuhyun menatap Siwon sebentar lalu kembali memalingkan tatapannya.

"Baiklah kalau begitu saya ulangi pesanannya, satu caffe latte dengan es tidak terlalu banyak, krim sedikit lebih banyak, tidak terlalu manis, dan tambahan karamel di atas krimnya; satu avocado float dengan 2 cup ice cream, es banyak, gula tidak lebih dari 4 sendok makan, tidak terlalu encer, dan tambahan sedikit caramel di atas ice krimnya; serta satu black coffee.. Apakah ada tambahan lain?" ucap Kyuhyun lantang.

Junho dan Minwoo terdiam sambil menatap Kyuhyun tak percaya. Semua yang diucapkan Kyuhyun benar dan tidak ada yang terlewat satu pun.

"Baiklah.. kalau begitu pesanan kalian akan datang kurang lebih 5 menit lagi.. harap tunggu sebentar" ucap Kyuhyun sopan sambil membungkukkan badannya sedikit.

.

"Kenapa kalian ingin kemari? Bukankah ada tempat makan yang lebih baik daripada di sini.." ungkap Siwon kesal.

"Aiish.. Tidak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan menjahili anak cupu itu.." ungkap Junho dengan tawa nakalnya.

"Kau benar Junho-ah!" Minwoo menaikkan sebelah tangannya untuk melakukan high five dengan Junho.

"Tapi aku tidak nyaman di sini.. nanti cepat habiskan minuman kalian dan segera pulang" ucap Siwon tegas.

"Arrasseo.. arrasseo.." ucap Junho dengan anggukan, "Oh! Tapi kenapa kau tadi hanya memesan dengan singkat? Seharusnya kau berikan penjelasan yang panjang seperti kami.. dengan begitu dia akan kesulitan mengingat pesanannya.." ungkap Junho.

"Aku sedang malas saja bermain dengannya" jawab Siwon singkat.

"Aish kau ini.. Lalu kenapa kau memesan black coffee? Bukankah kau tidak suka pahit? Kau terlalu banyak gaya.." ucap Minwoo dengan muka kesal.

Siwon hanya tersenyum tipis sambil memainkan ponselnya.

"Ini pesanannya.. satu caffe latte dengan es tidak terlalu banyak, krim sedikit lebih banyak, tidak terlalu manis, dan tambahan karamel di atas krimnya" kyuhyun datang dan meletakkan gelas pertama di meja Junho, "Satu avocado float dengan 2 cup ice cream, es banyak, gula tidak lebih dari 4 sendok makan, tidak terlalu encer, dan tambahan sedikit caramel di atas ice krimnya" Kyuhyun meletakkan gelas kedua di meja Minwoo, "dan satu black coffee.." ucap Kyuhyun sambil meletakkan gelas ketiga di meja Siwon, "Silahkan menikmati.." ucap Kyuhyun dingin.

"Pelayan! Bisa tolong kemari.." panggil pelanggan di meja sebelah pada Kyuhyun.

"Kalau begitu aku permisi.." ucap Kyuhyun pada tiga seniornya, dan beranjak menuju meja di sebelahnya, "apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Kyuhyun dengan senyum ramahnya, berbeda sekali saat melayani ketiga seniornya.

"Bisa minta gula cair? Black coffee ini terlalu pahit rupanya.." ucap sang pelanggan.

"Oh baiklah.. tunggu sebentar.." ungkap Kyuhyun dan bergegas menuju dapur.

.

"Coba lihat senyuman itu.. sangat berbeda sekali saat dia melayani kita.." bisik Minwoo dengan wajah tak suka.

"Kau dengar itu Siwon-ah.. black coffee terlalu pahit.. kenapa kau memesannya?" tanya Junho pada Siwon.

"Tapi.. black coffee ku tidak pahit.." ungkap Siwon dengan wajah bingung sesaat meminumnya.

"Benarkah? Padahal kau tidak bilang untuk menambahkan gula pada minumanmu.. Aneh.." ucap Junho dengan wajah bingung, tapi tak mau ambil pusing.

Siwon hanya kembali meminum minumannya dengan ekspresi yang sulit diartikan.

.

Waktu sudah berlalu cukup lama, hingga saat ini menunjukkan pukul 9 malam.

"Bill" pinta Minwoo pada salah satu pelayan yang sedang membereskan meja.

"Ini tuan.." ungkap sang pelayang sambil memberikan bill nya.

"Ini.. ambil saja kembaliannya.." ucap Siwon sambil memberikan uangnya kepada sang pelayan.

"Dimana Kyuhyun?" tanya Minwoo tiba – tiba pada sang pelayan.

"Kyuhyun? Oh.. Kyuhyun pelayan baru itu sedang tidak enak badan.. jadi dia sedang bersiap untuk pulang.." ungkap sang pelayan dengan sopan.

"Oh begitu.. baiklah, terima kasih" ucap Minwoo dengan senyum.

"Sudahlah aku pulang duluan.." Ucap Siwon bergegas keluar dari kafe.

.

Kring kring.. Ponsel Siwon berbunyi

Kata 'eomma' tercantum di layar ponselnya.

"Wae eomma?" tanya Siwon sambil menstarter mobilnya.

"Aku baru saja akan pulang.. Aku akan tiba di rumah sekita 30 menit lagi.." ucap Siwon.

"Apakah ada hal penting yang ingin eomma bicarakan padaku?" tanya Siwon.

"Hmm.. arrasseo.. aku akan tiba di rumah secepat mungkin.." ungkap Siwon mengakhiri panggilannya dengan sang eomma.

Ia menancap gas dan melaju dengan kencang dalam perjalanan menuju rumahnya. Namun sayang, beberapa lampu merah harus menghentikan aksi kebut – kebutan sang mobil sporty merah itu. Siwon memukul pelan stir mobilnya saat melihat lampu hijau yang berubah menjadi merah. Ia menatap lampu merah tersebut berulang kali, namun tak kunjung berubah menjadi hijau. Pandangannya kemudian teralih dari lampu merah ke seorang pemuda pucat yang sedang menyeberangi jalan sambil menggiring sepedanya.

Tatapan mata Siwon terus mengikuti arah langkah dari pemuda dengan hoodie berwarna abu – abu dan celana jeans itu. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk mengikuti pemuda pucat itu. Siwon ingin menemukan jawaban dari pertanyaan yang membuatnya pusing akhir – akhir ini. Tentu saja, semua ini tentang Kyuhyun.

Pada akhirnya, Siwon memarkirkan mobilnya di pinggir jalan karena langkah kaki pemuda itu mengarah pada sebuah gang kecil. Karena harus memarkirkan mobil kesayangannya, ia tertinggal beberapa langkah dari Kyuhyun. Siwon memandang gang tersebut dan bingung memilih arah mana yang tadi dilewati oleh Kyuhyun.

'Ke mana anak itu?'

Siwon mencoba melangkahkan kakinya ke arah kiri, namun terhenti saat mendengar sebuah teriakan dari arah kanannya.

"Siapa kalian?! Lepas! LEPASKAN AKU!"

Siwon yang mendengar teriakan itu, langsung berlari menuju sumber suara dan melihat 5 lelaki berjas hitam mengelilingi pemuda pucat yang sedari tadi diikutinya. 5 pemuda kekar dengan jas hitamnya itu berusaha menahan Kyuhyun yang ingin melarikan diri.

"APA MAU KALIAN?! LEPASKAN AKU!"

.

To Be Continued

Happy Read and Review teman – teman..

Kritik dan Saran selalu ditunggu yaa

Makasih juga dengan review yang sudah diberikan teman – teman di chapter sebelumnya

Maafkan karena baru update lagi, Semoga masih pada menunggu cerita ini yaa