All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.

Chapter 2 : Ternyata Ferret tidak begitu mengganggu.

2.

Hermione terus gelisah di tempat tidurnya, sekarang sudah hampir jam tiga pagi dan ia tidak bisa tidur sama sekali, dari tadi kerjanya hanya bergerak ke kiri ke kanan, tengkurap, telentang, lalu tengkurap, kemudian telentang lagi.

Cedric memilih waktu yang tepat untuk menunjukkan wajahnya. Tepat sekali. Sangat tepat sekali.

Hermione nyaris pingsan begitu melihat pria itu. Cedric sudah dua tahun pergi dari Dunia Sihir, setelah Voldemort kalah, ia memutuskan untuk pergi dan melihat sisi dunia yang lain.

-Flashback-

Cedric menunggu Hermione di restoran di muggle london, Cedric sengaja mengajak Hermione makan di restoran muggle agar tidak banyak wartawan yang melihat mereka.

Meskipun ini restoran muggle, tapi restoran ini cukup terkenal, hampir diseluruh Inggris. Cedric duduk, menunggu Hermione dengan pakaian terbaiknya. Ia menggunakan kemeja biru gelap dan celana hitam. Menarik perhatian hampir semua perempuan di restoran itu dengan ketampanannya.

Ia dan Hermione menjalin hubungan semenjak Yule Ball di tahun terakhirnya di Hogwarts. Mereka tidak benar-benar bisa dikatakan sepasang kekasih, tapi hubungan mereka juga lebih dari sekedar teman.

Keduanya semakin dekat terutama saat-saat kelam sebelum Voldemort kembali, Cedric menjadi anggota Order of the Phoenix dan ikut serta dalam Final Battle.

Setelah semua hiruk pikuk yang terjadi, Cedric meresmikan hubungannya dengan Hermione, dan malam ini adalah perayaan Anniversary mereka bulan ke dua.

Seorang perempuan memasuki restoran, di tuntun oleh pelayan restoran. Hermione Granger dengan dress selutut berwarna Pink Pastel. Rambut keriting berwarna cokelatnya terurai di belakangnya.

Cedric merasa ia jatuh cinta lagi untuk yang kesekian kalinya pada gadis itu. Cedric berdiri menunggu Hermione sampai di meja mereka, Hermione mencium pipinya lembut kemudian Cedric menarik kursi untuk Hermione.

"You look Beautiful Mione." Kata Cedric pelan, ia kehilangan kata-katanya. Wajah Hermione memerah dan Ia tersenyum.

"Kau juga tampan Ced." Kata Hermione kemudian melihat menu yang ada di depannya. "Aku sangat lapar." Kata Hermione. Cedric tertawa kemudian mereka memesan makanan.

Makan malam mereka sangat menyenangkan, keduanya bicara tentang banyak hal, tentang rencana Hermione bekerja di kementrian, tentang rencana Cedric melajutkan usaha keluarganya.

Cedric berkali-kali menggoda Hermione, bertanya umur berapa targetnya untuk menikah, berapa anak yang ia inginkan, dan pertanyaan-pertanyaan yang membuat wajah Hermione memerah.

Setelah selesai makan, Cedric mengantar Hermione ke rumah orang tuanya. Hermione masih tinggal di rumah orang tuanya sementara, sampai ia menemukan apartement yang tepat.

Hermione berkata bahwa rumahnya tidak jauh dari restoran dan menyarankan agar mereka berjalan. Akhirnya Cedric dan Hermione berjalan di malam musim semi kota London, keduanya berharap dalam hati agar tidak turun hujan malam itu.

Cedric menggandeng tangan Hermione sepanjang jalan. Ia terlihat tegang, seperti ada sesuatu yang harus dikatakannya.

"Cedric?"

"Iya?" tanya Cedric begitu cepat.

"Ada apa? Kau tegang sekali." Kata Hermione memperhatikan wajah Cedric. "Tanganmu bahkan berkeringat." Kata Hermione.

"Mione. Aku ingin mengatakan sesuatu." Kata Cedric. Hermione melihatnya aneh.

"Bagaimana jika kita duduk dulu." Kata Hermione melihat ke sekelilingnya, dan menemukan taman bermain dengan kursi panjang disana. Hermione menarik tangan Cedric dan mereka duduk disana.

"Apa yang mau kau katakan?" tanya Hermione.

Cedric memegang kedua tangan Hermione dan melihat langsung ke mata cokelat yang ada di depannya, ia sudah mengumpulkan keberaniannya selama seminggu dan keputusannya sudah final.

"Hermione. Kau tahu kan kalau aku mencintaimu?" tanya Cedric pelan.

"Tentu saja." Kata Hermione menjawab, ia melihat sesuatu di mata Cedric. "Apa kau ingin putus denganku?" tanya Hermione pelan.

"Tidak, bukan seperti itu." Kata Cedric langsung.

"Lalu apa?" tanya Hermione juga mulai tegang.

"Well, aku sudah memikirkan hal ini beberapa saat." Kata Cedric memulainya. "Perang membuatku menyadari beberapa hal Mione. Aku ingin melihat sisi dunia yang lain, aku ingin melihat sisi-sisi dunia yang belum pernah kulihat sebelumnya." Kata Cedric menjelaskan.

"Kau ingin pergi?" tanya Hermione pelan.

Cedric mengangguk. "Mione, aku benar-benar ingin melihat sisi dunia yang lain, selama ini aku sudah berkali-kali mengalami pengalaman yang membawaku begitu dekat dengan kematian, dan semua pengalaman yang begitu mengerikan ini menyadarkanku bahwa aku harus melihat banyak hal sebelum aku mati." Kata Cedric menjelaskan.

"Berapa lama?" tanya Hermione pelan.

"Aku juga tidak yakin, satu bulan, dua bulan, mungkin satu tahun." Kata Cedric menjelaskan.

"Lalu?" tanya Hermione tidak yakin apa yang akan terjadi.

"Apa kau mau ikut denganku?" Kata Cedric bertanya.

"Aku tidak bisa Ced." Kata Hermione pelan, sebentar lagi ia akan mencintai Cedric, tapi ia tidak bisa meninggalkan kehidupannya di London, orangtua-nya, teman-temannya, cita-citanya.

"Aku tidak bisa memintamu menungguku, karena aku tidak ingin egois, aku tidak ingin karena kau menungguku kau menahan dirimu untuk bersenang-senang, untuk menikmati kehidupanmu." Kata Cedric pelan.

Hermione mengangguk. Ia mengerti apa maksud Cedric. "It's okay Ced. Jika kau memang ingin melihat dunia maka pergilah, aku tidak akan menahanmu, aku mencintaimu tapi kau benar, jika kita tetap mempertahankan status ini maka tidak akan adil untuk kita berdua." Kata Hermione.

"Jika di perjalananmu kau menemukan seorang perempuan maka aku tidak ingin menjadi penghalangmu." Kata Hermione.

"Tidak, tidak seperti itu." Kata Cedric tidak ingin Hermione salah paham.

"Tidak apa Ced, aku mengerti." Kata Hermione melepaskan genggaman tangan Cedric. "Bagaimanapun juga kau seorang pria." Kata Hermione kemudian berdiri.

Cedric tidak tahu harus berkata apa.

"Kapan kau akan pergi?" tanya Hermione.

"Besok Pagi." Kata Cedric mendongak melihat Hermione yang berdiri di depannya.

Air mata Hermione menetes. "Secepat itu?" tanyanya pelan.

Cedric mengangguk lagi dan ia berdiri menghadap Hermione sekarang. Hermione sudah mulai menangis dan itu membuat perasaan Cedric sedih sekali.

"I'm sorry." Kata Cedric mendekat lalu memeluk Hermione yang sudah benar-benar menangis sekarang.

"I'm Sorry Hermione, jangan menangis." Kata Cedric menepuk-nepuk punggung gadis itu.

-End Of Flashback-

Malam itu malam terakhir Hermione dan Cedric bertemu, malam itu terakhir kalinya Hermione merasakan pelukkan Cedric, ciumannya sebelum Hermione masuk ke rumahnya, dan juga terakhir kali Hermione bicara dengan Cedric.

Lalu pria itu tiba-tiba muncul, tersenyum seperti orang bodoh di depan pintu rumah Harry. Hermione nyaris pingsan jika bukan karena Harry yang muncul dan merangkulnya untuk duduk di sofa terdekat.

Cedric beberapa kali berusaha mengajaknya bicara tapi Hermione terus menghindar, setiap ia melihat Cedric mendekat ia akan segera pergi dan menghindar. Hermione bicara pada banyak orang, mengindari Cedric setengah mati, ia juga terus memperhatikan jam, ia berjanji pada dirinya sendiri jika sudah jam sembilan ia akan segera pulang.

Begitu jam menunjukkan pukul sembilan, ia menghampiri Harry dan Ginny untuk berpamitan, tapi Ginny menariknya menuju kamar untuk membicarakan sesuatu.

"Hermione. Aku tahu kau kaget melihat Cedric, aku juga baru tahu tadi pagi bahwa Cedric sudah kembali." Kata Ginny mengerti benar perasaan temannya itu saat ini.

"Entahlah Gin, aku tidak ingin membicarakan ini sekarang." Kata Hermione pelan.

"Baiklah, aku mengerti jika kau memang ingin pulang tidak apa-apa, tapi kau tidak boleh membuat dirimu stress sendiri karena hal ini." kata Ginny memperingatkan Hermione. Hermione mengangguk, terlalu lelah untuk mengatakan sesuatu.

"Jika terjadi sesuatu kau harus memberitahuku, aku tidak ingin terjadi sesuatu. Kau dengar aku?" tanya Ginny lagi. Dan Hermione hanya mengangguk lagi.

Hermione berjalan cepat menuju perapian saat tangan seseorang menangkap pergelangan tangannya.

"Mione, kita harus bicara" kata Cedric pelan menahannya.

"Um, aku harus pulang." Kata Hermione pelan, mengindari mata Cedric. Ia yakin akan menangis meraung-raung jika lebih lama berhadapan dengannya.

"Boleh aku menghubungimu? Later?" tanya Cedric pelan, memohon dengan matanya.

"Sure… Sure.." Kata Hermione pelan lalu dengan cepat masuk ke perapian dan menghilang bersama api hijau.

Dan sekarang disinilah Hermione, berbaring di kasurnya, tidak tenang, terus berpikir kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi setelah ini.

Apa Ia dan Cedric akan berhubungan lagi?

Apa Cedric sudah menemukan perempuan lain?

Apa yang akan dilakukan Cedric setelah ini?

Apa ia akan langsung menerima Cedric begitu saja?

Apa Cedric kembali untuk selamanya? Atau hanya berkunjung?

Apa Hermione masih mencintai Cedric?

Hermione menutup matanya.

.

"Hermione, kau kurang tidur ya?" Hannah Abbot salah satu teman kerjanya bertanya saat melihat Hermione duduk melakukan pekerjaannya dengan mata merah.

Hermione mengangguk.

"Kau ingin kopi?" tanya Hannah menawarkan.

"Sure, terimakasih Hannah." Kata Hermione benar-benar bersyukur punya teman yang baik.

"Hey Granger." Kata Draco Malfoy mulai. Ia berdiri di depan meja Hermione dan bersiap menggangunya.

"Ada apa lagi Malfoy? Jangan menggangguku hari ini, kumohon." Kata Hermione benar-benar tidak tahan jika Malfoy mengganggunya lagi hari ini.

Malfoy melihat Hermione, matanya merah, dan wajahnya terlihat sedih sekali. Malfoy menelan ludahnya kemudian beranjak dari meja Granger, sepertinya hari ini bukan hari yang baik untuk mengganggu Hermione Granger

Sepanjang hari Hermione hanya duduk diam di mejanya, mengerjakan pekerjaannya atau melihat Jam. Saat istirahat makan siang, ia merebahkan kepalanya di meja.

"Mione." Hermione mengenali suara itu. Sungguh. Ia mendongakkan kepalanya.

"Cedric." Kata Hermione pelan tidak percaya siapa yang berdiri di depan mejanya.

"Kau mau makan siang denganku?" tanya Cedric tersenyum lebar.

Hermione tidak tahu apa yang akan dilakukannya, semua kosa katanya menghilang begitu melihat Cedric di depan matanya.

"Tunggu sebentar." Kata Hermione merapikan pekerjaannya sebentar.

"Aku menunggumu di air mancur di bawah." Kata Cedric kemudian meninggalkan ruangan itu. "Aku menunggumu Mione."

Hermione menghela nafasnya, ia melihat wajahnya di kaca kecil miliknya, matanya merah, wajahnya pucat, rambutnya berantakan. Hermione menghela nafasnya.

Ia menguncir rambutnya lalu menggunakan sedikit bedak dan lipstick.

"Well… well… Hermione Granger." Kata Draco pelan, ia melihat interaksi Hermione dengan Cedric barusan.

"Apa?" tanya Hermione.

"Kau mau makan siang dengan kekasihmu? Kau bahkan menggunakan bedak dan lipstick." Draco tertawa menghina.

"Terserah." Kata Hermione lalu pergi.

"Sial." Kata Draco pelan begitu Hermione menutup pintu.

"Jika kau menyukainya kau harus melakukan sesuatu Malfoy." Kata Hannah tersenyum.

"Aku tidak menyukai Granger." Kata Draco kesal.

Hannah tertawa kemudian juga pergi meninggalkan ruangan itu.

-To Be Continued-

Read and Review

-dramioneyoja

.

.

Edited : 11/1/2015