All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.
Chapter 3 : Ferret cemburu?
3.
Draco duduk di ruang makan dengan kedua orangtuanya. Lucius dan Narcissa Malfoy. Keduanya hanya dikenai hukuman kurungan rumah, dan keduanya menjalani hukuman mereka dengan baik.
Lucius menjalankan perusahaannya dari rumah, kementrian membiarkannya melakukan itu, meskipun Malfoy Enterprise tetap diawasi dengan ketat untuk menghindari sesuatu yang berhubungan dengan Dark Magic atau hal-hal buruk lainnya.
Narcissa juga menjalankan hukumannya dengan baik, meskipun tidak bisa keluar, beberapa teman tetap boleh datang mengunjunginya beberapa kali. Narcissa menghabiskan waktunya untuk menghilangkan sisa-sisa Dark Magic dari Manor, melakukan renovasi di seluruh manor dibantu oleh beberapa House-elf.
Setelah Voldemort dikalahkan, semua Death Eater ditangkap dan diadili. Harry dan Hermione memberi kesaksian untuk keluarga Malfoy, awalnya Harry hanya akan bersaksi untuk Narcissa, tapi beberapa hari sebelum sidang Narcissa meminta untuk bertemu dengan mereka berdua.
-Flashback-
"Mr. Potter." Kata Narcissa begitu melihat Harry masuk ke ruangan khusus untuk bertemu dengan tahanan. "Ms. Granger." Narcissa tersenyum saat melihat Hermione di belakang Harry.
"Mrs. Malfoy." Kata Harry kemudian duduk di kursi yang sudah disediakan untuk mereka berdua. Hermione juga mengangguk, ia sebenarnya takut tapi ia tidak ingin membiarkan Harry sendirian.
"Harry, Hermione, aku tahu ini terlalu besar untuk diminta, tapi aku ingin mengatakan ini pada kalian, sebelumnya aku berterima kasih karena kalian mau bersaksi untukku, sungguh, aku sungguh berterimakasih dan akan selamanya mengingat jasa kalian. Tapi aku benar-benar membutuhkan pertolongan kalian lagi kali ini." kata Narcissa memohon.
Harry melirik Hermione. Hermione melirik Harry.
"Kami tidak berjanji akan membantu, tergantung dari apa permintaanmu Mrs. Malfoy." Kata Hermione pelan.
Mrs. Malfoy mengangguk. Ia menjelaskan semuanya. Ia memberitahu bahwa sebenarnya ia dan Lucius sudah ingin meninggalkan Dark Lord dari lama, tapi mereka terlalu takut.
Narcissa berharap setidaknya Draco tidak dikurung di Azkaban, ia masih dibawah umur, dan ia tidak membunuh Dumbledore, Draco paling tidak harus menyelesaikan pendidikannya.
Narcissa berjanji bahwa ia dan Lucius akan memberikan semua informasi yang mereka miliki untuk menangkap Death Eater yang masih belum tertangkap, apapun, asal Draco tidak di kurung di Azkaban dan bisa menyelesaikan sekolahnya paling tidak di Hogwarts.
Sebelum Harry dan Hermione pergi, Narcissa meminta maaf pada Hermione atas apa yang terjadi di rumahnya waktu itu, minta maaf karena ia tidak bisa melakukan apa-apa, tapi Ia hanya seorang ibu yang berusaha melindungi keluarganya.
-End Of Flashback-
Akhirnya Draco hanya dihukum untuk melakukan pelayanan masyarakat dengan bekerja tanpa di gaji di kementrian sihir selama dua tahun begitu ia menyelesaikan pendidikannya di Hogwarts.
Lucius dan Narcissa di hukum menjadi tahanan rumah, Lucius 5 tahun dan Narcissa 3 tahun. Mereka tidak boleh keluar rumah, tidak boleh menerima tamu lebih dari dua setiap bulannya, tentu saja mereka bertiga menerimanya dengan baik, bahkan tahanan rumah 10 tahun lebih baik daripada dikurung di Azkaban 1 tahun.
"Bagaimana pekerjaanmu hari ini Son?" Lucius bertanya.
"Tidak ada yang special." Kata Draco menjawab pertanyaan ayahnya.
"Kau ditempatkan di departement apa?" tanya Narcissa lagi, Ia lupa, Draco terlalu sering dipindah-pindahkan.
"Magical Creature Mom." Katanya lagi.
"Oh my." Narcissa kaget. "Bukankah itu Departement yang sama dengan Ms. Granger?" tanya Narcissa.
"Iya." Kata Draco berusaha terdengar tidak peduli.
"Mom berharap kau memperlakukan Ms. Granger dengan baik Son,dia sudah banyak membantu kita." Kata Narcissa.
Draco mengangguk lalu melanjutkan makan malamnya, tidak lama ia menuju kamarnya untuk beristirahat.
Draco melepas pakaiannya dan menuju kamar mandi. Ia menyalakan showernya lalu berdiri di bawah shower begitu merasa suhunya sudah tepat, ia menutup matanya dan mulai memikirkan Hemione Granger.
Draco yakin ia jatuh cinta pada Hermione Granger setelah gadis itu memukulnya di tahun ketiga. Semenjak hari itu ia tidak bisa menyingkirkan Hermione dari pikirannya.
Sebenarnya dari awal ia membuat onar di semua bagian yang dilaluinya di kementrian sihir dengan satu tujuan : Hermione Granger. Saat pertama, ia tidak sengaja membuat masalah dan dipindahkan, ia berharap dipindahkan ke bagian dimana Hermione berada, Magical Creature. Tapi hal itu baru terjadi setelah lebih dari satu tahun dan –merlin-knows- berapa departemen yang harus dibuatnya berantakkan untuk berada di bagian yang sama dengan Hermione.
Dan ketika gadis itu sudah di depan matanya, ia malah terus-menerus mengganggunya. Bahkan sekarang semuanya bertambah rumit, Cedric Diggory kembali. Cedric Bloody Diggory.
Draco sudah membulatkan tekadnya, ia tidak akan kalah sebelum berperang.
.
Cedric mengajak Hermione makan di restoran yang tidak jauh dari kementrian, beberapa orang memperhatikan mereka. Hermione adalah selebritis bagaimanapun juga, kemana ia pergi semua mata pasti akan mengikutinya.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Cedric begitu mereka memesan makanan.
"Baik." Jawab Hermione pelan, ia masih tidak yakin apa pria yang berada di depannya ini nyata atau hanya bentuk khayalannya yang terlalu nyata.
"Mione." Kata Cedric pelan. "Bagaimana kabarmu?" tanya Cedric sekali lagi.
Hermione menarik nafasnya. "Yes Ced, I'm Good. Bagaimana denganmu?" tanya Hermione berusaha tersenyum
Makan siang mereka berjalan baik, Hermione bertanya kemana saja Cedric pergi, dan Cedric dengan senang hati menceritakan kemana saja ia pergi, tapi ketika Hermione bertanya lebih dalam tentang apa saja yang dilakukannya, Cedric berkata ia akan menceritakan hal itu lain kali.
Sebelum Hermione kembali ke kantornya, Cedric menahannya lagi.
"Apa kau," Cedric menahan dirinya, berpikir bagaimana harus mengatakan ini pada Hermione.
"Apa?" tanya Hermione bingung.
"Apa kau sudah punya kekasih lagi?" tanya Cedric pelan.
Hermione menggeleng.
Cedric tersenyum. "Mione." Cedric meraih tangannya. "Mione, selama aku pergi, tidak seharipun terlewat tanpa memikirkanmu, aku selalu memikirkanmu, apa yang sedang kau lakukan? Bagaimana kabarmu? Apa kau sudah makan?" Cedric menghela nafasnya. "Apa kau sudah melupakanku?"
Hermione tidak tahu harus mengatakan apa.
"I want you back Mione, If you'll have me." Kata Cedric pelan.
"Entahlah Ced, aku tidak yakin." Kata Hermione berbisik.
"Aku tidak ingin memaksamu. Kau bisa memikirkannya dulu." Kata Cedric.
Hermione tidak menjawab, hanya mengangguk pelan.
"I Just want you to know, that I love you still." Kata Cedric. Hermione mengangguk, Cedric mencium keningnya, kemudian Hermione pergi.
Hermione kembali ke ruangannya dan berusaha fokus pada pekerjaannya, tapi yang ada dipikirannya Ia hanya ingin pulang dan menangis meraung-raung.
"Granger." Malfoy berdiri di depan mejanya.
"Apa?" tanya Hermione ketus.
"Kau baik-baik saja?" tanya Draco pelan, tidak seperti biasanya.
"Apa?" tanya Hermione lagi, tidak yakin apa yang baru dikatakan Malfoy padanya.
"Aku bertanya apa kau baik-baik saja?" tanya Draco lagi mengulangi pertanyaannya.
Hermione tidak tahu harus menjawab apa, kenapa tiba-tiba Malfoy bertanya apa Ia baik-baik saja.
"Granger." Draco menyadarkannya lagi dari lamunannya.
"Aku baik-baik saja." Kata Hermione pelan.
"Uh, Um, Well, jika kau perlu sesuatu…" kata Draco canggung. "Aku ada di mejaku." Katanya lalu pergi ke mejanya.
Draco terus memperhatikan Hermione sepanjang hari, sampai waktunya pulang kerja. Ia bisa melihat Hermione tidak fokus pada pekerjaannya, pasti karena Diggory. Bastard.
Hermione sedang merapikan mejanya dan bersiap pulang saat Draco menghampirinya lagi.
"Granger." Kata Draco tidak dengan nada sejahat biasanya.
"Ada apa?" tanya Hermione, wajahnya terlihat sangat lelah.
"Kau baik-baik saja? Apa mau ku antar?" tanya Draco tidak yakin akan apa yang baru saja dikatakannya.
"I'm okay Malfoy, really." Kata Hermione lalu pergi dari ruangan itu.
Hermione hanya ingin menangis di flatnya. Bagaimana Cedric Diggory tega melakukan hal ini, dua tahun pergi tanpa kabar, kemudian kembali dengan senyuman dan dengan mudahnya meminta Hermione untuk kembali padanya.
Hermione berjalan menuju Apparation-Point di Hall kementrian, Draco berjalan di belakangnya.
Hermione tahu kalau Draco berjalan di belakangnya.
"Ada sesuatu yang kau butuhkan?" tanya Hermione berhenti dan membalikkan badannya melihat Draco.
"Um." Draco tidak yakin apa yang harus dikatakannya.
"Malfoy?"
"Um, apa kau mau minum kopi denganku?" tanya Draco cepat, ia gugup. Draco mengumpat dalam hatinya. Slytherin Sex God my arse. Katanya dalam hati. Percuma selama ini ia dekat dengan banyak perempuan jika mengajak Hermione Granger minum kopi saja ia gugup.
Hermione membuka mulutnya, tidak tahu apa yang harus dikatakannya, lalu ia menutup mulutnya lagi, lalu membukanya lagi.
"Kau terlihat seperti ikan." Kata Draco.
"Ah… Well.." Hermione bingung ingin menjawab apa.
"Kau ada janji dengan seseorang?" tanya Draco.
"Tidak juga, tapi…"
"Ah, kau tidak mau? Baiklah." Kata Draco mengerti.
"Tidak, bukan begitu." Kata Hermione tidak enak, ia bukannya tidak mau minum kopi dengan Malfoy atau semacamnya, hanya saja keadaannya sedang tidak baik.
Draco baru akan pergi saat Hermione menahan lengannya. "Malfoy, dengar, perasaanku sedang tidak enak, aku tidak ingin pergi minum kopi denganmu kemudian bersikap tidak baik sepanjang waktu." Kata Hermione menjelaskan, ia bisa melihat kekecewaan di raut wajahnya.
"Tapi jika ajakanmu masih berlaku lain kali, aku dengan senang hati akan pergi minum kopi denganmu." Kata Hermione.
"Sure. Whatever." Kata Draco sudah terlanjur kecewa, Ia melepaskan pegangan Hermione lalu beranjak pergi lagi.
Hermione benar-benar tidak enak pada Draco. "Malfoy!" Hermione menahannya lagi.
"Tidak apa Granger, tidak apa." Kata Draco mengelak lalu berjalan pergi.
Hermione menghela nafasnya. Apa Draco Malfoy baru saja berusaha menjadi teman kerja yang baik padanya dan ia menolak?
Hermione berpikir sebentar. Ia lalu berlari dengan heels-nya mengejar Malfoy.
"Malfoy!" Hermione berteriak sebelum Draco menghilang di perapian. Draco melihat Hermione dan tidak jadi menggunakan Floo. Ia mempersilahkan perempuan di belakangnya menggunakan Floo duluan lalu ia berjalan menghampiri Hermione.
"Ada apa?" tanya Draco berusaha terlihat dingin.
"Apa kau tahu Starbucks?" tanya Hermione pelan. Ia mencari sesuatu di dalam tasnya, lalu menemukan sebuah brosur yang sudah terlipat-lipat. "Ini kedai kopi di muggle london, lihat alamatnya yang ini." Kata Hermione menunjuk alamat cabang yang paling dekat dengan rumah orangtuanya. "Jangan ber-apparating kesana, gunakan cara muggle." Kata Hermione memberikan brosur itu.
"Besok sekitar jam tiga sore? Apa kau ada acara?" tanya Hermione.
"Tidak." Kata Draco kehilangan kata-katanya, Ia mengambil brosur dari tangan Hermione.
"Baiklah, kita bertemu disana." Kata Hermione kemudian pergi.
Draco memandang punggung gadis itu saat ia menghilang ditelan api hijau.
Kencan? Pikirnya dalam hati. Tentu saja tidak, dasar bodoh, kau hanya akan minum kopi bersama Hermione Granger dan itu bukan hal besar.
Draco berjalan ke perapian sambil tersenyum. Dasar bodoh.
-To Be Continued-
Read and Review
-dramioneyoja
.
.
Edited : 11/3/2015
