All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.

Chapter 5 : Ferret Mulai bergerak

5.

Hermione sedang merebahkan tubuhnya di sofa sambil membaca buku yang baru dibelinya sepulang dari Burrow.

Setiap hari minggu, Hermione ikut makan siang di Burrow, bercengkrama dengan keluarga Weasley. Setelah dari Burrow ia memutuskan untuk pergi ke toko buku, Ia tidak tahu apa yang merasukinya sehingga membuatnya membeli novel best seller di bagian erotica.

Crook sedang tidur sore di sofa yang lebih kecil. Ia merasakan ada getaran aneh dalam tubuhnya. Hermione mengganti bajunya dengan kaos kebesaran yang menutupi setengah pahanya, ia melepaskan bra-nya, ia memang tidak suka menggunakan bra di rumah, ia juga tidak menggunakan panty dan mulai membaca roman picisan yang baru dibelinya.

Tangan kirinya memegang buku dan tangan kanannya mulai bekerja, Hermione mulai meraba bagian payudaranya pelan.

"Mmmh…" desahnya pelan sambil terus membaca, novel yang dibacanya adalah tentang seorang sekretaris yang menjalin hubungan dengan bosnya. Sekretaris itu dipanggil ke kantor bosnya lalu disuruh melepas pakaian dalamnya dan duduk di meja bosnya.

Hermione tenggelam dalam novel dan fantasinya, sementara tangannya mulai menuju ke bagian bawah tubuhnya, tangannya bekerja terus sementara matanya membaca buku yang dipegangnya. Hermione terus mendesah dan tidak beberapa lama ia klimaks.

Saat sedang menenangkan detak jantungnya dan menarik nafasnya, burung hantu elang yang sangat gagah mengetuk jendela apartementnya. Hermione berjalan menuju jendela untuk melihat siapa yang mengiriminya surat dan ada paket kecil tergantung di leher burung itu. Cairan bening keputihan mengalir di kakinya saat ia berjalan ke dekat jendela.

.

Burung hantu elang yang sangat gagah mengetuk jendela apartementnya. Hermione berjalan menuju jendela untuk melihat siapa yang mengiriminya surat dan ada paket kecil tergantung di leher burung itu.

Granger.

Um, aku tidak tahu, tapi Ibuku memaksaku memberikan ini padamu,dan jika kau tidak ada acara, Ia bertanya bisakah kau mengunjunginya malam ini? Sudah lama tidak ada yang datang mengunjunginya.

Aku sudah bilang sebaiknya ia mengganti warnanya dengan merah atau semacamnya, tapi ia berkata hijau lebih cocok denganmu.

Jika kau setuju untuk datang, balas saja surat ini, Adler menunggumu.

DM.

Hermione tidak tahu apa yang harus dilakukannya, Burung Hantu Elang di depannya bernama Adler, Hermione membuka kulkasnya mencari sesuatu yang bisa dimakan burung itu sementara ia membalas surat Malfoy.

Ia membuka paket kecil yang terkalung di leher Adler, syal, sebuah syal rajut berwarna hijau. Hermione tersenyum, sebentar lagi musim dingin akan datang, dan Narcissa benar-benar baik memberikannya syal.

Malfoy.

Beritahu Mrs. Malfoy bahwa aku sangat berterimakasih atas syalnya dan aku menyukainya.

Jam berapa aku harus datang?

Hermione Granger.

Hermione lalu mengikatkan surat itu di kaki Adler. Tidak lama ia menerima balasan bahwa ia bisa datang pukul tujuh, Hermione bisa ber-apparating ke depan Malfoy Manor dan Draco akan menunggunya di sana.

Hermione melihat jam, sekarang sudah jam 6 dan ia harus bersiap-siap. Hubungannya dengan Narcissa setelah proses peradilan berjalan baik, beberapa kali berkirim surat, ucapan selama natal, tahun baru, thanksgiving, dan beberapa perayaan hari besar umum. Hermione juga pernah dua kali datang dan mengunjungi Narcissa sebelum ini.

.

Draco tidak tahu ingin marah atau berterimakasih pada Ibunya, Narcissa memaksanya mengundang Hermione, di satu sisi Draco tidak cukup yakin bahwa Hermione akan menerima perlakuannya yang tiba-tiba menjadi baik, tapi di sisi lain ia senang Hermione akan datang ke rumahnya.

Sekarang Draco sedang mondar-mandir di depan gerbang besar rumahnya, menunggu kedatangan Hermione. Auror yang berjaga di depan rumah mereka melihatnya aneh.

Tidak lama Hermione muncul. Rambut keritingnya dikuncir setengah, ia menggunakan jeans berwarna biru pudar dan kemeja biru muda yang dilapisi flanel kotak-kotak bernuansa merah dan parka panjang berwana cokelat kunyit.

Hermione tersenyum. Jantung Draco berdebar dan ia membalas senyuman Hermione.

"Selamat Malam Malfoy." Kata Hermione berjalan mendekat.

"Malam Granger, Mom senang sekali kau mau datang berkunjung."

"My Pleasure, Mrs. Malfoy menyenangkan untuk diajak bicara. Lagipula aku yakin menjadi tahanan rumah tidak menyenangkan, kau tidak bisa keluar, tidak bisa mengundang tamu sembarangan." Kata Hermione.

Setelah menjawab beberapa pertanyaan Auror, Hermione dipersilahkan masuk. Karena status Narcissa adalah tahanan rumah, tentu saja Hermione masih harus melewati petugas keamanan sebelum bisa berkunjung.

Draco berjalan disampingnya, tepat disampingnya sama seperti kemarin saat mereka berjalan menuju Diagon Alley. Jantung Hermione berdebar.

Selama ini, hampir semua pria yang menjadi kekasihnya selalu berjalan agak didepannya atau agak dibelakangnya.

Cedric dan Victor selalu berjalan sekitar selangkah atau dua langkah di depannya, bahkan jika mereka bergandengan tangan Cedric dan Victor masih sedikit lebih di depan.

Sementara Ron kebalikkannya, Ron selalu berjalan agak dibelakang, dan bahkan jika mereka bergandengan, Hermione merasa seperti menuntun seseorang.

Tapi Draco berjalan disampingnya. Sure mereka tidak berjalan terlalu dekat, jarak antara mereka nyaris satu meter, tapi Draco tepat berada di sampingnya, dan hal itu membuat Hermione senang.

"Um, Mom ada di taman, Ia bilang ingin bicara denganmu di taman." Kata Malfoy membuyarkan lamunan Hermione.

"Sure, lead the way." Kata Hermione.

"Jika kau merasa terlalu dingin, aku bisa bilang pada Mom untuk pindah kedalam." Kata Malfoy menyarankan saat mereka berjalan menuju taman di sebelah timur Manor.

"Tidak apa, kurasa Narcissa ingin menikmati keindahan tamannya sebelum tertutup salju." Kata Hermione mengerti. Mereka sampai di taman, Narcissa duduk di kursi taman yang tidak kalah indah dengan tamannya.

"Mom, We're here." Kata Draco mengumumkan keberadaan mereka. Narcissa berdiri dan menghampiri Hermione.

"Ms. Granger." Kata Narcissa memeluk Hermione erat. "Senang sekali bisa bertemu denganmu lagi." Kata Narcissa.

Hermione membalas pelukkan Narcissa. "Senang bertemu denganmu juga Mrs. Malfoy." Kata Hermione.

"Oh, sudah berapa kali aku bilang, panggil aku Narcissa dear." Kata Narcissa.

"Sure, anda juga harus memanggilku Hermione." Kata Hermione tersenyum. Narcissa mempersilahkan Hermione duduk.

"Son, kau bisa pergi sekarang." Kata Narcissa pada Draco yang berdiri seperti orang bodoh disana.

"That's it Mom? That's it?" kata Draco tidak percaya ibunya langsung menyuruhnya pergi begitu saja. "Baiklah, sepertinya peranku hanya pria yang menulis surat dan pria yang menjemput di depan gerbang." Kata Draco bercanda.

Hermione dan Narcissa tertawa. Draco pamit dan masuk ke dalam memberi privasi pada kedua wanita itu.

"Hermione bagaimana kabarmu?" tanya Narcissa saat mereka sudah berdua, duduk dengan nyaman di taman yang disinari cahaya lampu taman.

"Aku baik, anda sendiri? Taman ini bagus sekali, lebih bagus dari terakhir kali aku kesini." Kata Hermione benar-benar mengagumi taman Narcissa.

"Well, kurasa karena aku tidak punya sesuatu untuk dikerjakan maka aku mengerjakan apa saja yang bisa kulakukan, termasuk memperbaiki taman." Kata Narcissa tersenyum.

"Ku dengar Draco di pindahkan ke bagianmu, kuharap ia tidak membuat banyak masalah." Kata Narcissa.

Tidak membuat masalah my arse. Kata Hermione dalam hatinya, tentu saja yang dilakukan Draco hanya membuat masalah.

"Well, beberapa hari ini sepertinya ia mulai mengurangi dosis masalah yang dibuatnya." Kata Hermione bercanda sekaligus jujur, Draco memang mulai mengurangi masalah yang dibuatnya.

Kemudian Hermione menyadari sesuatu. Selama ini, Draco dipindahkan dari satu bagian ke bagian lain, karena membuat masalah dengan hampir semua pekerja yang ada dibagian itu, terutama kepala bagian, tapi Draco berbeda di bagian ini.

Ia hanya mencari masalah dengan Hermione, ia bahkan bertindak normal dan civil ke karyawan lain, bahkan terkadang ia menjilat Mr. Cole, atasan mereka. Ada apa?

Kunjungan Hermione berjalan menyenangkan, mengobrol cukup lama dengan Narcissa, kemudian makan malam dengan Narcissa dan Draco juga Lucius.

Lucius tidak banyak bicara, tapi ia cukup ramah pada Hermione, Ia bahkan tertawa saat Narcissa menceritakan salah satu aib Draco waktu masih kecil. Setelah makan malam, Hermione pamit untuk pulang. Narcissa memeluknya dan berkata bahwa ia ingin melihat Hermione lebih sering lagi. Lucius berterima kasih atas kunjungannya dan tersenyum.

Dan Draco mengantarnya ke depan lagi.

"Kau tidak menyuruh salah satu house-elf mu untuk mengantarku?" tanya Hermione memancing.

"Aku tidak sejahat itu Granger." Kata Draco tahu. "Dan, kami tidak mengeksploitasi peri rumah." Kata Draco lagi.

Hermione tertawa pelan. "Malfoy, jika kau bisa bersikap civil seperti ini kurasa kita bisa menjadi teman." Kata Hermione tersenyum, sebentar lagi mereka akan mencapai gerbang terluar Manor, terkadang Hermione masih takjub akan luasnya rumah keluarga Malfoy itu.

Draco menelan ludahnya. Teman? Bloody Hell, hanya teman? Tanya Draco dalam hatinya.

"Um, Granger, apa kau dan Cedric kembali berhubungan?" tanya Draco tidak bisa menahan rasa ingin tahunya.

Hermione melihat Draco, ia menimbang apa yang harus dikatakannya. "Tidak, kami tidak kembali menjadi… um, kekasih, belum." Kata Hermione gugup, karena Ia juga tidak tahu bagaimana kedepannya.

"Apa kau masih punya perasaan padanya?" tanya Draco lagi.

"Aku juga tidak tahu." Kata Hermione, mereka terus berjalan menuju gerbang.

"Oh, iya, berapa kali batas Narcissa boleh menerima tamu?" tanya Hermione, ia merasa kasihan pada Narcissa, perempuan itu pasti kesepian karena tidak bisa keluar rumah, dan dari ceritanya, tidak banyak temannya yang mau mengunjunginya, karena kebanyakan dari mereka di Azkaban atau mengasingkan diri ke luar negeri.

"Um, satu bulan maksimal dua tamu." Kata Draco.

"Sayang sekali, padahal aku berencana mengunjunginya setiap minggu." Kata Hermione.

Tiba-tiba terlintas ide brilliant di benak Draco.

"Granger, sebenarnya aku punya ide." Kata Draco.

"Malfoy, aku tidak akan melakukan sesuatu yang melanggar hukum." Kata Hermione langsung.

"Tidak, bukan itu. Kenapa kau langsung berpikiran negatif?" kata Malfoy terhibur.

"Baiklah, kalau begitu apa idemu?" tanya Hermione.

"Well, Mom and Father mereka hanya bisa menerima tamu maksimal dua kali dalam satu bulan. Jatah Father sudah diambil oleh orang yang mengurus perusahaannya. Sementara tidak ada larangan tamu yang ingin menemuiku." Kata Draco menjelaskan.

"Lalu?" tanya Hermione masih belum menangkap maksud Draco.

"Well, kau bisa datang kesini dengan alasan ingin bertemu denganku, tapi kemudian mengobrol dengan Mom, hanya saja percakapan kalian harus mengikut sertakan aku." Kata Draco menjelaskan.

"Wow, itu ide yang hebat." Kata Hermione. "Tapi apa kau yakin hal seperti itu di izinkan?" tanya Hermione sedikit ragu.

"Well, setahuku tidak ada peraturan yang melarang." Kata Draco.

"Um, aku akan bertanya tentang hal ini pada Harry, dan jika menurutnya hal ini tidak melanggar hukum, maka aku akan sering datang kesini." Kata Hermione tersenyum.

Draco tidak bisa menyembunyikan perasaannya, ia tersenyum lebar.

"Eh, tapi Malfoy, kau tidak masalah kan jika aku sering berkunjung?" tanya Hermione.

"Tidak. Tentu saja tidak." Kata Draco terlalu cepat. Sial, pikirnya dalam hati. "Tidak, tentu saja tidak." Kata Draco lebih tenang dan lambat. "Mom, pasti akan senang jika punya teman perempuan untuk diajak bicara." Kata Draco menjadikan Narcissa sebagai alasan.

Hermione mengangguk, dan mereka terus berjalan menuju gerbang depan Manor.

Saat mereka sudah sampai di depan gerbang dan Hermione bersiap pergi, Draco menanyakan sesuatu lagi.

"Granger."

"Iya?"

"Jika ada seseorang yang menyukaimu, apa kau akan membuka hatimu untuk pria itu? Meskipun ia tidak sesempurna Diggory atau Potter." Kata Draco tiba-tiba.

Hermione menebak-nebak apa maksud pertanyaan Draco. "Well, aku tidak perlu pria sempurna, aku hanya perlu pria yang baik, dan mencintaiku apa adanya." Kata Hermione.

"Selamat malam Draco." Kata Hermione kemudian menghilang.

"Selamat malam Hermione." Kata Draco pada udara kosong di sekitarnya. Kemudian masuk dengan senyuman di wajahnya.

Narcissa bisa melihat Draco dari jendela di lantai dua, ia sudah lama sekali tidak melihat anak laki-lakinya itu tersenyum seperti itu. Jika Hermione Granger mampu membuat Draco tersenyum seperti itu, pasti Draco menyukainya, lebih dari menyukainya.

.

Hermione berdiri di depan dapurnya, ia sedang menyiapkan makanan untuk Crook, sebenarnya Crook sedang diet ketat karena belakangan ini berat badannya makin naik. Tapi karena tadi Hermione lupa memberinya makan siang, Hermione merasa tidak enak dan akhirnya memberi tuna sebagai makananan-hampir-tengah-malamnya.

Hermione memikirkan pertanyaan Draco tadi, apa maksud pertanyaan Draco, apa mungkin? Ah tidak mungkin, Hermione Granger! Sadarlah, jangan berpikiran yang aneh-aneh.

Hermione kemudian membawa mangkuk makanan Crook dan meletakkan didepan kucing kesayangannya itu. Hermione berjongkok di depan kucingnya sambil mengelus-ngelus kepalanya.

"Crook." Kata Hermione, ia sering sekali melakukan ini, bicara pada kucingnya, dan percaya atau tidak, Crook seakan-akan mengerti apa yang dibicarakan Hermione.

"Apa kau tahu kalau Cedric sudah kembali?" tanya Hermione. Crook mengehentikan kegiatan makannya, ia mendongak dan melihat Hermione kemudian memutar matanya.

"Dasar kucing sialan." Kata Hermione tertawa, ia tahu kalau Crook memang mengerti apa yang dikatakan Hermione. Crook kembali fokus pada makananannya.

"Apa yang harus kulakukan Crook?" tanya Hermione. Crook tetap fokus pada makanannya. Hermione menghela nafasnya. Hermione berdiri di depan jendela apartementnya.

Hermione tinggal di apartement sederhana dengan dua kamar, dan jendela samping apartementnya menghadap sebuah taman yang besar dengan danau kecil. Hermione memandangi taman yang hanya disinari beberapa lampu dan sinar bulan.

Apa Ia masih mencintai Cedric? Jika ia seseorang bertanya seperti itu satu tahun yang lalu tentu ia masih akan menjawab Iya, Hermione masih mencintai Cedric. Tapi banyak hal yang berubah. Sure Ia senang melihat Cedric, tapi ada yang berbeda. Hatinya tidak lagi berbunga-bunga seperti dulu. Dan jantungnya tidak lagi berdebar seperti dulu

-Flashback-

Hermione menangis di tangga setelah bertengkar dengan Ron. Dasar idiot, pikirnya kesal. Kenapa Ron harus menghancurkan malam Yule Ball ini baginya? Hermione menghabiskan hampir seharian untuk bersiap-siap, merapikan rambutnya, menggunakan make up, tapi kemudian Ron membuatnya sedih dan merasa seperti perempuan yang tidak di inginkan oleh siapapun.

Beberapa orang yang melihatnya memilih untuk tidak mendekat, beberapa pria yang berusaha mendekatinya diliriknya dengan galak sehingga mereka tidak jadi mendekatinya.

Hermione masih menangis dan sekarang ia merebahkan kepalanya di lututnya.

"Kenapa kau menangis?" tanya seseorang yang tiba-tiba duduk di sebelahnya. Hermione baru akan berteriak pada orang itu agar pergi dan meninggalkannya sendiri sampai ia melihat siapa yang duduk di sampingnya.

"Kenapa kau menangis?" tanya Cedric Diggory lembut padanya. Hermione kehilangan kosa katanya. Ia hanya melihat Cedric, membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, menutupnya, membukanya lagi, lalu menutupnya, memutuskan bahwa diam lebih baik.

"Hermione Granger, kenapa kau menangis?" tanya Cedric lagi. Ia kemudian merunduk untuk mengambil sepatu Hermione yang sudah dilemparnya tadi ke bawah.

"Hermione?" tanya Cedric terseyum, ia mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan memberikannya pada Hermione. "Kenapa kau menangis?" tanya Cedric mengulangi pertanyaannya untuk kesekian kali.

Hermione memperhatikan Cedric Diggory yang berdiri di depannya, rambut cokelatnya sedikit berantakan, ia pasti sangat menikmati pesta malam ini, dasinya bahkan hanya menggantung tidak beraturan, tidak lagi terpasang dengan benar.

Sure, semua wanita pasti mengakui kalau Cedric tampan. Dan Hermione bisa merasakan ada kupu-kupu yang sedang terbang di perutnya, jantungnya berdebar.

Hermione menghapus air matanya dengan sapu tangan yang diberikan Cedric.

"Baiklah jika kau tidak ingin memberitahu apa yang terjadi." Kata Cedric kemudian berlutut di depan Hermione, ia memegang telapak kaki Hermione dan memakaikan sepatu yang tadi dilemparnya. "Tapi kau harus berhenti menangis." Kata Cedric lembut.

Ketika sepatu Hermione sudah terpasang Cedric berdiri. "Berhentilah menangis. Tidak ada perempuan yang terlihat cantik ketika menangis." Kata Cedric, ia mengacak-ngacak rambut Hermione pelan lalu pergi.

Hermione berhenti menangis kemudian menuju ke kamarnya.

-End Of Flashback-

Keesokkan paginya, Hermione baru akan berangkat kerja saat seekor burung hantu mengetuk jendela apartementnya lagi. Hermione membuka jendelanya dan mengambil surat yang terikat di kaki burung itu, kemudian burung hantu berwarna cokelat keemasan itu langsung terbang pergi, menandakan ia tidak butuh jawaban.

Hermione,

Aku akan menjemputmu sepulang kerja, nanti sore, kita akan makan malam di suatu tempat, persiapkan dirimu.

Cedric.

Hermione menghela nafasnya. Dulu ia akan langsung melompat kegirangan jika Cedric mengiriminya surat seperti ini, tapi sekarang ia bahkan tidak punya tenaga untuk tersenyum.

Sebaiknya ia segera memberitahu Cedric bahwa ia tidak ingin makan malam dengan pria itu, tidak untuk saat ini. Hermione berpikir untuk menggunakan salah satu burung hantu kementrian untuk membalas surat Cedric. Jika saja orang-orang punya ponsel, semua akan lebih mudah. Gumamnya dalam hati.

.

Draco baru akan bersiap untuk berangkat saat tiba-tiba house-elf muncul di kamarnya.

"Master, Master Lucius ingin bicara sebentar sebelum master berangkat."

"Baiklah Seezy." Kata Draco, ia merapikan kemejanya sekali lagi lalu pergi menemui ayahnya.

Draco mengetuk pintu ruang baca ayahnya, kemudian masuk dan mendapati ayahnya sudah duduk menunggunya.

"Draco." Kata Lucius. "Duduklah." Kata Lucius memberi isyarat agar Draco duduk didepannya. Draco duduk dan menunggu ayahnya mulai bicara. Jika Lucius memanggilnya untuk bicara empat mata, pasti ada sesuatu yang penting.

"Jika aku tidak salah, maka masa hukumanmu akan berakhir akhir tahun ini bukan?" tanya Lucius.

Draco mengangguk, masa hukumannya akan berakhir tepat 31 Desember.

"Aku ingin kau mulai mengurus perusahaan tahun depan." Kata Lucius.

Draco menghela nafasnya, ia tahu hari ini akan datang. Bukannya Draco tidak mau mengurus perusahaan, tapi ia ingin menikmati masa mudanya dulu.

"Apa aku harus melakukannya? Tidak bisakah ditunda setahun atau dua tahun?" tanya Draco berusaha bernegosiasi. Lucius menghela nafasnya.

"Aku tidak memaksamu mengambil alih sepenuhnya, tidak untuk sekarang. Kau bisa melakukan hal-hal ringan dulu." Kata Lucius.

Draco menghela nafasnya. Ia benar-benar tidak ingin melakukannya sekarang, tidak dalam jangka waktu dekat.

"Aku akan memikirkannya dulu." Kata Draco.

Lucius mengangguk. Draco baru akan berdiri keluar saat Lucius memanggilnya lagi. "Draco. Ada undangan datang dari keluarga Greengrass." Kata Lucius menyodorkan gulungan pada Draco.

"Acara apa?"

"Astoria Greengrass, anak kedua keluarga mereka akan diperkenalkan secara resmi ke publik." Kata Lucius. Draco langsung menghela nafasnya. "Kau harus datang." Kata Lucius tegas.

"Tidak." Kata Draco juga tidak kalah tegas.

"Ayah Astoria sudah menulis surat untuk memintamu datang secara langsung." Kata Lucius. "Lagipula Astoria cantik dan perilakunya baik." Draco memutar matanya menendengar perkataan ayahnya.

"Aku akan datang, tapi tidak lebih dari itu, jangan berharap aku akan menjalin hubungan dengan Astoria atau semacamnya." Kata Draco lalu langsung berjalan keluar.

-To Be Continued-

Read and Review...

-dramioneyoja

.

.

Edited : 11/8/2015