All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.
Chapter 6 : Konfrontasi Ferret dengan Diggory.
6.
Hermione sedang mencari berkas-berkas yang diperlukannya untuk kasus yang sedang ditangani bagian mereka, terjadi penyerangan murid Hogwarts oleh centaur, hari Minggu siang di hutan terlarang.
Kawanan centaur di hutan terlarang sudah menempati hutan terlarang selama bertahun-tahun, tapi mereka belum pernah menyerang seorang penyihir pun (Well, kecuali Umbridge tentu saja.) Bahkan centaur punya semacam kode etik bahwa mereka tidak ingin berurusan dengan penyihir di bawah umur, lalu kenapa terjadi penyerangan murid Hogwarts?
Hermione diminta menangani kasus ini, dan sebelum turun ke lapangan Hermione ingin memastikan bahwa ia tahu semua hal tentang penyerangan oleh centaur.
Hermione sedang berusaha meraih folder yang berada di rak paling atas, ia sudah berjinjit untuk mencapai folder itu tapi tetap tidak sampai, ia meletakkan semua berkas yang dipegangnya di lantai, ia baru akan memanjat rak itu saat seseorang mengagetkannya.
"Granger, kau penyihir atau bukan?" tanya Draco berjalan mendekat, ia mengambil berkas yang dimaksud Hermione. Draco berdiri sangat dekat, bagian depannya menyentuh punggung Hermione.
Hermione membalikkan badannya, dan wajah mereka dekat sekali sekarang.
"Thanks." Kata Hermione mengambil folder dari tangan Draco.
"Anytime." Kata Draco sadar lalu mengambil jarak diantara mereka. Hermione mengambil berkas yang tadi di letakkannya di lantai. Draco bisa melihat pahanya saat ia merunduk.
Draco menahan nafasnya. "Kau akan pergi ke Hogwarts?" tanya Draco mengalihkan pikirannya dari tubuh Hermione.
"Yah, aku akan berangkat setelah makan siang." Kata Hermione berjalan keluar, Draco membantu membawakan berkasnya dan mereka berjalan dari ruang arsip menuju ruangan mereka.
"Apa kau perlu seseorang untuk menemanimu?" tanya Draco meletakkan berkas yang dipegangnya di meja Hermione.
Hermione melihat Malfoy shock. "Kau menawarkan?" tanya Hermione tidak percaya.
Draco mengangguk.
"Well, jika kau tidak ada pekerjaan, kurasa akan menyenangkan ditemani seseorang. Setidaknya aku tidak akan mati di hutan terlarang sendirian." Kata Hermione tersenyum.
"Baiklah, bilang saja jika kau akan berangkat." Kata Draco lalu berjalan menuju mejanya.
Tidak lama seorang asing masuk dengan membawa bucket bunga yang besar.
"Permisi, kiriman bunga untuk Ms. Granger." Kata orang itu.
"Dari siapa?" tanya Hermione menandatangani tanda terima.
"Mr. Cedric Diggory." Kata Kurir itu kemudian pergi. Draco hampir menghancurkan karangan bunga itu dengan tongkatnya begitu mendengar nama pengirimnya, tapi ia menahan dirinya.
Hermione menghela nafasnya, sebaiknya ia mengirim surat penolakkan ajakan makan malam untuk Cedric sekarang, lagipula sepertinya ia akan lembur malam ini.
.
"Apa kita benar-benar harus masuk ke hutan terlarang?" tanya Draco, mereka berdua sudah mengganti pakaiannya menjadi pakaian lapangan kementrian, dan bersiap melihat ke tempat kejadian.
"Kalau kau takut kau bisa menunggu disini." Kata Hermione mengikat rambutnya dan memakai topinya.
"Aku tidak takut." Kata Draco menjawab. Mereka harus menuju ke bagian timur hutan terlarang untuk melihat tempat kejadian penyerangan seorang murid oleh centaur.
Sekelompok murid tahun kelima sedang mencari tanaman untuk bahan penelitian mata pelajaran Herbalogy, lalu salah satu dari mereka tertinggal oleh teman-temannya dan saat ditemukan oleh temannya, murid itu terluka dan sudah pingsan.
"Granger." Draco berjalan disamping Hermione menuju bagian timur hutan.
"Apa?" tanya Hermione.
"Aku tahu kita tidak bisa ber-apparating ketempat kejadian, tapi bagaimana jika kita terbang?" tanya Draco memberi saran.
"Terbang? Maksudmu Broom?" tanya Hermione, ia langsung ketakutan dengan ide itu, pupil matanya membesar karena takut.
"Well, jika kau takut…" Kata Draco langsung tidak enak melihat ekspresi wajah Hermione yang ketakutan.
"Aku tidak bisa menggunakan sapu terbang." Kata Hermione pelan.
"Well, kita bisa menggunakan satu sapu, aku bisa memboncengmu." Kata Draco menawarkan. "Ayolah, daripada kita harus berjalan seharian." Kata Draco berusaha meyakinkan Hermione.
Hermione berpikir, jika terbang mereka hanya butuh sekitar lima menit sementara kalau berjalan mereka butuh sekitar dua jam, belum jika mereka tersasar atau bertemu sesuatu yang tidak diharapkan.
"Kapan terakhir kau menggunakan sapu terbangmu?" tanya Hermione pelan.
Draco tersenyum. "Dua minggu yang lalu." Kata Draco.
"Apa sapu-mu bisa menahan beban dua orang?" tanya Hermione lagi.
Draco tertawa. "Accio Broom." Kata Draco mengayunkan tongkatnya. Tidak lama sapu terbang Draco muncul dan berhenti di depan mereka.
"Wow." Kata Hermione.
"Cantik kan?" tanya Draco.
"Aku tidak mengerti sama sekali tentang sapu terbang, tapi sepertinya ini sapu terbang terbagus yang pernah kulihat." Kata Hermione menyentuh gagang sapu berwarna hitam di depannya. Gagang sapu milik Draco berwarna hitam dengan ukiran sederhana yang cantik berwarna perak, dan bagian belakang sapunya juga berwarna hitam.
Draco naik ke sapunya dan memastikan posisinya. "Naiklah." Kata Draco melebarkan tangannya, seperti siap memeluk Hermione.
"Aku harus hadap mana? Depan atau belakang?" tanya Hermione polos.
"Um, kurasa hadap depan lebih baik." Kata Draco, ia tidak yakin bisa mengendalikan sapunya jika wajah Hermione berada di depannya.
"Baiklah." Kata Hermione lalu naik ke sapu Draco, ia duduk menyamping, baru duduk sebentar ia sudah berdiri lagi. "Aku harus duduk menyamping atau duduk sepertimu?" tanya Hermione lagi.
Kali ini Draco benar-benar tertawa.
"Jangan tertawa Malfoy!" kata Hermione kesal.
Draco masih tertawa. "Kau bisa duduk bagaimanapun, kau nyamannya bagaimana?" tanya Draco masih tertawa.
"Kalau aku duduk menyamping dan menghadap depan aku tidak bisa berpegangan, jika aku duduk sepertimu, aku akan mengganggu kau mengendalikan sapu, kurasa sebaiknya kita jalan saja." Kata Hermione putus asa.
Draco tertawa lagi.
"Jangan tertawa Malfoy." Kata Hermione terdengar kesal, putus asa dan juga malu.
"Baiklah, duduklah menyamping, tapi menghadapku." Kata Draco," kau tidak akan mengganggu navigasiku dan kau bisa berpegangan padaku." kata Draco memberi solusi.
Hermione melihat ke mata Draco, ia tidak ragu kalau Draco pengendara sapu yang hebat. Maka Hermione duduk menyamping, ia menghadap Draco. Draco memegang gagang sapu dan posisi mereka sekarang seperti berpelukan.
"Kau siap?" tanya Draco.
"Did I had a choice?" tanya Hermione.
Draco tersenyum dan mereka terbang ke atas tiba-tiba.
"AAAAAAHHHHHHH!" Hermione berteriak kencang sekali di telinga Malfoy, tangannya yang tadi di lengan Malfoy langsung memeluk erat leher Malfoy.
"MALFOY! TURUN! TURUN! AKU TAKUT!" Hermione berteriak sambil memeluk erat leher Malfoy.
"Granger, tenanglah, tenang. TENANG!" kata Draco sedikit keras. Hermione diam tapi ia menutup matanya dan menyembunyikan wajahnya di dada Malfoy.
"I'm scared." Kata Hermione pelan, ia sepertinya akan menangis.
"Astaga, jangan menangis." Kata Draco panik sendiri. "Tutup saja matamu." Kata Draco pelan.
Hermione hanya diam dan bergetar seperti menahan tangisnya. Draco berusaha secepat mungkin sampai ke tempat tujuan mereka. Begitu sampai dan merasakan kakinya menapak tanah Hermione segera turun, ia jatuh ketanah dan merebahkan seluruh tubuhnya di tanah lalu menangis.
"Astaga Granger." Kata Draco benar-benar tidak menyangka bahwa Hermione benar-benar takut terbang. Hermione masih menangis di tanah. Draco mendekat.
"Sudahlah, jangan menangis, kau sudah turun, kita sudah sampai." Kata Draco menenangkan sambil menepuk-nepuk punggung Hermione. Akhirnya setelah beberapa saat dan setelah satu botol air minum, Hermione berhenti menangis.
"Sebaiknya kita mulai bekerja." Kata Hermione, berusaha profesional.
Hermione dan Draco mulai mengambil beberapa foto di tempat kejadian, Hermione sedang mengambil foto beberapa jejak centaur saat mereka berdua dikagetkan suara langkah kuda atau lebih tepatnya langkah centaur yang mendekat.
Hermione membalikkan badannya, matanya bertemu dengan Draco, keduanya tahu masalah datang.
Draco mendekat ke Hermione, tiba-tiba ada tiga centaur yang muncul dari tiga arah yang berbeda. Draco memegang tangan Hermione dan sedikit menyembunyikan gadis itu di belakang punggungnya.
"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya centaur yang berdiri di tengah.
"Kami dari kementrian sihir, Departement of Magical Creature." Kata Draco tegas.
"Apa yang kalian inginkan?" tanya centaur yang lain, yang berdiri di sebelah kanan.
"Kami ingin tahu tentang penyerangan murid Hogwarts kemarin siang." Kata Hermione berdiri di samping Draco.
"Hah." Centaur betina yang berada di sebelah kiri mendengus menghina, begitu mendengar pertanyaan Hermione.
"Kalian tahu sesuatu kan?" tanya Hermione.
"Sebaiknya kalian pergi sekarang juga." Kata centaur yang berdiri di tengah, centaur yang sepertinya pemimpin mereka.
Hermione berjalan maju, ia melepaskan topinya. Rambut keritingnya keluar dari topi. Ia seperti pernah melihat wajah Centaur yang berada di tengah.
"Hermione Granger!?" tanya Centaur perempuan tadi begitu melihat dengan siapa mereka bicara. Centaur yang tengah terlihat kaget.
"Hermione Granger?" tanya Centaur yang berada di tengah. Seketika itu Hermione ingat wajah Centaur yang berada di tengah itu.
-Flashback-
Hermione tegang sekali, ia berusaha memancing Umbridge ke hutan terlarang, semoga ia bisa menemukan Grawp dan semoga raksasa itu bisa menahan Umbridge.
Sebenarnya Hermione dan Harry tinggal kabur dan meninggalkan Umbridge disana, tapi kemudian sekawanan Centaur datang. Mereka berusaha menyerang Umbridge tapi tentu saja penyihir maniak merah muda itu tidak tinggal diam, ia menyerang salah satu centaur dengan mengikatkan tali yang menyesakkan centaur itu.
Hermione ingin menangis, ia tidak bisa melihat centaur atau mahkluk apapun disiksa seperti itu. Hermione berteriak-teriak di depan centaur yang kesakitan itu meminta Umbridge melepaskan centaur yang bergeliat berusaha melepaskan dirinya dari jeratan tali yang semakin erat…
-End Of Flashback-
"Granger." Draco panik sekali saat Hermione melepaskan pegangan tangannya dan malah mendekat ke centaur yang berada di tengah. Centaur yang berdiri di tengah itu juga maju beberapa langkah, centaur itu begitu tinggi dan besar, Hermione hanya sekitar setengah badannya.
Centaur itu mengulurkan tangannya yang berbulu, mendekat ke wajah Hermione. Draco memegang erat tongkatnya, siap menyerang jika centaur itu melukai Hermione.
Di luar dugaannya centaur itu menyentuh pipi kanan Hermione. Draco menahan nafasnya.
"Kalian pergi dulu." Kata Centaur yang ditengah pada dua Centaur yang lain. Setelah kedua Centaur itu pergi Draco mendekat ia berada tepat dibelakang Hermione sekarang.
"Hermione Granger." Kata Centaur itu lagi, ia ingat bagaimana gadis yang dulu di depannya menangis saat ia di ikat oleh Umbridge, ia tidak tahu kenapa seorang penyihir mau menangis untuk mahkluk buas seperti mereka, dan semenjak hari itu, ia tidak pernah melupakan wajah gadis yang menangis untuknya itu.
"Namaku Nessos." Kata Centaur itu memperkenalkan diri.
Draco kemudian menarik Hermione mundur, menggenggam tangannya erat dengan tangan kirinya, sementara tangan kananya memegang tongkatnya erat.
"Sebaiknya kalian pergi, hutan terlarang sedang tidak aman." Kata Nessos memberitahu.
"Ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Hermione ingin tahu.
"Ada kawanan Centaur asing yang datang, sepertinya mereka tadinya adalah kawanan yang berasal dari Wales, kami juga belum begitu yakin, tapi penyerangan yang dialami oleh murid Hogwarts kemarin, bukan dilakukan oleh kawanan kami." Kata Nessos menjelaskan.
"Kenapa mereka datang kesini? Bukannya kawanan kalian sudah menempati hutan terlarang dari dulu?" tanya Draco.
Nessos melirik Draco, kemudian bicara lagi pada Hermione. "Kami sudah berhasil menangkap satu centaur dari kawanan itu dan sedang mencari tahu apa alasan kawanan mereka datang kesini. "
"Kau harus melaporkannya pada Kementrian." Kata Hermione.
"Kami sudah berencana melakukannya, setelah kami tahu apa maksud kedatangan mereka, kami akan memberitahu Hagrid untuk memberitahu kementrian." Kata Nessos.
"Kalau begitu, sekarang kami ingin bertemu dengan centaur asing yang kalian tangkap." Kata Hermione.
"Tidak bisa." Kata Nessos tegas.
"Kenapa?" tanya Hermione dan Draco bersamaan.
"Tidak bisa, ketua kawanan sedang mencari tahu apa yang sebenanya terjadi, dan kami tidak ingin mengambil risiko, tolong beritahu semua orang kalau Hutan Terlarang sangat berbahaya saat ini." kata Nessos menjelaskan.
Hermione berpikir, ia tidak bisa memaksa untuk bertemu dengan centaur asing yang dimaksud. Ia melirik Draco yang sepertinya juga berpikir sama kerasnya dengan dirinya.
"Baiklah, tolong segera beritahu Hagrid jika ada perkembangan, dan aku akan datang lagi jika belum ada kabar dalam tiga hari." Kata Hermione mengambil keputusan.
"Baiklah." Kata Nessos mengangguk kemudian mundur. "Sebaiknya kalian cepat pergi." Kata Nessos kemudian pergi dengan cepat, meninggalkan Hermione dan Draco.
"Bloody Hell." Draco mengumpat begitu Nessos pergi. Hermione juga langsung mengambil nafas banyak-banyak dan mengeluarkannya, beberapa kali melakukan hal itu sampai ia tenang dan ketegangannya hilang.
"Granger, sebaiknya kita cepat pergi dari sini." Kata Draco. Hermione mengangguk. Draco memperbesar sapunya yang tadi dikecilkannya.
Hermione menghela nafasnya, tidak ada cara yang lebih cepat untuk pergi dari Hutan terlarang. Hermione menutup matanya begitu naik ke sapu terbang Draco dan menghitung dari satu dan dalam hitungan ke 120 mereka sudah mendarat.
Hermione membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya, ia bisa melihat Pondok milik Hagrid yang asap cerobongnya mengepul, ia melihat Draco, memperhitungkan apa ada kemungkinan bahwa ia bisa mengunjungi rumah Hagrid sebentar.
"Malfoy." Kata Hermione saat Malfoy sedang melepaskan jacket kerja lapangan kementrian yang berwarna cokelat kunyit.
"Ada apa?" tanya Malfoy.
"Um, apa kau keberatan jika kita mampir sebentar?" tanya Hermione. Draco melihat ke sekelilingnya dan matanya menemukan pondok milik mantan professornya itu.
Ia tidak yakin Hagrid akan menerimanya dengan ramah.
"Granger, aku rasa itu bukan ide yang bagus, tapi jika kau mau mampir maka tidak masalah, aku bisa kembali ke kementrian duluan." Kata Draco menjelaskan.
"Oh ayolah, aku sudah lama tidak bertemu dengan Hagrid." Kata Hermione membujuk Draco.
"Apa ia tidak akan langsung menyerangku begitu melihatku?" tanya Draco ragu-ragu.
"Tidak, tidak akan, Hagrid bukan tipe orang seperti itu, berhentilah paranoid." Kata Hermione, ia sudah menyeret Draco menuju pondok dimana dulu Ia, Harry dan Ron sering berkunjung.
Draco tidak bisa berkata tidak pada Hermione, dan sekarang ia berada di belakang Hermione yang sedang mengetuk pintu rumah Hagrid.
"Hagrid…" Hermione berteriak sambil mengetuk pintu. Tidak lama pintu itu terbuka dan sesosok pria besar muncul.
"Oh, Hermione? What a pleasant surprise!" kata Hagrid melebarkan tangannya untuk memeluk Hermione. Hermione memeluk Hagrid erat.
"Oh, dan Malfoy, apa yang kau lakukan disini?" tanya Hagrid.
.
Hermione tidak menyangka bahwa ia akan melihat hari dimana Malfoy dapat bicara serius dengan Hagrid, bahkan keduanya tersenyum satu sama lain dan tertawa bersama. Hermione bahkan menyesal mengajak Malfoy ikut mampir, karena sekarang ia yang jadi kambing congek, mendengar pembicaraan Hagrid dan Malfoy tentang –merlin knows what- terakhir Hermione mencoba ikut bicara, mereka masih membicarakan centaur, tapi sekarang sepertinya mereka sedang membicarakan tentang laba-laba raksasa atau semacamnya.
Hermione sengaja menghela nafasnya keras-keras agar mereka tahu bahwa ia sudah bosan sekali. Pada helaan nafas yang ke empat, Draco mengalihkan wajahnya dari Hagrid ke Hermione.
"Apa kita harus kembali sekarang Granger?" tanya Draco, ia tahu Hermione pasti sudah bosan setengah mati.
"Iya, ini sudah hampir jam lima." Kata Hermione melirik jam tangannya.
"Hagrid, kurasa kami harus kembali ke kementrian." Kata Draco berdiri.
"Oh, haruskah?" tanya Hagrid seperti tidak rela membiarkan Malfoy pergi. Hermione berjalan mendekat ke Malfoy.
"Kami harus kembali, ada laporan yang harus diselesaikan." Kata Hermione menambahkan.
"Oh, Baiklah." Kata Hagrid.
Hagrid mengantar Hermione dan Draco ke depan pintu.
"Tolong segera kabari kami jika centaur itu memberi perkembangan." Kata Hermione lalu memeluk Hagrid.
"Sure Hermione." Kata Hagrid. "Ah, dan Malfoy, jangan segan untuk datang berkunjung jika kau punya pertanyaan tentang apapun." Kata Hagrid pada Malfoy.
"Sure, terimakasih banyak." Kata Draco mengulurkan tangannya pada Hagrid. Hagrid menjabat tangan Draco.
Hermione dan Draco sampai di kementrian tepat pukul lima sore, mereka masih harus mengerjakan laporan tentang perjalanan mereka hari ini, yang kemungkinan akan memakan waktu sekitar satu sampai dua jam.
Hermione dan Draco sudah duduk di meja mereka masing-masing dan mengerjakan bagian mereka masing-masing. Semua karyawan sudah pulang, kecuali Hannah Abbot. Hannah akan segera cuti melahirkan dan sedang melakukan persiapan final sebelum cuti sehingga sering bertahan di kantor lebih lama dari karyawan lain.
Tiba-tiba suara pintu ruangan mereka di ketok.
"Masuk." Kata Hannah yang mejanya paling dekat dengan pintu.
Pintu itu terbuka dan Cedric Diggory muncul. Ia tersenyum pada Hannah yang mulutnya terbuka, kaget melihat siapa yang datang.
Draco mengepalkan tangannya karena kesal, sementara Hermione masih fokus pada pekerjaannya sehingga tidak menyadari siapa yang datang. Cedric berjalan menuju meja Hermione dan berdiri di depannya.
Hermione mendongak untuk melihat siapa yang datang, begitu melihat Cedric ia menghela nafasnya.
"Mione." Kata Cedric kemudian mengulurkan bucket bunga yang dipegangnya. Hermione mengambil bunga itu, meletakkannya di meja lalu berdiri dan menarik tangan Cedric menuju keluar.
Draco melirik Hannah, Hannah melirik Draco. Mereka berdua kemudian berdiri di depan pintu, berusaha menguping pembicaraan Hermione dan Cedric.
"Apa yang kau lakukan disini?" Hermione bertanya.
"Aku ingin tahu apa yang kau lakukan? Sesibuk apa sampai menolak ajakan makan malamku." Kata Cedric.
"Ced, aku sedang banyak pekerjaan dan kau tidak bisa datang sesuka hatimu ke kementrian." Kata Hermione berkacak pinggang.
"Aku hanya ingin menemuimu, apa itu salah?" tanya Cedric membela dirinya.
"Aku kan sudah bilang kalau aku tidak bisa makan malam denganmu."
"Aku merasa kau hanya tidak mau, bukan tidak bisa." Kata Cedric jujur.
Hermione menghela nafasnya. "Aku butuh waktu." Kata Hermione pelan.
"Berapa lama?" tanya Cedric. "Aku tidak bisa menunggu terlalu lama Mione, aku menginginkanmu, Hell, aku bahkan ingin menikahimu sekarang juga." Kata Cedric.
Hermione menyipitkan matanya, apa ia tidak salah dengar?
"Kau tidak bisa menunggu terlalu lama?" tanya Hermione dengan nada tinggi.
Bravo. Pikir Draco, Cedric Diggory is a dead man
"Kau pergi dua tahun dan kau bilang tidak bisa menunggu lama?" tanya Hermione kesal. "Kau pergi, menghilang, tanpa kabar, tidak pernah mengirim surat, dan kau bilang tidak bisa menunggu lama?" Hermione sudah setengah berteriak.
"Mione, bukan itu maksudku." Kata Cedric menjelaskan, ia berusaha meraih tangan Hermione.
"Cedric Diggory, sebaiknya kau pergi sekarang sebelum aku melakukan sesuatu yang akan kita berdua sesali." Kata Hermione marah sekali.
"Mione, Mione, bukan itu maksudku. Aku bisa menunggu sangat lama untukmu, seminggu, setahun, sepuluh tahun, aku hanya tidak ingin kau mengacuhkanku." Kata Cedric.
Draco berjalan keluar dan menghampiri mereka.
"Diggory, sebaiknya kau pergi." Kata Malfoy berdiri di samping Hermione.
"Malfoy? Apa yang kau lakukan disini?" tanya Cedric penuh kekhawatiran.
"Aku karyawan kementrian, dan sebaiknya kau pergi sebelum aku memanggil keamanan, karena kau terlihat seperti akan mengganggu rekan kerjaku." Kata Draco dengan nada khasnya yang arrogant.
"Ini bukan urusanmu." Kata Cedric pada Malfoy.
"Pergilah Ced! Kita bicara lain kali." Kata Hermione kemudian masuk kembali keruangannya.
Draco melihat Cedric dengan tatapan menghina lalu masuk kembali keruangan mereka.
.
Hermione mengerjakan laporannya dengan kesal, Cedric Diggory baru saja merusak moodnya. Hannah sudah pulang sekitar setengah jam yang lalu dan tinggal Draco dan Hermione disini.
"Granger!" kata Draco dari mejanya.
"Apa?" tanya Hermione masih fokus pada pekerjaannya.
"Apa pekerjaanmu masih banyak?" tany Draco.
"Tidak, sebentar lagi selesai, kalau kau ingin pulang duluan tidak masalah." Kata Hermione memberitahu.
"Well, apa kau ada acara malam ini?" tanya Draco pelan, ia bingung, kemana suaranya pergi setiap ia bicara dengan Hermione?
"Tidak ada." Kata Hermione, ia menghentikan pekerjaannya dan melihat ke arah Draco dengan tatapan penuh tanya.
"Umm, aku beberapa kali melihat sebuah restaurant muggle yang lambangnya M besar berwarna kuning." Kata Draco menjelaskan.
"Lalu?" tanya Hermione, ia melipat tangannya di depan dadanya.
"Well, aku ingin tahu apa yang mereka jual, karena restoran itu selalu ramai, tapi aku tidak yakin apa yang mereka jual disana." Kata Draco.
"McDonald?" tanya Hermione tidak percaya.
"Iya, kurasa itu namanya." Kata Draco.
"Kau belum pernah makan di McDonald?" tanya Hermione tersenyum lebar sekali.
Draco mengangguk. "Apa kau bisa memberitahuku apa yang sebaiknya kupesan disana?" tanya Draco.
"Tentu saja, Malfoy aku bahkan punya ide yang lebih hebat." Kata Hermione tersenyum lebar. "Aku akan menyelesaikan laporanku, kemudian kita akan ke Mc Donald. Kata Hermione kemudian kembali fokus pada pekerjaannya.
"Yah, menu mereka membuatku bingung, Cheeseburger? Macburger? Milkshake? Aneh, aku bingung. Aku sudah berusaha mencaritahu di internet tapi tidak ada penjelasan mendetail." Kata Draco.
"Oh, tenang saja, aku akan menjelaskan padamu nanti."
Draco tersenyum penuh kemenangan. Gryffindor dan perasaannya. Kata Draco dalam hati. Jangan panggil ia Pangeran Slytherin jika merancang hal seperti ini saja ia tidak bisa. Draco menyadari bahwa bisa menggunakan rasa penasarannya pada beberapa hal tentang Muggle untuk menarik perhatian Hermione.
-To Be Continued-
Read and Review...
-dramioneyoja
.
.
edited: 11/12/15
