All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.

Chapter 8 : Ferret menyukai Hermione.

8.

Hermione sedang menonton televisi dengan Crook saat seseorang mengetuk pintu apartementnya.

"Siapa?" Hermione berteriak sambil berjalan menuju pintu.

Orang di pintu tetap mengetuk dan tidak memberitahu siapa dirinya. Hermione mengintip dari lubang pintu dan melihat Cedric berdiri di depan pintunya.

Hermione menghela nafasnya dan membuka pintu.

"Mione." Kata Cedric tersenyum.

Hermione membalas senyuman Cedric. "Masuklah." Kata Hermione melebarkan pintu, Cedric masuk dan Hermione menutup pintunya.

Cedric duduk di sofa Hermione dan Crook memelototinya dengan garang, siap menerkam kapan saja. Ia tahu bagaimana Cedric dulu melukai Hermione, dan Crook tidak akan segan-segan menyerangnya.

Hermione duduk di sofa lain dan mereka berhadapan. Hermione menghela nafasnya. "Kau ingin minum sesuatu?" tanya Hermione.

Cedric menggeleng.

"Hermione, aku ingin menyelesaikan masalah kita sekarang." Kata Cedric serius.

Hermione mengangguk.

"Apa yang kau inginkan sekarang?" tanya Cedric.

Sepertinya Hermione harus mengatakan seperti apa yang direncanakannya dengan Ginny waktu itu.

"Ced, jujur aku tidak tahu apa kau masih mencintaimu atau tidak." Kata Hermione. Cedric langsung terlihat sedih begitu mendengar perkataan Hermione.

"Maafkan aku Mione." Kata Cedric.

"Tidak, ini bukan salahmu." Kata Hermione menjelaskan. "Bukan salahmu." Kata Hermione lagi. "Ced, sebenarnya aku sudah memikirkan hal ini, jika memang kau masih menginginkan hubungan ini, menginginkan 'us' maka sebaiknya kita memulai ini dari awal." Kata Hermione.

"Memulai dari awal? Maksudmu?" tanya Cedric tidak yakin.

"Aku harus tahu apakah aku masih memiliki perasaan padamu atau tidak, aku butuh waktu untuk mengerti perasaanku saat ini. Dan kurasa 'proper courtship' will do. Aku ingin kita mengulang lagi masa pendekatan kita dulu." Kata Hermione menjelaskan. "Tapi, aku tidak bisa menjamin hubungan kita akan kembali seperti dulu."

Cedric mengangguk. "Hermione, aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan kau kembali, aku akan berusaha untuk membuatmu yakin bahwa kau mencintaiku." Kata Cedric. Ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan Hermione kembali

.

Draco tidak akan pernah bisa mengerti jalan pikiran ayahnya. Lucius selalu menganggap dirinya paling benar dan tidak mau mendengarkan orang lain, seperti sekarang.

Bahkan setelah menjalani hukumannya ia sama sekali tidak berubah, terakhir kali keluarga mereka mengikuti keinginan Lucius mereka berakhir dengan keadaan seperti ini. Dianggap sebagai keluarga Death Eater yang jahat, dan masyarakat tidak lagi menghormati keluarga mereka seperti dulu.

Dan Draco tidak akan mengikuti apapun yang dikatakan Lucius. Tidak setelah semua yang terjadi pada keluarga mereka.

Draco dan kedua orangtuanya sedang sarapan pagi, Lucius menyinggung masalah Astoria Greengrass dan tidak ada yang ingin dilakukan Draco selain segera pergi dari meja makan ini.

"Aku tidak merasa bahwa Astoria cocok untuk Draco." Kata Narcissa berusaha membela posisi Draco.

"Apa kita punya pilihan lain? Apa masih ada perempuan berdarah murni yang belum menikah di Inggris?" tanya Lucius seakan-akan ingin memberitahu semuanya bahwa ia benar dan sudah mempertimbangkan hal ini masak-masak.

"Kita?" tanya Draco makin kesal. "Aku tidak ingin menikah dengan Astoria atau siapapun, Father, aku tidak peduli lagi dengan teori sampah tentang darah murni ini, aku akan menikah dengan seseorang yang kucintai."

"Cinta my arse." Kata Lucius tidak terima. Narcissa menghela nafasnya, pria-pria Malfoy memang keras kepala.

"Jangan kau pikir aku tidak tahu Father, kau dan Mom memang dijodohkan, tapi kau beruntung kalian saling mencintai, jadi jangan mengurusi masalah percintaanku." Kata Draco kemudian berdiri dan pergi keluar dari ruang makan mereka.

Narcissa berdiri dan mengikuti Draco.

"Son…" Narcissa memanggil Draco sebelum anaknya itu pergi.

"Ada apalagi Mom?" tanya Draco masih kesal.

Narcissa meraih tangan anaknya. "Mom tahu kau memiliki perasaan khusus pada Hermione." Kata Narcissa pelan.

Draco baru akan mengatakan sesuatu. Saat Narcissa langsung memotongnya lagi. "Mom akan mendukungmu, Mom akan berusaha membujuk ayahmu untuk menerima Hermione, tugas utamamu sekarang hanya untuk mendapatkan Hermione." Kata Narcissa memberi Draco semangat.

Draco kehilangan kata-katanya, apa Narcissa Malfoy baru saja menyuruhnya untuk mendapatkan Hermione Granger. "Benarkah Mom?" tanya Draco tidak yakin.

Narcissa mengangguk dan tersenyum. "Hermione Granger adalah perempuan terbaik yang bisa diharapkan seorang pria, dan Malfoy selalu mendapatkan yang terbaik Son." Kata Narcissa.

Draco mengangguk, ia mencium pipi ibunya kemudian pergi, berjanji dalam hatinya bahwa ia akan mendapatkan Hermione Granger, bagaimanapun caranya.

.

"Crook, aku mungkin akan pulang terlambat, jadi aku akan mengisi dua mangkuk makananmu, jangan berantakan." Kata Hermione mengisi dua mangkuk makanan kucingnya. "Dan jangan langsung menghabiskannya dalam satu waktu!" kata Hermione memperingatkan kucingnya yang rakus itu.

Crook mengeong tanda ia mengerti kemudian mengantar Hermione ke depan pintu.

"Cedric?" tanya Hermione melihat Cedric sudah menunggu di depan pintunya.

"Pagi." Cedric tersenyum lebar. Hermione tersenyum.

"Kau datang untuk mengantarku?" tanya Hermione. Cedric mengangguk masih tersenyum.

Akhirnya Cedric dan Hermione berjalan dari apartement Hermione menuju ke kementrian, jalanan menuju kementrian cukup ramai, pagi hari dan semua orang baru mulai beraktivitas dan Hermione Granger juga Cedric Diggory menjadi tontonan orang-orang pagi itu.

"Dari semua negara yang kau kunjungi, apa ada tempat yang begitu indahnya sampai-sampai kau tidak ingin pergi dari situ?" tanya Hermione sambil berjalan, ingin mengalihkan pikirannya dari orang-orang yang memperhatikan mereka

"Hmm…" Cedric berpikir sebentar. "Rio?" Kata Cedric menimbang-nimbang. Rio De Janeiro memang indah, udaranya membuat nyaman, orang-orangnya menyenangkan, Cedric ingat ia hampir tiga minggu disana dan berat sekali melanjutkan perjalanannya.

"Rio De Janeiro?" tanya Hermione.

Cedric mengangguk. "Ada sesuatu disana yang menarikmu jika kau berkunjung, keindahannya berbeda dengan negara-negara di Eropa, ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan." Kata Cedric menjelaskan.

Akhirnya mereka mengobrol tentang tempat-tempat yang dikunjungi Cedric selama dua tahun ia pergi dari London.

Sesampainya di kementrian sihir, Cedric pamit, ia akan menuju kantor ayahnya, Hermione mengangguk dan Cedric berkata bahwa ia akan datang saat makan siang lalu mencium kening Hermione dan pergi.

Hermione tersenyum sepanjang jalan menuju ke ruangannya, sure, Hermione merasa senang Cedric menunjukkan perhatiannya, tapi ada yang kurang, tidak ada kupu-kupu yang terbang di perutnya, bahkan ketika Cedric mencium keningnya tadi.

Dulu, hanya dengan memegang tangannya saja, Cedric bisa membuat kaki Hermione lemas seperti jelly tapi sekarang...

Hermione berjalan ke ruangannya dan mendapati Malfoy sedang bicara serius dengan Mr. Cole.

"Ada apa?" tanya Hermione pada mereka berdua.

"Hagrid baru saja memberi kabar." Kata Draco menjelaskan.

"Apa yang dikatakan Hagrid?" tanya Hermione dengan nada professional.

"Hagrid bilang, kawanan asing itu benar dari Wales dan mereka sepertinya mengalami masalah habitat di sana dan bermigrasi ke Hutan-terlarang, tapi Hutan-terlarang tidak bisa menerima sekitar 100 centaur sekaligus secara bersamaan, kawanan yang sudah ada disana bersedia menerima mereka tapi tidak semua, sehingga sebagian harus di pindahkan ke bagian tenggara Scotland." Kata Mr. Cole menjelaskan.

"Baiklah, lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Hermione, Ia tahu jelas apa yang akan dilakukannya hanya saja ia ingin tahu apakah Draco bisa memberikan keputusan pada situasi seperti ini atau tidak.

"Kurasa kita hanya tinggal mendata beberapa centaur yang akan bergabung dengan kawanan ini, sementara kawanan lain akan dikawal Auror untuk menuju Scotland, dan kita hanya perlu memberi surat pemberitahuan kepada kementrian sihir Scotland." Kata Draco.

Hermione tersenyum. Tepat seperti yang dipikirkannya. Dan itu membuat sesuatu terlintas di benak Hermione. Jika nanti ia akhirnya melanjutkan pendidikan dan meninggalkan posisinya, sepertinya Malfoy merupakan orang yang tepat untuk mengisi posisinya.

"Baiklah, aku akan menghubungi bagian Auror, dan Malfoy, kau dan Mr. Cole bisa merancang isi surat untuk Kementrian Sihir Scotland." Kata Hermione, ia meletakkan tasnya di mejanya kemudian langsung pergi menuju bagian Auror.

"Terkadang aku bingung, siapa kepala departement sesungguhnya." Kata Mr. Cole mengangkat bahunya lalu menuju ruangannya untuk merancang surat yang diminta Hermione.

Draco tertawa pelan dan menuju ke mejanya, The-Bossy-Know-It-All Hermione Granger.

-Flashback-

Draco kembali untuk melanjutkan tahun ke tujuhnya. Sebenarnya Draco tidak ingin kembali ke Hogwarts, ia tidak ingin berurusan dengan orang-orang lagi, ia tahu persis bagaimana orang-orang menganggapnya sekarang.

Death Eater Bastard, bagaimana seorang pelahap maut boleh kembali ke Hogwarts, meskipun akhirnya semua orang tahu kalau ia tidak membunuh Dumbledore, tetap saja semua orang membencinya.

Tapi karena ibunya sudah memperjuangkan agar ia bisa mendapat hukuman paling ringan maka tidak mungkin Draco menolak usaha keras ibunya dan akhirnya kembali ke Hogwarts tanpa protes.

Hanya ada beberapa Slytherin dari tahunnya yang kembali untuk mengulang tahun terakhir. Blaise, Pansy, Daphne, dan Theodore. Dan hanya mereka yang sudi bicara dengan Draco, bahkan beberapa Slytherin yang lebih muda tidak lagi menghormatinya sebagai Pangeran Slytherin.

"Draco, kurasa sebaiknya kita mengumpulkan semua Slytherin di common room dan kembali memperingatkan mereka siapa pemimpin mereka sebenarnya." Kata Blaise dan Theo suatu siang saat mereka sudah tidak tahan lagi melihat Draco hanya diam.

Draco menghela nafasnya. Ia sebenarnya sudah tidak begitu peduli tentang kekuasaannya atau semacamnya. Tapi memang belakangan ini beberapa Slytherin mulai berani bersikap kurang ajar padanya. Tadi pagi ada sepasang Slytherin yang tidak menyapanya saat berpasan di lorong, mereka hanya melihatnya dan kemudian terus berjalan.

Draco berpikir. Apa yang harus dilakukannya? Kembali mengambil tempatnya sebagai pemimpin tertinggi Slytherin atau diam saja seperti sekarang, berdoa dalam hati agar tahun ajaran ini segera berakhir dan ia bisa segera pergi meninggalkan tempat ini.

Blaise dan Theo melihatnya penuh harapan. Draco menghela nafasnya lagi. "Baiklah, kumpulkan mereka semua di common room pukul delapan malam." Kata Draco kemudian pergi.

Blaise dan Theo tersenyum penuh kemenangan satu sama lain, mereka ber-high-five kencang sekali, rezim kepemimpinan Draco Malfoy akan kembali. Mereka sudah terlalu lama membiarkan naga kebanggaan mereka itu tertidur.

Draco berjalan menuju danau hitam, ia mengantuk sekali, dan memutuskan untuk tidur siang sebentar di dekat danau. Draco merebahkan badannya dekat danau, membiarkan wajahnya terpapar sinar matahari.

Draco menutup matanya, merasakan sinar matahari di wajahnya, merasakan hembusan angin di sekitarnya, mendengarkan suara burung dan hewan-hewan kecil disekitarnya. Entah sejak kapan, alam bisa membuatnya tenang, Draco nyaris tertidur saat ia merasakan seseorang berjalan ke dekatnya.

"Hermione, apa yang kau lakukan?" Draco bisa mendengar seseorang memanggil Granger, ia tidak tahu apa yang mereka maksud, ia tidak tahu apa yang dilakukan Hermione Granger sehingga membuat orang itu terdengar kesal.

Draco bisa mendengar suara langkah kaki mendekat.

"Hermione! Biarkan saja Malfoy disana!" kata orang itu benar-benar terdengar kesal.

Apa Granger yang berjalan mendekatinya? Apa yang ingin dilakukannya? Draco menahan nafasnya, ia tetap menutup matanya, tiba-tiba sesuatu menghalangi sinar matahari dari wajahnya.

"Hermione!" orang itu berteriak kesal.

Draco bisa mendengar langkah kaki Hermione menjauh.

"Jangan berisik!" kata Hermione pada pada orang itu."Malfoy sedang tidur." Kata Hermione, suaranya mulai menjauh. Sepertinya Granger dan orang itu hanya lewat lalu Granger sepertinya merasa penasaran padanya lalu melihatnya sebentar.

Draco membuka matanya dan menolehkan kepalanya dan melihat Hermione berjalan menjauh dengan Longbottom.

Malamnya, saat Draco memasuki common room, semua Slytherin berkumpul disana. Draco menghela nafasnya, ternyata Blaise dan Theo serius. Draco berjalan tegak menuju dimana Blaise dan Theo berdiri, di tengah ruangan, di depan perapian

"Jadi kalian mengumpulkan kami disini hanya untuk mendengarkan Malfoy?" tanya seorang murid tahun ke-5 menghina.

Draco melihat anak itu dengan tatapan dingin, yang langsung membuat anak itu terdiam.

"Wow… Wow… Wow…" kata Theo bertepuk tangan penuh drama, menghina semua orang yang menganggap remeh Draco. "Kalian lupa siapa Pangeran Slytherin kita? Kalian lupa bagaimana Draco menjaga dan menjunjung tinggi kehormatan Slytherin selama ini?" tanya Theo kesal.

Semua orang diam.

Draco menyapu pandangannya keseluruh ruangan, membuat kontak mata dengan beberapa orang, kemudian orang itu takut dan bahkan beberapa bersembunyi kebelakang temannya.

"Kau!" Blaise menunjuk seseorang murid kelas tiga. "Waktu kau dihukum oleh McGonagall karena kau berkelahi dengan Gryffindor siapa yang membelamu?" tanya Blaise. "Ibumu? Ayahmu? Teman sekelasmu?" tanya Blaise.

"Siapa?" tanya Blaise ingin anak itu menjawab.

"Malfoy." Kata anak itu pelan ketakutan.

"Draco sudah bertindak sebagai pemimpin kalian selama ini, masalah kalian selalu dibantunya, ia bisa melindungi kalian dari guru-guru dan murid non-Slytherin, tapi begitu ia terkena masalah kalian lari dan langsung tidak menghormatinya." Kata Pansy yang duduk diantara murid-murid lain.

Draco menghela nafasnya. "Aku tidak akan memaksa kalian menghormatiku seperti dulu. Aku juga tidak peduli jika kalian mendeklarasikan orang lain atau diri kalian sebagai The New Prince of Slytherin." Kata Draco melirik menghina kepada seorang murid tahun ke enam yang belakangan ini sedang naik pamornya, dan beberapa pengikutnya menyebutnya sebagai The New Slytherin Prince.

"Lakukan apa yang kalian inginkan, apapun. Kalian bisa menganggapku tidak ada, mengacuhkanku, tidak menyapaku di lorong, mengabaikanku, Hell kalian bahkan bisa mengangkat Pangeran Slytherin yang baru. Tapi lihat saja apa yang akan terjadi." Kata Draco penuh wibawa,nadanya tenang, ia mengucapkan kata per kata dengan artikulasi yang jelas, membuat hampir semua dari mereka merinding.

"Kalian lihat bagaimana murid-murid lain memperlakukan Slytherin belakangan ini?" tanya Draco pada mereka. "Bahkan Huffelpuff sudah tidak lagi menghargai kalian." Kata Draco mengatakan fakta. "Kalian bisa memilih tentu saja. Membiarkan hal ini terus terjadi, atau membawa Slytherin kembali ke puncak." Kata Draco penuh keangkuhan di suaranya.

Kemudian Draco sekali lagi menyapu seluruh ruangan dengan mata abu-abunya, ia berdiri lalu berjalan menuju kamarnya, dengan tegap dan dada yang membusung penuh kebanggaan, meninggalkan common-room, jubahnya berkibar di belakangnya. Ia tidak boleh lupa kalau ia seorang Malfoy. Dan Malfoy dilahirkan untuk memimpin dan menguasai.

Setelah malam itu, semua Slytherin kembali menghormatinya. Semua orang menyapanya dan menganggukkan kepala mereka jika berpapasan dengannya di lorong.

Draco Malfoy kembali menjadi Pangeran Slytherin, ia kembali berjalan di Hogwarts penuh wibawa.

Tahun itu ia kembali membawa Slytherin kepuncak kejayaan.

Di akhir tahun Point mereka paling tinggi, lebih tinggi dari asrama lain.

Slytherin juga memenangkan Quidditch Cup tahun itu, hampir di semua pertandingan Draco berhasil menangkap Snitch dan membawa timnya menang.

He's Back. The Original Slytherin Prince is back.

Blaise dan Theo akan selamanya mengingat bagaimana mereka berjasa membangunkan kembali naga Slytherin mereka itu.

-End Of Flashback-

.

Hermione menjalani harinya dengan normal, Ia pergi ke bagian auror dan menjelaskan masalah mereka, Ia berusaha menghindari Ron dan Harry, mereka berdua masih belum minta maaf padanya.

Kepala bagian Auror menugaskan beberapa auror untuk mengawal perpindahan centaur itu besok. Kemudian Hermione kembali ke ruangannya dan mengerjakan pekerjaannya seperti biasa kemudian saat makan siang Cedric datang dan mengajaknya makan siang.

Sampai selesai makan siang tidak ada yang aneh menurut Hermione, selain perasaannya yang tidak lagi berbunga-bunga saat bersama Cedric semuanya normal-normal saja. Hermione kembali ke kementrian di antar Cedric lagi.

Hermione berjalan menuju ruangannya dan kaget saat melihat Malfoy berdiri di dekat pintu.

.

Stupid Granger, Stupid Diggory. Sialan. Pikir Draco dalam hati, Draco bahkan tidak bisa mencerna makan siangnya karena Ia tahu Hermione dan Cedric sedang makan siang di suatu tempat, berdua.

Akhirnya Draco hanya meminum secangkir kopi yang tidak enak di cafetaria kementrian kemudian kembali keruangannya. Masih sekitar 20 menit lagi sebelum jam makan siang berakhir, dan Granger belum ada tanda-tanda akan kembali.

Draco memutuskan untuk menunggu Hermione di depan ruangan mereka. Draco berjalan mondar-mandir sepanjang lorong, tidak tenang menunggu kedatangan Hermione. Sekitar lima menit sebelum makan siang berakhir, ia bisa melihat rambut keriting berwarna cokelat dari kejauhan.

Draco menghela nafasnya.

"Hermione." Kata Draco pelan saat Hermione mendekat.

"Ada apa Malfoy?" tanya Hermione. "Kau butuh sesuatu?" tanya Hermione lagi.

"Apa kau dan Cedric sudah resmi kembali menjadi pasangan?" tanya Draco tanpa tedeng aling-aling.

Hermione bingung, ia menelan ludahnya kemudian menjelaskan pada Malfoy. "Well, kami mencoba memulai dari awal, aku meminta Cedric untuk kembali melakukan proses pendekatan seperti dulu kami pertama kali dekat untuk melihat apakah aku masih memiliki perasaan padanya atau tidak." Kata Hermione sebenarnya bingung bagaimana menjelaskannya pada Malfoy yang tiba-tiba ingin tahu masalah pribadinya.

Draco menghela nafasnya kemudian pergi, ia berjalan menuju koridor yang menuju toilet laki-laki tanpa berkata apa-apa. Hermione bingung atas perilaku Draco, apa mungkin Draco cemburu? Hermione, Get yourself together! tapi kemudian ia pergi masuk keruangan mereka.

Stupid Granger, Stupid Diggory. Sialan. Pikir Draco dalam hati, lagi. Hanya ada satu hal yang bisa dilakukan Draco sekarang.

Sekarang atau tidak sama sekali.

Draco menunggu sampai pulang kantor untuk melakukan ini, seharian ia tidak fokus bekerja, kerjanya hanya memperhatikan Hermione bekerja. Ia akan mendapatkan Hermione Granger, dan tidak akan membiarkan Cedric Diggory mendapatkan Hermione.

Akhirnya tinggal mereka berdua di ruangan itu dan Draco berdiri kemudian berjalan menuju meja Hermione.

"Granger." Draco memanggilnya.

"Malfoy?" tanya Hermione mendongakkan kepalanya. "Kalau pekerjaanmu sudah selesai kau bisa pulang duluan, tidak perlu menungguku." Kata Hermione.

"Granger, aku ingin mengatakan sesuatu." Kata Draco.

"Apa?"

"Aku tidak ingin kau kembali berhubungan dengan Diggory." Kata Draco Malfoy dengan jelas, tegas dan penuh keangkuhan seorang Malfoy.

Hermione kaget, apa ia tidak salah dengar? "Apa?" tanya Hermione memastikan.

"Aku tidak ingin kau kembali berhubungan dengan Diggory." Kata Draco lebih jelas, lebih tegas, seperti menjelaskan kalimat pada anak kecil.

"Kenapa?" tanya Hermione, Ia kesal kemudian berdiri dan meletakkan kedua tangannya di pinggang, dan tidak ada yang Draco benar-benar ingin lakukan selain mendorong Hermione Granger ke meja dan bercinta dengannya.

"Kau siapa? Apa Hak-mu atas hubungan pribadiku?" kata Hermione penuh emosi. Ia baru akan memulai pidato panjang lebarnya tentang seseorang yang tidak boleh mengurusi urusan orang lain saat Draco memotongnya.

Dengan ciuman.

Iya, betul. Dengan ciuman.

Draco mendekat dan menempelkan bibirnya pelan di bibir Hermione, hanya sekejap, tidak sampai dua detik kemudian menariknya lagi.

"Aku menyukaimu." Kata Draco kemudian mencium Hermione lagi cepat dan menarik bibirnya lagi.

"Sejak tahun ketiga ketika kau memukulku." Kata Draco kemudian mencium Hermione lagi cepat dan menarik bibirnya lagi.

"Dan aku tidak ingin Cedric Diggory mengambilmu dariku." Kata Draco kemudian mencium Hermione lagi cepat dan menarik bibirnya lagi. Ia melihat ke mata cokelat yang ada di depannya.

Hermione tidak bisa berkata apa-apa, Draco Malfoy baru saja menciumnya, Draco Bloody Malfoy, mencium Hermione Bloody Granger. Mereka berdua baru saja berciuman. BLOODY HELL.

Draco mencium Hermione lagi, kali ini pelan dan lembut sekali, ia menempelkan bibirnya di bibir Hermione lebih lama, satu detik, dua detik, tiga detik, kemudian tangan Hermione melingkar di lehernya dan Draco tersenyum kemudian memeluk Hermione dan menciumnya sepenuh hati.

Ia sedang mencium Hermione Granger, cinta pertamanya, wanita yang selama ini hanya menjadi pemeran dari fantasi-fantasi gelapnya. Draco menekan bibirnya lebih kuat dan mulai membuka mulutnya. Ia menjilati bibir bagian bawah Hermione dan Hermione meresponnya dengan membuka mulutnya.

Draco mengumpat dalam hatinya, masih tidak bisa percaya bahwa ia akhirnya bisa mencium Hermione Granger dan bahkan gadis itu membalas ciumannya dengan euforia yang sama.

Draco melingkarkan kedua tanganya di pinggang Hermione, sementara Hermione melingkarkan tangannya di leher Draco. Mereka berciuman seakan-akan itu ciuman pertama dan terakhir mereka, sampai akhirnya Hermione menarik dirinya pelan karena ia butuh oksigen.

"Granger." Kata Draco saat Hermione melihat ke matanya.

"Siapa yang mengizinkanmu menciumku?" tanya Hermione pelan kehabisan nafas.

"Aku tidak perlu izin." Kata Draco pelan, kening mereka bersentuhan, tangan Draco masih melingkar di pinggang Hermione, dan tangan Hermione masih berada di leher Draco.

"Hermione Granger, aku menyukaimu." Kata Draco mengulangi perkataannya lagi.

Hermione melihat ke mata abu-abu di depannya, ia bisa merasakan jantungnya berdebar, ada kupu-kupu di perutnya yang terbang tidak beraturan. Tidak bukan kupu-kupu, tapi kelelawar, ada sekawanan kelelawar terbang tidak beraturan di perutnya.

Hermione tidak menjawab. Ia mencium Draco lagi.

-To Be Continued-

Read and Review

-dramioneyoja

.

.

Edited : 11/17/15