All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.

Chapter 11 : Selamat Malam Ferret.

11.

Hermione berusaha tenang sepanjang hari, ia berusaha menahan dirinya agar tidak terus menerus melirik Draco, lebih buruk, ia bahkan berusaha menahan dirinya agar tidak berlari menuju meja pria itu dan melompat ke pelukkannya.

Draco tidak lebih baik, ia menghabiskan waktu lima belas menit di toilet, menenangkan ereksinya. Kemudian sepanjang hari berusaha agar tidak menarik Hermione dan ber-apparating ke kamarnya.

Untung Mr. Cole tidak mengatakan apa-apa pada mereka.

Sebentar lagi jam makan siang, dan Draco sedang merapikan mejanya saat Hermione berjalan ke mejanya.

"Malfoy." Hermione memanggil Draco.

"Iya?" tanya Draco menyeringai.

"Apa kau ada janji makan siang dengan seseorang hari ini?" tanya Hermione.

"Ada." Kata Draco.

"Oh…" kata Hermione sedikit kecewa, ia sebenarnya ingin mengajak Draco makan di restoran thailand di Muggle London.

"Denganmu." Kata Draco menambahkan lagi sambil menyeringai.

Hermione memutar matanya, draco kemudian berdiri dan memposisikan tangannya siap digandeng Hermione.

"Kau mau makan sesuatu yang spesial?" tanya Draco, mereka berjalan keluar ruangan diiringi tatapan ingin tahu karyawan lain.

"Sebenarnya aku ingin mengajakmu kesuatu tempat." Kata Hermione.

"Benarkah? Kuharap bukan ke flat-mu, aku benar-benar butuh makanan sungguhan siang ini…" kata Draco mengedipkan sebelah matanya, menggoda Hermione.

Hermione memukul lengan Draco pelan. "Apa kau pernah makan makanan Thailand?" tanya Hermione.

"Tidak." Kata Draco menggeleng.

"Bagaimana jika kita pergi ke restoran Thailand?" tanya Hermione tersenyum lebar.

"Sure…" kata Draco membalas senyuman Hermione. Mereka sekarang menunggu lift diantara banyak orang yang memandang mereka aneh.

"Jangan hiraukan orang-orang." Kata Draco berbisik ketika ia menyadari Hermione mulai merasa tidak nyaman. Hermione mengangguk pelan dan mempererat tangannya di lengan Draco.

Draco terus tersenyum penuh kemenangan sampai mereka tiba di lantai satu, hampir semua orang melihat mereka dengan tatapan aneh, tapi Draco tidak peduli, jika Hermione berada disampingnya maka ia tidak perlu kuatir akan apapun.

Tiba-tiba Hermione mengehentikan langkahnya. Draco bingung, tapi kemudian ia melihat kemana mata Hermione tertuju. Cedric Diggory berdiri memegang seikat bunga tidak jauh dari mereka.

Draco menghela nafasnya. "Kau ingin aku menyuruhnya pergi?" tanya Draco.

Sekarang giliran Hermione yang menghela nafasnya. "Tidak, tunggulah sebentar aku akan bicara pada Cedric." Kata Hermione melepaskan tangannya dari lengan Draco kemudian menghampiri Cedric.

Hermione bisa merasakan Draco sedang mengeluarkan laser dari matanya kearah mereka berdua.

"Cedric." Kata Hermione.

"Mione…" kata Cedric pelan, Hermione bisa merasakan kesedihan dari nada suaranya dan tatapan matanya.

"Aku…" Hermione belum sempat melanjutkan kalimatnya saat Cedric memotongnya.

"Kau sudah bersama Malfoy?" tanya Cedric. "Tidak apa-apa." Kata Cedric lagi. "Jika kau memang lebih memilih Malfoy dibandingkan diriku maka tidak masalah, semoga pilihanmu yang terbaik." Kata Cedric mengulurkan bunga yang dipegangnya.

Hermione bingung apakah ia harus menerima bunga itu atau tidak, tapi akhirnya Hermione mengambil bunga itu juga.

"I'm sorry Ced, I just… I just… I don't love you anymore." Kata Hermione jujur.

"Maafkan aku karena meninggalkanmu waktu itu." Kata Cedric pelan ia tahu ia sudah kalah kali ini.

Cedric lalu menarik nafasnya "Hermione… jika nanti Mafoy menyakitimu, atau jika nanti kau ingin kembali padaku, ingatlah Mione, aku masih akan terus menunggumu." Kata Cedric pelan kemudian langsung pergi.

Hermione melihat Cedric pergi, menghela nafasnya. Kemudian ia bisa merasakan tangan seseorang melingkar di pinggangnya.

"Kau baik-baik saja?" tanya Draco.

Hermione mengangguk.

.

Hermione dan Draco makan siang di restoran Thailand yang dimaksud Hermione, awalnya Draco tidak begitu suka melihat penampilan Tom Yam yang ada di depan mereka, tapi kemudian memakannya juga.

Hermione tersenyum saat Draco akhirnya menikmati juga makanan yang dipesannya itu.

"Apa kau sudah pernah mencoba makanan India?" tanya Draco saat mereka berjalan kembali menuju kementrian, keduanya sedang makan Ice Cream yang dibeli Hermione di Convenient Store tidak jauh dari restoran tadi.

"Belum.." kata Hermione menggeleng. "Kau ingin mengajakku ke restoran India?" tanya Hermione.

"Tidak…" kata Draco.

"Lalu untuk apa bertanya?" kata Hermione memukul lengan Draco.

"Aku tidak akan mengajakmu ke restoran India Granger, aku akan mengajakmu ke India." Kata Draco.

Hermione kaget dan mulutnya terbuka. Ia kemudian sadar dan ingat siapa pria yang sedang berjalan disampingnya ini.

"Spoiled Brat." Kata Hermione pelan.

Draco tertawa. "Aku dilarang pergi meninggalkan Inggris sampai masa hukumanku berakhir, tapi setelah masa hukumanku berakhir apa kau mau jalan-jalan denganku?" tanya Draco serius.

"Jangan bercanda." Kata Hermione menghabiskan Ice Cream-nya lalu berjalan cepat ke arah gedung kementrian yang sudah terlihat.

Draco tertawa dan berjalan mengejar Hermione yang salah tingkah.

Ah, jadi ini rasanya punya kekasih sungguhan. Draco tersenyum.

"Granger… wait." Kata Draco tertawa.

.

"Apa kau lihat Draco Malfoy dan Hermione Granger tadi siang?" Harry Potter mendengar dua perempuan sedang bicara satu sama lain di lift. Harry baru kembali dari St. Mungo, ia baru saja menemani Ginny memeriksakan kandungannya.

"Iya,wah aku tidak menyangka kalau mereka berdua menjalin hubungan."

"Mereka bergandengan tangan dari ruangannya dan pergi makan siang bersama."

"Ku kira Hermione Granger masih berhubungan dengan Cedric Diggory."

"Lalu Cedric Diggory muncul dekat air mancur."

"Beberapa orang bahkan mengira Cedric dan Draco akan berkelahi di dekat air mancur."

Dua orang perempuan itu kemudian turun di lantai tiga sementara Harry terus sampai ke lantai enam dimana kantor Auror berada.

Harry tidak tahu ingin marah atau tertawa, Ia sudah tahu Malfoy memang menyukai Hermione.

-Flashback-

Draco sudah sekitar dua minggu ditempatkan di bagian Auror. Sebenarnya ia tidak seburuk rumor yang beredar di kementrian, Draco Malfoy memang arrogant, sombong, tidak sopan dan bermacam-macam sikap buruk lainnya yang sudah melekat padanya dari dulu.

Tapi hasil pekerjaannya baik. Ia ikut raid pertamanya dan melakukannya dengan baik, tidak membahayakan auror lain dan sesuai dengan standar prosedur mereka.

Jadi kesimpulannya, Draco Malfoy sebenarnya seorang profesional, hanya saja ia terlampau menyebalkan.

Kemudian Harry menyadari perilaku aneh Malfoy setiap Hermione datang keruangan mereka.

Malfoy akan hanya duduk diam di mejanya setiap Hermione ada diruangan mereka, tidak membuat masalah seperti biasanya. Malfoy akan duduk diam, pura-pura membaca sesuatu dan melirik Hermione dari sudut matanya.

Begitu terus setiap Hermione mengunjunginya atau Ron, terkadang Harry bersumpah kalau Malfoy tersenyum sambil melihat Hermione.

"Harry." Hermione menghampiri Harry yang sedang duduk mengerjakan laporannya. Hermione meletakkan bungkusan kecil. "Ini cokelat yang kau minta." Kata Hermione.

Harry memang sering meminta sesuatu pada Hermione, karena ada beberapa barang yang tidak diizinkan Ginny untuk dibelinya, seperti Cokelat impor atau bubuk teh hijau dari Jepang atau semacamnya.

Harry melirik Malfoy yang mejanya tidak jauh dari meja Harry, ia bisa melihat Malfoy memandang Hermione dengan tatapan yang berbeda. Harry bisa melihat sesuatu disana, sesuatu yang tulus, seperti cinta.

-End of Flashback-

Harry tertawa sendiri dan menuju ke ruangannya, ia harus memberitahu hal ini pada Ron, sebelum Ron tahu kemudian marah atau melakukan tindakan yang kekanak-kanakkan.

.

"Apa pekerjaanmu sudah selesai?" tanya Draco pada Hermione.

Hermione mengangguk, ia merapikan berkas terakhirnya dan kemudian mengambil tasnya dan kemudian berdiri menghampiri Draco yang sudah menunggunya.

"Aku boleh mengantarmu kan?" tanya Draco saat mereka berjalan menuju lift.

Hermione mengangguk. "Tentu sa…. Astaga!" Hermione teringat sesuatu.

"Ada apa?" tanya Draco. "Ada sesuatu yang tertinggal?" tanya Draco.

"Um, Draco, kurasa kau tidak bisa mengantarku pulang." Kata Hermione ingat ia dan Ron berjanji untuk pulang bersama malam ini.

"Ada apa?" tanya Draco

"Well, Ron dan Lavender sedang bertengkar dan untuk sementara Ron menginap di flat-ku, jadi kami akan pulang bersama." Kata Hermione menjelaskan.

"Weasel bertengkar dengan kekasihnya dan mengungsi di tempatmu?" tanya Draco ingin tertawa.

"Bersikap baiklah pada temanku." Kata Hermione ingin Draco mulai menghargai Harry dan Ron.

"Baiklah, baik, dimana Weasley sekarang?" tanya Draco. Jika memang ia tidak bisa mengantar Hermione sekarang, maka setidaknya ia ingin melihat wajah Weasley memerah melihatnya dan Hermione bersama.

"Kurasa ia menungguku di air mancur." Kata Hermione. Kemudian Draco menggandeng tangan Hermione memasukki lift yang menuju ke lantai dasar.

"Apa jika Weasley dan Potter melihatku bersamamu mereka akan langsung menyerangku?" tanya Malfoy.

"Kau takut?" tanya Hermione tidak bisa menyembunyikan tawanya.

"Tidak, aku tidak takut, hanya saja, aku perlu berhati-hati, kalau-kalau mereka tiba-tiba menyerangku saat aku tidur." Kata Draco menjelaskan.

"Yah, mungkin jika mood mereka sedang baik, kau akan mendapat celotehan panjang lebar tentang bagaimana kau tidak boleh menyakiti Hermione, tidak boleh membuatnya sakit hati, tidak boleh membiarkan sehelai rambutnya rontok dan semacamnya, tapi kalau mood mereka sedang buruk…" Hermione sengaja menggantung kalimatnya.

"Kalau mood mereka sedang buruk?" tanya Draco ingin tahu.

"Entahlah, aku hanya akan menyarankan untuk memegang tongkatmu erat-erat." Kata Hermione kemudian tertawa.

Terkadang ia masih tidak bisa memprediksi apa yang akan dilakukan oleh kedua temannya itu.

Draco dan Hermione sampai di lantai satu dan langsung menuju ke bundaran air mancur, dan sesuai dengan dugaan mereka, Harry Potter dan Ron Weasley sudah menunggu mereka disana.

Harry dan Ron melihat ke arah mereka berdua dengan tatapan siap menyerang Draco kapan saja, keduanya melipat tangan mereka di dada dan berdiri dengan posisi tegak.

Draco berusaha agar tidak tertawa, ia sudah menduga hal ini akan terjadi, tapi ia hanya mempererat tangannya di tangan Hermione, ingin memberitahu gadis itu bahwa semuanya akan baik-baik saja. Mereka berdua berjalan menghampiri Harry dan Ron.

"Mione." Kata Ron, wajahnya langsung memerah, seperti sedang menahan sakit perut.

"Hermione, Malfoy, kami berdua ingin bicara dengan kalian." Kata Harry, nadanya tegas dan jelas, menandakan bahwa ia tidak bisa dibantah kali ini.

Hermione menghela nafasnya.

.

Hermione duduk disamping Draco sementara Ron dan Harry duduk di depan mereka. Mereka berempat duduk di sebuah restoran sederhana di Muggle London.

Hermione bersikeras memaksa mereka makan di restoran Muggle agar ketiganya berpikir ulang sebelum menarik tongkat mereka dan saling menyerang satu sama lain.

"Granger, kau ingin pesan apa?" Draco membuka menu dan melihat menu yang tersedia disana. Hermione melihat menu yang dipegang Draco, tapi perutnya terlalu tegang untuk makan sesuatu saat ini.

"Ice tea." Kata Hermione tidak bisa memikirkan hal lain. Ia sedang fokus pada ekspresi Harry dan Ron yang tidak berubah dari tadi. Mereka berdua duduk dan melihat Draco tajam.

"Well…" kata Draco memulai. "Jadi apa yang ingin kalian katakan padaku?" tanya Draco menyeringai pada Harry dan Ron.

"Apa tujuanmu sebenarnya Malfoy?" tanya Ron langsung tanpa basa-basi.

"Tujuanku apa maksudmu?" tanya Draco pura-pura tidak mengerti.

"Kenapa kau tiba-tiba menyukai Hermione?" tanya Ron. Harry sudah menjelaskan pada Ron bahwa selama ini memang sepertinya Draco sudah menyukai Hermione, dan Harry juga sudah memperingatinya agar menahan dirinya.

"Listen, Weasley!" kata Draco tenang. "Aku tidak tiba-tiba menyukai Hermione, dan aku tidak punya maksud buruk sama sekali, apa yang akan kau lakukan ketika kau menyukai seorang perempuan?" tanya Draco retoris pada Ron.

Wajah Ron memerah. Harry menghela nafasnya.

"Kami tidak bisa percaya begitu saja padamu Malfoy!" kata Harry jauh lebih tenang.

"Aku tidak butuh kepercayaan kalian." Kata Malfoy tidak peduli.

Harry menghela nafasnya lagi. "Aku dan Ron akan membiarkan kau mendekati Hermione, untuk beberapa saat, dan jika kau berani melukainya…" kata Harry mengancam.

"Oh yeah Potter, jika aku melukai Hermione atau menyakitinya, atau membiarkan sehelai rambutnya rontok, maka kalian akan langsung mengirimku ke Azkaban?" tanya Draco menghina.

Raut wajah Harry berubah. "Malfoy, kau tidak akan tahu apa yang akan menimpamu jika kau melukai Hermione! 100 tahun di Azkaban bahkan masih lebih baik dari apa yang bisa kami lakukan padamu jika kau melukai Hermione." Kata Harry dingin.

Hermione menggenggam tangan Draco dibawah meja.

"Harry, sebaiknya kita pergi dari sini." Kata Ron tidak tahan lagi, wajahnya benar-benar merah, ia ingin menyihir Draco saat itu juga, ingin menumbuhkan ekor dipantatnya atau semacamnya.

"Mione, aku pergi dulu." Kata Harry pada Hermione.

Hermione mengangguk. "Hati-hatilah, salam untuk Ginny." Kata Hermione melihat kedua temannya itu pergi.

Hermione kemudian melihat ke arah Draco, ia tersenyum. "Sorry about that." Kata Hermione tidak enak pada Draco.

"Tidak apa, aku tahu cepat atau lambat aku harus menghadapi mereka, hanya saja aku tidak menyangka akan secepat ini." kata Draco tertawa.

"Well, kuharap kau tidak trauma, karena setelah ini kau masih harus menghadapi beberapa orang lagi." Kata Hermione memberitahu.

"Siapa?" tanya Draco, ia kemudian memanggil pelayan lagi, karena tadi mereka hanya memesan minuman dan Draco ingin sekaligus makan malam dengan Hermione sebelum mengantarnya pulang.

"Ayahku…" kata Hermione memberitahu.

"Baiklah…" kata Draco mengerti.

"Dan… Fred juga George." Kata Hermione pelan.

"Fred dan George Weasley?" tanya Draco.

Hermione mengangguk, ia sama sekali tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi jika Fred dan George tahu bahwa ia dan Draco menjalin hubungan. Ia bahkan tidak ingin mengingat bagaimana dulu mereka mengerjai Cedric.

"Well, at least we're on this boat together right?" tanya Draco.

Hermione tersenyum dan mencium pipi Draco. "Thank you"

Draco melihat Hermione dan benar-benar ingin menciumnya. Well, karena ia Draco Malfoy, maka Draco menurunkan kepalanya dan mencium Hermione. Hermione mendesah begitu merasakan bibir Draco yang lembut dibibirnya. Desahan Hermione langsung terdengar oleh bagian tubuh bawah Draco.

Draco meletakkan tangannya di paha kiri Hermione, Ia akan terus menerus meminta Hermione menggunakan rok ini karena belahan dibagian pinggirnya cukup tinggi. Perlahan tangan Draco naik, naik, dan naik sampai berada di ujung paha Hermione.

"Pesanan anda Sir." Kata Pelayan datang dan membuat mereka berhenti bericuman.

"Oh…" Hermione sadar bahwa mereka ada di tempat umum. Pelayan yang datang meletakkan makanan mereka di meja.

Draco memasang wajah yang normal, tapi tangannya tetap berada di paha Hermione, bergerak perlahan menuju bagian tengah, sampai bertemu dengan panty gadis itu. Draco menyelipkan jari tengahnya ke dalam panty Hermione dan membuat lingkaran kecil di bagian kulit yang ia temui.

Hermione menarik nafasnya, ia memukul tangan Draco pelan, tapi Draco hanya menyeringai sambil mengedipkan sebelah matanya. Tidak lama pelayan mereka pergi dan Draco menarik tangannya.

"Selamat makan Granger." Kata Draco seperti tidak terjadi apa-apa barusan.

Hermione meminum ice teanya langsung sampai habis. Draco Malfoy sialan, pikirnya dalam hati, Hermione mengipas-ngipas wajahnya dengan tissue.

"Kenapa disini panas sekali?" gumamnya.

Draco tertawa.

.

Draco akhirnya mengantar Hermione menuju Flatnya, mereka bicara sepanjang jalan tentang banyak hal, tentang buku yang dibelikan Draco untuk Richard Granger, tentang kawanan Centaur baru yang cukup koperatif dalam proses pendataan, tentang rencana Draco untuk mengunjungi Hagrid minggu depan karena ia ingin tahu sesuatu mengenai Hippogrif.

Hermione berkali-kali tertawa karena candaan-candaan yang dilontarkan Draco, dan menyadari bahwa selera humor mereka sama. Keduanya sama-sama bercanda dengan cara yang sama, cara yang tidak disukai banyak orang, mereka berdua melakukan sarkasme dengan sangat ahli.

Akhirnya mereka sampai di depan Flat Hermione.

"Sampai bertemu besok Malfoy." Kata Hermione, ia sudah berdiri satu tangga lebih tinggi dari Draco sehingga tinggi keduanya tidak lagi berbeda jauh.

"Sampai besok Granger." Kata Draco tersenyum, ia tahu Hermione tidak akan menawarkannya untuk masuk, ia tahu Hemione tipe wanita baik-baik, meskipun tadi ia membiarkan tangan Draco menjelajahi bagian tersembunyinya.

"Hati-hati." Kata Hermione.

"Apa kau tidak akan memberiku ciuman selamat malam?" Draco bertanya.

Hermione tertawa kemudian menarik dasi Draco dan menciumnya. Draco menghitung dalam hatinya, satu… dua… tiga…empat….

Hermione menarik bibirnya. "Selama malam Draco." Kata Hermione kemudian masuk ke pintu bangunan apartementnya.

"Selamat malam Hermione." Kata Draco pelan, kemudian be-apparating ke Malfoy Manor.

.

"Draco." Narcissa memanggil Draco yang sedang berjalan dari pintu masuk menuju ke kamarnya.

"Ada apa Mom?" tanya Draco.

"Apa kau bertengkar dengan ayahmu?" tanya Narcissa.

Draco menghela nafasnya. Lalu menceritakan apa yang terjadi saat malam pesta keluarga Greengrass.

Narcissa menghela nafasnya. "Apa yang harus kita lakukan pada ayahmu? Bagaimana caranya agar ia berhenti melakukan hal-hal gila seperti ini?" kata Narcissa tertekan.

"Entahlah Mom, tapi aku tidak akan membiarkan Father mengganggu kebahagiaanku." Kata Draco tidak peduli apapun yang akan dilakukan ayahnya.

"Jadi, bagaimana hubunganmu dengan Hermione?" tanya Narcissa ingin tahu.

Draco menyeringai, seketika itu juga Narcissa tahu.

"Berjalan dengan baik?" tanya Narcissa tersenyum.

Draco mengangkat bahunya, lalu berjalan menuju ke kamarnya.

"Draco, Mom ingin detail Son.." kata Narcissa penasaran dengan kehidupan cinta anaknya itu.

Draco tertawa. "Sorry Mom, jika aku menceritakannya maka rasa bahagianya akan berkurang." Kata Draco tersenyum sendiri.

Narcissa tertawa dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Kau sudah makan?" tanya Narcissa lagi.

"Sudah.. Aku akan pergi ke kamarku Mom." Kata Draco pamit dan menuju ke kamarnya. Narcissa mengangguk, dan ia kemudian pergi menuju ruang kerja Lucius.

Narcissa mengetuk pintu ruang kerja Lucius.

"Masuk." Kata Lucius dari dalam. "Cissy? Ada apa?" tanya Lucius menghentikan pekerjaannya, tidak biasanya istrinya itu mendatanginya di ruang kerja jika tidak ada sesuatu yang penting dan mendesak.

"Ada yang ingin kubicarakan." Kata Narcissa.

"Duduklah." Kata Lucius mengisyaratkan agar Narcissa duduk di kursi di depannya.

Narcissa berjalan mendekat dan duduk di depan suaminya itu.

"Ada apa?" tanya Lucius.

"Aku ingin kau berhenti berusaha menjodohkan Draco dengan Astoria." Kata Narcissa tenang dan jelas.

"Kenapa? Kau punya calon lain yang lebih baik?" tanya Lucius berusaha membuka pikirannya.

Narcissa menaikkan kaki kanannya keatas kaki kirinya, Lucius mengenal gestur itu, gestur yang menandakan bahwa Narcissa tidak ingin melakukan kompromi dengannya.

"Aku tidak ingin Draco tidak bahagia." Kata Narcissa memulai. "Aku tidak ingin Draco menghabiskan sisa hidupnya dengan perempuan yang tidak dicintainya." Kata Narcissa menjelaskan.

"Cinta akan datang dengan sendirinya Cissy, kita harus mencarikan Draco calon yang paling baik." Kata Lucius tetap pada pendiriannya. "Dan Astoria calon yang terbaik saat ini." kata Lucius.

"Tapi Draco sudah mencintai orang lain." Kata Narcissa.

"Siapa?" tanya Lucius tidak terima. "Aku tidak akan mentolerir Half-Blood." Kata Lucius kokoh.

"Kau harus menghilangkan pandanganmu tentang darah murni! Kita tidak lagi hidup di era Voldemort lagi, tidak ada lagi orang yang mementingkan kemurnian darah mereka lagi Lucius!" kata Narcissa marah.

"Tapi kita keluarga Malfoy! Aku tidak akan membiarkan nama Malfoy dinodai oleh darah-campuran atau lebih buruk darah-lumpur." Kata Lucius kesal.

Narcissa menggelengkan kepalanya, tidak mengerti jalan pikiran Lucius. Narcissa berdiri. "Tidak ada gunanya bicara denganmu." Narcissa pergi menuju pintu. Sebelum ia keluar, ia berbalik dan mengatakan sesuatu.

"Berubahlah Lucius, kau tidak akan mendapatkan apapun dengan prejudice-mu itu." Kata Narcissa kemudian keluar dan menutup pintu. Narcissa menuju ke kamarnya, mengambil bukunya lalu menuju ke kamar Draco.

"Draco." Narcissa mengetuk pintu kamar anaknya.

"Masuk Mom." Kata Draco. Narcissa masuk kekamar anaknya, ia melihat Draco di meja kerjanya sedang menulis sesuatu.

"Apa Mom boleh tidur disini?" tanya Narcissa.

Draco melihat Narcissa yang berdiri di depan pintu kamarnya, ia menghela nafasnya. "Mom bertengkar dengan Father?" tanya Draco. Narcissa akan selalu datang ke kamarnya dan tidur dengannya jika ia bertengkar hebat dengan Lucius.

Narcissa mengangguk dan menuju kekasur Draco. "Kau sedang mengerjakan apa?" tanya Narcissa.

"Aku sedang menulis surat." Kata Draco lemas, jika Mom tidur disini, itu berarti ia tidak akan mendapatkan tidurnya malam ini. Narcissa akan banyak bergerak, ia sebentar-sebentar akan memanggilnya dan bertanya apakah ia sudah tidur atau belum? Apa ia mau mendengar cerita Narcissa dulu atau tidak? Begitu terus sampai hampir pagi.

"Untuk siapa?" tanya Narcissa lagi.

Draco menghela nafasnya, Momnya terlalu ingin tahu semua urusannya, sepertinya memang ia harus pindah.

-Flashback-

Draco, Blaise dan Theo sedang makan siang bersama. Blaise kembali ke Inggris untuk merencanakan pernikahannya dengan Pansy dan Theo hanya bermain-main sambil sesekali membantu perusahaan ayahnya.

"Apa kau tidak ingin pindah dari Manor?" tanya Theo.

"Kenapa aku harus pindah?" tanya Draco tidak mengerti.

"Tidak banyak pria dewasa yang tetap tinggal dengan orangtuanya Drake." Kata Theo.

"Well, aku masih belum merasa harus pindah atau semacamnya." Kata Draco jujur. Malfoy Manor terlalu besar dan ia tidak merasa memerlukan ruang untuk sendiri. Ia bisa beberapa hari tidak berpapasan dengan kedua orangtuanya jika ia mau.

Jika ia membawa perempuan juga tidak akan menggangu kedua orangtuanya, tapi memang Auror yang berjaga dirumahnya sedikit mengganggu, apalagi jika Draco membawa perempuan pulang.

Well, bukan ia ingin membawa perempuan dalam waktu dekat, tapi memang jika dipikir-pikir tinggal dengan orangtuanya sedikit menghalangi ruang geraknya.

"Bagaimana jika kita tinggal di apartement bersama?" tanya Theo, "Aku sedang mencari roommate." Kata Theo memberitahu.

Blaise memutar matanya. "Drake, kurasa kau memang harus mempertimbangkan untuk pindah dari rumah orangtuamu, tapi jangan menyewa satu flat dengan Theo." Kata Blaise memberi saran.

"Lagipula, jika nanti hubunganmu dan Ms. Granger berjalan lancar bukankah kalian perlu privasi?" tanya Blaise.

Mereka bertiga tertawa.

-End of Flashback-

"Aku menulis surat untuk Hermione." Kata Draco menjawab.

"Benarkah? Apa isi suratmu?" tanya Narcissa benar-benar ingin tahu. "Itu bukan semacam sex-letter kan? Apa Mom boleh melihatnya?" tanya Narcissa lagi.

Draco menghela nafasnya. Sepertinya ia benar-benar harus pindah dari sini.

-To Be Continued-

Read and Review…

-dramioneyoja

.

.

Edited : 11/25/15