Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto

*Not own anything of Naruto.

*This story is originally made by me.


Future Depends On You

Written by Shady (DeShadyLady)

Chapter 12: Another Experiments (Eksperimen lainnya)


POV: Normal

"Kurasa idemu bagus, Sakura. Tapi.. aku tak akan lari dari kenyataan." ketegasan dapat dilihat dari mata Sasuke saat ia mengucapkan kalimat tersebut.

"Teme, kali ini aku sependapat denganmu. Ini adalah takdir kami. Kami sudah berubah, berbeda dengan yang lainnya. Kami tak akan menyalahkan siapa pun, yang jelas kami hanya ingin bertahan hidup dan membela kebenaran, hahaha" ucap Naruto dengan tawa, disusul Hinata dan Sakura yang tersenyum karena melihat tingkah Naruto.

"Tak lucu, dobe." Sasuke menatap datar Naruto.

"Ah, kau memang tak pernah asik, teme. Ini tak lucu, itu tak lucu, entah apa yang lucu untukmu." Protes Naruto.

"Sakura lucu bagiku." Balas Sasuke.

"A-apa? Maksudnya?" Sakura terkejut dengan pernyataan kekasihnya, lucu? Memangnya badut?

"Sudah, kembali ke topik. Aku akan tetap kembali menjadi dokter, Naruto menjadi detektif, Sakura menjadi asistenku dan Hinata menjadi pacar Naruto." Setelah berbicara, Sasuke baru menyadari bahwa ia tak tahu siapa Hinata sebenarnya dan apa yang dikerjakannya.

"Hi-nata?" panggil Sasuke.

"Ya?" balas Hinata, ia menatap Sasuke.

"Sebenarnya apa pekerjaanmu selama ini?" Naruto bahkan tak pernah cerita." tanya Sasuke.

"Haha, i-itu Hinata hanya membantu ayah-" perkataan Naruto disela.

"Sudah, Naruto-kun, aku akan mengatakannya." Hinata tersenyum pada Naruto.

Suasana hening, semua menunggu Hinata untuk berbicara.

"Aku adalah putri kebanggaan keluarga Hyuuga. Dulu, sewaktu berumur 1 tahun aku diculik, entah oleh siapa. Aku dan Neji nii-san tepatnya. Sepertinya karena mereka iri dengan perusahaan ayahku yang semakin maju. Yang aku tahu dari cerita orang tuaku, aku disuntik serum di bagian mataku. Mereka bermaksud membuatku buta. Tapi ternyata mata ini malah menerima serum itu dengan baik." Jelas Hinata.

"Ja-jadi Hinata, kau ju-ga?" Sakura masih tak dapat percaya. Masih bayi sudah dijadikan percobaan, sungguh kurang ajar yang melakukannya.

"Ya, dengan begitu aku juga hasil percobaan, meski aku tak ingat dan tak tahu siapa yang melakukannya." Balas Hinata.

"Jadi? Apa kekuatan matamu?" tanya Sasuke.

Hinata mengaktifkan matanya, tampak sejumlah urat di sekitar mata lavendernya. Sasuke dan Sakura terkejut dan Naruto biasa saja, ia malah terlihat bangga.

"Aku dapat melihat jauh ke depan. Dan juga dapat melihat tembus pandang meski semua visualnya hitam dan putih. Dengan mata ini juga aku dapat menyerang musuh dengan pukulan pada titik-titik vital seorang manusia, karena aku dapat melihat titik-titik itu dengan mata ini. Katanya mata ini bernama Byakugan" jelas Hinata.

"Waaah, keren." Sakura tampak sangat tertarik.

Sasuke hanya mengangguk, "Tidak buruk juga."

"Yosh, dengan begini apakah kita jadi sekumpulan orang-orang berkemampuan khusus? Apa kemampuan ini akan menurun pada anak kita ya nantinya?" Naruto memutar matanya ke atas seolah berpikir.

"Kalau mau tahu, buat saja anak sana, dobe." Balas Sasuke.

Pipi Hinata langsung memerah. Sakura menendang kaki Sasuke untuk menghentikan pembicaraannya. "Kenapa menendangku? Mau buat anak juga denganku?" protes Sasuke.

"Sialan kau, teme. Hentikan bicara vulgarmu itu, yaaa meski aku setuju sih." Naruto melirik Hinata, mata mereka bertemu sesaat dan Hinata segera memalingkan wajahnya karena malu.

"Jangan munafik, dobe. Kau jauh lebih mesum dariku." Balas Sasuke.

"Heh? Enak saja, tahu dari mana kau?" Naruto membela diri.

"Sudah berapa lama aku berteman denganmu Naruto baka? Kau pasti sudah melakukannya 'kan?" Sasuke mengangkat sebelah alisnya.

"Heh, kau juga jangan munafik teme, kau juga sudah 'kan?" Naruto menggeleng dan mengangkat bahunya. Tatapan mereka penuh arti pada satu sama lain.

"Diam kau, usuratonkachi." Sasuke malas membahas hal ini dengan Naruto.

"Apa? Kau menyuruhku diam? Dasar teme sialan. Baiklah, bagaimana kalau kita mengadakan lomba?" Naruto tersenyum.

Merasa tertantang, "Lomba? Lomba apa?"

"Siapa yang punya anak lebih banyak, dia menang, bagaimana?" tawar Naruto.

"Heh, hanya itu? Baiklah, aku terima tantanganmu." Sasuke mengangguk, mereka bahkan bersalaman sebagai tanda deal satu sama lain.

Pipi Hinata dan Sakura memanas, tentu saja mereka tak nyaman. Sakura perlahan berdiri dan menarik tangan Hinata. Kemudian mereka saling menatap dan pergi ke arah dapur dengan sedikit berlari. Kedua pria itu saling bertatapan penuh arti sampai tak sadar kedua wanitanya hilang dari tempat duduk.

"Eh? Hinata?" - "Sakura?" ucap Naruto dan Sasuke bersamaan.

"Kemana mereka?" tanya Sasuke.

"Entahlah, wanita memang susah ditebak." Naruto mengangkat bahunya. Naruto menyalakan televisi, Sasuke pun ikut menonton.

Sasuke dan Naruto tidak sadar telah membuat Hinata dan Sakura malu bukan main. Bayangkan, calon suamimu berkata seperti itu dengan temannya di depanmu? Oh, astaga. Dan disinlah Hinata dan Sakura saat ini, dapur.

"Sakura, a-apa kau sudah per-pernah?" tanya Hinata dengan malu-malu.

"A-aa, su-dah. Kau juga sudah 'kan?" balas Sakura dengan pertanyaan juga.

"Hm." Hinata mengangguk. "Dan aku rasa aku sudah telat datang bulan, Sakura."

"A-apa? Jadi kalian sudah sering melakukannya?"

"Hmm, bisa di bilang begitu, Sakura."

"Astaga, aku rasa beri tahu Naruto dengan segera. Atau kalau kau mau aku bisa membantumu mengambil alat tes kehamilan di rumah sakit."

"Benarkah? Ah terima kasih, Sakura." Hinata mengangguk. Sakura membalasnya dengan senyuman.

:::

"Hn, ya aku mengerti. Aku kesana sebentar lagi" Ucap Sasuke pada seseorang di ponselnya, kemudian menutup ponselnya.

"Ada apa, teme?" tanya Naruto.

"Shikamaru, ia melaporkan beberapa kasus kehilangan anak yang janggal, aku minta tolong dia untuk periksa." Mata Sasuke masih terpaku pada siaran berita di televisi, sebagian besar hanya mengenai bencana alam.

"Apa? Enak sekali kau menyuruh dia. Dan lagipula setahuku dia itu orang paling malas sedunia, mengapa dia mau melakukan hal ini?" Naruto bingung.

"Entah, aku hanya meminta tolong padanya dan dia langsung berkata 'OK'." Sasuke mengangkat bahunya. "Baiklah, aku harus kesana sekarang" Sasuke bangkit dari tempat duduknya.

"Eh, aku ikut!" Naruto segera mematikan televisi dan beranjak bangkit mendekati Sasuke.

"Kalian mau kemana?" tanya Sakura. Hinata dan Sakura kembali dengan gelas pada kedua tangan mereka.

"Menemui Shikamaru, salah satu teman detektif Naruto." balas Sasuke.

"Ikut!" teriak Sakura dan Hinata bersamaan.

"Baiklah." balas Sasuke.

"Eh, minum dulu air putih ini! Jangan kira kalian itu berbeda hingga tak perlu minum." teriak Sakura.

"Ya, ya, Nyonya Uchiha." Jawab Sasuke dan langsung menegak habis segelas air putih itu.

Sakura menyembunyikan wajahnya dengan menahan gelas air minum itu di bibirnya dan sengaja meminum dengan perlahan. Hinata dan Naruto tertawa dengan pelan melihat Sakura yang malu karena ucapan Sasuke. Dan menurut mereka, Sakura dan Sasuke memang saling cocok satu sama lain.

Setelah semua orang menghabiskan minumnya, "Yosh, kita berangkat." teriak Naruto dengan mengangkat kepalan tangannya.

:::

"Sasuke, kau serius berbicara dengan kehadiran mereka bertiga?" tanya Shikamaru. Saat ini mereka berada di ruangan rapat yang ada di rumah Shikamaru.

"Ya, tak masalah. Tenang saja. Kau sudah kenal Naruto, dan ini Hinata, dan Sakura." Sasuke menunjuk Hinata dan Sakura bergantian.

"Baiklah, kalau begitu aku jujur saja. Aku juga salah satu anak yang hilang itu dan di uji coba." Ujar Shikamaru dengan serius.

Seketika suasana hening dan seluruh pasang mata menatap Shikamaru heran.

"A-ada apa?" tanya Shikamaru, siapa yang tidak sweatdrop ditatap dengan intens oleh banyak pasang mata.

"Kau.. tak nampak seperti salah satu dari kami. Kau itu malas sekali, Shikamaru. Dan itu aneh, hahaha" tawa Naruto.

"Salah satu dari kalian? Maksudnya?" tanya Shikamaru.

Tanpa banyak bicara, Naruto mengaktifkan kekuatannya. Cahaya kuning kejinggaan muncul dari segala sisi badannya. Sasuke menyusul degan mata merahnya yang semerah darah, dilanjut dengan lengan bercahaya keunguan yang ia modifikasi dari kekuatannya, sekarang Sasuke tampak seperti mempunyai 2 lengan. Sakura tak mau kalah, tanda permata di dahinya berubah menjadi seperti tato di menjalar ke seluruh tubuhnya, Sakura juga dapat memunculkan cahaya hijau dari kedua tangannya. Hinata juga mengaktifkan mata lavendernya. Sesaat kemudian mereka berjalan mendekati Shikamaru dan pergerakan mereka terhenti entah karena apa.

"Heh, jangan kira kalian saja yang punya. Lihat ke bawah." Shikamaru tersenyum sinis.

"Eh, apa ini?" tanya Naruto

"Bayangan? Kau bisa mengikat pergerakan dengan bayanganmu?" tanya Sasuke.

"Yap, cemerlang. Kau memang hebat, Uchiha Sasuke." Balas Shikamaru.

"Em, Shikamaru. Maaf, jangan terlalu memujinya, nanti dia besar kepala." ujar Sakura.

Sasuke hanya menatap malas Sakura.

"Betul itu, Shikamaru. Dengarlah nyonya Uchiha jika tak ingin ia hancurkan." ujar Naruto. Hinata hanya tertawa pelan.

"Ha? Dia istrimu, Sasuke?" tanya Shikamaru tak percaya.

"Hn, calon." Sasuke mengangguk. "Saat ini mari kita bicarakan anak-anak yang hilang itu."

Sasuke menonaktifkan Sharingannya dan diikuti oleh semua orang yang juga menonaktifkan kemampuan mereka.

"Ya, emm, Sasuke, kemarin aku melihatmu memegang Black Book itu, apa kau membawanya?" tanya Shikamaru.

"Ya aku bawa." Balas Sasuke

"Baiklah, kita akan mencocokkannya dengan data yang aku temukan. Pertama aku akan menjelaskan hasil penelitianku dulu." Shikamaru berdeham "Anak yang hilang saat bayi ada 2, dari keluarga Hyuuga. Kemudian anak yang tiba-tiba telat bersekolah padahal sudah mendaftar, ada 2 juga dan sepertinya juga ada seorang kakak dari salah satu orang yang tiba-tiba berhenti sekolah. Tidak terkecuali 3 anak yang mempunyai nama dengan InoShikaChou tiba-tiba menghilang. Polisi juga menemukan beberapa keanehan pada salah satu keluarga yang anaknya hanya berumur 8 tahun tapi sudah pandai memainkan barbell dan semacamnya. Ada juga anak perempuan yang hobi bermain ninja dengan benda tajam asli seperti kunai dan shuriken. Terdapat juga seorang anak yang selalu membawa anjingnya ke mana-mana dan terkadang ia dan anjingnya bertengkar seperti layaknya teman. Terakhir, ada anak yang dapat mengeluarkan serangga dari tubuhnya." jelas Shikamaru dari buku tulisnya. Ia sangat serius dalam penelitian kali ini.

"Dengan begitu kita ada 12 orang." ujar Sasuke.

"Itu benar." Shikamaru melihat lagi ke catatannya. "Tunggu, bukannya 13? Bagaimana dengan kakak salah seorang anak itu?"

"Hn, itu kakakku. Dan jangan berharap padanya, ia sudah menjadi jahat." jelas Sasuke.

"Benarkah? Melihat kau yang menyeramkan seperti ini, aku rasa kakakmu tak kalah menyeramkan ya, Sasuke?" balas Shikamaru.

Sasuke mengangkat bahunya, "Aku tak peduli. Yang jelas jika dia menggangguku aku akan menghabisinya."

"Baiklah, sekarang bisakah aku mencocokkan data hasil penelitianku dengan Black Book itu?"

"Hn." Sasuke menyerahkan Black Book yang ia bawa. Ia mengaktifkan Sharingannya dan melihat pekerjaan, untuk memastikan Shikamaru tak membohonginya.

Halaman per halaman Shikamaru lewati, karena buku itu disusun berdasarkan tahun, maka ia mencoba membuka halaman buku tahun dimana ia dijadikan percobaan. Ia masih ingat, saat itu orang tuanya terpaksa memberikannya karena terlilit hutang yang sangat banyak. Untungnya ayah Shikamaru cerdik, ia terlebih dulu mencuri serum tersebut dan mencoba darah Shikamaru dengan serum tersebut dan hasilnya cocok. Shikamaru menemukan halaman yang menjelaskan mengenai dirinya dan dia membaca dengan seksama.


Test Subject 150

Percobaan Tim 'InoShikaChou'

Subjek dengan nama depan Shika, subjek mempunyai kemampuan untuk mengontrol bayangan dengan suntikan serum tinta hitam. Dia dapat mengikat pergerakan dengan bayangan. Bayangannya juga dapat bergerak hingga leher dan menekan atau mencekik makhluk hidup mana pun. Tidak hanya itu saja, subjek juga dapat berubah menjadi bayangan. Dan akan menjadi tidak tampak jika di tempat gelap. Subjek dilengkapi suntikan serum antibodi agar dapat bertahan tiga hari tanpa istirahat.

Code name: Shadow

Jenis kelamin: Laki-laki

Status: Hidup

Ciri-ciri fisik: Berambut hitam diikat ke belakang. Memakai anting pada kedua telinganya.

Rentang waktu percobaan: 1 tahun 3 bulan.

Ketahanan subjek: 6 tahun – sekarang.


Shikamaru tersenyum remeh setelah membaca tulisan itu. Dasar percobaan sialan, beraninya mereka sampai menuliskan hal seperti ini seolah mereka itu hanya barang percobaan bukan manusia. Naruto dan Sasuke memerhatikan Shikamaru dengan seksama, sedangkan Sakura dan Hinata berbincang ringan. Shikamaru tetap melanjutkan pencariannya pada dua temannya yang pernah ia jumpai Ino dan Chouji. Ia pun sampai pada halamannya.


Test Subject 151

Percobaan Tim 'InoShikaChou'

Subjek dengan nama depan Ino, subjek mempunyai kemampuan memasuki pikiran makhluk hidup hanya dengan menatapnya dan mengaktifkan kemampuannya dengan berkonsentrasi. Percobaan dilakukan dengan mengoperasi beberapa saraf dalam otak dan dilengkapi suntikan serum antibodi agar dapat bertahan tiga hari tanpa istirahat.

Code name: Hypnotician

Jenis kelamin: Perempuan

Status: Hidup

Ciri-ciri fisik: Berambut kuning pudar dan bermata biru pudar. Memakai anting pada kedua telinganya.

Rentang waktu percobaan: 1 tahun 3 bulan.

Ketahanan subjek: 6 tahun – sekarang.

.

Shikamaru membalikkan beberapa halamannya lagi, dan dia juga menemukan halaman yang berisi mengenai Chouji.


Test Subject 152

Percobaan Tim 'InoShikaChou'

Subjek dengan nama depan Chou, subjek mempunyai kemampuan mengubah makanan menjadi kekuatan yang besar. Subjek juga dapat berubah besar secara tiba-tiba. Subjek menyukai keripik kentang dan daging sapi. Percobaan pada subjek ini dengan menambah organ lain di dekat lambung subjek, organ tersebut menyerupai lambung yang sudah dimodifikasi agar dapat mengubah makanan menjadi kekuatan yang besar. Subjek juga dilengkapi suntikan serum antibodi agar dapat bertahan tiga hari tanpa istirahat.

Code name: Fatboy

Jenis kelamin: Laki-laki

Status: Hidup

Ciri-ciri fisik: Berambut coklat dan memiliki tanda spiral di kedua pipinya. Memakai anting pada kedua telinganya.

Rentang waktu percobaan: 1 tahun 3 bulan.

Ketahanan subjek: 6 tahun – sekarang.


Hari sudah menjelang sore. Shikamaru masih belum selesai dengan pekerjaannya. Ia masih membaca dan mencatat berulang kali. Sasuke juga masih duduk diam mengawasi. Untung saja hari ini dia tidak ada praktek apapun.

"Aaaah, kau lama sekali Shikamaru! Aku sudah lapar!" teriak Naruto sambil memegang perutnya.

"Berisik, kau bahkan bisa tahan 7 hari tanpa istirahat." balas Shikamaru dengan mata yang tetap menatap Black Book tersebut.

"Hmm, kalau dipikir benar juga, aku pernah lupa makan beberapa hari saat ujian akhir SMA dulu dan aku tidak apa-apa." ujar Sakura.

"Apa? Kau mau mati Sakura?" teriak Sasuke tiba-tiba.

Sakura tersentak dipandangi oleh mata merah itu dan aura hitam dari Sasuke, "Ma-maaf." Sakura menundukkan kepalanya, tubuhnya gemetaran.

"Teme, kau mau membunuh calon istrimu?" tanya Naruto.

Menyadari hal itu, Sasuke segera memegang Sakura "Maaf, Sakura. Tenanglah." Tanpa banyak basa basi Sasuke kembali memerhatikan pekerjaan Shikamaru.

Naruto menggelengkan kepalanya, "Hebat kau, Shikamaru. Aku rasa aku sudah mati diperhatikan berjam-jam oleh mata merah Uchiha ini."

"Naruto-kun, um, kalau kalian lapar aku rasa aku kan Sakura bisa masak. Jika diperbolehkan dan jika ada bahan-bahannya."

"Oh, silahkan saja. Aku sudah mulai lapar juga. Pergi saja ke dapur, kebetulan ayah dan ibuku sedang berlibur ke luar kota. Di rumah ini hanya ada aku dan kalian semua." ujar Shikamaru sambil mencatat.

"Baiklah, ayo, Sakura." Hinata berdiri dan menarik salah satu lengan Sakura.

Sakura masih belum berani berdiri, ia masih menunggu respon Sasuke.

"Pergilah." ujar Sasuke dan tersenyum tipis pada Sakura.

"Tenang saja, Sakura. Kalau teme macam-macam denganmu aku yang akan membunuhnya terlebih dulu." tambah Naruto.

Barulah Sakura pergi dengan Hinata menuju dapur.

Malam itu mereka habiskan berlima, makan bersama dan penuh canda tawa. Beberapa kaleng minuman dan piring kotor masih tergeletak di atas meja.

"Ah, masakan Hinata memang selalu enak." Ujar Naruto sambil meraba perutnya yang agak gembung sekarang.

Sasuke hanya memandang Sakura, mulutnya masih mengunyah onigiri isi ayam dan tomat. Ia hanya tersenyum dan duduk mendekati Sakura. Sakura membalas senyumnya pada Sasuke dan mengambil salah satu kaleng bir pada kotak yang masih tak tersentuh pada Sasuke. Sakura tak melarangnya? Sasuke sedikit tersentak tapi setelah selesai menelan onigiri itu ia segera meminum habis sekaleng bir itu.

"Sudah jangan terlalu banyak." Sakura memicingkan matanya.

"Tenang saja, kau sudah tahu aku siapa, Sakura." Sasuke membuka kaleng bir berikutnya.

"Terserahmu lah, asal jangan mencariku kalau ada apa-apa denganmu nanti." Sakura mengumpulkan piring bekas bersama Hinata. Ia tak memperdulikan Sasuke dan berjalan menuju dapur.

"Hn, ini kaleng kedua dan terakhir." balas Sasuke dan ia tahu Sakura mendengarnya meski Sakura hanya terus berjalan keluar ruangan.

Naruto sedikit menganga dan mengedipkan matanya berulang kali. "Sakura, hebat kau!" Naruto mengacungkan jempolnya. Seiisi ruangan itu menatap Naruto heran.

"Aku baru menemukan seseorang yang bisa menjinakkanmu, teme!" Naruto tampak sangat semangat sampai menggebrak meja.

"Berisik, Naruto." - "Berisik, dobe." Ucap Shikamaru dan Sasuke bersamaan dan memberi tatapan malas.

"Hahahaa, maaf maaf." Naruto menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.

"Shikamaru, apa kau mengenal orang-orang yang kau katakan tadi?" tanya Sasuke sambil menikmati birnya.

"Ya, ada dua, Ino dan Chouji." Balas Shikamaru.

"Ino? Kau bilang wanita bersama Sai itu?" Naruto tak habis pikir.

"Ah, dia memang menyukainya, ya aku tau itu aneh. Tapi dia sedang berusaha mengubahnya. Dan dia juga berada di bawah pengawasanku. Tenang saja." jelas Shikamaru.

"Hn, bisakah aku memercayaimu?" tanya Sasuke dengan aura mengintimidasi. Mata merah itu terlihat lagi.

"Aa, tenang saja." Jawab Shikamaru santai. Naruto yang melihat tingkah laku Shikamaru asal-asalan juga mendekatinya dengan melihatnya dari dekat. Sasuke juga maju dan menatap Shikamaru. Aura keduanya terlalu gelap, seketika Shikamaru sweatdrop dan menelan ludahnya.

"He-hei, kalian tenanglah. Aku serius." Shikamaru mengangkat kedua tangannya perlahan.

"Bagaimana menurutmu, teme?" tanya Naruto.

"Hn, kali ini kami memercayaimu, Shikamaru. Kau harus lebih berhati-hati." Ujar Sasuke yang membalikkan badannya.

"Besok tolong kau memanggil kedua temanmu itu." Ujar Sasuke tanpa melihat ke Shikamaru. "Dan aku yang akan mencari yang lain."

"Ya, baiklah." Balas Shikamaru. Shikamaru terdiam dan tersenyum sinis sesaat. 'Ternyata kau gampang diperdaya, Uchiha' gumam Shikamaru dalam hati.


To Be Continue


Haiii semuaa ya ini sudah lama banget baru sempat update lagi, hadeh.. maafkan author
selagi author masih belum punya pekerjaan full time, author akan update trus hehe
doakan saja ya cepat kelar ini cerita, sudah lama banget memang pingin author kelarin. tapi mungkin beberapa chapter lagi, kalau di chapter lalu author bilang 1-3 chapter lagi, ya semoga aja sgitu selesai, atau bisa jadi nambah lagi hehe supaya alurnya gak terlalu cepat.

Terima kasih semua untuk dukungannya selama ini. Bahkan ada yang PM author dan minta author lanjutkan ceritanya. Terima kasih banyak sudah read, review, favorite dan follow.

Balasan review

Asuka Kazumi: hehe, author juga suka kekuatan Sakura. ini sudah next. Thanks sudah read dan review :D

Hoshi Riri: yes, Hinata juga wkwk. ketebak ya? Thanks sudah read dan review :D

sarahachi: hai sara, wah hampir semua fic kamu review ya, author tersanjung lho *berlinangairmata hahaha. Nah flashback-flashback itu author rencanain chapter depan semua. sepertinya author harus kerja keras nih untuk chapter depan, hm. wkwkk sipp makasih lho dukungannya. Thanks sudah read dan review :D

hanazono yuri: sudah lanjut nih, maaf yah lama. Thanks sudah read dan review :D

puma 178: hahaha iya nih pingin kelarin yang ini sudah dari tahun kmaren ceritanya masih belum kelar2 :( salahkan otak author yang kadang tdk mau diajak kerja sama, hahaha. Masih banyak yang belum kelar, author kelarin dlu ya wkwk. Meski sebenarnya memang sudah ada fic baru, hanya belum di upload, ehh bocor wwkwk. Thanks sudah read dan review :D

sqchn: nah itu chapter depan ya wkwk skalian sama flashback yang lainnya. Thanks sudah read dan review :D

TheLimitedEdition: iya sudah lanjut, makasih sudah nungguin. Thanks sudah read dan review :D

Sooo bagaimana chapter ini? Ada yang kurang? atau lebih? Mind to write some review?

Sincerely,

Shady.