All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.
Chapter 14 : Ferret mengungsi di rumah Hermione.
14.
Hermione kaget begitu mendengar suara pop di ruang tamunya. Ia menyelesaikan bajunya dan langsung berlari keluar kamarnya. Siapa yang datang keflatnya pagi hari begini.
"Draco?" tanya Hermione begitu melihat Draco denga kopernya dan ditemani seorang house-elf yang juga membawa koper kecil.
Draco menjelaskan apa yang terjadi dengan cepat, ia memberitahu bahwa Lucius memasang ward dan mencegahnya keluar karena ia mengabaikan ayahnya. Ia tidak bisa kemana-mana selain kesini, lagipula ia tetap harus bekerja di kementrian atau masa hukumannya akan bertambah. Setiap ia tidak masuk satu hari, maka masa hukumannya akan bertambah satu bulan.
Dan seberapapun ia mulai menyukai bekerja di kementrian dengan Hermione, ia ingin liburan, dan lagipula bekerja sebagai karyawan bukanlah panggilan hidupnya.
"Jadi? Apa aku bisa tinggal disini?" tanya Draco.
Hermione berpikir sebentar, ia tahu jika ia membiarkan Draco disini maka mungkin Lucius akan melakukan hal yang tidak terbayangkan oleh mereka berdua.
"Letakkan dulu barangmu disini, kita pikirkan hal ini sepulang kerja." Kata Hermione.
Draco tersenyum, ia tahu Hermione tidak akan menerimanya begitu saja, tapi at least Hermione tidak langsung menyuruhnya pergi.
"Ah, Granger… ini Seezy." Kata Draco memperkenalkan peri rumahnya.
"Halo Seezy, senang bertemu denganmu." Kata Hermione mengulurkan tangannya.
Seezy menjabat tangannya pelan dan ragu-ragu, "Halo Miss Hermione, Seezy senang bertemu dengan Miss." Kata Seezy.
"Seezy, kau tinggal disini dulu, dan jangan menjawab panggilan Lucius atau Mom, am I clear?" tanya Draco memastikan Seezy tidak akan kembali ke Manor.
"Seezy mengerti Master." Seezy membungkuk.
Hermione kemudian mengambil tasnya, Ia dan Draco akan berangkat ke kementrian. "Seezy.." kata Hermione sebelum berangkat. "Jika kau lapar, kau bisa membuat makanan sendiri, masaklah sesuatu dari apa yang ada di dapur. Jika kau mengantuk tidurlah di kamar tamu" Hermione menunjuk pintu kamar tamu. "Jangan merepotkan dirimu, anggap saja rumah sendiri." Kata Hermione sebelum menghilang dengan Draco.
Seezy melihat ke sekelilingnya. Apartement Miss SPEW bagus, warna dindingnya terang dan beberapa tempat ditutupi gambar bunga dengan motif yang bagus. Seezy merasakan aura yang berbeda dengan Manor. Di Manor bahkan untuk berjalan dikoridornya saja Seezy takut, tapi Seezy tidak merasakan hal itu di sini.
Tidak ada lukisan-lukisan yang memarahinya, mengatakan bahwa Seezy hanya House-Elf tidak berguna, menghina Seezy, mengatakan bahwa Seezy lebih rendah dari sampah.
Seezy tersenyum, Seezy melihat kemoceng digantung dekat jendela. Jika Seezy membersihkan apartement Miss SPEW, pasti Miss SPEW akan senang sekali. Seezy bergerak dan mulai membersihkan jendela apartement saat Seezy tiba-tiba merasakan ada yang memperhatikannya.
-Dramione-
Hermione dan Draco tidak berada dalam mood yang bagus sepanjang hari, keduanya tidak bicara satu sama lain, jika ada seseorang yang mengajak mereka bicara maka mereka akan melirik orang itu garang dan menjawab mereka sambil setengah berteriak.
Seorang dari departement sport datang dan menyapa Hermione, tapi ia bahkan tidak mengatakan sesuatu untuk membalas sapaan orang itu dan tetap menjalankan pekerjaannya.
Beberapa orang melihat mereka berdua aneh. Sebenarnya mood Draco tidak terlalu buruk tapi karena mood Hermione buruk maka mood-nya ikut buruk.
"Hermione." Harry muncul dari depan pintu dan langsung menuju ke meja temannya itu. Harry langsung memasang silencing-spell dan Draco juga langsung membobolnya seperti biasa.
"Apa yang terjadi kemarin? Kenapa kau tidak datang ke burrow?" tanya Harry duduk di meja di depan Hermione.
"Aku ada urusan mendadak." Kata Hermione melirik Draco.
"Dengan orangtuamu?" tanya Harry.
Hermione diam. Jika ia menjawab iya, maka ia berbohong. Jika ia menjawab tidak, maka Harry akan bertanya lagi dengan siapa urusannya.
"Malfoy?" tanya Harry menebak.
Hermione tidak merespon tapi pipinya memerah. "Hermione, kau semakin mirip Ron semenjak dekat dengan Malfoy, kenapa pipimu cepat merah sekali?" tanya Harry terhibur.
"Berhentilah Harry." Kata Hermione .
"Jadi kau tidak datang ke Burrow karena ada urusan dengan Mafloy?" tanya Harry memastikan.
"Hmm…" Hermione mengiyakan dengan setengah hati.
Harry melihat Draco yang sedang memperhatikan mereka, Draco membuang mukanya.
"Apa kau serius dengan Malfoy?" tanya Harry wajahnya serius.
"Harry, kurasa ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini." kata Hermione menghindar.
"Cepat atau lambat kita harus membicarakan hal ini Hermione." Kata Harry bertindak seperti kakak laki-lakinya.
"Aku tahu, tapi kita tidak harus membicarakannya sekarang. Lagipula aku masih banyak pekerjaan." Kata Hermione menunjuk semua berkas yang ada di mejanya.
Harry menghela nafasnya. Lalu turun dari meja Hermione, "Molly memintamu datang minggu depan dan ajak Malfoy jika ia bisa." Kata Harry kemudian pergi.
Giliran Hermione yang menghela nafasnya. Ia melirik Draco. "Lihat, semuanya karena kau." Kata Hermione tanpa suara.
"Aku? Apa salahku?" tanya Draco pura-pura tidak tahu.
"Aku tahu kau menembus Silencing-Spell Harry kan." Kata Hermione kesal.
Ups. Pikir Draco. Ia langsung pura-pura fokus pada pekerjaannya. Hermione menulis sesuatu dengan penuh kekesalan di kertas, meremukkannya lalu melemparknya ke meja Draco.
Draco membuka kertas itu. Kemudian tertawa.
Draco tidak bisa membiarkan mood buruk menyelimuti mereka berdua. Draco melihat ke Apple-Watch yang dipakainya. Kemudian melihat Hermione yang juga menggunakan Apple-Watch yang sama dengannya. Draco tersenyum. Ia benar-benar merasa seperti remaja yang baru pertama kali memakai barang yang sama dengan pasangannya.
Sebentar lagi makan siang. Maka Draco membereskan mejanya dan berdiri mendekati Hermione.
"Granger."
"Apa?"
"Ayo makan siang." Kata Draco. Hermione menghela nafasnya, ia membereskan mejanya, mengambil ponsel barunya dan berjalan mendekati Draco.
Draco tersenyum dan menggandeng Hermione keluar dari kementrian. Mereka duduk di restoran Chinese, Hermione baru akan duduk didepannya saat Draco menariknya untuk duduk disampingnya, ada alasan tertentu kenapa Draco lebih suka Hermione duduk disampingnya daripada di depannya saat mereka makan di tempat umum.
Hermione baru akan memulai pidato panjangnya saat Draco mengangkat tangannya dan menandakan agar ia berhenti bicara.
"Granger, dengarkan aku dulu. Jangan memotong perkataanku!" Kata Draco jelas. Hermione tidak memberi respon, ia menunggu apa yang akan dikatakan Draco.
"Aku tahu kau tidak akan menerima aku tinggal di apartementmu untuk sementara, aku tahu kau perempuan baik-baik yang tidak akan tinggal dengan pria asing yang baru saja menjadi pacarmu beberapa minggu. Tapi aku benar-benar tidak punya pilihan lain…"
Draco mengangkat tangannya lagi. "Jangan potong perkataanku Granger!" kata Draco saat Hermione akan memotong perkataannya.
"Aku akan mencari apartement untuk tinggal, segera, begitu aku menemukan tempat yang cocok maka aku akan langsung pindah. Dan masalah Seezy, ia sudah menjadi peri rumah favoritku sejak dulu, aku tidak bisa membiarkannya disana begitu aku memintanya membawaku keluar. Ia pasti akan dihukum oleh Lucius." Kata Draco menjelaskan. "Kau tidak ingin Seezy yang malang terkena hukuman yang kejam kan Granger?" kata Draco sengaja memancing Hermione dengan kalimat terakhirnya.
"Bagaimana dengan ayahmu? Aku takut ia akan melakukan sesuatu pada kita." Kata Hermione kuatir.
Draco mengepalkan tangannya. "Ia tidak akan tinggal diam, tapi ruang geraknya terbatas, lagipula Manor masih dijaga Auror, kita tinggal minta mengetatkan penjagaan." Kata Draco berusaha terdengar tenang.
Hermione menghela nafasnya. "Kau tidur di kamar tamu." Kata Hermione akhirnya memberi keputusan.
"Oh, ayolah Granger…" kata Draco langsung protes. "Kasur di kamar tamu-mu terlalu kecil untukku." Kata Draco tidak ingin tidak tidur dengan Hermione.
"Sama saja Draco, jika kita tidur berdua di kasurku maka akan lebih sempit daripada kau sendiri di kasur di kamar tamu." Kata Hermione menjelaskan.
"Tidak, aku tidak mau tidur di kamar tamu." Kata Draco melipat tangannya di depan dadanya.
Hermione menghela nafasnya. "Kalau begitu aku yang tidur di kamar tamu, kau boleh tidur di kamarku." Kata Hermione sengaja. Ia ingin mengetes Draco, jika Draco akhirnya mengalah maka… Uh… Hermione tidak mau melanjutkan kalimatnya.
GIliran Draco yang menghela nafasnya. "Granger, apa kau pikir aku sejahat itu? Akan mengusirmu dari kamarmu?" tiba-tiba sesuatu terlintas dipikirannya. Seezy. Ah, Draco akan memberi hadiah untuk House-elf-nya itu.
"Granger, dimana Seezy akan tidur? Kita harus membiarkan ia tidur di kamar tamu, apa kau tega membiarkan Seezy tidur di sofa?" tanya Draco.
Mata Hermione membelalak. "Git." Kata Hermione mencubit lengan Draco kencang sekali. "Baiklah baik… kau tidur denganku di kamarku, puas sekarang?" tanya Hermione setengah berteriak.
Draco tersenyum lalu mencium bibir Hermione penuh dengan cepat. Hermione kaget dan matanya membelalak. "I love you." Kata Draco pelan.
Makanan mereka datang dan Draco langsung fokus pada makanannya, Hermione tersenyum, ia menyadari satu hal tentang Draco, makannya selalu banyak dan teratur dan jika sedang makan ia fokus sekali dan terlihat seperti anak kecil.
Hermione tertawa pelan.
"Apa yang lucu?" tanya Draco dengan mulut penuh makanan.
Hermione mencium pipi Draco dan memakan makanan di depannya.
Draco tersenyum dan kembali fokus pada makanannya, Ia tidak tahu cinta bisa terasa semanis ini, seindah ini, seperti uap kopi, hangat, wangi, lembut, dan membuatmu tetap terjaga sepanjang malam.
Draco dan Hermione berjalan bergandengan saat kembali ke kementrian. Draco hanya memberitahu Hermione bahwa ia dikurung ayahnya karena ia mengabaikan ayahnya, ia tidak memberitahu bahwa karena ada Astoria, dan ayahnya berusaha menjodohkan mereka berdua.
Meskipun cepat atau lambat Hermione akan tahu tentang masalah ini, tapi sekarang Draco hanya ingin menikmati hubungannya dengan Hermione.
"Apa kau pernah main ayunan?" tanya Hermione.
"Yah, beberapa kali, Mom pernah membuat ayunan kecil di taman belakang, tapi kemudian Lucius menghacurkannya." Kata Draco sambil lalu.
Hermione melihat Draco sedikit sedih, tapi kemudian ia tersenyum. "Aku senang sekali bermain ayunan, suatu saat nanti, jika aku sudah punya rumah sendiri dengan halaman yang luas aku akan memasang ayunan yang bagus." Kata Hermione membayangkan ayunan dari kayu yang bagus sekali.
Draco tersenyum lebar melihat Hermione menggambarkan ayunan dengan kedua tangannya. Hermione sangat ekspresif, ia selalu bercerita dengan tangannya, menggambarkan situasi dan keadaan dengan kedua tangannya dan gerak tubuhnya.
"Aku tahu kau suka ayunan, aku melihat fotomu dan ayahmu bermain ayunan di kamarmu." Kata Draco memberitahu.
"Itu ayunan pertamaku, dulu kami tinggal di Wiltshire, tapi kemudian pindah ke London. Halaman rumah kami di Wiltshire besar dan hijau, tapi kami bahkan tidak bisa menanam pohon di London." Kata Hermione mengeluh.
Draco mendengarkan cerita Hermione sepanjang jalan, tersenyum dan memberi respon yang tulus. Draco dan Hermione bicara sambil tersenyum sepanjang jalan menuju ke kementrian. Beberapa orang memperhatikan mereka, dan blits juga beberapa kali menyilaukan mata mereka. Tapi Draco hanya menggenggam erat tangan Hermione dan menjaganya agar tidak menjauh.
-Dramione-
"Lucius, kau tahu kalau Draco dan Hermione menjalin hubungan, kenapa kau masih berusaha menjodohkannya dengan Astoria?" kata Narcissa kesal.
"Aku tahu, tapi aku tidak bisa membiarkan Draco terus berhubungan dengan seorang Mudblood." Kata Lucius kesal. "Awalnya aku tidak akan mengganggu Miss Granger jika memang Draco tidak berniat serius, tadinya aku akan membiarkan Draco bermain-main sedikit lebih lama, Tapi melihat perilakunya hari ini, kabur dari rumah, membawa seekor House-Elf." Kata Lucius kesal.
"Lucius, apa yang kau harapkan dari usahamu menjodohkan Draco dengan Astoria? Sudah tidak ada lagi orang yang mementingkan kemurnian darah sekarang ini." kata Narcissa berusaha memberi pengertian pada suaminya itu.
"Tapi keluarga Malfoy tidak akan membiarkan darah lumpur menodai kemurnian darahnya. Siapapun darah lumpur itu." Kata Lucius.
Narcissa menggeleng, tidak percaya suaminya masih percaya tentang kemurnian darah yang tidak berguna.
"Kau tidak akan mendapatkan apa-apa dari hal bodoh ini." kata Narcissa kemudian keluar dari ruang kerja Lucius.
Lucius menghela nafasnya. Hermione Granger memang orang yang baik Lucius tidak meragukan hal itu, ia juga akan selamanya berterimakasih karena Miss Granger dan Harry Potter telah bersaksi untuk mereka bertiga dulu, Lucius akan membayar jasa mereka, jika Miss Granger membutuhkan bantuannya maka ia akan dengan senang hati membantu.
Tapi sebaik apapun perempuan itu, ia tidak layak untuk Draco Malfoy.
Narcissa dan Lucius menemukan kamar Draco kosong pada pagi hari. Narcissa tidak tahu kalau Lucius memasang ward di kamar Draco agar ia tidak bisa keluar. Begitu Narcissa tahu ia langsung marah, memberitahu bahwa Draco harus bekerja atau tidak masa hukumannya akan ditambah.
Lucius kaget, ia lupa bahwa Draco masih wajib bekerja di kementrian. Tapi kemudian tidak menunjukkan rasa bersalahnya. Narcissa memanggil Seezy, tapi Seezy tidak muncul, seketika itu ia tahu kalau Seezy yang membantu Draco pergi.
Narcissa seharian berpikir tentang apa yang harus dilakukannya, ia tidak bisa keluar dari rumah, tapi ia harus bertemu dengan Draco, memberitahu anaknya bahwa Lucius tidak akan tinggal diam dan akan melakukan sesuatu. Narcissa menulis sesuatu di kertas dan meminta salah satu house-elfnya mencari tahu dimana Seezy dan memberikan surat itu agar disampaikan pada Draco.
-Dramione-
Draco menunggu waktu pulang dengan tidak sabar, ia terus menerus melihat ke arah Hermione sepanjang hari, sekitar jam tiga Mr. Cole mengecek ke ruangan mereka dan mengatakan pada Draco agar berhenti memandangi Hermione dan fokus pada pekerjaannya.
Seisi ruangan tertawa mendengar teguran Mr. Cole pada Draco. Draco menyeringai dan berpura-pura fokus pada pekerjaannya sampai pergi, tapi kemudian memandangi Hermione lagi.
Draco berdiri di depan meja Hermione menunggu Hermione selesai dengan laporannya lalu mereka pulang bersama.
"Draco, sepertinya kita harus membeli bahan makanan." Kata Hermione.
"Suruh saja Seezy." Kata Draco sambil lalu.
Hermione memukul lengan Draco. "Bagaimana mungkin kau menyuruh mahkluk yang begitu kecil untuk membawa belanjaan, lagipula aku ingin pergi ke supermarket."
"Supermarket?" tanya Draco tidak mengerti.
"Well, supermarket adalah semacam pasar modern di dunia Muggle."
"Jadi kau akan mengajakku ke dunia muggle lagi?" tanya Draco saat mereka sudah berjalan keluar dari kementrian dengan banyak karyawan lain yang juga keluar, ingin segera pulang ke rumah mereka masing-masing.
Hermione menggenggam tangan Draco dan ber-apparating ke suatu tempat di Muggle London.
Draco langsung terkesima dengan banyaknya barang-barang asing yang belum pernah dilihatnya sebelumnya. Hermione menariknya dan berkata jangan melamun dan stay close. Draco menganga sebentar melihat tempat yang luas, terdiri dari banyak lorong-lorong, dengan lampu berwarna putih terang, dan ada banyak muggle yang mayoritas perempuan.
Hermione menyuruhnya mendorong suatu trolly yang mirip dengan trolly di stasiun hanya saja sedikit berbeda model. Mereka berjalan menyusuri lorong-lorong yang berisi berbagai macam benda. Mulai dari makanan yang dikenali Draco sampai tidak dikenalinya. Draco mengenali roti, keju, susu, daging dan beberapa makanan lainnya, tapi ia baru pertama kali mendengar yogurt, bacon, nuttela dan beberapa produk aneh yang dikemas di botol atau di kaleng.
Hermione kemudian menyuruh Draco berhenti dan diam di depan suatu lorong.
"Tunggu disini, jangan kemana-mana." Kata Hermione kemudian masuk kelorong itu, tidak lama ia kembali dengan barang yang belum pernah dilihat Draco sebelumnya.
"Apa yang kau ambil?" tanya Draco penasaran.
"Kau tidak perlu tahu." Kata Hermione meletakkan barang yang diambilnya itu di ujung trolly, agar tidak terjangkau oleh Draco.
Draco tidak akan pernah benar-benar mengerti bagaimana dunia Muggle bekerja, mereka mengambil sendiri barang yang mereka inginkan, kemudian mengantri di kasir, setiap barang kemudian di sinari cahaya merah dan bunyi beep yang tinggi dan kencang akan terdengar.
Hermione kemudian membayar dengan uang Muggle dan mereka berdua membawa belanjaan mereka keluar dari supermarket.
"Blimey Granger, kenapa tempat-tempat di dunia muggle sangat aneh?" kata Draco sedikit bingung dan sedikit terkesima.
"Well, percayalah kalau para Muggle melihat dunia sihir mereka juga akan menganggap dunia sihir aneh."
Mereka berjalan kesebuah jalan yang sepi, setelah memastikan tidak ada orang disekeliling mereka. Hermione lagi-lagi menggenggam tangan Draco dan ber-disapparate langsung ke apartement-nya.
"Seezy?" kata Draco begitu melihat Seezy bergelantungan di atas kipas di langit-langit apartement Hermione.
"Master Draco, Miss Hermione, tolong Seezy." Kata Seezy sedih sekali, ia terlihat begitu ketakutan.
"Ada apa Seezy ?" tanya Hermione kuatir, ia segera meletakkan plastik belanjaannya kemudian berdiri di bawah kipas itu. " Seezy, ada apa? Kenapa kau diatas?"
"Ada kucing jahat yang ingin memakan Seezy." Kata Seezy menjelaskan sambil menunjuk Crookshanks yang duduk di meja dapur sambil memperhatikan Seezy.
"Astaga…." Hermione berseru tidak habis pikir.
Draco tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. "Granger, kurasa kucingmu sudah terlalu berlebihan. Apa kau lupa memberinya makan tadi pagi?" tanya Draco.
"Seezy, turunlah! Master Draco tidak akan membiarkan kau di makan oleh kucing gendut jelek itu." Kata Draco menyuruh Seezy turun.
Seezy terlihat takut dan ragu-ragu. "Tidak apa Seezy." Kata Hermione menambahkan. Kemudian dengan suara pop yang kencang, Seezy sudah berdiri di balik kaki Draco sambil bersembunyi ketakutan.
"Crook." Hermione memanggil kucingnya, Crookshanks melompat turun dari meja lalu berjalan ke arah Hermione, Draco dan Seezy.
"Crook, kenapa kau bersikap jahat pada Seezy?" tanya Hermione dengan kedua tangannya di pinggang.
Crookshanks mengeong.
"Tidak? Kau tidak bermaksud jahat?" tanya Hermione lagi menerjemahkan bahasa Crookshanks.
"Kalau begitu kenapa Seezy ada di atas sana seharian?"
Crookshanks mengeong lagi.
Hermione menghela nafasnya, Draco tertawa melihat interaksi Hermione dengan kucingnya. Bagaimana mungkin ia bertanya dan menjawab sendiri pertanyaannya.
"Seezy." Hermione memanggil pelan. " Seezy, Crookshanks tidak bermaksud jahat padamu." Kata Hermione memberi tahu. "Kemarilah." Kata Hermione pada Seezy.
Seezy yang dari tadi hanya melihat Crookshanks dengan tatapan takut, berjalan pelan menuju Hermione dan Crookshanks. "Elus-elus saja kepalanya pelan." Kata Hermione pada Seezy sambil mencontohkan. Seezy mengulurkan tangannya pelan ke kepala Crookshanks dan mengelus kepala kucing itu pelan.
Crookshanks mengeong pelan.
"Lihat… tidak apa-apa kan?" kata Hermione pada Seezy. Draco yang dari tadi hanya menonton interaksi mereka bertiga benar-benar terhibur dan tidak tahu harus melakukan apa.
-Dramione-
"Seezy dan Crookshanks tidur di kamar tamu." Kata Draco naik ke kasur dan memeluk Hermione dari belakang.
"Baguslah." Kata Hermione menarik selimutnya lebih tinggi. "Aku tidak tahu House-elf takut pada kucing." Kata Hermione bergerak sedikit, membuat agar dirinya lebih nyaman berada di pelukkan Draco.
"Kurasa karena kucingmu terlalu mengerikan."
Hermione tertawa. "Tapi mereka sudah akrab sekarang." Kata Hermione lagi.
Seezy dan Crook sudah akrab, bahkan Crookshanks lebih bisa menerima Seezy daripada Draco.
Tiba-tiba suara pintu kamar Hermione diketuk. "Master Draco." Kata Seezy dari luar.
"Ada apa Seezy? Masuklah!" kata Draco menyuruh Seezy masuk. Seezy mengintip dari depan pintu.
"Ada apa Seezy? Masuklah!" kata Hermione mengulang perintah Draco, kemudian Seezy masuk dan berjalan pelan-pelan.
"Ada House-elf dari Manor yang ingin bertemu dengan Seezy, ia berkata ingin memberikan surat dari Mistress Narcissa." Kata Seezy memberitahu. "Apa Seezy boleh menemuinya?" kata Seezy pelan.
Draco melirik Hermione, Hermione melirik Draco.
"Aku tidak yakin ini ide yang bagus." Kata Hermione. Draco mengangguk setuju. "Bagaimana jika itu semacam jebakkan dari ayahmu?" tanya Hermione lagi.
Draco mengangguk, apapaun bisa terjadi sekarang. Mereka berdua harus berhati-hati.
"Jadi apa yang harus Seezy lakukan?" tanya Seezy takut.
"Tapi bagaimana jika memang Narcissa ingin memberitahumu sesuatu?" tanya Hermione lagi lebih pada dirinya sendiri.
"Seezy, kau bisa mengatakan pada house-elf itu untuk meletakkan suratnya di villa di Wiltshire, lalu kau akan mengambilnya disana, kita tidak bisa memberitahu keberadaan kita." Kata Draco mengambil keputusan.
Hermione melihat Draco. Ia baru mengatakan sesuatu tapi kemudian menahannya. " Seezy, kau harus memastikan saat kau kembali kesini tidak ada yang mengikutimu." Kata Hermione lagi.
"Seezy mengerti Miss." Kata Seezy membungkuk.
"Kalau begitu kau bisa pergi sekarang." Kata Draco memberi perintah lagi. Seezy kemudian berjalan keluar dan menutup pintu.
"Aku kuatir, apa Seezy akan baik-baik saja?" tanya Hermione pada Draco.
"Entahlah, aku juga tidak tahu." Kata Draco kemudian kembali merebahkan tubuhnya.
"Aku takut Lucius akan melakukan sesuatu." Kata Hermione.
"Tenanglah, ia tidak akan bisa melakukan apa-apa pada kita." Kata Draco menarik Hermione ke pelukannya.
"Ah aku teringat sesuatu." Kata Hermione.
"Apa?"
"Apa kau selalu memberi keputusan pada seseorang seperti tadi?"
"Seperti tadi apa?" tanya Draco tidak mengerti.
"Dari mana kau mendapat ide untuk menyuruh Seezy dan House-Elf dari Manor bertemu di Wiltshire?" kata Hermione.
Draco bisa menyelesaikan masalah yang mereka hadapi mereka dengan cepat. Hermione selama ini terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri dan bahkan menyelesaikan masalah orang lain, sehingga melihat Draco tadi dengan cepat menyelesaikan masalah mereka, ia merasa sedikit takjub.
"Hermione, kau harus tahu bahwa aku tidak sebodoh Weasley. Aku bisa mengambil keputusan sendiri dan menyelesaikan masalahku sendiri." Kata Draco menjelaskan sambil menyeringai.
Ia tahu Hermione biasa menyelesaikan semua masalah orang-orang di sekitarnya, tapi Draco bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Lagipula ia terbiasa memberi perintah pada orang dan memutuskan banyak hal untuk dirinya sendiri dan orang lain.
Hermione tersenyum. "Baguslah." Kata Hermione. "Aku sekarang benar-benar yakin dengan julukanmu… Slytherin Prince."
"Apa kau baru saja meledekku?" tanya Draco tidak percaya. Hermione tertawa.
"Well, aku sudah membuktikan padamu kalau aku memang Slytherin Prince…" kata Draco menggantung kalimatnya. "Apa aku juga sudah membuktikan bahwa aku Slytherin Sex God?" tanya Draco mulai mencium leher Hermione.
"Mmmmh…" Hermione mendesah.
Tiba-tiba pintu kamar mereka di ketuk lagi.
"Seezy?" tanya Draco bangun dan berjalan menuju ke pintu kamar.
"Master Draco, Seezy sudah membawa surat dari Mistress Narcissa." Kata Seezy memberitahu. Draco membuka pintu dan mengambil surat yang diberikan Seezy padanya.
"Kau boleh beristirahat sekarang." Kata Draco.
Seezy mengangguk dan pergi. Draco sudah memegang surat itu dan berjalan mendekati Hermione. Hermione mengambil tongkatnya dan melakukan pengecekkan sederhana, memastikan tidak ada yang berbahaya dalam surat itu.
Draco duduk disamping Hermione dan mereka membuka surat itu.
Draco,
Mom tidak tahu kau ada dimana jadi Mom menyuruh salah satu House-elf untuk mencari tahu dimana Kau dan House-elf-mu berada.
Ayahmu tidak akan tinggal diam, Ia sudah tahu hubunganmu dengan Hermione dan tidak menerimanya dengan tangan terbuka, untuk saat ini Mom belum tahu apa yang akan dilakukannya, tapi Mom ingin kau dan Hermione berhati-hati.
Mom akan memberitahu lagi jika ada perkembangan, dimanapun kau berada sekarang, berhati-hatilah. Kita tidak tahu apa yang bisa dilakukan Lucius.
Narcissa.
"Draco, kenapa kau berbohong padaku?" tanya Hermione begitu selesai membaca surat itu.
.
.
-To Be Continued-
.
.
RnR guys…
.
.
-dramioneyoja
