All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.
Chapter 15 : Ferret dan Pinky Swear lainnya.
15.
"Draco, kenapa kau berbohong padaku?" tanya Hermione begitu selesai membaca surat itu.
Draco melihat ke arah Hermione, tidak langsung menjawab pertanyaan gadis itu.
"Draco, kau bilang kau bertengkar dengan ayahmu karena kau mengabaikannya, lalu kenapa Narcissa berkata bahwa Lucius tidak menerima hubungan kita?" tanya Hermione lagi
"Kenapa kau berbohong?" tanya Hermione lagi. "Apa Lucius berusaha mengurungmu karena kau berhubungan denganku?" tanya Hermione bertubi-tubi.
"Granger, dengarkan aku dulu." Kata Draco berusaha menjelaskan sebelum Hermione marah.
"Draco, kenapa kau harus berbohong? Kenapa kau tidak mengatakannya saja dari awal?" tanya Hermione tidak memberi kesempatan pada Draco untuk menjelaskan.
"Granger, beri aku kesempatan bicara!"
"Untuk apa? Agar kau bisa mengarang lebih banyak kebohongan lagi?" kata Hermione sudah kesal sekali, ia sekarang berdiri di hadapan Malfoy sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang.
"Granger, astaga! Jangan bersikap berlebihan!" kata Draco terdengar mulai frustrasi.
"Berlebihan? Kau bilang aku berlebihan? Draco, kita tidak bisa menjalin hubungan jika kau akan bersikap seperti ini."
"Astaga Granger! Ini bukan hal besar, for merlin's sake." Kata Draco sekarang juga berdiri, mereka berhadapan. "Aku tidak secara sengaja menyembunyikan ini darimu, lagipula aku tahu apa yang akan terjadi jika kau tahu, aku tahu kau akan langsung menolakku untuk tinggal disini. Aku tidak berbohong padamu, hanya tidak mengatakan semuanya secara mendetail." Kata Draco berusaha membela dirinya.
Hermione menarik nafasnya, melipat tangannya di dada, Draco benar jika ia memberitahu Hermione semuanya dari awal, Hermione tidak akan berpikir dua kali untuk menyuruh Draco mencari tempat lain. "Baiklah, aku akan mendengar penjelasanmu, yang lengkap! Dan jangan berani untuk meninggalkan satu detailpun dari ceritamu!" Kata Hermione berusaha berpikiran dingin.
Giliran Draco yang menarik nafasnya. "Hari minggu, saat aku pulang dari sini, Astoria ada di rumah."
"Astoria Greengrass?" tanya Hermione memastikan.
"Iya, Astoria Grenngrass." Kata Draco mengiyakan. "Belakangan ini, Lucius mulai gencar mendekatkanku dengan Astoria." Kata Draco pelan.
Hermione menutup mulutnya dengan tangannya.
"Oh… Jangan berlebihan Granger." Kata Draco menarik tangan Hermione yang menutupi mulut perempuan itu kemudian menggenggamnya. "Lucius berusaha mendekatkanku dengan Astoria, sepertinya di berencana menjodohkan kami atau semacamnya, tapi aku tidak mau." Kata Draco menekankan kalimat terakhirnya.
"For Merlin's Sake Granger! Aku sudah bilang bahwa aku mencintaimu, aku tidak akan kemana-mana, tidak ada perempuan yang bisa membuatku berpaling darimu." Kata Draco menegaskan sambil memegang erat tangan Hermione.
"Lalu apa yang terjadi saat Astoria ada disana?" tanya Hermione lagi.
"Well, sebenarnya tidak ada yang terjadi, aku hanya mengabaikan mereka, aku langsung menuju ke kamarku untuk beristirahat, dan keesokan paginya, saat aku mau berangkat, Lucius sudah memasang ward." Kata Draco memberitahu lagi.
"Hanya itu?" tanya Hermione memastikan. Draco mengangguk. "Tidak ada lagi yang kau sembunyikan dariku?" tanya Hermione lagi. Draco mengangguk lagi.
"Draco, aku ingin menegaskan satu hal." Kata Hermione, Draco tidak bisa membaca ekspresi wajahnya. "Aku tidak ingin kita menyembunyikan apapun satu sama lain, jika kau tidak bisa mempercayaiku maka aku juga tidak bisa mempercayaimu. Jadi kumohon jangan berbohong lagi atau menyembunyikan sesuatu dariku." Kata Hermione terdengar sedih.
"Aku tidak berbohong Hermione… aku hanya…"
"Hanya menghilangkan detail penting dari ceritamu." Kata Hermione memotong perkataan Draco. "Apa bedanya dengan berbohong?" kata Hermione tidak terima.
Draco menghela nafasnya, tidak ada gunanya berdebat dengan Hermione, Draco tahu ia harus berhenti dan mengalah disini jika tidak ingin perdebatan mereka berubah menjadi pertengkaran.
"Baiklah, aku tidak akan melakukannya lagi." Kata Draco menggerutu seperti seorang anak kecil yang dipaksa ibunya berjanji tidak akan diam-diam makan cokelat lagi.
Draco menghela nafasnya dan naik ke kasur, lalu ia menarik selimut sampai menutup wajahnya.
"Draco Malfoy!" kata Hermione tidak percaya apa yang dilakukan Draco. "Kau merajuk? Draco!" Kata Hermione tersenyum, ia juga naik ke kasur dan berusaha menarik selimut yang menutupi wajah Draco. Tapi Draco menahan selimut itu.
"Draco Malfoy!" kata Hermione tersenyum melihat Draco yang bertindak seperti anak kecil, ia masih berusaha menarik selimut itu.
"Tidur saja Granger!" Kata Draco ketus tetap menutup wajahnya dengan selimutnya.
Hermione menyerah, ia berbaring di samping Draco yang sedang mengambek.
Hermione menghela nafasnya, melipat kedua tangannya di perutnya dan memandang ke langit-langit kamarnya.
"Apa ayahmu tidak menyetujui hubungan kita karena aku seorang Muggle-Born?" tanya Hermione pelan, ia sudah tahu jawabannya pasti iya-tentu-saja, Lucius pasti menolaknya karena ia seorang mudblood, tapi mulut bodohnya malah bertanya lagi, seakan-akan kalau ia bertanya jawaban Draco akan berubah.
Draco menarik nafasnya, Ia membuka selimutnya. "Kau tidak usah memedulikan Lucius, aku tidak peduli apa kau Muggle-Born, Squib, Muggle sekalipun, aku mencintai Hermione Granger karena hatinya, karena pemikirannya, karena siapa dirinya sebenarnya, dan karena dia memukulku di tahun ketiga di Hogwarts…" Hermione tertawa pelan. "Dan tidak akan ada yang mengubah hal itu, kau tidak perlu khawatir Granger." Kata Draco memberitahu.
"Apa kau yakin Lucius tidak akan melakukan sesuatu?" tanya Hermione masih cemas.
Draco sekarang berada dalam posisi yang sama. Ia meletakkan kedua tangannya di perutnya dan memandang ke langit-langit kamar Hermione.
"Aku tidak bisa menjamin, bagaimanapun juga Lucius tetap seorang mantan pelahap maut, apa yang bisa kita harapkan darinya?" tanya Draco retoris.
"Tapi seperti yang kubilang tadi siang, gerak-geriknya selalu di awasi oleh kementrian, jika kau memang benar-benar kuatir, maka kita bisa meminta Auror untuk berjaga disini." Kata Draco menawarkan.
"Jangan bercanda." Hermione memutar badanya sehingga Ia sekarang menghadap Draco. "Aku bahkan lebih terlatih daripada Auror professional." Kata Hermione memberitahu, ia ingin Draco tahu bahwa ia bisa menjaga dirinya sendiri.
"Draco!" Hermione menahan kepalanya dengan sebelah tangannya dan mengulurkan tangannya yang lain untuk menyusuri lengan pria pirang di depannya. "Aku tidak terlalu mengkuatirkan apakah Lucius akan menyerang kita atau semacamnya. Aku takut ia mengincar kedua orangtuaku." Kata Hermione memberitahu ketakutan utamanya.
Hermione selalu mengkuatirkan kedua orangtuanya, Ia tidak mengirim orang-tuanya dulu ke Australia tanpa alasan, ia sudah mempertimbangkan banyak hal dan akhirnya memutuskan untuk mengirim orangtuanya ke Australia demi keselamatan mereka.
Dan ia tidak akan mengambil risiko juga kali ini, ia akan melakukan apapun untuk memastikan bahwa orangtuanya aman.
"Apa kau memasang ward di rumah orangtuamu?" tanya Draco.
"Well, iya tentu saja, tapi aku tetap saja menjadi cemas." Kata Hermione.
"Aku yakin Lucius tidak akan melakukan apa-apa dalam waktu dekat, bagaimana jika hari Sabtu kita mengunjungi keluargamu dan memastikan rumah mereka terlindung. Aku tahu beberapa Ancient-Spell yang digunakan untuk melindungi Manor." Kata Draco memberitahu. Ia mengerti Hermione mencemaskan kedua orangtuanya
Hermione mengangguk.
"Baiklah, sekarang kau mau tidur atau mau melanjutkan kegiatan yang kita lakukan sebelum Seezy datang?" tanya Draco menyeringai.
Hermione tertawa, bagaimana pria di depannya masih bisa memikirkan tentang hal seperti itu.
"Apa kau berjanji tidak akan berbohong lagi?" tanya Hermione tersenyum sambil mengulurkan jari kelingkingnya.
"Iya… iya… aku berjanji tidak akan berbohong pada Hermione Granger lagi." Kata Draco mengaitkan jari kelingkingnya sambil menggerutu.
"Git." Kata Hermione mencium bibir Draco dan melingkarkan tangannya di leher pria pirang itu.
-Dramione-
Hermione baru bangun dan menuju dapur untuk mengambil air dingin saat Ia melihat Seezy sudah memasak di dapur dengan celemek kecil terpasang di tubuhnya. Ia berdiri di atas kursi di depan kompor karena badannya terlalu pendek untuk mencapai kompor.
"Seezy." Kata Hermione kaget.
"Selamat pagi Miss Hermione." Kata Seezy membungkuk sambil memegang spatula di tangannya.
"Kenapa kau bangun pagi sekali?" tanya Hermione kemudian mengambil gelas dan mengambil air dingin dari kulkasnya.
"Seezy harus membuat sarapan untuk Master Draco dan Miss Hermione." Kata Seezy memberitahu.
Hermione menghela nafasnya, sifat asli house-elf memang sudah terlalu sulit untuk di ubah, hanya ada beberapa peri rumah yang memiliki keinginan untuk bebas, sementara sisanya tetap merasa harus melayani majikan mereka.
"Seezy, kau tidak perlu merepotkan dirimu disini." Kata Hermione memberitahu.
Tiba-tiba Seezy menjadi sedih. "Tapi Seezy ingin melayani Master Draco dan Miss Hermione." Kata Seezy mulai menangis.
"Jangan menangis Seezy." Kata Hermione panik. "Baiklah… baik… kau bisa membuat sarapan, Oh Seezy jangan menangis, aku tidak marah padamu." Kata Hermione tidak enak.
Seezy menghapus air matanya dan kembali fokus pada masakkannya.
"Oh iya, Seezy apa aku bisa minta tolong?" tanya Hermione ingat sesuatu.
"Tentu saja Miss, Seezy akan melakukan apapun." Kata Seezy memberitahu.
"Apa kau bisa memberi makan Crookshanks pada sore hari?" tanya Hermione.
Mata Seezy membesar karena senang, tapi kemudian langsung berubah menjadi sedih.
"Ada apa?" tanya Hermione panik lagi. "Kau tidak perlu melakukannya, tidak jadi, aku tidak jadi meminta bantuanmu Seezy, jangan sedih…" kata Hermione lagi.
"Tidak Miss, bukan itu… Seezy dengan senang hati memberi makan Crookshanks, hanya saja…." Kata Seezy takut. "Seezy tidak tahu caranya." Kata Seezy memberitahu.
"Oh…." Kata Hermione mengerti, kemudian Hermione memberitahu cara memberi makan Crookshanks dan seberapa banyak Crook harus diberi makan.
Hermione juga menjelaskan beberapa hal pada Seezy, selain bagaimana cara memberi makan Crookshanks, Hermione memberitahu Seezy bagaimana menggunakan oven elektronik dan apa yang bisa disimpan di kulkas dan di freezer, dan beberapa hal kecil lainnya.
Seezy senang sekali, ia akhirnya bisa menjadi kepala House-elf di flat Miss SPEW. Selama ini Seezy selalu ingin menjadi kepala House-elf, House-elf yang melakukan banyak hal, House-elf yang bisa menguasai semua pekerjaan rumah.
Pekerjaan Seezy selama ini di Manor hanya melayani Master Draco dan membersihkan kamar Master Draco dan sesekali membantu membuat sarapan, tapi di apartement Miss SPEW Seezy bisa melakukan banyak hal.
Ah, dan tentang Miss SPEW, hampir semua House-elf menyebut nama Miss Hermione Granger dengan Miss SPEW, awalnya karena Dobby yang ikut mempromosikan SPEW sambil menceritakan tentang Miss SPEW, teman perempuan Harry Potter yang baik hati, tapi akhirnya Miss Hermione lebih dikenal dengan sebutan Miss SPEW.
Jadi Seezy akan tetap memanggil Miss SPEW dengan sebutan Miss SPEW dalam pikiran Seezy.
-Dramione-
Hermione sedang sarapan dengan Draco saat seekor burung hantu muncul membawa surat. Hermione berjalan menuju jendela. Dan mengambil amplop tebal yang sepertinya berisi beberapa lembar surat. Begitu Hermione mengambil surat itu burung hantu berwarna cokelat di jendelanya langsung pergi.
Hermione membuka surat di hadapannya.
Hermione Jean Granger.
Kami dari pihak University Of Wizarding World, memberitahukan bahwa pendaftaran mahasiswa baru untuk tahun ajaran baru telah dibuka.
Proses pendaftaran akan dibuka sampai akhir bulan Februari tahun depan, dan masa perkuliahan di mulai bulan Juni. Kami lampirkan daftar berkas-berkas yang harus disampaikan untuk proses pendaftaran dan jadwal-jadwal penting terkait proses pendaftaran.
Jika calon mahasiswa mendapatkan surat rekomendasi dari salah satu pengajar di University Of Wizarding World maka calon mahasiswa hanya tinggal mengikuti tahap wawancara dan tidak perlu melakukan verifikasi berkas.
Demikian surat ini disampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
-Rektor University Of Wizarding World-
"Draco…" Hermione berseru sambil setengah berlari kembali ke meja makan sambil melompat-lompat senang sekali.
"Ada apa?" tanya Draco dengan mulut penuh bacon.
"Pendaftaran Wizarding University sudah di buka." Kata Hermione berseru sambil mengangkat surat yang dipegangnya.
"Benarkah?" tanya Draco berpura-pura senang.
Tadinya Draco tidak akan menentang keinginan Hermione untuk kuliah lagi, tapi seketika ia menyadari bahwa jika Hermione kuliah, itu artinya Hermione harus pergi ke Prancis dan… Ugghh…. Draco bahkan tidak ingin melanjutkan pikirannya.
"Draco, aku sudah memikirkan jurusan apa yang akan ku ambil, awalnya aku berpikir akan mengambil jurusan Diplomacy and Wizarding Relation tapi setelah kupikir-pikir Primary & Secondary Wizarding Education juga tidak buruk. Oh, aku bingung sekali, jurusan apa yang harus ku ambil, apa mereka punya sistem Double Degree seperti di univeritas Muggle?"
" Diplomacy and Wizarding Relation tidak buruk…" Draco menjawab sekenanya.
"Oh, dan di surat ini dikatakan bahwa jika aku bisa mendapat rekomendasi dari pengajar di sana maka aku bisa langsung ke tahap wawancara." Kata Hermione mulai meracau sambil memperhatikan jadwal yang ada di lampiran suratnya.
"Kurasa aku harus menghubungi pamannya Cedric yang mengajar disana, apa kira-kira Cedric bisa membantuku mendapat rekomendasi?" kata Hermione lebih pada dirinya sendiri. "Draco, apa kau kenal seseorang disana?" tanya Hermione meracau, perasaannya benar-benar senang.
"Oh, Draco aku senang sekali." Kata Hermione tidak menyadari ekspresi wajah Draco yang berubah.
-Dramione-
Hermione mengetuk pintu ruangan Mr. Cole
"Masuk." Kata suara dari dalam. Hermione masuk dan menyapa . "Ada apa Hermione?" tanya Mr. Cole menghentikan pekerjaannya. "Silahkan duduk."
"Mr. Cole apa aku boleh minta izin?" tanya Hermione. "Aku harus pergi ke Gringotts." Kata Hermione memberi tahu.
"Sekarang?"
"Iya, aku akan berusaha kembali sebelum makan siang selesai." Kata Hermione memohon.
Mr. Cole melihat ke jam-nya, Gringotts buka jam sembilan, dan sekarang sudah jam sembilan kurang. "Hmm… baiklah kau boleh izin setengah hari, tapi Malfoy tidak boleh ikut." Kata Mr. Cole memberi tahu.
Hermione tersenyum dan mengangguk. "Baiklah. Terimakasih Mr. Cole." Kata Hermione kemudian segera keluar dari ruangan bosnya.
Hermione mengambil tas-nya dan bergerak pergi saat Draco memanggilnya. "Granger, kau mau kemana?" tanya Draco.
"Aku harus ke Gringotts." Kata Hermione terburu-buru.
"Aku ikut denganmu." Kata Draco.
"Tidak, tidak bisa, Mr. Cole mengizinkanku pergi tapi kau tidak boleh ikut, jadi sebaiknya kau tetap disini dan mengerjakan tugasmu." Kata Hermione kemudian pergi.
Draco menghela nafasnya.
-Dramione-
Hermione berjalan memasukki Gringotts. Hermione, Harry dan Ron tidak pernah disambut ramah di bank ini, karena waktu itu mereka pernah membobol masuk, melepaskan naga, dan mengacak-acak bank yang dipenuhi dan dikuasai oleh Goblin itu
Hermione menuju Goblin yang di depan mejanya terdapat tulisan peminjaman. Ia lalu menjelaskan bahwa ia butuh pinjaman sekitar dua ratus ribu Galleon.
"Miss Granger, apa anda punya seseorang yang bisa menjamin pinjaman anda?" tanya Goblin didepannya.
"Um… Harry Potter?" tanya Hermione menawarkan nama pertama yang terlintas di pikirannya. Goblin didepannya mendengus menghina.
"Kami perlu seseorang yang bisa dipercaya, aku yakin anda belum lupa bagaimana anda dan kedua teman anda mengacak-acak bank kami beberapa tahun lalu bukan?" tanya Goblin itu.
Giliran Hermione yang mendengus menghina sekarang. Ia tidak gila hormat atau semacamnya ia hanya kesal Goblin di depannya menghinanya dan Harry juga Ron secara tidak langsung, Ia hanya memang tidak suka pada Goblin, tidak sopan, jahat, licik, berpikir hanya tentang keuntungan, ia bahkan masih ingat bagaimana Griphook dulu mengkhianati mereka demi Pedang Gryffindor.
Hermione memikirkan siapa yang kira-kira bisa menjadi penjamin pinjamannya.
"Apa aku tidak bisa meminjam tanpa penjamin?" tanya Hermione.
"Anda bisa menyerahkan barang jaminan yang paling tidak, senilai dengan jumlah pinjaman anda atau lebih." Kata Goblin didepannya memberitahu.
Hermione menghela nafasnya, Ia tidak punya barang berharga sama sekali.
"Apa kau bisa memberitahuku kriteria orang yang bisa menjadi penjamin?" tanya Hermione mencoba memikirkan kenalannya yang bisa menjadi penjamin pinjamannya.
"Well, orang itu harus memiliki paling tidak tiga kali jumlah pinjaman anda di brankasnya, dan memiliki rekam jejak yang bersih dengan kami." Kata Goblin di depannya menekankan bagian terakhir kalimatnya.
Hermione yakin Harry memiliki cukup Galleon di brankasnya, tapi rekam jejaknya dengan Gringgots tidak baik. Hermione berpikir lagi, ia tidak yakin salah satu keluarga Weasley memiliki jumlah uang sebanyak itu. Ah… tapi apakah mungkin George dan Fred memiliki cukup Galleon? Toko mereka sangat terkenal dan sudah membuka beberapa cabang.
"Bagaimana dengan Fred atau George Weasley?" tanya Hermione.
Goblin di depannya mengecek sebuah buku besar disampingnya, kemudian menggeleng.
"Brankas keduanya digabung jug tidak cukup, mereka tidak punya cukup Galleon."
Hermione berpikir lagi.
"Mr. Cedric Diggory dan Mr. Draco Malfoy memiliki lebih dari cukup Galleon di brankas mereka." Kata Goblin itu seperti membaca pikiran Hermione.
Hermione melirik Goblin di depannya garang.
"Well, Miss Granger, ada antrian di belakang anda, jika anda sudah memutuskan siapa yang bisa dan mau menjadi penjamin anda maka anda bisa kembali lagi kesini lain kali." Kata Goblin itu mengusir Hermione secara langsung.
Hermione menggerutu pelan lalu berdiri dan pergi. Hermione mengira proses pinjamannya akan selesai agak lama, mengisi berkas-berkas dan semacamnya, tapi ternyata ia salah.
Hermione keluar dari Gringotts dan menghela nafasnya lalu ber-apparating kembali ke depan kementrian. Ia kembali ke ruangannya dengan wajah muram.
-Dramione-
"Ada apa?" tanya Draco pada Hermione. Hari ini mereka makan siang di cafetaria kementrian karena Hermione malas keluar.
Hermione tidak menjawab pertanyaan Draco, ia meletakkan kepalanya di meja. Ia merasa semua tenaganya diserap oleh Goblin menyebalkan yang ia temui tadi. Ia bahkan tidak nafsu makan.
"Hermione, kau kenapa?" tanya Draco lagi.
Hermione diam, Ia tidak ingin menceritakannya, tapi tadi malam mereka baru saja membicarakan tentang kejujuran dan berjanji tidak akan menyembunyikan apapun satu sama lain.
"Kau tidak mau bercerita?" tanya Draco.
"Aku pergi ke Gingotts tadi."
"Aku tahu bagian kau pergi ke Gringotts, lalu apa?"
"Aku mengajukan pinjaman."
"Untuk apa?" tanya Draco bingung.
"Untuk biaya kuliah."
"Untuk apa pinjam ke Gringotts? Berapa yang kau butuhkan? Aku bisa memberikannya padamu." Kata Draco langsung.
Hermione menatap Draco, kemudian menghela nafasnya. "Aku tidak mau, tidak bisa, dan tidak mungkin menerima uangmu." Kata Hermione.
"Kenapa? Aku kan bukan orang asing, jangan bilang karena harga-diri-Gryffindor-mu melarangmu?" kata Draco menebak.
"Sudah tahu kenapa masih tanya?" kata Hermione sambil lalu.
"Hermione, berapa banyak yang kau butuhkan?"
"Aku tidak akan memberitahumu, aku tidak mau kau memberiku uang." Kata Hermione tegas.
"Daripada kau meminjam di Gringotts?" kata Draco tidak habis pikir. "Apa kau tahu berapa besar tarif bunga pinjaman yang dipasang Goblin mata duitan itu?" tanya Draco ingin menyadarkan kekasihnya itu.
Hermione menggeleng.
"Dalam satu tahun, jumlah pinjamanmu akan bertambah nyaris setengahnya." Kata Draco menakut-nakuti.
"Jangan bercanda!" kata Hermione tidak percaya.
"Untuk apa aku bercanda Granger?" kata Draco, ia terlatih untuk berbohong, dan meskipun ia tidak tahu pasti berapa besar bunga Gringotts ia yakin bunganya besar sekali, karena tidak ada satupun orang yang meminjam uang di Gringotts kemudian berhasil membayar pinjaman dan bunganya.
Bahu Hermione lemas, ia tidak tahu lagi harus melakukan apa. Padahal ia masih berencana meminjam pada Harry sekitar seratus ribu Galleon. Otak Hermione berpikir keras.
Untuk kuliah dan biaya hidup selama dua tahun di Prancis, Hermione butuh paling tidak satu juta Galleon.
Setelah selesai perang, Hermione mendapat hadiah sebesar 500.000 Galleon dari kementrian yang disimpannya baik-baik. Ditambah simpanan dari gajinya di kementrian dan dana kuliah dari orang-tuanya, Hermione masih butuh sekitar 280.000 Galleon, Ia berencana meminjam dari Harry 100.000 dan Gringotts 180.000, dan sekarang ia tidak tahu harus mendapatkan 180.000 darimana.
"Draco." Kata Hermione berusaha mengutarakan idenya. "Aku butuh seseorang untuk menjadi penjamin pinjamanku." Kata Hermione pelan, tidak ingin di dengar orang-orang di cafetaria yang dari tadi menjadikan mereka tontonan gratis.
"Dan kau ingin aku jadi penjaminmu? Apa bedanya dengan menerima uangku? Granger, biar kujelaskan ulang, jika kau meminjam dari Gringotts bunganya besar dan kau pasti akan kesulitan menggantinya, jika aku menjadi penjaminmu maka aku yang harus mengganti pinjamanmu, maka lebih baik kau menerima uangku." Kata Draco frustrasi menjelaskan pada perempuan keras kepala di depannya.
Hermione mencubit ujung hidungnya. "Bagaimana jika aku meminjam darimu? Kita bisa menggunakan perhitungan bunga Bank Muggle? Bagaimana? Aku akan menggantinya langsung begitu aku ada uang." Kata Hermione.
"Bagaimana mungkin aku membiarkanmu meminjam uang dariku? Ditambah bunga pula! Granger apa susahnya menerima uangku?" kata Draco mengacak-acak rambutnya frustrasi.
Hermione meletakkan tangannya dipinggang. Ia baru akan marah pada Draco saat ide berlian terlintas dipikirannya. Hermione menyeringai, Draco menganga, Salazar Slytherin pasti bangga melihat seringaian Hermione barusan.
"Well, tidak apa jika kau tidak mau meminjamkanku uang, kurasa aku akan meminta Cedric menjadi penjamin pinjamanku." Kata Hermione sambil lalu.
"Apa?" tanya Draco tidak percaya apa yang baru dikatakan Hermione.
"Aku akan minta tolong Cedric menjadi penjamin pinjamanku." Kata Hermione mengulang kata-katanya perlahan, sengaja membuat Draco emosi.
"Baiklah… Baik…" kata Draco menyerah. "Aku akan memberikanmu pinjaman." Kata Draco penuh emosi. "Tapi aku tidak menerima bunga!" kata Draco.
"Dengan bunga atau aku akan meminta Cedric menjadi…."
"Iya… terserah kau Granger… terserah!" kata Draco memotong perkataan Hermione kemudian berdiri dan pergi ia benar-benar kesal, bagaimana mungkin ia membiarkan Hermione minta tolong pada Cedric, seakan-akan ia tidak bisa membantu kekasihnya itu.
Hermione tertawa pelan, ia berdiri dan menyusul Draco yang mengambek, Hermione menyelipkan lengannya di lengan Draco kemudian bergelayut sambil berjalan ke ruangan mereka, berusaha membuat kekasihnya itu tidak marah lagi.
"Kurasa Hermione benar-benar menyukai Ferret." Kata Ron pada Harry.
"Kurasa mereka berdua serius." Kata Harry setuju.
Harry dan Ron menghela nafas mereka bersamaan. Harry dan Ron memasang extendable-ear terbaru produk Weasley's Wizard Wheezes di bawah meja Hermione dan Draco. Harry dan Ron mendengar percakapan mereka berdua sepanjang makan siang dan sepertinya mereka harus mulai menerima kalau Ferret dan sahabat mereka memang serius.
-Dramione-
Lucius duduk di ruang kerjanya, Ia sedang menunggu kunjungan dari asisten pribadinya. Biasanya asisten pribadinya datang dua bulan sekali, membawakan berkas-berkas yang harus diperiksanya dan ditandatanganinya. Tidak lama asistennya datang, Carter Fletcher.
Carter Fletcher lima belas tahun lebih tua dari Lucius, pria tua ini sudah bekerja pada Lucius lebih lama daripada yang bisa diingat mereka berdua. Fletcher memiliki rambut hitam dan mata cokelat, tidak ada yang spesial dari perawakannya. Ia bukan tipe pria yang akan diperhatikan banyak orang saat berjalan di trotoar atau mengantri di kasir. Hanya tipe pria Inggris pada umumnya.
Fletcher meletakkan berkas yang dibawanya di meja Lucius, menjelaskan beberapa hal yang terjadi selama dua minggu belakangan, menjelaskan perkembangan perusahaan mereka, dan rencana-rencana yang akan dilaksanakan.
Lucius tidak langsung memeriksa laporannya seperti biasa. Ia menggeser semua berkas di mejanya kesamping, lalu melipat kakinya dan meletakkan kedua tangannya di atas lututnya.
"Fletcher." Kata Lucius seperti biasa.
"Yes Sir?" Tanya Fletcher mengerti, Lucius menggeser berkas-berkasnya, ini berarti apa yang akan dibicarakan Lucius setelah ini tidak akan berhubungan dengan pekerjaannya.
"Aku ingin kau melakukan sesuatu." Kata Lucius perlahan.
Fletcher tidak menjawab, ia mengangguk.
"Aku tahu kau seharusnya sudah pensiun dua tahun yang lalu." Kata Lucius memulai. "Tapi karena keaadanku, aku memaksamu tinggal dan bekerja lebih lama." Lucius menjelaskan lagi.
"Aku ingin kau melakukan sesuatu, sesuatu yang berhubungan dengan rencanaku. Jika rencanaku berhasil maka kau bisa pensiun akhir tahun ini, dan aku akan memberikan uang pensiun lima kali lebih besar daripada yang kita sepakati."
Fletcher menghela nafasnya. Ia tidak takut pada Lucius, sama sekali tidak. Selama ini yang membuatnya mampu bekerja sangat lama pada Lucius adalah karena mereka berdua sangat mengerti satu sama lain, benar-benar professional dan tidak pernah mengikutsertakan masalah pribadi dalam masalah pekerjaan.
Lucius menganggap Fletcher sebagai karyawannya yang paling professional., dan Fletcher menganggap Lucius sebagai atasan yang dingin tapi professional. Dan kata professional itulah yang menahan mereka tetap berada di tempatnya masing-masing.
"Aku tidak akan melakukan hal yang melanggar hukum Sir." Kata Fletcher memberitahu Lucius.
"Tidak, tentu tidak." Kata Lucius tersenyum licik. Ia sudah memikirkan apa yang harus dilakukannya untuk menjauhkan Hermione Granger dari Draco Malfoy, dan melakukan sesuatu yang kriminal bukanlah pilihan yang bijak baginya saat ini, mengingat status tahanan rumahnya, dan status Hermione Granger sebagai War Heroine, lagipula kalau bukan karena Hermione Granger, ia pasti sekarang sudah berada di Azkaban, jadi Ia akan berusaha untuk tidak melanggar hukum dan tidak melukai Hermione Granger, paling tidak, tidak secara fisik.
Fletcher mengangguk lagi. Ini salah satu hal yang disukai Lucius dari asistennya. Fletcher bukan tipe orang yang banyak bicara.
"Hal pertama yang harus kau lakukan adalah mencari tahu tentang seseorang, latar belakang keluarganya, apa pekerjaan orangtuanya, teman-temannya, lingkungan rumah dan kantornya, rekam medisnya, apapun. Aku mau semua hal mendetail tentang orang ini, rahasia gelapnya, dan yang terpenting. Kelemahannya."
Fletcher mengangguk mengerti. "Siapa? Siapa orangnya?"
"Hermione Granger."
-To Be Continued-
Uggghhh… besok kampusku rapat kelulusan, doain biar aku lulus ke tingkat selanjutnya… ughhh…*muntah-muntah* *keringat dingin* *demam* *sakit perut*
Aku bikin polling tentang kelanjutan kuliah Hermione, bisa cek dan vote di bio ku ya…
RnR guys…
-dramioneyoja
