All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.
Chapter 20 : Untung Ferret punya Blaise dan Theo.
20.
Hermione baru keluar dari kamarnya saat lima burung hantu sudah menunggu di depan jendelanya. Ia bahkan belum betul-betul terbangun dan reaksi atas perbuatannya kemarin sudah terasa. Ia berjalan menuju ke jendela dan mengambil surat-surat itu satu persatu.
Suratnya semua berasal dari orang-orang yang sudah diduganya akan mengirimkan pesan. Harry, Ron, Ginny, Cedric, kecuali Narcissa.
Hermione menyisakan surat dari Narcissa untuk dibacanya belakangan. Surat dari Harry, Ron dan Ginny tidak banyak berbeda hanya bertanya apa ia baik-baik saja dan apa yang sebenarnya terjadi? Sementara Cedric mengatakan bahwa rencana Hermione berjalan lancar, mereka berdua benar-benar ada di halaman paling depan Prophet dan menghebohkan semua orang dan ia siap membantu untuk rencana selanjutnya.
Tapi surat Narcissa terdengar aneh.
Hermione,
Aku membaca prophet pagi ini dan tentu saja menemukan berita tentangmu dengan Mr. Diggory. Hermione, ada apa dengan hubunganmu dan Draco, ku kira kalian mulai menjalin hubungan.
Oh, Hermione kau tidak tahu betapa senangnya diriku saat mendengar dari Draco bahwa kalian sudah mulai menjalin hubungan, tapi sepertinya hubungan kalian tidak berjalan lancar ya?
Well, Hermione aku tidak ingin mencampuri urusan pribadimu, jika kau memang merasa Mr. Diggory-lah yang terbaik untukmu, maka aku tidak bisa mengatakan apa-apa.
Tapi dari lubuk hatiku yang paling dalam aku ingin bisa memanggilmu sebagai menantuku.
Narcissa.
Surat Narcissa terdengar aneh sekali, beberapa hari yang lalu perempuan itu meminta dirinya untuk melepaskan Draco, tapi kemudian sekarang ia mengatakan ingin Hermione menjadi menantunya.
Apa Narcissa berkepribadian ganda? Atau?
Sesuatu terlintas dipikirannya, salah satu dari surat yang diterimanya palsu. Hermione cepat-cepat membalas surat Ginny, mengatakan bahwa ia baik-baik saja dan tidak ada masalah apa-apa, lalu mengatakan pada Cedric bahwa ia sedang menunggu waktu yang tepat untuk menjalankan rencana mereka yang kedua.
Hermione bergegas mandi dan memakai jeans dan sweaternya lalu menuju ke kementrian, Ia harus bertemu dengan Harry.
Beberapa orang di kementrian melihatnya dengan tatapan aneh. Uggh, seandainya ia bisa ber-apparating di dalam kementrian, Hermione langsung menuju ke bagian Auror dan mencari Harry.
Hermione memasuki ruangan Auror dan langsung disambut oleh Ron dengan tatapan kuatir.
"Hermione, ada apa?" tanya Ron.
"Aku harus bicara denganmu dan Harry." Kata Hermione terburu-buru.
"Harry sedang bicara dengan kepala Auror sebentar, ada apa?" tanya Ron.
"Aku butuh tempat tertutup untuk bicara dengan kalian." Kata Hermione menjelaskan.
Ron mengajak Hermione ke ruang introgasi yang kosong, menyalakan lampu, ia memberitahu bawahannya untuk memberi tahu Auror Potter bahwa Ia dan Miss Granger menunggunya.
Tidak lama Harry datang dan dengan wajah cemas yang sama bertanya ada apa. Hermione meminta kedua temannya itu duduk di depannya.
"Apa kalian tahu cara untuk membedakan surat palsu dan surat asli?" tanya Hermione.
Ron mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti.
Hermione mengeluarkan dua surat dari tasnya dan meletakkannya di meja di depan mereka. "Aku mendapatkan surat ini dari Narcissa dua hari yang lalu." Kata Hermione menunjuk surat yang pertama. "Dan surat yang ini datang pagi tadi bersama surat kalian."
Harry dan Ron dengan cepat membaca surat yang ada di depan mereka.
"Blimey, kurasa Narcissa Malfoy terlalu lama menyimpan Voldemort di rumahnya, otaknya sepertinya sudah bergeser." Kata Ron tertawa.
Hermione memutar matanya. "Jangan bercanda Ron, aku sedang serius." Kata Hermione sedikit kesal.
"Well, mungkin saja Ron benar." Kata Harry memulai. "Kemungkinan pertama Narcissa berkepribadian ganda atau kemungkinan kedua…" kata Harry melipat tangannya. "Salah satu dari surat ini palsu." Kata Harry.
Hermione mengangguk. "Aku juga berpikir seperti itu." Kata Hermione setuju.
Harry menggumamkan beberapa mantra tapi tidak ada yang terjadi pada kedua surat itu. "Harry, coba mantra untuk menghilangkan kamuflase tulisan!" Kata Ron memberi saran.
Harry menggumamkan mantra yang lain, dan salah satu surat itu berubah.
Ketiga sahabat itu saling berpandangan satu sama lain.
.
"Jadi sebenarnya ada apa? Kenapa kau tiba-tiba cuti? Saat sakit saja kau tetap masuk kerja Hermione." Kata Ron meminta penjelasan.
"Dan kenapa kau sengaja berjalan bergandengan tangan dengan Cedric? Kau sengaja ingin membuat seisi dunia sihir membencimu kan?" tanya Harry lagi.
Hermione menghela nafasnya, kedua sahabatnya terlalu mengenalnya. Hermione menceritakan semuanya pada kedua temannya, semuanya, dari mulai Astoria yang mengajaknya bertemu sampai surat palsu yang akhirnya membuat Hermione memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Draco.
"Lalu setelah ini apa? Kau akan kembali pada Malfoy?" tanya Ron.
Hermione menggeleng.
"Kenapa tidak?" tanya Harry tidak mengerti.
"Meskipun surat ini palsu." Kata Hermione menunjuk surat yang ada didepan mereka, "Apa yang kusadari nyata." Kata Hermione lagi. "Kami tidak cocok." Kata Hermione.
"Hermione, untuk sekali saja berhentilah menggunakan otakmu dan turuti saja apa kata hatimu, memangnya ada orang di dunia ini yang benar-benar cocok satu sama lain? Bahkan Romeo dan Juliet sangat berbeda…" kata Harry mencoba menjelaskan.
"Iya, dan mereka berdua mati." Kata Ron menambahkan.
Harry melirik garang pada Ron. Ron mengangkat bahunya.
"Aku dan Ginny, kami tidak sama." Kata Harry menjadikan dirinya dan istrinya sebagai contoh agar Ron tidak berkomentar macam-macam. "Dalam hubungan kau mencari orang yang tepat untuk saling melengkapi Hermione, bukan mencari orang yang sama denganmu." Kata Harry menjelaskan.
Kali ini Ron mengangguk setuju.
Hermione menggeleng. "Aku tetap merasa Draco bukan orang yang tepat untukku." Kata Hermione.
"Terimakasih kalian sudah membantuku, setidaknya aku tidak akan salah paham pada Narcissa." Kata Hermione bangkit berdiri. "Aku mau menikmati cutiku dulu." Kata Hermione lalu beranjak pergi.
Harry dan Ron hanya menggeleng melihat sahabat mereka yang paling sok tahu dan keras kepala itu.
Hermione tidak mempedulikan tatapan semua orang yang melihatnya di kementrian, ia tidak peduli atas tanggapan dan opini orang lain, terserah mereka mau menganggapnya seperti apa sekarang. Ia bahkan tidak perlu melihat Prophet untuk tahu artikel macam apa yang ada disana.
Hermione memutuskan untuk pergi ke Malfoy Manor. Ia harus memperingatkan Lucius dengan siapa pria itu berhadapan. Begitu sampai di depan Manor, seorang Auror bertanya padanya ia ingin bertemu dengan siapa?
Hermione menjawab ia ingin bertemu dengan Lucius Malfoy, auror itu berkata bahwa Lucius tidak memberitahu bahwa ia akan dikunjungi Hermione Granger, jadi ia harus bertanya dulu apa Lucius menunggu kedatangan Hermione atau tidak.
Tidak lama Auror yang sepertinya sedikit takut pada Lucius itu mempersilahkannya masuk. Hermione berjalan dengan cepat melewati halaman depan rumah keluarga Malfoy, ia disambut oleh House-Elf yang mengantarkannya ke ruang kerja Lucius.
Hermione menegakkan badannya, membusungkan dadanya, dan mengangkat kepalanya tinggi, lalu masuk ke ruangan itu.
"Miss. Granger…" kata Lucius dengan keramahan yang dibuat-buat.
"Mr. Malfoy." kata Hermione mengangguk, ia menunjukkan dengan jelas di wajahnya kalau ia datang bukan untuk main-main.
"Aku tidak pernah menyangka kau akan datang untuk menemuiku? Ada yang bisa kubantu." Tanya Lucius melipat kedua tangannya di meja.
Hermione tersenyum kecil dan terlihat sedikit mengerikan, ia belajar cara tersenyum seperti itu dari Draco.
"Jangan berpura-pura bodoh di hadapan saya." Kata Hermione memulai. "Kurasa anda tidak mengenal siapa saya Mr. Malfoy, saya bukan tipe perempuan berdarah murni seperti kebanyakan perempuan yang anda kenal, saya seorang Mudblood." Kata Hermione menekankan kata Mudbood.
"Karena itu saya datang ke sini dan ingin melakukan ini dengan cara Muggle." kata Hermione mendekat, ia berdiri di depan meja Lucius dan berusaha mengintimidasi pria di depannya.
"Apapun yang anda rencanakan dengan Astoria, hentikan sekarang juga!" Kata Hermione tenang, dingin, dan perlahan. Ia menatap langsung ke mata silver yang sedikit pudar dibandingkan mata Draco itu.
"Jika anda tidak ingin Draco berhubungan dengan Mudblood…" kata Hermione lagi-lagi menekankan kata Mudblood membuat Lucius sedikit terintimidasi. "Katakan saja langsung. Apa susahnya mengirim surat, meminta saya datang kesini, dan mengatakan bahwa anda tidak ingin saya berhubungan dengan Draco." Kata Hermione lagi.
Lucius menelan ludahnya, ia tidak tahu Granger bisa bersikap semengerikan ini. "Miss Granger…" kata Lucius memulai, tapi Hermione mengangkat telapak tangan kanannya, menandakan agar Lucius berhenti bicara.
"Aku tidak akan tinggal diam jika anda atau Astoria berusaha mengganggu saya lagi. Hell, saya akan langsung melaporkan anda pada Auror jika salah satu dari kalian bahkan berusaha menemui saya. Berhentilah mengirimi surat palsu, atau menyuruh seseorang mengikuti saya atau mencari tahu tentang keluarga saya." Kata Hermione lagi, ia tahu semuanya. Ia tahu belakangan ini ada orang yang mengikutinya dan berada di sekeliling apartement-nya. Helena Granger bahkan memberitahunya bahwa ada orang asing yang beberapa kali terlihat di depan rumah mereka.
"Sepertinya anda benar-benar lupa siapa saya Mr. Malfoy, saya mungkin seorang Mudblood di mata anda, tapi saya masih The Brightest Witch of My Age." Kata Hermione dengan angkuhnya.
"Baiklah." Kata Lucius berusaha menyembunyikan getaran di dalam suaranya, ia tidak tahu semua perbuatannya akan berakhir seperti ini. Ia tidak pernah menyangka Hermione Granger akan langsung datang kerumahnya dan mengancamnya dengan dingin di ruang kerjanya sendiri, bahkan aura perempuan di depannya ini lebih dingin dari Dark Lord sendiri.
"Jika anda atau Astoria atau siapapun masih berani menggangu saya, keluarga saya atau teman-teman saya, saya akan pastikan untuk mencabut semua kesaksian yang pernah saya berikan pada Wizeganmot, dan saya akan membiarkan anda, Narcissa, dan Draco membusuk di Azkaban." Kata Hermione jelas, ia kemudian tersenyum.
Tentu saja ia tidak serius pada bagian Narcissa dan Draco.
Lucius bahkan tidak mampu menjawab. Ancaman Granger barusan lebih mengerikan dari semua ancaman yang pernah di lontarkan Dark Lord padanya.
Hermione membalikkan badannya lalu menuju ke pintu keluar. Ia berjalan dengan tegak dan mengangkat kepalanya tinggi, ia tidak akan membiarkan siapapun mengganggu hidupnya. Apalagi hanya seorang ex-death eater, pureblood-bully.
Ia keluar dari ruangan kerja Lucius dan langsung disambut oleh Narcissa.
"Hermione, aku langsung kesini begitu tahu kau datang, ada apa?" tanya Narcissa cemas.
Hermione menghela nafasnya. "Maaf Mrs. Malfoy aku harus pergi." Kata Hermione menuju ke pintu keluar.
"Ada apa Hermione? Ada apa? Katakan padaku, apa Lucius melakukan sesuatu padamu? Atau Draco?" tanya Narcissa terus bertanya dan mengikuti Hermione dari belakang.
Hermione menghentikan langkahnya. "Tidak ada apa-apa Mrs. Malfoy. Tidak ada apa-apa, aku hanya sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan hubunganku dengan Draco." Kata Hermione lagi. "Aku permisi." Kata Hermione lalu berjalan lagi menuju pintu keluar.
Hermione sebenarnya sangat menyukai Narcissa, hell, ia bahkan ingin menjadi menantu penyihir cantik itu. Tapi keputusannya tidak akan berubah. Hermione berjalan pelan menuju gerbang depan Malfoy Manor, melihat lagi halaman luas yang ada disekitarnya untuk yang terakhir kali, mungkin ini yang terakhir ia akan menginjakan kakinya disini.
Keputusan Hermione tidak berubah. Meskipun ia sudah tahu bahwa surat yang diterimanya itu palsu, ia tetap menyadari kalau ia dan Draco memang terlalu berbeda, terlalu banyak rintangan yang akan menghalangi hubungan mereka kedepannya.
Jadi Hermione akan tetap bertahan pada keputusan awalnya. Berpisah. Begitu sampai di luar gerbang Manor, Hermione langsung ber-apparating ke flat-nya.
-Dramione-
Blaise dan Theo sedang menguping pembicaraan Fletcher dengan Astoria.
Begitu Theo diberitahu Daphne bahwa pria tua yang diceritakannya datang lagi, Theo langsung menyeret Blaise ke rumah keluarga Greengrass dan disinilah mereka sekarang sedang menguping pembicaraan Astoria dan Fletcher dengan extendable ear terbaru buatan WWW.
"Apa? Aku tidak mengerti apa mau Lucius, kenapa ia tiba-tiba menyuruhku untuk berhenti? Bukankah rencana kami kemarin sudah matang?" kata Astoria melengking.
Blaise dan Theo langsung menjauhkan kuping buatan yang mereka pegang sementara Daphne hanya tertawa tanpa suara melihat Blaise dan Theo.
"Aku hanya diberi instruksi untuk memberitahu anda hal ini Miss Greengrass." Kata Fletcher menjelaskan tanpa emosi.
"Katakan pada Lucius bahwa aku akan tetap menjalankan rencana awal, aku tidak peduli apa maunya, ia tidak bisa mencegahku untuk melakukan apa yang kumau." Kata Astoria lalu berdiri dan pergi.
"Miss Greengrass." Fletcher memanggilnya lagi sebelum ia pergi. "Mr. Malfoy memberitahuku, jika anda menolak mendengarkan instruksinya, aku harus memberitahukan ini pada anda ; Rencana awal tidak bisa dilaksanakan lagi karena terlalu berbahaya, Miss Granger sudah benar-benar melepaskan Draco sehingga dalam jangka waktu dekat anda sudah bisa menjalankan rencana kedua." Kata Fletcher memberitahu.
"Benarkah?" tanya Astoria melengking lagi.
Fletcher mengangguk pelan.
Astoria kemudian tertawa senang seperti pasien rumah sakit jiwa dan pergi.
Fletcher menggelengkan kepalanya lalu beranjak pergi.
Theo dan Blaise yang mendengar seluruh percakapan Astoria dan Fletcher tadi mengangguk satu sama lain, mereka lalu ber-apparating keluar rumah keluarga Greengrass. Bersiap menjalankan rencana mereka.
Blaise dan Theo menunggu di suatu tempat yang tidak terlihat dari pintu gerbang, begitu mereka melihat Fletcher keluar, keduanya menyerang Fletcher.
"Silencio." Kata Theo pelan membuat seluruh bagian halaman depan keluarga Greengrass kedap suara agar tidak ada yang bisa mendegar teriakkan Fletcher atau semacamnya
"Expeliarmus." Kata Blaise pada Fletcher. Membuat tongkat sihir pria itu melayang.
Mereka berdua kemudian mendekat ke arah Fletcher, keduanya memegang tangan pria tua itu lalu ber-apparating lagi kesuatu tempat.
-Dramione-
Draco sudah tidak sabar ingin cepat-cepat pulang.
Ini adalah hari kerja terakhir dalam minggu ini, sudah beberapa hari Hermione tidak masuk kerja, dan menurut Mr. Cole hari Senin perempuan itu sudah masuk kerja lagi. Draco berharap hubungan mereka akan baik-baik saja sebelum hari Senin.
Lagipula hari Senin depan sudah memasuki bulan Desember, udara semakin dingin, dan natal semakin dekat, ia sudah terlalu merindukan kehangatan Hermione.
Draco sudah menghubungi Ibunya dan tahu kalau surat yang ada di tangannya itu palsu.
-Flashback-
Draco langsung menuju ke Manor, ia ingin tahu apa yang menyebabkan ibunya mengirim surat macam ini pada Hermione, padahal ia sendiri yang mendukung Draco untuk mendekati Hermione.
Draco langsung disambut oleh salah satu peri rumahnya dan mengantarnya ke Narcissa yang sedang berada di tamannya, taman di rumah keluarga mereka di sihir agar tetap hijau sepanjang tahun tidak peduli musim apapun.
"Mom…" Draco memanggil Narcissa yang sedang merangkai bunga.
"Draco?" tanya Narcissa terenyum melihat anaknya, tapi senyumnya menghilang begitu melihat Draco yang terlihat kesal. "Ada apa son?"
"Mom, aku ingin kau menjelaskan ini." kata Draco meletakkan surat di meja taman di depan mereka.
Narcissa melihat surat yang ada di depannya, amplop dan kertasnya merupakan amplop dan kertas resmi surat keluarga Malfoy, Narcissa membuka surat itu dan menemukan tulisan tangannya.
Narcissa membaca surat itu dan wajahnya berubah begitu ia menyadari apa isi suratnya.
"Kenapa kau melakukan ini Mom?" tanya Draco putus asa.
"Draco, Mom bersumpah tidak pernah mengirimkan surat semacam ini, asal kau tahu saja, tadi pagi Mom bahkan mengirimi surat pada Hermione bertanya kenapa kalian putus? Apa menurutmu Mom akan mengirim surat semacam ini pada perempuan yang Mom harap menjadi istrimu?" tanya Narcissa.
"Lalu? Darimana surat ini berasal?"
"Sepertinya surat ini palsu." Kata Narcissa lagi.
"Palsu? Tapi ini kan tulisan Mom."
"Jangan lupa apa yang mampu dilakukan ayahmu." Kata Narcissa pelan.
Draco menghela nafasnya. "Jadi surat ini palsu?" Draco mengambil kesimpulan.
Narcissa mengangguk. Ia melepaskan topi berkebunnya dan sarung tangannya.
"Draco, dari surat ini tersirat kalau sebelumnya Hermione pasti sudah menerima surat palsu lainnya. Apa ini penyebab kalian putus? Oh Draco, kenapa kalian putus? Kau bahkan belum mengajaknya kesini lagi sebagai kekasihmu." Kata Narcissa mulai mengeluh.
"Ugh.. Mom, kita harus melakukan sesuatu pada Lucius dan Astoria." Kata Draco berusaha fokus pada hal yang lebih penting dulu, menghentikan Lucius.
"Astoria? Apa yang ia lakukan?" tanya Narcissa.
Draco kemudian menjelaskan apa yang ia tahu, bagaimana Astoria mengajak Hermione bertemu dan menanamkan kalimat-kalimat bodoh untuk membuat Hermione ragu dan bagaimana akhirnya Hermione berkata sebaiknya mereka tidak berhubungan lagi.
"Son, kau harus melakukan sesuatu." Kata Narcissa.
"Mom, aku butuh bantuanmu, apa Mom bisa mengawasi gerak-gerik Lucius?" tanya Draco sudah begitu malas memanggil Lucius Father.
Narcissa mengangguk."Aku akan mengawasi Lucius sebisaku dan memberitahumu jika ada sesuatu. Draco, kapan kau akan kembali tinggal disini?" tanya Narcissa kesepian.
"Entahlah Mom, aku tidak yakin, untuk sementara aku tidak akan kembali kesini. Aku sudah menyewa flat di Godric's Hollow dan tinggal disana untuk sementara."
Narcissa mengangguk, ia menyadari kalau anaknya sudah benar-benar mulai dewasa. "Berhati-hatilah." Kata Narcissa. "Oh, Draco dan tadi Hermione datang kesini?" kata Narcissa teringat.
"Apa yang dilakukannya disini?" tanya Draco kuatir.
Narcissa tersenyum. "Ia menemui Lucius dan sepertinya memperingatkan Lucius agar jangan berani-berani mengganggunya." Kata Narcissa tertawa.
Draco tersenyum, My Hermione. Pikirnya dalam hati
-End Of Flashback-
Terlepas dari apa yang terjadi pada dirinya dan Hermione beberapa hari ini, ia hanya perlu menjelaskan surat itu pada Hermione dan kemungkinan surat-surat lain yang diterima perempuan itu sebelum ini, dan Draco yakin hubungan mereka akan kembali seperti semula.
Well, tentu saja Hermione harus menjelaskan apa yang dilakukannya dengan Cedric pada hari itu. Tapi Draco yakin Hermione punya alasan yang bagus. Seperti sengaja ingin membuat Draco cemburu atau semacamnya.
Tapi bukan itu yang membuat Draco ingin cepat-cepat pulang. Blaise baru saja menghubunginya dan berkata, bahwa mereka sudah berhasil menculik mengamankan Fletcher.
Dan Draco sudah tidak sabar, ia ingin tahu apa yang mereka bisa dapatkan dari Fletcher. Begitu sudah waktunya pulang Draco langsung berdiri dan keluar dari kementrian lalu ber-apparating ke rumah Zabini.
Draco di sambut oleh peri rumah dan dibawa ke ruangan bawah tanah, ia memasuki ruangan kecil dimana Fletcher dan kedua temannya ada disana.
"Mr. Malfoy, aku tidak menyangka kau akan melakukan perbuatan kotor seperti ini." kata Fletcher menghina.
Draco hanya tersenyum, balik menghina pria yang ada di depannya. Theo dan Blaise hanya memberi Draco tanda bahwa terserah Draco akan melakukan apa pada pria tua di depannya.
Draco duduk di depan Fletcher, ia menghela nafasnya. "Aku tidak akan menyuruhmu melakukan sesuatu yang buruk atau melukaimu atau semacamnya." Kata Draco memulai dengan tenang.
"Aku hanya ingin tahu apa yang kau lakukan dengan Astoria? Apa yang Lucius perintahkan untuk kau lakukan?" tanya Draco.
"Aku tidak bisa mengatakannya." Kata Fletcher tidak kalah tenang.
"Kenapa?" tanya Draco.
"Karena aku bekerja untuk Lucius." Kata Fletcher dengan nada bukankah sudah jelas.
"Apa aku bisa menawarkan sesuatu agar kau mau memberitahu apa rencana Lucius?" tanya Draco.
Bertahun-tahun menjadi pangeran Slytherin, ia mempelajari banyak hal, salah satunya adalah jika ingin membuat seseorang mematuhi perintahnya, lebih baik langsung bertanya apa yang diinginkannya.
Fletcher menggeleng.
"Apa Lucius menjajikanmu pesangon yang besar? Kapan kau boleh pensiun? Tahun depan? Setelah masa tahanannya habis?" tanya Draco sudah tahu dari Blaise dan Theo.
"Mr. Fletcher aku berjanji untuk membiarkanmu pensiun lebih cepat, besok? Akhir minggu ini? Akhir bulan ini?" tanya Draco menggoda. "Kau bisa pensiun sekarang juga Mr. Fletcher, aku akan memberikanmu pensiun yang besar, sampai-sampai kau dan seluruh keluargamu bisa hidup tenang sampai beberapa keturunan." Kata Draco memulai.
"Kau tidak bisa melakukan itu Mr. Draco." Kata Fletcher sengaja memanggil Draco dengan nama depannya. "Kepala perusahaan dan kepala keluarga Malfoy masih Lucius, dan kau bahkan tidak punya akses penuh atas Vault kalian di Gringotts." Kata Fletcher lagi.
"Karena itulah Mr. Fletcher. Aku yakin kau bisa membantuku mengubah itu semua bukan?" tanya Draco.
Fletcher berpikir, ia benar-benar ingin pensiun, bukan hanya ingin tapi butuh. Ia sudah terlalu tua untuk pekerjaan seperti ini, kakinya, lututnya, pinggangnya sering sakit, migrainnya lebih sering kambuh, dan ia juga sudah disarankan untuk mengurangi aktivitasnya jika ingin hidup lebih lama.
Fletcher tahu selama ini ia tidak banyak menghabiskan waktu dengan keluarganya, ia fokus pada pekerjaannya untuk menghidupi keluarganya, keluarganya selalu hidup berkecukupan tapi istri dan anak-anaknya selalu mengeluh karena ia hanya bekerja terus, satu titik yang membuat Fletcher benar-benar ingin berhenti adalah saat ia melewatkan kelahiran cucu pertamanya karena Lucius menyuruhnya melakukan sesuatu.
"Apa kau bisa menjamin aku akan pensiun dengan aman?" tanya Fletcher.
Draco menyeringai.
Fletcher menggeleng pelan.
Like Father, Like Son.
-Dramione-
Hermione sedang bersiap-siap untuk pergi makan malam dengan Cedric, ini adalah langkah keduanya, ia akan pergi makan malam direstoran terkenal dengan Cedric untuk memancing wartawan dan sekaligus menegaskan pada Draco dan seluruh dunia sihir bahwa ia tidak lagi memiliki hubungan dengan Draco Malfoy.
Ia berdiri di ruang depannya sambil melihat jam, seharusnya Cedric sudah datang sekitar lima menit yang lalu, tapi belum ada tanda-tanda pria itu akan datang.
Tiba-tiba pintu apartement-nya di ketuk, Hermione berjalan dan membuka pintu dan menemukan Draco berdiri di depan pintunya.
"Malfoy? Apa yang kau lakukan disini?" tanya Hermione kaget.
Draco melihat Hermione dari ujung kaki sampai ujung kepalanya. Hermione terlihat cantik sekali, well, ia memang selalu cantik. Hermione menggunakan dress selutut berwarna biru gelap yang sederhana tapi terlihat begitu indah padanya.
"Kau akan keluar?" tanya Draco berusaha menyembunyikan kekagumannya.
"Aku akan makan malam dengan Cedric." Kata Hermione memberitahu. "Apa kau perlu sesuatu? Ada yang tertinggal?" tanya Hermione lagi.
Iya, hatiku tertinggal disini, pikir Draco. "Aku ingin membicarakan beberapa hal denganmu." Kata Draco pelan.
"Aku rasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi." Kata Hermione menegaskan. Keputusannya sudah bulat. No More Draco Malfoy.
"Granger…" Draco berbisik. "Berhentilah menyiksaku." Kata Draco pelan.
Hermione ingin menangis melihat mata Draco yang terlihat sedih sekali tapi keputusannya sudah bulat. Hermione bisa melihat Cedric muncul dari tangga dan berjalan ke arah mereka.
"Apa yang kau lakukan disini Malfoy?" tanya Cedric.
Draco memutar matanya. "Apa yang aku lakukan disini bukanlah urusanmu." Kata Draco lagi.
"Well, terserah kau." Kata Cedric tidak ingin ambil pusing. "Mione, kau sudah siap?" tanya Cedric.
Draco menahan dirinya, ia paling tidak suka seseorang memanggil Hermione dengan kata Mione, terlalu dekat terlalu intim. Meskipun Draco lebih suka memanggil Hermione dengan Granger dan bukan Mione, ia tetap tidak suka mendengar orang lain memanggil Hermione dengan Mione.
Hermione mengangguk. "Aku ambil tasku sebentar." Kata Hermione lalu masuk kedalam dan tidak lama keluar lagi, ia kemudian mengunci pintu dengan cara muggle lalu meraih lengan Cedric yang sudah menunggunya.
"Pulanglah Malfoy." kata Hermione pelan lalu pergi.
Draco hanya melihat Hermione berjalan menjauh dengan Cedric. Apa perempuan itu benar-benar tidak mencintainya lagi? Draco mulai ragu. Akhirnya ia menulis memo dan memasukkannya lewat lubang surat di pintu Hermione.
Granger,
Aku tidak tahu apa kau pernah menerima surat dari ibuku di kantor, tapi sepertinya semua surat atas nama Narcissa yang dikirimkan ke kementrian untukmu adalah palsu. Jangan biarkan surat itu meracuni pikiranmu.
Udara semakin dingin, pakailah pakaian yang hangat.
Aku mencintaimu Granger.
Apapun yang ada dipikiranmu sekarang.
Draco.
.
Hermione dan Cedric duduk di salah satu restoran di jalan paling besar di Diagon Alley, mereka duduk di meja di tengah dan di perhatikan banyak orang.
Hermione merasa risih dilihat oleh banyak orang dengan tatapan aneh, tapi ini risiko yang harus diterimanya.
"Tenanglah, mereka tidak akan melakukan apa-apa padamu." Kata Cedric bisa melihat gurat panik dan gugup di mata Hermione.
Hermione tertawa pelan. Ia lupa bagaimana Cedric mengenalnya dengan baik, bisa melihat dan membaca ekspresi di wajahnya.
"Mione, aku sudah bertanya pada pamanku." Kata Cedric sambil menunggu pesanan mereka datang.
"Benarkah?" tanya Hermione bersemangat.
"Well, ia tentu saja mengatakan akan memberikanmu rekomendasi, siapa yang tidak ingin merekomendasikan Hermione Granger." Kata Cedric. "Lagipula ia tahu kau sangat pintar dan nilai N.E.W.T-mu juga sempurna." Kata Cedric lagi.
"Oh, Cedric terima kasih banyak, ini sangat berarti untukku." Kata Hermione senang.
"Tapi Mione." Cedric memulai lagi. "Apa kau yakin akan benar-benar kuliah?" tanya Cedric.
Here we go again. Pikir Hermione, semua orang tidak mendukung keputusannya untuk kuliah. Kecuali Draco. Ugh, Hermione hilangkan Draco dari pikiranmu.
"Well, Cedric kurasa kita sudah pernah membicarakan hal ini dulu. Kuliah adalah keinginanku sejak dulu, dan aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatanku. Aku tidak peduli apa kata orang atau pendapat orang, aku akan tetap kuliah." Kata Hermione tetap pada pendiriannya.
"Whoa…tenanglah Mione aku kan hanya bertanya." Kata Cedric.
Tidak lama pesanan mereka datang. Hermione dan Cedric mengobrol seperti biasa, seperti teman lama. Mereka berdua menikmati makan malam ini.
Saat Hermione berpikir bahwa ia senang tetap menjadi teman dengan Cedric, Cedric berharap semoga Hermione cepat melupakan Malfoy agar ia bisa mendapatkan hati perempuan di depannya lagi.
-To Be Continued-
Ugh… belakangan ini kepalaku sakit terus.
Guys, cek cover cerita ini yo…. My sister made it for me…
As usual.. read and review
-dramioneyoja.
