All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.
Chapter 22 : Ferret berhutang budi? Pada siapa? Crook? Kau yakin?.
22.
Hermione sedang membicarakan tentang rencana akhir dekorasi pesta tahun baru kementrian sihir dengan beberapa rekannya. Draco duduk tidak jauh darinya, mereka berdua terus berusaha menghindar satu sama lain, berusaha tidak melirik atau melihat satu sama lain.
Pesta tahun baru kementrian tinggal dua minggu lagi, artinya tahun baru juga tinggal dua minggu lagi. Draco akan menyelesaikan masa pelayanan publiknya, dan Hermione akan mengundurkan diri untuk fokus pada persiapan kuliahnya.
Itu artinya dalam dua minggu mereka akan berhenti bertemu, mereka tidak akan bertemu lagi, mereka tidak akan berinteraksi lagi. Semuanya akan benar-benar selesai.
"Baiklah, jika semuanya sudah selesai, kalian bisa kembali ke bagian kalian masing-masing." Aaron, salah satu karyawan bagian Law Enforcement menutup rapat kecil mereka.
Hermione baru akan keluar dari ruangan rapat kecil itu saat Aaron memanggilnya.
"Hermione…" Aaron menepuk pundaknya sebelum ia pergi. Draco yang tadinya tidak jauh dibelakang Hermione berjalan mendahuluinya. Melirik Hermione garang lalu menubruk pundak Aaron dengan pundaknya.
"Ada yang bisa kubantu?" Hermione bertanya.
"Um… aku ingin tahu, apa kau dan Cedric kembali berhubungan?" Aaron bertanya canggung.
Hermione menghela nafasnya.
"Eh… bukan begitu, bukan itu maksudku." Aaron tahu Hermione salah sangka.
"Lalu apa maksudmu?" Hermione sudah meletakkan kedua tangannya dipinggang.
"Aku ingin tahu, apa kau sudah punya date untuk datang ke pesta tahun baru?" Aaron menjelaskan maksudnya.
Ekspresi wajah Hermione berubah, dari kesal menjadi halus. "Oh…" Hermione melepaskan tangannya dari pinggangnya.
"Apa kau ingin pergi bersamaku?" Aaron bertanya.
Hermione melihat Aaron lekat-lekat.
Hermione pertama kali mengenal Aaron White saat mereka menjalani masa training di awal masa kerja mereka di kementrian. Aaron punya mata biru yang membuatnya cepat terkenal di kalangan wanita karyawan kementrian.
"Umm… maaf Aaron sepertinya aku tidak bisa pergi denganmu." Hermione menjawab. Dengan keadaannya sekarang ia mau tidak mau harus pergi dengan Cedric.
Aaron mengangguk mengerti. "Baiklah, kalau begitu sampai jumpa…" Aaron berjalan ke arah bagiannya.
"Aaron…" Hermione memanggilnya lagi merasa tidak enak. "Apa kau tahu Lizzy dari bagian Departement of Mysteri?" Hermione bertanya sebelum Aaron pergi.
Aaron mengangguk.
"Coba ajak dia." Hermione tersenyum lalu pergi.
.
"Mencari mangsa baru?" Draco bertanya saat Hermione memasukki ruangan mereka.
Hermione melirik Draco dari sudut matanya. Mengabaikannya lalu duduk dimejanya. Dengan keadaan dan kecepatan seperti ini mereka akan kembali menjadi musuh bebuyutan dalam waktu tiga minggu.
Hermione duduk di mejannya dan mulai mengerjakan pekerjaannya, setumpuk laporan akhir tahun yang harus diselesaikannya sebelum minggu terakhir, beberapa tentang laporan keadaan mahkluk-mahkluk di hutan terlarang dan sekitarnya.
Pintu ruangan mereka terbuka dan seorang perempuan muncul.
"Draco…" Astoria dengan rambut cokelat dan keriting muncul di depan pintu.
Draco yang sedang mengerjakan pekerjaannya mendongak dan melihat Astoria yang berdiri di depan pintu ruangan mereka.
Draco melirik Hermione cepat untuk melihat reaksinya lalu berdiri dan menghampiri Astoria.
"Astoria apa yang kau lakukan disini?" Draco menghampirinya, meletakkan tangannya dipinggan gadis itu lalu berjalan keluar. Ia sengaja meletakkan tangannya dipinggang Astoria untuk membuat Hermione kesal.
Hermione berusaha mengabaikan Draco dan Astoria di depannya, berusaha untuk fokus pada pekerjaannya.
.
Theo dan Fletcher sedang duduk di ruangan pengacara keluarga Malfoy. Fletcher yang meminta untuk lebih banyak berurusan dengan Theo, karena menurutnya pria yang duduk disampingnya adalah pria yang paling nyaman untuk diajak bekerja sama dibanding Draco dan Blaise.
Mereka sedang mempersiapkan semua berkas yang diperlukan untuk mengalihkan semua asset keluarga Malfoy atas nama Draco.
"Kalian harus menjamin bahwa aku tidak akan terkena masalah atas semua ini." Mr. Schmidt melirik dua orang di depannya kesal. Ia sudah bertahun-tahun menjadi pengacara keluarga Malfoy dan tidak tahu hari ini akan datang secepat ini.
Kesalahannya adalah selama ini ia terlibat dalam semua usaha ilegal keluarga Malfoy, tidak seperti Fletcher. Schmidt sering berurusan dengan Fletcher namun untuk urusan yang bersih, semua kegiatan kotor selalu diselesaikannya langsung dengan Lucius.
Beberapa hari yang lalu, Draco ditemani Blaise dan Theo juga Fletcher mendatanginya. Permintaan mereka jelas. Siapkan berkas untuk pengalihan aset atau mereka akan melaporkannya kepada pihak yang berwenang. Jika ia dilaporkan maka semuanya akan tamat, Schmidt harus menutup kantor pengacaranya, karena terlibat dalam banyak kegiatan ilegal perusahaan Malfoy.
Draco berjanji bahwa mereka tidak akan melaporkannya ke pihak yang berwenang jika ia mau membantu mereka, tapi setelah ini, perusahaan Malfoy dibawah kepemimpinan Draco tidak akan menjadikannya pengacara perusahaannya lagi.
Sure. Schmidt lebih baik tidak menjadi pengacara keluarga Malfoy lagi daripada tidak menjadi pengacara sama sekali.
Karena itu, sekarang ia berhadapan dengan Theo Nott dan Fletcher untuk menyerahkan berkas-berkas yang mereka perlukan.
"Tentu saja. Kami tidak akan berurusan lagi dengan anda setelah ini." Theo memberitahu.
Fletcher menandatangi beberapa berkas dan menyerahkannya lagi pada Schmidt.
"Berkas ini akan siap dalam satu atau dua hari, kemudian kalian tinggal mendapatkan tanda tangan Lucius dan stempel kementrian dan semuanya akan selesai." Schmidt menjelaskan.
Fletcher dan Theo kemudian pergi dari kantor pengacara itu lalu menuju ke kementrian dimana Blaise sudah menunggu mereka untuk bertemu dengan Percy.
.
"Ced…" Hermione memanggil Cedric yang sedang asik dengan korannya. Mereka berdua duduk makan siang di restoran di dekat kementrian.
"Iya?" Cedric mengalihkan perhatiannya.
"Well, kau tahu kan kalau setiap tahun Kementrian mengadakan Pesta Tahun Baru." Hermione memulai.
"Oh, iya, tentu saja…" Cedric mengerti. "Kita akan datang bersama bukan?"
"Um…Ced.." Hermione bingung bagaimana cara menyampaikan maksudnya. "Cedric, sebenarnya aku tidak ingin kau merasa terpaksa pergi ke pesta itu bersamaku, jika kau ingin mengajak seseorang atau tidak mau datang maka tidak apa-apa, jangan merasa terbebani hanya karena kau sudah berjanji."
Cedric melipat korannya, ia tersenyum kemudian meraih tangan Hermione. "Mione, aku tidak merasa terpaksa atau semacamnya, kau temanku atau bukan?"
Hermione tersenyum, tapi perasaannya sakit ia makin merasa tidak enak telah memanfaatkan Cedric seperti ini.
"Hermione, kau tidak perlu merasa tidak enak atau semacamnya, aku dengan senang hati membantumu jika memang kau membutuhkan bantuanku, jangan bertindak seperti orang asing."
"Ced…"
"Sudahlah Hermione, jangan berpikiran yang aneh-aneh, meskipun kau tidak mencintaiku lagi kita masih bisa menjadi teman kan? Dan teman saling membantu satu sama lain." Cedric tersenyum.
Hermione mulai menangis.
Cedric tertawa.
"Kenapa kau menangis? Astaga Mione, orang-orang akan mengira aku melakukan sesuatu padamu."
"Cedric, aku tidak tahu harus mengatakan apa, aku minta maaf…" kata Hermione sambil menghapus air matanya dengan tissue.
"Kenapa minta maaf?" Cedric bertanya bingung, ia menggumamkan mantra yang melindungi mereka dari pandangan orang-orang. Jika dilihat dari luar mereka hanya terlihat seperti dua orang yang normal.
"Aku minta maaf, aku tidak seharusnya memperlakukanmu seperti ini." Hermione masih terisak. "Aku egois sekali, seharusnya aku tidak memintamu melakukan ini untukku. Aku tidak memikirkan dampaknya padamu aku tidak memikirkan perasaanmu. Oh Cedric aku minta maaf."
Cedric memegang kedua tangan Hermione. "Hermione Granger, kau tidak perlu merasa bersalah, aku membantumu dengan tulus."
.
Hermione tidak tenang sepanjang sisa harinya, ia tidak berpikir jauh, dasar bodoh. Ia lagi-lagi hanya memikirkan dirinya sendiri, hanya berpikir bagaimana agar ia cepat-cepat menjauh dari Draco tapi tidak memikirkan perasaan Cedric.
Cedric masih mencintainya, ia tahu itu. Dan pasti ia perasaannya tidak enak menjadi pacar pura-puranya hanya untuk menjauhkan Draco darinya. Ia tidak memikirkan itu, ia tidak memosisikan dirinya dalam keadaan Cedric. Bagaimana jika Draco memintanya menjadi kekasih pura-pura untuk menjauhkan perempuan lain yang dicintainya.
Hermione Granger, kau bodoh sekali.
Dan sekarang ia berjongkok di depan Crookshanks yang sedang menyantap makan malamnya.
"Crook… kau semakin kurus ya, apa kau sedang sakit?" Hermione bertanya memerhatikan tubuh Crookshanks yang sepertinya makin kurus. Crook mengeong pelan.
"Apa kita harus ke dokter?" Hermione menarik kaki depan Crookshanks dan melihatnya, mengecek apa ada sesuatu yang aneh pada bagian tubuh luar kucingnya.
"Crookshanks? Apa kau sakit?" Hermione melihat kuku Crook berubah warna menjadi pucat.
Crookshanks mengeong.
Hermione akhirnya memutuskan untuk membawa Crookshanks ke dokter hewan Muggle.
"Berapa umur kucing ini?" Dokter Hewan yang didatanginya bertanya.
"Well, aku sudah bersamanya sekitar 11 tahun, dan saat itu umurnya mungkin satu atau dua tahun." Hermione menjelaskan.
Dokter hewan di depannya tersenyum, "Miss Granger, kucingmu tidak sakit atau semacamnya, ia mengalami gejala yang normal di umurnya yang sekarang, warna kuku-nya mulai berubah, nafsu makannya juga turun, aku sedih sekali mengatakan ini padamu, tapi kurasa umur kucingmu sudah tidak lama lagi."
Hermione terdiam, ia melihat ke arah Crookshank yang tertidur di meja periksa.
"Baiklah." Hermione tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Ia kemudian membawa Crookshank pulang.
Ia mengganti bajunya, kemudian mengirim surat ke Mr. Cole bahwa ia akan kembali tidak masuk untuk beberapa hari, kemungkinan sampai akhir minggu. Ia ingin menghabiskan waktu-waktu terakhirnya dengan Crookshanks.
Hermione meletakkan Crookshanks di sisi kasurnya yang biasa ditiduri Draco. lalu menarik selimutnya menutupi mereka berdua. Hermione menangis.
Ia mengelus-elus Crookshanks yang sudah tertidur disampingnya, mereka sudah melalui banyak hal bersama, mulai dari Hermione masih di Hogwarts, sampai sekarang. Saat Hermione bersama Ron dan Harry menjadi pelarian, Crookshanks dititipkan di Burrow.
Hermione mulai tersedu-sedu, tidak siap ditinggalkan oleh kucingnya itu.
.
Keesokan harinya, Hermione terbangun dan Crookshanks masih berada disampingnya, Hermione mengulurkan tangannya, berharap kucingnya itu masih tertidur dan belum pergi untuk selamanya. Hermione masih bisa merasakan denyut nadi kucingnya.
Hermione bernafas lega. Ia kemudian bangun dan menyiapkan sarapan untuk kucingnya.
.
Hermione berusaha menahan dirinya agar tidak menangis setiap melihat ke arah Crookshanks. Ini sudah hari kedua ia tinggal dirumah dan setiap harinya keadaan Crookshanks makin memburuk, nafsu makannya turun drastis dan Hermione bisa merasakan ia semakin lemas.
.
Hari sabtu Hermione terbangun dan ia tahu bahwa ini harinya. Ia melihat Crookshanks disampingnya, mengulurkan tangannya dan merasakan bahwa kucing kesayangannya sudah pergi.
Hermione menarik kucingnya dan memeluknya untuk yang terakhir kali.
.
Hermione dan kedua orangtuanya berdiri di halaman kecil di belakang rumah mereka. Hermione memberitahu kedua orangtuanya bahwa Crookshanks sudah meninggal.
Richard berkata bahwa ia akan menyiapkan pemakaman untuk Crook di halaman belakang rumah mereka, Hermione berkata ia akan membawa Crook kesana.
Saat Richard bersiap menutup lubang dengan tanah, tiba-tiba suara pintu belakang mereka dibuka. Draco muncul dan berjalan cepat.
"Biar kubantu." Draco berkata.
Hermione tidak ingin mengatakan apa-apa, ia membiarkan Draco membantu ayahnya menguburkan Crook. Ia kemudian meletakkan kepalanya di pundak ibunya lalu menangis lagi.
.
"Hermione, kau yakin tidak ingin menginap disini?" Helena bertanya sebelum Hermione dan Draco keluar dari rumah mereka.
Hermione mengangguk pelan. Kedua orang-tuanya tidak tahu kalau ia sudah tidak berhubungan lagi dengan Draco, jadi untuk sementara ia belum akan mengatakannya pada kedua orangtuanya, perasaannya terlalu lemah untuk menghadapi masalah lain saat ini.
"Mr Granger, Mrs Granger, kami pergi dulu." Draco pamit lalu menggandeng Hermione keluar, dan ber-apparating ke depan pintu apartement Hermione.
Draco ditelepon oleh Helena Granger, bertanya apa ia tahu kalau Crook meninggal, lalu diminta datang kerumah mereka. Saat itu Draco tahu kalau orangtua Granger belum tahu kalau mereka sudah tidak berhubungan lagi.
Hermione mengeluarkan kunci dari tasnya, membuka pintunya lalu masuk. Draco mengikuti Hermione dan berjalan ikut masuk. Hermione melepas jacketnya dan roknya begitu saja. Meninggalkan kemeja hitam dan celana ketatnya, ia kemudian melepas sepatunya dan berjalan ke kamarnya dan langsung berbaring dan menyelimuti dirinya sendiri.
Draco menghela nafasnya, ia tahu seharusnya ia memberikan Hermione semangat atau semacamnya tapi melihat gadis itu melepas roknya barusan ia langsung berpikiran yang tidak-tidak.
Draco mengunci pintu apartement Hermione, kemudian masuk kekamar Hermione, ia melepas sepatu dan jacketnya lalu berbaring disamping Hermione.
"Are you okay?" Draco tahu itu pertanyaan bodoh begitu kata-kata itu keluar dari mulutnya. Hermione yang tadinya memunggungi Draco kemudian membalikkan badannya.
Mereka berhadapan, Draco bisa melihat mata Hermione yang merah dan berkaca-kaca.
"Hug Me." Hermione berkata pelan.
Draco tidak perlu diberitahu dua kali dan langsung menarik Hermione ke dalam pelukkannya. Kepala Hermione berada tepat di bawah dagunya, ia melingkarkan kedua tangannya di tubuh Hermione dan mengelus-elus pelan punggungnya.
Hermione mulai menangis lagi, ia mulai terisak-isak.
"Ssst…. Ssst…." Draco menenangkan Hermione yang masih menangis di dalam pelukannya.
Hermione tahu ia tidak seharusnya membiarkan Draco ada disini, ia tahu seharusnya ia menyuruh pria di depannya pergi, tapi ia butuh seseorang untuk memeluknya dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja.
Draco akan selamanya berhutang budi pada Crookshanks.
"It's okay Hermione… it's okay." Draco kemudian mencium kening Hermione.
"Aku akan merindukannya, aku akan merindukan Crook…" Hermione bergumam pelan, ia meremas kemeja di bagian dada Draco. Membiarkan Draco mengelus-elus punggungnya sampai ia terlalu lelah untuk menangis lagi dan akhirnya diam
.
Hermione terbangun saat perutnya berbunyi, ia melihat ke arah jendela dan tahu kalau sekarang sudah malam, ia bergidik karena merasakan hawa dingin di sekitar tubuhnya.
Ia sadar kalau ia tidak menggunakan sehelai benangpun di tubuhnya, ia melihat tangan yang melingkar di perutnya.
Draco Malfoy.
.
Hermione berhenti menangis, ia berusaha mengatur nafasnya.
Draco tahu seharusnya ia tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan, tapi melihat Hermione, di pelukkannya. Draco menggerakan tangannya dari punggung Hermione ke arah perutnya, perlahan, tidak ingin membuat Hermione terkejut atau takut.
Hermione hanya diam, menutup matanya, menikmati tangan Draco di sekujur tubuhnya, saat tangan pria di depannya mencapai dadanya, Hermione membuka matanya.
Mereka bertatapan.
"Please… I miss you so bad." Draco memohon.
Hermione tidak menjawab, ia lalu menempelkan bibirnya di bibir Draco, keras dan penuh kesedihan. Ia menggerakan tangannya ke kancing kemeja Draco dan keduanya dengan cepat saling melepas pakaian satu sama lain.
Desperation.
Draco dengan cepat memosisikan tubuhnya di atas Hermione, meraba seluruh bagian tubuh wanita di depannya, ia merindukan Hermione, merindukan bagaimana lembutnya kulitnya, merindukan bagaimana desahannya.
"Draco… please…"Hermione menitikkan air mata, perasaannya berantakan, ia tahu ini salah, ia seharusnya melupakan Draco, tapi akal sehatnya sudah pergi entah kemana.
Draco mendorong masuk, Hermione melingkarkan kakinya di pinggang Draco. Hermione terisak, air matanya mengalir deras.
"Ssst… Hermione… aku tidak akan melukaimu." Draco menghapus air mata Hermione dengan jarinya.
Draco dan Hermione kemudian bergerak, maju mundur, maju mundur, mendesah dan mengerang sampai keduanya mencapai puncak bersama.
Draco berbaring di samping Hermione, menarik Hemione ke pelukkannya dan membiarkan gadis itu tidur.
.
Hermione, kenapa kau bodoh sekali? Apa yang ada dipikiranmu? Kenapa kau malah tidur dengan Draco? Lalu apa gunanya kau menghindarinya selama ini jika kau dengan mudahnya menyerah.
"Berhentilah berpikir." Draco bergumam saat ia tahu kalau Hermione pasti sedang berpikir keras.
"Aku tidak meminta apa-apa darimu." Draco berkata lagi.
"Kau ingin aku pergi sekarang? Aku akan pergi, aku tidak akan memaksamu kembali padaku." Draco menjelaskan lagi.
"I'm sorry." Hermione tidak tahu harus mengatakan apa lagi.
"Aku akan membuatkanmu makan malam, kemudian aku akan pergi. Is that okay?" Draco bertanya.
Hermione mengangguk.
Draco kemudian bangkit berdiri, memakai pakaiannya dan berjalan keluar dari kamar Hermione.
Hermione Granger, kau wanita paling jahat dan egois di seluruh dunia.
-To Be Continued-
Read and Review guys…
Mungkin cerita ini akan berakhir di chapter 25 atau 26…
Aku selalu mengalami masalah saat menulis di saat-saat seperti ini, aku meletakkan tokohku dalam masalah, kemudian bingung sendiri cara menyelesaikan masalah mereka… wakakaka…
Happy Weekend…
-dramioneyoja
