THE BOY BESIDE ME
(Chapter 4)
KYUMIN FANFICTION
Rated : T+ (because there's adult content)
Main Cast : Cho Kyuhyun x Lee Sungmin (KyuMin)
Author : Cat13 (LeeJunRa1001/past)
Genre : Romance / Drama
Warn! : YAOI Fanfiction. OOC. AU. Typo(s). Bad EYD
.
.
.
.
.
.
.
enJOY reading!
Setelah mereka menemui penulis Henry, akhirnya Sungmin merasa lega. Ia bisa melanjutkan pekerjaannya yang tertunda di kantor dan menjauh dari Kyuhyun.
Saat ini mereka sedang dalam perjalanan pulang menuju kantor menaiki mobil Audi A8 milik Kyuhyun. Di dalam mereka saling diam, Sungmin hanya menolehkan kepalanya ke jendela samping sambil mendengar lantunan lagu dari radio mobil sedangkan Kyuhyun sedang fokus menyetir.
Namun tiba-tiba saja Sungmin tersadar bahwa Kyuhyun baru saja membelokkan setirnya menuju jalan yang tentunya bukan menuju kantor.
"Yak, Cho Kyuhyun! Jalan menuju kantor lurus saja, kenapa kau malah berbelok?"
Kyuhyun melirik sebentar lalu kembali fokus menyetir, Sungmin kesal pertanyaannya malah di abaikan oleh pemuda jangkung tersebut.
"Yak, jawab pertanyaanku! Kenapa kita malah berbelok ke arah Gwanghwamun?"
"Berisik sekali," Kyuhyun akhirnya buka suara, "Sekarang waktunya makan siang, memangnya kau tidak mau makan?"
"Tapi aku harus melanjutkan pekerjaanku, lagipula kan kita bisa makan di kantin kantor." Sungmin mulai merasa resah lagi.
"Aku Bosnya, jadi tenang saja."
Sungmin hanya bisa pasrah sambil menghela napas, Ia meremas erat sabuk pengamannya.
"Kenapa kau resah sekali? Padahal aku tidak ngebut," Kyuhyun bingung saat melihat Sungmin yang seperti kelinci yang terpojok. Sangat manis namun mengkhawatirkan.
"Aniya... tidak apa-apa," Sungmin geleng-geleng kepala.
"Oh ya..." Kyuhyun menekan remnya saat lampu merah menyala, lalu menolehkan kepalanya kearah Sungmin. "Kau masih ingat orang yang selalu membuatmu cemburu?"
Sungmin sedikit terkejut, wajahnya tampak kalut. "Apa apaan kau? Mana aku tahu!" Sungmin benar-benar gugup saat ini, apalagi Kyuhyun menanyakan hal-hal tersebut.
Kyuhyun tersenyum miring, "Masa kau lupa?" lalu menekan gasnya karena lampu sudah menyala hijau, "Sekarang dia memiliki restoran lho."
"Lalu?"
"Bagaimana kalau kita makan di tempatnya? Sekaligus aku ingin kau mengingatnya kembali."
.
.
.
.
"Kyu... kau kemana saja?" Sungmin akhirnya menelepon Kyuhyun yang dari tadi belum membalas pesannya. Ia terisak menahan tangisnya.
"Ming.. Mianhae aku sedang berada di rumah Changmin, maafkan aku, aku sedang kerja kelompok disini" balas Kyuhyun di seberang sana.
Sungmin semakin terisak, "Kenapa kau tidak membalas pesanku? Apa kau sesibuk itu? Kau tahu aku sangat kesepian di sini, Kyuhyunnie.."
"Ma-maafkan aku... aku benar-benar tidak punya waktu untuk mengecek ponsel, Ming."
"Andaikan aku jadi Changmin. Bisa terus terusan bersamamu, Kyu.."
"Hey, walaupun kita jauh dan aku tidak ada di sampingmu saat ini. Walaupun memang Changmin yang selalu bersamaku, tetapi hatiku terasa dekat dan selalu ada di sampingmu, Ming." Kyuhyun bertutur kata lembut, "Yasudah ya, aku harus melanjutkan pekerjaanku. Mianhae. Sesampainya di rumah aku akan memberi kabar. Saranghae"
Pip!
Sungmin memandang kosong layar ponselnya, tak biasanya Kyuhyun langsung mematikan telepon sepihak seperti ini. Pemuda manis itu malah bertambah sedih.
"Tetap saja... aku cemburu dengan Changmin." gumamnya dan kembali menangis.
.
.
.
.
"Tohoshinki red... sushi?"
Sungmin bergumam membaca tulisan besar yang terpampang di restoran bernuansa Jepang di depannya. Seketika Ia mengingat kenangan-kenangannya di Jepang.
"Bagaimana menurutmu?" Kyuhyun menyeletuk sambil tersenyum, pemuda tampan itu langsung membuka pintu mobilnya. "Kajja! Aku benar-benar lapar."
Sungmin pun akhirnya ikut turun dari mobil, mengikuti Kyuhyun dari belakang. Sungmin seksama memperhatikan punggung Kyuhyun, dulu punggung itu berbalut jas merah khas anak sekolah namun sekarang jas formal bewarna hitam melekat di tubuhnya.
Kyuhyun juga semakin tegap dan tinggi. Sungmin sadar banyak wanita di sekitar yang melirik Kyuhyun, pemuda tampan itu memang mempunyai tarikan seksual yang dahsyat. Entah kenapa Sungmin merasa resah dan ingin memeluk tubuh itu dan menyatakannya bahwa ini hanya miliknya saja.
Eh?
Seakan hafal dengan letak tata ruang restoran ini, Kyuhyun langsung mengambil tempat di lantai atas di dekat balkon, langsung menghadap pemandangan istana Gwanghwamun peninggalan kerajaan Joseon itu. Memang tempat yang pas untuk makan siang.
"Pemandangan yang indah bukan? Kita seakan ada di tengah-tengah Jepang dan Korea." ungkap Kyuhyun kepada Sungmin yang ada di depannya, pemuda tampan itu tersenyum saat Sungmin menganggukkan kepalanya.
"Aku merindukan Jepang..." Sungmin bergumam pelan namun dapat di dengar Kyuhyun.
"Kau merindukan istrimu?"
"Ah? A-aniyo.." Sungmin dengan cepat menggeleng, Ia bisa merasakan aura gelap dari pemuda di hadapannya walaupun Ia sedang dalam senyum pun. Sangat mengerikan. "Lalu... eemm.. siapa orang itu, Kyu?"
"Nanti dia juga datang.."
"Oy, Kyuhyun-ah!"
Kyuhyun menoleh lalu menyapa balik orang yang berbalut stelan koki ala Jepang yang menghampiri mejanya, "Oy, Roger! Apa kau sibuk siang ini?"
"Sekarang keadaan restoran agak sepi, jadi aku tidak sibuk." Lelaki yang lebih tinggi dari Kyuhyun itu langsung mengambil tempat di samping Kyuhyun, "Oh hei, siapa ini?" celetuknya langsung saat melihat Sungmin.
Sungmin terkejut, Ia hampir membuka suara namun Kyuhyun menyelanya.
"Dia Sungmin-hyung. Apa kau ingat?"
Pemuda dengan mata bambi itu tampak berpikir lalu Ia tersenyum lebar sambil mengangguk, "Aaahh! Sungmin-hyung yang itu. Apa kabarmu? Lama tidak berjumpa."
Sungmin membalas senyumnya walaupun terlihat canggung, "Aku baik-baik saja, Changmin.."
"Aahh... Hyung masih mengingat jelas namaku, syukurlah.." pemuda yang ternyata Changmin itu tersenyum lega. "Oh ya, ingin pesan apa?" Changmin menyodorkan buku menu di hadapan Sungmin.
"Kau tidak menawariku?" Kyuhyun bertanya dengan nada yang sedikit menyindir. Changmin malah tertawa lalu merangkul pundak sahabatnya.
"Aku tahu apa yang ingin kau pesan. Seperti biasanya kan?"
"Aah... kau memang sahabatku. Kau tidak akan pernah meninggalkanku, kan?"
"Tentu saja. Kita kan sudah berjanji."
Sungmin semakin merundukkan kepalanya, Ia menyadari Kyuhyun melirik tepat kearahnya sambil tersenyum miring.
"Ehhm.. Changmin.. Aku memesan seoul recipe sushi roll dan ocha hangat saja.." Sungmin sudah memutuskan pesanannya.
"Oke. Tidak ada tambahan lagi?" tanya Changmin sambil menulis pesanan di note kecil.
Sungmin menggeleng.
"Baiklah, kalian tunggu sebentar aku akan memasakkan untuk kalian." Changmin bergegas untuk pergi namun Kyuhyun menahannya, lalu mendekatkan bibirnya dekat ke telinga pemuda jangkung tersebut.
Sungmin merasakan resah lagi, Ia bergerak tidak nyaman. Kyuhyun dan Changmin berbisik-bisik dan terlihat sangat intim, apalagi ketika mereka berdua tertawa lepas. Mereka merahasiakan sesuatu darinya.
.
.
.
.
Wajah Sungmin tampak memerah dan bekeringat. Pemuda manis itu mengepalkan tangannya resah.
Bibirnya terlihat membengkak, tak berhenti mendesah walaupun Ia mencoba berhenti.
Mata hazel-nya itu memicing ke arah Kyuhyun yang tersenyum kemenangan.
Pemuda Cho ini benar-benar brengsek!
"Cho Kyuhyun... aku akan membalasmu! Awas saja!" kecam Sungmin kepada Kyuhyun yang masih menahan tawanya. Sungmin benar-benar menyesal ikut bersama Kyuhyun.
Kembali saat mereka sedang makan siang, dengan polosnya Sungmin memakan sushi roll pesanannanya yang terasa sangat pedas, Ia pikir memang rasanya yang seperti ini karena Ia memesan sushi dengan tipe berbeda dan baru Ia lihat di restoran Changmin. Dan lebih bodohnya, Ia menghabiskan sushi neraka itu!
Karena kebodohan Sungmin. Kyuhyun dan Changmin tergelak tertawa keras dan seluruh pengunjung di lantai dua memperhatikan mereka. Tak di sangka, Sungmin dikerjai mereka berdua yang di rencanakan oleh Kyuhyun. Benar-benar memalukan!
"Bahahahaha~ bagaimana rasanya sushi roll yang di lapisi tebal oleh wasabi? Apakah itu lezat?" tanya Kyuhyun masih tertawa terbahak-bahak, Sungmin terlihat lucu dan menggemaskan saat ini.
"Itu tidak lucu, Tuan Cho! Berhenti tertawa!" Sungmin meledak seperti perempuan sekarang, pemuda manis itu ingin sekali melempar Kyuhyun dari mobil ini.
Kyuhyun tidak memperdulikan geraman Sungmin, Ia masih tertawa dengan keras. "Dengan polosnya melahap itu semua... yaahh... dimana-mana orang kalau tidak merasa enak ya komplain, kau malah diam saja... Oh ya ampun bagaimana ini tidak lucu?" ejek Kyuhyun.
"Aku kira memang rasanya yang begitu! Sushi tersebut belum pernah aku dengar dan rasakan di Jepang sana!"
"Begitu... Sushi di sini rasanya memang unik, bukan?"
"Cih, sushi neraka idemu memang sangat unik dan aku tidak akan pernah mau mencobanya lagi!"
"Aahh... senangnya bisa menjahili karyawan baru," Kyuhyun mengedipkan sebelah matanya.
"Terimakasih atas kejahilan anda, Sajangnim. Aku benar-benar kagum atas perlakuan anda," sindir Sungmin dengan nada datar. Kyuhyun malah tertawa mendengar sindiran yang menurutnya terdengar manis itu.
Mereka akhirnya sampai di kantor, Kyuhyun memarkirkan mobilnya di basement kantor. Sungmin akhirnya merasa lega, lalu mencoba membuka pintu tetapi masih di kunci oleh sang pemilik.
"Yak! Bukakan kuncinya, aku ingin keluar dari sini!"
Kyuhyun mengabaikan desakkan Sungmin. Pemuda bermata obsidian itu menatap Sungmin lekat, Sungmin semakin ingin menghindar saja. Tatapan Kyuhyun selalu membuatnya takut.
"Apa kau masih merasakan pedas?"
"Tentu saja, baka! Wasabi nya sangat ba-ummpphhh!"
Sungmin melotot kaget, bibirnya terasa basah dan menggelitik. Kyuhyun dengan lancang menciumnya!
"Le-lepaskhhhmmhh..." Sungmin memberontak namun Kyuhyun semakin memojokkannya, kedua tangannya tidak bisa bergerak karena terkunci oleh cengkraman Kyuhyun.
Jantung Sungmin benar-benar ingin keluar dari tempatnya, rasanya sangat sesak namun menggairahkan. Pemuda Cho itu malah menambah intensitas ciumannya, lidahnya melesak kedalam mulut Sungmin.
Sungmin lemas, Ia tidak bisa memberontak lagi. Terlena dalam permainan bibir Kyuhyun, Pemuda Lee itu memejamkan matanya erat. Membalas setiap perlakuan dari Kyuhyun.
Deja vu. Ya, itu yang di rasakan oleh mereka. Terlena dalam ciuman menggairahkan seperti saat ini, Sungmin yang pasrah dan Kyuhyun yang mendominasi. Saling merasakan kehangatan dan detak jantung dari pasangannya. Desahan demi desahan terlontar di balik ciuman mereka.
Sungmin memekik saat Kyuhyun mencoba membuka kancing kemejanya satu persatu. Sungmin tak ingin melewati batas, dengan sekuat tenaga Ia mendorong Kyuhyun menjauh. Mengakhiri ciuman mereka.
"Ka-kau sudah kelewatan.." Sungmin berujar gugup, sambil mengancingkan kemejanya terburu-buru.
Kyuhyun terlihat shock, pemuda itu mencengkram setir mobilnya. "Maafkan aku.. aku benar-benar tidak tahan." gumamnya.
Sungmin merapihkan penampilannya yang terlihat berantakan. Keadaan sangat canggung, mereka berdua terdiam.
"Kau tahu..." Kyuhyun buka suara, "Aku tidak bisa menahan hasratku saat berada di dekatmu. Apalagi saat kau mendesah kepedasan... shit rasanya benar-benar ingin memakanmu saat itu juga.." Kyuhyun tertawa hambar sambil mengusap wajahnya kasar, "Dan... yahh aku benar-benar merindukan kehangatanmu, Sungmin."
Sungmin masih diam. Ia tahu apa yang dirasakan pemuda tampan itu. Sungmin tidak merasa marah apa yang baru saja di katakan Kyuhyun. Ia hanya merasa takut dan resah.
Tapi jujur, Sungmin juga merindukannya...
"Kurasa aku harus kembali bekerja, Kyu." Sungmin benar-benar tidak tahan terus berada di dekat Kyuhyun, keadaan semakin canggung saja.
"Aah.. baiklah. Maafkan aku soal yang tadi." akhirnya Kyuhyun menekan tombol untuk membuka kunci.
Sungmin tidak membalas dan langsung membuka pintu, dengan terburu-buru pemuda bergigi kelinci itu berjalan memasuki kantor.
Sedangkan Kyuhyun masih diam di dalam mobil, jari-jarinya menyentuh bibirnya yang memerah lembab. Ia masih bisa merasakan jejak-jejak bibir Sungmin di bibirnya.
Kyuhyun bahkan menyadari Sungmin membalas ciumannya tadi.
"Jika kesempatan itu masih ada, apakah kau akan menjadi milikku kembali?" Kyuhyun berucap lirih, "Lee Sungmin. Kau benar-benar menyiksaku."
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
DON'T FORGET LEAVE A REVIEW FOR THIS FANFICTION.
WE NEED YOUR PARTICIPATE :)
KEEP CALM AND SUPPORT KYUMIN
.
(A/N) : We Will Wait For You Lee Sungmin. Bunny kita sudah pergi untuk melaksanakan kewajiban setiap pria korea, selama dua tahun yang cukup lama bagi kita, tandanya 2 tahun kedepan tidak ada KyuMin moment sepanjang aktifitas SJ. Kita doakan uri Minnie menjalankan aktifitasnya dengan lancar dan diberi kesehatan dan mood yang baik. Sebenarnya bagus sih Sungmin wamil biar jauh dari wanita itu hehehehehe :p Thanks yang sudah memberi dukungan lewat review dan masih menjadi JOYers untuk KyuMin ^^
buat reviewers yang udah koreksi bahasa mandarinnya, makasih ya sorry nih author emang gak jago dalam bahasa mandarin kadang bahasa sendiri aja belum becus kkk~ terus yang nunggu adegan NC sabar ya nanti juga ada, kenapa FF ini masuk kategori rated M? soalnya gak hanya aktifitas NC doang kok ada juga bahasa bahasa kasar dan vulgar di FF ini sekaligus biar sekalian aja kalau udah di mulai 'red light' nya. yang masih bingung nanti juga tau kok di setiap kelanjutannya, hehehehe.
gimana ciuman dari biasnya udah tercapai belum? walau dalam mimpi wkwkw ;p disini ada yang nonton SS6INA? curcol yuk harga tiketnya mahal banget dari tahun kemarin, untung udah nonton SuShow tahun sebelumnya. yang udah beli tiket atau mampu nonton, good luck yang gak direstui dompet dan lain lain coba lagi yuk tahun depan.
JANGAN LUPA KUNJUNGI BLOG KAMI YA. TINGGAL KLIK AJA DI PROFIL KAMI ^^
