THE BOY BESIDE ME
(Chapter 5)

KYUMIN FANFICTION

Rated : T+ (because there's explicit words)

Main Cast : Cho Kyuhyun x Lee Sungmin (KyuMin)

Author : Cat13 (LeeJunRa1001/past)

Genre : Romance / Drama

Warn! : YAOI Fanfiction. OOC. AU. Typo(s). Bad EYD

.

.

.

.

.

.

enJOY reading!


Sungmin sudah melewati sepuluh harinya bekerja di sapphire team.

Pemuda itu tampak sibuk memeriksa berkas yang di genggamnya, sebuah script mentahan dari penulis yang menjadi tanggungannya untuk di edit.

Sungmin bertanggung jawab menjadi editor seorang penulis bernama Kang Sora, penulis wanita yang menuliskan tema percintaan sejarah yang kebanyakan berlatar kerajaan.

Sungmin akui karangan milik Kang Sora sangat mengagumkan, kadang penulis itu suka menyelipkan sajak-sajak indah yang tentu membuat pembaca terhanyut dalam cerita. Ia juga seorang wanita yang lembut dan ramah, Sungmin sudah beberapa kali menemuinya.

Sungmin melirik ruang kerja Kyuhyun yang hanya di batasi kaca bewarna biru gelap, ruangan itu baru saja ditinggalkan oleh pemiliknya tiga jam yang lalu. Kyuhyun pergi bersama Zhoumi untuk menemui Henry kembali, Zhoumi bertanggung jawab atas karya Henry. Memang hanya mereka yang mengerti bahasa mandarin ketimbang yang lain.

Tentang Henry... Sungmin jadi ingat kejadian setelahnya aahh bukan setelah menemui Henry namun setelah makan siang.

Sungmin menggeleng kuat, Ia harus berkonsentrasi dengan pekerjaannya, lupakan kejadian pada saat itu!

Tapi, Sungmin terlihat lesu Ia merasa Kyuhyun tidak sering mengusiknya setelah kejadian itu. Mereka berdua hanyut ke dalam pekerjaan. Kyuhyun juga sering pergi keluar untuk bertemu penulis-penulis lainnya, di apartemen Kyuhyun tidak pernah mengusiknya juga dengan ucapan selamat pagi atau suara gaduhnya. Sungmin menghela napas berat.

Eh? Bukannya dia harusnya senang? Kenapa Ia menjadi merasa tertekan seperti ini?

"Hyung.." tiba-tiba Ryeowook berbisik di sampingnya, pemuda mungil itu memandang Sungmin khawatir. "Kau terlihat kelelahan... Apa kau mau secangkir kopi?" tawarnya lembut.

Sungmin tersenyum atas kebaikan rekan kerjanya tersebut, namun Ia menggeleng halus. "Terimakasih, Wookie-ah. Tapi aku tidak." tolaknya.

"Baiklah.." Ryeowook berhenti sejenak lalu meletakkan pena ungunya, "Daritadi aku menangkap gelagatmu yang selalu melirik ruangan Sajangnim, apa yang sedang kau pikirkan, Hyung?" lagi-lagi Ryeowook yang selalu penasaran.

Sungmin tersenyum canggung, Ia menggaruk tenguk lehernya. "Aahh... bukan apa-apa kok. Aku hanya merasa bingung... makanya aku sering melirik ruangan Sajangnim" sungguh alasan yang tidak maksud akal Sungmin!

Ryeowook tampak bingung, namun Ia menghiraukannya. "Oh ya, semenjak kejadian waktu itu... kenapa hubungan hyung dan sajangnim menjadi merenggang? ehm... maksudku dia tidak pernah menganggu hyung lagi." oh ya ampun, Ryeowook lebih cocok menjadi wartawan ketimbang Ia bergelut di dunia sastra. "Aku takut dia marah padamu... kau tahu Kyuhyun kalau marah sangat mengerikan.."

"Memang benar... seperti serigala yang baru keluar dari markasnya"

Sungmin menggeleng, "Tidak kok. Mungkin karena kami sama-sama sibuk."

Ryeowook mengangguk, pemuda mungil itu menarik napas dan mulai menanyakan sesuatu. Namun tiba-tiba pintu terbuka dan di banting cukup keras, dua orang masuk ke dalam ruangan. Ryeowook mengurungkan niatnya untuk bertanya lagi.

Sungmin menghela napas lega namun kembali tercekat setelah Kyuhyun mengambil posisi di dekatnya.

"Kau mempunyai tanggung jawab baru." ucap Kyuhyun tegas, lalu membanting pelan sebuah map di meja Sungmin. "Penulis Kang Sora ku alihkan ke Leeteuk, sekarang kau menanggung penulis baru."

Sungmin melotot kaget, Ia hampir saja meloncat dari kursinya. "A-apa?!" rasanya Ia ingin meninju Kyuhyun saat itu juga.

"Masih saja bertanya? Kau sekarang menanggung penulis baru." Kyuhyun membuka map tersebut, "Coba kau baca profilnya lebih dulu."

Zhoumi di belakangnya tampak tidak setuju, "Xian! Apa kau yakin Chengmin akan menanggung karangan ini? Maksudku, kau tahu kan bagaimana penulisnya?"

Obsidian Kyuhyun memicing ke arah Zhoumi, "Tentu saja aku yakin. Walaupun memang bahasa karangannya berat dan berlebihan, Sungmin pasti bisa menanggungnya." ucap Kyuhyun tegas, benar-benar berbeda dari Kyuhyun biasanya. Sangat mengitimidasi dan arogan.

"Wo-woow.." Ryeowook terlihat panik, "Ada masalah apa ini, Tuan-tuan? Siapa yang kalian maksud?"

Zhoumi menghela napas, Ia mengacak rambutnya gusar. "Lebih baik kau serahkan ini kepada Qiang Ren atau Shen Dong yang lebih berpengalaman. Kau tahu... genre karangan ini sangat... eerr... ekstrim? Aku khawatir jika Chengmin menanggung ini."

Ekstrim? Apa maksudnya?

Kyuhyun tertawa singkat, terdengar menyinggung. "Kau tidak perlu khawatir. Pengalaman seksual Sungmin lebih banyak ketimbang yang kau bayangkan.."

"Apa?! Brengsek sekali kau Cho!"

"...dan dia sudah pernah menyicipi kehidupan pernikahan. Jadi aku percayakan ini padanya." Kyuhyun menekan map tersebut dengan tangan kirinya.

Zhoumi akhirnya menyerah, pemuda jangkung itu angkat tangan. "Baiklah! Baiklah!" lalu kembali ke ke meja kerjanya.

Sungmin masih sedikit shock dan tidak terima atas perlakuan Kyuhyun di mulai dari pergantian asal penulis yang menjadi tanggung jawabnya sampai membicarakan pengalaman seksualnya? Apa-apaan ini?!

Kyuhyun kembali fokus kepada Sungmin, pemuda februari itu membaca seksama profil si penulis baru bersama Sungmin. "Dia bahkan tidak mau mencantumkan nama aslinya di profil... Ia hanya mau memberitahu jika kau mengunjunginya." Kyuhyun mengusap-usap dagunya, "Dia memang sangat nyentrik dan menyebalkan."

Sungmin merasa tertarik dengan penulis baru yang benama pena 'Lady Zzinpang' ini. Apalagi orang ini tidak mau memberitahukan nama aslinya dan... jenis kelaminnya?

"Tapi... setelah di cermati kata 'Lady' di nama penanya itu menandakan kalau dia perempuan?"

"Aku saja tadi sampai ribut dengannya. Benar-benar orang yang keras kepala." Kyuhyun geleng-geleng kepala. "Permintaannya juga sangat aneh... dia menginginkan editor yang manis seperti permen kapas apalah itu, makanya aku memilih dirimu."

Sungmin tampak merona, Kyuhyun secara tidak langsung menyebutnya manis?

Sungmin juga menyadari Kyuhyun menyeringai karenanya.

"Oh ya, selain dia sangat nyentrik dan menyebalkan dia juga 'liar' dan 'keji' hati-hati saja." Sungmin bergidik ngeri, Kyuhyun terlalu berlebihan mendeskripsikannya. "Besok. Temui dia di apartemennya, jika kau merasa kesulitan hubungi aku." ucapnya lalu berlalu memasuki ruang kerjanya.

"Oh, ya ampun..." Sungmin menyandarkan tubuhnya letih, lalu membaca seksama isi profil tersebut. Si Lady tinggal di daerah Jamsil dan besok Sungmin harus mengunjunginya apalagi setelah mendengar perkataan Kyuhyun tentang si penulis ini... unik memang namun mengerikan.

Tapi, Sungmin cuma mengira bahwa Kyuhyun hanya menakutinya. Sungmin berpikir positif bahwa si Lady ini sosok yang pemalu dan tertutup. Semoga saja.

"Chengmin.." Sungmin mengalihkan pandangannya dari kertas, ternyata Zhoumi menatapnya serius dari sebrang sana.

"Kenapa?"

"Kau benar-benar menerima tawaran ini?" tanya si Pemuda Cina itu.

Sungmin menggidikkan bahu, "Jika ku tolak juga mana mungkin bisa. Lagipula sepertinya dia orang yang unik." Sungmin masih berpikir positif.

"Oh ya ampun.." Zhoumi mengusap wajahnya kasar, wajahnya terlihat prihatin. "Aku sudah menemui orangnya... dan kau tahu? Dia memang benar-benar 'unik' dan 'beringas'. Gui Xian saja tadi bertengkar dengannya karena hal-hal sepele dan hampir saja tidak terus berlanjut... benar-benar mengerikan."

Oh oke... Sungmin menarik prasangkanya kalau Kyuhyun mencoba menakut-nakutinya.

"Jadi, Good Luck for Tomorrow!" akhiri Zhoumi lalu Ia kembali fokus dengan layar komputernya.

Sungmin menghela napas berat. Zhoumi mana mungkin mengerjainya, Ia pria yang bersih tidak seperti Kyuhyun. Tapi Sungmin tetap berpikir positif bahwa besok tidak akan terjadi suatu yang buruk.

.

.

.

.

Pintu lift terbuka, Sungmin langsung keluar lalu menatap sekeliling koridor apartemen ini. Ia mencari-cari di mana letak kamar si 'Lady Zzinpang', tanggung jawab barunya. Kamar 1083.

Sungmin melepas topi nya setelah menemukan kamar dengan nomor yang cocok. Sungmin menekan tombol bel di samping alat interkom, namun belum mendapat respon. Tak beberapa lama interkom mengeluarkan suara.

.."Katakan kodenya. Atau kau tidak bisa masuk!"..

Sungmin kaget, dengan segera Ia menekan tombol interkom. "Maaf... saya tidak tahu, aku hanya ingin bertamu."

.."Jika kau tidak tahu. Kau tidak bisa masuk. Sampai jumpa!"..

"Tu-tunggu! A-aku Lee Sungmin, di utus oleh Cho Kyuhyun dari Masi-group menjadi editor anda. Apakah anda yang bernama pena 'Lady Zzinpang'?" Sungmin berharap cemas.

.."Oh, si Mesum itu..".. suara itu semakin samar. Sungmin mendengar bunyi kunci terbuka, segera saja Ia mengambil langkah mundur.

Sungmin memeluk erat tas kerjanya. Mata hazel Sungmin melebar.

Ia benar-benar kaget bukan main. Hampir saja Ia menjatuhkan tas kerjanya.

Selama ini perkiraannya salah! Ia pikir Lady Zzinpang ini seorang perempuan dengan penampilan kutu buku.

Tapi nyatanya...

DIA SEORANG LAKI-LAKI! TULEN!

Lihat jakun yang tercetak jelas di lehernya, dadanya juga rata. Ia benar-benar seorang lelaki, lelaki dengan berperawakan feminim ala ala prancis... memang sangat nyentrik!

Ia memakai kaos santai bewarna putih yang sudah melonggar, bahunya tereskpose. Lelaki bersurai gondrong ini terlihat acak-acakkan sambil menggendong seekor kucing abu-abu.

"Aah... Perkenalkan nama saya Lee Sungmin." Sungmin memberanikan dirinya, Ia menjulurkan tangannya namun belum di balas.

Lelaki flamboyan di hadapannya memandangnya intens dengan tatapan yang mengintimidasi dan nakal? Sungmin malah menjadi takut, Ia menurunkan posisi tangannya.

"OH! YA AMPUN!" tiba-tiba pria itu menjerit nyaris mengagetkan Sungmin. Sungmin semakin kaget lagi ketika lelaki itu melempar kucingnya ke belakang seperti melempar sampah!

Satu tarikan, Sungmin terhuyung ke dalam pelukan lelaki flamboyan itu. Jari-jari panjang miliknya menelusuri lekuk wajah Sungmin, tatapannya membara seperti melihat mahakarya hasil maestro handal.

"Siapa namamu, cotton candy?" tanyanya dengan suara parau.

Sungmin meneguk ludahnya gugup, "Lee Sungmin, imnida. Saya di tugaskan untuk menjadi editor anda.."

"Kau benar-benar maniiiss~" Ia mengedipkan sebelah matanya, lalu melepaskan pelukannya dari Sungmin. "Kau siapanya si Mesum itu?"

"Si Mesum?" Sungmin mengedip bingung.

"Iya. Si Cho bangsat Kyuhyun itu. Apakah kau budak seksnya?" tanyanya blak-blakkan.

"TIDAK!" Sungmin dengan tegas menjawabnya, wajahnya memerah padam. "Aku hanya karyawan di bawah pimpinannya."

"Sebenarnya dia ini orang macam apa sih?!"

Lelaki itu tampak kecewa, "Kau terlalu manis... kau bisa saja di jadikan budak seks si Mesum." Sungmin melototkan matanya lagi, Ia benar-benar frontal! "Yasudah. Ayo masuk!" ajaknya lalu membuka pintunya lebar-lebar.

Sungmin dengan langkah pelan memasuki kamar apartemen milik lelaki tersebut. Suasana di dalamnya tampak suram dan seksi? Warna merah dan hitam mendominasi ruangan, aroma bunga mawar menyeruak ke dalam indra penciumannya. Benar-benar persis dengan karakter sang pemilik.

"Mau minum apa, cotton candy?" tawarnya ramah sambil mengibaskan rambut panjangnya ke belakang.

Sungmin tersenyum tipis, "Teh saja."

Lelaki itu mengangguk, "Baiklah~ satu cangkir teh hangat akan di siapkan untukmu, cotton candy~" ucapnya nakal sambil memberikan flying kiss, Sungmin bergidik ngeri.

"Tidak bisakah ia memanggilku Sungmin saja?" Sungmin menghela napas berat, pemuda januari itu membuka isi tas kerjanya, mengeluarkan notebook dan beberapa lembar kertas dan juga pena.

"Ah~ aku lupa menanyakan namanya."

Tak beberapa lama munculah lelaki unik tersebut sambil membawa nampan yang berisi dua cangkir bewarna hitam bercorak bunga, poci dengan pola yang sama dan dua toples berisi cemilan. Meletakannya di atas meja dengan gerakan anggun.

"Ah, terimakasih." Sungmin tersenyum canggung, lelaki manis itu memperhatikan kertas profil di dalam map. "Kalau boleh saya tahu... siapa nama asli anda?" tanyanya formal.

Lelaki itu mengerutkan alisnya, sepertinya Sungmin menyinggung perasaannya. Lalu Ia tergerak untuk menuangkan teh dari poci ke cangkir. "Namaku... Kim Heechul." ucapnya.

Sungmin mengangguk lalu menuliskan nama Kim Heechul di kolom profil. Tak lupa menuliskan jenis kelaminnya. "Lalu... kenapa anda menggunakan nama pena dengan sebutan 'Lady'?"

"Bukankah itu terdegar bagus?" Heechul bertanya balik.

"Ya, memang. Tapi Heechul-shii seorang laki-laki, kenapa tidak menggunakan nama yang lebih maskulin?"

Heechul tedengar menggeram. Sungmin langsung bungkam dan segera meminta maaf. "Bisakah kau tidak menggunakan bahasa formal? Aku merasa mual."

"Tapi nantinya tidak sopan. Lagipula kita baru saja kenal..."

"Lama kelamaan kau akan mengenalku lebih dalam! Jadi anggap aku seperti teman, oke?" Heechul menatap Sungmin intens.

"Ba-baiklah..." ucap Sungmin gugup.

"Hhmm.." Heechul menyentuh dagunya masih dengan cara yang anggun, Ia memperhatikan Sungmin sambil berpikir.

"Kau gay, ya?"

Sungmin terlonjak kaget, mata hazelnya melebar. "A-apa?"

"Tuhkan, perkiraanku benar." Heechul tersenyum jahat, lalu menyesap english breakfast tea dari cangkirnya. "Dan aku yakin kau pasti kekasih si Mesum itu."

"Ke-kenapa Heechul-shii bisa beranggapan seperti itu?"

"Oh ya ampun! Jangan bahasa formal lagi, cotton candy!" Heechul geleng-geleng kepala, "Tentu saja aku tahu, aku bisa melihat jejak basah si Mesum di bibirmu."

"E-eh?!" Sungmin panik, lalu menyentuh bibirnya gusar.

Heechul malah tertawa keras melihat reaksi imut darinya. "Aigoo... aku cuma bercanda~ kenapa kau menganggap ini serius?" Heechul tersenyum menang, benar-benar menakutkan.

Wajah Sungmin memerah malu, Ia mencoba mengalihkan perhatian ke notebooknya. "Heechul... bisakah kita memulai pekerjaan? Aku harus mereview ulang karyamu."

"Baiklah Baiklah, cotton candy. Kalau itu maumu." Heechul beranjak dari duduknya. Lelaki itu mengacak surainya asal sambil berjalan ke suatu kamar. Tapi sebelum memasuki, Heechul menoleh ke arah Sungmin.

"Cotton Candy!"

Sungmin menoleh, membalas respon Heechul. Walau wajahnya terlihat mengkerut masam.

"Apakah si Mesum sudah merenggut keperawanan mu?"

Ya Tuhan... Terbuat dari apa otak orang ini?

.

.

.

.

Sungmin benar-benar tidak percaya.

Ia merunduk, mengusap wajahnya kasar. Wajahnya tampak memerah.

Lelaki penyuka merah jambu itu benar-benar tidak menyangka apa yang barusan Ia kerjakan. Pertama kali dalam hidupnya Ia berurusan dengan...

NOVEL EROTIK!

Heechul benar-benar gamblang dalam karangannya. Sungmin akui fantasi Heechul lebih liar dari E.L James sekalipun. Berbagai ungkapan dan kegiatan seks terjabar dalam karangannya.

Kamasutra, Vanilla sex, Bondage, Dominant, Masochist, Gangbang.

Itu semua adalah ungkapan dalam karangan pemuda nyentrik itu yang Sungmin kaji, dan Ia tidak mengerti sebagiannya. Berkali-kali Ia berurusan dengan internet untuk mencari ungkapan-ungkapan asing tersebut.

Dan hasilnya...

BANG!

Hingga akhirnya Sungmin tidak kuat melanjutkan pekerjaannya.

Sungmin menjatuhkan kepalanya di meja, wajah Pemuda itu menghadap kaca biru yang membatasi ruangan. Sungmin memperhatikan Kyuhyun yang sedang bekerja di dalam ruangannya. Kyuhyun melepas jasnya, Ia hanya menggunakan kemeja putih, dasi hitam yang di biarkan longgar dan celana bahan hitam yang pas di kaki jenjangnya, rambut cokelatnya sedikit acak-acakkan.

Seketika Sungmin mengingat cuplikan di dalam karangan Heechul.

'... Smith memang selalu memukau walaupun Ia meggunakan pakaian kuno ala orang tua sekalipun. CEO muda itu selalu membuat Edith 'lapar', Ia membayangkan bibir seksi itu mencumbu tubuhnya..'

"Ya Tuhan, apa yang aku pikirkan?" Sungmin hampir saja menjerit, Ia memukul kepalanya berkali-kali. Sungmin mengutuk setiap bagian karangan Heechul! kenapa Ia jadi ikut-ikutan berfantasi liar? Sungmin benar-benar harus mencuci otaknya lagi.

Dan, Sialnya! Kyuhyun sekarang tengah memandangnya, tingkah anehnya menarik perhatian pemuda tampan itu. Sungmin dapat melihat Kyuhyun berjalan meninggalkan mejanya, menuju pintu keluar.

KYUHYUN MENGHAMPIRINYA!

"Apa yang kau lakukan, Sungmin?" tanya Kyuhyun heran, posisinya berada di samping Sungmin sekarang. "Kau merasa kesulitan?"

"Err.. Ya.." Sungmin mencoba mengalihkan tatapannya dari mata hitam itu, ugh! Tatapan penuh perhatian yang selalu membuatnya terganggu.

"Coba kulihat.." Kyuhyun mendekatkan dirinya ke layar komputer Sungmin, sekarang posisi mereka sangat dekat. Sungmin bisa mencium aroma aqua yang menguar dari tubuh Kyuhyun.

Sungmin jadi ingat kejadian di mobil itu... posisi sedekat ini sungguh sangat berbahaya. Pemuda manis itu menggeser kursi kerjanya sedikit memberi cela diantara mereka berdua.

Kyuhyun menoleh, "Kenapa?"

"Tidak apa-apa." Sungmin mengalihkan pandangannya.

Kyuhyun memperhatikan kembali layar komputer, alis tebalnya mengernyit. "Sialan. Dia belum menyelesaikan seluruhnya..." Kyuhyun mengusap kasar wajahnya. "Sungmin... bisakah kau mengirimkan fax untuknya?"

Sungmin mengangguk mantap dan segera menghampiri mesin fax di dekat meja Shindong. Namja manis itu menghubungi fax Heechul dan mengirimkan dokumen kepadanya, namun sayangnya telepon tidak diangkat-angkat juga.

Sungmin mendesah kecewa, Ia segera menutup sambungan telepon. Hanya berharap balasan Heechul lewat fax. Tak beberapa lama mesin fax berbunyi, tanda pesan masuk. Sungmin segera menarik keluar kertas yang berisi balasan dari Penulis nyentrik itu.

Dear, Cotton Candy.

Maafkan aku manis, aku tidak bisa mengirim sembarang hasil karyaku lewat perantara yang tidak jelas. Jika kau ingin memintanya, datanglah ke Rumahku pada hari Sabtu. Aku merasa kesepian tidak ada mahluk se-manis dirmu, Cotton Candy~

Tertanda,
Lady Zzinpang.

p.s : Apakah kau di paksa oleh si Cho Bangsat itu? Awas saja jika dia berani macam-macam denganmu!

"Oh Ya Tuhan. Kim Heechul.." Sungmin merunduk pasrah. Apakah Heechul tidak tahu bagaimana kondisinya sekarang? Deadline dan Perfeksionis seorang Cho Kyuhyun bisa saja membunuhnya.

"Bagaimana? Apakah dia sudah membalas?" Kyuhyun menghampiri Sungmin yang kini terlihat gemetar. Mata obsidiannya menyipit, memperhatikan Sungmin yang terlihat ketakutan. "Apakah Heechul megirimkanmu gambar hantu?"

"Justru ini lebih buruk," Sungmin berbalik namun tak memberanikan dirinya menatap Kyuhyun. Selembar kertas di genggamannya Ia berikan kepada Pemuda tampan di hadapannya.

Kyuhyun mengambil kertas tersebut, membaca dengan teliti kata demi kata yang tercantum di dalamnya. Rahang Kyuhyun tiba-tiba mengeras, Sungmin bisa mendengar decakkan marah dari bibir tebal itu.

"Maafkan aku.. Seharusnya aku mengecek ulang apakah ada kekurangan di dalamnya.." Sungmin merunduk dalam. "Aku janji tidak akan melakukannya lagi. Maafkan aku, tolong jangan marah. Aku akan menghampiri Heechul hari Sabtu."

Kyuhyun mengalihkan tatapannya dari kertas kearah Sungmin. Obsidian yang membara itu berangsur meredup melihat Pemuda manis dihadapannya yang terisak menahan tangis, tangannya tergerak menarik pemuda itu mendekat kepadanya, mendekapnya lembut dan menghapus jejak air mata yang sedikit mengalir di pipi gembil Sungmin. "Hey.. Sudahlah.. Jangan menangis aku tidak akan memarahimu, kok." Kyuhyun bertutur kata lembut.

Tangannya bergerak mendongakkan dagu Sungmin, mata obisidian itu bertemu langsung dengan hazel jernih milik Sungmin. Lama mereka saling menatap satu sama lain. Keadaan ruangan begitu sunyi, hanya mereka berdua yang berada di ruangan.

Sungmin perlahan menghentikan isakannya, tangannya mengusap kasar matanya yang tampak memerah. Sungmin berusaha menstabilkan kondisi hatinya, sampai dimana Ia sadar bahwa jaraknya dengan Kyuhyun sangat begitu dekat dan erat.

"A-ah!" Sungmin reflek mendorong Kyuhyun menjauh. Ia benar-benar mengutuk perbuatannya, padahal Ia sudah berjanji kepada dirinya untuk tidak terlalu dekat dengan Pemuda Cho itu. "Ma-maafkan saya sekali lagi.."

Kyuhyun bersikap seperti biasanya, pemuda itu merapihkan dasinya yang sedikit melonggar. "Tidak apa-apa. Baru pertama kali aku menenangkan karyawan apalagi dengan sebuah pelukan."

Sungmin membungkukkan badannya sekali lagi, wajahnya tampak memerah sekarang. Ia pun berjalan melewati Kyuhyun menuju meja kerjanya.

"Oh ya, Sungmin."

Sungmin berhenti, lalu menoleh ke belakang. "Ya?"

Kyuhyun berbalik, kedua tangannya masuk kedalam saku celananya, berpose begitu sangat keren. "Hari Sabtu, di mana Heechul meminta kau menghampirinya. Bagaimana kalau kita pergi bersama?"

Sungmin mengedipkan matanya beberapa kali. "Hee? Jadi maksudmu?"

Kyuhyun melangkah mendekat, "Ya. Kita akan pergi bersama ke rumah Heechul. Aku penasaran dengan kinerja orang sinting itu."

"Ta-tapi.." Sungmin terbata, "Kau tidak butuh istirahat? Mumpung hari libur lho... da-dan.. aku khawatir jika kau bertemu dengannya, akan ada suatu keributan nantinya."

Kyuhyun tertawa pelan, sambil mengacak surai hitam milik Sungmin sekilas. "Ini perintah, Tuan Lee. Jangan mencari alasan untuk menghindariku." akhirinya dengan senyum miring khas seorang Cho Kyuhyun.

Sungmin menelan ludahnya telak. Kini Kyuhyun sudah kembali kedalam ruangannya.

"Mati Aku!"

.

.

.

.

.

.

To Be Continued

DON'T FORGET LEAVE A REVIEW FOR THIS FANFICTION.
WE NEED YOUR PARTICIPATE :)

KEEP CALM AND SUPPORT KYUMIN

.

(A/N) : Masih pada bingung yah sama masa lalu KyuMin dan kenapa bisa pisah? kkk~ nanti akan terungkap tiap chapnya kok tenang aja, sabar aja oke ;) ada juga yang gak sabar adegan asem asem manis kapan muncul, hem dasar kalian. Banyak juga nih yang curcol soal SS6INA yang mahal banget, sabar ya guys nanti bakal dapet rejekinya kok buat ketemu oppa oppa kita di SuShow selanjutnya, siapa tau nanti OTP kita bersatu lagi kayak dulu. amin~

oh ya untuk minggu depan update sedikit telat dari biasanya karena author mau pergi ke keluar kota jadinya laptop gak di pegang selama seminggu nanti T_T jadi dimohon bersabar. tapi jangan lupa tinggalkan jejak review karena author terus memantau kaliaan~ di mohon dukungannya yah.

JANGAN LUPA KUNJUNGI BLOG KAMI. TINGGAL KLIK AJA DI PROFIL ^^