THE BOY BESIDE ME
(Chapter 7)
KYUMIN FANFICTION
Rated : T+ (because there's explicit words)
Main Cast : Cho Kyuhyun x Lee Sungmin (KyuMin)
Author : Cat13 (LeeJunRa1001/past)
Genre : Romance / Drama
Warn! : YAOI Fanfiction. OOC. AU. Typo(s). Bad EYD
.
.
.
.
.
enJOY reading!
Cahaya mentari pagi mengintip malu-malu di balik gordain. Sungmin yang masih terlelap dalam tidurnya mulai terusik, pemuda manis itu mengedipkan matanya beberapa kali mencoba untuk membiasakan dengan sinar silau tersebut.
Perlahan pandangan Sungmin mulai menjelas, Ia berusaha terbangun dari tidurnya. Kepalanya sedikit pening, mendecih karena teringat semalam Ia minum sampai mabuk dan diganggu oleh gay yang menyebalkan.
Aroma aqua menguar di sekitar ruangan. Rasanya sejuk seperti di surga. Sungmin memandang selimut berwarna abu-abu yang menutupi setengah badannya, alisnya tiba-tiba mengernyit.
"Bukannya warna sprai tempat tidurku itu merah jambu?"
Pandangan Sungmin semakin lama semakin jelas, mata hazel miliknya melebar seketika. Dengan gerakkan panik Ia pun duduk dan menelusuri ruang kamar yang cukup besar ini dengan warna abu-abu dan putih yang mendominasi.
Pandangan Sungmin terhenti pada cermin mozaik di atas tempat tidur, cermin besar itu menampilkan dirinya yang berantakan sehabis bangun tidur. Sungmin menyadari jika Ia mengenakan sweater hangat berwarna biru dongker yang kebesaran di badannya entah milik siapa.
"Apakah aku di bawa oleh gay brengsek itu?!"
Sungmin melotot kaget dan segera lompat dari tempat tidur asing itu. Semakin kaget jadinya Ia hanya memakai boxer putih miliknya yang tertutupi oleh sweater tersebut, seperti tidak mengenakan celana, mengekspose jenjang kakinya yang putih mulus.
"Tidak mungkin!" Sungmin menjerit panik, dengan gerakan tergesa-gesa Ia membuka pintu hitam-platinum di hadapannya.
"Kau sudah bangun?" terdengar teguran yang berasal dari dapur. Sungmin menghentikan langkahnya, dan berjalan mundur. Sungmin melebarkan matanya sekali lagi, sudah beberapa kali pemuda ini dibuat jantungan di pagi hari.
Kyuhyun tampak duduk tenang di pantry dapur. Lelaki tampan itu mengenakan baju santai dengan celana training berwarna hitam, kacamata baca bertengger di hidung bangirnya, sambil menikmati secangkir kopi hangat di pagi hari.
Sungmin menelan ludahnya gugup, "Jelaskan kepadaku. Apa yang kemarin malam terjadi dan di mana aku sekarang?"
Kyuhyun melepas kacamatanya perlahan, mata obsidian itu semakin terlihat jelas dan jernih. "Kemarin malam kau pingsan karena terlalu mabuk, dan sekarang kau ada di apartemenku."
"A-apa?" Sungmin terbata, tangannya tergerak untuk menarik kebawah sweater yang dipakainya, mencoba menutupi paha mulusnya. "D-dan sweater ini adalah milikmu?"
Kyuhyun mengangguk.
Sungmin menutup mulutnya kaget, "Kau menelanjangiku?"
"Tidak. Aku hanya meninggalkan boxermu saja. Bajumu sudah basah oleh keringat dan bau alkohol yang begitu menyengat. Jadi aku memakaikan sweater milikku kepadamu, maaf jika itu kebesaran." ucap Kyuhyun lalu turun dari duduknya, menghampiri oven yang mendentingan bunyi tanda sudah matang. "Oh ya, bajumu sudah ku kirim ke laundry, alamatnya kugunakan alamat milikmu. Jadi tenang saja."
Jantung Sungmin berdegup kencang, namja manis itu meremas ujung sweaternya. "Lalu... jika semalam aku tidur di kamar tidurmu. Kau tidur di mana?"
Kyuhyun menoleh sekilas, lalu melanjutkan kembali kegiatannya. "Aku hanya mempunyai satu kamar tidur di sini, tentu saja aku tidur bersamamu, Sungmin."
"M-mwo?" wajah Sungmin seketika memerah, wajahnya semakin merunduk ketika tatapannya tak sengaja mencuri pandangan kearah bokong padat Kyuhyun yang ditutupi celana training itu. "Apakah kita melakukan..."
"Lee Sungmin! Apa yang kau pikirkan?!"
Kyuhyun berhenti menata menu sarapan di meja, namja berkulit pucat itu tiba-tiba tertawa keras. "Aku tidak suka meniduri orang yang mabuk karena whisky atau vodka, itu sangat menjengkelkan. Walaupun orang itu dalam keadaan menggairahkan sekalipun."
Sungmin menghela napas lega. Sepertinya Ia harus berterimakasih kepada minuman sialan itu yang membuatnya hilang kesadaran.
Kyuhyun menaruh dua mangkuk sup rumput laut dan empat potong gimbap di kedua piring putih di depannya. "Sarapan?" tawar Kyuhyun kepada Sungmin yang masih diam berdiri di ambang jalan masuk dapur.
"Ah ya.." Sungmin perlahan menghampiri Kyuhyun menuju pantry lalu duduk di sebrangnya. Aroma sup rumput laut dan gimbap merasuki indra penciuman Sungmin, perutnya meronta lapar. Tak sadar Ia tersenyum, rupanya Kyuhyun berkembang baik dalam hal memasak.
"Kenapa kau tersenyum?" tanya Kyuhyun sambil membawa cangkir pink yang mengepulkan uap panas, dengan perlahan Ia letakkan di meja. Sungmin memperhatikan cairan keemasan di dalam cangkir, aroma jahe menguar dan membuat dirinya relaks. "Air jahe hangat sangat baik untuk menghilangkan rasa mual dan pusing karena mabuk, kau harus menghabiskannya."
Sungmin mengangguk lalu menyentuh cangkir pink tersebut, mata hazelnya memperhatikan Kyuhyun yang sedang menikmati kopinya. Cahaya matahari yang masuk sedikit menyinari wajah pucat tampan itu, obisidannya terlihat bercahaya. Jantung Sungmin entah kenapa berdetak lagi.
"Sedang melihat apa, Tuan Lee?"
"Aa-ah!" Sungmin terkejut, dengan kaku Ia mengambil sumpit dan sendok di samping piring. Kyuhyun tertawa sedikit melihat tingkah manisnya.
Sungmin dengan gerakan terburu-buru menyuapi sepotong gimbap ke dalam mulutnya. Lalu mengunyahnya perlahan.
Kyuhyun yang masih memperhatikan Sungmin mulai bertanya, "Bagaimana rasanya? Ini percobaanku yang ke dua puluh untuk memasak gimbap dan sup rumput laut."
"Oh." Sungmin hampir saja tersedak mendengar pernyataan jujur Kyuhyun, Ia lalu menyereput sedikit sup rumput lautnya. "Ini enak, tapi supnya sedikit asin. Kurasa kau harus mengurangi sedikit garamnya."
"Benarkah?" Kyuhyun mulai penasaran, lelaki tampan itu tergerak untuk menyicipi makanannya. "Aah.. benar. Ini lebih baik daripada yang kemarin." Kyuhyun tersenyum sumringah, obsidiannya berbinar senang. Sungmin menahan senyumnya, reaksi Kyuhyun saat merasa bangga tidak berubah, terlihat polos di matanya.
Mereka berdua sibuk melahap menu sarapan milik mereka. Hingga tak sadar mereka menghabiskannya tanpa tersisa.
"Wow.. sepertinya kau tidak mabuk total. Sarapanmu saja sampai habis." Kyuhyun mengerjap takjub, lalu mengambil piring kotor mereka. Membawanya ke tempat cuci piring.
Sungmin tertawa malu-malu, "Entahlah. Habisnya perutku lapar." ungkapnya. Melihat Kyuhyun yang mulai sibuk mencuci piring, pemuda manis itu menghampiri untuk membantunya. "Bolehkah?" tawar Sungmin setelahnya.
Kyuhyun mengangguk dan memberi Sungmin sepasang sarung tangan karet. "Pakailah."
Sungmin menerima lalu memakainya. Kyuhyun mengambil spons yang sudah di lumuri sabun, tiba-tiba Ia menarik tangan Sungmin dan menggenggamnya bersama dengan spons busa. Menggerakkannya lembut ke permukaan piring hingga bersih.
Sungmin berusaha menahan detak jantungnya lagi, tangannya hanya mengikuti gerakan tangan Kyuhyun yang mencuci piring. Busa-busa lembut muncul menutupi jari-hari mereka.
"Haish, membosankan!" celetuk Kyuhyun tiba-tiba lalu mencipratkan air ke wajah Sungmin, lalu tertawa keras karena reaksi Sungmin yang menggemaskan.
Sungmin masih terbengong dengan apa yang terjadi. Kyuhyun yang masih usil mencolek sedikit busa lalu menempelkannya di hidung Sungmin, tawanya pun semakin jadi.
Sungmin akhirnya sadar dan menggeram kesal. "Cho Kyuhyuuunn!" Ia pun juga mencolek sedikit sabun lalu ditempelkanya di pipi pucat Kyuhyun. Sungmin tertawa kecil, "Hihihi.. Jerawat!"
"Rasakan ini!" Kyuhyun membalas dengan mencipratkan air ke tubuh Sungmin. Sehingga di mulailah peperangan kecil diantara mereka berdua. Kyuhyun dan Sungmin saling menyerang dengan busa ataupun air, mereka berdua tertawa lepas melihat lawannya yang mulai basah kuyup dengan penampilan aneh karena busa mengotori mereka berdua.
Tidak memperdulikan lantai yang mulai licin, mereka terus melakukan momen bahagia ini. Sampai dimana Sungmin tak sengaja menginjak sedikit busa di lantai membuat tubuhnya mulai tak seimbang.
"Ming!"
Sungmin merasa tubuhnya berputar dan Ia jatuh di permukaan yang empuk tak merasakan sakit. Matanya yang terpejam erat perlahan mulai terbuka, hazelnya melebar.
Posisi Sungmin kini berada di atas tubuh Kyuhyun, Ia bisa merasakan tangan Kyuhyun yang memeluknya erat. Pemuda tampan di bawahnya meringis kesakitan karena kepala dan tubuhnya yang terbentur langsung dengan lantai, ternyata Kyuhyun melindunginya walaupun Ia harus menerima kesakitan seperti ini.
"K-kyu? Gwenchannayo?" Sungmin mulai panik, perlahan Ia mengangkat kepala Kyuhyun dan menyentuh bagian bawahnya. Sungmin merasa bersalah, Ia merundukkan kepalanya dalam. Ingin menangis karena membuat lelaki itu merasakan sakit lagi.
"Hey.." Kyuhyun perlahan menyahut dan mengangkat wajah Sungmin pelan, tertawa singkat karena busa yang mengotori wajah pemuda manis itu. "Lihat wajah jelek ini yang mulai mengkhawatirkan ku. Aku baik-baik saja, hanya nyeri yang sementara."
"Bodoh.." Sungmin mengumpat kecil lalu memukul dada Kyuhyun pelan. Kyuhyun tertawa geli lalu mengangkat tubuh Sungmin lembut dan mendudukannya, Ia pun juga ikut bangkit dan duduk di samping pemuda manis itu.
"Hey.." Kyuhyun menyahut lagi lalu memperhatikan Sungmin intens. "Kau tahu? Aku sangat tidak tahan dengan penampilan basah kuyup. Kau bisa saja kuperkosa sekarang.." godanya sambil tersenyum miring. Masih memperhatikan Sungmin yang basah dan lepek.
Apalagi paha mulus yang terekspose itu terlihat mengkilap karena basah!
Sungmin menyadari tatapan Kyuhyun yang mulai mesum, langsung saja Ia bangkit berdiri dan mengambil asal sebuah serbet lalu menutupi pahanya yang terekspose. Wajahnya memerah bukan main, entah marah atau malu karena di goda dengan keterlaluannya oleh Kyuhyun.
"Ka-kamar mandi ada di mana, ya?" Sungmin bertanya dengan gugup. Berusaha menutupi pahanya yang masih di tatap mesum oleh pemuda Cho itu, benar-benar mengancam keselamatan bokongnya.
"Ada di kamarku." jawab Kyuhyun, lalu mulai bangkit berdiri. Mata mesumnya terus memperhatikan Sungmin secara menyeluruh. "Ingin mandi bersama?" tawarnya tanpa malu.
"T-tidak usah!" Sungmin menjerit ketakutan dan segera berlari kearah kamar Kyuhyun lalu membanting pintu hitam-platinum itu cukup keras.
.
.
.
.
Pintu berwarna putih itu perlahan terbuka, Sungmin melongokkan kepalanya dari dalam. Memastikan tidak ada Kyuhyun di dalam kamar. Ia pun menghela napas lega pemuda itu tidak ada disana, lalu keluar secara perlahan.
Sungmin hanya mengenakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya, dada putih dan berisi miliknya kini yang terekspose yang mungkin bisa saja mesumnya seorang Cho Kyuhyun bisa terpancing jika Ia ada disini.
Setumpuk pakaian Sungmin temukan di atas ranjang. Sungmin memperhatikannya, sebuah t-shirt hitam dan celana panjang skinny bahan berwarna putih, juga boxer berwarna abu-abu dan kantung plastik di samping dan terselip secarik kertas disana. Lelaki manis itu mengambilnya dan membaca sebuah catatan di dalamnya.
Hanya ini pakaian yang kupunya yang setidaknya pas di tubuhmu.
Pakaian kotornya kau kemas saja di kantung plastik.
Tidak perlu memikirkan bagaimana cara mengembalikannya.
Jika kau mau ambil saja.
CKH.
Pantas saja Sungmin bisa mencium aroma aqua khas seorang Kyuhyun di pakaian ini. Sungmin melihat sekeliling sebelum melepas ikatan handuknya, setelah itu Ia memakai boxer abu-abu yang menurut Sungmin kebesaran untuknya.
Wajah Pemuda manis itu memerah memikirkan yang tidak-tidak.
Lalu memakai t-shirt dan celana panjang. Berjalan menuju meja rias dan merapihkan penampilannya.
Pakaian yang direkomendasikan Kyuhyun memang nyaman, namun sedikit berbeda dari penampilan Sungmin biasanya. Entah kenapa t-shirt hitam itu sedikit ketat di bagian dadanya, dan celana skinny putih itu juga mengetat di bagian bokongnya. Namja manis itu menghela napas kesal, sepertinya berat badannya naik beberapa kilo.
Tiba-tiba terdengar bunyi nada dering yang Sungmin kenal. Nada dering smartphonenya, Ia menelusuri sudut-sudut kamar dan mencari sumber suara tersebut. Sampai dimana Sungmin menemukannya di laci meja nakas di samping ranjang, sepertinya Kyuhyun yang menaruhnya disana.
"Ayah?" gumam Sungmin melihat nama kontak yang tertera di layar, lalu meresponnya cepat. "Yeoboseoyo?"
.."Sungmin-ah. Kau sudah sampai ke Korea, nak? Bagaimana menurutmu apartemen yang kuberikan?"...
Sungmin tersenyum tipis, lalu mendudukkan dirinya di pinggir ranjang. "Sudah. Ini terlalu berlebihan Ayah hanya untuk satu orang, tapi terimakasih aku menyukainya." ucapnya dengan sopan santun.
.."Syukurlah kalau begitu. Sekarang apa kau berada di apartemen mu?"..
Sungmin mulai gugup, pasalnya Ia tidak ada di kamar apartemennya melainkan di kamar yang lain. "N-ne.. aku ada di rumah." bohongnya.
.."Baiklah, dalam lima belas menit Tuan Shin supir pribadi Ayah akan menjemputmu. Kau harus ke kantor cabang siang ini, ada yang ingin kubicarakan kepadamu, nak."...
Sungmin pun meloncat dari tempat duduknya, Ia harus bergegas sebelum supir tersebut datang. "Arraseo. Aku mengerti."
Sambungan telepon Anak dan Ayah itu terputus. Sungmin meringis lalu namja januari itu berjalan cepat menuju pintu keluar setelah mengemasi barang-barangnya.
Namun setibanya Sungmin terlonjak, Kyuhyun sedang berada di ruang tengah duduk sambil menonton tv, rupanya namja tampan itu menunggunya sedari tadi.
"Kau sudah selesai?" tanya namja berambut ikal cokelat itu. "Bagaimana pakaiannya? Apakah cocok?"
Sungmin mengangguk cepat, "Sudah. Ini lumayan pas, terimakasih atas kepedulianmu Kyu." lalu Ia berjalan terburu-buru kearah pintu keluar. Kyuhyun yang bingung pun mengikuti Sungmin dan mencegahnya keluar.
"Kenapa kau terburu-buru?" tanya Kyuhyun khawatir, Ia menghalangi pintu utama yang hendak Sungmin buka. "Kau marah padaku karena kejadian tadi?"
"Oh ya ampun.." Sungmin mengusap kasar wajahnya. "Tidak tapi aku harus segera pergi, Kyu. Aku punya urusan lain. Terimakasih atas tumpangan dan pakaian pemberianmu."
Kyuhyun menyipitkan matanya curiga, "Jelaskan apa yang terjadi, Lee Sungmin! Baru akan kubuka pintunya."
Sungmin meneguk ludahnya telak, sepertinya Ia membuat namja dihadapannya marah besar. "Begini.. Ayahku baru saja telepon.."
"Tu-tunggu? Siapa? Ayahmu?"
Sungmin mengangguk, Ia menciut. "Iya. Ayah memintaku untuk menemuinya dan lima belas menit lagi supirnya akan menjemputku.."
Kini mereka terdiam. Sungmin ketakutan ketika melihat rahang Kyuhyun mulai mengeras, obsidian itu juga memancarkan kemarahan yang meledak. Ia benar-benar harus pergi darinya.
"Maafkan aku Kyuhyun-ah. Tapi aku-"
Sungmin menghentikan perkataannya. Napas Kyuhyun sangat memburu dan wajahnya memerah. Perlahan Kyuhyun mendekati Sungmin, mendorong namja manis itu hingga tembok membatasi ruang geraknya. Tangan Kyuhyun mengurung tubuh Sungmin membuatnya kini bergetar ketakutan.
"Jangan hampiri dia." suara Kyuhyun begitu berat dan tegas, sangat mengintimidasi. Sungmin memejamkan matanya, mata hitam jernih itu seperti terus mengeksekusinya secara perlahan.
"Tapi Kyu.. Jika tidak akan ada ma-"
"KUBILANG JANGAN HAMPIRI DIA!" Kyuhyun berteriak keras sambil mengguncangkan tubuh Sungmin. "Kau tidak tahu bagaimana orang itu mencoba memisahkan kita.."
Sungmin yang memejamkan matanya mulai terbuka perlahan, mulutnya terbuka lebar kaget ketika Kyuhyun jatuh tersungkur dan berlutut di hadapannya. Bahu namja februari itu entah kenapa berguncang. Hati Sungmin mencelos, Ia pun merendahkan badannya dan berjongkok, mengelus pundak besar itu lembut. "Sudah Kyu... Mungkin saja Ayah sudah melupakan tentang itu."
Kyuhyun tiba-tiba mendongak, matanya memerah mengeluarkan air mata amarah. "Apa katamu? Melupakannya? Kau pikir semudah itu melupakannya?"
Sungmin menggenggam tangan Kyuhyun lembut, namun segera di tepis keras oleh lelaki tampan itu. "Melupakannya? KAU MENGANGGAP HUBUNGAN KITA SEBELUMNYA ITU APA, HAH?!"
Sungmin menggigit keras bibirnya. Kyuhyun perlahan berdiri dan membelakangi Sungmin, namja itu mengacak rambut ikalnya frustasi, tangannya terkepal erat. "Pergi dari hadapanku sekarang."
"Kyu.." Sungmin perlahan berdiri, dan mencoba mendekati Kyuhyun. "Aku bisa jelaskan.."
"PERGI!"
Sungmin menghela napas pasrah, hatinya begitu sakit. Ia pun membelokkan langkahnya menuju pintu utama, mencoba menahan tangisannya. Sebelum membuka pintu, Ia menoleh kearah Kyuhyun namun pemuda itu masih enggan menatapnya.
Sungmin pun akhirnya keluar dan pergi. Meninggalkan luka di kedua hati mereka.
.
.
.
.
Kyuhyun memperhatikan majalah bisnis yang tergeletak di meja tamu. Remaja itu penasaran setelah melihat judulnya yang menampilkan nama Purezento-group, Ia pun mengambilnya dan membacanya dengan seksama.
"Lee Chun-Wa... Direktur Utama Purezento-group." gumam bibir tebal itu dan terus membaca barisan-barisan kalimat di rubik pertama.
Tapi tiba-tiba pandangan Kyuhyun menghitam, merasa matanya di tutupi oleh seseorang dari belakang, Ia pun tersenyum lalu tertawa pelan. "Ahra-noona! Aku tahu itu dirimu."
"Yaah~ Ketahuan deh." seorang perempuan berusia dua puluh tahun itu melepaskan tangannya dari kedua mata obisidan yang sama seperti miliknya, perempuan cantik itu pun lalu mendudukkan dirinya samping Kyuhyun. "Tumben sekali kau membaca majalah bisnis milik Ayah. Apa yang terjadi dengan tempurung kepalamu, Captain?"
Kyuhyun tertawa kecil mendengar celotehan kakak perempuannya itu. "Entahlah, Noona. Tapi.." Kyuhyun menghentikan kalimatnya lalu memberi unjuk foto seorang pria paruh baya yang beribawa, tampil di rubik utama majalah tersebut. "Menurutmu Ayah mengenal orang ini tidak, Noon?"
Ahra membaca isi artikel itu sebelumnya lalu menggidikkan bahunya, "Sepertinya Ayah tidak tahu. Tapi sepertinya Paman Choi tahu siapa dia."
Kyuhyun menganggukan kepalanya paham. Tangannya tergerak menutup majalah. Ahra sepertinya tidak menyadari bahwa mata adik laki-lakinya mulai membara.
Kyuhyun berpikir Ia harus mewaspadai direktur utama Purezento-group. Lee Chun-Wa, Ayah dari kekasihnya.
.
.
.
.
Sungmin mencoba mengatur napasnya perlahan. Tangannya lalu mendorong pintu kayu mahoni di hadapannya, membukanya lebar.
Sungmin dapat melihat Seorang pria paruh baya sedang memunggunginya, menikmati pemandangan kota Seoul dari jendela besar ruang kerjanya. Pemuda itu perlahan masuk dan membungkukkan badannya setelah pria itu menolehkan kepalanya menatap kedatangannya.
"Sungmin. Rupanya kau sudah datang, nak." sambut Pria itu dengan senyum kebapakan di wajahnya. Ia pun berjalan menuju kursi kerjanya, duduk di sana dengan nyaman. Tangannya terjulur untuk menyuruh Sungmin duduk di kursi sebrangnya dan dituruti oleh pemuda tersebut.
Sungmin memperhatikan papan nama yang berada di atas meja, nama Lee Chun-Wa tertera disana.
"Apa yang ingin Ayah bicarakan?" Sungmin buka suara dengan tutur kata sopan.
Tuan Lee merilekskan dirinya sambil berdeham, "Bagaimana dengan tempat kerja barumu? Kuharap kau tidak marah karena turunnya jabatanmu."
Sungmin tersenyum tipis, "Aku menyukainya dan mereka juga ramah-ramah. Tidak, Ayah. Setidaknya aku tidak perlu mengurusi banyak orang lagi."
Tuan Lee tertawa mendengar ungkapan polos anaknya. "Baguslah kalau begitu." jari-jari tangannya mengetuk-ngetuk meja, kini tatapan pria paruh baya itu mulai serius. "Sekarang ini adalah hal yang terpenting, Sungmin."
Sungmin meneguk ludahnya sekali lagi, "Sampaikan saja Ayah.."
"Aku sungguh menyayangkan sekali.. pernikahanmu dengan Sawako berakhir di tengah jalan."
"Oh, Tidak. Jangan lagi."
"Setelah perceraianmu, Starlight Entertaiment memutuskan kontrak dengan perusahaan. Padahal, perusahaan Ayah Sawako itu sangat menguntungkan bagi kita, siapa lagi yang tidak menanggung secara cuma-cuma saat salah satu buku kita dijadikan film atau apapun itu?" Tuan Lee menyeruput sedikit air putih miliknya. "Aku tahu aku tidak bisa memaksakanmu terus-terusan, hubunganmu dengan Sawako memang kaku sedari dulu walaupun kalian bisa menghasilkan satu anak."
Sungmin meremas jari-jarinya was-was, "Maafkan aku.." gumamnya pelan.
Tuan Lee mencondongkan badannya, menatap Sungmin intens. "Apa kau masih memikirkan Tuan Gaemers, Sungmin?"
Sungmin terdiam, lidahnya terasa kaku tidak bisa mengucapkan satu katapun.
"Apa orientasi seksualmu belum berubah, Nak? Kenapa orang itu bisa begitu mempengaruhimu sampai seperti ini?" Tuan Lee sedikit menggeram. "Aku lebih senang jika kau menjadi seorang playboy daripada menyukai sesama jenismu."
Sungmin menundukkan kepalanya dalam, terpojok dengan pertanyaan bertubi-tubi dari Ayahnya.
"Apa kau bertemu dengan Tuan Gaemers lagi?"
"Tidak! Jangan sampai Ayah mengetahui Kyuhyun yang sebenarnya!"
Sungmin menggeleng cepat, merespon dengan kebohongan lagi.
"Baiklah." Tuan Lee lalu memundurkan tubuhnya kembali, menyender rileks. "Kuberikan kau waktu untuk bebas, mencari wanita yang pantas menyandingkanmu. Saat kau tidak mampu melakukannya, aku akan melakukan hal yang sama seperti kau dengan Sawako. Mengerti?"
Sungmin mengangguk lemah. Ia pun berdiri lalu membungkukkan badannya hormat kepada sang Ayah sebelum meninggalkan ruangan besar itu.
Sungmin menuju toilet yang tak jauh dari ruangan. Memilih salah satu bilik dan menutup pintunya. Namja manis itu teduduk di kloset yang tertutup, menundukkan kepalanya frustasi.
Perlahan Ia pun mulai menangis, menangis dalam diam meluapkan segala beban yang ada di pikiran dan hatinya.
Sungmin akui Ia seorang pengecut.
Tidak bisa melawan kemauan Ayahnya yang memaksa untuk menikah atau melupakan dan menjauhi Kyuhyun orang yang mencuri hatinya. Ia tidak bisa memilih salah satunya, semuanya mempunyai risiko yang membuat Sungmin bimbang.
Tapi Sungmin mulai berpikir, dalam benaknya Ia mulai memutuskan.
Untuk meninggalkan Kyuhyun. Membuang rasa cintanya.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
DON'T FORGET LEAVE A REVIEW FOR THIS FANFICTION.
WE NEED YOUR PARTICIPATE :)
KEEP CALM AND SUPPORT KYUMIN
.
(A/N) : MAAF BANGET BARU UPDATE SEKARANG, AUTHOR BANYAK URUSAN JADI BARU SEMPAT NERUSIN SEKARANG T_T
Buat KyuMin ship Author minta maaf banget atas keterlambatan updatenya, baru nyadar kalau akun ffn mulai ada sarang laba-labanya huhuhuhuhuhu.
Hayooo~ Konflik mulai muncul tuh. Gimana menurut kalian sama keputusan Appa Lee?
Buat chapter depan ada spoiler nih kalau ada orang ketiga dihubungan mereka, nahloh... siapin mental ya guys dan jangan dibawa serius soalnya orang ketiganya yah gitu deh. Tapi dibalik orang ketiga itu ada sesuatu yang tak diduga dichapter lainnya.
Persiapkan diri kalian karena chapter depan dimana konflik mulai berjalan kkk~ tapi aku agak ragu sih untuk mengupload chapter depan disini.
Yang masih nunggu KyuMin NC sabar aja dulu yah, apalagi bentar lagi mau puasa ramadhan. Jangan Yadong. wkwkwkwk
JANGAN LUPA KUNJUNGI BLOG KAMI JUGA. TINGGAL KLIK SAJA DI PROFIL
