THE BOY BESIDE ME
(Chapter 8)

KYUMIN FANFICTION

Rated : T

Main Cast : Cho Kyuhyun x Lee Sungmin (KyuMin)

Author : Cat13 (LeeJunRa1001/past)

Genre : Romance / Drama

Warn! : YAOI Fanfiction. OOC. AU. Typo(s). Bad EYD

A/N : Orang ketiga akan muncul di chapter ini! Nikmati saja jalan ceritanya, jangan di bawa serius. Karena ini hayalah bagian dari konflik cerita!

.

.

.

.

.

enJOY reading!


Sungmin berjalan terburu-buru setelah keluar dari lift.

Ia datang kesiangan hari ini, karena Ia menginap di rumah keluarganya bukan apartemen miliknya yang lumayan jauh dari kantor.

Lelaki manis itu terus berlari menuju pintu silver tersebut, lalu mendorongnya pelan. Sungmin mencoba mengatur napasnya yang terburu-buru.

Sungmin berkedip beberapa kali, melihat suasana yang buruk terjadi di ruang kerjanya. "Apa yang terjadi?"

Semua orang di dalam menoleh seperti zombie kearah Sungmin, wajah-wajah mereka begitu mengerikan dan memprihatinkan.

"Sajangnim entah kenapa memarahi kami pagi-pagi..." ucap Ryeowook parau, tidak ada nada ceria khas seorang Kim Ryeowook seperti biasanya.

"K-Kyuhyun? Apa yang terjadi dengannya?" tanya Sungmin, Pemuda itu sedikit merinding membayangkan kejadian yang terjadi terhadap rekan-rekannya.

"Entahlah, Sungmin-ah. Saat Kyuhyun tiba Ia langsung bersikap kasar kepada kami dan memaksa kami bekerja seperti zaman penjajahan.." Leeteuk pun ikut bersuara, wajah lelaki cantik itu tampak pucat.

Kangin menghela napas kasar, "Aku saja tidak bisa mengalahkan amarahnya."

Shindong yang menyender di kursi kerjanya juga ikut buka suara, "Untung saja kau datang telat, Sungmin. Tiga puluh menit yang lalu keadaan sangat kacau karena Kyuhyun. Sekarang, Ia pergi keluar entah kemana."

Zhoumi yang tertunduk lalu mendongak, "Biasanya. Jika Gui Xian sedang begini, Ia pasti memendam suatu masalah."

Sungmin menelan ludahnya telak.

"Aah.. Begitu. Sangat mengerikan..." Sungmin perlahan masuk dan meletakkan tas kerjanya di mejanya. Ia memandang sekeliling, menatap miris rekan-rekannya.

Sebelum Sungmin mendudukkan dirinya, tiba-tiba pintu terbuka lebar. Seseorang muncul.

Ryeowook dengan cepat terbangun. "Junsu-shii? Ada apa?"

Seseorang yang bernama Junsu itu datang dengan ekspresi terlalu bersemangat itu. "Hey! Kalian tahu? Resepsionis magang yang cantik sedang menyatakan cinta kepada Bos kalian di lantai dasar!" ungkapnya dengan suara yang tak kalah bersemangatnya.

"APA?!" Seluruh karyawan sapphire literatur terbangun dari mode zombie nya kecuali Sungmin. Dengan langkah cepat mereka keluar dari ruangan sampai menabrak Junsu di ambang pintu.

"Yak! Dasar kalian kutu penggosip!" omel Junsu dengan suara lumba-lumbanya, mata sipit itu memperhatikan Sungmin yang menghampirinya. "Apa kau juga ingin mengikuti kutu-kutu itu? Ini tabrak saja!"

Sungmin menggeleng lalu membantu merapihkan penampilan Junsu yang berantakan karena serangan rekannya. "Maafkan kami, Junsu-shii. Tapi apa benar yang anda beritahu?" tanya Sungmin sopan.

"Mana mungkin aku berbohong. Coba saja kau ke lantai dasar, sudah sangat ramai disana." jawab Junsu.

"Terimakasih." Sungmin pun segera saja berlari menuju lift yang hampir tertutup, dengan gerakan gesit Ia pun masuk tanpa terjepit.

"Sungmin!" hampir saja Leeteuk menjerit kaget saat Sungmin menubruknya. "Kau tidak apa-apa?"

Sungmin mengangguk lalu tersenyum, "Tenang saja."

Kangin yang disamping tampak begtu cemas, lelaki bertubuh atletis itu pun berucap. "Semoga perempuan itu tidak terkena imbasnya Setan Kecil."

"Amen."

Lift pun perlahan turun hingga sampailah di lantai tujuan mereka. Pemuda-pemuda itu langsung saja keluar dari lift, kaget melihat kondisi kantor yang begitu ramai. Hampir seluruh karyawan meramaikan lantai dasar dan mengerumuni suatu pusat perhatian mereka.

Shindong yang mempunyai badan besar langsung saja menerobos keramaian di ikuti oleh yang lain sampai di barisan terdepan, mereka semakin kaget lagi.

Disana ada Kyuhyun dan seorang wanita muda cantik sedang menyodorkan sebuah kue kepada Kyuhyun di hadapannya, kue tersebut merupakan tanda permohonannya untuk di terima oleh lelaki yang di sukainya itu.

Tapi nasibmu begitu buruk wanita muda!

Kyuhyun mengeluarkan aura mistis yang hanya di rasakan oleh Sapphire literature team.

"Ku-kuharap, Kyuhyun-oppa mau menerimaku." ucap gadis cantik bersurai panjang itu dan terus menyodorkan kue berwarna ungu itu. "Aku menyukaimu.."

Seluruh penonton bersorak untuk menerimanya, siapa yang tidak terpesona oleh pasangan gadis cantik dan bos yang tampan?

Tapi tidak dengan karyawan Sapphire literature, mereka malah menggigit kuku jarinya.

Kyuhyun yang masih terdiam dengan wajah cuek itu perlahan menggerakkan tangannya menerima kue satu loyang tersebut, tanpa mengucapkan apapun. Gadis di depannya tersenyum puas dan seluruh penonton ikut merasakan kegembiraan.

Tapi tiba-tiba saja Kyuhyun menjatuhkan kue tersebut malah membantingnya. DENGAN SENGAJA!

"Tidak!" Shindong menjerit tiba-tiba.

"Apa kau tidak belajar sopan santun kepada atasanmu, Sooyoung-shii? Aku bukanlah Oppamu. Catat itu." ucap Kyuhyun dingin setelahnya, gadis di depannya melotot shock dan langsung tersungkur jatuh, meratapi kue miliknya yang hancur berantakan.

Seluruh karyawan Sapphire literatur tergerak masuk kedalam sorotan. Sungmin, Ryeowook dan Leeteuk langsung menenangkan si gadis, sedangkan Kangin, Shindong dan Zhoumi menarik Kyuhyun menjauh lalu membekap mulutnya yang jago melontarkan perkataan tajam itu.

"Kau tidak apa-apa?" Ryeowook mengelus pundak gadis itu dengan lembut. Sungmin menatapnya miris. Sedangkan Leeteuk mencoba untuk membubarkan keramaian.

"Ti-tidak apa-apa, O-oppa..." ucap gadis itu terisak.

"Maafkan Sajangnim kami ya, dia sedang mendapat masalah jadinya Ia seperti ini.." Sungmin berujar lembut sambil menyodorkan sapu tangan miliknya. Matanya lalu menoleh ke arah Kyuhyun yang sedang di nasehati Kangin.

Ia bisa meraskaan obsidian itu memicing marah kearahnya.

.

.

.

.

Sungmin menggenggam segelas jus jeruk miliknya, Ia sedang berada di kantin kantor saat ini.

Lelaki manis ini memutuskan untuk menyendiri dan menyelesaikan pekerjaannya di salah satu sudut kantin yang paling tersepi, Ia sangat menyukainya. Sungmin berusaha untuk menghindari Kyuhyun di ruang kerja, walaupun pemuda tampan itu juga berdiam diri di ruangannya.

Sambil mengoreksi skrip-skrip di hadapannya. Seorang perempuan cantik menarik kursi dan duduk di hadapannya. Sungmin mengalihkan pandangannya dari kertas skrip, mulutnya terbuka sedikit.

"Eh, kau bukannya?"

Perempuan itu membungkuk hormat lalu menampilkan senyum manisnya, "Park Sooyoung, imnida. Senang berkenalan dengan anda Sungmin-shii." sapanya lalu menjulurkan tangannya kearah Sungmin.

Sungmin membalas jabatan perempuan cantik itu, lalu menyunggingkan senyumnya. "Senang berkenalan dengan anda juga, Sooyoung-shii."

"Ne. Ehm.. Sungmin-shii. Bolehkah kalau aku memanggilmu dengan sebutan Oppa?" tanya gadis berambut panjang itu.

Sungmin mengangguk, "Tentu saja. Berapa umurmu hm?"

"19 tahun, Oppa. Setelah lulus sekolah aku langsung bekerja magang disini, menjadi resepsionis di lantai dasar. Mohon bantuannya, Oppa." jawab gadis itu dengan nada yang ceria, membuat Sungmin tersenyum tipis.

Sooyoung memperhatikan tumpukkan kertas beserta notebook milik Sungmin. "Itu semua untuk apa, Oppa?" tanyanya heran.

"Oh." Sungmin menghentikan gerakannya untuk meminum jus lalu melirik benda-bendanya. "Itu semua pekerjaanku. Aku bekerja di sapphire team sebagai editor."

"Bersama Kyuhyun-oppa. Ya?" Sooyoung tiba-tiba tertunduk lesu, "Dia itu orangnya seperti apa sih? Aku menyukainya tapi kenapa tadi pagi Ia memperlakukanku seperti itu?"

Sungmin menaruh gelasnya di meja, lalu berujar. "Sebenarnya Kyuhyun itu orang yang baik walaupun cuek. Hanya saja, hari ini moodnya begitu buruk jadi sikapnya bisa berubah drastis."

Sooyoung mengangguk mengerti, "Oppa duduk di sini untuk menghindarinya ya?"

Sungmin tersenyum kecut, "Mungkin."

"Ah," tiba-tiba gadis itu merongoh saku blouse ungunya. Sooyoung menyodorkan sebuah sapu tangan berwarna abu-abu kepada Sungmin. "Oppa ini milikmu. Terimakasih."

"Eh?" Sungmin menggeleng lalu mendorong lembut tangan Sooyoung yang menggenggam sapu tangan miliknya. "Tidak perlu. Ini untukmu saja, sebagai kenang-kenangan." ujarnya lembut.

Sooyoung mendekap sapu tangan itu di dadanya, entah kenapa wajah gadis itu merona. "Untukku?"

Sungmin mengangguk. Sooyoung membungkukkan badannya sekali lagi, "Terimakasih, Sungmin-oppa. Kau sungguh pria yang baik hati."

"E-eh?" Sungmin berdiri lalu menuntun Sooyoung untuk duduk kembali dengan gerakkan canggung. "Ini hanya pemberian kecil kok."

Mereka berdua tertawa lepas merasakan kecanggungan yang mereka berdua alami. Walaupun mereka tidak menyadari sepasang mata hitam pekat memperhatikannya dari kejauhan, mata itu mengkilat marah. Tangan pucatnya meremas sebuah kaleng kopi kosong hingga berbentuk tak beraturan.

.

.

.

.

Hari ini hari Minggu dan keadaan Supermarket begitu ramai.

Sungmin tidak mempedulikan teriakkan-teriakkan para pegawai Supermarket yang meneriakkan barang yang sedang diskon, pemuda manis itu berteguh dengan daftar belanjanya Ia menatap lurus sambil mendorong trolinya mengelilingi Supermarket.

Sungmin memutuskan untuk melengkapi bahan persediannya untuk di Apartemen, mumpung sedang libur kerja. Walaupun hasil yang di dapatkan keadaan yang begitu ramai, hingga membuatnya sedikit risih karena benci keramaian. Banyak sekali ibu rumah tangga yang datang sambil berebutan barang yang diskon.

Untung saja Sungmin membawa iPod miliknya, mendengarkan musik lewat earphone sambil menikmati kegiatan belanjanya.

Sungmin dengan perlahan membelokkan trolinya menuju rak gula dan tepung tapi tiba-tiba saja..

BRAAKK!

Sebuah troli menubruk troli miliknya dari arah kiri samping dengan lumayan keras, Ia terkejut dan langsung memundurkan trolinya.

"Ya Tuhan. Apa orang-orang memang se-brutal itu untuk barang diskonan?"

"Eh? Maafkan saya." terdengar suara bass dari pemilik troli yang menabraknya. Seorang pemuda tampan berbadan atletis dan mempunyai lesung pipi, dengan sopan Ia membungkukkan badannya untuk meminta maaf. "Aku sedang terburu-buru menuju konter gurita."

Sungmin tersenyum kikuk, "Tidak apa-apa." ujarnya lembut.

Pemuda tampan berbadan besar itu menggaruk tenguknya, "Tempat ini begitu ramai. Baru pertama kali aku pergi ke tempat seperti ini." candanya dengan tawa yang renyah. Sepertinya Ia sosok yang friendly.

"KUUDAAAA! DIMANA KAU?! JANGAN BAWA LARI TROLIKU!"

Terdengar seruan amarah seorang lelaki dari rak di sampingnya, si Pria tampan itu seperti berusaha untuk tidak tertawa.

Namun tak Ia sangka, mata Sungmin melotot kaget melihat Kyuhyun tiba-tiba datang dari samping, pemuda februari itu juga terkejut namun dengan cepat Ia menghilangkan sikapnya, tatapannya tiba-tiba menjadi dingin. Sungmin menunduk dalam berusaha menutupi wajahnya.

"Gerakmu lambat sekali, Baby Kyu. Kajja ikuti aku! Oh ya, Maafkan aku atas insiden tabrakkan tadi, ya?" ujar Pemuda tampan itu lalu mendorong trolinya kembali sambil menggandeng tangan Kyuhyun erat. Mereka berdua bergerak cepat menuju konter gurita yang sedang diskon.

Sedangkan Sungmin, masih terdiam di sana. Memperhatikan Kyuhyun dan Pria tampan itu dari kejauhan, mereka berdua terlihat dekat sekali. Ia pun tertunduk lalu memundurkan trolinya, menyembunyikan dirinya di balik rak.

Sungmin menyenderkan tubuhnya di rak. Terngiang-ngiang panggilan pria tampan itu kepada Kyuhyun, "Baby?" gumamnya tak percaya sambil mengusap wajahnya kasar.

Lagipula, untuk apa Sungmin mempermasalahkannya? Ia sudah bersikeras untuk meninggalkan Kyuhyun. Menurutnya, Kyuhyun juga tidak peduli lagi kepadannya dan Ia sudah mempunyai penggantinya, yang jauh lebih baik darinya.

Tapi entah kenapa Sungmin merasa tidak terima.

.

.

.

.

"Apa kalian sudah mendengar kalau kita mempunyai Tuan Besar baru?! Anak dari Choi Sajangnim, pewaris selanjutnya?" Kangin tiba-tiba menyeletuk, membuyarkan semua orang yang sedang berkonsentrasi bekerja.

Ryeowook merespon Kangin, "Benarkah?!" lelaki itu terkejut bukan main. "Bukannya Ia sedang melanjutkan studi di Inggris?"

Kangin menggeleng cepat. "Ia sudah pulang dari Inggris seminggu yang lalu. Sekarang, Masi-group di ketuai oleh penerus selanjutnya. Katanya Ia tak kalah cerdas dari Ayahnya, dan wajahnya juga sangat tampan seperti seorang model dan mempunyai bentuk badan yang bagus!" ungkapnya dengan nada yang sedikit kecewa, "Satu lagi, seorang pria tampan di Masi-group!"

Sungmin yang tertarik dengan obrolan mereka, ikut bersuara. "Sepertinya Ia juga seorang playboy." celetuknya bercanda, semua teman-temannya mengangguk mantap.

"Perkiraanmu salah, Tuan Lee." tiba-tiba terdengar teguran dari Kyuhyun. Semua orang di dalam ruangan terkejut dan segera berdiri dari duduknya. Kyuhyun tiba-tiba datang dengan membawa seseorang di sampingnya. Pasang mata seluruh karyawan Sapphire team tertuju kepada kesempurnaan pria di samping Kyuhyun.

"Perkenalkan, Ia adalah Direktur Utama Masi-group yang baru." ujar Kyuhyun lalu menunjuk pria tampan di sampingnya.

Sosok itu maju perlahan sambil menyunggingkan senyum ramahnya yang tak sengaja memperlihatkan lesung pipinya, Ia pun membungkuk hormat dan di ikuti oleh yang lain. "Perkenalkan nama saya, Choi Siwon. Direktur baru Masi-group mulai hari ini. Mohon kerjasamanya."

Kangin, Leeteuk, Shindong, Ryeowook dan Zhoumi terkagum bukan main, tak sadar mulut mereka terbuka lebar dan memberikan applause karena kesempurnaan seorang Choi Siwon. Namun tidak dengan Sungmin, pemuda manis itu terdiam membeku mata hazelnya melebar tak menyangka dengan kejadian di depannya sekarang.

Choi Siwon adalah Pria yang menabrak trolinya hari minggu kemarin di Supermarket dan Ia berbelanja bersama bersama Kyuhyun dan terlihat sangat dekat!

"Ah," tiba-tiba Siwon menyadari Sungmin, pemuda tampan itu menunjuknya. "Kau yang kemarin di Supermarket, bukan?" tanyanya.

Sungmin tersadar lalu membungkukkan badannya canggung, "Mianhamnida, Choi sajangnim.."

"Harusnya aku yang meminta maaf karena menabrakmu." Siwon ikut membungkukkan badannya sekilas, Ia lalu menoleh kearah Kyuhyun. "Baby Kyu! Kenapa kau tidak bilang Ia adalah salah satu karyawanmu?!"

Kangin, Leeteuk, Shindong, Ryeowook dan Zhoumi menarik napas kaget. Mendengar panggilan Tuan Besarnya kepada Pemimpin grupnya.

"Itu tidak penting, kau juga akan tahu hari ini." jawab Kyuhyun lalu bergerak menuju pintu keluar, "Ayo, kau harus ku kenalkan keseluruh karyawan di kantor. Merepotkan sekali."

"Galaknya dirimu, Baby Kyu." goda Siwon kepada Kyuhyun, namun tidak dipedulikan oleh pemuda februari itu. Ia pun berjalan keluar ruangan mengikuti Kyuhyun dari belakang.

Setelah ruangan ditinggalkan oleh pasangan pria tersebut, suasana tiba-tiba sunyi semua orang masih dalam keadaan shock.

Sungmin masih dalam diam, tiba-tiba Ia merasakan tepukkan di bahu kirinya.

Sungmin menoleh, Kangin beserta yang lain ada di belakangnya.

"Kau berhutang cerita kepada kami!"

.

.

.

.

.

.

To Be Continued

DON'T FORGET LEAVE A REVIEW FOR THIS FANFICTION.
WE NEED YOUR PARTICIPATE :)

KEEP CALM AND SUPPORT KYUMIN

.

(A/N) : Libur telah tibaaa~ libur telah tibaa~ akhirnya ada waktu luang buat publish FF. Mianhae update kelamaan, author baru menyelesaikan UKK di final semester.

Konflik pertama mulai muncul tuh. Oh ya, Sooyoung yang dimaksud disini tuh Joy nya Red Velvet yah (Mian buat yang juga RV stan) dan Don't Take it too Serious guys! Ini hanya kepentingan cerita, bukan jadi bahan devide et impera. Nanti bakal terungkap kok di chapter lainnya (Makanya hal ini yang buat aku ragu buat update FF disini) maaf jika membuat kalian tersinggung (p.s : sebenarnya ini terinspirasi juga dari real life nya KyuMin)

Sebentar lagi bulan Ramadhan tiba, selamat menjalankan aktifitas berpuasa bagi yang menjalankannya, kurangi konsumsi yadong karena ntar batal kkkk~ Mohon maaf jika kami mempunyai kesalahan dan kekurangan selama menjadi author.