THE BOY BESIDE ME
(Chapter 9)
KYUMIN FANFICTION
Rated : T
Main Cast : Cho Kyuhyun x Lee Sungmin (KyuMin)
Author : Cat13 (LeeJunRa1001/past)
Genre : Romance / Drama
Warn! : YAOI Fanfiction. OOC. AU. Typo(s). Bad EYD
.
.
.
.
.
.
enJOY reading!
Sungmin melirik arloji cokelatnya sekali lagi, jarum jam menunjukkan angka delapan pas waktu malam.
Pemuda itu tampak sedang menunggu seseorang di depan bioskop. Ia mengusap-usapkan kedua tangannya agar lebih hangat, udara musim semi yang dingin membuatnya sedikit membeku. Sungmin berharap yang di tunggunya akan segera datang.
"Oppa!" terdengar sebuah seruan seorang wanita. Sungmin merasa terpanggil lalu menoleh, Ia pun tersenyum.
Sooyoung tiba dan memposisikan dirinya di samping Sungmin. Gadis itu tersenyum sambil mengatur napasnya, Ia berpenampilan menarik hari ini dengan setelan dress sutera berwarna hijau susu.
Sungmin berusaha untuk tidak gugup, ini pertama kalinya Ia mengajak kencan seorang wanita.
"Oppa, Mianhae aku telat tadi macet sekali di perjalanan." ucap Sooyoung menyesal lalu membungkukkan badannya.
"Tidak apa-apa." Sungmin memaklumi lalu menggandeng tangan Sooyoung. "Jadi nontonnya?"
Wajah Sooyoung sontak memerah karena tangannya yang terpaut dengan Sungmin, Ia pun menganggukan kepalanya gugup.
Mereka berdua pun memasuki bioskop lalu membeli tiket dan kudapan. Sungmin sudah berpenampilan ekstra hari ini, Ia mencoba pakaian terbaiknya. Lelaki manis itu mengenakan kemeja dan celana jeans hitam di balut blazer berwarna abu-abu.
Film yang mereka tonton akan di mulai dua puluh menit lagi. Sembari menunggu, mereka pun menunggu di sofa panjang dekat sebuah pintu.
"Oppa film ini katanya lumayan bagus lho," ucap Sooyong sambil menunjukkan tiket mereka.
"Benarkah?" Sungmin merasa tertarik, Ia pun mendekati Sooyoung.
"Ne. Bukan hanya kisah romantis saja tapi ini juga di hiasi misteri aksi ala-"
BRAAAK!
"Kenapa kau tidak memberitahuku jika begitu banyak adegan mobil hancur?!"
"Maafkan aku. Kupikir kau tidak mempermasalahkan kejadian itu."
Omongan Sooyoung terhenti saat pintu di samping mereka tiba-tiba terbuka dan munculah dua orang pria dari dalam. Sungmin pun menoleh kebelakang, tertuju pada mereka yang saling mengoceh.
"Lho? Sungmin hyung?"
Hazel Sungmin melebar kaget, rupanya itu adalah Changmin. Ia pun semakin tidak menyangka salah satu dari mereka yang membelakanginya itu juga menoleh kearahnya. Sungmin merasa jantungnya berhenti saat itu juga.
Kyuhyun kini ada di hadapannya.
"K-Kyuhyun sajangnim." Sooyoung terbata, gadis itu segera berdiri dan membungkuk hormat kepada Kyuhyun.
Sungmin masih terdiam. Obisidian itu menatap mereka dengan dingin dan menusuk, Kyuhyun bahkan tidak menanggapi Sooyoung yang membungkuk padanya. Ekspresinya sangat datar.
"Tak kusangka bisa bertemu Sungmin hyung disini. Sedang apa hyung?" tidak dengan Changmin, pemuda semapai itu menyapanya dengan ramah. Ia pun terkekeh kemudian, "Ah, Hyung sedang berkencan yah. Maafkan kami sudah mengganggu."
"Tidak masalah." ucap Sungmin canggung.
"Chwang, ayo pulang." tiba-tiba Kyuhyun menyahut namun segera pergi menjauh.
"Baiklah baiklah. Dasar cerewet." cibir Changmin walau tidak dibalas sahabatnya itu, pemuda bambi itu menoleh kearah Sungmin kembali. "Sungmin hyung kami pamit pulang ya. Nikmati kencan kalian!"
Changmin pun berlari menghampiri Kyuhyun yang sudah jauh di depan sana. Meninggalkan Sungmin dan Sooyoung di tempat.
"Oppa mengenal teman Sajangnim?" tanya Sooyoung tiba-tiba. "Sepertinya teman Sajangnim lebih ramah dan sopan ketimbang dirinya sendiri."
Sungmin menghela napas pelan, Ia pun mendengar suara speaker mengumumkan film yang mereka akan tonton akan segera di mulai. "Ayo masuk." ajaknya.
Sooyoung mengulum senyum kecewa pertanyaannya tak di jawab. Ia pun menuruti dan mengikuti Sungmin pergi.
.
.
.
.
Shindong memasuki ruang kerja dengan tergesa-gesa, pemuda tambun itu segera menempatkan tasnya di meja kerjanya lalu menuju ke tengah ruangan berkumpul dengan yang lain. Wajahnya tampak seperti ingin menyampaikan sesuatu.
Alis Leeteuk mengernyit heran, Ia meletakkan cangkir serealnya. "Ada apa Shindong-ah? Sepertinya ada hal yang baru."
"Ya, itu memang benar." Shindong menarik kursi terdekat lalu duduk di dekat Ryeowook. "Aku baru saja melihat Kyuhyun tiba tidak membawa mobilnya."
Kangin tertawa sinis, "Lalu kenapa? Itu tidak menarik sama sekali." sindirnya.
"Dengarkan aku dulu, aku belum selesai bercerita." Shindong semakin merapatkan tubuhnya dengan yang lain, "Yang menarik dari kejadian yang aku liat tadi, Kyuhyun datang ke kantor bersama Siwon-shii menaiki mobilnya Siwon-shii."
"APA?!"
"Ssstt.. jangan keras-keras." Shindong menarik teman-temannya merapat kembali yang sempat terpental kaget, "Dan kalian tahu mobil Siwon-shii seperti apa? Itu sangat keren dan elegan, menurutku harga mobilnya itu bisa membeli satu supermarket beserta isinya!"
"WOOAAAHHH!"
"Cih, aku benar-benar benci dengan lelaki-lelaki tampan di perusahaan ini!" Kangin mendecih tak suka, Ia merasa terkalahkan.
"Tunggu-tunggu, jadi kesimpulan dari hal yang kau lihat tadi. Bahwa Kyuhyun mempunyai sesuatu hubungan dengan Siwon sajangnim?" Ryeowook tiba-tiba menyelutuk dan di balas anggukan mantap dari Shindong.
"Aku curiga, sepertinya mereka menjalin suatu hubungan di belakang kita. Kalian masih ingat panggilan Siwon sajangnim kepada Kyuhyun waktu itu?" tanya Shindong meyakinkan teman-temannya.
Leeteuk tertawa keras lalu geleng-geleng kepala, "Kyuhyun itu seorang top sejati, Ia sudah meyakinkan dirinya dan memberitahukan itu kepadaku." Lelaki berlesung pipi itu terlihat tidak percaya, "Siwon bukanlah lelaki imut. Jadi mana mungkin mereka menjalin hubungan."
"Ah benar juga, jadi mana mungkin." Kangin juga beranggap demikian.
"Tapi bisa saja Ia terlepas dari keyakinannya, siapa sih yang tidak mau menerima kesempurnaan Siwon sajangnim?" namun Ryeowook berkata lain.
"Kyuhyun bukan tipe orang seperti itu. Tapi mungkin bisa saja sih.." ucap Shindong ragu.
Sungmin yang merasa tidak enak memundurkan posisinya dari kerumunan, Ia kembali ke meja kerjanya. Zhoumi yang melihat Sungmin tampak muram mulai mengkhawatirkan pemuda manis itu.
"Ada apa denganmu, Chengmin?" tanya pemuda Jangkung itu lalu mendekati Sungmin.
"Ahh..." Sungmin menggeleng lemah, tersenyum tipis. "Tidak apa-apa. Badanku hanya merasa tidak enakkan."
"Kau sudah sarapan?" tanya Zhoumi lagi dan dijawab anggukan oleh Sungmin. "Mau aku ambilkan obat di ruang kesehatan?"
"Tidak perlu, Zhoumi-ah. Terima kasih." tolak Sungmin lembut, namun seketika namja manis itu beranjak dari tempat duduknya.
"Lho? Mau kemana?" tanya Zhoumi heran.
"Hanya ingin mencari angin segar di luar." jawab Sungmin lalu berjalan menuju pintu keluar.
Sungmin berjalan menuju lift lalu menekan tombolnya, tak beberapa lama pintu lift terbuka.
Sungmin terkejut melihat siapa yang muncul.
"Selamat pagi." ucap Sungmin lalu membungkuk hormat.
Sosok tinggi itu berjalan keluar dari lift, mata hitamnya memperhatikan Sungmin intens. "Mau kemana?" tanyanya terdengar dingin.
Sungmin menegakkan tubuhnya kembali, "Mencari angin segar." jawabnya lalu memasuki lift.
"Tak kusangka kau bisa berkencan dengan seorang wanita." tiba-tiba Kyuhyun menyindirnya, berbalik badan menatap Sungmin tajam.
Sungmin tersenyum tipis, "Mobil yang bagus bukan?" balasnya.
Kyuhyun terlihat terkejut, mata hitam itu melebar heran. Ia pun mencoba menggapai Sungmin, namun pintu lift terlanjur tertutup.
.
.
.
.
Sungmin berjalan-jalan santai di sore hari, mengelilingi taman kota dapat membuat dirinya rileks.
Sudah beberapa kali Sungmin mengelilingi taman membuatnya kelelahan, Ia pun memutuskan untuk mengunjungi cafe yang tak jauh dari pandangannya. Secangkir teh di sore hari mungkin hal yang bagus.
Memasuki cafe suasana tenang yang klasik menyambutnya, Sungmin berjalan menuju kasir.
"Satu roasted tea. Sedikit gula." pesan Sungmin kepada kasir di depannya, setelah mendapat nomor meja Ia pun menyusuri cafe mencari tempat yang nyaman.
"Sungmin-shii!"
Langkah Sungmin terhenti, Ia pun menoleh kearah sumber seruan. Lelaki manis itu tak menyangka.
Ternyata seorang Choi Siwon duduk di sana di dekat jendela, pria tampan itu menatap antusias ke arahnya tangannya tergerak meminta Sungmin untuk menghampirinya.
Mau tak mau Sungmin menghampirnya. Ia pun langsung membungkuk hormat kepada Siwon.
"Wo-wow!" Siwon tampak terkejut, pemuda tampan itu menuntun Sungmin untuk tegap. "Tak perlu seformal itu, kita ini sama-sama penerus bukan?"
Sungmin mengerjapkan matanya bingung, "Bagaimana anda bisa tahu?"
"Siapa yang tidak kenal anak dari direktur Purezento-group?"
Sungmin sedikit tersenyum, "Salam kenal."
Siwon mengangguk "Silahkan duduk." ucapnya lalu memberi unjuk sofa di sebrangnya.
Sungmin segera duduk dan menyamankan diri.
"Sudah memesan minuman atau kudapan?" tanya Siwon sambil memainkan cangkir kopinya.
"Sudah." jawab Sungmin lalu meletakkan keterangan nomor di meja, Siwon tersenyum mengerti.
"Suatu kehormatan bagi perusahaan kami karena Sungmin-shii mau bekerja sama dengan perusahaan kami." Siwon meletakkan cangkirnya di meja setelah menyesapnya, lalu menyenderkan tubuhnya rileks. "Ternyata selama ini anak direktur Lee adalah Sungmin-shii. Kau orang yang ulet dan sederhana ya."
Sungmin mengulum senyumnya malu, pujian Siwon terlalu berlebihan untuknya. "Kamshamnida."
"Bagaimana tanggapan Ayahmu tentang kau bekerja di perusahaan kami bahkan turun tingkatan menjadi karyawan biasa?"
"Awalnya Ayah tidak setuju. Namun kenapa tidak? Pekerjaan ini cukup mengasyikan, aku tidak perlu mengurusi banyak hal cukup untuk mengurusi satu penulis dan mengejar deadline." ucapan Sungmin terhenti saat pelayan datang membawa pesanannya, "Andai saja aku orang biasa.."
Siwon tertawa pelan, "Sungmin-shii punya selera humor yang tinggi ya."
"Ya begitulah." Sungmin juga ikut tertawa, Siwon memang orang yang hangat.
"Semoga kau menyukai pekerjaanmu di perusahaan kami."
"Tapi aku tidak menjadi karyawan tetap di perusahaan mu." ucap Sungmin sedikit kecewa.
"Tentu saja, kau harus mengurusi perusahaan milikmu." Siwon mengulum senyumnya.
"Sangat di sayangkan.." Sungmin pun tergerak untuk meminum tehnya.
"Oh ya.. Sungmin-shii."
"Hm?" Sungmin terhenti menyesap roasted tea nya.
Tatapan Siwon sangat serius sekarang, Ia mencondongkan tubuhnya mendekati Sungmin. "Apa kau mempunyai masa lalu dengan Kyuhyun?"
Sungmin hampir saja tersedak, Ia pun menaruh kembali cangkir tehnya. "Maaf?"
"Apa kau mempunyai masa lalu dengan Kyuhyun? Jawab dengan jujur, karena aku tahu hal itu." suara Siwon terdengar datar tak sehangat sebelumnya.
"Ah.." Sungmin sedikit gugup, Ia pun meremas cemas celana jeans nya. "Kami mengenal lewat jejaring sosial. Dia sudah kuanggap adikku sejak saat itu.."
"Aku meragukan itu.." Siwon tersenyum miring, "Jadi.. selama ini kau tidak mencintainya?"
Hazel Sungmin terbuka lebar.
"Aku tahu kalian pernah menjalin hubungan di masa lalu.." ucapan Siwon semakin memojokkan Sungmin. "Bahkan hingga sekarang Kyuhyun masih mengharapkanmu.."
Apakah itu benar?
"Aku dan Kyuhyun sudah saling mengenal jauh sebelum kau mengenalinya, kami adalah teman masa kecil." ungkap Siwon, pantas saja selama ini hubungan kedua Pria itu sangat dekat. "Kupikir Kyuhyun mencintai orang yang tepat tapi nyatanya.. Ia sering di sakiti orang tersebut berkali-kali."
Perkataan Siwon bagaikan panah yang menancap Sungmin.
"Bodohnya dia masih mengharapkan orang tersebut, orang yang bahkan tidak mau menerima cintanya. Kyuhyun memang terlalu lugu untuk mengenal cinta. Sejak kau meninggalkannya, hidupnya menjadi hancur kau tahu?"
Sungmin mengakui dirinya memang salah, Ia bahkan bisa merasakan amarah Siwon.
"Kyuhyun yang kukenal sebagai anak yang baik dan manis menjadi urakan. Untung saja aku membantunya untuk bangkit hingga sekarang Ia bisa menjadi ketua sebuah tim."
Sungmin semakin menciut, rasanya Ia ingin melarikan diri.
"Sekarang kau datang, Kyuhyun yang bersikeras untuk mendapatkanmu mendekatimu kembali. Tapi ternyata kau mengabaikannya, apa kau mau hidupnya menjadi berantakan lagi?"
Dalam hatinya Sungmin berteriak tidak. Namun entah kenapa bibirnya terasa kelu untuk berucap.
"Jika kau tidak mau menerimanya... itu akan menjadi kesempatan besar untukku."
Sungmin yang tertunduk pun langsung tergerak untuk menatap Siwon kembali, "Maksudmu?" ucapnya dalam hati.
"Kyuhyun adalah cinta pertamaku. Jika kau tidak mau menerimanya aku akan merebutnya." Siwon tersenyum jahat terkesan menantang.
Sungmin dihantam sekali lagi.
"Ini peringatan, Sungmin." Siwon pun berdiri dari duduknya, "Jika kau masih mencintainya, buktikan padaku dan kita akan bersaing mendapatkannya. Selamat tinggal."
Lalu lelaki tampan itu meninggalkan Sungmin yang masih termenung.
.
.
.
.
Heechul terus menggurutu, rasanya ada yang tidak beres.
Dimulai dari Sungmin yang datang sendirian tanpa Kyuhyun dan Sungminnya yang manis kini terlihat murung dengan wajah yang cukup menyedihkan.
Heechul sudah menanyakan apa yang terjadi dengan lelaki manis itu berkali-kali, tapi tetap saja Ia enggan untuk menjawabnya.
Heechul sudah muak! Ia harus memaksa kelinci manis itu!
"Ya! Cotton candy, apa yang terjadi kepadamu hah?!" tanya Heechul terkesan membentak. "Konsentrasiku bahkan buyar karenamu, Permen bodoh!"
Sungmin tersenyum kecut dan terus melanjutkan pekerjannya, "Terimakasih atas perhatianmu, Heechul-shii."
"Jangan itu lagi!" Heechul benar-benar meledak sekarang, lelaki flamboyan itu berjalan dengan hentakkan yang cukup keras menuju dapur. "Mungkin dengan teh akan menjadi lebih baik!"
Di dapur Heechul masih saja menggerutu, masih memikirkan apa yang terjadi dengan Sungmin. "Haish, apa karena si Mesum Bangsat merenggut kesucian Cotton candy dengan paksa ya?" kiranya dengan pikirannya yang kotor.
Heechul pun selesai dalam membuat tehnya. Ia pun membawa dua cangkir teh hangat tersebut ke ruang tamu, namun tak Ia sangka Ia mendapatkan Sungmin yang kini tertunduk terisak disana. Heechul kaget dan menaruh dua cangkir tersebut di meja terdekat.
"Apa yang terjadi denganmu?" Heechul datang menghampiri Sungmin, rasa cemas menyelimuti pikirannya. Dengan lembut Heechul mengelus pundak Sungmin agar rileks.
"Bagaimana ini?" Sungmin mendongakkan kepalanya, mata jernihnya kini memerah dan air mata terus mengalir membasahi pipi gembulnya. "Maafkan aku untuk hari ini, Heechul..."
"Oh ya ampun sudahlah.." Heechul menarik Sungmin lembut kedalam pelukannya, mendekap pemuda manis itu walaupun pundaknya kini basah dengan air mata.
"Apa yang harus aku lakukan?" ucap Sungmin di balik tangisannya.
"Ceritakan padaku, curahkan semuanya Cotton candy."
.
.
.
.
Pukul sebelas waktu malam.
Kyuhyun rasa pekerjaan hari ini harus di akhiri, pemuda februari itu merapihkan berkas-berkasnya di meja dan mematikan komputernya, Ia pun berkemas untuk pulang.
Hari yang melelahkan, karena sebentar lagi akan di luncurkannya buku dari salah satu penulis yang ditanggung oleh timnya.
Seusai berkemas, Kyuhyun pun langsung keluar dari ruangannya. Terkejut masih ada seseorang di dalam ruangan karyawan, rupanya Sungmin yang tertidur di mejanya komputernya pun masih menyala.
Kyuhyun tersenyum, Ia kembali lagi ke dalam mengambil mantel biru miliknya. Lelaki tampan itu menghampiri Sungmin, ditatapnya wajah damai Sungmin yang tengah terlelap. Kelopak dan bulu mata yang lentik itu menutupi hazel indahnya.
Dengan perlahan Kyuhyun mengangkat Sungmin dari posisinya, tanpa membuka suara takut membangunkan lelaki manis itu. Sambil menggendong Sungmin, Ia pun berjalan menuju sofa hitam di dekat dispenser. Dengan perlahan ditidurkannya Sungmin di sofa tersebut, lalu menyelimuti Sungmin dengan mantel birunya.
Tangan Kyuhyun tergerak menyentuh wajah Sungmin, dengan gerakan halus Ia membelainya. Kyuhyun tersenyum sedih, Ia merasa menyesal pasca kejadian waktu itu.
"Maafkan aku.." bisik Kyuhyun parau lalu mendekati wajahnya dengan wajah Sungmin. Meninggalkan ciuman manis di kening Sungmin sebagai penghantar tidurnya.
Sungmin sedikit menggeliat, namun Ia hanya mengeratkan mantel tanpa terbangun. Kyuhyun melepaskan ciumannya, lalu berjalan menuju meja Sungmin dan mematikan komputernya.
Sebelum benar-benar keluar dari ruangan Kyuhyun memperhatikan Sungmin kembali, memastikan pemuda manis itu tidur dengan nyenyak. Setelah itu, Kyuhyun benar-benar pergi dari ruangan.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
DON'T FORGET LEAVE A REVIEW FOR THIS FANFICTION.
WE NEED YOUR PARTICIPATE :)
KEEP CALM AND SUPPORT KYUMIN
.
(A/N) : Akhirnya bulan ramadhan tiba, dilancarkan puasanya buat yang melaksanakan. Ciiee~ pada heran Siwon jadi orang ketiga di pihak Kyuhyun, tapi kita lihat nanti apa gerangan dibalik hubungan mereka berdua. Sooyoung juga tuh bikin Kyuhyun mendidih kkk~ pokoknya don't take it too serious guys! Santai aja lanjoot terus~ ini hanya bagian dari cerita kok.
Info, menghadapi bulan puasa FF ini dipublish saat waktu-waktunya berbuka atau seusai sholat tarawih, sebentar lagi juga mau menuju ehem ehem asemnya lho *ketawa Evil bareng Kyuhyun*
Jangan lupa kunjungi blog kami, thankyou JOYers!
