THE BOY BESIDE ME
(Chapter 12)

KYUMIN FANFICTION

Rated : M (because there's adult content)

Main Cast : Cho Kyuhyun x Lee Sungmin (KyuMin)

Author : Cat13 (LeeJunRa1001/past)

Genre : Romance / Drama

Warn! : YAOI Fanfiction. OOC. AU. Typo(s). Bad EYD. NC/YADONG SCENE (17+)

.

.

.

.

.

enJOY reading!


Sungmin tak berhenti tersenyum, hatinya begitu bahagia.

Sungmin kini sedang berada di dalam mobil Kyuhyun, perjalanan menuju apartemen Heechul. Sudah lama Kyuhyun dan Sungmin tidak jalan bersama seperti ini. Hubungan mereka semakin hangat dan intim, bahkan sebelumnya Sungmin menerima permintaan Kyuhyun sebagai kekasihnya.

Alunan musik di radio memang sangat mendukung, memutarkan lagu percintaan dan asmara. Hari ini memang hari yang sangat menyenangkan.

"Jadi, sekarang Sooyoung-shii berhenti bekerja?" tiba-tiba pertanyaan dari Kyuhyun memecahkan lamunan Sungmin.

Sungmin mengangguk, "Ya. Dia akan melanjutkan studinya di perguruan tinggi."

Sungmin dapat menangkap raut kepuasaan di wajah Kyuhyun, ia pun tersenyum lagi.

Lagu-lagu dari radio disenandungkan dengan Kyuhyun tanpa disadari pemuda itu. Sepertinya suasana hatinya juga ikut senang, mendapatkan kembali seseorang yang dicintai yang sudah dinantikan sejak lama.

"Kyuhyun-ah.."

"Ya, Sayang?"

Jantung Sungmin berdegup kencang mendengar panggilan dari Kyuhyun. "Kau masih mengunjungi club malam itu?"

Kyuhyun melirik Sungmin sementara, lalu menggeleng. "Terakhir kali aku kesana waktu dirimu digodai oleh emo brengsek itu. Kenapa memangnya, hm?"

Sungmin memainkan jari-jari tangannya resah, "Tidak apa-apa, aku hanya bertanya saja."

"Baiklah, aku mengerti." entah apa yang dimaksud Kyuhyun, dia langsung merongoh saku celananya, mengambil dompetnya dan mengeluarkan sebuah kartu berwarna platinum, kemudian disodorkannya kepada Sungmin.

"Eh?" mata hazel itu mengerjap beberapa kali, kebingungan.

"Patahkan saja, Ming. Lalu buang ke jalan." pinta Kyuhyun tak disangka.

"K-kyu, apa kau yakin? Kau ini member VVIP, pasti banyak uang yang kau keluarkan untuk mendapatkan kartu itu." ucap Sungmin ragu.

"Untuk apa aku ke tempat seperti itu lagi? Lagipula, aku sudah memilikimu. Aku tidak membutuhkannya lagi." jelas Kyuhyun yang sukses membuat Sungmin merona kembali.

"Tapi lebih baiknya kau tukar kartu ini saja ke tempatnya dan mendapatkan uangnya kembali, jadinya kau tidak merasa rugi." tolak Sungmin.

Kyuhyun tertawa keras, tolakkan Sungmin menurutnya menggemaskan. "Ya ampun, Ming." ia pun menepikan mobilnya ke pinggir jalan, Sungmin merasa kebingungan apa yang akan dilakukan pemuda Cho itu. Tak disangka, Kyuhyun langsung mematahkan kartu platinum tersebut hingga terbagi beberapa potongan kecil, lalu melemparnya ke dalam tong sampah di pinggir trotoar.

Sungmin panik, "Kyu, kau benar-benar tidak membutuhkannya lagi?"

Kyuhyun tersenyum tipis, lalu menggenggam tangan Sungmin lembut. "Demi kebahagiaanmu dan hubungan kita, aku bersedia menyingkirkan semua penghalang di hubungan kita, sekalipun itu sebuah benda yang bermiliaran harganya."

Sungmin tersentuh dengan kalimat Kyuhyun yang terdengar bersungguh-sungguh. Jantungnya semakin berdegup tidak karuan. Kyuhyun meninggalkan kecupan di bibir ranum Sungmin, sebelum melajukan kembali mobilnya.

Tiba-tiba Sungmin tersadar sesuatu, "Ah ya, Kyu. Tadi kau bilang hanya kau yang bersedia menyingkirkan semua penghalang di hubungan kita, aku akan merubahnya, dari kau menjadi kita. Kita akan bersatu dan menyingkirkan semua penghalang di hubungan kita." jelas Sungmin dan memperhatikan Kyuhyun. "Aku tidak mau kau berjuang sendirian lagi, aku akan membantumu mewujudkan impian kita membangun kembali hubungan ini."

Kyuhyun terdiam beberapa saat lalu tersenyum, di genggamnya lagi tangan Sungmin dengan erat, "Terimakasih."

Sungmin perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Kyuhyun, meninggalkan ciuman di pipi pucat pemuda itu, ciuman penuh akan kasih sayang.

Cinta bukan hanya sekedar kemampuan tetapi bagaimana keduanya bisa bersatu untuk menjalaninya, membuktikan kepada dunia bahwa cinta mereka pantas untuk bahagia.

.

.

.

.

Sungmin dan Kyuhyun sudah berdiam cukup lama di depan pintu apartemen bernomor 1083 ini, sang empunya apartemen belum memunculkan respon, membuka pintu saja tidak. Kyuhyun terus menekan tombol bel tidak sabaran.

"Apa si sinting pindah?" tanya Kyuhyun setelah perbuatannya tidak membuahkan hasil.

"Dia tidak memberitahuku tentang itu, mungkin Heechul sedang pergi keluar." jawab Sungmin.

Kyuhyun menyederkan tubuhnya di tembok sambil menyilangkan tangannya, "Kita sudah menunggu cukup lama disini, apa kita pulang saja?"

Sungmin menghela napasnya lalu mengangguk, "Baiklah. Mungkin lain waktu." balas Sungmin. Setelah itu keduanya berjalan menuju lift, menunggu lift datang dari lantai dasar.

Ting!

Denting bel tanda lift sudah tiba, Kyuhyun dan Sungmin bersiap untuk masuk tetapi saat pintu perlahan terbuka, hal yang mengejutkan terjadi di dalam sana.

Dua orang pemuda sedang bercumbu panas di dalam lift, salah satu diantara keduanya terlihat tidak asing, pria yang posisinya tersudut di pojok lift menerima setiap ciuman ganas dari pria satunya.

Kyuhyun dan Sungmin tak sadar terus memperhatikan kedua pasangan tak kenal tempat itu, Kyuhyun berdeham kencang mencoba menghentikan aksi panas pasangan itu, dan hasilnya sukses.

"Cotton Candy?" seru diantara mereka kepada Sungmin, matanya lalu melirik kearah Kyuhyun. "Lho? Kalian berdua?"

Sungmin tersenyum tipis sedangkan Kyuhyun berdecak kesal. "Perhatikan tempatmu kalau sedang bermesraan, Kim Heechul-shii!" tegur Kyuhyun dengan tatapan tajamnya.

Tak memperdulikan tatapan tajam pemuda Cho itu beserta teguran galaknya, Heechul langsung melompat keluar lift dan memeluk Sungmin gemas. "Kau berhutang banyak cerita kepadaku, Cotton Candy!" serunya sambil mengajak Sungmin melompat-lompat.

Sungmin yang sudah terbiasa dengan tingkah laku aneh Heechul hanya tersenyum, mata hazelnya melirik Kyuhyun yang terlihat semakin kesal dan seorang pemuda tampan berwajah oriental yang ikut keluar dari lift, pemuda yang baru saja berciuman panas dengan Heechul.

"Kau juga berhutang banyak cerita kepadaku, Heechul-ah." ungkap Sungmin sambil memperhatikan wajah pemuda flamboyan disampingnya yang merona malu.

.

.

.

.

"Perkenalkan namanya Hankyung, tetapi nama aslinya Hangeng."

Kyuhyun dan Sungmin langsung membungkukkan badannya hormat kepada pemuda berwajah oriental itu, Hangeng pun juga membalas salam hormat keduanya.

"Senang berkenalan dengan kalian berdua, Kyuhyun-shii dan Sungmin-shii." ucap Hangeng dengan bahasa Korea yang cukup fasih.

"Jadi, Hangeng ini orang tiongkok, ya?" tanya Sungmin dan di balas anggukan oleh Hangeng.

"Ya." jawab Hangeng sambil tersenyum.

"*Ni hao ma?" tiba-tiba saja Kyuhyun bertanya dengan bahasa yang berbeda.

Hangeng terlihat terkejut, namun ia tersenyum kemudian. "*Wo hen hao." jawabnya dengan bahasa aslinya.

"Yak, gunakan bahasa Korea, Hankyung-ah! Dan, kau Cho Bangsat jangan memancingnya menggunakan bahasa mandarin! Aku tidak mengerti tahu!" tiba-tiba Heechul langsung memencak, memasang wajah masamnya. Hangeng yang melihat kekasihnya seperti itu, langsung mendekap Heechul erat.

"Makanya, gunakanlah otak kotormu itu untuk mempelajari bahasa lain, jangan hanya hal erotisme saja yang kau mengerti." cibir Kyuhyun yang sukses membuat Heechul emosi lagi. Hangeng dan Sungmin hanya tertawa melihat tingkah pasangannya yang saling mencemooh itu.

Pertarungan lontaran kalimat tajam mereka akhirnya berakhir, kembali seperti semula, mengobrol bersama dan merasakan keakraban yang hangat diantara mereka.

"Jadi kalian baru saja jadian gitu? Aish, dasar kalian payah." ungkap Heechul dengan candaan khasnya, setelah mendengar cerita Kyuhyun dan Sungmin perihal hubungan mereka. Walaupun Heechul terus memasang wajah sangar tetapi hati pemuda flamboyan itu turut senang. "Dan... biar kutebak, kalian pasti sudah melakukan hal 'yang tak di duga-duga'"

Kyuhyun hampir saja tersedak tehnya, sedangkan Sungmin hanya tersenyum malu. Heechul menyeringai, menatap intens kedua pasangan yang ada di dahadapnnya. "Betul dugaanku." gumam lelaki nyentrik itu. "Kalian lebih mesum dari yang ku kira."

"Kau jangan membicarakan hal-hal seperti itu.." elak Kyuhyun sambil membanting pelan gelas tehnya, sebenarnya pemuda tampan itu juga berdebar dan berusaha untuk menutupinya.

"Ish, tidak seru. Ayolah ceritakan bagaimana dan seperti apa kalian bermain~ nanti ku balas dengan ceritaku deeehh~" mohon Heechul sambil menampilkan aegyonya.

"TIDAK PERLU!" tolak langsung oleh Kyuhyun dan Sungmin, Heechul langsung cemberut sedih sedangkan Hangeng hanya tertawa.

"Ah, Heechul-ah. Ada yang ingin kita berikan kepadamu." ucap Sungmin sambil merongoh tasnya, mengambil sebuah bingkisan kotak berwarna hitam dengan pita merah.

"Wah, apa ini?" Heechul terlihat takjub dan segera mengambil hadiah pemberian Sungmin.

"Cokelat praline isi wine." jelas Kyuhyun kemudian.

"Maafkan kami, Hangeng-shii tidak kedapatan." ucap Sungmin, merasa tidak enak dengan Pemuda oriental itu.

"Tidak apa-apa." Hangeng tersenyum maklum.

Heechul yang tidak sabaran segera membuka kotak tersebut, wajahnya berbinar senang melihat deretan cokelat yang terlihat lezat. "Waahh~ Cotton Candy memang hebat dalam memasak!" pujinya.

"Hey, aku juga ikut terlibat lho!" Kyuhyun yang tak termasuk langsung menyela tapi hanya di balas desisan dan pelototan dari Pemuda Kim itu.

"Uhm.. Sepertinya ini sudah terlalu sore. Kyuhyun-ah, pulang?" ajak Sungmin setelah melirik arloji cokelatnya.

Kyuhyun mengangguk dan langsung beranjak dari duduknya.

"Hee? Hanya sebentar saja?" tanya Heechul.

Sungmin mengangguk, "Ya. Ada yang ingin kita selesaikan di kantor, maafkan kami Heechul-ah." sesal Sungmin sambil membungkukkan badannya.

"Huuh~ Baiklah." Heechul menyilangkan tangannya, sambil memperhatikan kepergian kedua tamunya. "Kesini lagi ya, sebentar lagi novelku selesai."

Kyuhyun dan Sungmin tersenyum lalu mengangguk, "Baiklah. Terimakasih atas semuanya Heechul-ah, senang bertemu denganmu Hangeng-shii." pamit Sungmin dan ikut keluar dengan Kyuhyun.

"Ye. Hati-hati dijalan," seru Heechul setelahnya dan pintu langsung tertutup. Kini di kamar apartemennya tinggal dirinya dan kekasihnya, Hangeng.

"Jadi mereka yang menjadi inspirasimu?" tiba-tiba Hangeng bertanya sambil merangkul pinggul Heechul intim.

Heechul mengangguk lalu membalas rangkulan Hangeng, pemuda flamboyan itu mengambil satu buah cokelat pemberian Sungmin dan Kyuhyun lalu menyuapkannya kepada kekasihnya, "Yup, bagaimana menurutmu?"

"Mereka memang ditakdirkan bersama, semoga mendapat akhir cerita yang bahagia." jawab Hangeng lalu menerima suapan Heechul, "Enak."

.

.

.

.

"Ku kira hari minggu keadaan kantor akan sepi, ternyata ramai juga." gumam Sungmin sambil membereskan berkas-berkas di mejanya.

Kyuhyun tersenyum lembut memperhatikan Sungmin dari kursi Ryeowook, memandang sang kekasih dari bawah. "Karena disini diterapkan piket, Leeteuk-hyung yang biasanya piket hari minggu, tapi sepertinya dia sudah pulang." jelasnya.

Sungmin yang merasa terus diperhatikan pemuda Cho itu akhirnya menoleh, Kyuhyun melebarkan senyumnya lalu menidurkan kepalanya di meja. "Kau terlihat cantik dari sisi bawah, Ming."

"Jadi, jika bukan dari sisi bawah aku tidak cantik, begitu?" tanya Sungmin sambil terkekeh.

"Maksudku kau semakin bertambah cantik, apakah kau alien dari Planet Venus sayang?" goda Kyuhyun lagi sambil mengedipkan matanya.

"Gombal sekali dirimu, Cho." balas Sungmin kemudian mengacak-acak surai kecokelatan milik Kyuhyun, "Sebaiknya kau bereskan dahulu ruanganmu, mumpung ini bukan hari yang sibuk."

Kyuhyun akhirnya beranjak dari kursi kerja Ryeowook, lalu menarik Sungmin dengan lancang meninggalkan kecupan di bibir shape-m yang sudah menjadi candunya itu. "Aku pasti akan merindukanmu."

"Kyu, jangan berlebihan. Ruanganmu hanya beberapa meter dari mejaku, dan hanya dibatasi kaca besar. Seperti ingin pergi jauh saja." sungut Sungmin sebal, mencubit pinggang Kyuhyun gemas.

Setelah Kyuhyun memasuki ruangannya, Sungmin kembali berkutat dengan pekerjaannya, senyumnya tak pernah lepas dari bibirnya, bahkan ia sesekali melirik Kyuhyun yang ada di dalam ruangan, tertangkap saling memperhatikan dan tersenyum. Mereka berdua seperti remaja yang baru saja mengalami cinta pertama.

Sungmin yang akhirnya selesai membereskan berkasnya langsung menghampiri Kyuhyun di ruangannya, sepertinya Pemuda Cho itu kesulitan untuk membereskan barang-barangnya.

"Ada yang bisa kubantu?" tawar Sungmin sesampainya. Kyuhyun yang melihat kedatangan sang kekasih tersenyum lebar.

"Hmm.. mungkin bantu aku untuk menyusun berkas-berkas ku, mejaku berantakan sekali." pinta Kyuhyun sambil memperhatikan kondisi mejanya.

"Baiklah," Sungmin segera saja merapihkan meja Kyuhyun yang dipenuhi tumpukan kertas, menyusunnya sesuai abjad. Sungmin sudah terbiasa melakukan hal seperti ini. "Oh ya, Kyuhyun-ah."

"Ya?" sahut Kyuhyun yang sedang membereskan lemarinya.

"Soal hubungan kita... apa kita beritahu saja kepada para anggota?" ungkap Sungmin, melirik Kyuhyun yang melebarkan senyumnya.

"Seiring berjalannya waktu, mereka pasti akan mengetahuinya." jawab Kyuhyun, "Mereka itu punya insting yang kuat soal hubungan 'spesial' apalagi kalau itu tentangku." lanjutnya sambil terkekeh.

Sungmin mengulum senyumnya, "Mereka menantimu mempunyai seorang kekasih lho..."

"Sudah lama aku tidak mengerjai mereka, biarkan mereka akan menelusurinya." potong Kyuhyun lalu beralih ke laci mejanya, memasukkan kertas-kertas yang sudah disusun oleh Sungmin.

"Evil Kyu."

"This is Me." sahut Kyuhyun sambil mengedipkan matanya.

Sungmin bersandar di pinggir meja, mata hazelnya menelusuri tubuh Kyuhyun intens. Banyak perkembangan yang dialami Pemuda februari itu, sepertinya Kyuhyun menjalani aktifitas olahraga yang teratur sehingga badannya terbentuk sempurna, walaupun begitu Kyuhyun yang dulu dan sekarang tidak berubah sedikitpun baginya.

Sungmin berpikir, apa saja yang dilakukan Kyuhyun selama ditinggal oleh dirinya. Berbagai macam pertanyaan bertumpuk di kepalanya, apalagi persoalan luka di dada Kyuhyun. Sepertinya banyak hal-hal yang berat menimpa pemuda tampan itu, dan bahkan Sungmin tidak menyangka Kyuhyun bekerja di bidang yang sama sepertinya.

Kyuhyun remaja dulu tidak menyukai karya sastra, tetapi sekarang ia bekerja di bidang sastra bahkan menjadi ketua tim editorial. Kyuhyun dulu tidak menyukai dunia malam, tetapi buktinya Kyuhyun terdaftar sebagai anggota VVIP di sebuah klub 'khusus'.

Inti dari semua itu menjadi satu tanda tanya besar yang terus bersarang di kepala Sungmin.

"Sedang memikirkan apa, Ming?"

Panggilan Kyuhyun membuyarkan lamunan Sungmin.

"Tidak, hanya saja..." ucapan Sungmin terhenti, merasa ragu akan pertanyaannya. "Kyu, bolehkah aku bertanya sesuatu? Tapi jangan tersinggung."

Mata Kyuhyun sedikit menyipit namun akhirnya ia mengangguk menyetujui, "Silahkan saja."

"Sudah berapa pria dan wanita yang sudah kau tiduri?" Sungmin menggigit bibir bawahnya kalut, tatapan Kyuhyun terlihat menajam kearahnya.

"Mungkin sekitar.. sembilan atau dua belas, aku lupa." jawab Kyuhyun sekenannya, perlahan ia mendekati Sungmin dan menyentuh pundaknya lembut. "Tapi sekarang kau tak perlu mencemaskannya lagi."

Tangan Sungmin terkepal kuat, ia pun tanpa di duga langsung mendorong Kyuhyun bersandar di pinggir meja, lalu berjongkok di hadapan pemuda Cho itu, tangannya dengan lancang membuka rasleting celana Kyuhyun.

"Su-Sungmin, apa yang kau lakukan?"

Sungmin mendongak, memperhatikan wajah Kyuhyun dari bawah, hazelnya menantang obsidian itu. "Aku akan membuatmu lupa dengan partner-partner seksmu," katanya lalu menyentuh milik Kyuhyun yang masih terbungkus boxernya.

Kyuhyun yang tidak bisa berkata apa-apa hanya menuruti permainan pemuda Lee itu. Matanya terpejam perlahan menikmati pijatan-pijatan yang diberikan Sungmin, seketika ia ereksi. Bibirnya tersenyum miring mendapati kekasihnya yang menjadi agresif.

Sedangkan Sungmin, terus berkonsentrasi dengan permainan tangannya. Wajahnya memerah dan menelan ludahnya gugup saat kepunyaan Kyuhyun sudah mulai bangun, membesar dan mengeras. Dengan gemetar, Sungmin menurunkan boxer Kyuhyun perlahan, mengeluarkan kejantanan miliknya yang berdiri tegak menantang.

"Ohh.." desahan Kyuhyun keluar saat Sungmin mulai mengurut miliknya dengan telaten. Obisidiannya memperhatikan Sungmin yang terlihat manis saat memainkan miliknya. "Suck it, Ming." pintanya.

Sungmin yang mengerti langsung memasukkan milik Kyuhyun kedalam mulutnya. Kyuhyun dibuat melenguh, merasakan kenikmatan di dalam hangatnya rongga mulutnya. Sungmin perlahan mengulum ujungnya seperti lolipop, tangannya turut membantu mengurut pangkal Kyuhyun, memancingnya untuk orgasme. Lidahnya membasahi sepanjang kejantanan Kyuhyun lalu memasukkannya kembali mengulumnya kuat.

Kyuhyun yang semakin mendekati puncaknya, mencengkram kepala Sungmin kuat, memaju mundurkan kepalanya dengan lembut, membantu pemuda manis itu memompa miliknya. Peluh mulai membasahi wajah pucatnya, "Sedikit lagi, Sayang."

Sungmin langsung saja mempercepat hisapannya, sampai akhirnya Kyuhyun mengeluarkan semennya di dalam mulut hangat Sungmin bahkan sampai meluber keluar dari mulut lelaki manis itu.

"Aahh.." Sungmin yang belum siap langsung diangkat oleh Kyuhyun keatas meja, melepas celana jeansnya dengan cepat dan melebarkan kakinya, tanpa persiapan dan pengaman Kyuhyun langsung saja membenamkan miliknya kedalam Sungmin.

"Kyuh.." desah Sungmin kemudian sambil mencengkram surai cokelat Kyuhyun.

"Kau nakal sekali, Ming." bisik Kyuhyun seduktif lalu langsung mencium bibir shape-m itu dengan ganas, mengulumnya dengan keras dan kasar. Kyuhyun pun langsung saja memacu pinggulnya, keluar masuk di dalam Sungmin.

Sungmin tak hentinya mendesah walaupun sudah di bungkam oleh ciuman panas Kyuhyun. Permainan mereka begitu kasar dan cepat. Kyuhyun beberapa kali menampar bokong Sungmin hingga memerah, mengeluarkan miliknya kemudian dan langsung menghujam kedalam keras.

Permainan mereka begitu liar dan kasar, tak peduli posisi dimana mereka dimana, bahkan mereka tak menyadari sepasang mata memperhatikan mereka dari luar ruangan di dekat pintu masuk, mata itu melebar saking terkejutnya.

.

.

.

.

Kyuhyun terus memperhatikan Sungmin dari dalam ruangannya, senyumnya terus melebar disetiap melihat raut wajah Sungmin yang begitu serius dan terlihat menggemaskan. Tapi begitu menyadari Leeteuk yang berjalan menuju ruangannya, ia pun segera mengalihkan pandangan ke layar komputer.

Leeteuk pun kemudian masuk kedalam. Kyuhyun yang menyadari langsung membuka percakapan, "Ada apa Hyung?" tanyanya.

Leeteuk pun langsung mendudukan dirinya di sebrang Kyuhyun, lelaki yang dijuluki malaikat itu langsung memberikan tumpukan skrip kepada Kyuhyun. "Ini punyaku sudah diedit, coba kau periksa lagi."

Kyuhyun langsung menerimanya dan membaca isi skrip yang diberikan Leeteuk dengan teliti. "Hyung hari minggu kemarin apakah ada tamu atau laporan semacamnya yang datang?" tanyanya kemudian.

Leeteuk menyenderkan tubuhnya di bantalan kursi, "Tidak ada." jawabnya. "Oh ya, Kyuhyun-ah. Aku ingin membicarakan sesuatu."

"Apa itu?" tanya Kyuhyun masih berkutat dengan skrip ditangannya.

"Aku tahu kau itu sangat nakal dan membutuhkan partner bermain. Tetapi Kyu, kumohon jangan dia, kau tahu dia salah satu anak penerus perusahaan bergengsi. Jika kau memang butuh pelampiasan, kenapa tidak ke klub saja?" jelas Leeteuk panjang lebar.

Kyuhyun yang tidak mengerti perkataan Leeteuk langsung mengalihkan pandangannya dari skrip, menatap heran pemuda yang paling tertua di timnya itu. "Kau ini berbicara apa Hyung?"

Leeteuk menghela napasnya gusar dan menarik kursinya mendekat. "Jangan kau libatkan Sungmin kedalam permainanmu, Kyu." desisnya.

"Huh?" dahi Kyuhyun mengkerut, bingung. "Sungmin? Permainanku?"

"Baiklah.. Baiklah.. Aku akan jelaskan. Minggu kemarin saat waktuku piket, aku melihat kalian berdua sedang berhubungan intim di ruanganmu." jelas Leeteuk kemudian.

Bibir Kyuhyun terbuka lebar saking terkejutnya, namun tak lama pemuda tampan itu tertawa keras. "Oh ya ampun, satu orang akhirnya mengetahui juga."

Leeteuk memukul kepala Kyuhyun saking kesalnya, "Jangan bercanda, Kyuhyun-ah! Aku benar-benar mengecammu untuk tidak melibatkan Sungmin kedalam permainan kotormu."

"Permainan kotor? Aku tidak mungkin memperlakukan orang yang kucinta seperti gigolo yang kusewa. Sungmin itu sangat berarti untukku." jelas Kyuhyun sambil mengusap kepalanya yang di pukul Leeteuk.

"Nah kan, kau menggunakan siasat licikmu untuk menarik perhatian Sungmin. Kyuhyun, jangan bermain-main dengannya." Leeteuk masih tidak percaya terhadap perkataan Kyuhyun, "Dasar kau Playboy."

"Aku bersungguh-sungguh, Hyung. Aku tidak bermain-main dengan Sungmin." tegas Kyuhyun, menatap Leeteuk lurus dan tepat. "Lihat, apa aku berbohong?"

Leeteuk yang melihat tatapan Kyuhyun yang jujur tanpa ada cela kebohongan di obsidian itu mulai mengerti, "Kau benar-benar mencintainya?"

Kyuhyun mengangguk mantap lalu tersenyum, "Dia adalah orang yang kunantikan, Hyung."

Perlahan Leeteuk ikut tersenyum, ia pun merasa lega dan senang. "Akhirnya kau mendapatkan apa yang kau butuhkan. Apa hanya aku saja yang mengetahui hubungan kalian?"

"Untuk Sapphire team hanya dirimu saja yang baru tahu." jawab Kyuhyun menampilkan senyum miring khasnya. "Biarkan yang lain menelusirnya sendiri."

"Jahat sekali kau tidak mengkonfirmasi yang lain, padahal mereka sungguh menantikannya." Leeteuk hanya geleng-geleng kepala karena kejahilan Kyuhyun. "Baiklah, hanya itu yang cuma kubicarakan. Aku kembali ke pekerjaanku." akhiri Leeteuk lalu beranjak dari duduknya.

Kyuhyun mengulum senyumnya, "Nanti kau kupanggil jika skrip editanmu sudah kuperiksa."

"Iya, aku tahu." balas Leeteuk lalu menoleh kearah Kyuhyun sebelum keluar dari ruangan, "Aku berharap yang terbaik untuk hubungan kalian. Jagalah Sungmin, kupinta itu."

"Pasti!" seru Kyuhyun meyakinkan, setelah itu Leeteuk keluar dari ruangan. Ia pun menyenderkan tubuhnya rileks di bantalan kursinya, senyumnya mengembang lebar. Begitu senang banyak orang yang menerima hubungannya dengan Sungmin.

Kyuhyun pun mengalihkan pandangannya lagi kearah Sungmin yang masih bekerja di luar sana. Sungmin yang sadar diperhatikannya langsung membalas tatapan Kyuhyun. Mereka berdua saling membalas senyuman, senyuman yang membuat mereka bangkit dan kuat.

Terdengar dering telepon yang memaksa memutuskan pandangan mereka. Kyuhyun mengalihkan pandangan ke arah smartphonenya yang berbunyi, tertera nama Siwon disana, ia pun langsung merespon panggilan dari sepupunya itu.

"Ada apa?"

.."Kau ingat hari ini kita akan pergi kemana?".. sahut Siwon di sebrang sana.

Kyuhyun tersenyum miring dan segera beranjak dari tempat duduknya, "Ya aku ingat. Kau ada dimana?"

.."Tunggu saja di loby utama. Persiapkan dirimu, BabyKyu. Buktikan kepadanya."..

Kyuhyun menghela napasnya berat, jengkel karena panggilan Siwon. "Jangan panggil aku dengan sebutan itu. Baiklah aku akan kesana." ucap Kyuhyun mengakhiri sambungan telepon dan segera bergegas pergi dari ruangannya.

.

.

.

.

Lorong yang sepi dan terlihat dingin itu menyambut kedatangan Kyuhyun dan Siwon. Mereka telah sampai di lantai tujuan mereka, di perusahaan yang berbeda. Mereka berdua menghampiri meja resepsionis.

"Ingin bertemu dengan Tuan Lee, dari Choi Siwon Masi-group." jelas Siwon kemudian kepada seorang resepsionis wanita di depannya. Resepsionis itu mengangguk setelah memeriksa buku tamu lalu menuntun Kyuhyun dan Siwon menuju pintu besar satu-satunya di lantai ini.

"Tuan Lee ada di dalam sudah menunggu Tuan Choi dan Tuan Cho." ucap si Resepsionis sesampainya, membuka pintu besar itu perlahan, mempersilahkan Kyuhyun dan Siwon masuk kedalam ruang istimewa di gedung ini.

Kyuhyun dan Siwon dapat melihat seorang pria paruh baya sedang berdiri di dekat jendela besar ruangannya, memandang panorama kota Seoul.

Siwon tersenyum lalu memulai menyapa pria itu, "Cuaca yang bagus ya, Tuan Lee?"

Pria tersebut berbalik lalu membalas sapaannya, "Seperti itu. Selamat datang Siwon-shii... Dan?" ucapannya terhenti memperhatikan Kyuhyun yang ada di samping Siwon.

"Cho Kyuhyun, imnida. Kepala tim literatur yang menaungi putra anda, Lee Sungmin." jawab Kyuhyun lalu membungkukkan badannya hormat terhadap Tuan Lee.

"Senang bertemu denganmu, Kyuhyun-shii."

Siwon tersenyum dalam hati, memperhatikan Kyuhyun yang ada disampingnya, wajah sepupunya itu memang terlihat ramah, tetapi kilat matanya memberikan arti yang berbeda.

Obisidian itu terlihat menantang dan siap berperang.

.

.

.

.

.

.

To Be Continued

DON'T FORGET LEAVE A REVIEW FOR THIS FANFICTION.
WE NEED YOUR PARTICIPATE :)

KEEP CALM AND SUPPORT KYUMIN

Artinya:

1. "*Ni hao ma?" = Apa kabar?

2. "*Wo hen hao" = Kabar baik

.

(A/N) : Masih ada yang bilang ini terinspirasi dari Sekaiichi Hatsukoi, memang iya tapi kalau ditelusuri lebih dalam akan berbeda kok ceritanya.

Kyuhyun mau ngapain tuh? tunggu chapter depan ya.

jangan lupa tinggalkan review dan kunjungi blog kami.