THE BOY BESIDE ME
(Chapter 13)
KYUMIN FANFICTION
Rated : T+ (because there's explicit content)
Main Cast : Cho Kyuhyun x Lee Sungmin (KyuMin)
Author : Cat13 (LeeJunRa1001/past)
Genre : Romance / Drama
Warn! : YAOI Fanfiction. OOC. AU. Typo(s). Bad EYD.
.
.
.
.
.
.
enJOY reading!
"Jadi, bagaimana kinerja Sungmin di perusahaanmu?"
Siwon mengangguk paham dan langsung menjawab, "Sungmin benar-benar contoh yang teladan, dia sangat mandiri dan ulet, walaupun memang terlihat serius Sungmin mudah beradaptasi dengan anggota timnya. Benar bukan, Kyuhyun?"
"Ya. Sungmin memang awalnya terkesan kaku, tapi karena anggota tim kami yang begitu terbuka terhadap siapa saja ia cepat beradaptasi, bahkan selang beberapa hari bekerja ia tidak menggunakan bahasa formal lagi." jelas Kyuhyun kemudian.
Tuan Lee terlihat terkejut, namun senyum menyertai di bibirnya. "Aku bahkan tidak menyangka Sungmin bisa seperti ini, dia anak yang pemalu dan pendiam, bersosialisasi saja sulit. Kalian sungguh melakukan kerja yang baik." pujinya kepada dua orang pria dihadapannya.
"Ah, tidak." Siwon menggeleng, "Aku tidak berperan banyak, ini semua berkat Kyuhyun dan timnya. Aku juga tidak menyangka soal itu," ia pun tertawa pelan dan Kyuhyun menerima dengan senyuman.
"Kyuhyun-shii walaupun masih muda bisa membina timnya sekompak ini." takjub Tuan Lee, senyumnya semakin melebar. "Apakah anakku merepotkanmu?"
"Tidak sama sekali." Kyuhyun bergerak membetulkan posisi duduknya, "Sungmin bekerja seperti professional, apa karena dulunya ia seorang ketua utama literatur mungkin?"
Tawa ringan menyertai perbincangan mereka. Seorang resepsionis cantik datang membawa kudapan, menyajikannya di hadapan para tamu. Tuan Lee langsung mempersilahkan Kyuhyun dan Siwon menyantap hidangannya.
"Blue Mountain, benar?" celetuk Siwon sambil mencicipi secangkir kopi yang di sajikan, wajahnya terlihat puas dengan tipe kopi tersebut. "Sungguh lezat." pujinya.
"Khusus disajikan untuk tamu spesial hari ini." ujar Tuan Lee yang ikut menikmati kopinya. Mata hazel itu memperhatikan Kyuhyun yang hanya menatap kosong cangkir kopinya, "Kyuhyun-shii, tidak mencicipinya?"
Kyuhyun mengulum senyumnya sesaat, "Mungkin nanti."
"Ah," Siwon meletakkan cangkirnya di meja, raut wajahnya pun mulai serius. "Ada yang ingin kubicarakan denganmu, Tuan Lee.."
"Bilang saja."
"Aku dan Kyuhyun sudah berdiskusi mengenai kontrak kerja Sungmin. Sungmin sungguh membantu dalam perkembangan perusahaan dan timnya, kami memutuskan untuk memperpanjang kontrak Sungmin diperusahaanku. Apa kau tidak keberatan?" jelas Siwon selanjutnya.
Tuan Lee terdiam sesaat, lelaki paruh baya itupun terlihat memikirkan sesuatu. "Hhmm... ada baiknya juga jika Sungmin memperpanjang kontraknya.."
"Jadi?" Siwon melirik Kyuhyun disampingnya yang sungguh menantikan keputusan Tuan Lee menyetujui perpanjangan kontrak, bahkan sepupunya itu mengigit kepalan jarinya dan terlihat cemas.
"Purezento-group menginginkan penerus yang bisa dijadikan panutan, pastinya membutuhkan banyak pengalaman langsung dalam bekerja keras tak hanya sekedar ilmu. Sungmin mengalami perkembangan pesat di perusahaanmu, aku menyetujui keputusan kalian."
Siwon tersenyum puas, tawarannya di terima. Kyuhyun pun bahkan bersorak dalam hati, wajahnya terlampau puas dan lega.
"Kalian sungguh menyukai Putraku, bukan?" canda Tuan Lee dan tawa menyertai mereka kembali.
"Sangat menyukainya..." gumam Kyuhyun menampilkan seringai di bibirnya.
Siwon mengeluarkan sebuah map dari dalam tas yang di bawanya, map tersebut berisi surat perpanjangan kontrak. Surat yang sudah disertai materai itu langsung di tanda tangani oleh Tuan Lee.
Bahkan Tuan Lee tidak menyadari senyum kemenangan di antara kedua Pemuda tersebut.
"Baiklah," setelahnya Siwon memasukkan kembali map tersebut ke dalam tas. Pemuda jangkung tersebut langsung beranjak dari duduknya.
"Siwon-shii, mau kemana?" tanya Tuan Lee kemudian.
"Kyuhyun ingin berbincang sesuatu hanya berdua denganmu Tuan Lee. Mungkin ini waktuku undur diri." pamit Siwon lalu menepuk pundak Kyuhyun pelan, "Kutunggu di bawah."
Kyuhyun mengangguk paham dan setelahnya Siwon berjalan keluar dari ruangan. Kini tinggal dirinya dan Tuan Lee.
"Apa yang ingin kau bicarakan, Kyuhyun-shii?"
Kyuhyun memandang lurus kearah Tuan Lee, pancaran matanya kini mulai berubah. "Langsung ke intinya saja.."
Tuan Lee mengangkat satu alisnya, penasaran apa yang akan pemuda itu utarakan.
"Apa kau bersedia jika Sungmin anakmu menjalin hubungan denganku?"
Raut wajah Tuan Lee mendadak berubah, senyumnya kini menghilang, alisnya mulai menyatu. "Apa hubungan yang kau maksud?"
Kyuhyun menghela napasnya, mencondongkan tubuhnya semakin dekat dengan Tuan Lee. "Hubungan seperti sepasang seorang kekasih yang saling mencintai dan menyayangi."
Terjadi keheningan di antara mereka, suasana menjadi tegang. Tuan Lee menggertakan giginya keras, emosinya mulai meluap mendengar lontaran kalimat yang diucapkan Pemuda di hadapannya.
"Kau tidak bercanda kan, Cho Kyuhyun-shii?" desis Tuan Lee menatap tajam Kyuhyun yang ada dihadapannya.
"Aku bersungguh-sungguh, Tuan Lee." jawab Kyuhyun penuh kepastian, "Kami didasari suka sama suka, kami pun juga sudah menjalin hubungan. Dan aku mengakui... kami bahkan pernah menjalin hubungan di masa lalu."
Kyuhyun bahkan dapat menangkap pupil mata Tuan Lee melebar cepat, tanpa di duga pria tersebut menarik kasar kerah kemejanya. Hazel itu terlihat penuh amarah bahkan kebencian kepada dirinya.
"Jadi.. selama ini.. adalah kau?" desis Tuan Lee dengan napas yang tersengal, tangannya bahkan semakin mencengkram kerah kemeja Kyuhyun.
"Kau mengetahuinya?" Kyuhyun menyunggingkan seringai khasnya.
"Selama ini kau adalah orang yang mengubah orientasi seks putraku.. selama ini kau yang meracuni putraku.. selama ini kau yang.. MEMBUAT PUTRAKU MENJADI GAY YANG MENJIJIKAN?!"
BUAGH!
Cengkraman Tuan Lee terlepas begitu saja bahkan mendorong Kyuhyun keras, dan selanjutnya sebuah bogem mentah mengenai sisi wajah Pemuda tampan itu. Kyuhyun menyentuh pipi kirinya yang terasa nyeri dan perih, bahkan sebercak darah keluar dari sisi bibirnya.
"Kau.. kau menghancurkan masa depan Sungmin!"
"Cih," Kyuhyun berdecih setelahnya, mata obisidian itu kembali menantang pria paruh baya dihadapannya. "Apa yang kau maksud masa depan perusahaan sialanmu ini?"
"Berani-beraninya kau.." suara Tuan Lee memberat penuh emosi, "Sungguh biadab kau beserta cintamu yang menjijikan itu!"
"Apa kau bilang? Menjijikan? Kami saling mencintai dengan tulus di dasari dalam hati. Memang hubungan ini hina di matamu, tapi tidak bagi kami."
"Tapi kau tidak memikirkan bagaimana reputasi anakku di mata publik! Sungmin adalah seorang direktur dari perusahaan ternama dan seorang gay?! Kau benar-benar biadab, Cho Kyuhyun!"
Kyuhyun tertawa keras, terdengar miris. "Lihat? Yang kau pedulikan hanya sebuah reputasi dan identitas perusahaanmu... tapi lihatlah Tuan Lee.. coba lihat kedalam hati anakmu.. kau membuatnya menderita dan sengsara! Apa kau tidak memikirkan kebahagiaan Sungmin?!"
Tuan Lee mengacak rambutnya kasar, wajahnya memerah padam karena marah. "Aku hanya ingin anakku hidup normal, seperti lelaki normal, mempunyai keluarga normal, dan dipandang normal! Tapi karenamu... kau merusaknya!"
"Cobalah mengerti Tuan Lee.. Jika takdir berkata lain? Apa kau bisa mengubahnya?" ujar Kyuhyun mencoba tenang. "Walaupun kau memberikan Sungmin ratusan bahkan jutaan wanita.. bagaimana jika dirinya hanya ditakdirkan untukku? Jika memang dia hanya menjadi milikku?"
"Berhenti berkata hal-hal menjijikan seperti itu!" bantah Tuan Lee, memukul keras meja kerjanya walaupun begitu semangat Kyuhyun tak mudah padam. "Aku akan mencabut kontrak Sungmin dari perusahaanmu!"
"Kau bahkan sudah bersepakat untuk memanjangkan kontrak Sungmin diperusahaanku."
"Aku akan melakukan berbagai cara! Bahkan Memaksanya!"
"Kau bilang, kau ingin anakmu menjadi panutan, bukan? kau ingin anakmu mudah bersosialisasi, lebih berpengalaman, dan.. berkembang. Bukankah begitu, Tuan Lee?" jelas Kyuhyun terus melawan, "Kau bahkan sangat ceroboh tidak memperhatikan surat perpanjangan kontrak yang sudah berlandaskan hukum, diatas materai."
"Kau pintar sekali menjebak orang.. kau benar-benar.."
"Akan aku buktikan seberapa pantas cinta kami diterima olehmu, oh bahkan dunia sekalipun." Kyuhyun mendekati meja kerja Tuan Lee, mengambil salah satu bingkai foto diantara bingkai yang lain, bingkai yang menampilkan foto seorang Pemuda manis yang begitu dicintainya. "Jangan sekali-kali kau mencoba menghancurkannya, jika kau ingin merusak hubunganku dengannya.. hancurkan aku. Ayah macam apa yang berani-beraninya menghancurkan harapan anaknya sendiri."
Setelah itu Kyuhyun meletakkan bingkai tersebut ditempatnya kembali, membungkuk hormat dan meninggalkan ruangan Tuan Lee. Meninggalkan Pria tersebut dalam keadaan syok dan rasa kebencian.
.
.
.
.
"Sshh.." rintih Kyuhyun setiap ia menyentuh lebam di pipi kirinya, pemuda tampan itu menempelkan kompres di bagian tersebut, mencoba menghilangkan rasa sakit dan nyeri.
Ting! Tong!
Terdengar bunyi bel pintu. Kyuhyun langsung mengenakan kemejanya secara asal lalu berjalan menuju pintu utama, "Sebentar." sahutnya masih menempelkan kompres di pipi lalu membuka pintunya.
"Oh!" Kyuhyun langsung melempar kompresnya saking terkejutnya, ternyata Sungmin yang berkunjung. "Ternyata kau, Ming."
Sungmin memandang heran sekaligus khawatir terhadap Kyuhyun, "Kau kenapa, Kyu?" tanyanya cemas, tangannya perlahan menyentuh lebam di pipi Kyuhyun dengan lembut.
Tanpa aba-aba Kyuhyun langsung menarik Sungmin masuk kedalam, menutup pintu dan langsung mendaratkan ciuman dibibir ranum Sungmin, perlahan mereka saling memagut dan mengulum, tetapi Sungmin seketika menghentikan ciumannya.
"Kyu, jelaskan kepadaku apa yang terjadi kepadamu?" tanya Sungmin penuh selidik.
Kyuhyun menghela napasnya berat, "Hanya perkelahian kecil dengan seorang ahjussi di kedai minum." terpaksa ia berbohong, Sungmin tidak perlu tahu masalah tadi sore.
"Ya ampun, Kyu... lainkali jaga sikapmu dan berhati-hati dengan orang asing, jangan menarik perhatian orang yang sedang mabuk." ucap Sungmin lalu memeluk Kyuhyun erat. Kyuhyun membalas pelukannnya tentu saja, tetapi wajah pemuda Cho itu terlihat menyesal karena berbohong.
"Malam-malam begini tumben datang, hm? Kau merindukanku?" goda Kyuhyun sambil mengacak-acak surai hitam milik Sungmin, ia bahkan tertawa pelan melihat rona di pipi gembul sang kekasih, Sungmin sungguh menggemaskan dan mudah di goda.
"Aku ingin berbagi makanan denganmu," bantah Sungmin lalu menyodorkan sebuah kotak yang dibungkus kantung plastik kepada Kyuhyun.
Kyuhyun langsung menerimanya lalu mengecek isi dari kotak tersebut, "Tokyo banana?"
Sungmin mengangguk dan tersenyum, "Aku baru saja mendapatkan kiriman dari Jepang, kue ini sangat enak lho!" ungkapnya.
Kyuhyun mengembangkan senyumnya melihat Sungmin yang berbinar senang. "Dari keluargamu, ya?" tanyanya kemudian.
"Begitulah.." jawab Sungmin setengah berbisik, ia merasa tak enak terhadap Kyuhyun tentang keluarganya. Binar di hazelnya mulai meredup, "Seharusnya aku tidak perlu berlebihan.."
"Tidak apa-apa," Kyuhyun berujar lembut lalu menepuk pundak Sungmin. "Kau pasti merindukan keluarga kecilmu, tak perlu kau cemaskan. Terimakasih atas pemberiannya."
Sungmin memandang lurus pemuda di hadapannya, Kyuhyun menanggapinya dengan dewasa. Sungmin tak bisa menahan bibirnya untuk tersenyum kembali, entah mengapa ia merasa terharu.
"Makan bersama?" tawar Kyuhyun lalu menggenggam tangan Sungmin erat. Sungmin membalasnya dengan anggukan, Kyuhyun menuntunnya masuk menuju ruang santainya, "Bagaimana dengan wine?" sambung Kyuhyun dengan tawaran yang lain.
"Ya, itu boleh."
Kyuhyun pun mengangguk mengerti dan berjalan menuju dapurnya namun tiba-tiba saja ia berbalik arah dan menerjang Sungmin. Posisi Sungmin terlentang di atas karpet, tubuh berisinya ditidih oleh Kyuhyun. Obsidian dan Hazel itu saling beradu.
"Sungmin... kau milikku.. hanya milikku.." suara Kyuhyun memberat terdengar begitu meyakinkan begitu posesif.
Sungmin mengerjapkan matanya beberapa kali, tangannya menyentuh wajah Kyuhyun perlahan. "Kau khawatir sekali ya?" ungkapnya begitu melihat ketakutan yang terpancar di mata hitam itu.
Kyuhyun perlahan mendekat, pelukannya semakin mengerat kepada Sungmin. Diselipkan kepalanya di ceruk leher Sungmin, menyesap aroma tubuhnya yang menjadi candunya itu. "Kau milikku.. Hanya milikku, benar bukan?"
Sungmin tersenyum sambil mengelus surai ikal Kyuhyun lembut, "Aku milikmu, Kyu. Aku terlahir hanya untukmu."
.
.
.
.
Kelopak mata itu perlahan mulai terbuka, menampilkan redupnya obsidian dari bola mata itu. Kyuhyun menggerakan tubuhnya yang terasa letih dan lengket, tangannya menggapai bagian ranjang di sampingnya. Seketika ia terbelak, "Dimana Sungmin?!" paniknya.
"*Otto-san menyukai hadiahnya, kok."
Hati Kyuhyun lega pada saat itu juga begitu mendengar suara orang yang dicarinya, matanya melirik Sungmin yang sedang berdiri di dekat jendela menatap keluar, sepertinya pemuda manis itu sedang berbincang dengan seseorang lewat via telepon.
"Mii-chan sudah sarapan belum? Bagaimana sekolahnya? Lancar?" lanjut Sungmin kemudian dengan senyum yang semakin mengembang, tatapannya melembut dan tersirat akan rindu di dalamnya.
Kyuhyun terus memperhatikan Sungmin dari ranjang, tidak berani mengusik pembicaraan pemuda januari itu. Sepertinya Sungmin mendapat telepon dari keluarnya di Jepang.
"Begitukah? Otto-san yakin Mii-chan dapat meraihnya. Mii-chan ingin hadiah apa? Hum? Kue beras? Baiklah.."
Kyuhyun tak sadar mengembangkan senyumnya, senyum yang sulit diartikan.
"Otto-san juga merindukan Mii-chan."
Jantung Kyuhyun berdegup seketika, hatinya terasa perih.
"Otto-san akhiri dulu ya, baik-baik sama *Okka-san. Sampai jumpa lagi." akhiri Sungmin setelahnya memutuskan via telepon, pemuda itu bernapas lega, tersirat rasa puas dan bahagia dari senyumnya. Sungmin membalikkan badannya, matanya terbelak seketika mendapati Kyuhyun yang tengah menatapinya terduduk diatas ranjang. "Kyu? Kau sudah bangun?"
"Selamat pagi." sapa Kyuhyun menampilkan senyum hangatnya. Perlahan ia pun turun dari ranjang, menghampiri Sungmin yang masih berdiam diri lalu memeluknya erat, Kyuhyun menyelipkan kepalanya lagi di ceruk leher sang kekasih menghirup aroma vanilla khas Sungmin yang difavoritkannya. "Aku kira kau pergi kemana.."
Sungmin membalas pelukan Kyuhyun erat, memperhatikan wajah pemuda tampan itu yang terlihat sayu sehabis bangun tidur lalu mengelusnya lembut, "Aku tidak kemana-mana. Apa kau lapar?" tawarnya.
"Hhmm.." Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya terhadap Sungmin, kulitnya bersentuhan dengan Sungmin, hangat dan halus, membuatnya semakin tidak rela melepaskan dirinya dari Sungmin. Kyuhyun menggerak-gerakkan kepalanya manja di bahu Sungmin, membuat si pemuda manis terkekeh karena sikapnya.
"Kau sama sekali tidak berubah, Kyu." ungkap Sungmin sambil mengacak-acak surai kecokelatan milik Kyuhyun, ia merasa gemas terhadap pemuda februari itu. "Bagaimana dengan bulgogi?"
"Tanpa sayur dan sangat pedas." jawab Kyuhyun langsung.
"Tanpa sayur? Kau harus perhatikan kesehatanmu, Kyuhyun-ah. Kau bukan anak kecil lagi." ujar Sungmin lembut, tertawa melihat Kyuhyun yang menampilkan wajah masamnya.
"Huh, cerewet. Sedikit saja sayurnya." protes Kyuhyun lalu melepas pelukannya, mendekatkan wajahnya perlahan kearah Sungmin hendak menciumnya namun segera di hentikan oleh pemuda manis itu.
"Rapihkan tempat tidurmu setelah itu mandi," perintah Sungmin sambil menjulurkan lidahnya, menepuk pipi Kyuhyun lalu berlalu pergi keluar dari kamar.
Kyuhyun yang tak sadar dikerjai oleh Sungmin hanya bisa menggeram kesal dan berseru, "MING, KU HUKUM KAU TIDAK MEMBERIKANKU CIUMAN DI PAGI HARI!"
.
.
.
.
Jari itu terus mengetuk permukaan mejanya dengan tempo yang lambat, mata hazel yang menajam di balik kacamata minus itu menatap seorang wanita cantik dihadapannya. "Apa kau bisa mengatasinya?"
Wanita cantik itu mengalihkan pandangannya dari secarik foto yang tengah digenggamnya, terkembang senyum licik di bibir merah lipstiknya, "Kau akan membayar mahal untuk ini, kan?"
"Tentu saja, kau minta berapapun akan ku berikan. Asal jangan sampai gagal." ketukan jari nya terhenti, alis itu semakin terpaut, lelaki paruh baya itu berusaha menahan amarah yang bergejolak di dalam hatinya, "Buat si biadab itu menjadi lelaki yang normal dan terbitkan skandal tentangnya, buat martabatnya hancur dan singkirkan dia dari kehidupan putraku!"
"Hee?" Wanita itu terkekeh kecil, "Kau sungguh membenci dirinya, ya? Padahal dia itu tampan bahkan pintar, bokongnya juga bagus."
"Pokoknya lakukanlah semaksimal mungkin, buat putraku membenci dirinya." tegas Pria tersebut bahkan tak sadar menggebrak mejanya.
"Baiklah-baiklah.." Wanita itu mengangguk remeh, dilihat kembali foto yang ada digenggamannya, foto seorang pemuda tampan dengan sepasang mata obisidian yang terlihat cemerlang. "Siapa tadi namanya? Ah.. Cho? Cho Kyuhyun?"
"Akan kubuat si serigala ini jatuh ke dasar jurang dan mati terjerat duri mawar."
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
DON'T FORGET LEAVE A REVIEW FOR THIS FANFICTION.
WE NEED YOUR PARTICIPATE :)
KEEP CALM AND SUPPORT KYUMIN
Artinya:
1. *Otto-san : Ayah (dalam bahasa jepang)
2. *Okka-san : Ibu (dalam bahasa jepang)
Note: -chan biasanya digunakan untuk panggilan nama seorang anak kecil atau orang yang sangat akrab.
.
(A/N) : Karena mulai sibuk untuk belajar ekstra menjelang kelulusan, mungkin updatenya tidak sesering dulu. Bisa saja dua atau tiga minggu sekali, mianhae sekali lagi. Tapi jangan lupa ya tinggalkan review sehabis membaca fanfict yang makin gaje ini :")
jangan lupa mampir ke blog kami, yang penasaran tinggal klik di halaman profil kita ya.
