THE BOY BESIDE ME
(Chapter 15)
KYUMIN FANFICTION
Rated : T
Main Cast : Cho Kyuhyun x Lee Sungmin (KyuMin)
Author : Cat13 (LeeJunRa1001/past)
Genre : Romance / Drama
Warn! : YAOI Fanfiction. OOC. AU. Typo(s). Bad EYD
.
.
.
.
.
.
enJOY reading!
"Foto itu juga dikirimkan kepadamu?" tanya Kyuhyun tak percaya.
"Aku mendapatkannya tadi pagi di meja kerjaku," jawab Siwon sambil membuka map cokelat digenggamannya. "Foto ini, bukan?" tanyanya dan menunjukkan sebuah kertas foto yang sama diterima Kyuhyun tadi pagi.
"Astaga.." Kyuhyun memijit pelipisnya yang berdenyut, ia benar-benar kesal sekarang. "Siapa yang berani-beraninya mengirim ini?"
Siwon meletakkan foto tersebut kembali, "Saat kulihat rekaman cctv, sekitar jam lima pagi ada seorang pria memakai jaket kulit dan topi yang menutupi wajahnya, membawa dua map yang cirinya seperti ini. Mungkin dia yang mengirimkannya ke ruang kelompokmu dan meja kerjaku." jelasnya.
"Pria?" alis Kyuhyun menyatu rapat, "Jadi ada orang lain selain wanita itu?"
"Sepertinya.." Siwon mengusap dagunya dan menatap Kyuhyun lurus. "Coba kalau perusahaan ini masih diatur Ayah, karirmu akan terancam."
Kyuhyun mengusap wajahnya kasar, kepalanya semakin berdenyut sakit, pusing memikirkan masalah ini. "Apakah ini pertanda baik atau buruk?"
"Ini akan menjadi mudah jika kau bisa mengendalikannya, Kyu." Siwon mendekati Kyuhyun yang masih kebingungan lalu mengacak gemas surai cokelat milik sepupunya itu, "Ayolah, Bocah. Kau pasti tahu bagaimana caranya."
"Jangan panggil aku Bocah!" bentak Kyuhyun, menjauhkan tangan Siwon dari kepalanya.
Siwon mengerucutkan bibirnya sebal, "Lalu mau kupanggil apa? BabyKyu?"
"Aku sudah muak dengan panggilan itu. Haish.." mata Kyuhyun memicing kearah Siwon.
Siwon berhenti tertawa dan mulai melanjutkan percakapan, "Oh ya, apa hal ini diketahui oleh Sungmin?" tanyanya kemudian.
"Tidak, sudah ku kendalikan soal itu namun anggota kelompok ku mengetahuinya, bahkan tadi aku sempat ricuh dengan yang lain." jelas Kyuhyun kemudian.
"Untung saja. Jika pacarmu bisa tahu, hancur sudah hubunganmu itu." ujar Siwon.
Kyuhyun tersenyum lega sambil mengelus dada, "Aku harap itu tidak akan terjadi," Kyuhyun menopangkan dagunya masih memikirkan apa rencana yang harus ia lakukan. "Aku benar-benar takut dijebak cara licik perempuan itu, apa yang harus aku lakukan?"
Siwon menyunggingkan senyumnya, senyum yang sulit diartikan. "Jika kau mengerti perkataanku di telepon lusa malam, kau akan menemukan jawabannya, Kyuhyun-ah."
.
.
.
.
From: Kyuhyunnie
Aku harap kau baik-baik saja dirumahmu.
Istirahat yang cukup selama ada di rumah, jangan nakal!
Aku pasti merindukanmu.
Sungmin mengulum senyumnya, mendapati pesan dari sang kekasih. Hatinya merasa lega karenanya.
"Tuan, sebentar lagi anda sudah sampai." ujar supir Shin, melirik Sungmin dari kaca tengah. Sungmin mengangguk mengerti dan mengatur napasnya, melepas rasa gugup yang masih bersarang di dalam dirinya.
Mobil mewah itu berbelok, memasuki kompleks sebuah mansion yang ketat keamanannya, setelah mendapatkan konfirmasi, supir Shin melajukan mobilnya melewati gerbang mewah itu, mobilnya melewati perkarangan rumah yang luas hingga sampailah di sebuah loby rumah utama.
Supir Shin hendak turun dan membuka pintu, namun Sungmin menahan pergerakannya dan tersenyum. "Biar aku saja sendiri, tak perlu repot-repot."
Supir Shin mengangguk dan menundukkan badannya hormat kepada Sungmin, Sungmin membalasnya lalu membuka pintu mobil, keluar dari sana.
Mata hazelnya memandang pintu besar dihadapannya, Sungmin mengepalkan tangannya menguatkan diri. Langkah kakinya mendekati pintu besar berwarna cokelat tersebut, membukanya perlahan.
"Uri Minnie-ah~" sebuah panggilan menarik perhatian Sungmin, panggilan tersebut berasal dari seorang wanita paruh baya yang baru saja melangkah turun dari tangga, wanita itu tersenyum hangat dan segera menghampiri dirinya, Sungmin tersenyum haru dan menghampiri wanita itu juga.
Sebuah pelukan hangat dan kasih sayang langsung di dapatkan Sungmin, kehangatan dari wanita itu menghilangkan suasana dingin di dalam mansion besar ini. Sungmin begitu rindu dengan wanita yang telah melahirkannya ini, ya wanita tersebut adalah Sang Ibunda.
Nyonya Lee tersenyum lega dan melepaskan pelukannya, menangkupkan tangannya di wajah sang putra sulungnya, hazel yang mirip dengan Sungmin itu berbinar cerah. "Selamat datang di Rumah, Sungmin-ah. Ibu sangat merindukanmu." ucapnya.
Sungmin tersenyum lembut dan menggenggam tangan Nyonya Lee, "Aku juga merindukanmu, Ibu." balasnya. "Apa Ibu masih merasa sakit?" tanyanya penuh khawatir.
"Lebih baik dari kemarin, kini Ibu bisa istirahat di Rumah." jawab Nyonya Lee lembut, mencoba menghilangkan rasa khawatir Sungmin. "Ayo kita ke halaman belakang, kau pasti merindukan suasana rumah." ajaknya lalu menuntun putranya.
Sungmin mengikuti Nyonya Lee, hatinya begitu senang, Ia disambut dengan hangat seperti biasa oleh sang Ibu, hanya beliau lah yang membuat dirinya betah di rumah. "Oh ya, Sungjin kemana, Bu?" rupanya Ia baru menyadari keberadaan anggota keluarga yang lain, adik lelakinya yang sepertinya tidak ada di rumah.
"Dia sedang pergi kuliah, mungkin sebentar lagi pulang." jawab Nyonya Lee lalu menggeser pintu yang mengarah ke sebuah taman di belakang rumah, taman yang begitu indah dipenuhi beraneka bunga.
Sungmin takjub, menyadari begitu banyak perubahan di mansion ini. Ia pun tersenyum dan mendudukkan dirinya disebuah kursi kayu bercat putih yang mengarah kearah taman. "Banyak sekali perubahan di taman ini. Siapa yang mengatur ini semua?"
Nyonya Lee tersenyum memandangi taman. "Ayahmu akhir-akhir ini senang berkebun, dialah yang mengatur ini semua." jelasnya lalu memandang Sungmin yang terkejut, "Kaget ya? Ibu juga tidak menyangka."
Sungmin mengerjapkan matanya beberapa kali, "Sekarang Ayah dimana?"
Nyonya Lee melihat sekitar taman, matanya menangkap seseorang di dekat tanaman lili. "Itu dia disana." lalu memanggil sang suami yang baru selesai berkebun untuk mengajaknya berkumpul.
Sungmin terus memperhatikan Ayahnya yang berjalan mendekat, rupanya beliau tidak pergi berkerja. Sesampainya di teras ia memeluk sang Istri lalu mendudukan dirinya di sebrang Sungmin, wajahnya terlihat lelah sehabis berkebun namun ia merasa puas. "Kenapa kau tidak mengabari kalau kau datang kemari?" tanya Tuan Lee kemudian.
"Kupikir Ayah sedang ada di kantor cabang." jawab Sungmin.
"Apa kalian mau gingseng hangat?" tiba-tiba Nyonya Lee menawarkan minuman sehat khas Korea itu, dibalas oleh anggukan keduanya. "Baiklah, akan aku buatkan."
"Kenapa tidak menyuruh pelayan saja, yeobo?" tanya Tuan Lee.
"Sungmin kan baru saja tiba, aku harus membuatkan sesuatu untuknya." jawab Nyonya Lee. "Baiklah, kalian tunggu disini ya?" setelahnya ia berjalan pergi menuju dapur.
Tuan Lee tertawa pelan sambil menggeleng, "Ibumu itu senang sekali memanjakanmu, Sungmin-ah." sedangkan Sungmin hanya tersenyum lalu menundukkan kepalanya.
Suara dering telepon mengintrupsi mereka, Tuan Lee merongoh saku celananya, mengambil smartphone miliknya. "Yeoboseoyo?"
Sungmin hanya terdiam sambil memperhatikan sang Ayah yang sedang menerima telepon.
"Kalian akan pergi bersamanya?" tanya Tuan Lee terhadap seseorang dari teleponnya, "Bagus. Kerjakan dengan baik jangan sampai tertangkap basah." ujarnya kemudian setelah itu mengakhiri pembicaraannya.
Menyadari raut penasaran dari wajah putra sulungnya itu, Tuan Lee segera menjawab. "Hanya laporan dari bawahan." lalu Pria itu tersenyum penuh arti.
.
.
.
.
Kyuhyun harus menahan rasa kesalnya, lantaran hari ini Ia diajak oleh Seohyun kesebuah pusat perbelanjaan ternama dan sudah beberapa kali dirinya diajak berkeliling mall besar ini oleh perempuan itu. "Apa ini belum berakhir?"
Seohyun menolehkan kepalanya kearah Kyuhyun, menurunkan frame kacamata hitamnya. "Masih banyak yang kuperlukan untuk pertemuan besok, aku harus tampil sempurna di depan designer."
Kyuhyun menghela napasnya kasar, "Terserah kau saja."
Seohyun melanjutkan kegiatan belanjanya, sesekali Ia mendekat dan hendak menyentuh Kyuhyun namun segera dijauhi oleh pemuda tampan itu. Tetapi dirinya tidak menyerah.
"Kau hanya memintaku untuk menemanimu, bukan untuk menuntunmu seperti putri." desis Kyuhyun yang tak tahan dengan sikap wanita cantik disampingnya.
"Baiklah kali ini aku memintamu untuk menjadikanku putri, jadi genggamlah tanganku." pinta Seohyun lalu menjulurkan tangannya kembali namun segera ditolak oleh Kyuhyun, "Tidak akan."
"Ayolah, lembutlah sedikit terhadap seorang wanita."
"Diamlah, lanjutkan belanjamu itu tanpa meminta yang aneh-aneh." ujar Kyuhyun dingin, membuat Seohyun langsung bungkam.
Seohyun menggigit bibir bawahnya keras, dan terus melangkah. Perempuan itu menangkap sebuah toko parfum di dekatnya. "Ah, toko parfum! Sepertinya aku membutuhkan aroma baru untuk pertemuan besok." gumamnya lalu memasuki toko tersebut diikuti oleh Kyuhyun di belakangnya.
Deretan parfum menghiasi toko tersebut, pelayan langsung melayani mereka berdua, rupanya toko ini menyediakan jasa membuat parfum sendiri kepada pelanggannya, pelanggan dapat meracik parfum milik mereka. Seohyun yang begitu antusias langsung menawarkan Kyuhyun, "Bagaimana kalau kita membuat couple perfume?"
"Tidak. Aku tidak membutuhkannya." tolak Kyuhyun langsung.
"Kali ini tolakanmu tidak diterima." lawan Seohyun lalu menarik Kyuhyun dan mendudukannya di kursi, pelayan langsung memberikan dua buah kertas yang berisi opsi racikan yang diminta pelanggan dan menjelaskan beberapa cara, tak lupa memberikan beberapa aroma parfum yang akan diracik.
Kyuhyun yang tidak bisa melawan lagi hanya bisa pasrah dan langsung mengerjakannya, begitupun dengan Seohyun yang tersenyum puas. Setelah mengisi opsi mereka meracik parfumnya sendiri sesuai arahan pelayan toko, mencampurkan beberapa aroma untuk mendapatkan parfum yang diinginkan.
Setelahnya, Kyuhyun memperhatikan botol parfum miliknya, sesekali pemuda itu menghela napas. Tapi, tiba-tiba saja Seohyun mengambil parfum miliknya, "Hei!"
"Aku penasaran dengan aroma pilihan Kyuhyun-ssi." jelas Seohyun santai lalu menyemprotkan parfum milik Kyuhyun di pergelangan tangannya, "Wah, aroma aqua memang khas dirimu, aku sungguh menyukainya. Seleramu tinggi juga." puji Seohyun setelah mencium wangi parfum Kyuhyun, "Bagaimana kalau kita betukar?"
"Apa maksudmu itu!" Kyuhyun hendak mengambil parfum miliknya namun Seohyun segera menyembunyikannya, dan menyodorkan parfum racikan perempuan itu. Bahkan secara lancang Seohyun menyemportkan parfumnya ke kerah kemeja Kyuhyun lalu mendekatkan dirinya kearah tenguk pria itu, mencoba aroma parfum miliknya. "Menjauhlah!" kecam Kyuhyun menyadari sikap Seohyun yang melewati batas dan langsung mendorong wanita itu menjauh darinya.
"Kenapa? Aku ingin merasakan aroma parfumku juga. Bagaimana menurutmu?" tanya Seohyun setelahnya tidak mempedulikan betapa kesalnya Kyuhyun saat ini.
"Wangimu itu sangat menyengat... sialan, kau menyemprotkannya di kerah kemejaku." desis Kyuhyun tajam lalu menepuk-nepuk kerahnya.
"Itu akan membuat Kyuhyun-ssi mengingat diriku, kusemprotkan di kerah karena posisinya dekat dengan hidung." ucap Seohyun sambil tersenyum manis.
.
.
.
.
Manik hitam itu terlihat awas dengan sekeliling, Kyuhyun tidak peduli betapa lezatnya sajian pancake dengan siraman sirup madu dan lasagna sebagai menu utama yang ada di hadapannya.
Sudah tiga hari dilewati Kyuhyun untuk terus memantau pergerakkan Seohyun dan berusaha mencari titik lemah wanita cantik itu, dan sudah lama ia tidak berjumpa dengan Sungmin yang sedang mengambil cuti karena acara keluarga dan kini sedang ada di rumah orangtua pemuda manis itu, ia sangat merindukannya.
Seohyun yang menyadari Kyuhyun yang terdiam dan hanya menyentuh sekali makanannya mulai bergeming, "Kenapa? Makanannya tidak enak?"
"Bukan." ujar Kyuhyun dingin seperti biasa.
Kyuhyun memandang keluar jendela restoran, memperhatikan keramaian di sekitar mall.
Seohyun meletakkan garpu dan sendoknya di sisi piring, wanita itu menghapus jejak makanan dengan tisu di sekitar bibirnya. "Setelah ini... bagaimana kalau kita pergi ke Namsan Tower?" tawar perempuan itu setelahnya.
"Aku harus kembali ke kantor secepatnya, Seohyun-ssi. Lagipula kita bertemu hanya untuk makan siang, tidak lebih." tolak Kyuhyun dengan nada datar.
Wajah Seohyun terlihat kecewa bahkan wanita cantik itu mengerucutkan bibirnya yang terlihat biasa sekali, "Kenapa tidak membolos saja? Lagipula kau ini kan-"
"Kau meremehkan pekerjaanku? Kau pikir sebagai kepala editor itu mudah? Banyak tanggung jawab yang aku miliki." potong Kyuhyun langsung, begitu geram.
Seohyun langsung terdiam lalu meminum mojito miliknya. Kyuhyun bernapas lega.
Hendak saja Kyuhyun ingin memakan hidangannya, tiba-tiba saja seseorang menyenggol meja mereka. Kyuhyun mengalihkan pandangannya menuju orang tersebut, rupanya seorang Pria bertopi dan wajahnya terlihat samar, Pria itu segera permisi dan buru-buru keluar dari restoran.
"Aneh." batin Kyuhyun sambil menyipitkan matanya curiga.
Seohyun tiba-tiba berdeham dan segera beranjak, seakan tahu raut penasaran Kyuhyun wanita itu langsung merespon "Aku pergi ke toilet dulu sebentar." ungkapnya dan berjalan keluar dari restoran juga.
Obsidian itu terus memperhatikan Seohyun dari luar jendela, wanita itu berjalan yang searah dengan Pria misterius tadi. Seketika, Kyuhyun menangkap kejanggalan di dalam otaknya.
.
.
.
.
"Kau sudah mendapatkan semuanya, kan?"
"Sudah semua."
"Bagus, kita akan sebar besok dan kirim semuanya ke kontak pribadi anaknya Bos."
Kyuhyun menyenderkan punggungnya di tembok yang menjadi tiang basement itu, lelaki tampan itu tersenyum miring. Kini ia sedang menguping pembicaraan dua orang yang tak jauh dari posisinya, di dekat mobil sedan putih milik seorang model ternama.
"Sampai kapan kita akan melakukan ini?"
"Hmm.." salah satu wanita disana terlihat berpikir, "Secepatnya kalau bisa, aku sudah muak bermain-main dengan serigala itu, sungguh membosankan. Aku hanya berharap imbalan dari Bos."
Kyuhyun mendecih mendengar ungkapan wanita itu, senyumnya tersungging makin lebar.
"Aku akan mendapatkan imbalan juga, kan?"
"Tenang saja, kau akan mendapatkannya jika kau berkerja dengan baik." ujar wanita itu setelahnya, "Baiklah, kau boleh pulang sekarang, kencan palsu ini juga akan berakhir, aku kembali."
Kyuhyun yang sedari tadi bersembunyi di balik tiang beton itu langsung memunculkan dirinya, langkahnya menghentak menghampiri kedua orang tersebut, seorang Pria misterius yang mengenakan topi menyadarinya setelah Kyuhyun berjalan mendekat, mata Pria itu melebar kaget bukan main walaupun terlihat samar karena topinya.
"Akhirnya aku mengerti.." ujar Kyuhyun sesampainya, kedua tangan pemuda tampan itu terkepal di balik saku celana. "Tapi sayang sekali... Your mission is failed." lanjutnya dan dengan gerakan cepat Kyuhyun langsung menyerang Pria tersebut dan merampas kamera yang digenggamnya.
.
.
.
.
Sungmin mengeringkan rambutnya yang basah, pemuda manis itu baru saja selesai mandi. Kini ia sudah ada di apartemen miliknya, akhirnya acara keluarga selesai dan ia langsung bergegas pulang ke apartemen.
Sungmin mengambil smartphonenya yang tergeletak di pinggir ranjang, mengecek notifikasi dan tidak ada sesuatu yang baru disana. Sungmin menghela napasnya berat lewat hidung, sudah dari tadi siang Kyuhyun tidak memberikan kabar. "Apa dia sesibuk itu?"
Ting Tong! Ting Tong!
Bunyi bel pintu terdengar tergesa membuat perhatian Sungmin teralihkan, alisnya menyatu bingung, dengan gerakan cepat Sungmin menghampiri pintu utama dan bel terus berdenting tak sabaran.
Pintu dibukanya dan secara tiba-tiba Sungmin dikagetkan dengan pelukan seorang pria, seseorang yang kini terlihat kelelahan namun penuh akan kerinduan. Senyum Sungmin terkembang lembut, tangannya mengelus surai kecokelatan milik pria itu. "Kupikir siapa bertamu malam-malam begini, rupanya itu kau, kenapa tidak memberi kabar?"
Pria itu tidak menjawab malah semakin mengeratkan pelukannya terhadap Sungmin. Rasa khawatir Sungmin muncul melihatnya seperti itu, "Kyuhyun-ah? Kau baik-baik saja?"
"Aku sungguh merindukanmu, Ming." gumam Kyuhyun lembut, "Maafkan aku tidak memberi kabar, banyak sekali kejadian hari ini."
Sungmin tersenyum gemas sambil menepuk-nepuk pundak tegap Kyuhyun, menenangkan kekasihnya itu. "Kau terlihat kelelahan hari ini, kau memendam masalah?"
Kyuhyun menegakkan badannya tetapi pelukannya terhadap Sungmin tidak terlepas, obisidan itu terlihat sayu memandang hazel lembut dihadapannya. "Tapi sudah kuselesaikan semuanya kok."
"Baiklah.." ucap Sungmin lalu mengelus kening Kyuhyun sambil memainkan poni rambutnya, "Mau kubuatkan gingseng hangat? Aku membawakannya dari rumah. Rasanya enak lho, bikin stamina meningkat lagi."
Kyuhyun mengangguk menerima tawaran Sungmin. Tetapi tangannya menahan pergelangan tangan pemuda manis itu sebelum memasuki apartemennya. Sungmin memandang Kyuhyun bingung.
"Ming... terimakasih kau masih percaya dan tetap berada di sisiku." ungkap Kyuhyun kemudian terdengar melemah. "Aku sangat mencintaimu, Lee Sungmin."
Wajah terkejut Sungmin berangsur-angsur hilang digantikan dengan senyum yang lembut dan tulus. "Itu harus dan terimakasih kembali. Aku sangat mencintaimu juga, Cho Kyuhyun."
.
.
.
.
Tuan Lee membanting keras gelas kacanya, hazel itu terlihat menyalang menusuk Seohyun yang berdiri gugup di hadapannya. "Hanya pekerjaan semudah ini kau gagal?!" bentaknya kemudian.
Seohyun semakin menundukkan kepalanya, wanita itu gemetar ketakutan. "Kami tertangkap basah olehnya saat kami sedang berdiskusi."
"Benar-benar tidak berguna! Membuang waktu saja!" geram Tuan Lee ia memutar balik badannya membelakangi Seohyun yang ketakutan. Lelaki paruh baya itu berjalan mendekati jendela, pantulan wajahnya terlihat di kaca jendela besar tersebut, ia tergerak merongoh saku celananya, mengambil smartphone miliknya menghubungi salah satu kontak disana.
Nada sambung mulai terdengar, Tuan Lee menempelkan smartphonenya di sisi kiri wajahnya, tak lama telepon diangkat oleh seseorang disebrang sana, suara wanita menyahut dengan aksen Korea yang terdengar aneh.
"Sawako, ada yang ingin aku bicarakan denganmu."
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
DON'T FORGET LEAVE A REVIEW FOR THIS FANFICTION.
WE NEED YOUR PARTICIPATE :)
KEEP CALM AND SUPPORT KYUMIN
.
(A/N) : Karena besok hari special jadinya author kasih bingkisan buat kalian ;D update lebih cepat daripada di blog ehehehe.
Reader yang nanya tentang ketertarikan seksual Ming yg menyimpang kenapa bisa nikah sama cewek? So, nanti liat aja yah kelanjutannya.
Thanks buat reader yang masih stay di cerita ini, memberi banyak motivasi untuk kami juga readers baru yang tertarik dengan cerita gaje ini.
Mind to review (again)?
