THE BOY BESIDE ME
(Chapter 18)

KYUMIN FANFICTION

Rated : M (because adult content)

Main Cast : Cho Kyuhyun x Lee Sungmin (KyuMin)

Author : Cat13 (LeeJunRa1001/past)

Genre : Romance / Drama

Warn! : YAOI Fanfiction. OOC. AU. Typo(s). Bad EYD

.

.

.

.

.

enJOY reading!


Kyuhyun mendudukkan dirinya di ranjang bersprai biru muda itu, mengeringkan rambut cokelatnya yang basah dengan handuk. Lelaki tampan itu baru saja selesai membersihkan diri, ia hanya mengenakan celana jeans hitam, tetesan air mengalir membasahi dada bidangnya yang telanjang.

"Kyuhyun-ah?" sebuah panggilan halus mengalihkan Kyuhyun, bibir tebal itu melengkung lebar, rupanya Sungmin tengah berdiri di sisi pintu kamarnya.

"Kemari." tangan Kyuhyun melambai, meminta Sungmin untuk masuk.

Sungmin perlahan berjalan memasuki kamar yang serba biru itu, menghampiri Kyuhyun yang masih terduduk di pinggir ranjang."Jadi ini kamarmu yang kau sembunyikan, lucu sekali." kekehnya kemudian.

Kyuhyun mau tak mau ikut tertawa, "Seperti kamar anak kecil, ya?"

"Yeah.. tapi lebih parah kamarku yang dulu, aku lelaki tapi semuanya serba merah muda." Sungmin pun memajukan bibirnya memberi kesan imut.

"Aku ingat.. jelas sekali," goda Kyuhyun mencolek pinggul Sungmin.

Tawa menyertai mereka berdua. Hazel Sungmin terpaku pada sebuah bingkai kecil diatas meja nakas, terpasang potret seorang bocah kecil lelaki berdiri diantara hamparan bunga matahari, yang menjadi ciri khasnya adalah mata hitam besar yang sangat ia kenal. "Pasti ini potret dirimu waktu kecil."

"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Kyuhyun lalu beranjak berdiri mendekati Sungmin.

"Mata hitamnya," jelas Sungmin, berbalik arah menghadap Kyuhyun yang langsung memeluknya. "Persis seperti milikmu, lagipula kalau itu bukan kau mana mungkin diletakkan dikamar ini."

Kyuhyun menyelipkan kepalanya diceruk leher Sungmin, "Kau benar, Sayang." menghirup aroma candunya, aroma alami milik sang kekasih. "Oh ya, bagaimana dengan Misaki? Dia sudah tidur?"

Anggukan sebagai balasan, "Tadi dia bercerita padaku, kau menyanyikan sebuah lagu saat phobianya muncul. Dia bilang, suaramu itu sangat bagus. Dia juga bilang 'kenapa Paman Kyuhyun tidak menjadi penyanyi saja?" ungkap Sungmin tersenyum gemas.

"Kalau aku jadi penyanyi, kau harus membayarku setiap satu lagu." kekeh Kyuhyun mensejajarkan wajahnya dengan wajah Sungmin, "Dan.. kau mau kekasihmu yang tampan ini dikerebuti banyak fans khususnya dari kaum wanita?" godanya.

"Ish, dasar pede." cibir Sungmin, mencubit pinggang telanjang Kyuhyun. "Tapi aku sangat berterimakasih kepadamu, kau bersedia untuk dekat dengan Misaki bahkan bisa menghilangkan rasa takutnya."

"Itu sudah seharusnya, Ming." tangan besar itu mendarat di kening Sungmin, "Panasnya sudah turun. Ahjumma Kim mengurusmu dengan baik, kan?" tanya Kyuhyun lembut.

Sungmin tersenyum, "Tentu. Oh ya, tadi Ahjumma Kim bercerita banyak tentang dirimu."

Mata Kyuhyun melebar, terlihat antusias, "Benarkah? Cerita apa saja?"

"Cerita tentang perkembanganmu dari kecil hingga sekarang," tangan halus Sungmin meraba dada bidang Kyuhyun, seketika ia merona malu. "Dia juga bilang keluarga mu pernah mengalami masa sulit karena ulahmu... apa itu benar, Kyu?" tanyanya sedikit gugup. "Jangan marah dengan beliau yah, tapi aku sungguh penasaran."

Kyuhyun menghela napas berat tak beberapa lama ia tersenyum, "Ya, itu benar. Aku tidak mungkin marah dengan beliau. Mungkin ini waktunya aku mengungkapkan sebagian masa laluku, ulahku yang membuat keluargaku kesulitan karena aku menyatakan coming out."

Alis Sungmin terpaut, "Coming out?"

Tangan Kyuhyun mengacak gemas surai gelap Sungmin, "Iya, coming out. Aku menyatakan diriku gay kepada keluargaku pada saat itu."

Pupil mata Sungmin melebar tak percaya, "Ja-jadi.. keluargamu sekarang tahu bahwa kau menyimpang? Tidakkah mereka membencimu? Apa itu semua karenaku?"

"Benar. Pastinya mereka marah besar dan hampir saja namaku dicoret dari keluargaku sendiri, tapi sekarang keadaan sudah lebih baik, sekarang mereka mendukungku asal diriku bahagia." jelas Kyuhyun sambil mendorong Sungmin lembut ke pinggir ranjang, "Itu benar sekali, Sayang. Kau membuatku buta untuk mencintai wanita dan hatiku hanya tertuju padamu yang seorang laki-laki, Sungmin."

Obsidian itu tepat dan jujur, Kyuhyun mengungkapkan seluruh isi hatinya. Hati Sungmin berdesir, ia tidak menyangka bahwa Kyuhyun akan melakukan hal senekat ini, berbeda dengan dirinya yang belum berani menyatakan tentang orientasi seksualnya kepada keluarganya, ia merasa seperti pengecut yang terus bersembunyi. "Apa.. kau tidak menyesal?"

Kyuhyun menggeleng pelan, "Untuk apa aku menyesal, semua itu sudah menjadi keputusan yang harus kutanggung." ungkapnya. "Sekarang, waktunya untuk bersenang-senang. Aku ingin kau malam ini."

Selanjutnya, tubuh Sungmin terkapar pasrah dibawah kuasa Kyuhyun. Bibir tebalnya berjelajah disekitar leher mulus Sungmin, menggigit menghisap meninggalkan jejak kemerahan disana. Tangannya juga turut bergerak membuka satu persatu kain yang menutupi tubuh indah milik pemuda januari itu.

"Ahh.. Kyuhyunnhh," desah Sungmin memanggil nama pemuda diatasnya, cengkaramannya semakin menguat saat Kyuhyun mulai berani mengulum nipplenya. Tak peduli keadaan jendela dan pintu yang masih terbuka, desahan terus keluar dari bibir pinkish milik Sungmin.

Kyuhyun bahkan sudah menggapai benda milik Sungmin yang sudah mengacung, mengocok benda tumpul itu dengan tangan terampilnya, mengurutnya sesuai tempo dan menatap setiap inchi tubuh elok Sungmin. "Kau menakjubkan, Ming."

"Terushh... Ngghh." Sungmin mengerang saat Kyuhyun memasukkan penisnya kedalam mulut pemuda tampan itu, kepalanya bergerak maju mundur memompa milik Sungmin yang pas di dalam mulutnya. Tubuh Sungmin melambung disaat jari Kyuhyun memainkan opening hole merah muda miliknya.

Kupu-kupu mulai menyerang isi perut Sungmin, panas tubuhnya berkedut di sudut selatan, tak beberapa lama Sungmin mengeluarkan miliknya di dalam rongga mulut Kyuhyun.

Seringai menghiasi bibir joker Kyuhyun, perlahan dilepaskan milik Sungmin dari dalam mulutnya. Wajahnya terlihat puas dan semakin bergairah, melihat Sungmin yang terengah-engah dibawahnya, semakin menggoda karena sinar rembulan menyinari wajah cantik itu.

Perlahan Kyuhyun menarik rasleting celananya kebawah, mempersiapkan miliknya yang sebenarnya sudah menegang parah. Tangan satunya lagi terjulur, membuka laci meja nakas, mengambil bungkusan foil didalam sana.

"Tidak usah!" cegah Sungmin menahan pergelangan tangan Kyuhyun. "Ti-tidak perlu pakai pengaman.." ungkapnya malu-malu.

Seringai Kyuhyun melengkung lebih lebar, ditepuknya bokong Sungmin kencang, "Nakal sekali, hm. Kau tidak takut jika terjadi hal yang tidak diinginkan?"

Sungmin menggeleng lemah, "Tidak. A-aku ingin kau memasuki ku tanpa penghalang apapun."

"Baiklah.." dengan cepat Kyuhyun memutar balik tubuh Sungmin, menepuk keras bokong kenyalnya lagi. "Menungginglah."

Menurut, Sungmin menaikkan posisi bokongnya, membuat Kyuhyun semakin tertantang. Diposisikan penis besar milik Kyuhyun di depan hole ketat milik Sungmin.

"Akkh.." erang Sungmin, hole nya merasa perih ketika Kyuhyun mulai masuk. Setetes air mata bahkan mengalir dari ujung matanya, Kyuhyun dengan lembut mengalihkan rasa sakit Sungmin dengan mengocok miliknya lagi dan memberikan kecupan menggelitik disekitar leher putih itu. Sedikit tenang, Kyuhyun langsung saja menghujam miliknya sekali hentak.

"Sakit!" Sungmin menjerit kecang, kedua tangannya mencengkram erat sprai biru ranjang Kyuhyun hingga buku jarinya memutih. Tubuhnya terlonjak mengikuti pacuan Kyuhyun di dalamnya, bahkan secara cepat Kyuhyun langsung mendapat titik nikmat, kini erangan berubah menjadi desahan kenikmatan.

Kyuhyun merasa terbang saat milik Sungmin menjepitnya erat, keringat mulai membasahi tubuh dan wajahnya. "Minghh... Asshh!" mengerang frustasi dan semakin cepat menumbuk milik Sungmin.

Ranjang berukuran double size itu bahkan berderit karena ulah Kyuhyun dan Sungmin. Beberapa lama kemudian, tubuh Sungmin bergetar hebat dan lelaki itu keluar untuk kedua kalinya disusul Kyuhyun yang menembakkan spermanya di dalam Sungmin.

Mereka berdua ambruk namun tersenyum puas. Kyuhyun perlahan menarik dan mendekap tubuh Sungmin hangat dan memberi kecupan penuh cinta di bibir pinkish pemuda manis itu, "Aku mencintaimu." bisiknya lembut.

Sungmin tersenyum sembari mengatur napas, "Aku juga mencintaimu, Kyu."

"Bagaimana kalau kita lakukan sekali lagi?"

.

.

.

.

Kyuhyun, Sungmin dan Misaki kembali ke Seoul sejak dua hari yang lalu, liburan mereka di Jeju sudah berakhir. Namun kebahagiaan mereka bertiga tetap berlanjut, kini mereka bertiga sedang berada di dalam apartemen Sungmin.

"..kom sema-ri-ga han chi-be-yi-so
appa gom, omma gom, ae-gi gom.."

Kyuhyun bernyanyi dengan indahnya, pemuda tampan itu sedang memangku Misaki. Dihadapan mereka terdapat Sungmin yang sedang bergoyang memperagakan gerakan lagu tiga beruang dengan imutnya.

"..appa gommun tung-tung-hae
omma gommun nal-shin-hae
ae-gi gommun na bul-gwi-yo-wo.."

Misaki terus bertepuk tangan dengan ceria, bahkan gadis kecil itu ikut bersenandung bersama Kyuhyun. Namun ia tidak sadar jika Kyuhyun sedang mati-matian menahan kegemasannya terhadap Sungmin yang sedang bergoyang dihadapan mereka, mata hitamnya terus memperhatikan bokong kenyal Sungmin yang terus memantul setiap pemuda manis itu bergerak.

"..hishuk hishuk cha-rhan-da .."

Berakhirnya lagu, Kyuhyun langsung menghela napas lega. Sedangkan Misaki bergerak turun dari pangkuannya menghampiri Sungmin, "Ottosan sangat manis! Mii-chan suka!" kagumnya terhadap sang Ayah.

Sungmin tersenyum dan mengangkat Misaki kedalam gendongannya, "Benarkah? Bagaimana dengan suara Paman Kyuhyun?" hazelnya melirik Kyuhyun.

"Suara Paman Kyuhyun neomu johayo!" puji Misaki memberi acungan jempol dan dibalas oleh Kyuhyun.

"Baiklah, sekarang ayo kita berangkat." Sungmin menggeret koper pink-perak milik Misaki, diliriknya wajah sang anak yang terlihat murung, "Kenapa, hm?"

"Mii-chan sedih karena akan berpisah dengan Ottosan." ungkap Misaki sendu, "Juga Paman Kyuhyun.. aah.. Mii-chan tidak mau pulang!" rajuknya. Hari ini adalah hari terakhir Misaki di Korea, ia harus segera pulang ke Jepang.

Sungmin mengacak gemas surai hitam milik Misaki, "Tapi bagaimanapun juga Mii-chan harus pulang, nanti sekolahnya bagaimana hm?"

"Tenang saja, nanti Mii-chan terus kita hubungi." tiba-tiba Kyuhyun menyahut mencoba menghibur Misaki, "Kalau Mii-chan kangen, Paman dan Ottosan siap dihubungi kok."

Tak kuasa Sungmin tersenyum lebar, Kyuhyun begitu perhatian sekali dengan anaknya itu.

"Oke!" Misaki kembali ceria dan membalas tos Kyuhyun, "Kalau begitu ayoo~ nanti Okkaasan marah kalau kita tidak cepat-cepat datang."

Sungmin mengangguk dan menggandeng tangan Misaki, diliriknya Kyuhyun yang mengekori mereka, "Kau siap, Kyuhyun-ah?"

Anggukan sebagai balasan, "Kapanpun, Ming."

.

.

.

.

Keadaan Bandara Incheon cukup ramai hari ini, semangat liburan musim panas masih berlangsung walaupun sebentar lagi akan usai, buktinya masih banyak penerbangan sibuk di bandara terbesar Negara Gingseng ini.

Kyuhyun, Sungmin dan Misaki menatap sekeliling ruang tunggu VVIP, mencari seseorang disana. Sungmin bahkan mengecek ponselnya beberapa kali, memastikan bahwa orang yang menunggunya ada disini.

Hazel jernih itu akhirnya menangkap seorang Wanita dewasa yang duduk membelakangi mereka, "Itu, disana!" langsung saja mereka bertiga menghampiri Wanita tersebut.

"Okkaasan!" sesampainya Misaki langsung loncat dari gendongan Kyuhyun dan menghampiri wanita tersebut. Sang Wanita mulai tersadar dan menoleh, senyum bahkan langsung terkembang begitu Misaki memeluk perut wanita itu.

"Mii-chan~" sambut si Wanita yang memiliki paras manis itu, mensejajarkan tingginya dengan si anak gadis sambil mengelus lembut pipinya. "Bagaimana liburanmu di Korea, hm?"

"Seru sekali. Andai saja waktu liburanku lebih panjang, Okkaasan~" rajuk Misaki memajukan bibir pinkishnya, membuat wajah gadis kecil itu semakin menggemaskan.

"Lain waktu ya, kalau Ottosan tidak keberatan." Wanita itu menoleh kearah Sungmin, mereka membalas senyum yang terlihat canggung. "Siapa itu?"

Tersadar, Kyuhyun langsung membungkukkan badannya hormat. "Cho Kyuhyun, imnida."

Alis wanita itu mengernyit sesaat, Misaki yang melihat Ibunya kebingungan itu langsung menyahut. "Dia temannya Ottosan, Paman Kyuhyun sangat perhatian kepadaku dan mempunyai suara indah lho!"

Bibir sang Wanita melebar, tersenyum mendengar ungkapan bahagia dari anaknya. "Terimakasih atas segalanya yang kau berikan kepada Misaki, Cho Kyuhyun-ssi. Perkenalkan namaku Sawako Ono, mantan istri Sungmin."

Kyuhyun tersenyum tipis, "Aku tahu.." gumamnya berbisik.

Sedangkan Sungmin, berjalan mendekati Sawako dan membicarakan sesuatu menggunakan bahasa Jepang yang tidak Kyuhyun mengerti. Kyuhyun hanya bisa menangkap ekspresi Sawako yang terus berubah karena penjelasan Sungmin, sepertinya Wanita itu terkejut mendengarnya.

"Eung?" Misaki kaget ketika Sungmin membawa tubuh kecilnya menjauhi Sawako, "Ottosan mau kemana? Sebentar lagi pesawatnya datang~"

"Okkaasan ingin membicarakan sesuatu dengan Paman Kyuhyun," penjelasan Sungmin membuat Kyuhyun terlonjak, pemuda manis itu menghampirinya yang berdiri kebingungan. "Kyuhyun-ah, aku sudah menjelaskan beberapa hal kepada Sawako, sekarang kau bisa mendengar cerita tentang hubunganku rumah tanggaku langsung darinya." jelas Sungmin membuat Kyuhyun semakin terkejut.

Setelahnya, Sungmin membawa Misaki keluar. Meninggalkan Kyuhyun dan Sawako di dalam ruang tunggu VVIP ini.

"Silahkan duduk, Kyuhyun-ssi." ujar Sawako mempersilahkan Kyuhyun duduk di sofa. Kyuhyun akhirnya duduk di sofa cokelat tersebut, sofa yang menghadap langsung jendela besar Bandara Incheon, menampilkan panorama kesibukan Bandara itu, setidaknya dengan begini Kyuhyun bisa menghilangkan rasa canggung diantara mereka.

Sawako menempatkan diri duduk di sofa sebrang Kyuhyun. Wanita itu terlihat anggun dengan setelan blouse putih gading dan miniskirt warna hitam, manik onyxnya menatap Kyuhyun tepat di obsidiannya. "Kyuhyun-ssi menjalin hubungan dengan Sungmin-oppa, benar?"

Kyuhyun tertohok, ia berdeham beberapa saat. "Jika iya, apa Sawako-san merasa keberatan?"

Sawako tersenyum tipis, "Untuk apa keberatan? Lagipula, aku dan Sungmin-oppa sudah lama bercerai. Jika ini untuk kebahagiaan dirinya, apa boleh buat."

Tak sadar senyum mengembang di bibir tebal itu, "Kami memang menjalin hubungan serius." jawab Kyuhyun langsung.

"Kuharap yang terbaik untuk hubungan kalian." ungkap Sawako tulus.

"Terimakasih."

"Baiklah, sekarang akan aku ceritakan tentang pernikahanku dengan Sungmin-oppa." raut wajah Sawako berbeda sekarang, kali ini lebih serius. Wanita itu menegakkan badannya. "Kami menikah karena dijodohkan orangtua."

Kyuhyun berusaha tak menyeringai, rupanya pernikahan yang menghancurkan masa lalunya tersebut berlandaskan perjodohan dari pihak orangtua.

"Terkejut dan ingin menolak itu pasti, kami hanya bertatap muka sekali pada saat itu dan tidak mengenal satu sama lain, tapi kami tidak bisa melawan orangtua. Demi kelangsungan perusahaan, kami menurutinya."

Sawako menghela napas panjang dan mulai melanjutkan, "Setelah menikah di Korea, kami langsung pergi dan tinggal Jepang. Sungmin-oppa juga langsung mengurusi perusahaan Ayahnya disana. Awal hubungan rumah tangga kami sangatlah kaku dan canggung, walaupun begitu kita harus saling menyatu layaknya suami istri dan aku berusaha untuk mencintai dirinya."

Tak sadar, tangan Kyuhyun mencengkram pinggiran sofa hingga buku jarinya memutih.

"Berangsur-angsur perasaanku mulai tumbuh padanya dan hubungan kami semakin dekat, tapi entah kenapa Sungmin-oppa belum atau bahkan tidak mau membalas perasaanku, banyak sekali misteri yang terpendam dibaliknya. Memang, Sungmin-oppa bersikap layaknya suami yang baik tapi rasanya... sangat hampa."

Raut wajah Kyuhyun mengkerut begitu melihat ekspresi Sawako yang menjadi muram, "Tapi aku mencoba untuk membiasakan karena sikapnya. Sampai suatu malam, di mana kami melakukannya untuk pertama kali saat ia sedang mabuk, disitu aku merasa puas dan bahagia karena akhirnya kami menyatu seperti suami istri."

Kyuhyun berusaha untuk tidak mencelakai wanita cantik di hadapannya. Jadi mereka bercinta? Oh, tentu saja Cho! buktinya mereka memiliki seorang anak perempuan, tapi entah mengapa Kyuhyun merasa dikhianati, hatinya semakin lama semakin panas. "Apa-apaan raut wajah menyedihkan dan senyuman miris itu?!" rutuk Kyuhyun dalam hati terus memandang wajah Sawako setelah menceritakan hal tersebut.

"Tapi kebahagianku seketika hancur, Sungmin-oppa malah meminta maaf terus menerus dan terlihat begitu menyesal dengan apa yang kita perbuat. Aneh bukan? Padahal kita sudah sah menjadi suami istri dan hal tersebut sangatlah wajar. Dari situ aku sadar, bahwa Sungmin-oppa tidak membalas perasaanku."

Walaupun ia merasa kesal dengan wanita itu Kyuhyun juga merasa kasihan mendengar kelanjutannya, begitu miris karena perasaan Sawako tidak dibalas oleh Sungmin.

"Sampai akhirnya Misaki datang dan lahir mewarnai hubungan rumah tangga kami. Misaki seperti malaikat kecil yang mempersatukan Ayah dan Ibunya, kami menjalani kehidupan layaknya keluarga bahagia, merawat dan menyayangi Misaki. Tapi tetap saja... perasaan pada Sungmin-oppa terhadapku tetaplah tidak tumbuh."

"Maaf.." Sawako menurunkan letak posisi kacamata hitamnya, onyx miliknya mulai berlinang dan ia tak mau Kyuhyun melihat. "Dan pada akhirnya aku tak sanggup dengan hubungan sepihak ini dan memutuskan untuk bercerai. Orangtua kami tentunya marah dan media jepang terus memburu kami, terus bertanya kenapa kami bercerai, untuk menutupinya aku beralasan bahwa aku berselingkuh dengan pria lain dan kesalahan jatuh padaku."

Kyuhyun bahkan tak percaya apa yang dilakukan Sawako akhirnya, pemuda tampan itu menarik dan menghembuskan napas panjang. Sebegitukah cinta Sawako terhadap Sungmin sampai merusak citranya?

"Maaf sebelumnya, tapi bukankah hal itu bisa merusak citramu dan perusahaan keluarga milikmu?" akhirnya Kyuhyun buka suara dan mulai memperhatikan wanita bersurai panjang lurus dihadapannya.

Sawako menangguk pelan, "Memang.. tapi kulakukan itu semua untuk Sungmin-oppa." wanita itu tersenyum manis, "Ah, tapi tenang saja sekarang semuanya kembali normal. Perusahaan keluargaku juga berjalan lancar, kok."

Setelah itu, Sawako melepas kacamata hitamnya dan menatap Kyuhyun intens. "Maka dari itu, aku minta kepadamu Kyuhyun-ssi untuk terus bersama dan membahagiakan Sungmin-oppa. Sungmin-oppa terlihat begitu mencintai dirimu, maka dari itu jangan sia-siakan dirinya."

Mau tak mau Kyuhyun tersenyum puas dan mengangguk mantap, "Aku berjanji." balas Kyuhyun begitu lega, "Kuharap Sawako-san mendapat pendamping hidup yang begitu mengerti dirimu dan seorang Ayah yang penyayang untuk Misaki, tidak seperti kelinci gendut yang tak peka itu." lanjutnya dengan sedikit candaan.

Sawako tertawa mendengar candaan Kyuhyun, "Kukira hanya diriku yang menganggap Sungmin-oppa seperti kelinci." wanita itu mengibas rambut panjangnya kebelakang, "Walaupun begitu dia menggemaskan bukan?"

"Ya. Sangat menggemaskan." jawab Kyuhyun langsung dan tersenyum simpul.

.

.

.

.

"Sampai jumpa nanti, Ottosan! Paman Kyuhyun!" Misaki berseru dan melambai ceria di balik pintu kaca bandara yang mengakhiri kebersamaan mereka.

"Hati-hati," balas Sungmin dan Kyuhyun juga ikut melambai. Mereka berdua menatap kepergian pesawat Misaki dan Sawako dari dalam bandara sebelum mereka meninggalkan bandara terbesar Negara Gingseng itu.

"Bagaimana menurutmu setelah mendengar cerita dari Sawako?" Sungmin membuka percakapan saat mereka menuju lapangan parkir.

Langkah kaki Kyuhyun berhenti begitu sampai di samping mobilnya, "Aku sudah tau semuanya, Ming. Tak kusangka lelaki polos sepertimu menyakiti hati seorang wanita." ungkapnya memandang Sungmin tak percaya.

Sungmin mengerjapkan matanya beberapa saat, "Memang sih.. hubungan rumah tangga kami tidak harmonis, aku hanya menganggapnya seperti seorang adik bukanlah seorang istri." ungkapnya dibarengi helaan napas panjang.

"Seorang adik? Dasar kelinci gendut, kau selalu anggap semua wanita yang mendekatimu seperti itu tapi kau memperlakukan mereka seperti seorang kekasih!" cibir Kyuhyun sembari mengacak surai hitam milik Sungmin.

"A-ah! Nyatanya memang seperti itu!" Sungmin mengembungkan pipinya seperti biasa disaat ia merasa jengkel, Kyuhyun terkekeh melihat tingkahnya dan langsung memeluk lelaki manis itu begitu erat.

"Aku percaya... walaupun kau meninggalkanku saat itu, kau tetap memikirkan dan mencintai diriku, kan?" bisik Kyuhyun tepat di telinga Sungmin. "Maka dari itu, kau tidak bisa mencintainya walaupun dia adalah istrimu yang sah."

Sungmin sukses merona karena tebakan tepat Kyuhyun, "Habisnya... kau sudah membuatku jatuh cinta dan tidak normal, Kyu. Aku tidak bisa menghilangkan bayang-bayangmu."

Kyuhyun begitu terkejut, ia kira Sungmin akan membantah dengan manisnya tapi rupanya lelaki januari itu malah berkata dengan jujur dan tulus. "Begitu.." sebuah senyuman terkembang lebar di bibir tebalnya.

Wajah Sungmin terasa terangkat dan tertarik, itu semua karena ulah Kyuhyun yang langsung mencium lancang bibirnya, ciuman yang begitu tulus dan lembut karena cinta, sukses membuat tubuh Sungmin bergetar hingga lemas.

"Aku sungguh meminta maaf karena menghancurkan keluarga kecilmu.." ucap Kyuhyun setelah mengakhiri ciuman mereka. "Tapi aku sungguh bahagia, karena kau masih memikirkan dan mencintaiku sampai saat ini."

Kyuhyun kembali mendekap Sungmin kedalam pelukannya, jantungnya berpacu cepat begitupun juga dengan milik Sungmin.

"Kyu.."

"Hm?" Kyuhyun menopangkan dagunya di atas kepala Sungmin.

"K-kita masih di parkiran, Kyu. Kita bermesraan di tempat umum." ungkap Sungmin begitu gugup, wajahnya terlihat semakin manis.

"Persetan dengan tempat umum, Ming. Aku sungguh bahagia."

.

.

.

.

Sawako begitu serius memperhatikan berkas-berkas dihadapannya, wanita cantik itu sedang membaca profil-profil para peserta audisi yang akan diadakan bulan depan dibawah naungan perusahaannya, Starlight Entertainment.

Mata onyxnya begitu teliti untuk memilah para peserta yang akan dipanggil di audisi esok, sebagai salah satu juri perwakilan bagian dalam perusahaan ia harus cerdik memilih calon-calon trainee untuk kelangsungan Starlight Entertaiment, tentu saja.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang mengintrupsi kegiatannya, Sawako menoleh kearah pintu, "Masuk!" seru wanita itu sesegera mungkin.

Masuklah seorang wanita cantik berpakaian sopan dan langsung membungkuk hormat kepadanya, "Nona Muda, ada yang datang untuk menemui anda sekarang juga."

Alis tipis Sawako menyatu, "Siapa?"

"Petinggi dari Purezento group editorial." jawab wanita bersanggul tinggi itu langsung. Sawako segera beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri wanita tersebut, "Dimana dia sekarang?"

.

.

Tuan Lee menyesap teh hijaunya tenang, mata hazelnya terus menatap pintu kayu dihadapannya, menunggu seseorang untuk membuka pintu tersebut. Sampai akhirnya, Sawako muncul membuka pintu.

"Lama tak berjumpa," sapa Tuan Lee melempar senyum kepada Sawako yang membungkuk hormat.

"Ada kepentingan apa Tuan datang kesini?" tanya Sawako setelahnya, mendudukan tubuhnya di sofa abu-abu sebrang Tuan Lee.

Tuan Lee meletakkan gelas porselen pada genggamannya di meja, "Panggil aku Appanim seperti dulu saja, Sawako-san." ucap pria paruh baya itu ramah, namun Sawako tetap diam dan tenang, bagaimanapun ia tetap tidak bisa karena Tuan Lee bukanlah mertuanya lagi.

"Bagaimana reaksi Misaki setelah berlibur bersama Sungmin?" tanya Tuan Lee langsung ke inti.

"Misaki sangat senang karena bisa bertemu dengan Ayahnya lagi, dan.. yah banyak sekali hal yang mereka lakukan bersama." Sawako mengurungkan niatnya untuk membicarakan Kyuhyun.

"Cucuku pasti sangat bahagia sekali... apa kalian tidak ada kemauan untuk rujuk lagi? Kau lihat bagaimana Misaki merasa bahagia berlibur bersama Ayahnya apalagi ditambah dengan Ibunya, tentu saja."

Sawako menelan ludahnya telak, "Maaf Tuan, tapi saya tidak bisa."

Tuan Lee spontan mendelik, "Kenapa? Lagipula gosip mengenai dirimu mempunyai pria lain itu bohong, kan?"

"Tapi Sungmin sudah menemukan pengganti saya yang jauh lebih baik, Tuan." Sawako mulai jengah membicarakan hal tersebut.

Rahang Tuan Lee mengeras bahkan ia menggeram marah, "Bagaimana bisa.." bisiknya setengah mendesis. "Kau harus merebutnya kembali Sawako-san. Aku bersedia mendukung kerja kerasmu untuk menyatu bersamanya lagi."

Sawako menghela napas berat, betapa keras kepalanya lelaki tua dihadapannya itu. Jari-jari lentiknya mengurut pelipisnya yang begitu nyeri, "Tuan.. Saya tidak mau melakukan hal seperti itu. Saya sangat menghargai keputusan Sungmin bersama pasangannya saat ini."

Tuan Lee semakin geram sehingga petinggi Purezento-group itu berdiri dari duduknya. "Kau mau mantan suami mu itu menjadi seorang gay?!"

Sawako melotot kaget, rupanya Tuan Lee sudah mengetahui tentang Kyuhyun. Wanita cantik itu pun juga ikut berdiri memandang Tuan Lee tepat dimatanya, "Walaupun Sungmin-oppa menjalin hubungan dengan seorang pria pun asalkan mereka saling mencintai, saya sangat menghargai dan mendukungnya. Daripada dia hidup bersama seorang wanita yang sama sekali tidak dicintainya!"

Tuan Lee mencengkram dadanya yang tiba-tiba terasa ngilu, "Be-beraninya kau.."

Onyx itu terlihat menantang, Sawako menggigit keras bibir bawahnya. "Maafkan jika saya tak sopan, Tuan. Tapi.. bisakah anda pergi dari sini?"

.

.

.

.

.

.

To Be Continued

DON'T FORGET LEAVE A REVIEW FOR THIS FANFICTION.
WE NEED YOUR PARTICIPATE :)

KEEP CALM AND SUPPORT KYUMIN

.

(A/N) : Haloo~ masih ada yang inget cerita ini? *pundung*

Akhirnya publish juga setelah sekian lama bertarung disekolah/? dan bisa mendapatkan liburan.

Banyak yang kangen gak sama ff ini? Atau nggak? :'D

Oh ya buat readers yang nanya pin bbm, sorry nih gakpunya bbm adanya line. hubungi lebih lanjut lewat pm yah!

Sekali lagi, jangan lupa tinggalkan review ya! Jangan lupa kunjungi blog kami, ada ff baru lho :D