THE BOY BESIDE ME
(Chapter 19)

KYUMIN FANFICTION

Rated : T+ (because adult content)

Main Cast : Cho Kyuhyun x Lee Sungmin (KyuMin)

Author : Cat13 (LeeJunRa1001/past)

Genre : Romance / Drama

Warn! : YAOI Fanfiction. OOC. AU. Typo(s). Bad EYD

.

.

.

.

.

enJOY reading!


Pelukan hangat dan erat langsung di rasakan Sungmin ketika kelopak matanya mulai terbuka, tubuhnya menggeliat pelan. "Kyu.. pelukanmu terlalu erat."

Sang pelaku yang memeluk bukannya menuruti malah memeluknya lebih erat lagi, Kyuhyun dengan lancang menghirup aroma vanila yang menguar lembut dari tubuh Sungmin. "Kenapa memangnya? Kau tidak membutuhkan pelukan hangat dari kekasih tampanmu?" tanyanya sedikit narsis.

"Bukan begitu.." Sungmin perlahan melepas lengan Kyuhyun di pinggangnya dan memutar balik tubuhnya, hazel itu menatap obsidian dihadapannya, "Aku tahu kalau kau seperti ini, pasti menginginkan sesuatu dariku."

Kyuhyun langsung mengeluarkan seringainya, "Nah, kau tahu benar naluri seorang seme, Sayang." lalu dengan gerakan cepat, Kyuhyun langsung menindih tubuh Sungmin, tak ada jarak lagi diantara kedua tubuh telanjang mahluk adam itu. "Ereksi di pagi hari itu sangat mengganggu, apalagi jika ada kau disampingku."

"Sudahlah, Cho.." Sungmin mendengus berat lalu memajukan bibir pinkishnya yang menggoda, "Kita sudah melakukannya tiga ronde tadi malam."

"Tapi aku mau lagi, Ming. Aku belum puas." rajuk Kyuhyun menampilkan wajah imut yang gagal.

"Kyu.. lubangku sangat sakit, akhir-akhir ini kau sering menyerangku. Kita tak hanya bercinta di apartemen, tapi juga di toilet kantor."

Kyuhyun mencoba menahan tawa, "Walaupun di toilet kantor, kau sangat menikmatinya kan?"

Kesal, Sungmin mencubit pinggang pemuda Cho di hadapannya, "Ish, kau yang memaksaku! Jangan memasang wajah seperti itu!" tak sadar, wajahnya merona malu.

"Soal lubangmu itu akan terobati dengan permainanku, Sayang." Kyuhyun memajukan pinggulnya, menggoda sesuatu di bawah sana, "Kau bisa merasakan milikku yang sangat siap, kan?"

"He-hentikanhh... ummh!" Sungmin belum selesai, bibirnya langsung dibungkam oleh ciuman. Kyuhyun memagut bibir lengkung-m yang menjadi candunya itu tanpa henti, membuai pasangannya hingga terbang ke awang-awang.

Sungmin mulai membalas ciuman Kyuhyun, dirinya mulai terbuai. Jari-jarinya mencengkram erat pundak tegap milik sang kekasih.

Tiba-tiba saja, terdengar bunyi dering telepon.

"AH!" Sungmin mendorong keras Kyuhyun, menyudahi kegiatan mereka. Dengan cepat, Sungmin turun dari ranjang dan mengambil ponselnya yang tergeletak di lantai.

"Sialan!" desis Kyuhyun, dirinya belum terpuaskan.

"Halo?" sapa Sungmin selanjutnya, tak mempedulikan omelan Kyuhyun dibelakang.

.."Cotton Candy!".. suara nyaring menyambutnya, suara yang tak asing lagi bagi Sungmin. .."Aku sungguh merindukanmu, Sayang!"..

Senyum Sungmin terkembang lembut, "Aku juga, Heechul-ah." balasnya sambil memakai celana.

"Si sinting itu menganggu saja!" cerocos Kyuhyun nyaring, mencoba menganggu dan memancing amarah sang penelepon, "Dasar janda kesepian!"

.."Hah? Apa yang dikatakannya?! Yak, dasar kau kening lebar! Aku tahu kau pasti melakukan sesuatu terhadap Cotton Candy!".. omelan Heechul yang tak kalah nyaring membuat Sungmin menjauhkan ponselnya dari telinga.

Kyuhyun mengambil ponsel milik Sungmin tanpa izin. "Tentu saja. Memangnya kau yang ditinggal pulang kampung Hangeng-shii? Dasar janda kesepian." cibirnya, langsung membuat Heechul kesal bukan kepalang.

.."Kau benar-benar minta di hajar, Cho Bangsat! Awas saja kau di pesta peluncuran buku ku!"..

"Sudah-sudah.." bujuk Sungmin dan langsung mengambil ponselnya dari Kyuhyun, "Jangan ribut pagi-pagi, Kyu."

Kyuhyun menyeringai dengan gerakan cepat ia mencium pipi gembil Sungmin, "Aku mandi dulu."

Sungmin mengangguk, setelah Kyuhyun berlalu ia melanjutkan percakapan, "Halo, Heechul-ah.."

.."Ya? Mesra-mesraan kalian sudah selesai, kan? Huh aku iri sekali, apalagi kecupan si Bangsat itu terdengar jelas, aish.."

Sungmin tertawa mendengar gerutuan Heechul seperti biasa, "Sabar, Hangeng-shii tidak kemana-mana."

.."Kalau terus seperti ini mana tahan aku. Oh ya, di pesta nanti si Choi Siwon itu datang ya?"..

Bibir Sungmin terkulum, "Pastinya."

.."Oh my gosh! Aku harus berpenampilan sebaik mungkin! Sampai jumpa nanti, Cotton Candy." .. dan segera saja sambungan terputus.

Sungmin menurunkan ponselnya dari telinga, "Dasar dia. Sebaiknya aku juga bersiap-siap."

.

.

.

.

Pesta peluncuran buku pertama Heechul berlangsung meriah, ballroom mewah ini di penuhi oleh banyak tamu undangan, dari pihak pers sampai pihak perusahaan, banyak juga orang-orang terkenal datang ke pestanya.

Seusai press conference, Heechul langsung memeluk Kyuhyun dan Sungmin yang sedang menikmati jamuan, hampir membuat kedua orang itu tersedak.

"Sialan kau sinting!" maki Kyuhyun dengan urat kemarahan di dahinya.

"Aku sangat senang hari ini!" tak mempedulikan makian Kyuhyun, Heechul malah memeluk erat Sungmin. "Terimakasih sudah membantuku selama ini, tak kusangka novelku menjadi best seller."

"Wow, aku juga tak menyangka karangan konyolmu bisa diterima sebaik itu." seperti biasa Kyuhyun dengan silat lidahnya, pria tampan itu segera menghindar dari serangan Heechul setelahnya.

"Sudah.. kalian jangan bertengkar disini, banyak sekali orang yang datang." Sungmin pun langsung bertindak menghentikan pertengkaran konyol Heechul dan Kyuhyun.

"Untung ada kau Cotton candy, kalau tidak bisa habis rubah jelek itu." desis Heechul melirik tajam Kyuhyun disampingnya, "Oh ya, dimana Choi Siwon itu?"

Hazel Sungmin melirik sekitar, "Sepertinya dia belum datang."

"Tidak, dia ada disana." dengan cepat Kyuhyun menyanggah dan menunjuk arah pintu utama, terlihat Siwon yang baru tiba dan langsung di sambut oleh kamera dari para wartawan.

"Cotton candy, ternyata kau benar si Choi Siwon itu memang menarik dan super tampan!" kagum Heechul dengan mata berbinar, "Tapi anehnya, kenapa sepupunya sangat jelek dan tidak menarik." cibirnya tertuju kepada Kyuhyun.

"Tutup mulutmu." desis Kyuhyun tajam.

Setelah melewati kerumunan wartawan, Siwon langsung menghampiri mereka bertiga, membuat Heechul sesak napas saking terkejutnya. Pria bertubuh semapai itu langsung memamerkan senyum andalannya, "Bagaimana dengan pestanya, Kim Heechul-shii? Maaf jika saya datang terlambat."

"A-ah.. Pestanya sangat menyenangkan, ya.. tidak apa-apa." melihat Heechul yang menahan gugup, Kyuhyun mati-matian menahan tawanya.

"Syukurlah.." Siwon bernapas lega, "Kim Heechul-shii merupakan salah satu penulis terbaik tahun ini, semoga anda senang berkerja sama dengan perusahaan kami dan terus menciptakan tulisan-tulisan yang menakjubkan."

"Pa-pastinya!" seru Heechul yakin.

"Bagaimana dengan kinerja Kyuhyun dan Sungmin, apakah sangat membantu?" lanjut Siwon.

Heechul mengulum senyum, "Benar-benar membantu, mereka juga terbuka menerima ideku yang unik. Semoga saja untuk seri selanjutnya, mereka terus menjadi editorku."

Percakapan mereka bereempat terhenti ketika seorang pelayan mengintrupsinya, pelayan tersebut meminta Heechul dan Sungmin menemui seorang tamu yang menunggu mereka di sisi selatan.

"Eh, aku?" Sungmin menunjuk dirinya, pemuda manis itu terlihat kebingungan.

"Ya. Tuan Ahn meminta seperti itu." jawab sang pelayan.

"Siapa Tuan Ahn?" tanya Kyuhyun penuh selidik, obsidiannya menyipit tajam.

Setelah itu sang pelayan pamit dan pergi, Heechul dan Sungmin beranjak menemuinya namun ditahan oleh cengkraman Kyuhyun di lengan Sungmin. "Kau tak perlu ikut." cegahnya.

Sungmin memandang Kyuhyun yang protektif, "Hanya sebentar, kau tak perlu khawatir."

"Ya itu benar. Lagipula ada aku, tak perlu cemas jika kekasihmu diculik Tuan Ahn itu." desis Heechul lalu melepaskan cengkraman Kyuhyun di lengan Sungmin. "Ayo, Cotton candy."

Kyuhyun hanya bisa pasrah menatap kepergian kedua pria cantik itu, "Siapa Tuan Ahn? Perasaanku tidak enak."

Siwon membuka suara, "Sepertinya aku tahu siapa Tuan Ahn yang dimaksud."

"Siapa dia?" obsidian Kyuhyun tertuju kearah sepupunya, menatap penuh harap.

"Ahn Chilhyun. Sekretaris pribadi Ayah Sungmin."

.

.

.

.

"Chilhyun-hyung?"

Mata hazel itu terpaku menatap seorang pria rupawan di hadapannya, Sungmin tak menyangka jika orang itu datang ke acara pesta seperti ini.

Sosok tinggi berkacamata itu mendekati Heechul dan Sungmin, menampilkan sedikit senyum penuh wibawa. Setelan biru donker menambah kesan dingin orang tersebut, "Apakah anda Lady Zzinpang-shii?" tanya Chilhyun kepada Heechul.

Heechul mengangguk pelan, "Ah ya, itu saya." jawabnya langsung dan membalas jabatan Chilhyun. "Jadi anda Tuan Ahn yang memanggil kami?"

Chilhyun tersenyum sopan, "Ya, saya Ahn Chilhyun tamu dari Purezento-group."

Heechul melirik Sungmin sekilas, lalu menampilkan deretan giginya yang putih. "Ah.. begitu."

"Saya kira Lady Zzinpang itu seorang wanita, rupanya adalah pria menarik seperti anda." puji Chilhyun membuat Heechul tersenyum kikuk.

"Sudah banyak orang yang mengira aku seperti itu, tapi mau bagaimana lagi nama itu sudah menjadi ciri khasku sebenarnya. Nama saya Kim Heechul." jelas Heechul kemudian, menggaruk tenguknya yang tidak gatal.

Mata cokelat Chilhyun melirik Sungmin, membuat sang pemuda manis sedikit terlonjak. "Ah dan ini pasti tuan.. Lee Sungmin. Editornya?"

Sungmin mengangguk pelan, "Ya.."

"Saya terkagum dengan hasil karya anda Kim Heechul-shii." Chilhyun segera mengalihkan perhatiannya ke Heechul kembali, matanya kembali menghangat dibalik lensa. "Mungkin jika anda tertarik membuat versinya ke Bahasa Jepang, Purezento-group siap membantu."

"Mungkin.. akan ku pertimbangkan, lagipula masih banyak kekurangan di novelku." Sungmin bisa merasakan cengkraman Heechul di tangannya, "Terimakasih atas tawaran anda, Chilhyun-shii."

Heechul tak bisa menahan kembali kegelisahannya, Pemuda flamboyan itu langsung berpamitan dan menarik Sungmin menjauh. Entahlah, bercakap-cakap dengan seorang Ahn Chilhyun bisa membuat bulu kuduk merinding.

"Untuk Tuan Lee Sungmin, bisakah kita berbicara sebentar?" intrupsi Chilhyun membuat langkah mereka terhenti.

"Si-sialan.." desis Heechul berbisik, "Dia benar-benar mengincarmu, Cotton candy."

Sungmin melirik Chilhyun di belakang, "Tapi dia adalah sekretaris pribadi Ayahku, maksud dia datang kesini mungkin karenaku." jelasnya kepada Heechul.

Heechul berbalik lalu menggenggam kedua tangan Sungmin erat, "Walaupun dia merupakan orang penting di keluargamu, tetap saja orang itu luar biasa menyeramkan. Aku tak bisa melepaskanmu begitu saja, apalagi si Cho Bangsat itu berpesan padaku."

Senyum Sungmin terkembang tipis, perlahan ia melepaskan cengkraman Heechul di tangannya. "Tak perlu takut, hanya sebentar. Beritahu Kyuhyun aku akan segera kembali." setelah itu Sungmin berjalan mendekati Chilhyun yang berdiri menunggunya.

Ketika Sungmin dibawa Chilhyun menuju balkon, Heechul mengigit kuku jarinya cemas, "Aku harus memberitahu Kyuhyun."

.

.

.

.

"Ada maksud apa Hyung datang kemari?" Sungmin langsung membuka percakapan sesampainya di balkon.

Chilhyun berdiri di belakang Sungmin, "Tuan Besar mengingkan anda untuk kembali."

Alis Sungmin mengernyit, "Untuk apa? Bukannya Ayah sudah kembali ke Jepang?"

"Tapi Tuan Besar berpesan seperti itu." Chilhyun mengecek ponselnya sebentar, "Sudah saya siapkan mobil untuk anda Tuan, setelah itu kita langsung menuju Jepang."

Sungmin berbalik, menatap Chilhyun tak percaya. "Tak bisa, masih banyak pekerjaan yang kujalani saat ini."

"Soal itu tenang saja. Nanti saya akan meminta Tuan Choi untuk mencabut berkas anda di perusahaannya, bagaimanapun caranya."

"Hyung.." helaan napas panjang Sungmin keluarkan, "Jangan sembarangan."

"Tuan Muda tidak bisa menolak, anda harus ikut atau anda dalam bahaya."

Sungmin melotot kaget, "Maksudnya?"

"Maka dari itu saya meminta anda untuk ikut saya dan pulang ke Rumah." Chilhyun mengalihkan pembicaraan, dengan lancang ia mencengkram lengan Sungmin dan menarik lelaki mungil itu keluar.

"Tu-tunggu dulu! Hyu-"

"Lepaskan dia!"

Sebuah seruan dengan menarik Sungmin menjauh dari Chilhyun terjadi secara cepat. Rupanya Kyuhyun datang dan segera mengambil alih Sungmin, "Jangan macam-macam dengannya, atau kuhajar kau!" ancam Kyuhyun setelahnya, melindungi Sungmin mendekapnya.

Chilhyun terlihat terkejut namun ekpresi pria tampan itu berubah kembali seperti biasa, dingin dan arogan. "Saya permisi." katanya singkat dan segera pergi meninggalkan Kyuhyun dan Sungmin di balkon.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Kyuhyun cemas, menatap lelaki manis di pelukannya. "Dia tidak macam-macam denganmu?"

"Tidak." balas Sungmin.

"Syukurlah.." pelukan Kyuhyun kian mengerat, tangan besarnya mengelus surai kehitaman milik Sungmin. "Ayo kita pulang."

.

.

.

.

Pandangan Sungmin terpaku lurus kearah kaca mobil, Pemuda Lee itu masih memikirkan perkataan Chilhyun di pesta tadi.

"Dalam bahaya? Apa maksudnya?" begitulah yang Sungmin pikirkan saat ini, entah mengapa rasanya sangat menakutkan.

"Memikirkan apa, Ming?" suara Kyuhyun membuyarkan Sungmin dari lamunannya, "Memikirkan sekretaris Ayahmu itu?"

"Bagaimana kau bisa tahu?" Sungmin menoleh menatap Kyuhyun bingung.

"Siwon memberitahuku," jelas Kyuhyun, salah satu tangannya dikemudi menggenggam tangan Sungmin, menautkannya begitu erat. "Sebenarnya aku masih penasaran, apa yang dia lakukan terhadapmu tadi?"

Sungmin terdiam, ia tidak mau Kyuhyun tahu masalah yang terjadi.

"Baiklah, jika kau tak mau menceritakannya tak apa." Kyuhyun melepaskan tautan jemari mereka, tangannya bergerak mengusap kepala Sungmin.

"Maafkan aku.." hanya bisikan maaf yang bisa Sungmin berikan saat ini.

Sungmin kembali terhanyut dengan lamunannya, ia memikirkan juga mengapa Ayahnya begitu memaksanya pulang dengan berbagai cara, lewat perantara anaknya maupun Chilhyun, semua itu sungguh tak masuk akal, padahal selama ini Sungmin tidak mempunyai masalah apapun soal pekerjaannya, ia juga masih ingat sukacita Ayahnya memberi Sungmin kesempatan mencoba kerja di perusahaan milik keluarga Choi.

Soal hubungan diam-diamnya dengan Kyuhyun juga tersembunyi secara rapih, Ayahnya tak mungkin tahu soal itu.

Tetapi..

Sungmin baru tersadar dengan perkataan Ayahnya ditelepon waktu itu, dimana Kyuhyun pernah menemui Ayahnya dan membicarakan tentangnya.

Jangan-jangan..

"Sialan!" suara Kyuhyun kembali menyadarkan Sungmin. Pemuda bersurai cokelat itu terlihat geram saat ini.

"Ada apa?" tanya Sungmin

"Dibelakang ada mobil yang terus mengikuti dan mengusik kita, lihat." Kyuhyun menggeser posisi kaca spion tengah memperlihatkannya kepada Sungmin, "Aku sudah berusaha menghindar, tetapi mobil itu terus saja mengikuti."

Kyuhyun menekan pedal gasnya, mobil Audi hitam itu melaju semakin cepat. Sungmin mencengkram erat sabuk pengamannya, perasaannya semakin tidak enak.

"Apa maunya sih mobil itu?" Kyuhyun terus berusaha menghindar dari kejaran mobil van di belakang, bahkan ia nekat menyalip setiap kendaraan yang ada di depan.

"K-kyu.. pelan-pelan saja." cicit Sungmin ketakutan.

Apa mungkin inilah ancaman Chilhyun tadi, ancaman akan ada bahaya yang datang? Ancaman yang menargetkan Kyuhyun sebenarnya.

"AWAS!"

Jeritan Sungmin sukses membuat Kyuhyun menghindar dari pejalan kaki yang hendak menyebrang.

"Tu-tunggu.." obsidian itu melebar kaget, "rem.. remnya!"

Mobil hitam itu terus melaju, dalam hitungan detik mobil Kyuhyun menghantam keras pembatas jalan.

"Sungmin!"

BRAAAKK!

Semua terjadi begitu cepat, Sungmin menutup matanya rapat-rapat, dirasakan sekitarnya seolah berputar. Suara hantaman beserta kebisingan jalan membuat kepalanya semakin pening.

"Ya Tuhan! Mobilnya terbalik!"

"Cepat hubungi nomor darurat!"

Sungmin merasa kehangatan menyelimuti dirinya, perlahan kelopak matanya terbuka mengerjap beberapa kali, pengeliatannya begitu buram namun ia masih bisa melihat jelas keadaan yang begitu porak-poranda.

"K-kyu.." Sungmin terbata melihat siapa yang memeluknya, tak lain lagi ialah Kyuhyun, namun keadaan pria tampan itu sangat mengenaskan sekarang. Tangan Sungmin bergetar menyentuh kepala belakang Kyuhyun, dapat dirasakan darah segar yang mengalir, pemuda Cho itu juga tak sadarkan diri.

"Mianhaeyo.."

.

.

.

.

Sungmin terus berlari menerobos keramaian jalan, tak peduli makian ataupun debu di musim gugur yang mengganggu. Waktunya sedikit lagi, ia telat menemui seseorang.

Ia senang begitu melihat lokasi yang dituju sudah ada di depan mata, sebuah taman dengan jam besar dengan jarum yang menunjukan angka empat waktu sore.

"Haahh.. haahh.." Sungmin langsung berhenti di bawah jam besar, diatur napasnya yang tak beraturan. Hazelnya melihat sekeliling, mencari orang yang ingin di temuinya, tetapi hasilnya nihil.

"Tidak mungkin.. aku sudah memberikan kesan buruk di kencan pertama kita." sesal Sungmin kemudian, rasanya ia ingin menangis saat ini juga.

"Hyung?" sebuah suara beserta tepukan lembut membuat Sungmin menoleh, mendapati seorang remaja tampan dengan sepasang bola mata hitam pekat.

"Kau kemana saja?" Sungmin hampir saja menjerit senang jika ia tak bisa kendalikan perasaannya.

"Huh? Harusnya aku yang bertanya seperti itu." remaja itu geleng-geleng kepala, tangannya terjulur memberikan suatu bungkusan karton kepada Sungmin. "Ini untukmu."

Mata Sungmin mengerjap beberapa saat lalu menerima pemberian remaja berambut hitam itu, "Apa ini?"

"Kue ikan. Selagi menunggumu, aku menuju toko di pinggir taman dan makan. Aku juga membelikannya untukmu, aku tahu kau pasti lapar." jelas sang pemberi dengan senyum yang terkulum lembut.

Entah mengapa dengan pemberian kecil seperti ini wajah Sungmin tersipu malu, jantungnya semakin berdegup kencang. "Pemberian pertama di kencan pertama... kue yang sangat manis." gumamnya tak sadar.

"A-ah.. ya maaf jika aku hanya bisa memberi itu.." lelaki muda itu tersenyum kikuk, wajah pucatnya juga ikut merona.

"Tidak apa-apa aku sangat menyukainya," Sungmin memandang wajah di depannya berbinar. "Terimakasih, Kyuhyun-ah. Saranghae.."

"Nado Saranghae, Lee Sungmin. Yeongwonhi." balas Kyuhyun dan langsung memeluk Sungmin begitu erat.

.

.

.

.

.

To Be Continued

DON'T FORGET LEAVE A REVIEW FOR THIS FANFICTION.
WE NEED YOUR PARTICIPATE :)

KEEP CALM AND SUPPORT KYUMIN

.

(A/N) : Masih ada yang pantengin gak nih? kkk~

Oh ya, karena sekarang ini sudah mendekati semester neraka/? artinya Cat sibuuukk banget buat ngurusin kelulusan, mungkin waktu update gak sering-sering, kalau ada kesempatan pasti di update kok.

Eh eh, tapi sekali lagi ada yang masih mantengin gak? Kok kayaknya makin menyusut ya kesini-sini *sigh*

Buat yang kemarin udah review terimakasih banyaaak~ sudah memberi banyak dukungan, dan yang masih jadi sider ayo dong jangan malu-malu.

See ya~ and keep love KyuMin!