UZUMAKI'S GIRL
Disclaimer : My Uncle Masashi Kishimoto.
Story By : Yana Kim
Length : Bingung...
Rate : berubah jadi M (underage harap agak menyingkir)
Warning:Semi canon, Abal, Gaje, Typo, OOC dan lain sebagainya.
Hatake Kakashi Uzumaki Karin
SUM:
Hatake Kakashi selalu menjadikan Namikaze Minato sebagai panutannya. Dalam melatih para muridnya pun ia memakai metode sang guru. Namun apakah tidak berlebihan bila dalam hal pendamping hidup, ia juga menjadikan Minato sebagai panutannya? Menikahi wanita Uzumaki?
:
:
:
Chap 2
Dan disinalah sepasang manusia itu berakhir, berbaring di atas sebuah futon sambil menatap langit-langit. Canggung, tentu saja. Memang bukan pertama kalinya ia tidur bersama dengan seorang pria. Dalam misinya bersama tim Taka dulu, ia bahkan tidur diantara tiga orang pria. Tapi mengetahui bahwa pria disampingnya ini adalah calon suaminya, entah mengapa ia menjadi berdebar tak menentu seperti saat ini. Keheningan melanda mereka, hanya suara jangkrik dan hewan nokturnal lainnya yang terdengar malam itu.
"Kau belum mengantuk?" terdengar suara sang pria. Ia membalikkan tubuhnya menyamping sehingga bisa melihat sang gadis.
"Karena terbiasa siaga dan tidak tidur saat ditempat Orochimaru-sama, ada kalanya dimana aku tidak bisa tidur. Ya, seperti saat ini. " jawab gadis Uzumaki itu.
"Biasanya kau akan melakukan apa?"
"Saat di tempat Orochimaru-sama dan saat menjadi mata-mata, aku akan keluar dan berjalan-jalan. Tapi setelah masuk dalam tim Taka, aku akan terjaga sepanjang malam sambil melihat wajah tidur Sasuke. Haha. " Karin tertawa miris.
"Kau, masih mencintainya?" Kakashi bertanya dengan nada hati-hati. Mendengar penuturan gadis itu entah kenapa membuat pria Hatake itu merasakan sesak dihatinya. Dengan perlahan Karin ikut menyampingkan tubuhnya hingga mereka saling berhadapan. Ia menjadikan tangannya yang ditekuk menjadi bantal. Sama halnya seperti yang dilakukan pria dihadapannya itu.
"Cinta? Kurasa itu bukan cinta. Mungkin aku hanya terobsesi dengan ketampanan dan chakranya yang kuat itu. Uchiha memang sangat tampan ya. " Karin tersenyum. Kakashi merasa waktu berhenti saat melihat senyum manis itu. Ia tak memungkiri ada rasa lega dihatinya saat mendengar bahwa sebenarnya Karin tidak mencintai Sasuke. Kedua bola mata Kakashi beralih pada tangan Karin yang tertekuk dikepala gadis itu. Lengan kimono yang longgar itu tersingkap dan memperlihatkan tangan yang terdapat bekas gigitan samar disana.
"Tanganmu"
"Ah, ini" Karin kemudian memperbaiki lengan kimononya sehingga tangannya tertutup lagi. "Bekasnya tidak mau hilang. Makanya aku selalu menggunakan baju lengan panjang. Huufft… Aku iri pada Yamanaka Ino dan Haruno Sakura yang bebas menggunakan baju tanpa lengan. Sementara aku harus selalu menutupi kedua lenganku yang tidak mulus ini."
"Sudah agak samar. Kau tidak perlu malu. Seharusnya kau bangga karena kau itu sudah menjadi penyelamat para shinobi. Kurasa Sasuke dan Tsunade-sama sudah mati jika kau tidak memberikan chakramu pada mereka. Kau itu sangat hebat."
"Benarkah?" Karin menatap antusias pada Kakashi yang kini menganggukkan kepalanya.
"Tapi mulai sekarang aku tidak akan membiarkan siapapun selain aku mengigitmu. "Kakashi bergumam rendah.
"Kau berkata sesuatu?"
"Tidak ada. Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?"Tanya Kakashi.
"Entahlah. Kau tidur saja. Aku tidak apa-apa." Sahut Karin. Namun sedetik kemudian ia terkejut luar biasa saat pria misterius didepannya menariknya mendekat dan memeluknya. Menyembunyikan wajah gadis itu didadanya sehingga jarak antara wajah Karin dengan dada pria itu kurang dari satu senti. Ia dapat merasakansalah satu tangan Kakashi dipinggangnya dan tangan lain pria itu mengelus-elus lembut rambutnya.
"Apa yang—"
"Aku tidak tahu apakah ini ampuh. Tapi kubaca dibuku ini dapat memberikan ketenangan. Mungkin kau jadi bisa tidur." Kakashi memijat lembut belakang kepala gadis berambut merah kemudian turun ketengkuk sang gadis. Karin pun tak bisa menampik bahwa ia merasa rileks dan perlahan kantuk menderanya.
"Enghh… Kau menggunakan genjutsu? Kenapa aku jadi mengantuk?" Karin menggumam kecil.
Kakashi tersenyum. "Tidurlah. " Perlahan tapi pasti, Kakashi dapat mendengar dengkuran halus dari gadis dalam pelukannya.
"Aku mencintaimu, nona Uzumaki." Kakashi mencium lembut kening Karin untuk kemudian memejamkan matanya . Tanpa mengetahui bahwa sepasang mata ruby yang tersembunyi didadanya membuka sedetiksetelah merasakan benda lembut menyentuh keningnya.
:
:
:
Karin terbangun dengan perasaan berkecamuk dalam hatinya. Ia meyakinkan dirinya bahwa yang semalam didengar dan dirasakannya hanyalah mimpi. Tapi tidak bisa, semuanya terasa nyata. Namun ia heran mengapa ia merasakan perasaan senang yang membuncah setiap kali mengingat kata-kata pria yang semalam memeluknya.
Pelukan pria itu sangat hangat dan nyaman. Belaian lembutnya membuat Karin ketagihan untuk kembali merasakannya. Harum tubuh pria itu seolah menjadi candu baginya. Gadis bersurai merah itu mengacak rambutnya pelan. 'Aku pasti sudah gila' batinnya.
Merasa perlu kesegaran tubuh dan otak, Karin beranjak dan merapikan futonnya. Wajahnya memerah setiap kali mengingat bahwa ia tidur diatas futon yang sama dengan Kakashi. Tanpa berpikir panjang, Karin mengambil bajunya dan berjalan menuju kamar mandi.
Tak lama setelah itu, Karin keluar dari kamar dengan penampilannya yang biasa. Baju ungu lengan panjang namun memperlihatkan sedikit perut ratanya dan celana pendek sejengkal dari pinggang. Tak lupa kacamata kebanggaannya. Ia berjalan menuju dapur dan mendapati segelas susu dan sepiring sandwich dimeja suaminya itu pasti sudah berangkat misi atau ke gedung hokage. Gadis itu menghela nafas dan memukul kepalanya dengan kedua tangannya.
"Dasar perempuan tak berguna!" gerutunya.
Setelah memakan sarapannya, Karin beranjak keluar apartmen. Ada sesuatu yang harus dilakukannya. Kini Karin sedang berjalan ditengah desa. Ia sedang menuju kesuatu tempat, Ia ingin menemui seseorang, namun suara seseorang menghentikan langkahnya.
"Uzumaki-san."
"Ohayou. Yamato-san." Pria berambut coklat itu ikut berjalan disamping Karin.
"Aku sudah mendengar semuanya. Selamat ya. Aku senang sekali akhirnya senior Kakashi akan menikah" mendengar itu sontak wajah Karin memerah.
"A-ah, ya. Terimakasih. "
"Kau mau menemui senior Kakashi?" Tanya Yamato.
"Tidak. Apa kau bisa mengantarku kekediaman Hyuuga?"
"Hyuuga? Tentu saja. Ayo. "
"Terimakasih."
"Tidak masalah, Kakak ipar."
"Eh?"
:
:
:
Kakashi mengernyit heran mendengar penuturan juniornya ketika di Anbu. Ia sedang mempelajari berkas-berkas hokage saat Yamato datang. Sebelum dilantik menjadi hokage, Kakashi harus mempelajari setiap berkas penting yang natinya akan menjadi tanggung jawabnya. Karin ke kediaman Hyuuga? Untuk apa?
"Kau tidak menanyakan untuk apa dia kesana?"
"Maaf, senior. Aku lupa" jawab Yamato santai.
"Haah. Sudahlah. Apa kau tidak ada pekerjaan lain , Tenzo?"
"Sudah kubilang jangan panggil aku dengan nama itu!" Kakashi hanya terkekeh, namun dalam hati ia masih bertanya-tanya apa yang Karin lakukan dikediaman Hyuuga.
:
:
:
"Terimakasih banyak, Hinata. Kau sangat membantuku"
"T-tidak masalah, Karin-san. Oh ya, maaf sebelumnya. Tapi kalau Karin besok datang kesini lagi, bisakah Karin-san menggunakan yukata?"Hyuuga Hinata berbicara lembut pada Karin.
"Yukata?"
"Ya, Karena ini kediama souke jadi... jadi..." Hinata terlihat kesulitan melanjutkan kata-katanya. Karin hanya mengangguk mengerti. Ia tahu tentang salah satu klan yang paling kolot di Konoha itu.
"Aku mengerti. Tapi, aku tidak punya satupun yukata"
Hinata tersenyum lembut. "Karin-san bisa memakai punyaku. Aku akan mengambil beberapa. Tunggu disini sebentar ya"
"Tapi, Hinata..." Karin menghela nafas. Ia sudah terlalu merepotkan pewaris Hyuuga itu. Tak lama kemudian Hinata datang dengan bungkusan ditangannya. Seorang pria mengikuti dibelakangnya.
"Kau tidak perlu repot-repot, Hinata"
"Aku tidak apa-apa. Aku senang membantumu. Kho, tolong kau antarkan Karin-san ya" perintahnya pada pria yang mengikutinya tadi.
"Hai', Hinata-sama. Mari, Karin-san"
"Hinata..."
"Ini sudah malam. Aku tidak menerima penolakan. Salam untuk Kakashi-sensei ya"
"Hontou ni Arigatou..."
"Douita..."
:
:
:
"Dari mana saja?" suara Kakashi langsung menyapanya saat ia memasuki apartmen pria itu.
"Dari suatu tempat. Ada yang harus kulakukan. " sahut Karin.
"Melakukan apa?"
"Maaf tapi ku tidak bisa memberitahumu. Aku mau mandi dan tidur. Kau menyusul saja. "
"Kau tidak makan?"tanya Kakashi.
"Aku sudah makan"
Karin pun berlalu meninggalkan Kakashi dengan rasa penasarannya. Kakashi hanya bisa duduk terdiam disofa ruang tamunya sembari memeikirkn apa kira-kira yang dilakukan calon istrinya dikediaman Hyuuga. Tapi kalau memang Karin tidak ingin membertahunya, ia bisa apa? Ia tidak mungkin memaksa kan? Menghela nafas panjang, Kakashi berdiri untuk segera tidur. Ia tidak menyangka hanya memepelajari beberapa berkas bisa membuat pikiran dan tubuhnya lelah. Rasanya ia lebih baik melaksanakan misi tingkat A atau S dari pada harus mempelajari berkas tentang desa dan negara api. Membaca halaman depannya saja sudah membuatnya bosan. Ia memang suka membaca, tapi hanya buku dengan tema dan topik yang sama. Yeah, you know what i mean...
Sambil memijat pelan pangkal hidungnya, Kakashi membuka pintu kamarnya dan melihat pemandangan membuatnya sontak membelalak. Ia melihat calon istrinya baru keluar dari kamar mandi yang ada dikamar dengan selembar handuk yang menutupi tubuh sintalnya. Rambut panjang gadis itu digelung tinggi hingga menampakkan tengkuk indah yang pastinya mengundang nafsu siapa saja yang melihatnya. Lengannya yang terdapat bekas gigitan samar entah mengapa menambah kesan seksi pada gadis keturunan Uzumaki itu. Rasanya Kakashi ingin menambah satu atau beberapa bercak lagi jika diizinkan. Belum lagi paha mulus yang hanya tertutup setengah oleh handuk yang berwarna putih. Tak sampai sepuluh detik menikmati ciptaan Tuhan itu,
"Kyaaa! Keluar kau mesum!"
Kakashi dikejutkan oleh teriakan yang bersumber dari pemandangan yang dilihatnya . Tak menunggu lama Kakashi langsung menutup pintu dan bersandar dibaliknya sambil menenangkan detak jantungnya yang berpacu cepat dan darahnya yang naik memenuhi wajahnya.
Sementara didalam kamar, Karin langsung mengenakan kimono tidurnya dengan terburu-buru. Ia merasa malu luar biasa ketika mendapati Kakashi sedang memperhatikan tubuhnya. Ya, Tuhan ia bahkan tidak tahu apa yang akan dilakukan nanti saat harus bertemu dengan Kakashi. Jantungnya berdebar tak karuan. Memberanikan diri, ia pun berteriak kecil,"Aku sudah selesai"
Tak lama kemudian pintu terbuka lagi dan memperlihatkan Kakashi yang salah tingkah dan canggung luar biasa.
"I-itu. A-aku... maafkan aku." Pria itu menundukkan kepalanya. Karin menjadi sedikit merasa bersalah. Ia yang seenaknya keluar kamar mandi memakai hanya dengaan selembar handuk. Sementara, kamar itu adalah kamar Kakashi. Jadi pria itu berhak keluar masuk kamarnya kan? Jadi siapa penjahatnya disini?
"Tidak apa. Aku juga salah karena berpenampilan seperti itu dikamarmu" sahut Karin.
"Ya, emm..." suasana jadi canggung lagi hingga suara Karin memecah kecanggungan itu.
"Ki-kita, kita tidur sekarang?"
"Eh? Y-ya. Aku sudah mengantuk" mendengar jawaban Kakashi, Karin langsung mengambil futon dari lemari dan menggelarnya. Sementara Kakahi mengambil dua buah bantal dari tempat yang sama dan meletakkannya diatas futon yang sudah digelar oleh Karin. Keduanya berbaring dibawah selimut dengan canggung dan saling membelakangi. Lima menit dalam posisi itu, dengan bersamaan keduanya membalikkan badan hingga saling berhadapan dan terkejut mendapati satu sama lain kini saling bertatapan hingga langsung mengalihkan pandangan mereka. Sigadis hanya tertegun sambil melihat leher si pria sementara si pria kini menatap kening sang gadis. Lama keheningan itu berlangsung sampai Karin membuka suara setelah sebelumnya berdeham.
"Apa saja kegiatanmu hari ini?"tanyanya.
" Hanya mempelajari beberapa berkas tentang desa"
"Hanya mempelajari tentang desa, tapi peredaran chakramu kacau sekali" sahut gadis itu. Keduanya kini memberanikan diri untuk saling menatap manik masing-masing.
"Peredaran chakraku kacau karena melihatmu tadi" mendengar jawaban Kakashi, sontak wajah Karin memerah.
"Haha. Tidak apa. Aku juga salah tadi" Keduanya tersenyum seolah kecanggungan tadi tidak pernah terjadi. Karin dapat melihat mata Kakashi yang menyipit saat ia tersenyum, membuatnya semakin penasaran dengan wajah pria ini dibalik maskernya. Apakah pria ini sangat manis jika tersenyum? Tapi sepertinya ia harus menunggu hingga malam pertama mereka seperti yang dikatakan pria ini kemarin.
'Tu-tunggu, apa yang aku pikirkan? Malam pertama? Ya Tuhan Karin, siapa yang mesum disini?'batin gadis tu sambil menggelengkan kepala.
"Hei, kau kenapa? "tanya pria itu.
"Tidak apa-apa. "jawab Karin secepat kilat.
"Kalau begitu tidurlah" titah sicalon hokage.
"Ehmm..." Karin tampak berpikir. "Kenapa lagi?" tanya Kakashi. Pria itu sedikit tersentak saat gadis didepannya mengambil tangan besarnya dan meletakkannya dikepala gadis itu. Tentu saja Kakashi tidak tahu apa maksudnya.
"Aku... aku tidak bisa tidur" ujar gadis itu malu-malu.
"Kalau begitu, kemarilah" Kakashi menarik gadis tu kepelukannya dan mengelus lembut surai merahnya hingga keduanya tertidur.
:
:
:
Ini sudah hari kelima sejak Kakashi mengetahui bahwa setiap hari Karin pergi kekediaman Hyuuga. Bahkan Kakashi terkejut mendapati gadis itu mengenakan yukata dan sedikit berdandan sebelum menuju tempat itu. Bahkan gadis itu sekarang lebih sering melepaskan kaca matanya membuat Kakashi tidak rela orang lain melihat kecantikan gadisnya.
Kakashi selalu bertanya namun Karin tidak mau menjawabnya. Gadis itu berkata bahwa ia akan memberitahunya tapi tidak sekarang. Kakashi tidak ingi memaksakan kehendaknya pada gadis itu. Biarlah ia memendam rasa hubungan mereka baik –baik saja, bahkan semakin dekat. Mereka selalu bercengkerama sebelum tidur dan berakhir dengan Karin yang tertidur dipelukan Kakashi. Namun Karin masih belum juga memberitahukan apa yang dilakukannya selama ini dikediaman Hiashi itu. . Selama ini Karin selalu pulang lebih dulu darinya. Ia selalu mendapati Karin tengah menata makanan dimeja makan. Saat ia bertanya tentang akanan itu, Karin selalu menjawab kalau ia membeli makanan itu.
Namun kesabaran ada batasnya kan?
Sudah genap seminggu Kakashi menyimpan rasa penasarannya. Hari ini kegiatannya dikantor hokage tidak terlalu banyak hingga bisa pulang lebih awal. Ia sampai depan pintu apartmentnya sebelum matahari terbenam. Baru saja akan memasukkan kunci, ia merasakan chakra Karin mendekat. Ia pun berniat menyusul calon istrinya itu , ia mengambil langkah untuk menuruni tangga. Sesampainya dianak tangga terakhir, Kakashi melihat Karin berjalan dengan seorang Hyuuga yang Kakashi ketahui bernama Kho. Entah kenapa ia merasa panas melihat calon istrinya tertawa lepas bersama pria Hyuuga itu. Bahkan sesekali Karin menepuk pelan bahu pria itu dengan wajah memerah. Tanpa berpikir panjang, pria bermarga Hatake itu mendekat dan menarik secara paksa tangan Karin membuat siempunya meringis kesakitan. Kho yang melihat kedatangan Kakashi membungkuk hormat. Pria itu tahu bahwa Kakashi adalah calon hokage berikutnya.
"Apa yang kau lakukan?!" tanya Karin dengan nada tingginya.
"Ikut aku. Aku mau bicara." Kakashi berjalan ke arah apartmennya sambil menarik Karin. Gadis Uzumaki itu menarik paksa tangannya dari genggaman erat Kakashi.
"Kho-san. Terimakasih sudah mengantarku." Karin membungkuk pada pria Hyuuga itu.
"Sama-sama, Karin-san." Kho pun berlalu meninggalkan komplek apartmen para jounin itu.
Kakashi menarik lagi pergelangan tangan Karin dengan kuat dan membawa gadis itu masuk ke apartmennya. Karin tetap berusaha menarik tangannya dari Kakashi, namun tidak bisa karena cengkeraman kuat tangan pria itu. Setelah masuk keapartment, Kakashi menghempas dengan kasar tangan gadis itu. Saat ini mereka berada di ruang tamu kediaman Kakashi.
"Kakashi, kau menyakitiku!"
"Bisakah kau katakan padaku sekarang apa yang sebenarnya kau lakukan dikediaman Hyuuga?!"
"Sudah kubilang aku tidak bisa mengatakannya. Setidaknya tidak sekarang! Sebenarnya ada apa denganmu? Bukannya sudah kukatakan beberapa waktu lalu dan kau tidak masalah dengan itu! Tapi kenapa sekarang kau marah ?!"
"Kenapa pria itu mengantarmu pulang?! Bukannya kau bisa pulang sendiri? Kau itu shinobi!"
"Ya Tuhan, dia hanya mengantarku. Itu hanya bagian sopan santun klan mereka."
"Baik. Aku bisa menerima itu. Lalu apa yang kau laukan disana. Kenapa kau merahasiakan sesuatu dariku? Aku ini calon suamimu, Uzumaki! "nada suara pria itu naik satu oktaf.
"Kakashi, aku tidak ingin ribut denganmu. Aku mau tidur." Karin melangkah menuju kamar mereka. Kakashi yang masih tidak puas dengan jawaban gadis itu menarik tangan Karin untuk kembali berhadapan dengannya.
"Kakashi!" seru gadis itu.
"Cepat katakan." Pria itu berdesis.
"Tidak mau."
"Katakan! Apa saja yang sudah kau rahasiakan padaku, KATAKAN!" bentak Kakashi dengan mata melotot tajam.
Karin yang emosinya kini sudah memuncak menghempas kasar tangan Kakashi yang kini meremas bahunya.
"Kau mendebatku tentang rahasia?" gadis itu tertawa. "Rahasiaku kau bilang?BAGAIMANA DENGAN RAHASIAMU?! Kau bahkan tidak menunjukkan wajahmu padakau, pada calon istrimu! Demi supaya aku tidak melihat wajahmu itu, kau bahkan tidak pernah makan bersamaku, brengsek!" gadis itu menghela nafasnya. Dadanya sampai naik turun karena emosi.
"Baik. Kalau itu maumu. Aku akan menunjukkannya. " Karin membelalakkan matanya melihat Kakashi. Sharingan pria itu aktif dengan tiga tomoenya. Kemudian pria itu membuka rompi chunin dan baju lengan panjang hitamnya hingga meninggalkan kaus tanpa lengan yang menyatu dengan maskernya.
"A-apa yang kau lakukan?!" seru Karin.
"Menunjukkan apa yang ingin kau lihat." Jawab Kakashi kemudian membuka atasan terakhirnya itu. Karin membelalakkan matanya untuk yang keduakalinya. Kakashi yang topless itu kini menjulang didepan Karin. Pria itu sudah melepaskan masker yang selama ini menutupi wajahnya. Karin dapat melihat wajah tampan pria itu dengan jelas. Wajah mulus dengan pipi tirus namun tegas terpampang jelas didepan matanya. Tahi lalat kecil didagu pria itu membuatnya tampak manis. Namun ia tidak bisa mengaguminya dengan lama karena pria itu mendekatinya.
"Puas, hn?" Kakashi menghempaskan Karin disofa dan menindihnya. "Tapi kau harus membayar mahal untuk ini." Masih dengan wajah kagetnya, Karin dapat merasakan bibir pria itu mendarat tepat dibibirnya. Pria itu melumat bibir Karin dengan kasar. Karin tak hentinya meronta, namun tenaganya tak cukup kuat untuk sekedar melepaskan tautan bibir mereka. Hingga akhirnya ia seperti kehabisan tenaga akibat ciuman Kakashi yang kian menuntut. Merasa kehabisan oksigen, Kakashi melepaskan ciumannya membuat Karin terengah-engah, sementara dirinya masih dengan wajah datarnya. Tak samapai lima detik, Kakashi kembali melumat bibir gadis Uzumaki itu. Tangan pria itu tak tinggal diam, ia mulai meremas pinggang Karin sensual. Ciuman pria itu mulai turun keleher jenjang Karin, menghisap leher halus itu dalam membuat sang empunya mendesah.
"Enghh... A-apa yang ahh... engh... " Karin hanya bisa mendesah menerima semua perlakuan pria yang kini menindihnya. Tangan Kakashi menurunkan kerah yukata ungu milik Karin untuk memperluas area ciumannya. Kini bibir pria itu menciumi bahu putih karin setelah sebelumnya meninggalkan banyak bercak kebiruan dileher jenjang gadis itu.
"Kakashiiihh... ahh.." mendengar desahan Karin membuat Kakashi makin gencar membuat tanda kepemilikan di tubuh gadis itu. Tangan kanan pria itu sudah masuk kedalam yukata sang gadis dan meremas gundukan yang ada disana. Gerakan lembut tangan Kakashi tak ayal membuat desahan Karin makin menjadi.
"Ahh.. engh... enghh..." Kakashi membuka obi yang mengikat yukata Karin hingga yukata itu kini terbuka dan memperlihatkan tubuh Karin yang hanya berbalut pakaian dalam. Kakashi harus menahan nafasnya melihat pemandangan didepannya. Dada sintal gadis itu naik turun seiring nafasnya yang terengah. Kakashi tidak bisa lagi menahan nafsu yang kini menguasainya. Tangannya bergerak kebawah punggung Karin untuk melepaas kaitan bra hitam milik sang gadis. Bra malang itu kini mengikuti pendahulunya –yukata— terlempar langsung membenamkan wajahnya kedada gadis dibawahnya. Menghisap puting kanan milik gadisnya itu sementara tangannya meremas lembut dada yang sebelah kiri.
"Ahh... ahh.. Kakashii ahh..." desahan gadis itu kian menjadi setelah merasakan sesuatu yang basah kini memainkan putingnya. Dapat dirasakan oleh gadis itu miliknya berkedut dibawah sana. Ada sesuatu yang akan meledak dari san. Tanpa disadari Karin menggesekkan miliknya pada sesuatu yang menonjol milik Kakashi. Hal itu membuat Kakashi menggeram tertahan. Ia mengigit dengan kuat puting gadis itu hingga terdengar desahan panjang dari gadis dibawahnya.
"Kakashiiih.. ada yang... ahh .. AHHH...! Haaah... haaah..." Gadis itu terengah-engah akibat gelombang kenikmatan yang didapatnya. Kakashi menyeringai. Kemudian pria itu membuka penutup terakhir tubuh Karin dan membuangnya entah kemana. Ia dapat melihat sesuatu yang berkedut dengan cairan yang terus keluar dari sana. Kakashi langsung membuka lebar kakai sang gadis dan menenggelamkan kepalanya disana.
"Ahhh.. ahhhh... ahhh... " Karin mendesah hebat saat merasakan sesuatu tak bertulang bermain pada miliknya. Ia merasakan sesuatu dibawah perutnya bergejolak. Kakashi menhisap semua cairan yang keluar dari lubang kenikmatan Karin hingga gadis itu merasakan kenikmatan melandanya untuk kedua kalinya. Karin merasa lemas setela orgasme keduanya. Ia hanya bisa pasrah saat melihat Kakashi membuka celana dan celana dalamnya didepan gadis itu. Dapat dilihat oleh Karin milik pria itu menegang sempurna. Karin meneguk ludahnya saat meluhat Kakashi mendekatinya. Kakashi mencoba memasukkan miliknya dilubang milik Karin.
"Ahk... Kashi sakit! Ahk..hentikan!" Kakashi yang mendengar jerit kesakitan gadis itu menarik wajah Karin untuk menciumnya lembut. Kemudian menarik miliknya dan memasukkannya dengan paksa hingga Karin menjerit kesakitan. Kakashi dapat melihat darah yangn mengalir disofa. Pria itu mendiamkan miliknya supaya Karin terbiasa sekaligus meresapi miliknya yang dijepit nikmat oleh Karin. Tak lama kemudian Karin menggerakkan pinggulnya seolah memberi tanda pada Kakashi. Pria itu pun menggerakkan miliknya perlahan.
"Ahhh.. engh... ahhh..." desahan Karin pun menggema diapartment itu.
"Ugh..." Kakashi menggeram saat milik Karin kembali menjepitnya dengan kuat.
"Kakashi... Lebihh cepathh..." lenguh gadis itu disela desahannya.
"Memohonlah Karin..." suara rendah Kakashi menjawab permintaan wanitanya.
"Ahh.. K-ku mohon ahh.. Kyaaa! Ah ah ah ah ah ah.." Kakashi pun mempercepat gerakannya membuat Karin mendesah tak karuan.
"Arghh... sempit sekali ugghh..."
"Ahh.. Kashi... ahh.. ah..."
Merasa hampir mencpai puncak Kakashi memperdalam hujamannya.
"AAAHHHHH..." Desahan lega keduanya menandakan mereka telah mencapai kenikmatan yang mereka ciptakan. Kakashi menyemburkan spermanya kerahim Karin. Gadis yang kini sudah menjadi wanita itu lemas seketika dan menutup matanya.
:
:
:
APA- APAAN INI.. Kenapa jadi rate M...?!
Hahaha saya juga tidak tahu kenapa dibulan yang suci ini asaya malah membuat fic bejat kayak gini...
By the way, ini fic rate m pertama saya lohhh..
Tenang saja saya sudah cukup umur koq...
Kakakarin juga sudah cukup umur.
Setelah memikirkannya semalaman suntuk . Saya memilih untuk menjadikan fic ini Threeshot aja...
Akhir kata..
Ripiu ya...
