A SECOND CHANCE FOR LOVE

(Indo Transfic)

by super_501

Link ff asli: www asianfanfics com/story/view/321377

(ganti spasi dengan tanda titik)

Disclaimer: Fanfict ini adalah karya murni author tersebut di atas, saya hanya menerjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia atas ijin author aslinya

WARNING

YAOI, MPreg, NC, Bahasa Kasar

_

Sungmin berlari terburu ke arah kamar mandi dan mulai memuntahkan semua makanan yang telah ia makan seharian ini. Ini sudah seminggu sejak tubuhnya mulai bertingkah aneh. Ia merasa sering capek dan mulai suka menghabiskan waktunya dengan tidur akhir-akhir ini. Pagi hari saat ia menyiapkan sarapan, harum tumisan bawang membuatnya enek hingga muntah dan itu terasa sangat menyebalkan karena ia bahkan belum makan apapun. Apa yang terjadi pada tubuhnya? Timbangan berat badannya pun mulai berkurang dari hari ke hari.

Dia membasuh muka dan memandang bayangannya di cermin. Wajahnya terlihat sangat pucat. Sungmin memang penderita anemia sejak kecil dan dia tidak pernah mengalami gejala seperti ini sebelumnya. Apa yang terjadi pada tubuhnya? Apa ia mempunyai penyakit tak terdeteksi? Ini benar-benar tidak baik. Mungkin ia harus mengikuti saran Siwon dan berkonsultasi ke dokter. Tapi bagaimana jika ia benar-benar terserang penyakit? Oh tidak! Hal itu pasti akan mengacaukan kariernya sebagai seorang penulis lagu dan komposer terkenal. Apa yang akan ia lakukan jika media sampai mengetahui kondisinya? Pasti akan menjadi skandal yang besar. Sungmin menghembuskan nafas berat sebelum kembali ke kamar dan membaringkan tubuhnya dengan nyaman.

Sungmin membalikkan sisi tubuhnya sambil menarik plushie kelinci merah muda miliknya, lalu memeluknya erat. Tiba-tiba ia merasa sendiri dan kesepian. Orang tuanya selalu sibuk dengan bisnis mereka. Menjadikan Sungmin prioritas nomor sekian dalam hidup mereka. Sungmin selalu ingin merasakan perhatian mereka, tapi selalu tak dianggap. Hanya sahabatnyalah yang selalu menghabiskan waktu bersamanya dan memastikan ia tidak sendirian. Tapi sekarang, dia--yang jadi mantan sahabatnya meninggalkan Sungmin setelah terjadi sesuatu di antara mereka.

Sungmin masih ingat tatapan jijik yang sahabatnya layangkan padanya setelah menyadari apa yang telah mereka lakukan malam sebelumnya. Well, dia tidak bisa menyalahkan sahabatnya sepenuhnya. Dia juga merasa sangat jijik pada dirinya sendiri. Mereka sama-sama mabuk malam itu dan tak ada dari mereka yang menginginkan hal itu terjadi. Lee Hyukjae, atau Eunhyuk seperti yang ia minta sebagai nama panggilan, akan menikah dengan orang ia kasihi. Mereka berdua hanya ingin merayakan pernikahan yang akan Eunhyuk dengan Lee Donghae langsungkan; sementara Sungmin ingin merayakan kesuksesan lagu baru ciptaannya yang meledak di pasaran. Mereka sama-sama teracuni alkohol hingga apa yang mereka lakukan berikutnya tak terkendalikan oleh pikiran. Hari berikutnya saat Sungmin menjerit setelah merasa lubang analnya sakit, dan Eunhyuk menemukan mereka berdua telanjang, mereka baru sadar jika telah melakukan seks.

Eunhyuk sangat panik saat itu dan bahkan menuduh Sungmin telah merencanakan itu semua. Sungmin marah besar dan mereka berkelahi. Mantan sahabatnya berujar bahwa Sungmin harus menjauh darinya dan melarangnya untuk bercerita pada Donghae tentang hal ini. Dia bahkan mewanti-wanti Sungmin jika ia berani melakukannya, media akan tahu dan image Sungmin akan kacau, dan ia tahu hal itu sangat tidak diinginkan Sungmin. Sungmin membenci Eunhyuk dan menyalahkan dirinya sendiri. Mengapa dia membiarkan hal ini terjadi di antara mereka? Dia tidak pernah berpikir bahwa persahabatan yang sekian lama ia bangun dengan Eunhyuk akan rusak akibat seks.

Sungmin mengerang frustasi. Dia benar-benar menyesali apa yang terjadi pada mereka malam itu. Apa yang membuatnya bisa melakukan itu? Sungmin tak pernah mencintai Eunhyuk lebih dari sahabat. Mungkin itu hanya nafsu sesaat. Hormon bodoh!

Sungmin bangkit dengan malas dari ranjangnya dan menuruni tangga untuk membuka pintu karena seseorang memencet tombol bel apartemennya dengan ganas sekarang dan ia sungguh tahu siapa yang melakukan hal gila itu. "Haish... Aku datang! Berhenti merusak belku yang malang." teriak Sungmin.

Saat Sungmin membuka pintu, dia disambut sebuah seringai khas Kim Heechul. "Aku membelikanmu sesuatu." kata Heechul sebelum menyodorkan kotak makanan di tangan Sungmin. "Jangan khawatir, itu semua makanan favoritmu, Manis."

"Apa yang kau inginkan?" tanya Sungmin penuh selidik ke Heechul saat orang itu duduk di kursi malas di ruang tamunya. Sebuah keajaiban bagi Heechul untuk bersikap bijak seperti ini. Seperti, sangat tak bisa dipercaya.

"Aku dengar kau sedang tidak enak badan. Jadi aku datang untuk mengunjungimu. Tak ada salahnya menjenguk teman sakit, bukan?" Heechul membalas sambil mengamati kuku-kuku jarinya seperti mencari sesuatu yang menarik dari itu.

"Langsung ke intinya, ku mohon." kata Sungmin bersama langkahnya ke dapur untuk menghangatkan makanan yang dibelikan Heechul di microwave.

"Sebenarnya, aku ingin kau menulis lagu baru." balas Heechul setelah mengikuti Sungmin ke dalam dapur.

"Kau bernyanyi?" tanya Sungmin heran.

"Yah! Aku bisa bernyanyi, tahu. Tapi gendang telinga orang-orang saja yang cacat hingga tak bisa menghargai bakat yang sesungguhnya. Mereka hanya melihat tampilan fisik saja, dimana aku tentu unggul dalam hal itu."

"Jadi, untuk siapa lagu itu nanti?" tanya Sungmin sambil mencari sebotol susu di kulkas.

"Untukmu." jawab Heechul santai.

"Dan mengapa aku harus menulis lagu untuk diriku sendiri? Aneh sekali, Hyung." balas Sungmin setelah meneguk susunya.

"Karena hari ini adalah hari pernikahan sahabatmu. Dan ini mengganggu pikiranku cukup lama tentang mengapa kau tiba-tiba memutuskan tali persahabatan dengannya. Sesuai dugaanku tentang apa yang terjadi antara kalian dan aku ingin kau menulis tentang cinta bertepuk sebelah tangan yang hancur."

Sungmin hampir tersedak setelah mendengar alasan Heechul. Yang benar saja? Cinta sebelah tangan? Kapan itu terjadi? Sungmin menatap Heechul tak percaya. "Darimana kau bisa dapat ide itu? Kami hanya salah paham dan aku sudah mengucapkan selamat padanya." Tentu hal terakhir yang ia katakan adalah bohong. Tetapi ia tidak bisa menceritakan alasan sesungguhnya, tidak kepada seseorang seperti Heechul. Yah, dia hampir lupa jika mantan, garis bawahi MANTAN, sahabatnya hari ini menikah.

"Oh, Bunny. Tulis saja lagu tentang itu, mau ya?"

"Tidak." jawab Sungmin tegas sebelum mengeluarkan makanan dari microwave dan menyiapkan dua piring untuknya dan Heechul. Semua makanan yang dibelikan Heechul memang favoritnya. "Aku lebih memilih menulis lagu tentang kelinci, unicorn, dan labu daripada menulis sebuah lagu aneh tentangku. Sungguh, tidak akan." Sungmin hampir menyuapkan sesuap makanan saat bau sesuatu membuatnya ingin muntah. Terjadi lagi. Dia berlari cepat ke kamar mandi dan muntah. Dia bahkan belum makan apapun hari ini dan ia merasa sangat lemah. Kenapa ia tidak bisa makan apapun? Dia ingin makan lahap seperti biasa. Makanan seakan melambai menggoda padanya. Namun saat ia menyentuh mereka, perutnya akan mulai mengobarkan bendera perang melawan mereka. Oh Tuhan, apa yang sudah ia lakukan sampai ia pantas mengalami ini?

Heechul mengikuti Sungmin dan mengurut punggungnya pelan. Apa yang terjadi pada Sungmin? Ia melihat Sungmin mencoba muntah lagi tapi sepertinya tak ada lagi yang akan keluar dari mulutnya. Air mata mengaliri pipinya karena usaha muntahnya dan keringat mengalir deras melalui dahinya.

Sungmin merasakan seluruh tubuhnya bergetar dan ia membuka keran untuk membasuh wajahnya. "Sial! Aku bahkan tidak bisa merasakan makanan satupun." Sungmin berkata dengan frustasi.

"Apa kau sudah ke dokter?" Heechul bertanya padanya dengan nada khawatir meski ia mencoba menyembunyikannya. Karena, yah, dia Kim "Sialan" Heechul! Tetapi temannya benar-benar sakit dan dia masih punya sedikit kebaikan di dalam hatinya. Saat ia melihat Sungmin menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, ia segera menarik tangan Sungmin dan membawanya ke dalam kamarnya. Ia membongkar lemari dinding Sungmin untuk menemukan pakaian yang layak untuk Sungmin pakai. Setelah mendapatkannya, ia melemparkannya ke muka Sungmin dan menyuruhnya berganti baju dengan cepat, atau ia yang akan menggantikannya.

Setelah Sungmin selesai mengganti bajunya, Heechul mendorongnya ke dalam mobilnya dan mulai menyetir. "Kemana kita pergi?" tanya Sungmin.

"Ke rumah sakit."

Sungmin hampir protes saat Heechul menatap tajam ke arahnya. "Tak ada alasan lagi. Lebih baik tutup mulutmu atau aku akan mendorongmu keluar dari mobil. Aku tidak bercanda, Lee Sungmin." Heechul mengancam dan Sungmin tahu kalau sebaiknya ia tidak mengeluh, apalagi saat ia dengan Yang Mulia Kim Heechul.

Saat mereka sampai di rumah sakit, Heechul mengenalkan Sungmin pada salah satu temannya yang menjadi dokter spesialis dan memintanya untuk melakukan serangkaian pemeriksaan pada Sungmin. Dokter itu memperkenalkan diri sebagai Kim Kibum dan Sungmin bertanya-tanya bagaimana bisa dia bisa menjadi dokter spesialis khususnya saat ia masih lebih muda daripada dirinya dan Heechul. Bagaimana jika dokter ini salah mendiagnosanya? Dia pasti akan menuntutnya.

"Jangan khawatir. Kibum adalah salah satu yang terbaik di sini." jelas Heechul saat merasakan keraguan Sungmin.

"Hyung, berhenti memujiku." ucap Kibum malu-malu. Benarkah? Haruskah Sungmin tidak meragukannya? Kibum menatap Sungmin dan tersenyum hangat padanya. Orang ini sangat imut. "Aku dokter Kim dan kau bisa memanggilku Kibum seperti Heechul Hyung lakukan. Aku akan menjadi doktermu dan kita akan melaksanakan beberapa tes untuk mengetahui penyebab utama mengapa kau terus mual khususnya di pagi hari. Bisakah kita mulai?"

Sungmin menganggukkan kepalanya dan Heechul mengucapkan selamat tinggal dengan alasan ada rapat yang harus ia hadiri. Sungmin mengutuknya diam-diam karena meninggalkan dirinya sendirian di rumah sakit besar ini. Bau obat-obatan ini sungguh mencekiknya.

Serangkaian tes yang telah selesai dia laksanakan sama saja dengan yang ia lakukan saat kecil dengan hasil temuan ia mengidap anemia. Tes darah, oh dia sangat membencinya! Mereka juga meminta tes urin, yang ia lakukan dengan malas. Sungmin duduk di dalam ruangan Kibum saat dokter itu memanggilnya saat hasil pemeriksaan keluar.

Kibum memandangnya, tak yakin tentang apa yang akan ia sampaikan dan bagaimana cara memulai. Saat hasilnya datang, dia meminta petugas laboratorium untuk mengulanginya lagi. Sampai ketiga kalinya ia meminta mereka mengecek sampel dengan teliti, ia masih mendapatkan hasil yang sama. "Kau punya anemia." Dia memulai. Dia masih tak percaya hal seperti ini mungkin terjadi.

"Aku tahu itu." jawab Sungmin malas.

"Dan..." Kibum menjeda sambil mengamati wajah Sungmin lagi.

"Dan apa?" Sungmin menautkan alisnya kebingungan. Dokter ini mulai membuatnya menggigil. " Apa aku menderita penyakit yang tak tersembuhkan? Apa aku akan mati? Apa yang terjadi padaku?"

"Tidak. Kau tidak sakit apapun. Kenyataannya, aku meminta para petugas laboratorium untuk mengulangi pengecekan sampel hingga tiga kali dan aku masih mendapatkan hasil yang sama." jawab Kibum.

"Lalu apa? Apa yang terjadi padaku?" Sungmin mulai merasa gugup. Kenapa dokter ini tidak segera memberi tahunya? Mengapa juga dia sampai meminta mengulang pengecekan sampelnya sampai tiga kali? Apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhnya?

"Sungmin, kau hamil."

"Hahahaha. Kau penipu ulung, dokter Kim. Ini yang akan terjadi jika kau terlalu dekat dengan Kim Heechul." ucap Sungmin sambil tertawa. Itu adalah lelucon lama yang pernah ia dengar, tapi membuatnya gugup dalam hati. Dia? Hamil? Laki-laki hamil? Demi apa hal itu bisa terjadi? Sungmin berhenti tertawa saat melihat keseriusan di wajah Kibum.

"Kau benar-benar hamil, Tuan Lee." Kibum mengulanginya dan Sungmin merasa semakin gugup.

"A... Aku ha-hamil?" Sungmin bertanya dalam ketidakpercayaan. Bagaimana bisa ia hamil? Dia laki-laki, demi Tuhan! Kibum menganggukkan kepala dan memperlihatkan hasil tesnya. Sungmin bersumpah matanya seakan melotot keluar saat ia membaca satu kata bertinta merah bertuliskan "POSITIF". Mengapa mereka bahkan melakukan tes itu? Apa yang membuat mereka berpikir dia hamil? Laki-laki tidak seharusnya melakukan tes itu. Dia tidak meminta mereka untuk melakukan tes kehamilan padanya. Itu terlalu tidak masuk akal!

"Kami melakukan tes kehamilan karena kau mengalami apa yang wanita hamil alami di bulan pertama kehamilan." jelas Kibum.

"Ta-Tapi ini tidak benar. Aku seorang pria. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Mungkin saja aku hanya keracunan makanan atau sesuatu." Benar. Mungkin ini akibat keracunan makanan karena ia adalah pemakan segala.

"Tak ada satupun dari hasil tes yang mengindikasikan bahwa kau menderita keracunan makanan. Kau bukan laki-laki pertama yang hamil di dunia, Tuan Lee. Jika kau mau, aku bisa merekomendasikanmu ke dokter kandungan terbaik di sini. Aku yakin dia akan membantumu." ucap Kibum sambil menepuk punggung tangan Sungmin. "Aku akan memastikan rahasiamu tetap aman. Tidak ada seorangpun yang akan tahu, termasuk Heechul Hyung." Kibum meyakinkannya.

Sungmin tidak bisa percaya hal ini benar-benar terjadi padanya. Bagaimana bisa ia hamil? Sungmin tidak punya struktur tubuh seperti wanita. Dia hanya punya satu pengalaman seks selama 25 tahun keberadaannya di dunia ini, dan itu hanyalah sebuah kecelakaan. Oh Tuhan! Jika dia sungguh hamil, bagaimana cara ia menjalani hidupnya mulai sekarang? Bagaimana cara dia bersembunyi dari media? Eunhyuk sudah meninggalkannya dan bahkan membencinya. Dia sendirian menghadapi semua ini. Haruskah ia membiarkan bayi tak berdosa ini hidup? Argh! Dia tak tau lagi apa yang harus ia lakukan!

TBC

_

Halo! Saya bawa fict OTP kesayangan. Pairing yang bikin saya kesasar ke dunia fujhosi dan tak bisa kembali. Hehehe.

Fanfict ini saya buat untuk ngurangin rasa hampa gara-gara nunggu update Author Kyumin senior yang karyanya kece-kece.

Kangen banget baca ff bikinan Miinalee, Park Min Rin, Mami Ju2E, Sebastian Mamoru, Lee Minry, YoonMingi dkk. Buat yang penasaran, langsung cek aja profil mereka. Saya jamin, pasti kepincut deh sama karya mereka.

Rata-rata author kyumin senior udh naik level sih sekarang. Ada aja PO fanbook tiap bulan. Saya mah apa, reader modal kuota. Ga bisa beli semua koleksi karya mereka. Hikseu. *nangis di pojokan

Masih adakah Joyer yg bertahan di situs ffn ini? Bisakah saya tau kalau kalian masih ada?