A SECOND CHANCE FOR LOVE
(Indo Transfic)
by super_501
Link ff asli: www asianfanfics com/story/view/321377
(ganti spasi dengan tanda titik)
Disclaimer: Fanfict ini adalah karya murni author tersebut di atas, saya hanya menerjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia atas ijin author aslinya
WARNING
YAOI, MPreg, NC, Bahasa Kasar
_
Kyuhyun menggigit lembut bibir Sungmin. Dia mencoba menyesap rasa manis yang sudah sangat lama ingin ia rasakan lagi. Sungmin merasa waktu berhenti berdetik dan apa yang dapat ia rasakan adalah detakan jantungnya yang memburu. Dia tak tahu itu karena rasa takut ataupun hal lain. Dia menutup matanya saat merasakan kejutan listrik di tulang belakangnya dan ratusan kupu-kupu menggelitik perutnya. Sungmin membuka bibirnya otomatis saat lidah Kyuhyun mendorong ingin memasuki rongga mulutnya. Dia tak pernah merasa begini sebelumnya. Sungmin tak mampu menahan desahannya saat Kyuhyun menyesap lidahnya. Sungmin ingin lebih jadi ia melingkarkan lengannya di tengkuk Kyuhyun dan mulai membalas ciumannya dengan penuh perasaan. Kyuhyun sedikit terkejut akan ulahnya, dan ia merengkuh pinggang Sungmin erat.
Saat mereka memisahkan diri, Kyuhyun menyatukan dahi mereka dan menatap Sungmin yang berusaha menghirup udara. Belahan bibir Sungmin terbuka dan agak membengkak akibat ciuman, matanya setengah terpejam, dan pipinya merona merah. Sungmin terlihat sangat menggoda dan Kyuhyun harus menahan diri agar tak melakukan hal yang tidak-tidak. Dia menggigit bibirnya sebelum mengecup hidung Sungmin. Dia harus segera pergi dari apartemen Sungmin sebelum dia kehilangan kesadaran diri.
"Selamat malam." bisik Kyuhyun bersamaan dengan melepaskan Sungmin dari pelukannya, lalu berjalan cepat keluar dari sana.
Sungmin masih ternganga saat ia mendengar suara pintu tertutup. Apa yang telah terjadi? Dia meraba dadanya dan dia masih merasakan degupan keras jantungnya. Sungmin merasa lututnya melemas dan dia runtuh di lantai. Dia mengusap bibirnya dan masih merasakan bibir Kyuhyun di sana. Tak ada seorangpun yang menciumnya seperti itu. Terasa sangat memabukkan dan Sungmin ingin merasakan ciuman itu lagi. Ciuman yang membuatnya kehilangan kendali diri dan merasa terlindungi. Lalu bagaimana rasa ciuman Eunhyuk dulu? Tapi mereka terlalu mabuk untuk mengingat bagaimana rasanya. Mengapa Kyuhyun menciumnya lalu meninggalkannya tiba-tiba? Ada sesuatu di mata Kyuhyun yang ia lihat setelah mereka berciuman, namun Sungmin tak tahu apa itu.
Kyuhyun mungkin mereka jijik setelah ia membalas ciumannya. Itulah mengapa ia pergi. Sungmin mengerang frustasi. Mengapa ia membalas ciuman Kyuhyun? Dan mengapa ciuman itu terasa sangat memabukkan? Tidak! Ini tidak benar! Sungmin tidak akan membiarkan Kyuhyun menciumnya lagi, itupun jika ia mau kembali lagi. Sungmin memeluk lututnya, mulai membandingkan Kyuhyun dengan Eunhyuk. Mereka sama-sama mengambil keuntungan darinya dan meninggalkan Sungmin setelah sadar bahwa apa yang mereka lakukan padanya adalah hal yang memuakkan. Sungmin pikir dia akan mendapatkan seseorang untuk bersandar. Dia pikir Dokter Cho adalah seseorang yang akan bisa menolongnya, tapi dia benar-benar salah. Dia tak pernah membayangkan dokter itu adalah Cho Kyuhyun, pengganggu yang tak pernah gagal mengacaukan hari bahagianya di sekolah. Mengapa mereka harus bertemu lagi? Dan hal terburuknya, mengapa dia menjadi seseorang yang ia harapkan memberi bantuan? Sungmin berharap garis edar mereka tak bersimpangan lagi. Dia akan melupakan jika ciuman itu pernah terjadi, jika Kyuhyun tidak kembali.
Sungmin terbangun saat ia mendengar suara deringan bel pintu apartemen. Mengapa dia mendapat banyak kunjungan tak terduga akhir-akhir ini? Dia duduk dan tersadar jika dia tertidur di sofa semalam. Sungmin membenahi dirinya saat mendengar suara bel berdering lagi.
"Aku datang!" teriak Sungmin. Dia segera membuka pintu dan ia disambut dengan senyuman Kyuhyun. Sungmin terkejut saat melihatnya lagi setelah apa yang terjadi semalam.
"Selamat pagi." sapa Kyuhyun sambil melangkah memasuki apartemen. Dia membawa beberapa kantong belanjaan yang membuat Sungmin menatap kebingungan. "Aku membelikanmu sesuatu."
"Apa yang kau lakukan di rumahku lagi?" tanya Sungmin sebal.
Kyuhyun menatapnya seolah Sungmin membuat pertanyaan yang bodoh. "Kau bahkan tidak mau menyapaku juga? Dimana letak dapurmu?" tanya Kyuhyun. Dia mulai mencari letak dapur dan Sungmin hanya mengerjapkan matanya bertanya-tanya. Saat Kyuhyun menemukan dapur, dia meletakkan belanjaannya di meja dengan gembira dan mulai mengeluarkan semua benda dari kantong belanja.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Sungmin saat melihat Kyuhyun sibuk menata makanan yang telah ia belikan untuknya.
"Apa ini aneh?" Kyuhyun membalik pertanyaannya.
"Tapi aku bisa membeli makanan itu dengan uangku sendiri."
Kyuhyun menghentikan apa yang ia kerjakan sejenak dan menatap Sungmin. "Benar kau bisa membeli makanan untukmu sendiri. Tapi apa kau yakin jika makanan itu cukup nutrisi untukmu dan juga bayimu? Kau sedang mengandung dan harus makan untuk dua orang, kau dan bayimu. Jadi mau tidak mau, kau harus makan makanan bergizi mulai sekarang dan aku akan disini untuk membantumu mengaturnya."
Sungmin merasa hatinya meleleh. Kyuhyun peduli padanya dan bayinya? Kyuhyun yang semalam dan Kyuhyun yang berdiri di hadapannya kini benar-benar berbeda. Kyuhyun yang sekarang sangat menenangkan dan terlihat sangat bahagia, bersemangat akan sesuatu. "Kenapa kau lakukan ini?"
"Kau akan tahu secepatnya. Tapi sekarang, ijinkan aku melakukan ini untukmu. Aku akan menjamin kau tetap sehat, sebaik bayimu juga." jawab Kyuhyun padanya. "Ngomong-ngomong, apa kau sudah melakukan cek kehamilan pertamamu? Kau tau berapa minggu kau hamil?"
Sungmin merunduk dan menggelengkan kepala sebagai jawaban. Kyuhyun melebarkan matanya tak percaya. "Apa? Kau tak tahu?" Sungmin hanya menganggukkan kepalanya. Kyuhyun menyambar tangannya dan dia dibawa pergi dari dapur. "Kau, pergi mandi. Aku akan menunggumu disini dan kita akan ke klinikku untuk mengecek kesehatan calon bayimu. Cepat!" perintah Kyuhyun tanpa menerima bantahan Sungmin.
Melihat tingkah Kyuhyun yang berbeda padanya hari ini membuat hati Sungmin merasa nyaman. Semalam ia telah mewanti-wanti dirinya sendiri bahwa Kyuhyun muak dengannya dan mereka tidak akan bertemu lagi. Dia berpikir jika mereka bertemu lagi, ia akan melawan balik. Namun apa yang akan ia lakukan jika Kyuhyun menunjukkan sisi lainnya hari ini? Sisi perhatian yang tak pernah Sungmin lihat selama masa sekolah mereka. Ataukah dia melakukan ini hanya karena pekerjaannya? Atau salah satu dari rencana setannya?
"Kapan terakhir kali kau melakukan seks?"
Sungmin hampir tersedak ludahnya setelah mendengar pertanyaan Kyuhyun. Dia memandangi Kyuhyun untuk melihat apa ia sedang membuat lelucon tentangnya, namun yang ia lihat hanya aura keprofesionalan Kyuhyun. Dia sedang memakai jas dokternya dan itu membuatnya semakin mempesona di mata Sungmin. Mengapa pula ia memuji penampilan dokter itu? Dia hampir lupa jika dia berhadapan dengan Si Evil Kyuhyun sekarang.
"Baiklah. Aku rubah kalimatnya. Apa kau ingat kapan terakhir kau disentuh?" tanya Kyuhyun lagi, tapi Sungmin hanya terdiam. Dia menghela nafas sebelum meraih tangan Sungmin yang ada di meja. Sungmin mencoba menarik tangannya, namun Kyuhyun mengeratkan genggamannya pada tangan Sungmin. "Lupakan jika aku Kyuhyun sekarang."
Sungmin menatap Kyuhyun. Bagaimana cara melakukan itu? Apa yang ia lihat adalah Kyuhyun di matanya. Apa yang ia cium adalah aroma jantan Kyuhyun yang mengelilinginya. Apa yang ia rasa adalah tangan Kyuhyun yang menggenggam tangannya. Apa yang ia dengar adalah suara Kyuhyun yang bergema di sekitarnya. Keberadaan Kyuhyun memberikan banyak sensasi yang berbeda, perasaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.
"Aku tau jika aku benar-benar menarik. Tapi kau harus berhenti memikirkanku sebentar." ucap Kyuhyun tiba-tiba membuat Sungmin memutar matanya sebal.
"Jangan harap aku akan memberitahumu sesuatu, Cho. Mengapa kau ingin tahu tentang itu? Itu urusan pribadiku." balas Sungmin.
"Jadi kita akan tahu berapa bulan kehamilanmu dan kapan kau akan melahirkan." jawab Kyuhyun. "Namun karena kau sungguh tak ingin mengatakan apapun padaku, aku akan melakukan beberapa pengamatan untuk mengetahuinya."
"Tes darah lagi?" tanya Sungmin.
"Tidak perlu." jawab Kyuhyun sambil berdiri dan mengarahkan Sungmin ke sebuah ruangan dan mengisyaratkan Sungmin untuk mengikutinya. Saat mereka sudah di dalam ruangan, Sungmin melihat sebuah monitor di samping ranjang. "Berbaringlah di ranjang dan aku ingin kau menarik kemejamu ke atas dan memperlihatkan perutmu."
Sungmin membulatkan matanya saat mendengar instruksi Kyuhyun. Apa yang akan mereka lakukan? Pengamatan apa yang Kyuhyun bicarakan? Kenapa dia perlu memperlihatkan tubuhnya? Oh tidak! Apa Kyuhyun berencana melakukan sesuatu padanya? Dia lebih memilih darahnya di ambil daripada melakukan sesuatu yang melawan prinsipnya. Apa ini harga yang harus ia bayar karena tak mau mengatakan kapan terakhir ia melakukan seks?
" Kenapa kau masih berdiri disana?" tanya Kyuhyun saat melihat Sungmin masih menatap ke arah ranjang dan tak melaksanakan apa yang ia perintahkan.
"Tidak. Aku tak mau berbaring dan menunjukkan perutku." jawab Sungmin tegas.
"Bagaimana bisa aku melakukan pengamatan jika kau tidak mau bekerja sama?"
"Aku tak akan mau bekerja sama dalam hal yang tidak sesuai dengan keinginanku."
"Hah? Sungmin, berhenti keras kepala. Ini untuk kebaikanmu."
"Kebaikanmu? Kau sedang mencari kesempatan padaku." pekik Sungmin marah.
"Kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Kyuhyun bingung.
"Oh! Berhenti berpura-pura polos. Hanya karena aku tak mau menjawab pertanyaanmu, kau akan melakukan sesuatu yang tidak aku inginkan. Aku tak akan terjebak perangkapmu, Cho!"
"Apa yang sedang kau bicarakan? Aku hanya akan melakukan USG untuk melihat keadaan bayimu dan untuk mengetahui berapa minggu kehamilanmu karena kau tak mau menjawab pertanyaanku." balas Kyuhyun.
Sungmin mendadak berhenti menatap tajam Kyuhyun. Dia merasa sangat malu dan menyesal karena berpikir buruk pada dokter itu. Dia merasa sebagai orang mesum sekarang. Dia ingin melenyapkan dirinya dari hadapan Kyuhyun sekarang setelah apa yang ia ucapkan tadi.
Kyuhyun menatap Sungmin dan melihat pipinya memerah. Dia tersenyum miring saat sadar alasan Sungmin marah padanya. Dia mendekati Sungmin dan mencondongkan bibirnya di telinga Sungmin. "Siapa yang mesum di antara kita sekarang? Setelah kita selesai, aku akan memberimu pelajaran lain karena telah membentakku." bisiknya parau, dan Sungmin hanya mampu meneguk ludahnya memalu.
Kyuhyun memintanya berbaring lagi dan sekarang, dia melakukannya suka rela. Kyuhyun mengarahkan perhatiannya saat melihat Sungmin dengan malu-malu menarik kemejanya ke arah atas, menampakkan tonjolan kecil di perut bawahnya. Dia melarikan pandangannya ke arah kulit tak bernoda Sungmin. Dia ingin merasakan kulit halus itu di bawah sentuhannya namun ia harus mengendalikan dirinya sekarang. Kyuhyun duduk di depan monitor sambil mengoleskan sedikit gel lidocaine ke perut Sungmin. Sungmin masih merona. Dia tak tahu apa ini akibat perlakuannya pada Kyuhyun, atau akibat dari kenyataan bahwa Kyuhyun adalah orang pertama yang melihatnya seperti ini, ataupun karena hal lain.
"Kau harus menenangkan dirimu." Kyuhyun memberi tahu Sungmin, dan Sungmin terlihat kesulitan melakukannya. Kyuhyun menghentikan apa yang kerjakan dan menatap Sungmin. "Tutup matamu dan cobalah untuk tenang."
Sungmin menutup matanya dan mulai menenangkan dirinya. Kyuhyun melihat layar dan tersenyum saat melihat janin kecil tumbuh di dalam perut Sungmin. Dia sangat berharap jika itu bayinya. Dia melirik Sungmin dan semakin mengaguminya. "Kau sangat luar biasa. Aku akan menjagamu dan bayi ini mulai sekarang, Sungmin." bisiknya dalam hati.
"Jelaskan padaku bagaimana tampak bayinya." kata Sungmin dengan mata yang masih terpejam.
"Sekarang kau sedang hamil delapan minggu. Bayimu masih dalam tahap embrio. Pembuluh darahnya tidak begitu jelas dan jantungnya sedang membelah menjadi dua ruang." balas Kyuhyun.
Sungmin tersenyum setelah mendengar penjelasan Kyuhyun. Perasaannya membuncah saat tahu jika dia benar-benar membawa sebuah kehidupan di dalam perutnya. "Bagaimana bayinya bernafas? Apa bayiku sehat?"
"Dia bernafas melalui plasenta, organ yang menyalurkan nutrisi dan oksigen ke bayimu. Kau ingin melihat bayimu?" jawab Kyuhyun sambil bertanya. Sungmin membuka matanya dan memandang monitor. Dia tak bisa menahan gejolak bahagianya saat melihat gambar bayinyam Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.
"Ini luar biasa." bisik Sungmin dan Kyuhyun menatapnya.
"Kau juga luar biasa, Min." Kyuhyun merendahkan wajahnya ke arah Sungmin dan mengelap pelan air matanya. Dia mengecup kedua kelopak mata Sungmin, dan Sungmin tidak protes. Kyuhyun menempatkan tangannya ke perut Sungmin yang berbuka, membuat Sungmin menatapnya terkejut. "Kau tak akan melalui ini sendirian Aku akan bersamamu.' Dan dengan itu, dia mengikis jarak antara bibir mereka. Ciuman ini terasa sangat manis dan tulus, berbeda dengan apa yang mereka lakukan semalam. Kyuhyun kemudian melepaskan ciuman mereka dan menurunkan kepalanya ke arah perut Sungmin, lalu mendaratkan kecupan disana membuat Sungmin menahan nafas kaget dan merasakan tubuhnya meleleh karena tindakan Kyuhyun.
"K-Kyuhyun." Sungmin hanya bisa melenguh saat melihat Kyuhyun memberi kecupan-kecupan di perut bawahnya. Ia tak bisa menjelaskan apa yang ia rasakan.
"Sungmin." bisik Kyuhyun saat ia menatap mata Sungmin. "Anak ini milikku."
"Kau gila." ucap Sungmin sambil mendorong Kyuhyun menjauh dan menurunkan kemejanya. Dia bangun dari ranjang dan pergi keluar kamar. Dia merasa lega saat tahu Kyuhyun tidak mengejarnya. Kyuhyun tidak akan pernah menjadi ayah dari anak Sungmin. Kyuhyun benar-benar gila.
Secepatnya Sungmin keluar dari klinik, ia menghentikan sebuah taksi yang lewat. Dia masih bisa merasakan kecupan-kecupan Kyuhyun di perutnya dan itu memberinya emosi yang berbeda. Dia ingin pulang dan mengunci dirinya sendiri di kamarnya.
~~~~~
Sungmin tersenyum lega setelah ia menyelesaikan lagu yang sedang ia buat. Dia sudah siap tidur saat suara bel menghentikannya. Dia melihat jam dan itu menunjukkan waktu lewat tengah malam. Siapa itu? Stalker? Maling? Atau yang terburuk, pemerkosa yang mabuk! Dia menggenggam erat tongkat baseballnya sambil berjalan pelan ke arah pintu. Dia menarik gagang pintu dengan pelan. Sungmin hampir saja mengayunkan pukulan pada siapapun yang berani membunyiikan belnya di waktu seperti saat ini, saat ia melihat Kyuhyun. Dia dengan tenang masuk ke dalam apartemen. Lagi?!
"Di luar benar-benar dingin." kata Kyuhyun sambil memeluk tubuhnya sendiri.
"Apa yang kau lakukan disini lagi? Apa kau tak punya rumah sendiri?" Sungmin merasa sangat risih saat mengunci pintunya.
"Dimana kamarmu? Aku kedinginan dan sangat lelah. Aku butuh tidur." kata Kyuhyun, mengabaikan pertanyaan Sungmin.
"Kenapa kau melakukan ini? Permainan apa yang sedang kau mainkan, Cho Kyuhyun?" tanya Sungmin penuh kemarahan.
"Aku butuh tidur, oke? Aku masih punya banyak janji besok. Dan satu-satunya game yang aku kuasai adalah StarCraft." balas Kyuhyun sambil menggenggam tangan Sungmin. "Jadi dimana kamarmu?
" Pergi dari rumahku sekarang juga atau aku akan menelepon polisi." ancam Sungmin.
"Terlalu banyak keluhan." ucap Kyuhyun sambil menggendong Sungmin ala pengantin.
"Yah! Lepaskan aku! Turunkan aku sekarang!" teriak Sungmin sambil mencoba melawan.
"Bisakah kau diam dan beri tahu aku dimana kamarmu? Jika kau tak berhenti melawan, aku akan menciummu. Dan kau tahu jika aku tidak bercanda." ancaman Kyuhyun membuat Sungmin berhenti meronta dan menutup mulutnya. "Pintar. Sekarang, dimana kamarmu?" Kyuhyun melihat Sungmin menunjuk ke arah pintu dan dia segera melangkah kesana. Sungmin membuka pintunya dan saat mereka sudah di dalam kamar, Kyuhyun merebahkan Sungmin di ranjang dengan lembut.
Sungmin memutar punggungnya saat melihat Kyuhyun merebahkan diri di sampingnya. Kyuhyun melingkarkan lengannya di pinggang Sungmin, membuatnya membeku di posisinya.
"Selamat malam, Min." bisik Kyuhyun di telinganya sambil mengelus pelan perut Sungmin. "Selamat malam juga, bayiku."
Apa yang Kyuhyun coba lakukan? Apa rencananya? Sungmin menggigit bibirnya saat air mata mengalir perlahan di pipinya. Dia terlalu bingung dengan semua tindakan dan tingkah Kyuhyun.
"Aku tak akan melukaimu, Min. Percayalah padaku." bisik Kyuhyun setelah ia memutar tubuh Sungmin menghadapnya. Dia mengusap lembut pipi Sungmin. "Tutup matamu sekarang dan tidurlah." Kyuhyun mengecup kedua kelopak mata Sungmin untuk membuatnya menutup mata.
Setelah Kyuhyun yakin Sungmin telah tertidur, dia mengecup bibirnya dan merengkuhnya dalam pelukan penuh perlindungan. "Aku sangat mencintaimu, Min. Selamat malam dan mimpi indah."
TBC
Meleleh ga? Cause I did. Nge-trans ini sambil senyum-senyum sendiri bayangin tingkah Kyuhyun. Masih ada ga stok namja model Kyuhyun? Saya pesen satu dong. /digampar.
Mau ngucapin selamat nih.
Happy Birthday To Siwon. Om Kudanya SJ, moga tetep gila dan lancar di kepolisian.
Happy 9th Anniversary for SJ Mandarin.
Happy 5th Anniversary for EXO.
Buat yg nanya ff saya satunya, masih ngetik blm dapat 1k. Karena ngetik translate lebih cepet daripada ngarang cerita sendiri. Apalagi bikin adegan naena. Saya masih amatiran. Jadi saya upload ini duluan. Hehehe.
Ada yang dengerin Winner? Lagu really reallynya enak banget buat joget-joget santai. Lagu fool nya berasa banget melownya. Kangen mereka berlima. huee
Udah gitu ajja deh. Author note kok isinya curhat. Ketemu di chap depan ya~~
Jangan lupa review-nya~~~
