By : Mingyutae00
Cast : Kyuhyun and SJ(M) Members.
Other Cast :Appa dan Eomma Park.
Genre : Brothership , Family, little bit humor.
Summary : Menjaga diri sendiri saja sudah susah , apalagi menjaga orang lain. Tentang bocah kecil yang sangat manja kepada ibunya , namun harus berpisah dan diasuh oleh ke-12 hyungdeulnya. Bagaikan film action , hari-hari pun berlalu dengan kenangan-kenangan yang membuat sakit kepala.
Warning : Ultimate of Typo dan alur yang membingungkan. Semua member SJ bermarga Park. RALAT. Kyuhyun disini berumur 4 tahun. Leeteuk 19 tahun,Heechul 18 tahun,Hangeng 17 tahun,Yesung 16 tahun, Kangin 15 tahun,Shindong 14 tahun, Sungmin 12 tahun, Eunhyuk dan Donghae 11 tahun, Siwon 9 tahun, Ryeowook 7 tahun, Kibum 6 tahun dan Kyuhyun 4 tahun. Maaf atas kelabilan saya^^.
.
.
.
.:Baby Boy:.
.
.
.
Hari yang melelahkan sekaligus menggembirakan bagi mereka. Menghirup udara yang berhembus dengan bebasnya sungguh pengalaman yang langka. Mereka bersyukur setidaknya di Negara mereka ada tempat yang masih terlihat murni. Jeju-do menjadi salah satu tujuan wisata favorit mereka. Selain untuk menjenguk halmeoni dan harabeoji Kyuhyun beserta hyungdeulnya mereka juga dapat menghabiskan waktu untuk berlibur barang sejenak.
Donghae dan Eunhyuk yang terkenal hyperaktif tengah berlari-lari dengan riangnya memasuki mansion keluarga Park yang terdapat di pulau ini meninggalkan saudara dan orang tua mereka jauh dibelakang. Nyonya Park terlihat bahagia melihat kehadiran mereka , tubuh ringkihnya didekap erat oleh Donghae dan Eunhyuk , walau sedikit merasa sesak namun semua itu tidaklah penting baginya. Dipeluknya erat tubuh cucu-cucunya itu.
Mata wanita paruh baya tersebut terlihat berkaca-kaca. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat , cucu-cucunya sudah tumbuh besar dan sehat. Rasanya baru kemarin ia menimang tubuh mungil mereka. Tuan Park pun tak kalah senangnya. Dengan semangat dan suasana hati yang senang ia memeluk satu persatu tubuh cucu-cucunya kemudian memeluk anak dan menantunya.
Walau harus menelan rasa kecewa karna Kyuhyun tak ingin mereka peluk , sepertinya ia terkena pengaruh jet lag. Sedari tadi Kyuhyun tak sedetik pun melepaskan pelukannya pada tubuh hangat sang eomma. Kepala mungilnya ia sembunyikan diantara sekat tulang selangka ibunya. Bibir mungilnya sibuk bergumam lucu. Ia merasa pusing dan sedikit mual. Hanya aroma tubuh sang eomma dan juga pelukkan hangatnya yang bisa sedikit mengurangi penderitaannya.
"Aigoo uri Kyunie terkena pengaruh jet-lag rupanya. Arraseo cepat bawa dia kedalam. Setelah itu kita berkumpul untuk menyantap makan siang"ujar Halmeoni Park seraya mengelus lembut surai kecoklatan Kyuhyun.
.
.
.
"Harabeoji"
"Ne Wookie-ah?"
"Kyunie"lirihnya seraya menatap tubuh mungil Kyuhyun yang kini dalam dekapan halmeoni tersayangnya. Kyuhyun tidak ingin berpisah barang sedetik pun dari halmeoninya kecuali jika itu sang eomma. Kyuhyun bahkan menolak niat baiknya untuk menemaninya bermain.
Oh bukan hanya dia saja , bahkan harabeoji , appa dan hyungdeulnya juga mendapat nasib yang sama. Ia bahkan sempat berfikir dengan konyolnya, bagaimana tidak. Ia bahkan berfikir mereka tidak lain dan tidak bukan hanya sebagai background keharmonisan Kyuhyun,halmeoni dan eommanya.
"Jangan kau ungkit lagi Wookie-ah , kita tak bisa berbuat banyak"timpal tuan Park.
"Kenapa Kyuhyun lebih senang menghabiskan waktu dengan orang-orang tertentu?"kali ini Heechul yang berbicara.
"Ne aku setuju dengan Heechul hyung"
"Kau diam saja Eunhyuk-ah"
"Aiss Teukie hyung"
"Mwo?"
"Aniya, eobseo"
Hanya suara dentingan peralatan makan mereka dan suara pekikan kecil Kyuhyun yang terngah bersendau gurau bersama dengan halmeoni Park yang mengisi hari-hari mereka.
.
.
.
"Cha! Kalian sudah siap?"pekik harabeoji Park.
"Ne"ujar Leeteuk dan saudara-saudaranya.
"Baiklah kajja!"
"Kajja!"
"Eoh chakaman!"
"Waeyeo Siwon-ah?"
"Dimana Kyunie dan Kibumie?"
"Eoh majjayo , harabeoji Kyunie dan Kibumie tidak ada"pekik Donghae. Mendengar pekikan Donghae membuat mereka berhenti seketika.
"Kalian tidak tahu?"
"Tahu apa Yesung hyung?"
"Kyunie dan Kibumie sudah berangkat sejak tadi bersama appa"
"Mwo? Bagaimana bisa?"nampaknya sang sulung dikeluarga Park tidak tahu menahu.
"Molla"
"Hyung tahu dari mana?"timpal Kangin heran.
"Aku melihatnya tadi"
"Dan kau tidak member tahu kami?"pekik Heechul kesal.
"Tenanglah hyung"ujar Hangeng seraya menenangkan Heechul.
"Aku sudah membangunkan kalian , kalian saja yang tertidur seperti orang mati"
"Harabeoji, kenapa kita saja yang berjalan kaki? Sedangkan mereka menaiki kendaraan"Shindong yang sedari terdiam kini mengajukan protes.
"Waeyeo? Kalian keberatan?"
"Tentu saja!"
"Ternyata benar kata Kibumie kalian payah"ejeknya.
"Harabeoji kenapa kau mengatai kami?"Sungmin membuka suara.
"Kalian belum apa-apa sudah mengeluh bagaimana dengan harabeoji? Sudahlah hitung-hitung sebagai olah raga. Kebun anggur harabeoji kan tidak begitu jauh. Ayo kita berangkat , kasian Kyunie dan Kibumie sudah menunggu kita"setelah mengatakan hal tersebut harabeoji Park meninggalkan mereka begitu saja.
.
.
.
"Halabeoji!"pekik Kyuhyun riang. Dengan tubuh mungil dan wajah yang belepotan anggur ia berlari dengan riangnya.
"Kyunie tunggu aku!"Kibum yang tak ingin kalah segera menyusul sang magnae. Langkah kaki keduanya begitu menggema ditelinga mereka. Beberapa ada yang memekik panik dan gemas. Tuan besar Park yang gemas segera menangkap kedua tubuh mungil kedua cucunya. Memeluknya erat dan memberikan ciuman bertubi-tubi kedua pipi chubby cucunya.
Dengan sekali tarikan nafas ia mengangkat kedua tubuh mungil tersebut membuahkan pekikan senang dari bocah-bocah mungil tersebut. Hyungdeul hanya bisa berdecak malas melihat euphoria sang kakek dan kedua magnae dikeluarga mereka.
"Cha, apa kalian sudah siap?"
"Ciap!/Siap" kedua bocah mungil tersebut memasang pose bak tentara yang sedang memberikan hormat kepada atasannya.
.
.
.
Disaat semuanya sibuk memetik beberapa buah anggur –kecuali Kibum dan Kyuhyun-. Tuan besar Park bertugas memantau sedari tadi tersenyum puas melihat hasil kerja anak dan cucu-cucunya namun ekspresinya berubah seketika ketika melihat salah satu cucunya melakukan kesalahan. Dengan tergesa-gesa ia menghampiri cucunya tersebut.
"Aigoo Eunhyuk-ah , jangan kau makan anggur-anggur itu"
"Mianhae harabeoji , aku tidak tahan melihat anggur-anggur itu. Harabeoji mau? Rasanya sangat manis. Harabeoji memang hebat!"
"Tapi tidak harus semuanya Eunhyuk-ah"
"Arraseo , keundae lihatlah Shindong dan Kangin hyung. Mereka bahkan hampir menghabiskan buah anggur yang berada didalam keranjang itu" tunjuknya. Merasa diperhatikan Shindong dan Kangin kembali berpura-pura memetik beberapa buah anggur, tapi naasnya masih ada beberapa bekas anggur di sekitaran wajah mereka.
"Hahahaha , sabarlah ayah. Cucu-cucumu kan memang begitu"ujar Tuan Park bijak. Sepertinya ia melupakan sesuatu.
"Ck, kenapa anak-anakmu mengikuti jejak mu eoh?"
"Apa maksudmu ayah?"
"Apa kau tidak ingat? Dulu kau bahkan jauh lebih parah dari mereka?"sindir Tuan besar Park. Merasa tersindir ia pun hanya bisa menunduk malu. Leeteuk , Heechul dan Yesung yang kebetulan berdiri didekat mereka hanya bisa menahan tawanya. Mereka tak habis fikir , ternyata didepan harabeojinya sang appa tidak ada apa-apanya.
"Sungmin hyung!"
"Ada apa Wookieya?"
"Bantu aku mengangkat keranjang ini"
"Ba-omo!, belum apa-apa keranjangmu sudah penuh?"
"Hehe"
"Siwon-ah"
"Apa Hae-hyung?"
"Coba kau kemari"Siwon pun dengan segera menghampiri sosok sang hyung yang kini tengah memasang wajah bingung.
"Wae-Aigoo kenapa hyung memetik buah-buah yang masih muda?"
"Jinjja? Maka dari itu aku memanggilmu"
"Bagaimana jika harabeoji memarahimu hyung?"
"Andwae! Kau harus membantuku Won-ah!"
"Tapi aku keranjangku belum penuh hyung"Siwon pun mulai memelas.
"Ayolah bantu aku , setelah itu aku juga akan membantumu" Kali ini Donghae juga memasang wajah memelas andalannya , Siwon yang luluh pun hanya bisa menurutinya.
Berbeda dengan para lelaki yang sibuk mengurusi kebun anggur , para wanita kini tengah sibuk memasak.
.
.
.
Kyuhyun yang merasa bosan memutuskan untuk menyusul hyungdeulnya tak memperdulikan larangan dari harabeojinya agar tidak pergi kemana-mana dan tetap duduk manis ditempat pengawas. Meninggalkan Kibum hyungnya yang kini tengah tertidur menampilkan wajah polosnya.
Tubuhnya yang mungil membuatnya kesulitan untuk melihat hyungdeul , appa dan harabeojinya. Bermodalkan insting ia pun memilih arah Barat. Sayangnya mereka semua berada didaerah Timur. Hanya suara langkah kaki kecilnya yang menemaninya saat ini. Perasaan panik pun mulai menguasainya , matanya mulai berkaca-kaca.
"Hyungdeul! Appa! Halabeoji!"pekiknya nyaring. Tenggorokannya terasa kering karena sedari tadi ia berteriak memanggil-manggil keluarganya.
"Hiks…eomma Kyunie takut" Kyuhyun mulai terisak. Semakin kedalam ia merasakan suasana yang mencekam apalagi ditempatnya berdiri terlihat temaram. Kyuhyun merasa tegang ketika dirinya mendengar sesuatu tak jauh dari tempatnya.
.
.
.
.
TBC
Annyeong reader-deul! Bogoshipeoyeo. Mianhae baru bisa update hehe. Untuk sekarang aku belum bisa bales review kalian satu persatu. Oiya sekedar informasi , mulai sekarang entah sampai kapan , aku ngak bisa update sesering dulu. Pertama , WIFI dirumah dicabut sama appa gegara 'something'. Kedua , Senin ini aku UN. Huweee lagi pusing-pusingnya nih. Minta doa'nya ya. Maaf kalau banyak typo dichap ini. Aku lagi merayakan hari Saraswati nih. Ngak boleh baca dan nulis. Jadi alakadarnya ya kkk. Don't forget to Review ok ^^. See You
