That December
.
.
Cast : Sehun, Luhan, dll.
Warning : GS, tpyos, konten dewasa, gaje
.
.
.
.
.
Chapter 3. semoga kalian tidak bosan.
.
.
.
.
.
Sehun membolak-balik buku catatan nya, matanya bergerak liar menelusuri setiap kalimat yang sudah pernah ia tulis.
.
Sebelumnya Sehun terbangun nyaris membeku diatas kap mobilnya. Dia tak tau apa yang terjadi saat itu.keadaannya parah, punggung dan bokong benar-benar pegal. Tapi begitu Sehun mencoba berdiri, ingatan menyerang masuk seperti petir menyambar. Sekelebat memori itu membuat Sehun tergopoh-gopoh masuk ke mobil. Sehun ingin mencatat semua yang dia ingat dibuku catatannya.
.
Tak lebih dari satu paragraph.
.
Buku ini berisi catatan pribadi Sehun sejak lima tahun lalu, tepatnya sebelum Knight, orang yang ada di mimpi Sehun, meninggal dunia. Dalam buku catatan Sehun, tertulis, Knight sebagai temannya tewas terbakar secara misterius di gudang penyimpanan makanan di Portugal. Saat itu Sehun dan beberapa orang kepercayaan ditugasi oleh lembaga untuk membantu penanganan kriminal di Portugal. Sehun, diberi tanggung jawab khusus untuk menangani seorang kriminal bernama Jason. Hanya memberi pertanyaan ringan, dan mengurusi kesehatan Jason saja.
.
Bersama Knight, malamnya Sehun melakukan Introgasi habis-habisan kepada Jason tanpa perintah dari atasan. Alias dilakukan secara illegal,kurang lebih begitu. Metode yang digigunakan Sehun tak tanggung-tanggung, dia mendengarkan lagu Karlmayer dan mengancam akan mencabuti jari-jari Jason.
.
Tak diduga, esoknya Jason berhasil melarikan diri. Dan Knight tewas.
.
Sempat beberapa bagian keamanan mengira yang terbakar itu adalah Jason, karena perawakannya terlihat sama. Namun Sehun membantah, mayat hangus tergeletak itu , memberi sebuah petunjuk. Yang hanya dipahami oleh Sehun. Sebagai temannya.
.
Knight. Itu hanyalah nama samaran. Sehun berhasil membaca tulisan yang kemungkinan Knight tulis sebelum terbakar hangus. Itu nama aslinya. Kim Jong in. ditulis dalam Hangeul untuk bagian Jong sementara alpabeth untuk In.
.
Beberapa bulan setelah itu, kematian Knight diputuskan sebagai pembunuhan terencana. Sehun sampai sekarang bungkam mengenai interogasi pada Jason sebelum kematian Knight. Dia benar-benar terpukul. Dan sebenarnya Sehun tak yakin ,jika itu perbuatan Jason. Entah mengapa, Sehun menduga-duga hal lain.
.
Sampai sekarang jejak Jason tak pernah ditemukan, seolah hilang ditelan bumi.
.
Sehun menutup buku catatannya dengan kasar. Lalu menumpukan kedua tangan di atas kemudi. Hari ini dia pulang terlalu malam untuk menyiapkan diri ke SOPA.
Sehun terlambat lima belas menit.
.
Diawal perkenalan, Sehun sudah meminta maaf. Dan diakhir penjelasan dan instruksinya dia minta maaf lagi pada murid-murid di SOPA. Melihat antusias murid-murid disana, Sehun merasa menyesal karena tidak maksimal menyampaikan ilmunya pada mereka.
.
"kau nampak tidak sehat". Kata Chanyeol.
.
Sehun menghela nafas. "sepertinya begitu, aku teringat kematian Knight".
.
Chanyeol melebarkan bola matanya. "begitu? Ah.. kau pasti masih merasa tertekan .bagaimanapun kau adalah teman baiknya".
Sehun tak menanggapi kalimat Chanyeol.
.
"kanapa tiba-tiba teringat hal itu?".
.
"sepertinya kau sudah dengar berkali-kali, haah.. akhir-akhir ini aku sering mengalami kejadian aneh. Yah, seperti terbangun dari mimpi buruk dengan keadaan aneh, tersambar ingatan masalalu, dan melihat sesuatu diluar nalar manusia". Sehun begumam tak yakin.
.
"kau melihat hantu maksudnya?". Chanyeol menyeruput kopi digelasnya dengan tenang. Mulai membuka diri pada Sehun yang terlihat banyak beban.
.
"tidak juga. Mungkin ini mistis dan mencurigakan, tapi bukan hantu".
"lantas?".
"si abnormal bernama Luhan. Semenjak aku memutuskan untuk membantu Ibu Kim menyelesaikan masalah pribadinya, semua hal tidak masuk akal itu menyerangku".
.
Chanyeol mengangguk. Walaupun tak paham. Lagi-lagi karena wanita itu. Luhan. Meski beberapa kali ia membantu Sehun masalah Ibu Kim , namun sebenarnya Chanyeol tak terlalu ambil pusing. Beda dengan Sehun.
"entah mengapa kau sebegitu tertariknya dengan kasus Ibu Kim".
.
Keduanya memilih untuk diam, sampai langit berubah warna menjadi kelabu. Diiringi dengan hembusan angin dingin. Kulit Sehun yang tak tertutupi kain kontan merasa gemetar merasakan sensasi sentuhan angin itu. Sehun tersenyum kecut.
.
"aku pulang dulu, Chanyeol.". Sehun merogoh saku mencari kunci mobil.
.
Chanyeol mengangguk, menegadahkan kepalanya keatas mengamati langit. "oh..kukira aku juga. Eh.. Sehun!". Chanyeol menyusul Sehun menuju parkiran.
.
Hampir Sehun membuka pintu mobilnya, Chanyeol menahan bahunya. "ada apa?".
.
"bisakah kita ambil izin sehari untuk besok?". Tanya Chanyeol.Sehun hanya menaikkan alis kanannya. Seolah bertanya 'mengapa?'.
.
"berkaitan dengan murid yang kita temui di Gangbuk-Gu".
.
Sehun melebarkan kelopak matanya, meski tak terlalu ketara. Kilatan semangat terpancar dari bola matanya. Tanpa ragu, Sehun mengangguk.
.
.
.
.
.
.
Baekhyun, gadis itu masih duduk dibangku SMA. Beberapa waktu lagi dia akan keluar dari sekolah. Kini gadis manis itu terduduk dihadapan Sehun dan Chanyeol, kedua tangannya terangkat setinggi telinga. Sementara dibelakanya beberapa polisi mengawal, salah satunya siap mengeluarkan borgol.
.
Chanyeol melebarkan matanya tak percaya. Sehun tak bergeming, hanya memandang Baekhyun dengan tatapan curiga. Namun sebenarnya Sehun juga menyimpan rasa terkejut.
.
"kau . ka-kalian percaya padaku kan?". Gemetar suara Baekhyun terdengar pilu.
Yang terjadi disini sebenarnya adalah, para polisi sudah lebih dahulu menemukan Baekhyun. Ya, tim polisi menetapkan Baekhyun sebagai tersangka pembunuhan pemilik blog langganan orang Scotlandia (Luhan). Sehun tak tau bukti detailnya, tapi dengar-dengar semua bukti menunjukkan jika Baekhyun lah pelakunya. Sehun pun bingung, ini diluar perkiraanya. Well, atas kejadian aneh diatap rumah sakit, Sehun menjadi curiga dengan Baekhyun, maka ia meminta izin pada salah satu polisi ntuk berbicara empat mata dengan Baekhyun.
.
"Baiklah, kuberi waktu maksimal sepuluh menit".
.
Sehun mengangguk paham, kini Sehun dan Baekhun ditinggalkan berdua di ruangan bk. Jendela tertutup rapat dan ditutupi gorden. Meski begitu ,Sehun tetap tau ada beberapa polisi yang mengawasi dan juga guru-guru didepan sana.
.
"well, Baekhyun. Itu namamu kalau tidak salah kan?". Sehun berbasa-basi sebentar. Baekhyun mengangguk. Pandangan matanya masih memelas.
.
"tolong aku, kumohon. Mana mungkin aku pelakunya. Kau percaya kan? Aku ini orang baik-baik". Ujar Baekhyun memohon-mohon. Keduatanyannya menyatu didepan wajah yang menunduk.
.
"aku tak bisa berbuat banyak soal itu. Tapi ada yang ingin aku tanyakan padamu". Kalimat Sehun membuat Baekhyun secara tak langsung mengangkat kepala. Pupil mata Baekhyun sedikit membesar dan kedua alisnya terangkat menyimak.
.
"apa kau berada di sekitar Seoul kemarin?". Baekhyun mengangguk lemah, meski tak paham dia mencoba menjawab dengan sejujur-jujurnya.
.
"apa kau..berbelanja sesuatu? Seperti pakaian?".
.
Baekhyun memiringkan sedikit kepalanya. "ti-tidak. Bukan pakaian".
.
Sehun melipat kedua tangannya didepan dada. Merilekskan punggungnya. "baiklah, apa kau mengunjungi tempat lain? Kau…hanya sendiri?".
.
"aku bersama temanku kemarin, dan kami langsung pulang setelah mendapat barang yang aku cari, karena aku harus terus belajar".
.
Sehun kini yang memiringkan kepala. "begitu? Kau yakin tak ke rumah sakit?". Baekhyun mengernyit heran kemudian menggeleng.
.
Hembusan nafas berat Sehun keluarkan sebagai hasil dari memutar otak. Dia tak punya waktu untuk berbelit-belit dengan cecunguk yang mengganggu siang dan malamnya. Dia mengegakkan kembali punggungnya. "Baekhyun". Panggil Sehun pelan.
.
"apa kau mengenal yang namanya Luhan?".
.
Bingo.
.
Dalam hati, Sehun menyeringai senang. Walaupun kecil dia bisa menangkap perubahan ekspresi Baekhyun. Tangan Sehun yang tersembunyi dibalik lipatan lengan terkepal penuh semangat. Satu langkah lagi, Baekhyun melakukan pengelakan yang cukup ketara.
.
"Luhan?". Gumam Baekhyun. "aku tidak pernah mendengar nama itu, apalagi mengenalnya".
.
Benar, ekspresi itu, Baekhyun. Meski kau sepertinya sudah sering berbohong, mengapa kau tunjukkan ekspresi mu yang sebenarnya padaku walau sekilas? . Sehun menepuk saku jasnya dan beralih menatap Chanyeol yang masih melempar pandangan menyelidik pada Baekhyun.
.
"ooya?". Nada Sehun terdengar memancing dan main-main. "kalau begitu, kusimpan dulu pertanyaanku yang lain, akan kutanyakan kalau aku membesukmu". Sehun bangkit dan member isyarat pada Chanyeol untuk ikut.
.
Sekarang Chanyeol dan Sehun berjalan menuju parkiran. Sementara sekolah mendadak menjadi super ramai mendengar gossip ada penangkapan terhadap salah satu murid.
.
Chanyeol menggaruk dagunya yang licin, pandangannya tak focus pada kaca mobil. Sehun hanya menggelengkan kepalanya prihatin.
.
"sudahlah. Ayo kita pulang, kau sendiri lihatkan, si Baekhyun itu …sepertinya memang mengenal Luhan. Kalau sudah begini, kita pakai cara apapun tak mungkin membebaskan Baekhyun". Sehun mencoba menenangkan Chanyeol.
.
"bicara apa kau..".
.
"tak apa, Chanyeol. Dulu aku juga sempat naksir anak sma, itu wajar". Dengan itu Chanyeol menghela nafas, terdengar lega.
.
"yah..sepertinya kau sudah tau. Tapi biar aku suka dengan Baekhyun pun aku akan tetap memihak kebenaran, dia harus dihukum dan dijadikan anak baik, hehehe". Chanyeol nyengir lebar. Mulai memasuki mobil dengan suasana hati lebih ringan.
.
Sehun memiringkan kepalanya sambil melirik Chanyeol. "ya, kau benar. Tetaplah fokus pada tugas".
.
"selanjutnya aku akan mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap Luhan. Satu langkah untuk kemajuan, aku akan meminta bantuan Yifan dan beberapa rekannya". Ujar Sehun.
"wow.. kau yakin? Sampai meminta bantuan mantan tentara bayaran? ". Chanyeol berjengit kaget dengan apa yang Sehun katakan, tapi dia kemudian menimbang-nimbang. "ya, itu ide bagus sebenarnya".
.
"jadi kapan kau akan melakukannya, Sehun?".
.
"aku memerlukan waktu satu bulan untuk istirahat, menangani masalah kecil, dan mengumpulkan informasi tentang Luhan. Bulan ini aku benar-benar sibuk, bahkan setelah pulang aku harus mengerjakan laporan". Keluh Sehun membayangkan tumpukan pekerjaannya.
.
"kh… sama saja sepertiku, tenang saja aku akan membantu perkara Luhan!". Chanyeol tertawa semangat. "kita benar-benar sibuk sampai tidak pernah mencari pacar empat tahun belakangan…hahaha".
.
.
.
.
.
Selama satu bulan tidak didekati, tak merasa dipantau oleh orang tampan yang berusaha menatapnya. Luhan jadi merasa heran.
.
Luhan meraih cangkir tehnya, menyeruput isinya pelan. Kepulan asap menguar. Ini adalah tegukan terakhirnya. Meski masih setengah tersisa, tapi Luhan memilih meninggalkannya. Luhan meletakkan beberpa lembar uang diatas meja, dan meninggalkan café.
.
Bola matanya yang unik terus bergulir, mengamati sekitar. Gedung-gedung, jalanan, anak kecil, wanita, pria, pegawai, pengangguran. Mungkin tak akan ada yang tau jika Luhan terus memperhatikan sekitar, karena hari ini Luhan memakai kacamata hitam.
.
Batinnya bertanya-tanya, dimana si pengganggu itu? Apa dia sudah mati?.
.
Karena tak memperhatikan langkahnya, Luhan tersandung dan menubruk punggung seseorang,wanita dengan anak kecil yang digandengnya.
.
"maafkan aku". Bibir Luhan kelu, karena tak biasa. Luhan membungkuk formal.
.
Wanita itu mengangkat tangannya dan mengibaskannya pelan. "tak masalah, terburu-buru karena ingin kesuatu tempat? Sepertinya kau orang asing? Perlu bantuanku?". Wanita itu meihat cara berpakaian Luhan.
.
Tangan Luhan terkepal erat, mendorong sesuatu yang ingin keluar dari dirinya. Rasa mual pun dihasilkan, Luhan merasa pusing, dan akhirnya memilih untuk menyerah. Dia mencoba rileks saja. Dia hanya harus rileks. Santai saja.
Walaupun tiba-tiba dia merasakan suatu nafsu yang besar, dan matanya terasa berair.
.
"aku …lupa alamat penginapanku". Ujar Luhan. Hembusan angin terasa keluar masuk dari lubang telinga. Merangsang rasa kantuk luar biasa.
.
"ah…memang benar orang asing rupanya". Si wanita menatap anaknya sebentar. "kita bantu kakak ini sebentar ya?".
.
.
.
.
.
Sejak dulu Sehun memiliki kecenderungan untuk hidup menyediri. Sekalipun ia punya teman karena ia begitu disukai, setidaknya dalam satu hari Sehun memerlukan waktu minimal satu jam untuk menyendiri. Orang-orang bilang, karakter penyendiri terlahir dari dua kemungkinan, pertama adalah factor bawaan dari lahir atau keturunan, sementara yang kedua adalah perubahan yang terjadi pada orang itu.
.
Ayah Sehun (almarhum) adalah orang yang mudah bergaul,disegani dan hangat. Ibunya yang sudah usia senja dikenal sebagai pribadi yang kalem, ramah tamah, dan sama-sama hangat. Mereka berdua suka bersosialisasi,tak betah hidup sendiri. Ibu Sehun sekarang meminta untuk ditemani pembantu. Dimasa lalu pula, Sehun tak pernah merasakan tekanan yang membuatnya merubah kepribadian.
.
Ketika duduk dibangku akhir Sekolah Menengah Atas, itu adalah titik penasaran Sehun mengenai kepribadiannnya sendiri. Tapi, kini Sehun tak memusingkannya kembali. Meski banyak orang berpapasan dengannya sambil berbisik-bisik sesuatu yang menurut Sehun tak penting.
.
Seorang pria jangkung, Wu Yifan berulang kali menoleh ketika telinganya menangkap orang-orang yang melewati mejanya dan Sehun. "mereka membicarakanmu, apa mereka tau kau sedang berusaha mengungkap suatu kasus?". Tanya si jangkung.
.
Sehun melirik acuh. "tidak". Lalu kembali melanjutkan makan.
.
"sudah biasa seperti ini ya? Aku heran kau masih menjomblo". Yifan menyunggingkan senyum main-main. Sehun terkekeh tanpa niat.
.
"baiklah, aku sudah selesai makan. Kantin dikantormu ini lumayan juga. Omong-omong apa aku tak dikenali disini?".
.
"mungkin hanya orang-orang lama yang tau, dulu kau juga pernah membantu disini dua atau tiga kali kan?". Sehun meletakkan sendoknya lalu meminum kopi yang tinggal sedikit. "dulu aku yang dengar rumor tentara bayaran masuk kesini juga heran, tapi sekarang aku bungkam saja saat ada yang tanya siapa kau".
.
Disinggung soal profesi, Yi fan kembali tersenyum.
.
Sehun meraih jasnya yang tersampir disandaran kursi. Kemudian berjalan beriringan dengan Yifan. "Chanyeol akan menyusul pukul delapan besok. Jika sudah waktunya akan kuhubungi kau , terimakasih atas bantuannya, Yifan".
.
"tak usah formal begitu. Aku senang hati bisa membantu". Yifan memasuki mobilnya.
.
"sampaikan salamku pada ZiTao". Ujar Sehun sambil membungkuk. Disambut senyuman hangat Yifan yang jarang-jarang terlihat. Mobil sedan lama meninggalkan halaman dan lelaki tampan seorang tinggi.
.
Sehun berjalan menuju mobilnya sendiri. Menyalakan mesin mobil, Sehun terdiam sejenak. Seingatnya masih ada sisa rokok . Sehun menggeliat disekitar tempat duduk dan tak lama menemukannya. Kaca mobil diturunkan. Sehun merokok sebentar, menjernihkan pikiran.
.
Beberapa wanita disudut parkiran melirik Sehun sambil berbisik-bisik. Sehun merasa mereka mengomentari rambutnya yang agak memanjang dibagian poni. Sungguh tak maksud hati Sehun menggoda mereka, saat menyisir poni dengan jari kebelakang. Gerombolan wanita memekik tertahan. Salah dua dari mereka hendak maju malu-malu.
.
Sehun hanya melayangkan senyum. Sikap sopan tetap diterapkan, meski enggan. Lalu dibuangnya batang rokok yang bahkan belum setengah terbakar. Sehun meninggalkan mereka.
.
"ck..sial. satu bulan. Waktu yang cukup untuk menggilas daging manusia , ya kan Luhan? Kuharap kau membersihkan cuilan daging disela gigimu, kheh". Gumam Sehun mengingat artikel orang hilang akhir-akhir ini.
.
Berpikiran negative dan menuduh orang sembarangan. Chanyeol bilang sekarang Sehun suka begitu. Tapi kini perasaan Sehun semakin tajam. seekor lalat yang hinggap dikakinya saat tidur, mati terinjak.
.
Ada dua berita orang hilang dalam satu bulan belakangan. Yang pertama, seorang laki-laki , 22, bujang dan merantau di Seoul. Tiga hari setelah diberitakan,Tim polisi menemukan jasadnya dikaki gunung, yang mana masih banyak terdapat hutan. Tak ditulis secara rinci bagaimana kondisi korban,sebab terlalu mengenaskan. Bahkan pihak televisi pun dilarang merekam. Apabila ada yang ketahuan merekam dan menyebarluaskan kejadian saat itu, hukumlah yang bertindak.
.
Keluarga korban secara tegas juga melarang ada yang mengambil gambar jasad malang.
.
Korban kedua, wanita dan anak kecil yang dilaporkan menghilang leboh dari empat hari oleh lelaki yang notabenenya adalah suami dan ayah dari korban. Sampai saat ini belum ditemukan.
.
Hal lain yang tertulis dibuku catatan Sehun adalah orang yang diperkirakan sebagai antek-antek Luhan. Tak berani menjamin jika seratus persen benar, oleh karenanya Sehun tak menggembar-gemborlan hal ini pada Chanyeol.
.
Ada empat orang dalam daftar. Yang teratas tentu Byun Baekhyun, siswi SMA yang sudah tertangkap polisi. Semenjak ditahan, Sehun tak pernah lagi dengar kabarnya atau mencari tahu soal dia. Kesalahan,mestinya dia tetap mengawasi Baekhyun. Sehun melingkari nama Baekhyun dalam hati. Dia juga sudah berkata akan membesuk Baekhyun. Ini bisa diatur setelah pertemuannya dengan Luhan.
.
Berikutnya adalah dua orang yang pernah membesuk Ibu Kim. Bukan keluarga.
.
Terakhir, Sehun menulisnya dengan pensil, agar sewaktu-waktu mudah dihapus. Park Chanyeol. Nama temannya.
.
.
.
tbc.
.
.
.
a/n : udah berapa bulan coba ga update ?
duh...maaf ngaret banget. seperti yang kalian lihat begini lah jadinya. maaf lama dan ngga memuaskan T.T
.makasih buat yang udah review yak. makasih banget.
