aku kembali nih gaes! makasih ya yang udah ngereview atau yang udah follow dan ngefavoritkan ff ku yang masih amat sangat mempunyai kekurangan ini! aku juga mau makasih yang udah memberikan saran buat aku! jujur seneng banget ketika ada yang mau ngereview ff ku ini sampai aku baca disetiap aku buka internet. di chapter ini aku udah mulai ada mungkin sedikit konflik! mungkin sih! di chapter ini aku masukin jin BTS, tapi dengan marga yang diganti, aku minta maaf untuk itu, ini demi tututan peran. karena ff ini hasil berfikirku sendiri aku mohon jangan copas ff ini! oke langsung aja gaes. oh yaa jika kalian menemukan kalimat yang bergaris miring itu berarti suara orang dari telpon.
.
.
.
.
.
.
.
~~Because Of You~~
Chapter 2
Cast : Park Chanyeol as Park Chanyeol
Byun Baekhyun as Byun Baekhyun
Oh Sehun as Oh Sehun
Wu Yifan as Byun Yifan
Huang Zitao as Huang Zitao
Other Cast : Park Yoochun
Kim Junmyeon
Zhang Yixing
Kim Jongin
Do kyungsoo
.
.
.
~~A.F.G~~
.
.
.
~~~happy reading~~~
.
.
.
.
.
.
.
.
Sehun memacu motor sportnya dijalanan seoul dengan kecepatan tinggi pukul 3 pagi. Ia sudah biasa dengan kehidupan liar saat malam hari, bukan pertama kalinya sehun pulang saat menjelang subuh seperti ini, bahkan sehun pernah pulang pada siang hari dan berakhir dengan bolos sekolah. Motor sport sehun memasuki kawasan rumah yang elit, tempat bernaungnya sejak berumur 8 tahun bersama kakak laki lakinya Oh Seokjin. Dan ayahnya. dan pada saat itu ibunya memilih pergi karena ayah sehun yang sering membawa wanita lain pada malam hari, dengan kata lain ayah sehun sering tidur dengan jalang murahan yang dia dapatkan di klub klub mahal.
"kau baru pulang?" sebuah suara menginstrupsi saat sehun berjalan dengan santai melewati ruang tamu, sehun menghentikan langkahnya. Disitu ayahnya sedang duduk menikmati segelas wine dingin dan botol wine yang teletak dimeja dengan gaya angkuhnya. Ya gaya angkuh sehun diturunkan dari ayahnya, Oh Hyunbin.
"apa kau sekarang mencoba memperdulikanku?" ucap sehun dingin tanpa menoleh kearah ayahnya.
"semakin dewasa kau semakin senang sekali berontak dari ku" ayah sehun kembali meyesap wine yang ada ditanganya masih dengan gaya angkuhnya. Sehun membalikan tubuhnya menghadap ayahnya dengan malas.
"aku bukan seokjin anak yang kau banggakan itu! Lagi pula menurutku seokjin hyung itu bukan anakmu tapi robot penurutmu, jadi berhentilah untuk menjadi ayah yang baik saat kau menjadikan anakmu sebagai mainanmu Oh Hyunbin!" ucapan sehun memang rendah namun penuh dengan penekanan, membuat raut wajah ayahnya mengeras dan itu membuat sehun puas.
"kau kaget? Karena aku lebih mengerti dirimu ketimbang dirimu sendiri?"
"cih, jadi ini hasil dari aku membesarkan mu?"
"jadi kau berfikir kau yang membesarkanku? Bukan uangmu itu?"
"JAGA UCAPANMU OH SEHUN BAHKAN AKU MALU ADA MARGA KU DI NAMAMU" ayah sehun membanting gelas winenya kearah sehun hingga sebagian wine yang ada didalamnya tumpah kesepatu yang sehun kenakan, berterimakasihlah kepada jeans sehun yang tebal sehingga tidak melukai bagian bawah kakinya, namun bentakan itu tidak sehun perdulikan.
"JIKA KAU TIDAK MAU AKU SATU MARGA DENGANMU SEHARUSNYA KAU MEMBUANGKU JUGA PADA SAAT KAU MEMBUANG IBUKU SEPERTI SAMPAH! SEHINGGA AKU TIDAK TERSIKSA DINERAKA INI!"teriakan sehun mampu membuat siapapun bergidik ngeri. Pengtengkaran antara seorang anak dan ayahnya akhirnya selesai setelah sehun meninggalkan ayahnya yang masih bernafas dengan tidak beraturan, ia keluar dari rumah dengan membanting pintu lalu menaiki motor sportnya dan melajukanya dengan sangat gila.
Dengan perasaan kacau saat ini sehun tidak mempunyai tujuan kemanapun ia hanya butuh pelampiasan untuk saat ini. Saat melintasi sebuah permukiman sehun melihat seorang gadis berambut hitam sebahu yang ia kenal sebagai murid excel yang masuk kekelasnya satu minggu yang lalu, gadis itu baekhyun. Baekhyun sedang membawa sekotak besar susu lalu dibagikan kerumah rumah. Sehun pun menghentikan motornya.
"jadi kau memang kaum rendahan yaa?" sehun mengeluarkan smartphonenya lalu memotret aktivitas baekhyun yang menurutnya menjijikan itu, setelah memotret baekhyun ia pun segera pergi menginggalkan kawasan tersebut.
.
.
.
.
.
~~A.F.G~~
Baekhyun menyusuri lorong panjang sekolahan barunya hingga ia menemukan sebuah ruangan lalu memasukinya, sudah seminggu baekhyun bersekolah disini jadi ia tidak begitu kebingungan saat mencari ruang ruang yang ada disini. Sekolah ini memang terlalu luas bagi baekhyun bahkan ukuran rumahnya hanya seluas kamar mandi sekolah. Dari banyaknya guru yang ada diruangan tersebut pastilah baekhyun sedang berada diruang guru, saat pelajaran tadi shim seonsaengnim menyuruhnya keruangan guru.
"kau murid excel yang baru dipindahkan seminggu yang lalu kan?"
"nde seongsaengnim" baekhyun menundukkan badan dengan sopan.
"mungkin buku ini akan membantumu! Bawalah pulang jangan lupa mempelajarinya" shim seongsaengnim menyerahkan beberapa buku tebal kepada baekhyun dengan ramah.
"termakasih seongsaengnim! Ini sangat membantu saya" baekhyun mengambil semua buku yang diberikan kepadanya lalu membukuk sopan kepada shim seongsaengnim.
"baiklah kau boleh keluar sekarang"
"permisi shim seosaengnim" shim seongsaengnim mengangguk.
"dia murid excel yang miskin itu kan?" sayup sayup baekhyun mendengar seorang guru wanita membicarakannya.
"enak sekali di mendapat kelas tempat anak anak penjabat dan petinggi berada disana" sahut guru lain.
"kudengar ia juga sudah berkerja paruh waktu dibeberapa tempat"
"cih, menjijikan sekali!" baekhyun mengacuhkan semua pembicaraan para guru wanita tadi dengan wajah santai, baekhyun harus bertahan, tujuanya hanya lulus lalu membuktikan kepada semua orang bahwa keluarganya juga dapat diperhitungkan.
Membawa beberapa buku yang sangat tebal bukanlah sesuatu yang mudah bangi baekhyun apalagi dia adalah seorang gadis yang baru memasuki usia 17 tahun, baekhyun harus melakukannya sendiri, mustahil meminta bantuan dari siswa lain, pasalnya baekhyun belum memilik teman sama sekali.
BRUK...
Saat akan menaiki tangga baekhyun tidak sengaja bersenggolan dengan seseorang siswi.
"kau tak apa?" tanyanya santun kepada baekhyun.
"hmm" baekhyun mengumuti semua buku yang berserakan dilantai, siswi yang menabraknya pun membantunya.
"oh bukankan kau satu kelas dengan ku? Kau murid baru itukan?" murid baru? Baru pertama kali baekhyun mendengar seseorang menyebutnya dengan murid baru bukan murid excel atau murid miskin.
"kenalkan! Aku Huang Zitao" baekhyun memandang senyum manis yang melekat pada wajah cantik tao. Dari penampilan tao jauh lebih elegan dari baekhyun, rambut hitam sepinggang yang ia gerai sama seperti baekhyun hanya saja tidak ada poni yang mengantung dipelipisnya, sepatu kets pink yang manis mengbingkai kakinya dan kaos kaki putih panjang yang membungkus kaki jenjangnya, tidak seperti siswa perempuan lain yang memakai make up tebal tao hanya bermake up sederhana menjadikan dia terlihat cantik natural dan yang membuat baekhyun kagum adalah tao adalah satu satunya murid yang mau memperkenalkan diri dengan baekhyun.
" Byun Baekhyun imnida" seulas senyum cantik baekhyun keluarkan untuk kesan pertamnaya dengan teman pertamanya.
"kau akan kekelas bukan?" baekhyun mengangguk.
"baiklah ayo aku bantu kekelas, kau pasti kesusahan membawa semua buku ini"
"tapi bukankah kau memiliki urusan sendiri tao-shi?"
"sebenarnya iya! Tapi aku lupa dengan itu dan satu lagi jangan memanggil ku dengan seformal itu baekhyun" lagi tao memberikan seulas senyum kepada baekhyun dan merebut beberapa buku yang dibawa baekhyun. Baekhyun kembali kagum dengan tao disaat siswa lain menjauhinya karena baekhyun tidak sederajat dengan mereka. namun tao, dia mau membantunya. Baekhyun dan tao pun berjalan menuju kelas mereka.
Saat perjalanan kekelas, baekhyun dan tao melihat banyak siswa yang bergerumbul di papan mading, mereka seperti melihat tontonan yang sangat menarik, saat mereka melihat baekhyun, mereka tertawa dengan sinis baekhyun bahkan dapat mendengar beberapa siswa memberikan sebuah hujatan.
"kalian melihat apa?" tao yang penasaranpun mendekat kearah para siswa.
"dia datang" ucap salah satu dari mereka, tao pun melihat kearah yang siswa itu tatap, mereka bukan menatap tao. Yaa mereka semua menatap baekhyun dengan tatapan sinis yang biasa baekhyun terima. Tao pun melihat papan mading yang penuh dengan foto foto baekhyun yang tengah mengangkat sebuah kotak susu besar, disalah satu foto tampak juga baekhyun tengah meletakan sebuah kaleng susu didepan sebuah rumah, lalu tao melihat keatas mading yang bertuliskan 'bukankah itu sangat menjijikan?', taopun penuh marah meliah tulisan tersebut, lalu tao merobek semua foto dan tulisan yang ada dipapan mading.
"cih kekanak kanakan sekali! SIAPA YANG MELAKUKAN INI HAH?" semua siswa hanya diam mendengar teriakan tao. Baekhyun bukahlah gadis bodoh, baekhyun tau bahwa yang tengah mereka tertawakan adalah fotonya saat kerja membagikan susu saat pagi hari.
"KALIAN TULI HAH? AKU TANYA SIAPA YANG MEMASANG FOTO INI?" tao membanting buku yang tengah ia bawa.
"kami tidak tau" jawab salah satu dari mereka. hanya gadis bermata bulat itulah yang berani menjawab.
"lalu apa yang kau tertawakan?" ucap sinis tao.
"apa yang aku tertawakan jelas saja aku menertawakan si miskin excel itu kau puas?"
"apanya yang lucu hah? Dengan menyebarkan privasi orang kau tertawa?" kini baik tao ataupun siswa tadi menginggikan suaranya.
"sudah aku katakan bukan aku yang menyebarkannya?"
"lalu siapa? Kau menganggap bahwa kau lebih baik dari baekhyun?"
"jelaslah"
"cih, jadi kau bangga dengan perusahaan ayahmu yang hampir bangkrut itu?" gadis tersebut diam seketika mendengar ucapan tao. Semua siswa yang ada disana pun tercengang dengan pengakuan tao. Tak kecuali baekhyun.
"aku ingatkan ya! Ayahku seorang hakim paling terkenal dikorea dan ibuku seorang kolega bisnis, jadi berita semacam itu sudah biasa aku dengarkan dari mereka saat makan malam" ucap tao kasar.
"dasar keparat" gadis itu meraih rambut tao dan menjabaknya dengan keras taopun tidak kalah diraihnya rambut gadis itu yang secara fisik lebih kecil dari pada tao, dan aksi jambak menjabakpun tak terelakkan dengan umpatan umpatan yang mereka keluarkan dari mulut mereka mebuat suasan menjadi ricuh. baekhyun ingin memisakan keduanya namun apalah daya baik tao maupun gadis itu sangat agresif.
"kau lihat apa yang kau lakukan?" baekhyun menoleh ke sampingnya, disana chanyeol berdiri dengan santainya melihat pertengkaraan yang terjadi antara tao dan gadis tersebut.
"hah! Menyusahkan sekali" chanyeolpun mendekat kearah dua orang yang tengah berperang tersebut. Chanyeol meraih tangan tao dengan kasar.
"SIAPA YANG MEMBUAT KERIBUTAN INI?" semua murid berhamburan lari tak kecuali gadis yang tadi berduel dengan tao, saat seorang guru berteriak dengan lantangnya. Namun tao, baekhyun dan chanyeol masih berada ditempat dan tak begeming.
"benar benar sialan" ucap chnayeol.
"kalian jangan mencoba untuk lari" guru dengan kacamata mengbingkai kedua matanya tersebut menghampiri mareka berdua.
.
.
.
.
Dan disini chanyeol, tao, dan baekhyun menjalani hukumannya, mereka dihukum atas tuduhan mengotori lingkungan sekolah dan merusak fasilitas sekolah. Membersihkan semua lapangan tennis, mereka harus memasukan semua bola tennis yang berserakan kedalam keranjang yang sudah disediakan.
"ahh, panas sekali!" tao mengelap peluhnya yang sudah sebesar biji jagung di pelipisnya.
" maafkan aku tao" ucap baekhyun lirih.
"kau tak perlu minta maaf baek, ini sepenuhnya salah ku, santai saja"
"tapi semua ini berawal dari foto itu"
"mereka yang salah baek, apalagi si gadis itu cupu sekali dia. Cih jika kau bertemu dengannya lagi aku akan membunuhnya!" baekhyun tertawa mendengar gerutuan dari tao.
" kau tertawa? Kau cantik kalau tertawa tertawalah terus baek"
"kau ini bisa saja"
"kau benar benar cantik baek, aku iri padamu"
"kau membuatku malu tau!"
"aku rasa kita dapat bermain dengan memanfaatkan bola bola ini baek" tao mulai melemparkan bola bola yang sudah mereka masukkan kedalam keranjang kearah baekhyun. Baekhyun yang merasa terdesak pun membalas perbuatan tao, perang bolapun tak terhindarkan. Tak lama mereka berduapun tertawa bersama.
Dan tanpa mereka sadari satu satunya lelaki yang bersama mereka ikut tersenyum melihat komunikasi antara mereaka berdua. Seorang park chanyeol tersenyum.
.
.
.
.
.
Chanyeol membuka pintu besar berwarna coklat tua dirumahnya. Membersihkan sebuah lapangan tennis yang sangat luas membuatnya merasa lelah, chanyeol langsung masuk kekamarnya lalu membersihkankan diri dikamar mandi. Setelah selesai membesihkan diri chanyeol keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah.
"tuan muda, tuan besar sudah pulang" ucap salah satu pelayan yang ada di rumah chanyeol
"baiklah" chanyeol pun turun ke lantai dasar dengan wajah yang riang, yaa wajah es nya hanya ia tampilkan disekolah selebihnya ia akan memaerkan wajah hangatnya kesemua orang tak terkecuali. Di meja makan chanyeol melihat kakeknya duduk di ujung meja makan akan menikmati makan malam, tanpa basa basi chanyeol mengambil duduk disamping kakeknya.
"kau tampak senang sekali hari ini chan?" ucap Park Yoochun, Kakek chanyeol .
Sejak kecil chanyeol memang dirawat oleh kakek kesayangannya, karena Park Jungsoo, ayah chanyeol dan Han Hyunjin ibu chanyeol telah meninggal dari chanyeol kecil. Chanyeol dibesarkan oleh rasa kasing sayang yang kakek berikan kepadanya. Disela sela kesibukannya yoochun rela pergi menjemput chanyeol yang kala itu masih duduk dibangku taman kanak kanak, pulang makan siang dirumah dan meninggalkan rapat penting bersama kolega bisnis lainya demi melihat chanyeol makan dengan lahap, mengikuti setiap acara yang diikut chanyeol disekolahnya, mendukung apapun keputusan chanyeol, memberikan pelukan hangat saat chanyeol bermimpi buruk saat malam hari. Semua itu dilakukan yoochun demi kegembiraan chanyeol.
"yah begitulah kek!" chanyeol mulai melahap masakan bibi shin.
"kau baru pulang? Bukankah kau hari ini tidak ada jadwal ekstra kulikuler, lalu kenapa kau pulang selarut ini?" yoochun mengamati rambut chanyeol yang masih basah seperti baru selesai mandi
"aku tadi membersihkan lapangan tennis"
"sendiiri?"
"ah, tidak aku dibantu teman ku, baekhyun dan zitao"
"seperti nama seorang gadis"
"memang"
"memang kenapa kau membersihkan lapangan tennis?" tanya yoochun yang penasaran. Sekolah chanyeol bukanlah tipe sekolah yang menjadikan muridnya sebagai pembantu bersih bersih sekolah.
"aku selesai kek! Aku harus ke atas banyak tugas yang harus aku kerjakan malam ini, terimakasih makanannya" chanyeol bangkit dari kursinya lalu berlari menaiki tangga menuju kamarnya dilantai dua. Chanyeol tahu bahwa pasti kakeknya akan menanyainya tentang kenapa ia bisa sampai membersihkan lapangan tenis, namun chanyeol sudah mengantisipasinya. di kamar chanyeol tidak mengerjakan apapun seperti ucapannya kepada yoochun tadi melainkan bermain game yang ada dikamarnya, namun setelah sekian lama nntah mengapa malam ini chanyeol ingin sekali berjalan jalan malam, sudah lama chanyeol tidak berjalan jalan malam hari. Chanyeol lantas meraih mantel hangatnya lalu pergi keluar.
.
.
.
.
" uang anda 10 ribu won. Ini kembalianya. Terimakasih!" Baekhyun melayani pelanggan kedai kopi junmyeon dengan wajah yang bersinar, tidak seperti kemarin kemarin yang tampak murung. Junmyeon yang melihatnya pun ikut senang pasalnya ia sudah menganggap baekhyun seperti adiknya sendiri.
"apa kau mendapat lotre hari ini baek" junmyeon berjalan medekati baekhyun
"jangan terlalu mendekat nanti yixing noona salah paham"
"kau seperti tidak tau yixing saja, dia akan marah sekarang lalu akan lupa setelah 3 menit selanjutnya"
"itu yang membuatmu jatuh cinta kepadanyakan?" baik junmyeon maupun baekhyun sekarang tertawa dengan percakapan mereka.
" jadi apa yang membuatmu secerah ini hm?"
"tidak ada"
"kau berniat membohongi ku hah?" suara junmyeon meninggi, sontak membuat semua pembeli menoleh kearahnya.
"kenapa kau meninggikan suaramu? Disini masih banyak pelanggan" baekhyun menepuk bahu junmyeon hingga junmyeon sadar dengan tatapan tak sedap dari para pembeli .
"kau yang tidak mau bercerita dengan ku" junmyeon kin berbicara dengan lembut kepada baekhyun
"jangan seperti itu! itu sangat menjijikan"
"jadi kau tak mau bercerita kepadaku baek!"
"akan aku ceritakan kapan kapan, sekrang aku masih berkerja"
"ayolah baek" rengek junmyeon seolah olah ingin di belikan es krim oleh ibunya.
"baiklah baiklah! Aku mendapatkan teman baru di sangmun" baekhyun berkata dengan wajah santai tapi dengan kegembiraan yang terpancar jelas diwajahnya.
"dia laki laki atau gadis?"
"gadis"
"cantik?" baekhyun mengangguk
"coba kenalkan dia padaku baek!" baekhyun memukul bahu junmyeon kembali
"yak! kau sudah mempunyai yixing noona, kau ingin aku dibunuh yixing noona hah?"
"aku hanya bercanda baek, tidak usah berlebihan begitu"
"bercanda mu tidak lucu"
Drrrtt... Drrrttt...
Junmyeon mengambil lempengan persegi di sakunya, lalu melihatnya dengan wajah yang terkejut.
"yixing memvideo call ku baek" ucap junmyeo gugup
"tunggu apalagi cepat angkat" junmyeon menggeser layar berwarna hijau lalu diangkatnya smartphonenya hingga dapat bertatap dengan yixing begitupun sebaliknya.
'kau sedang apa?' pertanyaan pertama yixing kepada junmyeon.
"aku masih dikedai, memangnya kenapa?"
'ahh tidak apa apa! aku hanya rin_ Tunggu bukankah itu baekhyun? Kau berduaan lagi dengan baekhyun?' junmyeon gelagaban saat yixing mengetahui bahwa baekhyun bersamanya
"mungkin kau hanya salah lihat" junmyeon pun menjauh dari baekhyun. Baekhyun yang melihatnya pun hanya tertawa riang melihat yixing yang selalu cemburu kepadanya.
'tidak tadi aku meilhatnya disamping mu'
"itu kan tadi sekarang tidak ada" akhirnya suara junmyeon hilang di persimpangan antara dapur kedai dengan ruang kerja junmyeon .
Ting... Ting...
"selamat datang" ucap baekhyun ramah saat mengetahui ada pelanggan baru yang masuk kedai, namun alahkan terkejutnya baekhyun saat tahu siapa yang ada dipintu tersebut. Dua sosok dengan tinggi yang hampir sama dengan ketampaan yang menguar yang satu berwajah sedingin es yang satu lagi berwajah lebih lembut. Di sana terlihat dua lelaki yang berada satu kelas bersama baekhyun.
Baekhyun sekarang berhadapan dengan...
...
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Oh Sehun dan Park Chanyeol.
sekali lagi aku minta maaf jika ff ini masih kurang fell nya. aku minta maaf banget. jika kalian lebih semangat ngereview aku juga makin sering updet ini ff. aku masih kelas 10. mungkin diantara kalian ada yang sebaya dengan aku? maaf ya jika ada typo yang berlebih. oh yaa salam kenal jugaa!
.
.
.
Kayen kidul, Kediri
