haaaiiiiiii gaes, maaf ya aku telat updetnya... karena masih sibuk untuk ujian kenaikan kelas, sekali lagi maaf banget. oh ya ff ini hasil pemikiran ku sendiri jadi haram banget untuk copas tanpa seijinku, kecuali kalau kalian hanya terinspirasi dari ff ku ini. di bawah nanti ada sedikit pemberitahuan dari ku jadi mohon dicaba yaa gaes.
.
.
.
.
.
.
~~~~~Because Of You~~~~~~~~
Chapter 3
Cast : Park Chanyeol as Park Chanyeol
Byun Baekhyun as Byun Baekhyun
Oh Sehun as Oh Sehun
Wu Yifan as Byun Yifan
Huang Zitao as Huang Zitao
Other Cast : Park Yoochun
Kim Junmyeon
Zhang Yixing
Kim Jongin
Do kyungsoo
.
.
.
.
.
Kalah taruhan untuk pertama kalinya mengharuskan sehun untuk menerima semua permintaan teman satu geng, membelikan mereka semua kopi tanpa pesan antar. Sehun memacu motornya membelah kota seoul mencari kedai kopi permintaan teman temannya tadi, jika saja sehun yang menentukan kedai kopi yang akan ia beli mungkin ia tak akan susah susah mencari kedai coffe kim yang teman temannya minta. Tidak ada yang paling sial bagi sehun selain menjadi pesuruh teman satu geng dengannya. dipinggir jalanan seoul akhirnya sehun menemukan kedai kopi bernama coffe kim.
.
.
.
Chanyeol berjalan jalan mencari udara segar pada malam hari dengan earphone yang terpasang dikedua telinganya, tentu saja tanpa sepetahuan kakeknya, jika saja kakeknya tahu bahwa ia berkeliaran pada malam hari, pasti kakeknya akan meceramahinya sampai telinganya panas. Kegiatan ini sudah chanyeol jalani saat masih smp untuk mengusir stress akibat pelajaran, namun itu jarang sekali. Di tengah tengah acara jalan jalan malam, chanyeol merasa tenggorokannya kering mengingat bahwa chanyeol belum minum apapun dari rumah hingga sekarang, bahkan saat makan malam bersama yoochun tadi chanyeol tidak minum. Kini mengedarkan padangan disekitar guna mencari sesuatu untuk mengurangi rasa hausnya, tatapan mata chanyeol tertuju oleh salah satu kedai kopi yang lumayan ramai didepannya.
.
.
.
.
.
"selamat datang" ucap baekhyun ramah pada pelanggan yang masuk kedai, namun alahkan terkejutnya baekhyun saat tahu siapa yang ada dipintu tersebut. Disana berdiri Chanyeol dan Sehun secara bersamaan. Chanyeol juga Sehun pun tak kalah terkejut melihat Baekhyun dibalik meja kasir kedai yang mereka kunjungi tersebut, namun Sehun memilih untuk menyembunyikan rasa terkejutnya, lalu mendekati tempat berdirinya Baekhyun, sedangkan Chanyeol hanya diam ditempat.
"hey! Bukankah kau kesini untuk membeli segelas kopi?" ucap sehun dengan membalikan badan menatap chanyeol yang masih dengan wajah terkejutnya. Seakan tersadar chanyeol pun mendekat kearah sehun dan baekhyun.
"tolong berikan aku 4 gelas Americano!" ucap sehun sambil memperlihatkan senyumannya yang angkuh
"baik"
"oh sepertinya aku mengenal mu, bukankah kau murid excel itu? Jadi kau benar benar miskin yaa?" baekhyun hanya diam tidak menanggapi perkataan sehun.
"aku tak menyangka akan bertemu denganmu disini, dan yang lebih mengejutkan lagi aku datang bersamaan dengan pangeran sangmun high school" sehun menoleh melihat chanyeol yang masih tidak mengeluarkan sepatah katapun disampingnya. tak berapa lama pun pesanan sehun datang.
"ini Americano anda" baekhyun menyerahkan americano pesanan sehun yang sudah dimasukan kedalam kemasan yang mudah dibawa.
"oh? Tidak usah berbicara formal kepadaku! Bukankah kita satu kelas hemm?"
"semuanya 12 ribu won" tanpa menghiraukan ucapan sehun, baekhyun memberitahu nominal yang harus sehun bayar. Sehun mengeluarkan dompetnya lalu memberikan selembar uang kepada baekhyun.
"kau ambil saja kembaliannya" 100 ribu won ada ditangan baekhyun, baekhyun memandang uang yang sehun berikan kepadanya. Bahkan uang kembalian sehun 7 kali lipat dari yang harus sehun bayar untuk 4 gelas Americano. Baekhyun hanya berfikir mudah sekali bagi sehun mengeluarkan uang yang tidak sedikit, berbeda dari baekhyun yang harus pintar mengelolanya. Kadang hidup memang sedang menertawakan baekhyun.
"terimakasih, silahkan berkunjung lagi"
"ya! itu pasti, tapi kau yakin tidak akan menyesal dengan itu? aku bisa saja mengajak teman satu geng ku Oh! atau aku bisa saja mengajak teman satu kelas atau kau mau aku mengajak satu seko_"
"hentikan" kini chanyeol bersuara dengan lirih namun terkesan mematikan.
"kau bebicara padaku?" sehun menyautnya dengan tak kalah dingin dari chanyeol.
"aku bilang berhenti! Kau tidak mendengarkan ku, HAH?"
" ciih! Apa kau sekarang berlagak menjadi seorang pangeran yang akan diangkat menjadi raja? kenapa? Kenapa tidak dari tadi hah?"
"aku tidak tau maksudmu, jadi tutup saja mulut mu itu brengsek!"
"jelas kau tidak tau, kau hanya pangeran bodoh jadi memang kau tak tau apa apa, apa yang harus aku harapkan dari pangeran bodoh seperti mu?"
"AKU BILANG TUTUP MULUT MU BRENGSEK!" baekhyun terkejut dengan tindakan chanyeol kali ini. Chanyeol mencengkram kerah jaket yang sehun pakai, membuat semua pengunjung memperhatikanya, namun tindakan yang sehun lakukan adalah tetap santai. Seolah tak peduli dengan para pengunjung chanyeol menambah kekuatan cengkramannya.
"jika kalian kesini untuk membuat kerusuhan dengan bertengkar, aku harap kalian pergi tempat ini!" ucap baekhyun penuh dengan penekanan.
"kau lihat? Kau membuat dia takut pangeran park!" sehun melepaskan cengkraman chanyeol, lalu memandang ke arah baekhyun dan masih dengan gaya angkuhnya. Dengan nafas yang belum teratur chanyeol berjalan meninggalkan kedai.
"jadi dia kesini hanya melihat aku membeli minuman? Aku pastikan aku akan mampir lagi kesini murid excel" ucap sehun, Jelas kepada baekhyun. Baekhyun hanya memandang chanyeol dan sehun yang meninggalkan kedai.
Setelah keluar dari kedai chanyeol tidak langsung pergi dia masih menunggu sehun yang pasti juga akan keluar tak lama lagi. Sehun melihat chanyeol didepan kedai, sehun bukan orang bodoh. Sehun tau chanyeol pasti menuntut pembalasan atas apa yang dilakukannya tadi.
BUGH...
"apa yang kau lakukan brengsek?" ucap sehun marah.
"kau tak lihat aku menyenggol minumanmu hingga jatuh dengan sengaja TUAN OH"
"kau pikir kau menang hanya dengan menjatuhkan minumanku begitu?"
"memang tidak!" chanyeol kembali mencengkram kerah jaket sehun.
"Tapi ini hanya sebagai peringatan kepadamu, jika kau mencoba mengusikku lagi aku tidak akan segan segan untuk membuatmu seperti minumanmu ini" ancam chanyeol.
"kau bilang aku mengusikmu? Bahkan aku belum memulainya sama sekali! Tapi kau sudah berbicara kau akan membuatku seperti minuman yang kau hancurkan itu? Ciih.. Kau lucu sekali!" kini sehun mencengkram kerah mantel chanyeol, mereka berdua saling mencengkram kerah masing masing dengan mata yang memancarkan kemarahannya.
"aku tidak main main dengan perkataanku kau harus ingat itu!" chanyeol melepas cengkramannya tak lupa cengkraman yang sehun berikan padanya juga ia lepas lalu berjalan pergi dari sehun.
"Ciih munafik sekali! KAU TIDAK SEDANG BERNIAT MELIDUNGI DIA KAN?" chanyeol berhenti ketika suara sehun menggema digendang telinganya. Chanyeol tidak bodoh yang sehun maksud saat ini adalah baekhyun. Namun tidak lama hal tersebut terjadi, chanyeol melanjutkan langkahnya meninggalkan sehun. Sehun yang masih ditempat dengan memandang punggung chanyeol menjauh, tak lama setelah itu padangannya jatuh keminuman yang chanyeol jatuhkan menendang minuman yang sudah hancur tersebut hingga semakin hancur. Sehun masih ingat perkataan ayahnya saat sekolah dasar waktu itu.
"kau selalu selangkah dibelakang chanyeol bisakah kau satu langkah didepan chanyeol? Jangan menjadi bayangannya saja! Kau mengerti?"
Manik sehun melihat baekhyun yang tengah berdiri dipintu kedai, terlihat baekhyun memang sedang melihatnya dengan tatapan yang sehun benci yaitu tatapan seolah olah kasihan, yaa sehun sangat benci tatapan seperti itu. dengan kemarahan yang belum tuntas ia manaiki motor sport nya dan melajukanya seperti orang kesetanan.
Sementara di tempat yang berbeda dengan suasana berbeda juga. terlihat Tao keluar dari toko buku, baginya menghabiskan waktu dirumah dengan orangtuanya yang sering pulang larut merupakan hal yang membosankan, maka dari itu tao sering menghabiskan waktunya diberbagai tempat tak kecuali toko buku seperti saat ini. Tao membuka tas mininya lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"yeoboseo! pak lee! Jangan jemput aku yaa!"
"_"
"ahh, selalu saja seperti itu, ayolah pak lee!"
"_"
"aku pasti akan baik baik saja pak lee"
"_"
"ayolah jangan mengadu pada eomma"
"_"
"pak lee tidak ingat aku juara nomer 1 wushu"
"_"
"terimakasih pak lee!" selesai menelpon sopir kesayangannya tao memasukkan ponsel nya kedalam tas. Dan tanpa tao sadari sejak keluar dari toko buku ia telah diincar oleh seseorang. Orang itu seperti mengincar tas mini yang dibawa tao.
"YAK! TAS KU" dengan pergerakkan cepat orang tersebut menarik tas tao lalu membawanya lari.
"AISHHH! JANGAN LARI KAU JAMBRET! YA AMPUN TIDAK ADA SESEORANG YANG BERNIAT MEMBANTUKU APA?" tao yang mengejar pencopet tersebut pun hanya dapat berbicara apa yang ada dipikirannya.
"sial disaat seperti ini wushu ku tidak berguna"
BUGHHH...
Sebuah tas mendapat tepat di kepala si pencopet hingga pencopet itu hilang keseimbangan lalu jatuh tersungkur. Kesempatan ini tao gunakan untuk mengambil tas mininya. Lalu seorang lelaki meraih kerah baju pencopet tadi lalu memukulnya. Tanpa menghiraukan orang yang melihatnya lelaki berseragam sekolah itu terus memukuli pencopet tadi.
BUGHH
Satu pukulan mengenai tepat wajah pencopet.
BAGHHH
Pencopet pun tidak mau kalah dengan lelaki tersebut, dipukulnya tepat wajah lelaki tersebut.
BUGHHH
Seakan tak mau kalah lelaki terus memukuli pencopet.
BUGHH
Lelaki itu terus memukuli pencopet dengan bringas, hingga pencopet benar benar tersungkur ditrotoar jalanan pada malam itu.
"gwanchana?" tanya lelaki tadi pada tao yang masih syok.
"nde" jawab tao singkat. Lelaki tadi yang mengetahui tao baik baik saja segera mengemasi tas yang ia pakai untuk melempar pencopet tadi, lalu ia mengambil ponselnya.
"yeoboseo? Kantor polisi? Aku pelajar kelas 3 SMA, aku ingin melaporkan seorang pencopet tidak tau diri yang mencopet tas seorang gadis lemah"
"_"
"oh!" lelaki tadi memperhatikan dimana sekarang dia sekarang ini.
"saya berada disekitar area gangnam"
"_"
"nde! Gamsahamida"
Tao yang masih panik tetap memeluk tas mininya erat erat.
"kenapa kau mau menolongku?" ucap tao lirih karena masih syok dengan apa yang terjadi.
"aku hanya tidak ingin kau menjadi trending topik, seorang atlet wushu juara pertama harus kalah dengan pencopet sialan ini" lalu lelaki tadi meninggalkan tao sendiri. Tao masih diam ditempat takbergeming, lalu matanya menangkap sebuah benda yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Diambilnya benda tersebut. Benda itu adalah name tag pelajar dengan nama bertuliskan, Byun Yifan.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi ini semua murid dikejutkan dengan berita yang tertampang dimading sekolah. Disana tertulis DO corp mengalami penurunan saham yang cukup extrim, berbeda dengan perusahaan lain yang mengalami peningkatan saham, penurunan saham DO corp hampir menyentuh angka 75% . berita berita seperti itu memang sering keluar dimading sekolah sangmun, tidak seperti sekolah pada umumnya mading sekolah ditunjukan untuk memamerkan kreatifitas atau prestasi siswa. Mading disekolah ini malah menampilkan sederet peningkatan atau penurunan saham perusahaan yang ada dikorea yang pastinya salah satu murid disana akan mewarisi perusahaan tersebut, tak jarang berita memalukan siswa yang termasuk kaum rendahan yang muncul dipapan mading hal tersebut menjadi bahan penggosip siswa dan menjadi bumerang bagi korban gosip. Baekhyun juga sudah malas dengan berita turun atau naiknya saham dari perusahaan yang salah satu murid, toh tidak ada gunanya melihat hal tersebut, saat semua siswa sibuk melihat papan mading dengan satainya baekhyun berjalan seolah tidak ada apa apa di papan mading.
"baekhyun –ah" baekhyun menoleh ketika merasa dipanggil seseorang. Benar saja disana tao melambaikan tangan, baekhyun tersenyum lalu membalas lambaian tangan tao.
"yak, kenapa kita seperti sepasang kekasih yang akan kencan" tao menggoda baekhyun dengan memukul kecil lengan baekhyun.
"apakah terlalu terlihat?" kini giliran baekhyun yang menggoda tao.
"ehh, aku ini masih normal"
"benarkah?"
"yak! byun baekhyun" tao memukul mukuli baekhyun dengan tas brandednya, bukan bermaksut pamer. Ini memang sudah sering mereka lakukan memenjak mereka kenal satu sama lain, karena tao hanya kenal dengan baekhyun disekolah ini, begitupun juga sebaliknya. Baekhyun berlari menjauh saat mulai terdesak oleh tao, tao pun tak mau kalah ia mengejar baekhyun. Dan aksi kejar mengejar dikordor tersebut masuk kemanik chanyeol yang berada diujung koridor. Saat pertama masuk sekolah tadi chanyeol dikejutkan dengan baekhyun yang melambaikan tangan seperti kearahnya, namun dugaan chanyeol salah. baekhyun hanya sedang melambaikan tangannya kepada tao. Entah mengapa memperhatikan baekhyun bisa membuatnya merasa senang.
.
.
.
.
Baekhyun dan tao memasuki toilet sambil bercanda dengan riangnya.
"lihatlah kau membuat make up ku hancur" ucap tao saat bercermin ditoilet.
"hey itu karena kau saja yang terlalu tua"
"ohh, jadi kau sombong karena seharusnya kau berada di kelas 1 tapi sekarang kau sudah masuk ke kelas 2, dengan begitu kau menjadi magnae di kelas?"
"bukankah bisa jadi aku menjadi yang termuda diseluruh kelas 2 disekolahan ini?"
"baiklah kau menang kali ini byun" mereka pun tertawa secara bersamaan. baekhyun memperhatikan wajah tao yang tidak seperti biasanya.
"kau terlihat sangat senang kali ini tao-ah"
"yaa! Aku kemarin terlibat pencopetan didaerah gangam baek"
"lalu apanya yang membuat mu seperti orang gila?"
"seseorang yang menolongku! Dia tampan, tinggi, lalu mempunyai kulit yang bagus"
"cihhh... jadi kau jatuh cinta dengan pria yang menolongmu itu?"
"hanya kagum saja! Bahkan aku mempunyai name tagnya"
"benarkah? bisa kau tunjuk_" belum sempat menyelesaikan perkataannya, baekhyun melihatdua orang siswi datang dengan tas make up yang mereka bawa.
"sayang sekali perusahaan kyungsoo sahamnya anjlok" ucap salah satu dari mereka sambil memakai lips matte berwarna soft pink kebibirnya.
"kita tidak bisa menerima beberapa barang branded luar negeri lagi" jawab yang satu lagi dengan parfum ditangannya.
"kalau seperti ini aku tidak mau berteman dengannya lagi" baik baekhyun maupun tao hanya mendengarkan percakapan tersebut dalam diam.
"kita menjauh saja darinya mulai dari sekarang, tak ada harapan lagi untuk saham yang sudah anjlok seperti itu, ayo pergi"
"ayo" setelah mereka berdua pergi tao dan baekhyun hanya diam seperti patung. Dan tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendengarkan percakapan dua siswa tadi dibalik bilik toilet.
"ya ampun toilet memang tempat favorit untuk menggosip" ucap tao sambil merapikan susunan rambutnya.
"tao-ah, tidak boleh seperti itu"
"itukan fak_"
BRAKKK...
Salah satu bilik toilet terbuka dan seseorang pun keluar dari bilik dengan raut wajahnya yang marah namun dia tutupi. Dan mulai berjalan mendekati wastafel tempat baekhyun dan tao berdiri.
"memang toilet menjadi tempat favorit untuk menggosip, tapi sumber gosip berada dipapan mading bukan?" ucap siswa tersebut. Dari pantulan kaca baekhyun dapat melihat name tag siswa tersebut.
"yak! Kyungsoo-ah kau baru tau rasanya menjadi bahan pembicaraan bukan?" ucap tao dengan menghadap kearah cermin.
"maka dari itu seharusnya kau tidak menertawakan baekhyun 1 bulan yang lalu, saat itu kau terlalu sombong sehingga kau lupa pada saat itulah kau juga mengalami kesulitan bukan? Baekhyun ayo pergi biar dia sendiri disini" tao menggandeng baekhyun untuk keluar toilet, namun baru beberapa langkah mereka berhenti.
"aku saat itu tidak ingin tertawa, tapi mau bagaimana lagi jika aku tidak tertawa apa yang harus aku lakukan? Jika aku tidak tertawa aku kehilangan mereka, mereka teman ku sa_"
"jadi kau masih menganggap mereka teman kyungsoo-ah?" kini baekhyun yang bersuara.
"yang namanya teman adalah seseorang yang ada untukmu pada saat seperti ini, aku yakin didalam lubuk hatimu yang terdalam, kau pun tidak mau punya teman seperti mereka bukan?" kyungsoo hanya diam dengan perkataan baekhyun.
"kau terlalu munafik dengan dirimu sendiri soo-ah" tao berjalan mendekat kearah kyungsoo yang masih didepan cermin, namun sekarang dengan air mata yang ingin meluncur bebas dipipinya.
"kau terlalu ingin mendapat seorang teman hingga lupa arti teman yang sesungguhnya" baekhyun pun mendekat kearah tao dan kyungsoo.
"kenapa? Kenapa kalian masih disini HAH? Jangan sok menceramahiku! Aku yang lebih tau tentang diriku sendiri, kalian hanya tambah merus_"
"karna kami temanmu" perkataan baekhyun sukses membuat kyungsoo terkejut.
"kau memang menyebalkan soo-ah, tapi entah mengapa melihat mu seperti ini aku merasa sebenarnya kau tidak semenyebalkan dari apa yang aku pikirkan" ucap tao lirih.
"aku telah salah dengan mu baek" kini air mata yang sedari tadi kyungsoo tahan lolos dengan sempurna.
"setiap orang mempunyai kesalahan kyung" baekhyun memeluk kyungsoo.
"yak! Kenapa kau menangis hah?" tao mengusap air mata kyungsoo.
"aku hanya terharu"
"oh ya ampun! Kau memang yeoja yang ceng_" belum sempat menyelesaikan perkataannya, tao ditarik baekhyun untuk ikut berpelukan dengan kyungsoo.
"aku memang yeoja yang cengeng" ucap kyungsoo.
" juga bodoh! Ohh ya ampun kenapa aku punya teman seperti kalian hah?" merekapun kini tertawa seolah tidak ada yang terjadi tadi.
Baekhyun, Tao dan Kyungsoo berjalan kekelas dengan wajah riang, saat akan berbelok di ujung koridor mereka bertemu dengan shim saengseongnim.
"anyeonghaseo shim saengseongnim" mereka bertiga menundukan badan sebagai tanda hormat.
"oh.. anyeong! Kalian dari mana hah? Ini sudah jam kelas dimulai, kalian bertiga membolos pelajaran?"
"saem, apakah wajah kami wajah anak berandal?" ucap tao dengan tingak diimut imutkan.
"baiklah baiklah! Cepat kekelas kalian, oke!"
"baik saengseongnim" shim saengseongnim pun meninggalkan mereka bertiga.
Baekhyun, Tao dan Kyungsoo pun melanjutkan perjalan mereka dari kejauhan terlihat chanyeol dengan wajah angkuhnya berjalan kearah baekhyun, tao dan kyungsoo. Dan ketika berpapasan cahnyeol menarik lengan baekhyun lalu membawanya pergi.
"hey chanyeol, mau kau bawa kemana baekhyun?" teriak tao.
"aku hanya meminjamnya sebentar" jawab chanyeol sambil melambaikan tangan kearah tao namun tetap berjalan sambil menarik lengan baekhyun.
Chanyeol membawa baekhyun ke rooftop sekolahan, setelah sampai disana chanyeol melepaskan tangannya dari lengan baekhyun.
"ada yang ingin kau katakan padaku?" ucap chanyeol sambil memasukan tangannya kesaku celananya.
"kau yang membawaku kesini, seharusnya aku yang bertanya kenapa kau membawaku kesini?" perkataan baekhyun tekesan santai, tanpa rasa takut sedikitpun.
"kau tidak ingin berterimakasih kepadaku begitu?"
"aku rasa aku tidak mempunyai utang budi padamu!"
"heol... aku merahasikan tentang kau berkerja dikedai kopi dan kau tidak berterimakasih padaku"
"apa aku yang menyuruhmu untuk merahasiakanya?"
"yaa paling tidak berterimakasihlah kepadaku"
"sudahlah aku akan kekelas" baekhyun pergi meninggalkan chanyeol di rooftop sekolahan.
"hey.. baekhyun! BYUN BAEKHYUN!" chanyeol menatap punggung baekhyun yang menjauh lalu hilang menuruni tangga.
"kau menarik sekali baekhyun-ah" tanpa chanyeol sadari seorang telah mendengarkan percakapannya dengan baekhyun tadi. Lalu tersenyum pahit.
.
.
.
.
~~~~~~~~ TBC ~~~~~~~~
gaes sebenarnya tujuan ku menyuruh kalian review ff ku in untuk menguji seberapa cakapnya aku menulis. misal nih yaa, jika kalian di kotak review bilang ada kesalahan pasti aku akan mencoba memperbaikinya. jadi mohon kirimkan kritik, komentar dan saran dikotak review paling enggak menghargai penulislah.
.
.
oh ya makasih yang udah ngereview chapter kemarin yaa aku harap kalian tambah semangat baca ff yang absurd ini, makasih juga yang udah nunggu chapter yang lama ini... makasih atas saran kritik yang kalian berikan gaes, pokoknya thanks gaes... saranghae... see you next chapter.
