Please Don't

Akari Moya Chan

NARUTO MASASHI KISHIMOTO

RATE : T (semi M)

PAIR : ItaNaru (In this Part )

WARNING : GAJE,ANEH,EYD BUBAR,MENYEBABKAN JIWA NGENES SENDIRI JIKA GEJALA BERLANJUT HUBUNGI AUTHOR *PLAK*

DON'T LIKE ? DON'T READ !

THERE IS KEY 'BACK' RIGHT ?

RnR Please

Happy Reading

Note : cerita ini terinspirasi dari mv PLEASE DON'T tapi untuk chap 2 dan seterusnya itu murni imaginasi saya sendiri kok

AUTHOR NOTE :

Maaf untuk yang merasa tersinggung dengan fict PLEASE DON'T yg moya bikin, moya akui kalau moya salah menulis pair sasusaku, makanya sasusaku lovers kesasar di fict abal ini, jujur moya kaget waktu baca review guest-sama di kotak review, sebenarnya moya cuma mau nunjukin perjuangan Naru untuk tobat dan suka lagi sama cewek, tapi itu gak semudah kita menjudje orang, semua itu butuh proses, yah terlepas siapa nanti final pairnya sih, huft maaf moya cerewet ya ? bukannya updet kilat eh malah cuap cuap gk jelas hehe habis gatal tanganku habis baca review dari guest-sama. Oya moya cuma mau ngingatin kalau cerita ini akan sedikit bermain tebak tebakan untuk menentukan siapa final pair untuk naruto, dan sebelumnya moya minta maaf kalau tebakan kalian ada yang salah hehe

Chapter : 3 (Itachi Uchiha)

Naruto memandang aneh pada sosok Itachi yang entah kenapa, selama seminggu ini sangat rutin datang ke bar.

"kau datang lagi ?"

Tanya Naruto sambil menuangkan sebotol wine di gelas kosong Itachi.

"yah begitulah."

Itachi memainkan gelasnya, membuat wine di dalam gelasnya berputar.

"dasar pengangguran."

Ejek Naruto sambil berseringai kearah Itachi.

"haha asal kau tahu saja, aku ini CEO di Uchiha corp loh !"

Naruto tertawa.

" yah yah aku turut prihatin pada u-"

Tunggu dulu, sepertinya Naruto tidak asing dengan kata Uchiha, dan benar saja, perasaannya berubah tidak enak sekarang, oh jangan bilang Uchiha yang dia maksud itu Uchiha yang ada dibayangannya.

Drt drt drt

Itachi mengangkat panggilan di ponselnya dengan malas.

"ada apa ?"

Itachi mengeram kesal.

"oh ayolah Sasuke, kau sendiri tahu kalau aku tidak tertarik dengan wanita manapun."

Deg

Naruto terdiam, jadi benar Uchiha yang dimaksud Itachi adalah Uchiha yang dia maksud. Tapi bukankah Sasuke itu hanya mempunyai satu adik laki-laki, lalu kenapa bukan Sasuke yang menjadi CEO diperusahaannya sendiri. Kenapa harus Itachi yang menjadi CEO di perusahaan Sasuke.

"aku sudah sembuh Sasuke, jadi bisa kau berhenti mengkhawatirkanku ?"

Itachi lalu menutup sambungan telephonnya.

"kau tahu ?"

Itachi melirik kearah tangan Naruto yang terkepal erat.

"eh, ternyata kau sama sepertiku."

Itachi menarik paksa dasi Naruto, hingga sekarang wajah Naruto hanya terpisah beberapa centi saja dari wajahnya.

"kau-"

Itachi memperpendek jarak diantara mereka. Hingga akhirnya-

Chuu

Kedua bibir itu bertemu.

Naruto terkejut, tentu saja. Tapi kenapa dia diam saja, dan kenapa sekarang Naruto mengalungkan kedua tangannya di leher Itachi.

"eungh."

Bodoh, kenapa kau mendesah seperti itu, apa kau menikmati ciumannya. Sadar Naruto, kumohon sadarlah, sekarang tugasmu hanya harus menyukai Hinata, dan memerankan peranmu dengan baik. Karna hanya dengan begitu kau bisa membalas hutang nyawamu padanya.

"kumohon, sekali ini saja."

Tubuh Naruto menegang, perasaan bersalah itu kembali memonopoli hatinya.

Plop

Benang saliva itu tercipta diantara mereka.

"aku menyukaimu Naruto."

Tidak, aku tidak boleh egois lagi, aku harus memikirkan perasaannya mulai sekarang, walaupun itu berarti aku harus bersandiwara seumur hidupku.

"kau melamun?"

Naruto menoleh, dia tertawa canggung sambil menggaruk tengkuknya.

"haha gomen Itachi-san aku sudah punya pacar."

Ya, itu adalah keputusan yang tepat Naruto.

"pacar pelampiasan ?"

Tanya Itachi tepat sasaran.

"ti-tidak a-aku menyukainya."

Nii-chan tolong bantu aku, batin Naruto miris.

"cewek atau cowok ?"

Sekarang apa jawabamu Naruto.

"cewek."

Itachi tertawa sinis, dia merogoh saku jasnya dan meletakkan beberapa lembar uang di meja bar.

"kau terlalu naif narutto."

Desis Itachi sebelum dia pergi begitu saja.

Naruto mencengkram dadanya yang terasa sesak.

Aku memang naif Itachi-san.

Tbc

Bocoran chap depan :

"kau mencarinya ?"

"kau pasti merindukanku ?"

"gadis itu mirip dengamu."

"hiks…. Kumohon bersabarlah."

"tunggu aku sebentar lagi."

see you next week !