Please Don't

Akari Moya Chan

NARUTO MASASHI KISHIMOTO

RATE : T (semi M)

PAIR : ItaNaru (In this Part )

WARNING : GAJE,ANEH,EYD BUBAR,MENYEBABKAN JIWA NGENES SENDIRI JIKA GEJALA BERLANJUT HUBUNGI AUTHOR *PLAK*

DON'T LIKE ? DON'T READ !

THERE IS KEY 'BACK' RIGHT ?

RnR Please

Happy Reading

Chapter 4 : Kesempatan

*di bar*

Naruto memandang hampa kursi kosong dihadapannya. Kemana perginya laki-laki keriput itu.

"mencarinya ?"

Naruto menoleh, disana Kakashi tampak tertawa mengejek kearahnya.

"ti-tidak."

Sepertinya tidak akan sempat

Deg

Naruto mencengkram erat gelas kosong dihadapannya. Rasa sesak yang sama lagi-lagi menghampiri nya, tepat saat suara itu menggema dikepalanya.

"to-Naruto kau tidak apa ?"

Kakashi menatap Naruto khawatir.

Hanya anggukan ringan yang ditangkap Kakashi sebagai jawaban Naruto.

Sedangkan Naruto kini sibuk dengan dunianya sendiri. Kenapa dia harus bimbang lagi, harusnya dia bisa menjalankan perannya dengan baik setelah Hinata menerimanya, lalu dia hanya harus terus memainkan perannya sampai saat itu tiba, yah walaupun dia tidak tahu kapan tepatnya saat itu akan tiba.

"kau pasti merindukanku ?"
safir bertemu onyx.

Naruto mendecih tidak suka. Kumohon menjauhlah dariku Itachi-san, biarkan aku memainkan peranku sebaik mungkin. Jeritan itu menggema di kepalanya.

"ti-tidak."

Sial, kenapa aku gugup begini.

"aktingmu jelek naru-chan."

Naruto terdiam, benar aktingnya sangat jelek, tidak peduli kenyataan bahwa selama ini dia harus hidup di dalam sandiwara, tapi aktingnya tetap saja jelek. Tidak mengalami perkembangan sedikitpun, padahal dia harus memainkan sandiwara ini sampai waktu yang tidak dapat dia tentukan.

"aku tahu."

Hanya dua kalimaty itu saja yang dapat di katakana Naruto sebagai balasan dari ucapan Itachi.

"haha jangan dianggap serius, aku Cuma bercanda kok."

Naruto memutar kedua safirnya, malas menanggapi ucapan Itachi yang menurutnya tidak penting itu, walaupun sebenarnya jauh di lubuk hatinya dia menyetujui semua tebakan Itachi yang entah kenapa selalu saja tepat sasaran.

"ne, apa kau ingin mendengar kisahku ?"

Itachi menyalakan seputung rokok tanpa beban. Naruto menatap heran pada sebatang rokok yang dipegang Itachi tersebut. Sejak kapan Itachi menjadi seorang perokok, pikirnya.

"kau merokok ?"

Itachi tertawa mengejek, dia lalu membuang sebatang rokok yang sudah dinyalakannya tersebut kedalam asbak yang berada di hadapannya.

"well itu tidak penting, jadi apa kau mau mendengarkan sebuah cerita Naruto-chan ?"

Tidak ada jawaban dari Naruto.

"jujur, dulu aku pernah mencintai seorang perempuan, yah bisa dibilang dialah cinta pertamaku."

Deg

Sakit, kenapa dadanya terasa sesak saat Itachi menceritakan masa lalunya.

"gadis itu mirip denganmu."

Perasaan ganjil apa ini.

"dia-"

Kumohon hentikan Itachi-san.

"sangat cantik, dia juga pintar, dia adalah satu satunya temanku di temnpat terkutuk itu." Safir itu membola, tidak mungkin, ini mustahil bukan.

"dia selalu mengatakan bahwa dia tidak gila, tapi tidak ada yang mempercayainya."

Sepasang safir itu berkaca-kaca, Tuhan kumohon kuatkan aku.

"dia selalu mengatakan bahwa aku pasti akan sembuh, walaupun dia juga yakin aku tidak gila."

Hentikan, kumohon hentikan Itachi-san.

"dia percaya saat aku mengatakan bahwa namaku Suke."

Kuatkan aku. Kumohon kuatkan aku Tuhan.

"Sampai detik ini aku tetap merindukannya, walaupun aku menolak untuk mengakui bahwa aku merindukannya, tapi hati kecilku tahu bahwa aku sangat sangat merindukannya."

Tes

Bagus, kenapa air mata ini jatuh tanpa meminta komando dariku.

"tapi kurasa dia sudah melupakanku, saat aku akan mengatakan siapa namaku sebenarnya tiba tiba saja dia menghilang tanpa jejak, bahkan para suster dan dokter disanapun seakan menutup nutupi keberadaannya."

Naruto menggigit bibir bawahnya, menahan isakan yang sewaktu waktu bisa saja keluar dari bibirnya.

"karna dialah aku meyakinkan diriku bahwa dia mencampakkanku, aku dicampakkan. Kau tahu ? rasanya sakit sekali sampai aku ingin mengakhiri hidupku saat itu juga. Tapi untung saja Sasuke mencegahku dan mengatakan bahwa dia tidak ingin kehilangan Itachi untuk kedua kalinya. Semenjak itu juga aku mulai melampiaskannya dengan pergi ke gay club."

Cukup aku tidak tahan lagi.

"aku permisi."

Naruto berlari menjauh, berlari dan terus berlari, berharap bahwa dengan berlari dia bisa menjauhi rasa sesak yang kini memonopolinya.

"hiks…i-itai."

Jerit Naruto tertahan. Kenapa harus sesakit ini. Bodoh, kenapa dia bisa berada diposisi seperti ini, harusnya dia tidak pernah berurusan dengan Itachi dan semuanya akan berjalan sesuai yang dia rencanakan, tapi sekarang semuanya sudah terlambat, dia tidak akan bisa lagi mengambil jalan memutar. Lalu apa yang harus dia lakukan sekarang.

"Naruto."

Pergilah, pergilah Itachi-san.

"hiks a-aku tidak ta-tahu apa yang harus aku lakukan."

Bodoh, harusnya kau mengusirnya, harusnya kau membuatnya menjauh darimu, dan kau bisa kembali menjalankan peranmu lagi seperti sebelumnya. Tapi kenapa sekarang kau bergantung padanya, ingat posisimu Naruto, kau bukanlah orang yang pantas untuk Itachi, kau tidak akan pantas untuknya.

"tenanglah, aku disini."

Safir itu menatap Itachi dengan pandangan memohon.

Ne, nii-sa bolehkah aku bahagia.

"Itachi-san."

Tanpa diduga Naruto langsung memeluk Itachi denga erat, membuat tubuh Itachi terdorong kebelakang.

"Itachi-san Itachi-san Itachi-san."

Ulang Naruto sambil terus mengeratkan pelukannya, hal ini tentu saja membuat Itachi kebingungan. Apa mungkin dia salah minum obat.

"ada a-"

"kumohon bersabarlah !"

Potong Naruto sambil tetap membenamkan wajahnya di dada Itachi. Hangat.

Itachi tidak menjawab, otaknya sibuk mencerna maksud dari ucapan Naruto tersebut.

"kumohon tunggu aku sebentar lagi."

Hei, apa itu artinya aku boleh berharap.

"aku akan menunggumu, Naruto."

Walaupun aku tidak tahu apa arti menunggu itu di dalam kamusmu, apakah artinya kau memberikan harapan untukku atau mungkin itu hanya khayalan semu yang tidak akan aku temukan, tapi aku tidak peduli, tanpa kau memintapun aku akan tetap menunggumu, sampai kapanpun aku akan tetap menunggumu, Naruto.

TBC

Cuap cuap author :

Yeay ! siapa yang nunggu chap 4 update ?

Krik krik krik krik

Hoho kagak ada ternyata

Hehe gomen mulai dari chap ini kita akan main teka-teki tentang masa lalu Naruto, Itachi, Sakura,Hinata dan juga Sasuke.

Oke, kalau ada yang kagak ngerti pm aja authornya, atau lewat review juga boleh, ntar kalau sempat aku balas kok #ditimpuk oya chap depan itu pure flashback

Segitu aja ya, sampai jumpa di chap selanjutnya !