Plaese Don't
Akari Moya Chan
NARUTO MASASHI KISHIMOTO
Rate : T
Note : di chap ini menceritakan tentang gadis yang di ceritakan Itachi di chap sebelumnya. Untuk catatan lagi, kalimat yang dicetak miring adalah sisi lain dari Ruko karna memang ceritanya dia itu adalah penderita skizofrenia yang memiliki suara suara lain di kepalanya, terimakasih.
RnR please
Happy reading
Chapter 5 : Her Name is Ruko flashback
Tap tap tap
Suara langkah kaki itu membelah lorong rumah sakit, terus begitu hingga akhirnya teredam oleh suara pintu yang terbuka.
"ohayou minna-san !"
Sapa seorang laki-laki manis dengan luka melintang di hidung mancungnya, dialah si pemilik suara langkah kaki tersebut, Umino Iruka. Salah seorang perawat di rumah sakit jiwa tersebut.
"ohayou Umino-san."
Balas 'pasien' disana dengan nada kekanakan.
"kita kedatangan teman baru loh. Sa, Ruko-chan silahkan masuk."
Sepasang onyx itu memandang si gadis pirang tanpa berkedip. Cantik.
"Ruko desu, jangan bertanya nama belakangku, karena wanita itu tidak membolehkanku untuk memakai nama lengkapku ditempat ini."
Nada dingin gadis pirang itu membuat seluruh 'pasien' disana tidak berani untuk bersuara. Kecuali satu laki-laki bermata onyx yang tanpa takut mengacungkan tangannya tinggi-tinggi.
"ada apa Sasuke-san ?"
Tanya Iruka pada laki-laki itu. Tidak biasanya laki-laki onyx itu tertarik dengan 'pasien' baru.
"ne Ruko-chan, memangnya siapa wanita itu ?"
Gadis pirang itu tidak langsung menjawab, tiba-tiba saja air matanya mengalir tanpa sebab, hal ini tentu saja membuat Iruka dan laki-laki onyx itu bingung sekaligus panic.
"genki desu ka Ruko-san ?"
Safir bertemu dengan onyx.
"dia ibuku."
Tanpa mengatakan apapun, laki-laki onyx itu langsung berlari menghampiri si gadis pirang dan langsung memeluknya dengan erat.
"a-apa yang kau la-"
"sst tenanglah aku disini, aku akan melindungimu dari wanita itu."
Sst tenanglah aku disini, Ruko-chan aman sekarang.
Mendengar itu tiba tiba saja perasaan gadis itu berubah hangat, berapa lama dia tidak merasakan perasaan ini, rasanya seperti sebuah de javu.
"tapi dia ibuku."
Laki laki onyx itu mengangguk ringan.
"tapi dia tidak terdengar seperti ibumu."
Benar, dia memang tidak pernah berlaku layaknya seorang ibu, dia bahkan tega memasukkanku ke dalam tempat terkutuk ini. Bukankah sudah kubilang, aku tidak gila, aku tidak gila, aku tidak gila. Tapi kenapa dia tetap memasukkanku ke tempat ini, apa mungkin dia ingin membuatku menjadi salah satu dari mereka. Ya, sepertinya itu mungkin saja terjadi bukan.
"hiks…hiks….aku tidak gila.. aku sudah mengatakan bahwa aku tidak gila tapi tidak ada yang mempercayaiku."
Racau gadis itu sambil membalas pelukan si onyx.
"Sasuke tahu kok, Sasuke juga tidak gila kalaupun Sasuke gila Sasuke juga yakin kalau Sasuke pasti bisa sembuh."
Tidak ada jawaban dari gadis bernama Ruko tersebut. Dia percaya aku tidak gila. Lalu perasaan aneh apa ini.
"ehem, baiklah sepertinya saya permisi dulu."
Iruka langsung pergi meninggalkan ruangan itu, terkadang dia kasihan melihat pasien yang mengatakan bahwa dirinya tidak gila tapi harus dimasukkan kedalam rumah sakit jiwa ini, walaupun awalnya mereka normal tapi setelah masuk ke dalam rumah sakit ini lama kelamaan kejiwaan mereka juga akan mulai terguncang dan bisa saja mereka menjadi benar-benar gila.
"kuharap kalian akan segera keluar dari rumah sakit ini."
"kau tahu Ruko-chan."
Tidak ada jawaban.
"ne apa kau mendengarku Ruko-chan ?"
Sasuke menatap sebal pada Ruko yang tampaknya asik sendiri dengan kameranya. Oke, apa sekarang aku kalah dengan benda mati itu, hell no. Dengan kesal Sasuke langsung mengambil kamera itu dari Ruko, membuat Ruko menatap sebal kearahnya.
"kembalikan !"
Sasuke memajukan bibirnya saat melihat Ruko yang kini menatap tajam kearahnya. Kekanakan.
"kau mengacuhkanku karna benda ini !"
Kau membuatnya marah Ruko, kau akan dibenci setelah ini.
"ma-maafkan aku."
Tanpa di duga Sasuke, tiba tiba saja Ruko menangis sesegukan tanpa sebab.
"hei Ruko-chan jangan menangis, Sasuke tidak mau Ruko-chan menangis."
Sasuke kebingungan melihat emosi Ruko yang lagi-lagi menjadi kurang stabil.
"baik baik aku kembalikan kameranya."
Ruko memandang onyx Sasuke yang kini menatapnya khawatir.
Apa yang kulakukan, kenapa aku membuatnya khawatir, dia pasti tidak akan mau berteman denganku lagi, aku pasti akan sendiri lagi. Tidak aku tidak mau sendiri lagi, aku tidak mau dibuang lagi.
"kumohon."
Sasuke memiringkan kepalanya, bingung dengan perubahan sifat Ruko yang drastic itu.
"jangan benci aku."
Tidak lama tawa Sasuke pecah, mendengar ucapan terakhir Ruko yang menurutnya lucu. Siapa yang membencinya, aku tidak akan pernah bisa membencimu Ruko-chan.
"haha kenapa Sasuke harus benci sama Ruko-chan ? Ruko-chan itu cantik, baik lagi, lagian Cuma Ruko-chan teman Sasuke disini."
Dia tidak membenciku. Dia mau berteman denganku. Dia menganggapku teman.
"jangan tinggalkan aku, komohon jangan pernah tinggalkan aku."
Ruko memeluk Sasuke tanpa permisi, Sasuke sendiri tampaknya tidak keberatan dan malah membalas pelukan Ruko tersebut.
"uhm itu adalah janjiku seumur hidup."
"ikut aku."
Sasuke memandang takut pada sosok laki-laki yang tampaknya lebih muda darinya tersebut.
"ti-tidak mau ! Itachi-nii pembunuh !"
Laki-laki itu mengacak surai ravennya, kesal dengan sikap Sasuke yang sama sekali tidak berubah.
"kau menyebalkan aniki."
Komentarnya dengan nada dingin.
"dengarkan aku."
Laki-laki itu menyentuh kedua pundak Sasuke, memaksa Sasuke agar mau mendengar apa yang akan dia ucapkan.
"aku tidak membencimu, aku tidak membenci Itachi, jadi berhentilah bersandiwara."
Sasuke tidak menjawab, kedua tangannya terkepal erat hingga buku jarinya memutih.
"tapi Itachi itu pembunuh dan Sasuke benci pembunuh."
"Argh kau membuat kesabaranku habis baka aniki ! dengarkan aku baik-baik, aku tidak membenci Itachi aku tidak pernah menganggap Itachi itu pembunuh, itu semua murni kecelakaan, jadi tolong kembalikan Itachi, apa kau tidak tahu setiap hari aku memikirkan nasibmu diantara pasien di rumah sakit ini ? kau tahu betapa cemasnya aku saat kau terus memanggil dirimu sendiri Sasuke ?"
itu adalah kalimat terpanjang yang pernah kuucapkan, kuharap kau bisa mengerti aniki.
"jadi Sasuke tidak membenci Itachi dan Itachi bukan pembunuh ?"
Laki-laki itu tersenyum bahagia, dia mengangguk semangat.
"lalu aku siapa ?"
Tuhan kuatkan aku, jerit laki-laki itu frustasi.
"kau adalah Itachi, Uchiha Itachi dan aku Sasuke, Uchiha Sasuke."
Laki-laki itu bernafas lega saat melihat anikinya mengangguk paham.
"jadi aku adalah Itachi ?"
Laki-laki itu mengangguk.
"ya, kau adalah Itachi."
Tiba tiba Sasuke ah bukan Itachi teringat sesuatu. Dia harus mengatakan pada Ruko-chan kalau dia adalah Itachi dan bukan Sasuke. Ya dia harus memberitahu Ruko-chan atau dia akan menyesal nanti.
"aku akan segera kembali."
Laki-laki raven itu tersenyum melihat sifat Itachi yang perlahan-lahan mulai kembali seperti semula. Aku merindukanmu baka aniki.
"Ruko-chan kamu dipanggil shizune-san."
Kenapa shizune-san memanggilnya, tumben.
"hn, aku akan kesana."
Tanpa sengaja Ruko meninggalkan kameranya di kursi yang tadi di dudukinya.
"kenapa shizune-san memanggilku ?"
Iruka tidak menjawab, walaupun begitu tampak kalau dia sedang menyembunyikan sesuatu dari Ruko. Ada apa ini sebenarnya. Kenapa perasaanku tidak enak.
"Masuklah, maaf aku sedang ada urusan."
Kali ini Ruko yang tidak menjawab. Perasaannya benar-benar tidak enak.
"apa anda yakin Shina-chan ?"
Pergerakan tangan Ruko untuk menyentuh engsel pintu terhenti, saat dia mendengar suara shizune-san yang memanggil sebuah nama yang telah lama dia masukkan kedalam blacklist di hidupnya. Apa yang dilakukan wanita itu disini.
"tentu saja akan aku buat dia bertanggung jawab."
Deg
Tanggung jawab ?
"Iruka-san dimana Ruko-chan ?"
Iruka memandang Itachi dengan tatapan heran. Sejak kapan Itachi bisa bersikap dewasa seperti ini. Apa mungkin dia sudah sembuh.
"Iruka-san, apa kau mendengarku ?"
Benar juga, apa yang harus aku katakan tidak mungkin mengkhianati Shizune-san . Maafkan aku Sasuke-san, aku terpaksa harus berbohong.
"Ruko siapa ?"
Itachi terkejut, tentu saja.
"jangan bercanda Iruka-san, aku bertanya dimana Ruko-chan ?"
Iruka mengepalkan tangannya.
"tidak ada yang bernama Ruko dirumah sakit ini Sasuke-san."
Maafkan aku.
"tapi dia ada ! dia adalah satu satunya temanku di rumah sakit ini ! kenapa kau terus saja berbohong Iruka-san !"
Maafkan aku.
"saya tegaskan sekali lagi, tidak ada yang bernama Ruko disini. Maaf saya permisi."
Maafkan aku Sasuke-san.
"Ruko-chan."
Kau dicampakkan, kau dicampakkan Itachi.
Kenapa aku dicampakkan,
karna kau menyukai Ruko-chan.
Kenapa aku menyukai Ruko-chan,
karna Ruko-chan adalah perempuan.
Lalu apa yang harus aku lakukan,
bunuh Ruko-chan yang ada di pikiranmu, jangan percaya lagi pada perempuan.
Tapi kenapa aku tidak boleh percaya pada perempuan,
karna kau pasti akan dicampakkan lagi.
Aku tidak ingin dicampakkan lagi, rasanya sakit,
karna itulah berhenti menyukai perempuan dan kau tidak akan dicampakkan lagi.
Baiklah aku tidak akan menyukai perempuan lagi.
Crash
"Itachi ! apa yang kau lakukan ?"
Apa yang kulakukan, aku tidak melakukan apapun.
"astaga kita harus segera kerumah sakit."
Laki-laki raven itu tampak panic saat melihat darah yang mengalir dari urat nadi Itachi, apa lagi yang dilakukan anikinya kali ini. Tidakkah dia lelah dengan semua yang di lakukannya selama ini.
"ne Sasuke."
Laki-laki raven itu tidak menjawab, dia teru saja menyeret Itachi agar ikut dengannya.
"aku dicampakkan."
Laki-laki raven itu berhenti. Ditatapnya Itachi dengan pandangan murka. Apa katanya tadi, dia dicampakkan, dan dia langsung mengakhiri hidupnya karna dia dicampakkan, lalu dia pikir apa yang dia lakukan selama ini tidak disebut mencampakkan.
"kau bunuh diri karna kau dicampakkan ? lalu kau pikir selama ini kau tidak mencampakkanku ? kau hanya memikirkan dirimu sendiri, kau lari dari kenyataan dan mencampakkanku ! kau benar-benar egois Itachi !"
Aku mencampakkan Sasuke. Benar juga selama ini aku tidak pernah memikirkan perasaannya, dia pasti kesepian, aniki macam apa aku ini.
"maafkan aku Sasuke."
Laki-laki raven itu menghela nafas berat.
"hn. Luapakan masalah ini dan sekarang kita harus cepat kerumah sakit."
Aku tidak mau kehilanganmu lagi baka aniki.
TBC
CUAP CUAP AUTHOR :
HUAA cerita apa ini ? kagak mutu banget ya ? makin ngawur aja ya ? hehe EYD berantakan lagi khukhu maklum author kan masih newbie #alesan
Jujur aku aja bingung baca ceritaku sendiri #plak, oya ada yang udah bisa nebak belum apa yang sebenarnya terjadi pada Itachi ?
Hehe bocoran aja nih ya ehem semua chara di please don't akan dapat pair kok, jadi semuanya happy ending, tapi siapa sama siapanya itu masih ra-ha-si-a hehehe #dikeroyok_reader
Oya satu lagi, moya sangat tersanjung loh dengan jumlah silent reader yang mencetak angka 1000 untuk fict gaje ini, huahahaha kadang disitu moya merasa sedih #abaikan
oke deh segitu aja cuap cuap gak jelasnya haha
See you next chap !
