Please Don't

Akari Moya

Rate : M (karna alur cerita but no lime no crime no lemon)

RnR please

Happy Reading

Note : di chap ini khusus menceritakan alasan kenapa itachi bisa masuk ke rumah sakit jiwa, hati hati dengan diskripsi karna terkadang di dalam diskripsi ada terdapat luapan emosi dari salah satu character. Chap ini masih bermain di FLASHBACK. Untuk lebih memahaminya moya saranin untuk baca chap 6 dulu baru chap 5 #plak Reader : kenapa lu updetnya chap 5 duluan ? Author : *nyengir gaje* #digolok

Oya lupa balasan review untuk namie-san : hoho kamu gak ngerti ya sama cerita moya ? wah sama kita #digampar hehe gak kok becanda, jangan bawa golok dong ngeri tahu ! hahaha gimana ya ? kalau suruh jelasin ntar gak jadi cerita dong, udah kebongkar semua kan ? hehe jadi untuk jawaban pertanyaan kamu nanti itu ada di chapter 8, tantang kenapa Naruto minta Itachi untuk menunggunya, tentang kenapa Naruto nangis pas dengar cerita cinta pertama Itachi, semua akan dikupas setajam sil*t #numpang_iklan di chapter 8, jadi sabar aja nunggunya ya ? ntar kalau udah chap 8 publish kamu masih gak ngerti baru moya jelasin deh, oke ?hehe santai aja moya gak akan neror kamu kok gara-gara kamu banyak tanya jadi gak usah minta maaf, harusnya moya yang minta maaf karna cerita moya udah bikin kamu bingung hehe.

Nah untuk yang review lewat akun udah moya bales lewat PM kok. Terimakasih untuk semua yang udah mau review, baik itu review mendukung, review saran, review minta updet, review curhat, atau review yang isinya nyumpahin juga moya ucapin makasih banyak loh , kalian udah tahu gak suka sama cerita gaje ini tapi masih meluangkan waktu untuk ngisi kolom review moya #nyindirFlamer ternyata kalian benar-benar baik yah #abaikan

Chapter 6 : Side

Kerutan di kening Itachi semakin ketara saat dia membaca ulang laporan keuangan perusahaan, terlalu sibuk dengan pikriannya hingga dia tidak sadar bahwa seorang wanita bersurai raven kini sedang duduk di hadapannya.

"ara ara anak kaa-san bisa cepat tua kalau dahinya terus berkerut seperti itu."

Itachi mendongak, memandang heran pada sosok wanita tersebut. Kapan kaa-san masuk ke ruang kerjaku.

"kau tahu Itachi ?"

Wanita itu membaca salah satu majalah bisnis yang ada di meja Itachi.

"kaa-san heran, kenapa kalian itu terlalu kaku."

Itachi menutup laporan keuangannya, menfokuskan diri pada apa yang dikatakan oleh wanita yang menjabat sebagai ibu kandungnya tersebut.

"kaa-san sangat menyayangimu, dan kaa-san tidak mau kau menjadi perjaka tua karna terus saja berurusan dengan laporan dan laporan. Apa kau tidak bosan ?"

Itachi terkekeh, jadi kaa-san sedang mencurahkan isi hatinya sekarang.

"I'm still 20 Mam."

Wanita itu memutar bola matanya,

"And until 20 you've never brought girl in front of me."

Itachi berdiri dan berjalan kebelakang wanita itu sebelum akhirnya dia memeluknya dari belakang.

"I just need you Mam, I don't need another girl."

Wanita itu menjitak kepala Itachi, membuat si empunya meringis kesakitan.

"kenapa kaa-san memukulku ?"

Protes Itachi sambil mengusap kepalanya.

"you must married Itachi ! I'll die and then you must find your wife to support you !"

Itachi terdiam, dia tidak pernah menyangka kaa-sannya itu akan mengatakan hal tersebut, bahkan dia sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika kaa-sannya benar-benar pergi meninggalkannya. Dia berharap hal itu tidak akan pernah terjadi.

"kaa-san."

Prang

"sial !"

Sosok asing itu meruntuki kebodohannya yang salah masuk ruangan.

"siapa kau ?"

Itachi menatap tajam sosok misterius itu.

Harusnya dia hanya dia hanya perlu menguras harta benda di rumah ini, lalu pergi melarikan diri. Tapi sepertinya tidak akan semudah itu, terlebih lagi mengingat posisinya yang tertangkap basah seperti ini. Benar-benar tidak ada pilihan lain.

"tidak ada pilihan lain."

Sosok itu menodongkan pistolnya kearah Itachi. Itachi tertawa sinis. Apa itu, dia ingin menggertakku, dia pikir aku tidak tahu kalau itu pasti hanya pistol maina-

Dor

Hening. Kenapa bisa begini, seseorang katakan kalau ini semua hanya mimpi. Ini pasti mimpi buruk bukan. Pistol itu hanya pistol mainan bukan.

"s-syukurlah kau baik-baik saja."

Wanita itu memeluk tubuh Itachi, tidak peduli fakta bahwa organ vitalnya sudah terkena peluru panas karna melindungi Itachi, ne bukankah itu yang bernama pengrobanan seorang ibu.

"n-nande ka-kaa-san ?"

Wanita itu tersenyum.

"aku ingin melihatmu menikah dengan wanita yang kau cintai Itachi."

Wanita itu terbatuk, membuat darah segarnya menodai kemeja Itachi.

"tapi sepertinya tidak akan sempat."

Srek

Pegangan tangan wanita itu terlepas, tidak lama tubuhnya sudah kehilangan nyawanya. Itachi langsung memeluk wanita itu dengan sangat erat, takut jika wanita itu benar-benar akan pergi meninggalkannya. Walaupun kenyataannya wanita itu memang sudah pergi meninggalkannya. Selamanya.

"kaa-san, aku belum menikah, aku belum menemukan wanita yang kucintai, bukankah kaa-san bilang kalau kaa-san ingin melihat aku menikah ? jadi kaa-san tidak boleh mati, tidak boleh kaa-san tidak boleh mati."

Itachi mengeratkan pelukannya air matanya tumpah saat tidak ada jawaban dari wanita itu. Dia telah pergi, apa yang dikatakan wanita itu menjadi kenyataan. Lalu apa yang bisa dia lakukan setelah kematian wanita yang sangat dicintainya itu, selama dua puluh tahun hidupnya dia hanya mengenal satu wanita yang seakan menjadi magnet untuknya, kini saat wanita itu pergi siapa yang akan menjadi magnet untuknya kelak, sedangkan dia sendiri sepertinya tidak yakin bisa mencintai wanita lain selain wanita tersebut.

"ada apa Itachi-nii ?"

Sasuke memandang horror mayat ibunya yang berada dipelukan Itachi.

"kaa-san ? apa yang kau lakukan pada kaa-san ?"

Sasuke merebut mayat wanita itu dari Itachi. Memandang Itachi dengan tatapan benci yang sangat ketara.

"kau pembunuh !"

Itachi hanya diam, dia adalah pembunuh, tapi dia tidak membunuh.

Membiarkan orang lain mati melindungimu, bukankah itu juga bisa disebut pembunuh.

kau siapa, kenapa suaramu menggema di kepalaku.

Aku adalah sisi dirimu yang lain, aku adalah yang selama ini mengawasimu, dan aku jugalah yang paling mengerti dirimu di banding siapapun.

Jika memang benar, berarti aku adalah seorang pembunuh.

Ya, kau adalah pembunuh dan Sasuke akan membencimu.

Kenapa Sasuke membenciku.

Karna kau pembunuh.

kenapa aku menjadi pembunuh.

karna kau adalah Itachi, Itachi adalah penyebab utama kematian wanita itu.

"aku tidak akan memaafkanmu Itachi !"

See, Sasuke benar-benar membencimu.

Kau benar, Sasuke membenciku, tapi aku tidak ingin di benci Sasuke. Aku tidak mau Sasuke membenciku, tidak mau. Apa ada cara agar Sasuke tidak membenciku.

Sasuke benci Itachi karna Itachi adalah pembunuh. Dan kau Itachi bukan.

Ya, aku Itachi, lalu apa yang harus aku lakukan.

Jadilah Sasuke maka Sasuke tidak akan membencimu, kubur Itachi di dalam masa lalumu.

Kenapa aku harus menjadi Sasuke.

Karna yang dibenci Sasuke itu Itachi dan bukan Sasuke.

Ya, kau benar. Aku harus menjadi Sasuke agar Sasuke tidak membenciku.

"Sasuke benci Itachi, Itachi itu pembunuh."

Sasuke menatap aneh kearah Itachi. Apa maksud ucapannya itu,

"kau kenapa ?"

Itachi tidak menjawab. Dia terus saja meracau bahwa namanya adalah Sasuke.

Tuhan, apa lagi ini.

...

"Dia mengalami shock yang cukup hebat. Kemungkinan dia mengalami delusi yang berlebihan dan hal ini sedikit banyak mengganggu kinerja otaknya."

Sasuke memijat pelipisnya yang berdenyut hebat. Semenjak kematian kaa-san kejiwaan Itachi mulai terganggu, setiap malam dia akan berteriak histeris sambil membanting barang-barang di kamarnya, dia juga sering menyebut dirinya Sasuke. Mungkin karna itulah perasaan benci akibat kematian kaa-sannya hilang entah kemana , kini hanya rasa cemas dan prihatinlah yang selalu muncul saat melihat kondisi Itachi yang semakin lama semakin memburuk. Terlihat bahwa Itachi sangat tertekan atas kematian kaa-san. Dan Sasuke tidak ingin memperburuk kondisi Itachi dengan terus menyalahkannya, walau bagaimanapun Itachi adalah satu satunya keluarga yang dimilikinya untuk saat ini.

"lalu apa yang harus saya lakukan dok ?"

Dokter itu menyerahkan selembar kertas pada Sasuke.

"saya pikir ini satu-satunya cara untuk menyembuhkannya."

Sasuke menggeleng tidak percaya.

"tapi Itachi itu tidak gila dok ! kenapa dia harus masuk rumah sakit jiwa ?"

Dokter itu membuka sebuah map berwarna silver, sebelum akhirnya dia memandang prihatin kearah Sasuke. Skizofrenia tidak akan bisa sembuh hanya dengan cara ini.

"ini hanya untuk sementara, sampai dia tenang dan anda bisa membawa Itachi-san kembali."

Walaupu mustahil untuk penderita skizofrenia bisa kembali seperti semula, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba.

Sasuke menyerah, ini demi kebaikan Itachi juga bukan.

"baiklah, saya akan memasukkan Itachi ke rumah sakit jiwa."

Maafkan aku aniki. Kau pasti akan membenciku setelah ini. Tapi aku harap kau bisa menerima keputusanku aniki. Ini demi kebaikanmu, kau dengar, ini demi kebaikanmu.

TBC

Cuap cuap author :

Huah makin ngawur aja ya ceritanya hehe gomen gomen, di chap chap terakhir ini emang sengaja mengandung diskripsi orang yang mengalami gangguan kejiwaan jadi maklum saja kalau kata-kata mereka *read : Itachi & Naruto* itu agak sedikit ambigu atau emang ambigu ya ? haha susah loh nyari feel yang pas untuk mendeskripsikan luapan hati mereka yang terpendam itu, jadi maaf aja kalau emang feelnya kurang kena di hati atau bahkan mungkin menyebabkan iritasi mata haha #digampar

Sebagai catatan aja, Itachi itu mengidap skizofrenia, yah walaupun penyebab skizofrenia itu belum ditemukan tapi dicerita ini anggap aja penyebabnya itu karna kematian Mikoto, oya sasuke sebenarnya tidak tahu kalau itachi itu pengidap skizofrenia karna dokternya tidak memberitahunya secara gamblang. Dan bocoran lagi nih, chap 7 itu bukan flashback loh ya ! hati-hati nanti bingung sendiri loh. #dibakar

Nah ini yang paling penting untuk chap 7 kayaknya masih coming soon, karna di dunia nyata moya masih sibuk ngoding program ditambah lagi buat laporan hasil kodingan yang super ribet itu, haha malam minggu moya suram deh gara-gara nyari titik koma. #ditabok_karna_kebanyakan_curhat

Oke segitu aja cuap cuap cantiknya,

See you next chap !