YOU

Original Character belongs to Masashi Kishimoto

This Story Belong to Gererezer

Warn : Typos, AU, OOC (maybe), Dll

.

.

.

-Sakura Pov-

Baiklah aku akan menceritakan bagaimana ini semua bisa terjadi.

-Flashback 3 years ago-

"KAMPAI!"

Suara dentingan dari gelas yang berisikan wine itu diakibatkan dari 5 gelas wine yang saling bergesekan.

"Naruto kau curang!" Suara dari pemilik rambut blonde yang panjang dan bernama Yamanaka Ino itu menegur kecurangan Naruto

"Dobe, kau sudah mabuk huh?" Suara baritone yang seksi berbisik ditelinga Naruto, Ia adalah Uchiha Sasuke

"S-Sakura-chan sebaiknya kau tidak minum terlalu banyak." Suara dari pemilik kulit pucat yang bernama Sai itu memperingatkan Sakura agar tidak terlalu banyak minum.

"Aku ingin.. Hik.. Pulang.." Ucap Naruto sambil mencoba berdiri, namun lengannya ditarik oleh Sasuke. Sehingga Ia jatuh di pangkuan Sasuke.

"T-Teme.. Mou.. Kaeru yo.. Hik!"

"Dame~, lets we play a little more.."

Sasuke melumat bibir Naruto. Sementara itu Ino dan Sai sudah pergi entah kemana.

Sakura yang setengah sadar itu hanya menatap Naruto dan Sasuke cemburu. Kalian harus tahu, bahwa Sakura telah menyukai Sasuke saat mereka satu sekolahan. Sekitar 4 tahun yang lalu Sakura menyatakan bahwa Ia menyukai Sasuke. Namun semua itu tidak sesuai harapan Sakura.

Ya, Ia ditolak.

Sakura masih menyukai Sasuke hingga saat ini, hingga saat dimana Ia tahu bahwa Seks Orientasi Sasuke adalah Gay.

Dan lebih parahnya lagi, Sasuke berhubungan dengan Naruto.

Naruto adalah sahabat dekat Sakura, Naruto lah yang selalu menghibur dirinya. Dan Naruto juga lah yang malah mendapatkan impian Sakura. Menjadi kekasih Sang Uchiha Sasuke.

Tapi Sakura bukanlah tipe orang yang pendendam. Namun Ia adalah tipe orang yang pecemburu. Ia akan melakukan apa saja untuk memenuhi keinginannya.

Seperti kejadian dimana sekarang ini.

Sasuke selesai mengantar Naruto ke rumahnya, dan kini Ia bersama Sakura didalam mobilnya.

Mereka pulang bersama, karena Sakura tidak menemukan taksi yang kosong jadi Ia membujuk Sasuke untuk ikut dan mengantarnya pulang. Berkat bantuan Naruto, Sasuke mengizinkannya.

Kini Sasuke tengah mengemudi diperjalanan kearah rumah Sakura.

Entah apa yang merasuki Sakura, Ia mencoba menggoda Sasuke dengan cara membuka jaket bulunya yang memperlihatkan stelan pakaian ketat yang berwarna pink.

"Sasuke.. engh.. disini panas." Ucap Sakura

"Hn" hanya 2 huruf itu yang meluncur dari mulut Sasuke.

Sakura membuka safetybelt nya dan mulai merubah posisinya menjadi menghadap Sasuke.

Sakura mulai menarik dasi merah yang melingkar sempurna di kerah kemeja hitam Sasuke.

"Lepaskan tangan menjijikanmu itu." Nada baritone yang dingin itu tidak memberhentikan aksi Sakura.

"Ne.. apakah Naruto yang memasangkannya?" Sakura membuka dasi Sasuke

Sasuke tidak mengubris Sakura, Ia masih fokus pada kemudinya.

Sakura yang tidak mendapat penolakan, satu persatu kancing kemeja Sasuke Ia buka.

Nampaklah dada bidang nan altetis milik Sasuke.

"Tch!" Sasuke mencoba mengabaikan Sakura.

"Kuyakin Naruto sering menyentuh dada bidangmu.. Right?"

"Sakura. Singkirkan tangan kotormu."

"I don't want..I want having sex with you"

Kalimat tabu itu meluncur dari mulut Sakura.

"It will not happened. Move your dirty hands."

" If we having sexy tonight..I swear, I will stop bothering your relationship and go away from your life. If you don't wanna do some sex with me tonight.. I will always bothering you two and steal your Naruto and turn him into.. a slave."

Mendengar itu Sasuke tidak punya pilihan. Ia menepi dan tidak menoleh kearah Sakura sama sekali.

"Keluar dari mobilku sekarang."

Sakura malah duduk di pangkuan Sasuke dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Sasuke.

"No, Sasuke.. just once.."

Sasuke tidak mempunyai pilihan. Ia sangat jijik dengan Sakura. Ia bersumpah akan menjauhkan dirinya dan Naruto dari wanita murahan ini.

So, they two doing it. Even thought, Sasuke didn't like it. He doing this for Naruto. For his beloved Dobe.

.

.

.

-1 Minggu kemudian-

"Sasuke kau yakin akan pergi?" Suara serak itu terdengar sangat tidak ikhlas untuk mengucapkan selamat tinggal.

"Hn" Hanya 2 kata biasa yang keluar dari mulut Sasuke.

"T-tidak bisakah kau memikirkannya lagi?" Kali ini suara serak itu bergetar.

Sasuke hanya menggeleng pelan.

"A-aku akan ikut.. yah aku akan ikut."

"Naruto.. Aku akan kembali lagi. Aku akan kembali padamu. Aku akan kembali dalam pelukan hangatmu, Aku akan kembali dengan hal yang belum kau ketahui. Aku akan kembali. Pasti"

Kalimat itu membuat Naruto menangis. Ia tidak rela melihat Sasuke pergi ke London dengan alasan kuliah disana.

"A-apakah harus London? Apakah disini tidak ada ?" Kali ini suara Ino yang berdiri dibelakang Naruto

"Aku mendapat undangan untuk menjadi dosen disana."

"Bagaimana dengan Naruto?" Kini Sai yang berdiri di samping Ino membuka suaranya

"Aku akan terus mengabarinya." Sasuke menatap Naruto yang menangis dalam pelukannya.

Pelukan yang terakhir

Pelukan yang akan membuat Naruto akan terus merindukannya

"Berjanjilah padaku.. Kau akan pulang. Teme" Naruto melepas pelukan Sasuke dan menatap wajah Sasuke.

"Aku berjanji, Dobe." Sasuke mencium kening Naruto

Ciuman terakhir dikening Naruto

"Aku akan terus menunggumu.. Sasuke" Dengar air mata yang mengalir, Naruto tersenyum.

Senyuman yang terakhir bagi Sasuke

Senyuman yang selama ini menjadi mataharinya akan hilang.

Senyuman yang selalu membuatnya gemas

Senyuman yang selalu Ia rindukan

Akan hilang.. Ini adalah terakhir baginya.

Sasuke menghapus air mata Naruto dan mencium bibir Naruto sebagai ucapan selamat tinggal.

"Aku akan segera kembali.. Naruto"

Sasuke mulai memasuki bandara karena 10 menit lagi penerbangan akan dimulai.

"Aku akan menunggumu... Sasuke. Aku berjanji"

Air mata semakin deras, membanjiri pipi dan tanah yang Ia injak.

Naruto terus memandangi punggung Sasuke yang semakin menjauh.. menjauh... dan hilang.

"Aku.. akan terus menunggumu.. Aku berjanji" Ucap Naruto sambil mengusap air matanya dan mencoba tersenyum riang, namun gagal.

Dimana Sakura? Ia berada jauh dari Sai, Ino, dan Naruto. Ia sedang tersenyum.. tersenyum karena berhasil menjauhkan Sasuke dari Naruto.

.

.

.

.

Sakura terus berpikiran bahwa Naruto dan Sasuke akan lost contact forever, namun tidak.

Naruto sering sekali mengirimkan surat untuk Sasuke. Setiap hari.

Sakura merasa bersalah ketika Ia sadar bahwa Naruto tidak makan selama 1 minggu setelah kepergian Sasuke, menangisi Sasuke setiap malamnya, sampai sampai Ia dipecat dari pekerjaannya.

Ia seharusnya tidak melakukan itu. Ia seharusnya tidak melanggar aturan. Ia seharusnya tidak mengambil apa yang sudah dimiliki orang lain. Ia seharusnya berhenti menyukai Sasuke... Ia seharusnya ikut mencegah Sasuke agar tidak pergi.

.

.

.

Satu tahun telah berlalu.

Sakura kini telah sukses dengan toko rotinya, Ia ingin merekrut beberapa pekerja disana. Namun Ia ingat akan Naruto. Ia ingin meminta maaf dengan cara memperkerjakan Naruto di tokonya.

Dan saat itu juga, Naruto bersedia menerima tawaran Sakura.

Dan sampai sekarang Naruto bekerja sebagai pelayan toko roti milik Sakura itu. Tanpa tahu jika Sakura sedang menjalankan misi minta maafnya.

-end of flasback-

Aku mengehela nafas beratku. Kejadian itu tidak akan pernah terlupakan bagiku.. seperti sebuah mimpi buruk yang setia mengintaimu di tidur malammu.

"Inoo? Apa kau didalam?" Saat ini aku sudah berada di toko bunga milik Yamanaka Ino.

Taklama pintu toko itu terbuka, memperlihatkan sesosok pria berkulit pucat.

Apa yang Sai lakukan disini?

"Sakura-chan ? Masuklah diluar sangatlah dingin" Sai mempersilahkan diriku masuk.

"Dimana Ino?" Tanyaku seraya masuk dan menanggalkan jaket tebalku.

"Tiba tiba Ia demam. karena akhir akhir ini toko bunganya sangatlah laku." Jelas Sai sambil kembali duduk didepan kanvasnya yang sudah ternodai oleh cat warna.

"Souka.."

Kulangkahkan kakiku kearah kamar Ino dan membuka knop pintunya.

"Ino? Kau demam?" Bisa kulihat, sebuah gundukan selimut tebal berbentuk silinder. Ya pasti itu Ino.

"Apa yang dilakukan Sai disini? Kalian berdua berpacaran hm?" Selidikku

Ino mendudukan dirinya, wajahnya sembab

"Kau tak apa ?"

"Hiks.. S-Sakura.." tangisan itu semakin menjadi.

Pftt aku ingin tertawa karena wajahnya sangatlah seperti bocah tk yang kehilangan permennya.

"Ada apa Ino?"

Aku mendudukan diriku di bibir kasur milik Ino

"S-Sai... Hiks.."

"Apa yang Sai lakukan?! Apa dia me-rape mu?!"

"B-bukan...Hueee"

Apa yang sebenarnya Sai lakukan sampai membuat Nona Pig ini menangis seperti anak tk

"Lalu apa?"

Tangisannya mulai mereda.

"D-dia bersedia menjaga tokokku sampai aku sembuh..."

1

2

3

4

5

Betapa bodohnya anak ini..

"Hanya itu?"

Ino hanya mengangguk

"Lalu mengapa kau menangis? Apakah sesedih itu huh?"

"Habisnya... Aku ditinggal pergi oleh ayah dan ibuku selama 5 bulan. Jadi aku tidak punya teman serta orang yang akan membantuku menjaga toko"

Ttaku Ino ini sangat bodoh rupanya

Sakura End Pov

"Bagaimana Sai bisa menyetujui permintaanmu hmm?"

"jadi..."

Flashback 2 days ago

"Saiiiiiiiiii!" teriak Ino sambil berlari mengejar pria bertubuh sedikit atletis dengan kulit pucat.

"Kau.. tidak usah berteriak bodoh." Sai menjitak kepala Ino

"-ttee!" Ino mengusap usap kepalanya yang dijitak Sai dan mengembungkan pipinya

"Jadi ada apa memanggilku?"

"Anoo saaa, apa kau mau menemaniku selama aku menjaga tokoku?"

"Memangnya ada apa? Kau takut sendirian huh?"

"Ish!" Ino mencubit lengan Sai

"Ouch! Kau meminta tolong tapi malah menganiayaku."

"Eheheh gomenaa , jadi Ayah dan Ibuku pergi ke Jerman selama 5 bulan. Umm jika Sakura bisa aku takkan memintamu menemaniku.. uh.." Ino kau seperti Tsundere.

"5 bulan? Kau memintaku untuk menemanimu selama 5 bulan?" Ucapan Sai membuat Ino mengangguk pelan

"H-Habisnya tidak ada lagi yang bisa dimintai tolong.. D-Dan terlebih lagi, aku akan lebih safety bila dijaga seorang laki laki bukan?" Ino mengeluarkan jurus puppy eyes-nya

Mau tak mau Sai menghela nafasnya dan mengangguk pasrah jika Ino sudah mengeluarkan jurus tabu itu.

*Mengapa tabu?

End of flashback

"... Begitulah" Ino mengusap sisa sisa air matanya.

Sakura menatap Ino penuh pertanyaan.

"Aku tidak membuka sesi pertanyaan." Seakan bisa membaca pandangan Sakura, Ino meluncurkan kalimat yang membuat Sakura mengeluarkan perempatan didahinya.

"S-siapa juga yang mau bertanya!" sanggah Sakura.

"Jadi kau kesini mau apa Nona Jidat lebar?" ledek Ino

"Aku kesini ingin membeli bunga baru untuk tokoku, Nona Pig."

Keduanya beradu Death Glare sampai sampai Sai mengetuk pintu dan membukanya

"In-"

"DIAM!" ucap Sakura dan Ino berbarengan.

Hal ini membuat Sai bergidik ngeri.

"I-Ino ada pelanggan dibawah. Kau sudah janji akan melayani pealnggan bukan? Aku disini hanya menjagamu."

Sai keluar dari kamar Ino dan kembali kebawah

Wajah Ino memerah mendengar kalimat terakhir Sai

Sakura yang melihat itu terkekeh.

"Ara..araa.. sepertinya ada yang menyukai seseorang disini." Goda Sakura.

"U-Urusai!" Ino langsung membersihkan dirinya dan berpakaian rapih.

Sakura tertawa kecil, mendapati teman kecilnya itu menyukai seseorang.

.

.

.

.

.

Kyuubi sudah rapih mengenakan pakian yang Ia pesan dari internet. Setelan kaus merah marun dibalut jaket bulu hitam yang tebal, celana panjang berwarna senada dengan jaketnya, serta sepatu merah hitamnya.

"Apa ini terlalu mencolok? Kuharap para netizen tidak menguntitku." Ia memakai kacamata hitamnya, lalu keluar dari rumah sederhana milik Naruto.

Kyuubi berjalan kearah stasiun untuk pergi ketempat Naungannya.

Sebenarnya apa pekerjaan Kyuubi? Bukankah Ia ditemukan Naruto terlantar di pinggir jalan dengan beberapa salju yang menyelimuti tubuhnya?

Kini sampailah Kyuubi didepan sebuah gedung yang menjulang tinggi dengan Design yang unik.

Ia melangkahkan kakinya kedalam gedung itu.

Beberapa Staf menyapanya sambil membungkuk hormat.

Hei hei hei.. Ini semakin mencurigakan. Siapa Kyuubi ini sebenarnya? Ia sudah seperti orang terhormat saja.

"Kyuuubi-San!" Teriak seseorang dari arah belakang Kyuubi

Kyuubi membalikan badannya untuk melihat siapa orang yang telah memanggil namanya

"Maa! Kau ini selalu saja menghilang setelah sesi wawancara!"

"Tch! Aku muak dengan para curious humans itu!" Kyuubi menolehkan wajahnya kearah lain.

"Alasanmu tidak masuk akal! Lihat apa yang telah kau perbuat!"

Orang itu menyerahkan beberapa kertas kedepan wajah Kyuubi

"Pftt hahaha! Kau mendapat teror lagi Iruka! Hahah"

Orang yang dipanggil Iruka itu memperlihatkan perempatan pada dahinya

"Grrr! KYUUBI KEMBALI KERUANGANMU!" teriak Iruka sampai sampai membuat gerakan orang disekitarnya terhenti sejenak.

"wakatta wakatta Iruka-jii-san" Ledek Kyuubi sambil melangkahkan kakinya keruangannya yang terdapat dilantai 5 itu.

.

.

.

"Kakashi, kau harus mencoba roti ini." Tawar seorang pria.

"Aa? Roti?"

"Sasuke merekomendasikan roti enak ini."

"Maa maa aku akan memakannya setelah menemanimu rapat dengan Nara Cops" Ucap seorang pria bertubuh setara dengan pria yang berjulukan Black Crow itu.

"Nara Cops huh.. Baiklah kapan rapat akan dimulai?"

"10 menit lagi mereka akan standby di ruangan rapat." Pria yang disapa Kakashi itu melihat jam tangannya.

"Saaa lebih baik kita sampai disana duluan." Black Crow berjalan kearah ruang rapat mendahului asistennya yang berambut abu abu muda dengan masker yang selalu saja menempel pada wajahnya. Pria itu bernama Hatake Kakashi.

.

.

.

.

Hari semakin sore, Naruto yang masih ditoko roti itu melamun, entah kenapa saat pertemuannya dengan Black Crow sangatlah membuatnya mengingat kembali akan seseorang yang telah meninggalkannya selama 3 tahun ini tanpa kabar.

Ini sangatlah tidak adil, Ia setiap hari mengirimi surat pada Sasuke. Sangat disayangkan.. Ia tak pernah sesekali mendapat perlakuan yang sama.

Namun Naruto bukanlah tipe orang yang pesimis.. Ia sangatlah yakin, bahwa Sasuke disana sedang membuat sejarah menjadi dosen di *Universitas havard.

Dan Ia sangat yakin.. bahwa Sasuke akan pulang seperti yang dijanjikannya.

Naruto sangat setia pada Sasuke, Ia bahkan tak tahu apa yang sedang dilakukan Sasuke disana.

How Ironic

.

.

.

.

.

.

.

"yeah,I will go back to japan at january. Hn."

.

.

.

.

TBC

*Mengapa tabu? : Hint

*Universitas Havard : HUAHAHAHAHHAHAHAHA ini.. sebenrnya Ge bikin univ sendiri di London... biarkan Havard univ ini pindah untuk sementara /? biarkan lah ya,, bubur sudah terjatuh dari mangkuk. /salah pribahasa woi!/

Karena pada minta next chap, Ge dengan berbaik hati ala malaikat datang memberikan asupan ff pada kalian/slap/. Dikira kaga bakal ada yang baca.. taunya kalian pada unjuk gigi. Ge makin gemes sama kalian wahai para readers /GE STOP/ begini chapter 2.. berantakan kan? Maafkan hamba..

Sepertinya ff Ge yang Sensei akan long hiatus, cause Ge got some writter block for this long.. well Ge hate it to hiatus but, there is no other choice. *cry like a river* /slap

Ah.. maafin Ge juga udah banyak pake bahasa inggris. Ge lagi kambuh. *ketawa nista*

WES GE MAU BALES REVIEW DULU!

michhazz : yang mesen roti abangnya Ge :v, biarkan para chapterku yang menjawab kekepoanmu nak :v

choikim 1310 : entahlah, mungkin iya, mungkin kaga, mungkin keduanya.

Shiro-theo21 : Maaa, ini Havardnya numpang di london dulu. But thanks for the notice! :v

Habibah794 : Dia melakukan apa yang dia mau nak :3 /g

Kurayami (giring)Niji : weh Ji, tau ndiri gua gmna :v. Straightnya nyusul dah.. lu jadi editor gua? Perang dunia ke 10 Ji nanti terjadi :v

Guest : Seep, lanjut ko :v

Hashibara Ren31 : Cie baper :v. Iya dilanjut ko nih :3

Kuro SNI : emangnya misteri yak ? :v wah.. well mungkin hanya bikin kepo doang :'3, sip dilanjut ko ini

arashilovesn : Apa yak :v nanti juga kau tahu sendiri nakk :v

neko-chan : kamu jangan ikutan nangis (ku)cing :v. Naruto nanti juga punya ponsel :v sabar ya..

Guest : yoiii next ko :v

Guest : Chap chap Ge akan menjawabnya :v

gyumin4ever : *nodd* biarkan itu menjadi misteri..

fifi : ini dilanjut :3

hunkailovers : daripada dihantui utang plus tagihan kos.. lebih horror nak..

Guest : nanti muncul :v sabar aja

lololo : Ge pasti gambatte /apaan

Guest : dilanjut ko :v

Thanks for your support and review!

Blood Rose