YOU

Original Character belongs to Masashi Kishimoto

This Story Belong to Gererezer

Warn : Typos, AU, OOC (maybe), Dll

.

.

.

.

Seorang pria berbalut jas hitam yang kontras dengan warna matanya itu memasuki area perkantoran. Beberapa pegawai menyapanya sambil tersenyum.

"Good morning, Sir. You have something to sign the new proposal" Seorang pria bertubuh sedikit lebih kecil menghampirinya dan menyetarakan langkahnya sambil memperlihatkan sebuah proposal.

"Cancel it, that company not help us."

"Yes Sir." Pria yang lebih kecil itu berhenti dan sedikit menundukan kepalanya.

Pria bermata Onyx masuk kedalam ruangan kerjanya, dan langsung mendudukan dirinya di kursi yang nyaman dan kembali berkutat dengan Data dan Dokumen yang menyangkut dengan perusahaannya.

Ponselnya berdering. Terlihat dilayar ponsel itu tertera nama "Stupidy Aniki"

"What?" ucap Pria itu to the point

"Why you so cold to me Outoto?"

"Aniki, I'm in the middle of work now."

"I know, well. Kau akan benar benar pulang bulan depan bukan?"

"Hn, Aku sudah mengatur jadwal. Ada apa memangnya?"

"Its about Naruto."

Raut wajah pria itu berubah menjadi lebih serius.

"Apa yang terjadi dengannya? Bukannya aku sudah memintamu untuk menjaganya sampai aku pulang?"

"You're too long in there. Three years you make him wait. Kau sudah keterlaluan, Sasuke."

Pria yang bernama Uchiha Sasuke ini adalah seorang anak bungsu sekaligus pemegang perusahaan di London milik keluarga Uchiha.

Ia baru saja ditelpon oleh Sang kakak yang bernama Uchiha Itachi yang menyamarkan namanya menjadi Black Crow.

Sudah 2 tahun Sasuke memegang perusahaan di London karena permintaan Ayahnya, Uchiha Fugaku yang berada di Jepang bersama Ibunya, Uchiha Mikoto.

Bukankah Sasuke ke London untuk menjadi Dosen di sana?

Tentu saja, Ia hanya bertahan 1 tahun. Lalu Ia segera dipanggil oleh Ayahnya untuk memegang perushaan di sana.

"Diam Aniki. Apa yang terjadi dengannya?"

"Tch. Kyuubi just find his brother."

Sasuke menghela nafasnya lega

"Lalu apa ?"

"I just have some feeling. Kyuubi will take Naruto to the New York."

"Apa katamu? New York?"

"Yeah,Kyuubi pasti akan membawa pulang Naruto."

"Untuk apa? Naruto hanya milikku seorang."

"Don't tell me, your forget that tragedy."

Sasuke mengingat-ingat tragedi yang menimpa Naruto.

Sasuke menghela nafasnya perlahan. Akhirnya Ia ingat apa yang terjadi.

"Sasuke, cepatlah kembali. Aku semakin sibuk disini."

Sambungan telepon terputus. Sasuke menyandarkan dirinya.

Sebenarnya Sasuke bisa saja pulang sekarang, namun beberapa hal masih ada yang belum beres. Termasuk..

Tiba-tiba seorang wanita seksi berambut merah masuk kedalam ruangan kerja Sasuke,

"Mau apa kau?" Suara Sasuke menjadi dingin.

"Ou.. Sasuke-sama, Aku merindukanmu.." Ucap Wanita itu sambil berdiri tepat didepan meja Sasuke.

"Die you Bitch." Sasuke menatap wanita itu dengan tatapan tidak suka.

"Ahh.. your words make me wanna eat you tonight. Rawrr" Wanita itu menjilat bibirnya yang merah karena lipstik.

Sasuke hanya menatapnya dengan jijik. Ia bisa saja mengusirnya, tapi Wanita itu sangatlah penting bagi hubungan antar perusahaannya.

"Jika kau hanya ingin menggodaku, sebaiknya kau pulang. Karin" Sasuke membuka laptopnya dan mengabaikan wanita itu.

"Aku ingin menyampaikan sesuatu padamu. Aku menemukan Naruto yang akan segera ku musnahkan darimu."

Sasuke menghentikan kegiatannya. Jika sudah menyangkut soal Naruto, Ia takkan tinggal diam.

"Jadi bersiaplah menjadi milikku seutuhnya, Sasuke-sama. Sampai nanti." Karin meningglkan ruangan kerja Sasuke.

"Shit!" Sasuke mengebrak mejanya.

Benar apa kata Itachi, Ia harus segera kembali ke Jepang sebelum keadannya semakin parah.

Sasuke mengambil ponselnya lalu menelpen seorang asistennya.

"Suigetsu, buy airplane ticket to Japan for tomorrow. I will back to Japan at Morning."

.

.

.

.

.

Hari ini adalah hari liburnya di Cafe. Jadi Naruto akan pulang lebih cepat dari biasanya.

"Hm.. Hmm.. Hmmm..for you." Naruto bersenandung lagu Azu- For You. Itu adalah salah satu lagu favoritnya.

Pintu kamar Kyuubi terbuka, dan keluar lah sosok berantakan. Yaitu Kyuubi sendiri.

"Ara, Ohayou Kyuubi-san!" Sapa Naruto dari dapur.

"Oha—aahh—yo." Jawab Kyuubi sambil menguap.

"Aku sudah membuatkan sarapan untukmu dimeja makan. Umn maafkan aku jika memakai bahan bahan yang ada dikulkas. Kyuubi-san yang membelinya bukan?"

Kyuubi berjalan gontai kearah meja makan dan mulai meendudukan dirinya tepat di hadapan piring yang sudah terisi dengan daging yang diiris tipis dipadu dengan telur mata sapi serta segelas susu dan air putih.

Kyuubi tidak menjawab pertanyaan Naruto, Ia malah menyantap sarapannya yang sangat enak itu.

"Ne, Kyuubi-san kau mendengarku tidak?"

Kyuubi hanya mengangguk angguk.

Naruto hanya terkekeh, Ia segera mengambil jaket dan tasnya untuk pergi bekerja di toko roti.

"Aku berangkat dulu ne! Jangan bermain api ne Kyuubi-san!" Naruto keluar dari rumahnya.

"Aku malah diperingati oleh adikku sendiri. Tch."

.

.

Naruto melangkah dengan sangat semangat hari ini, tak peduli dengan salju yang terus mengiringi setiap langkahnya.

Beberapa toko sudah membuat diskon Natal. 5 hari lagi adalah hari Natal.

Jadi Naruto dengan semangat, Ia akan bekerja keras hari ini sampai satu hari sebelum Natal.

Sekarang Ia sudah sampai di toko roti. Ia melihat Sakura yang duduk termenung.

"Ohayo Sakura-chan!" Sapa Naruto

"Hm.. Ohayo." Jawab Sakura sangat flat.

"Kau kenapa ?" Tanya Naruto sambil menanggalkan jaketnya dan menaruh tasnya di loker lalu memakai apronnya.

"Kau tahu.. sebentar lagi akan Natal."

"Mhm, lalu ?"

"Aku akan menutup toko."

Naruto mencerna perkataan Sakura.

"HEEEE?! Ada apa memangnya?"

"Aku takut akan penurunan drastis seperti tahun kemarin."

"Maa.. tahun ini tidak akan seperti tahun kemarin" Hibur Naruto.

"Kau bukan seorang Cenayang, Naruto" Sakura menyenderkan kepalanya diatas meja.

"Jika kau terus menerus berpikiran negatif, kau hanya akan semakin memperburuk keadaan."

"Kau hari ini sarapan apa Naruto? Sampai sampai menjadi sedikit bijak."

"Maa, aku semalam memikirkan resep baru, dan aku juga sudah mencobanya." Naruto mengeluarkan gulungan kertas yang berisi resep baru.

Sakura mengambil resep baru itu dan membacanya.

"Kau yakin akan membuat ini?"

Naruto menganggukan kepalanya dengan antusias.

"Buatkanlah, aku akan mencicipinya terlebih dahulu.." Ucap Sakura yang kembali dengan posisi malasnya.

Naruto berjalan kearah dapur dan mulai membuat resep baru, yaitu Marsmallow Snow.

Hanya kue yang berbahan dasar marshmallow yang dipanggang bersama dengan coklat dan dilapisi roti, lalu dihias dengan krim vanilla.

Setelah Naruto selesai, Ia menghidangkannya kemeja dimana Sakura sedang meratapi nasib tokonya.

Aroma nikmat yang menggoda Sakura.

"Apa ini?" Tanya Sakura sambil menatap kue itu dengan tatapan lapar.

"Marsmallow Snow. Cobalah siapa tahu bisa membuat moodmu semakin membaik"

Sakura mengambil sendok kecil lalu menyicipnya

"Itadakimasu.."

Satu suapan telah masuk kedalam mulut Sakura.

"Bagaimana?" Tanya Naruto antusias.

Sakura tidak menjawab melainkan menghabiskan kue itu sendirian.

"Err.. Sakura-chan?"

"Oishiww Iniw enawk sekawi" Sakura menjawab sambil mengunyah kue itu.

Naruto tertawa karena melihat Sakura yang seperti itu.

.

.

"Itu benar benar enak sekali! Hm! Aku akan menambahkannya kedalam list Natal nanti!" Ucap Sakura penuh semangat.

"Bagaimana jika kita mempromosikannya terlebih dahulu?" Tawar Naruto

"Um benar juga, tapi dana yang akan dikeluarkan akan semakin bes-" Ucapan Sakura terputus

"Aku akan membantu." Ucap seorang Pria yang sudah berdiri didepan pintu.

"B-Black Crow-san?!" Kaget Sakura dan Naruto bersamaan.

"Selamat pagi." Sapa Itachi sambil tersenyum khas yang membuat Sakura menahan suara teriakan ala fangirling-nya.

"A-Apa ada yang bisa kami bantu?" ucap Sakura

"Aku sedang mencari sebuah toko roti yang siap meramaikan stand kami, dah yah.. Sehubung roti dan kue yang ku pesan sudah datang kemarin sangatlah enak. Aku meminta kalian untuk mengisi Stand roti di hari Natal nanti, Bagaimana?"

Sakura dan Naruto terdiam sejenak dan saling tukar pandang

"Black Crow-san jangan bercan—"

"Aku tidak bercanda, Naruto-kun"

"KYAAAAAAAA—"

"HUAAAAAAAA—"

Sakura dan Naruto berteriak senang sambil memeluk satu sama lain. Sedangkan Itachi memfoto kelakuan mereka dan mengirim-nya pada Sasuke.

.

.

.

"Aku tak mau mandi..." Ucap Ino sambil menatap nanar air didalam baskom yang Sai bawa.

"Kau harus mandi Ino." Sai sudah siap dengan posisinya untuk menyiram air didalam baskom itu kapan saja.

"Sai, hentikan atau akan ku sobek kanvasmu" Ancam Ino.

"Aku bisa membelinya lagi. Kau harus mandi Ino."

"TIDAK SAI AKU TAK MAU!" Ino keluar dari toko dan berdiri di depan pintu luar toko sambil memeletkan lidahnya.

"Bodoh." Gumam Sai sambil tersenyum.

Seorang ibu ibu datang kearah Ino dan bertanya tentang kapan keluarganya akan pulang.

Kesempatan itu dipakai oleh Sai untuk menyiram Ino, Sai keluar dari toko dengan membawa sebaskom air hangat lalu menyiramnya kearah Ino dari belakang.

"Mandilah, air hangat sudah aku siapkan" Ucap Sai sambil tersenyum

Ino membulatkan matanya, Ia menoleh dengan pelan kearah Sai dengan perempatan di dahinya.

Untung saja Ibu itu tidak terkena air yang disiram Sai.

"Ara.. kalian seperti pasangan baru, Ino-chan akur akur ya bersamanya." Ucap Ibu itu yang langsung pergi meninggalkan Ino

"S-A-I—K-U-N" Panggil Ino penuh penekanan.

"Hm?" Dengan wajah tak berdosannya dan senyumannya, Sai menatap Ino.

"AKAN KU HANCURKAN HIDUPMU! GAAAAAHHHH!" Ino berlari kearah Sai seperti anak kecil. Sai pun langsung saja memasuki toko dan berlari kecil kearah kamar mandi.

"GRRRRRRR KAU MENYEBALKAN!" Ino masuk kedalam kamar mandi yang sama, Namun Sai keluar dan menutup pintu kamar mandi setelah Ino masuk.

"Handuknya sudah kusiapkan didalam. Mandilah selagi terkunci." Sai mengunci pintu kamar mandi itu.

Ino menggedor gedor pintu yang terkunci itu sambil menyumpah serapahi Sai.

.

.

.

.

.

Sasuke kini berada di Apartement yang Ia tinggali, Ia sedang meng-istirahatkan dirinya diatas kasur yang empuk.

Bulir bulir air masih melekat di tubuh yang atletis. Yap Sasuke baru saja selesai mandi dan ia hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya.

Ponselnya bergetar, Ia segera mengecheknya

Ia mendapat notif E-mail.

From : UchihaItachi

To : UchihaSasuke

Subject : How cute they are.

click here to view the photo—

Betapa lucunya mereka saat ditawarkan untuk mengisi stand-ku saat Natal nanti.

Sasuke membuka foto itu, Ia sempat tersenyum tipis melihat wajah Naruto begitu imut dan tidak berubah. Namun senyuman tipis itu menghilang dengan seiringnya pupil onxy itu melihat Sakura.

Sasuke ingin membalas E-mail itu, Namun Ia terlebih dahulu mendapatkannya dari Itachi

From : UchihaItachi

To : UchihaSasuke

Subject : -

Aku lupa memberitahu, Naruto kini bekerja ditoko Sakura. Don't get it wrong, Outoto. Naruto never cheat on you.

Sasuke hanya mendengus lalu Ia mematikan ponselnya dan memakai bajunya.

"Dobe.. I will meet you tomorrow. For sure."

.

.

.

.

.

.

.

"Madam Karin, What are you planning?"

"Of course, chasing Sasuke-sama for sure, I will go to Japan after one week Sasuke arrived there."

"Yes Madam, As you wish."

"fufufu.. Naruto.. Be ready for your funeral, Sweety."

.

.

.

.

.

.

Apa yang akan dilakukan Karin?

Apa Sasuke tidak akan marah karena pekerjaan Naruto?

Bagaimana dengan Kyuubi?

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc.

Sorry, wordsnya semakin menurun. The Idea running away from maaa head.

Maafkan Ge jika chapter ini kurang memuaskan.

Alur nya termasuk alur cepet ya... Ge lupa caranya Alur Balance or Normal.

Ge mungkin akan meng-Update seminggu sekali...

Nih, Sasukenya keluar juga v:

Cie cie Sasuke baru muncul di chapter 4 cie cie /Dijoroginkejurang/

Segitu aja kali ya yang mau Ge sampein. Bingung Ge mah kalo mau nyampein sesuatu.. hayang talk bae tapi difficult wae.. Lier Ge mah.

Duh punten ie, Ge teh mau bales ripiw na.. sok tah :

seraoff : *bingung pen jawab apaan*

Aiko Vallery : ayok! *tuntun aiko*

namikazesaphirepl : nam baca ch 1deh :"). Sasuke sudah menderita akan godaan karin nak :")

choikim1310 : di jelasin di chap selanjutnya ko :") tunggu ya nak..

michhazz : *bingung pen jawab apaan* *kemudian hening* /ga

uzumakinamikazehaki : *angguk angguk* lanjut ko

rheafica : okelah.. sabar nak...

guest : yooi

habibah794 : cie ngarepin :3

neko-chan : ge sukanya neko-chan /ga/ sabarlah nak kucing

kuro SNL : Karin nak itu~ chap selanjutnya bakal terungkap

arashilovesn : Itachi telah lelah menjadi mafia nak~

Guest : iyapp

: pft :v maafin Ge, ini karena Ge kebiasaan nulis di wattpad :"3 jadinya mentok 3k paling :v

lhiae932 : yoi~

Blue eyes and Black eyes : wah :v jangan lah.. kasian Sasuke~

gyumin4ever : tau ko tau :3

guest : iya lanjut~

Thanks for Support and Review!

Blood Rose.