YOU
Original Character belongs to Masashi Kishimoto
This Story Belong to Gererezer
Warn : Typos, AU, OOC (maybe), Dll
.
.
.
.
"Anda tidak boleh masuk Tuan, silahkan tunggu diluar." Ucap salah satu petugas medis.
Naruto menunggu diluar ruangan.
"Ugh, Kamisama.. aku tak mau Kyuu-nii terluka lagi.."
"Eh?.. Kyuu-nii?"
Tiba tiba sebuah ingatan terbesit dibenak Naruto.
"Naruto, jangan duduk disanaa!"
"Kyuu-nii ini asik ttebayo! Hehehe"
"kyuu-nii ittai.. hiks.."
"Kyuu-nii ikutt!"
"Kyuu-nii.."
"Kyuu-nii!"
Naruto memegangi kepalanya yang sakit, dadanya yang sedikit sesak. Entahlah apa yang terjadi padanya. Ia merasa jika Ia kehilangan sesuatu yang sangat berharga.
Air matanya perlahan jatuh.
Ia sekarang ingat siapa Kyuubi..
"Kyuu-nii...Kyuu-nii.."
.
.
.
Sasuke masuk kedalam ruangan Neji tanpa mengetuk pintu. Ia langsung duduk disofa.
"Begitukah caramu menyapa kawan lama?" Sindir Neji.
"Hn."
"Tch, jadi apa yang mau kau lakukan disini?" Tanya Neji sambil menatap datar Sasuke.
"Kau sudah tahu bukan?" Sasuke balik bertanya.
"Kau ini sangat pemaksa rupanya. Baiklah aku akan mengabdi kepadamu Tuan Uchiha."
"Hn." Sasuke tersenyum penuh kemenangan. Ia melemparkan amplop coklat tebal kearah Neji.
Neji menangkapnya dan membukanya. Ia terkekeh.
"I can't belive this, young masters of Uchiha. Aku bahkan belum mengerjakan apa apa, kau sudah memberiku uang?"
"Untuk jawaban dan jasamu bersedia menjadi informan dan dokter pribadiku." Sasuke bangun dan berjalan kearah jendela. Ia bisa menatap kota Konoha dari sini.
"Ah, Aku bertemu Naruto beberapa hari yang lalu." Ucap Neji sambil memasukan uang itu kedalam berangkasnya.
"Untuk apa?" Suara Sasuke dingin.
"Nothing, I just meet him accidentally at the street. Naruto bekerja di toko roti Sakura, apa kau tidak marah?."
"Tck. Itu kemauan Naruto. Aku tidak dapat mencegahnya." Jelas Sasuke.
"Kau pengertian sekali, Sasuke." Kekeh Neji.
"Hn."
"Bagaimana dengan karin?"
Pertanyaan Neji membuat Sasuke muak.
"Jangan pernah membicarakan wanita itu. Aku muak." Sasuke mengeluarkan aura tak enak.
"Salah satu dari anak buahku memberi info padaku. Ia melihat sekawanan pria misterius yang mengikuti Naruto akhir akhir ini."
"Beri aku rinciannya sekarang juga." Sasuke kembali ke sofa.
"Ha-ah.. Salah satu anak buahku yang kuminta untuk mengawasi Naruto menemukan seorang pria yang mengintainya 2 hari yang lalu. Aku menduga jika itu adalah suruhan Karin." Neji melemparkan foto keatas mejanya.
Sasuke berjalan dan mengambil 3 buah foto yang isinya adalah gambar seorang pria berperawakan luar negeri itu sedang mengintai Naruto didepan toko Sakura.
"Tangkap dan bawa dia kerumahku. Esok hari jam 9 malam." Sasuke melemparkan foto itu keatas meja Neji dan lekas pergi dari ruangan dan meninggalkan gedung rumah sakit Konoha.
Neji hanya mendesah pasrah. Ia sudah menyetujui permintaan Sasuke untuk menjadi Informan dan Dokter pribadinya. Mau tak mau Ia harus mengerjakan pekerjaan kotor ini.
Neji langsung menelepon bawahannya untuk memulai tugas untuk menangkap orang yang memata matai Naruto.
.
.
.
.
"Black-kun, kau dan Kyuubi menjadi Trend Topic di majalah, koran, dan juga internet." Kakashi menatap atasannya ini yang sedang membaca koran.
"Itu bagus bukan?" Itachi terkekeh.
"Itsumo no yõ ni" Kakashi kembali fokus dengan pekerjaannya.
"Dengan begini takkan ada yang mendekati Kyuubi." Itachi melipat korannya dan mulai kembali bekerja.
Itachi.. kau licik sekali, ingin memonopoli Kyuubi dengan cara yang, mencolok.
Namun cukup Brilliant.
Ponsel Kakashi terus bergetar.
"Kakashi angkatlah, kuyakin kau akan mendapatan sesuatu yang Lucky" Itachi tersenyum miring.
Kakashi mengangkat telpon itu.
"KAKASHI BERENGSEK! APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU! AKU BERSUMPAH AKAN MENGHUKUMMU! DATANGLAH MALAM INI KERUMAHKU! KAU AKAN MATI DISANA!"
Sambungan terputus.
Belum sempat Ia mengatakan 'Halo' atau 'moshi-moshi' panggilan sudah terputus.
"Hahaha, sebaiknya kau menuruti permintaan Iruka." Itachi tertawa.
Kakashi hanya tersenyum riang. "Maa, I will come anyway."
.
.
.
.
Pria berambut merah dengan jas putih itu keluar dari ruangan dimana Kyuubi berada dalam ruangan itu.
Naruto segera berdiri dan menghampiri pria yang ber-nametag Garaa itu.
"Bagaimana dengan keadaannya?!" Tanya Naruto.
"Dia baik-baik saja. Kau adiknya bukan?" Garaa menatap Naruto.
"U-um.. Aku masih belum yakin.." Naruto menoleh kearah lain.
Garaa mengenali siapa Naruto. Karena setelah kecelakaan itu. Keluarga Namikaze dilarikan kerumah sakit Konoha ini. Dan kebetulan waktu itu asisten dokter yang memeriksa Naruto adalah Garaa.
"Kau bisa menemuinya didalam sekarang, aku permisi." Garaa meninggalkan Naruto.
Naruto menunduk kearah Garaa sebagai ucapan terimakasih. Lalu Ia masuk kedalam ruangan itu.
Naruto melihat Kyuubi terbaring dengan selang infusan ditangannya.
Naruto duduk disamping Kyuubi. Menatap wajah yang pucat itu.
"Kyuu-nii.. Apa kau benar benar Kakakku? Aku tidak mengingatnya.. Jika kau benar benar Kakaku, tolong katakan sesuatu padaku.." Naruto berbicara sendiri sambil melihat kearah Kyuubi dengan mata sendu.
Beberapa hening, Naruto ingat jika Ia hari ini harus bekerja. Ia menemukan telpon didalam ruangan itu.
Segera Ia menelpon toko Sakura.
"Halo, dengan toko roti Haruno disini. Ada yang bisa kami bantu?" Ucap Sakura di sebrang sana.
"Sakura-chan! Ini aku Naruto."
"Eh? Mengapa kau tidak datang? Aku disini sedikit kerepotan karena tokoku mendadak ramai."
"Yokattaa! Maafkan aku Sakura-chan. Aku tidak bisa datang hari ini. Kyuubi-san dibawa kerumah sakit."
"Kyuubi-san? Pacarmu? KAU SELINGKUH NARUTO?!"
"B-bukan, tentu saja tidak. Aku takkan selingkuh ttebayo!"
"Syukurlah, yasudah kalau begitu. Mau kuantarkan roti kesana? Aku ingin tahu siapa Kyuubi-san yang kau maksud. Kau berada dimana?"
"E-eh tak usah, Aku berada dirumah sakit Konoha. Kau tidak usah kesini Sakura-chan."
"Aku akan kesana. Njaa na!" Sakura memutuskan sambungannya.
Naruto hanya mendesah pasrah. Ia lupa jika Sakura keras kepala.
.
.
.
.
.
Setelah Sakura datang ke rumah sakit dan membawakan Roti datanglah Itachi sambil membawa berbagai macam makanan.
"Black Crow-San?" Naruto memiringkan kepalanya melihat kedatangan Itachi
"Kau? Siapanya kekasihku?"
Naruto kaget.
Setengah mati.
"M-maksudmu apa ttebayo?"
"Aku dan Kyuubi akan segera menikah, jadi kau akan menjadi adik iparku." Jelas Itachi
"Adik ipar? Umn.. Itachi-san. Bolehkah aku menanyakan sesuatu?"
Naruto langsung saja menyebut nama Itachi. Well karena Ia sudah tahu namanya.
"Tentu saja, apa yang ingin kau tanyakan?"
"A-Apakah ada hubungan antara Aku dan Kyuubi?"
.
.
.
.
.
.
"Hawk one reporting, Naruto at the hospital. Should we move ?"
"Move now. Give Naruto a little "
Seorang pria berbalut serba hitam memasuki rumah sakit dan berjalan keruangan dimana Naruto berada.
Bagaimana Ia bisa tahu?
Hawk One— adalah bawahan sekaligus mata mata milik Karin yang baru saja meretas cctv Konoha Hospital.
Pria itu sudah berada didepan ruangan Naruto namun
"Apa yang ingin kau lakukan, tuan penjahat?"
Gaara mengintrupsi gerak gerak pria itu.
Mengapa Gaara bisa tahu? Neji memberitahunya tentang pengintaian Naruto setelah Sasuke pergi dari rumah sakit.
"Fuck! Don't get in my way!"
Pria itu menghunuskan sebilah pisau kearah Gaara, namun semua itu sia sia. Gaara lebih dulu menusukan sebuah jarum suntikan keperut pria tu dengan sangat cepat. Bahkan pria itu tidak dapat melihat gerak gerik Gaara.
"You might rest at the hell."
Pria itu terjatuh dan kehilangan kesadaran. Gaara mengantungi bekas suntikannya.
"Oya oya, sepertinya kau bergerak dengan cepat."
Neji merangkul pundak Gaara. Dan saat itu juga Gaara menundukan wajahnya.
"Otsukare Gaa-chan"
Cengiran menggoda khasnya Neji perlihatkan.
"U-Urusai!"
Dengan begitu Neji segera menghubungi beberapa anak buahnya untuk membawa pria ini kerumah Sasuke.
.
.
.
.
TBC
HUAHHHHHH
Hampir kena webeh :' maa maaa sekarang udah mulai keliatan konfliknya
Eh tapi ngga deh..
Eh iya deh..
Eh gatau deh :v
Udahlah pokonya chap 8 semoga bismillah amin lebiih jelas konfliknya
Wes Ge mau bales review dulu :
Dewi15 : Ta-Da ini udah
Aiko Vallery : ini diaaaa udahh
Uzumaki'namikaze' piiu-chan : TRAP, mereka gaketemu maapkeun :'3
Choikim1310 : maapkeun ;'3 mereka harus bersabar
UchiKaze Ammy : maapkeun mereka ngga ketemu :'3
Habibah794 : HAHAHAA kepotong ya :'3 maapkeun
Michhazz : ngga ketemu :'3 ngga ko Ge suka ada readers yang bisa koreksi ginii. Hush kamu gaboleh gitu nak :v. Ukk? Ehehe rank1 :3
Lhiae932 : Naru ngga bakal marah lah, paling ngambek berkepanjangan :3
Blue eyes and Black eyes : Maapkeuunn nak :'v
Seraoff : cie deg degann :v maapkeun mereka harus bersabar untuk bertemu
CacuNaluPolepel : biar seruu :v biar kalian gasabaran
Mystique : Bolehhh, tapi sabar ya. Abis you kelar yanggg
: kapan kapan aja :v iya dia demamm
Gyumin4ever : iya dia demam abis di anu sama Itachi :v
Neko-chan : Iyap danger alarm, dia bawa sebongkah masalah :v
Arashilovesn :ngga ketemuu :'3 sabarrr
Kuro SNL : yap :v bersabarlahhh
AySNfc3 : entahhhlahh :v shock maybe
Ppkarismac : yooooi
Ini pada ngarepin ketemu yak? :v bersabarlah kalian. Ge akan menguji kesabaran kalian /DITIMPUK/
Blood Rose
