Yoshino says Khusus Power of White akan saya perpanjang wordnya, di setiap chap menjadi 3,5 k per chapter jadi tolong review sebanyak-banyaknya ya …^^
Title : Power of White
Author : Yoshino
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Power of White ..
Chapter 2
Keputusan
Naruto terduduk di kasurnya, dia menundukkan kepala dan masih mengenang masa-masa indah pada saat pengembaraan bersama sang guru Jiraiya. "Shisou?" tidak seperti Jiraiya yang mempunyai rambut putih panjang, rambut Naruto masih sama seperti biasanya. Hanya saja warna rambutnya lah yang berubah menjadi warna putih. Kebencian di dalam hatinya kini mulai keluar dengan sendirinya, Naruto pun berjalan menuju kamar mandi dan menghadap ke kaca yang sudah berada dihadapannya, dia pun cukup terkejut dengan warna rambut putihnya. "Hm? Rambutku?" Tanya Naruto pada dirinya sendiri, dia tidak begitu mengerti apa artinya ini, namun dia berusaha untuk mencari tahu, kenapa rambutnya mendadak berubah warna mirip dengan rambut milik Jiraiya. "Rambutku seperti Shisou" Batin Naruto dalam hatinya. dan dia juga merasa ada bayang-bayang di dirinya, Naruto merasa sekarang sifatnya terbagi menjadi 2. "Aku tidak begitu mengerti, tapi aku merasa ada yang mengambil alih pikiranku" Kepala Naruto tiba-tiba mengalami pusing, dia hampir jatuh untuk beberapa kali, namun dia berusaha agar tidak pingsan dengan memegang wastafel yang berada di depannya. Matanya samar-samar, pandangannya mulai buyar dan pada akhirnya… "Aku pusing sekali"
Brukkk
Dan tidak disadari, Naruto sudah berada di alam bawah sadarnya, alam bawah sadar yang lebih dalam dari tempat dimana Kyubi disegel, bahkan Kyubi pun tidak bisa memasuki tempat tersebut. Di tempat hening itu hanya terdapat kegelapan yang mencekam, entah mengapa tempat itu memiliki hawa yang tidak enak, ruangan dengan luas 30 meter dan atap terbuat dari kegelapan. "Dimana aku?" Naruto pun berdiri perlahan dan membuka matanya yang sebelumnya tertutup, dia melihat ke atas dimana terdapat kegelapan yang menyelimuti ruangan tersebut.
"Tempat apa ini? Dimana aku?" Naruto mulai kebingungan dan gelisah, karena tempat yang dia pijak sekarang adalah tempat yang belum pernah ia datangi, bahkan tempat tersebut lebih mencekam daripada tempat dimana Kyubi disegel. "Aku tidak tahu tempat apa ini, tapi tempat ini sangat berbeda dengan tempat yang biasa aku datangi (Tempat Kyubi)" Naruto hanya bisa melihat-lihat sekitarnya, mimic wajahnya masih menunjukkan kegelisahan yang tiada tara, sampai dia mendengar langkah kaki, suara langkah kaki itu menimbulkan gemercik air yang diakibatkan oleh kaki dan air yang berada di bawah tepatnya adalah tempat dimana sekarang dipijak oleh Naruto. suara langkah kaki itu mulai mendekat, mendekat dan mendekat. "Siapa itu?" Pikir Naruto. wajahnya mulai mengucurkan keringat, walapun begitu dia tetap memberanikan diri untuk melihat siapa sebenarnya orang itu? sekarang Naruto hanya terfokus terhadap asal suara langkah kaki misterius itu. kegelapan yang sangat pekat membuat penglihatan Naruto terbatas dan masih belum bisa melihat siapa orang yang berada di balik kegelapan itu. sampai langkah kaki tersebut sudah terdengar jelas di gendang telinga Naruto. dan saat laki-laki berambut kuning itu hanya terfokus terhadap suara langkah kaki itu, datanglah seseorang dengan wajah yang mirip dengannya tapi rambutnya berwarna putih. "Kau?" Naruto pun terkejut, reaksi yang wajar. "Siapa kau?"
Laki-laki yang mirip dengan Naruto dan berambut putih itu hanya terdiam, tatapannya masih sangat dingin. Dia hanya melihat wajah Naruto yang benar-benar polos. "Aku tidak tahu, siapa dia? Tapi dia mirip denganku" Pikir Naruto sambil menatap balik orang berambut putih tersebut.
Orang itu pun mengulurkan tangannya dan berusaha menjabat tangan Naruto. Naruto yang melihat uluran itu pun juga tidak bisa diam saja, dia menerima uluran tersebut dengan halus.
"Panggil saja aku White, senang berkenalan denganmu" Walaupun ucapan itu terdapat kandungan senang atau tersenyum, namun itu adalah hal yang salah, dia menjabat tangan Naruto tanpa berekspresi. Mereka pun bertatap untuk beberapa saat.
"Namaku Naruto, ehhhh bukan itu maksudku, siapa kau? dan dimana ini?" Naruto pun langsung menanyakan hal yang membuat dirinya penasaran, White pun hanya terdiam untuk beberapa saat. "Aku adalah dirimu, dan dirimu adalah aku" Perkataan itu membuat Naruto semakin bingung, memang White hanya berbicara sedikit dan tidak berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya menimpa Naruto, dalam keadaan ini, Naruto benar-benar stress sampai melupakan kesedihan yang amat mendalam yang baru saja ia alami.
"Yang benar saja, jelaskan lebih detail lagi. Aku tidak mengerti apa yang kau maksud!?" Bentak Naruto yang mulai menahan emosinya, ekspresi Naruto terlihat jelas di kedua matanya. White pun menunjuk mata Naruto. "Matamu bisa berubah, jika kamu menggunakan diriku" White mengatakan kata-kata yang sulit dipahami oleh Naruto, benar saja Naruto mulai frustasi dibuatnya.
"Sebenarnya, kau bicara apa! aku tidak mengerti dattebayou" Grutu Naruto dengan wajah emosinya, kegelapan masih menyelimuti tempat tersebut. sekarang ini White memakai jaket berwarna putih dengan api berwarna jingga yang menghiasi jaket polosnya sedangkan bawahannya, dia memakai celana panjang biasa.
"Siapa kau? apa maksud dari perkataanmu tadi?" Ujar Naruto. rasa penasaran yang tinggi membuat dirinya mulai melepas emosinya yang sebelumnya dia tahan. White pun berjalan mendekati Naruto dan menyentuh pundaknya. "Aku adalah dirimu, dan dirimu adalah aku jadi aku akan memberikan seluruh kekuatanku padamu, tapi terdapat resiko yang akan menimpamu jika kau menggunakan kekuatanku" White pun mulai berbicara lebih jelas dari pada sebelumnya.
"Jadi kau adalah aku?"
White hanya menganggukan kepalanya. Tapi Naruto masih penasaran, kenapa ini terjadi dengan tiba-tiba? Dan apa yang mengakibatkan ini terjadi? Mungkin itulah yang sekarang dipikirkan oleh Naruto.
"Tenang saja, kau tidak usah memikirkan hal itu, karena suatu saat kamu akan mengetahui jawabannya" Padahal Naruto hanya berbatin dan tidak membicarakan hal tersebut secara langsung tapi White bisa membaca pikiran Naruto dengan mudah.
"Kenapa kau bisa mengetahuinya?"
"Aku adalah dirimu, dan dirimu adalah aku, bukan mustahil jika aku dapat mengetahui apa yang sedang kau pikirkan sekarang, karena kita adalah sama." Ucap White yang berdiri menghadap Naruto, mereka memiliki tinggi yang sejajar. Dan hal itu sangat mendukung percakapan mereka.
"Tapi kenapa aku tidak bisa membaca pikiranmu? Bukankah kau adalah diriku?" Tanya Naruto keheranan, pertanyaan yang bagus. Naruto berpikir jika White bisa membaca pikirannya seharusnya Naruto juga bisa membaca pikiran White.
"Memang benar kau tidak akan bisa membaca pikiranku, karena tidak ada yang aku pikirkan sekarang" Mendengar perkataan yang diutarakan oleh White, Naruto pun terkejut bukan main, dia memasang wajah penasaran tingkat tinggi, bukan hanya itu Naruto sekarang terus memperhatikan wajah White yang notabene adalah wajahnya sendiri dengan rasa curiga. Tidak mungkin seseorang tidak memikirkan apapun dalam beberapa saat, bahkan untuk 1 detik pun mustahil orang biasa melakukannya.
Di tempat hening dan gelap itu tidak ada suara apapun selain gemercik air, mereka hanya terdiam dan saling memandang dan disaat itulah Naruto mulai mengawali pembicaraannya lagi. "Aku tidak tahu kenapa kau tiba-tiba muncul? Tapi kenapa kau muncul pada saat-saat yang krusial ini, aku yakin kau sudah mengetahui tentang kematian guruku. Dan apa maksud tujuanmu datang menemuiku?" Naruto bertanya secara keseluruhan, dia tidak memperdulikan apa yang akan dijawab oleh White. Dan benar White hanya membalas 1 pertanyaan dari Naruto.
"Aku datang kesini karena kau memintaku" Jawab White singkat, White memiliki sifat one answer, yaitu hanya menanggapi pertanyaan pertama pada suatu pembicaraan, jika diibaratkan pada saat bergerombol atau Naruto bersama Kakashi dan Sakura, dan kedua dari mereka bertanya secara bersamaan, maka Naruto akan mengabaikan pertanyaan yang kedua dan mengutamakan pertanyaan pertama dengan menjawabnya. Begitulah sifat White berlangsung, sifat yang tidak dimiliki oleh orang lain.
"Aku yang memintamu?" Tanya Naruto lagi, kali ini dia mulai serius dengan pembicaraan tersebut. White hanya menganggukan kepala, masih sangat banyak misteri yang belum dijawab oleh White, tapi di sisi lain, Narutolah yang harus bertanya dengan pertanyaan bagus dan mumpuni, pertanyaan yang membuat White dapat mengutarakan pertanyaan yang diajukan dengan jelas dan padat, tapi sekarang Naruto belum menyadari sifat White yang seperti itu, dia terus bertanya dengan pertanyaan yang jawabannya sama seperti sebelumnya. Wajah tanpa ekspresi masih White perlihatkan pada Naruto, Naruto mulai geram.
"Katakan! Dimana ini? Dan apa tujuanmu?" Teriak Naruto marah, White pun merespon cepat.
"Tempat ini adalah tempatku hidup" Jawab White singkat, Naruto pun memegang pundak White dan menggerak-gerakannya. "Ada apa kau ini? Kenapa kau sangat berbeda denganku? Maksudku sifatmu itu? kau sangat mirip dengannya" Ujar Naruto terpancing, Naruto pun melibatkan Sasuke diakhir perkataannya.
"Inilah dirimu yang sebenarnya. Aku akan menjawab semua yang berada dipikiranmu jadi dengar baik-baik, aku tidak bisa berbicara panjang lebar jadi ambil intinya saja" White pun mulai ambil andil dalam percakapan tersebut, tangannya berusaha melepas tangan Naruto yang memegang pundaknya.
"Aku adalah dirimu, dan dirimu adalah aku. Aku terlahir karena amarahmu sejak kecil, kebencian yang berada di dalam dirimu itu lebih gelap daripada kebencian temanmu sendiri (Sasuke) dan sekarang aku bangkit, bangkit karena kebencianmu, kebencian yang kau keluarkan pada hari ini. Aku mengerti perasaanmu Naruto, karena aku juga merasakannya, jadi tujuanku berada disini adalah membantumu membuat perasaan itu menghilang dengan membalas dendam terhadap Akatsuki atas kematian Shisou" Naruto hanya bisa terdiam dan mendengar perkataan White baik-baik, dia mengerti sekarang, alasan White berada disini. bukan hanya itu yang membuatnya terkejut, dia merasa White adalah dirinya yang sebenarnya, orang yang dipenuhi dengan tanda tanya dan misteri. Seseorang yang tinggal di dalam tubuh Naruto selama berpuluh tahun lamanya.
"Aku tidak tahu apa maksudmu, tapi apa benar kau adalah kebencianku?" Tanya Naruto lagi, rasa penasarannya belum terjawab sepenuhnya, jawaban yang diberikan oleh White kurang memuaskan dirinya. White hanya menganggukan kepalanya.
"Jadi masih terdapat kebencian didiriku ya? aku tidak tahu itu, karena aku pikir aku sudah membuang kebencian itu dalam-dalam" Ucap Naruto sambil melihat air yang berada di bawahnya, White hanya terdiam dan mendengarkan ucapan Naruto.
Kemudian Naruto melanjutkan ucapannya tadi, dia masih berguming sendiri. "Kenapa aku baru menyadarinya sekarang? jadi kebencian itu masih terdapat dihatiku ya?" White hanya menganggukan kepalanya saja, memang dia tidak akan berbicara jika tidak ada pertanyaan yang mengarah kepadanya.
"Kau tadi bilang resiko? Resiko mengenai jika aku menggunakan dirimu, coba kau jelaskan lebih detail lagi mengenai itu, aku tidak paham sama sekali." Naruto pun bertanya kepada White untuk ke sekian kalinya, laki-laki berambut putih itu langsung menjawab pertanyaan Naruto dengan tanggap.
"Ada satu kemungkinan jika aku, dirimu yang sebenarnya mengambil alih dirimu yang sekarang, dirimu yang palsu" Mendengar perkataan 'palsu' Naruto pun mengalihkan topic dengan cepat karena ia merasa tidak terima, jika disebut dirinya yang sekarang adalah palsu.
"Palsu? Apa maksudmu? bukankah memang ini diriku yang sebenarnya" Tanya Naruto dengan memasang wajah yang serius dan penasaran.
"Tidak, aku lah dirimu yang sebenarnya. Kau mengubur dan menimbunku sangat dalam di hatimu dengan senyuman palsumu itu, kau berusaha menutupi kegelisahan yang mendera di hatimu" White menjawab pertanyaan Naruto dengan jelas dan singkat, dia hanya mengambil point-point yang penting untuk dijabarkan dalam suatu pertanyaan agar jawaban yang dihasilkan bisa seakurat apa yang dinginkan oleh penanya (Naruto).
"Tidak mungkin, aku-aku" Naruto pun merasa tidak percaya jika dirinya yang sekarang hanyalah kepalsuan belaka, memang di dunia ini, semua orang tidak harus menutup-nutupi amarah dan kebenciannya dengan tersenyum palsu sambil beraktivitas seperti orang pada umumnya, ada kalanya seseorang harus menjadi dirinya sendiri dan menjalani hidup dengan semestinya.
"Aku masih tidak percaya itu!" Seru Naruto keras, dia masih tidak mempercayai jika dirinya sekarang hanyalah sifat rekayasa yang ia buat-buat sendiri, ekspresi serius masih dipertunjukan oleh Naruto, dia berusaha menyangkal ucapan yang dilontarkan oleh White.
"Kematian Shisou telah membangkitkan diriku, dan disini aku hanya bisa terduduk menunggumu selama bertahun-tahun sampai tidak tahu kapan kau akan menghampiriku, dan pada akhirnya secercah cahaya dari atas membuatku melihatnya, seseorang yang sudah lama ingin aku temui sekarang sudah berada dihadapanku, aku tidak memaksamu melakukan ini tapi, terimalah kenyataan bahwa dirikulah dirimu yang sebenarnya" Tutur White mengenai apa yang sedang ia pikirkan dan jelas saja Naruto merasa sudah mengetahui apa yang akan diucapkan oleh White, 1 pikiran dalam satu ucapan itu telah membuat Naruto sedikit percaya tentang kebenaran yang terungkap dan terkelupas sedikit demi sedikit.
"Aku barusan seperti bisa membaca pikirannya, bukan membaca memang aku juga berpikir seperti itu. kenapa ini? Kenapa semua ini menjadi lebih tidak masuk akal lagi, sebenarnya apa yang terjadi!" Naruto pun mulai pusing dengan semua ini, dia terlihat menundukkan kepalanya sedikit dan berpikir keras, dia masih bertanya-tanya pada dirinya sendiri. "Sebenarnya siapa aku?" Tanya Naruto kepada dirinya sendiri.
Dan tiba-tiba saja burung gagak terbang di atas memutari Naruto dan White, "Apa itu?" Pikir Naruto sambil tetap memperhatikan burung itu terbang mengelilingi ruangan yang cukup luas tersebut. Kemudian burung gagak itu mulai mendarat dan hinggap di pundak White. Burung gagak hitam itu masih hinggap di pundak White sambil melihat-lihat sekitarnya.
"Itukan!?" Naruto terkaget dengan apa yang ia lihat dihadapannya, sebuah gagak hitam bermata sharingan. Gagak itu mengeluarkan suara menakutkan, sayapnya mengepak-ngepak namun tidak sampai membuatnya terbang.
"Itu benar, gagak ini adalah salah satu kekuatan yang diberikan oleh Itachi kepada kita, saat aku terduduk disini sendirian tiba-tiba gagak ini terbang mendekatiku dan hinggap dipundakku, mata sharingan yang diberikan oleh Itachi hanya ditunjukkan kepadamu Naruto" Mendengar perkataan White, Naruto mengingat sesuatu yang baru-baru ini terjadi, saat ia bertemu dengan Itachi.
.
Burung gagak bertebangan ke segala arah dan mengelilingi tubuh Naruto yang melayang di langit berwarna oranye, "Sial aku telah terperangkap di genjutsunya" Naruto yang terjebak dalam genjutsu Itachi ,tidak bisa melakukan apa-apa selain pasrah dan menjawab perkataan Itachi sampai salah satu burung gagak masuk ke dalam mulutnya.
"Apa ini!?" Batin Naruto dalam hatinya, hewan berwarna hitam itu menerobos masuk melalui mulut Naruto, kejadian itu hanya berlangsung beberapa detik jadi Naruto tidak begitu memperdulikannya.
.
"Jadi burung itu, burung gagak yang masuk ke dalam mulutku pada saat aku bertemu Itachi?" Tanya Naruto penasaran, White hanya menganggukan kepalanya. Kemudian burung gagak itu terbang dan hinggap dipundak Naruto. mata sharingan yang dimiliki burung gagak itu sudah menjadi mangekyou, Naruto pun menengok ke arah gagak hitam itu dan disaat itulah mereka saling bertatapan (Naruto dan Gagak).
Naruto dan burung gagak tersebut saling bertatapan untuk beberapa detik, White pun hanya melihat mereka saling bertatapan tanpa berbicara apapun. Sampai Naruto mulai menggerakan tangannya dan mengelus kepala burung gagak itu.
Aaaak Aaaak
Suara gagak yang aneh dan misterius, bunyi yang menakutkan. Naruto pun tersenyum, entah apa yang membuat dia tersenyum hanya mereka berdualah yang tahu, untuk sekarang ini Naruto tidak mengetahui apa yang berada di jalan pikirannya, dia hanya mengikuti insting dan nalurinya. "Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk sekarang, akan tetapi aku harus membuat keputusan" Tatapan Naruto mulai serius, dia harus membuat keputusan sekarang.
"White? Jelaskan lebih detail lagi mengenai resiko yang kau maksud?" Dengan tatapan yang serius Naruto menanyakan pertanyaan yang sebelumnya ia tanyakan, tadi Naruto belum sepenuhnya mengerti karena dia mengubah topic pembicaraan secara tiba-tiba.
"Baiklah, aku akan mulai dari awal." Ucap White singkat, Naruto pun menganggukan kepalanya sedikit dan berusaha mendengarkannya.
"Untuk sekarang kau sudah bisa menggunakan kekuatan pada dirimu yang sebenarnya (White). Kau akan semakin kuat dari beberapa segi baik ketrampilan, fisik maupun teknik, tapi terdapat suatu resiko yang harus kau hadapi, pertama. Rambut kuningmu akan menjadi putih seperti milik Shiso. Untuk alasan itu aku tidak akan membicarakannya karena hal itu akan terungkap dengan sendirinya, kedua kau tidak akan mempunyai ekspresi apapun, seperti aku yang sekarang berada dihadapanmu, aku tidak mempunyai ekspresi, karena aku dilahirkan dari kebencianmu. Dan ketiga, Naruto? kau akan memiliki sifat sepertiku, sifat yang hanya aku miliki, One answer. Aku akan menjelaskan sedikit mengenai sifat ini" Naruto masih mendengar ucapan-ucapan White yang keluar dari bibirnya.
"One answer suatu sifat yang hanya mengutamakan pertanyaan pertama dan selebihnya pertanyaan yang kedua akan diabaikan dan begitu pun seterusnya, jadi kau hanya bisa mendengar pertanyaan pertama, dan tidak bisa menjawab pertanyaan yang kedua. Ketiga itu adalah resiko yang harus kau jalani" Naruto hanya bisa terdiam setelah mendengar resiko-resiko yang diutarakan oleh White. Dan sekarang ini dia masih terlihat berpikir, keputusan apa yang harus ia ambil? Menjadi dirinya yang sebenarnya? Dan membalaskan dendam kematian Shiso atau menjadi dirinya yang palsu dan hanya bisa bersembunyi dibayang bayang kelemahan?
Gagak yang hinggap dipundak Naruto mengeluarkan suara lagi, hewan itu tidak henti-hentinya mengepak-ngepakan sayap hitamnya.
"Aku harus segera mengambil keputusan" Batin Naruto dalam hatinya. suasana hening masih bisa dirasakan oleh Naruto dan White, tempat itu semakin menunjukan kegelapannya.
Aaaak Aaaak
Burung gagak hitam itu pun terbang ke atas dan memutari kegelapan yang ada. Naruto pun membayangkan kemungkinan yang ada jika dia berubah menjadi sosok dirinya yang sebenarnya. "Aku-?" Pikir Naruto sambil melamunkan masa indah dengan Kakashi sensei, Sakura dan teman-teman lainnya.
"Mereka tersenyum kepadaku? Mereka selalu bersamaku? Mereka adalah teman-temanku, tapi apa yang terjadi jika aku berubah menjadi diriku yang sebenarnya, apa yang akan mereka lakukan? Apakah mereka akan menjauhiku? Membenciku? Atau bahkan kemungkinan yang lebih buruk akan terjadi?" Tidak henti-hentinya Naruto berpikiran negative dengan apa yang terjadi ke depannya, dia membayangkan wajah Sakura yang tersenyum kepadanya.
"Naruto?"
Dan membayangkan wajah Kakashi sensei.
"Naruto?"
White yang notebene adalah Naruto hanya bisa terdiam melihat pikiran Naruto yang sekarang ini juga ia pikirkan. "Apa yang harus aku ambil dattebayou?" Naruto masih berpikir keras mengenai apa keputusan yang akan ia ambil. Kebingungan, kegelisahan, keresahan adalah hal yang sekarang ini dialami oleh Naruto, dia berpikir "Aku ingin membalas kematian Shiso, hanya itulah yang aku inginkan"
White pun akhirnya mengutarakan pendapatnya karena melihat Naruto yang masih resah pada pilihannya sendiri. "Aku akan berbicara lagi, memang itu adalah pilihan yang sulit namun coba kau bayangkan shinobi sekuat Shiso bisa dikalahkan oleh mereka, dan apa yang kau pikirkan ketika kau menghadapi lawan sekuat itu Naruto?" White mencoba memberikan saran dan pendapatnya, sebenarnya White tidak memaksakan kehendak agar Naruto dapat merubah hatinya pada dirinya yang sebenarnya, tapi setiap masalah pasti ada solusinya dan hanya inilah solusi yang tepat.
"Aku masih tidak tahu dengan apa yang ada dibenakku sekarang, aku hanya ingin membunuh mereka dengan tanganku sendiri dan mencoba menjalani kehidupanku seperti biasanya." Tutur Naruto menundukkan kepalanya, wajahnya mulai pucat dengan sendirinya, hal itu membuat dirinya tidak bisa berpikir keras untuk sekarang. White hanya bisa terdiam mendengar perkataan Naruto. sampai pada akhirnya buruk gagak yang sedari terbang memutari kegelapan yang berada diatas mulai mendarat ke arah Naruto dan disaat itulah Gagak dan Naruto bertatapan. Naruto pun masuk ke dalam ilusi yang dibuat oleh mata sharingan tersebut.
.
"Dimana ini?" sebuah lautan yang cukup luas, Naruto berdiri di atas air dan teromabang-ambing karena gelombang yang cukup deras. Sampai Naruto menengok ke belakang dimana Jiraiya terbujur lemah tidak berdaya. Naruto yang melihatnya langsung berlari menuju Jiraiya. "Sensei!" Seru Naruto keras, tetesan air mata mulai membanjiri pipi Naruto karena melihat tubuh Jiraiya tertancap batang karbon hitam yang cukup banyak. Dan pada saat ia akan mendekat, ledakan besar terjadi.
Duarrr!
Belum sempat sampai ke tempat Jiraiya, bebatuan yang ditempati oleh Jiraiya yang dalam keadaan sekarat itu sudah hancur terkena serangan tersebut, Naruto pun melihat dimana asal serangan itu. 6 orang berbaju Akatsuki sudah berdiri dengan tatapan sombong. Ilusi yang dibuat dengan sangat cerdik, ilusi tersebut mengambarkan jelas tentang kematian Jiraiya yang mengenaskan. Laki-laki berambut kuning itu pun murka. "Sialan kalian!" tapi teriakan itu tidak bisa didengar oleh mereka karena itu hanyalah ilusi yang dibuat-buat agar Naruto mau membulatkan tekadnya dan mengambil keputusan yang sebenarnya.
.
"Hah hah hah, Sensei!" Naruto kembali ke kegelapan itu, burung gagak hitam itu kembali hinggap ke pundaknya, White pun hanya melihat Naruto tanpa ekspresi. Keringat mengucur deras di wajah Naruto dan membasahi pipinya. "Sensei?" Seolah-olah tidak percaya dengan kejadian tragis itu Naruto pun berteriak di kegelapan yang menakutkan tersebut. "Sensei!" Kemudian keputusan akhirnya dia buat, Naruto ingin kembali ke dirinya yang sebenarnya. White pun mulai tersenyum. "Okaeri Naruto"
Dan pada saat itulah Naruto tersadar dari tidur lelapnya dia kembali ke dunia nyata, rambut putih masih menghiasi kepalanya, perlahan namun pasti matanya mulai terbuka, Naruto pun membuka matanya, dan akhirnya sharingan Naruto telah bangkit.
Naruto pun berusaha berdiri kembali dan dia menatap kaca yang berada dihadapannya. "Sharingan kah?" Naruto mulai tersenyum, dia pun berjalan meninggalkan tempat tersebut, "Aku akan menghancurkan kalian" Batin Naruto dalam hatinya.
Sekarang jam menunjukkan pukul 7 malam, Naruto pun hanya duduk di kasur sambil memegang fotonya saat masih genin. Dia menyentuh foto tersebut lebih tepatnya wajah Sakura. "Aku tidak tahu, apakah aku sudah mengambil pilihan yang salah, tapi aku ingin segera membunuh mereka" Kemudian Naruto berdiri dan mengambil jaket hitam oranyenya. Dia keluar dari rumahnya dengan tangan yang ia masukan ke dalam kantong celananya.
Naruto pun kembali berjalan menyelusuri jalanan yang sepi, dia berjalan untuk menuju ke pusat kota, setelah beberapa saat kini dia telah berjalan di keramaian, banyak pedagang yang masih berjualan disana, dan banyak juga orang-orang yang masih berlalu lalang. Dan tidak sengaja dia bertemu dengan Kiba, Shino dan Hinata. Mereka pun saling berpapasan, Naruto hanya melihat Kiba yang juga melihatnya, laki-laki berambut putih itu hanya terdiam saat mereka berpapasan, setelah Naruto melewati mereka, kelompok Kiba pun merasa ada kejanggalan dengan orang tersebut.
"Sepertinya aku pernah melihat orang itu?"
"Tidak Kiba-kun, aku merasa dia adalah teman kita" Tanggap Hinata mengenai apa yang baru saja Kiba ucapkan, Shino pun mulai ambil andil dalam pembicaraan tersebut. "Untuk sekarang itu tidak penting, memang aku juga merasa mengenalnya tapi hal yang masih tanda tanya adalah Kenapa dia memiliki sharingan?" Mereka pun terdiam, hanya suara keramaianlah yang terdengar jelas di tempat itu.
"Mereka ya? kalian akan segera tahu" Naruto pun melanjutkan berjalannya tanpa menghiraukan Kiba, Hinata dan Shino, dan setelah beberapa langkah berjalan Naruto pun berhenti di salah satu toko yang menjual berbagai aksesoris, dia masuk ke tempat tersebut dan berkeliling untuk mencari barang yang ia inginkan. Dia pun melihat sebuah barang yang suka dikenakan oleh Jiraiya. Kemudian Naruto mengambilnya sebuah gelang yang polos berwarna hitam.
Naruto kembali melanjutkan berkelilingnya kali ini dia berhenti di salah satu tempat, yaitu sebuah rumah sakit pusat yang berada di tengah desa. "Mata ini belum cukup untuk mengalahkan mereka, aku harus mengambilnya" Naruto pun berjalan memasuki area rumah sakit tersebut dengan pelan dan santainya.
To be continue ..
Chapter 2 END
Thanks for reading, lebih sempurna lagi jika anda menyempatkan mereview dan memberi saran untuk saya agar story ini bisa lanjut dengan lancar.
Selanjutnya Battle 100 Chapter 24. ^^
See you !
©Yoshino
Hey semuanya. Saya mempunyai berita bagus untuk kalian. IFA 2014 akan segera dilaksanakan, IFA: Indonesian Fanfiction Award. Kalian bisa langsung PM saya. Informasi detail akan segera menyusul. Jika ingin menanggapi informasi ini tolong pm aja ya. ^^
Majukan fanfiction berbahasa Indonesia ^^
Saya sebagai humas IFA 2014 hanya ingin menyampaikan informasi penting ini. Jaa na!
