Title : Power of White
Author : Yoshino
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Power of White ..
Chapter 3
Aku yang sekarang
"Disini ya?" Sekarang Naruto sudah berdiri di depan rumah sakit pusat yang berada di tengah-tengah desa Konoha, dia pun memasuki halaman rumah sakit tersebut, dia berjalan sambil memasukan kedua tangannya di saku jaketnya. Rambut putih Naruto mulai terbang terbawa angin, hembusan angin beserta daun-daun pohon melewati dirinya.
Kini Naruto sudah berjalan di lorong, tatapan tanpa ekspresi masih menyelimuti dirinya. Beberapa orang yang duduk santai, berdiri dan memakai kursi roda pun hanya melihatnya, seolah-olah laki-laki berambut putih itu adalah orang asing yang baru pertama kali menjenguk salah satu pasien yang dirawat inap di rumah sakit tersebut. Naruto memakai jubah berwarna hitam yang sampai menutupi kakinya.
Dan setelah beberapa langkah berjalan, Naruto melihat beberapa anbu yang berjaga di salah satu ruangan khusus, ruangan otopsi yang hanya dipersiapkan oleh ninja medis, melihat Naruto, dua anbu bertopeng itu langsung menghampirinya. "Kenapa anda disini? Ini hanya dikhususkan untuk para ninja medis dan orang yang berkepentingan"
"Aku ingin masuk" Jawab Naruto singkat, matanya tidak melihat para anbu yang sudah berada didepannya, dia hanya terfokus terhadap pintu dimana tempat otopsi itu dilakukan.
"Kau tidak boleh masuk, jika kau bersikeras untuk masuk aku akan menghentikanmu dengan cara kekerasan" Ujar salah satu shinobi itu, dia menarik pedang yang berada dipunggungnya. Mereka berdua hanya terfokus terhadap Naruto yang berdiri di depan mereka, "Minggir" dan kemudian..
"Kisama!" Seru anbu tersebut sembari mengayunkan pedangnya, dan disaat itulah dengan sekejap Naruto berhasil melumpuhkan mereka berdua. Gerakan yang cepat sampai mereka tidak menyadari bahwa mereka sudah dikalahkan dengan singkat.
"Kuat sekali…"
Kemudian Naruto membuka pintu tersebut, disitu sudah berdiri Shizune, dan beberapa asistennya. "Kau…?" Ucap Shizune tidak percaya. Naruto tetap berjalan dan mendekati mayat berambut oranye tersebut, "Jadi ini, salah satu orang yang telah membunuh guru" Naruto hanya memandangi mayat tak bernyawa itu dengan tatapan polos, senyuman menyeringai mulai ia perlihatkan. Semua ninja medis hanya terdiam dan tidak bisa melakukan apa-apa. Sampai pada akhirnya.
Pintu yang dilalui Naruto terbuka, "Penyusup!" Teriak salah satu anbu yang menggedor pintu ruang otopsi tersebut, dan beberapa anbu lain juga mengikutinya, Naruto yang melihat itu pun langsung bergegas untuk kabur melewati jendela yang berada di ruangan tersebut.
Sekarang Naruto sudah berlari di atap-atap rumah dan meloncat-loncat untuk mempercepat kaburnya. "Aku sudah mendapatkannya" Naruto tetap melanjutkan berlarinya. Para anbu masih mengikutinya dari belakang, "Sebenarnya siapa dia? Rambutnya mirip dengan Jiraiya-sama? Dan bukan itu saja dia juga memiliki mata sharingan?" Leader anbu itu menganalisa fisik Naruto yang menurutnya memiliki kemiripan dengan Jiraiya. Dan 3 anbu lainnya masih berada di belakangnya untuk berusaha mengejar Naruto. Setelah terlibat kejar mengejar cukup lama, Naruto pun terjun dari atap rumah yang memiliki tinggi 30 meter. Dan disaat itulah..
Aaaaak Aaaaak Aaaaak
Burung gagak berterbangan dari tubuh Naruto, puluhan burung gagak itu terbang ke segala arah dan sebagian melesat kencang ke arah anbu yang sudah berdiri di ujung atap tersebut.
"Dia menghilang?" Pikir leader anbu yang wajahnya tertutup oleh topeng berwarna putih dengan garis untuk melihat.
Shizune yang melihat tubuh mayat itu terkejut. "Bagaimana bisa? Matanya menghilang?" Shizune tidak percaya dengan kejadian yang sangat singkat ini. Kejadian yang hanya bisa dilakukan oleh ninja bergelar jonin seperti Kakashi Hatake atau Uchiha Itachi.
"Apa laki-laki itu yang mencurinya, tapi aku tidak melihat gerakan tangannya yang berusaha menyentuh mayat ini" Shizune masih kebingungan, dan salah satu ninja medis berjalan mendekatinya. "Ada apa Shizune-san?"
"Tidak ada apa-apa" Jawab Shizune tersenyum, dan pada saat yang bersamaan wajah Shizune menjadi pucat dan ia merasakan sesuatu yang akan terjadi, kejadian yang tidak diinginkan.
"Aku merasa sesuatu akan terjadi" Pikir Shizune sambil melihat ke jendela, dimana langit gelap kebiru-biruan dan berbintang terlihat indah pada malam itu. Dan disamping itu Naruto sudah terduduk di sebuh kursi panjang dengan penerangan lampu yang seadanya dan tidak begitu terang lampu itu hanya menerangi dimana Naruto duduk, "Rinnengan?" laki-laki berambut putih itu lantas mengambil 2 bola mata yang ditaruh ditoples kaca kecil dengan air berwarna kuning pucat di dalamnya. "Apakah ini mata dewa?" Naruto hanya memandangi mata itu dengan seksama dan memperhatikan baik-baik setiap goresan yang terlihat jelas di mata itu. Mata yang mirip dengan pola mata hewan bunglon. "Aku akan segera mentransplantasinya" Kemudian Naruto menyimpan mata itu kembali di sakunya. Es krim yang sedari tadi di bawanya mulai menetes ke bawah sebelumnya ia membeli es tersebut di mini market yang berada tidak jauh dari tempat duduk itu, "Ini mengingatkanku kepada sensei" Ucapnya sambil melihat es krim biru dengan 2 batang.
..
"Ero sennin!?" Seru Naruto kecil yang terlihat bersemangat. "Kali ini apa yang akan kau ajarkan kepadaku?" Tambahnya tersenyum, sekarang mereka berdua sudah berada pinggir hutan yag cukup lebat. "Kau kan baru saja latihan Naruto" Tegur Jiraiya menasehatinya karena Naruto baru saja melakukan latihan dengannya.
"He? Itu belum cukup" Celoteh Naruto. Dan pada saat itulah Jiraiya tersenyum, kemudian ia berjalan meninggalkan Naruto begitu saja.
"Kau mau kemana!" Teriak Naruto yang melihat Jiraiya berjalan menjauhinya.
"Tunggu disini sebentar" Jawab Jiraiya membelakangi Naruto, dan setelah lama menunggu.
"Dimana Ero sennin" Grutu Naruto sambil duduk bersandar di pohon yang cukup rindang. "Maaf menunggu terlalu lama" Tiba-tiba Jiraiya sudah berjalan mendekati Naruto dengan senyumannya. "Kau terlalu lama Ero-sennin" Dan pada saat itulah Jiraiya mengeluarkan es krim biru yang ia sembuyikan dipunggungnya. Melihat es krim itu rasa marah Naruto langsung menghilang begitu saja, dia meloncat saking senangnya. Dan Jiraiya membagi es krim itu untuk di makan bersama. "Ini makanlah selagi dingin hihii"
"Ya! Hihihi" Jawab Naruto tersenyum polos. Dan hal itu berlangsung terus menerus pada saat selesai latihan. Ya selalu.
..
Tetesan air mata mulai mengalir dari kedua mata sharingan Naruto, entah kenapa ia masih bisa merasakan kesedihan yang mendalam jika teringat masa-masa indah bersama sang guru. "Aku tidak mengerti, tapi aku masih bisa merasakan kesedihan ini" Lalu Naruto berdiri dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan tempat tersebut, dan setelah beberapa langkah Naruto berjalan. Kakashi Hatake sudah berada di depannya. Kakashi tampak terkejut dengan apa yang sekarang berdiri dihadapannya, seorang shinobi berambut putih dan memiliki sharingan. "Kau-" Ucap Kakashi terputus, karena memang benar seseorang yang sudah berdiri dihadapannya sangat mirip dengan Naruto dan hal itu langsung ia tanyakan. "Apakah kau Naruto?" Tanya Kakashi tidak percaya. Dan pada waktu yang bersamaan Naruto menganggukan kepala.
"Kenapa kau merubah gaya rambutmu? Dan k-kenapa kau memiliki sharingan?" Tanya Kakashi lagi, kali ini rasa penasaran yang tinggi telah menyelimutinya, rasa keingintahuan yang besar membuat Kakashi terus bertanya-tanya. Naruto yang mendengar pertanyaan Kakashi hanya diam saja dan berjalan melewatinya. "Kakashi sensei? Kau akan tahu apa yang sebenarnya terjadi kepadaku cepat atau lambat" Ucap Naruto pelan, dan suara itu dapat di dengar oleh Kakashi melalui telinga bagian kanannya.
"Hey Naruto! Tunggu, besok ada pertemuan di gedung Hokage, Tsunade sama mengharapkan kedatanganmu" Ujar Kakashi sambil berbalik badan ke arah Naruto.
"Ya aku tahu, aku akan datang" Jawab Naruto pelan, dan pada saat itulah ia menghilang dengan sekejap.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Batin Kakashi tidak percaya, seakan-akan ini hanyalah genjutsu atau ilusi yang dibuat-buat oleh orang lain, melihat Naruto yang berubah derastis menjadi orang lain dan bukan hanya itu, hal yang harus dipertanyakan adalah kenapa ia memiliki sharingan? Kakashi terus berbatin dan memikirkan pendapatnya mengenai apa yang terjadi kepada Naruto baru-baru ini, dan jika teman-temannya melihat Naruto sudah berubah, bagaimana reaksi mereka? Kakashi hanya melihat malam gelap dengan bintang bersinar terang. "Jiraiya-sama?" Batinnya dalam hati.
Sekarang Naruto sudah berjalan ke tempat dimana laboratorium bekas peninggalan Orochimaru berada. "Aku akan segera mentransplantasi mata ini" Pikir Naruto sambil masuk ke tempat terlarang tersebut, penjagaan yang sedikit membuat dirinya dapat leluasa masuk ke dalam dengan mudah. Dan setelah beberapa saat berada di dalam akhirnya Naruto berhasil memasuki lab Orochimaru. "Tempat ini berantakan" Kemudian ia mencari-cari barang dan alat yang dapat digunakan untuk mentranspantasikan matanya, dan ia berhasil menemukan beberapa alat dan barang tersebut, merasa dirinya tidak mampu mentransplantasikan matanya sendiri. Naruto pun membuat beberapa bayangan dari burung gagak. 3 bayangan sudah muncul dan bersiap untuk mengoperasi Naruto. "Kau yakin Naruto?" Tanya salah satu bunshin yang mempunyai rambut putih sama dengan Naruto. Naruto menganggukan kepala, kini ia sudah tertidur di tempat perawatan yang biasanya digunakan untuk operasi organ-organ dalam.
Bayangan-bayangan itu mulai bergerak dan bersiap untuk melakukan operasi. "Apa saja akan aku lakukan demi membunuh mereka" Batinnya dalam hati, dan pada saat itulah Naruto mulai memejamkan matanya karena dibius oleh jarum suntik dengan cairan berwarna biru.
..
"Aku tidak tahu apakah hal yang aku lakukan adalah hal yang benar? Aku merasa diriku yang sebelumnya, Naruto yang periang, gembira, dan selalu menyembunyikan tangisannya sudah mulai lenyap dari tubuhku, seperti ia melambaikan tangan kepadaku, salam perpisahan dengan senyuman palsu. Aku tidak begitu mengerti, tapi apa memang inilah diriku yang sebenarnya?" Gelap gulita menyelimuti penglihatan Naruto, ia tidak bisa merasakan apapun untuk sekarang.
"Entah mengapa aku mewarisi kejeniusan Itachi dan tekad kuat Shisui, orang yang memiliki mata sharingan ini, jika transplantasi cepat ini berhasil maka aku akan menjadi shinobi terkuat di Konoha, bukan melainkan di dunia ini…" Senyuman aneh mulai terlihat di bibir Naruto, para bunshin yang melihatnya hanya terdiam beberapa detik sampai mereka melanjutkan operasinya kembali. Dan hal itu berlangsung selama 10 jam sampai matahari pagi mulai menampakkan sinarnya. Laboratorium yang sepi dan hening itu mendadak mulai terang terkena pantulan sinar matahari yang tembus dari kaca atap rumah tua tersebut. Naruto masih tertidur di ranjang dengan mata tertutup oleh perban putih, bunshin-bunshin yang mentransplantasi mata rinnengan ke matanya sudah menghilang karena merasa tugasnya sudah selesai. "Sudah selesai kah?" Naruto mulai membuka matanya, namun tidak bisa karena matanya masih tertutup oleh perban dengan ikatan yang kuat. Ia mulai bangkit dari tidurnya dan beranjak keluar dari tempat aneh dan menyeramkan tersebut. "Sebelum keluar aku harus melepas ikatan perban ini"
Kemudian Naruto mulai membuka perban itu dengan hati-hati, perban itu terjatuh ke lantai dan dilihatnya sebuah mata Rinnengan yang sudah tertanam di kedua matanya, sekarang ia sudah berdiri di depan kaca yang cukup besar. bukan itu saja yang membuat Naruto tersenyum. Dia juga sudah bisa mengendalikan sharingan dan rinnengan secara bersamaan, dia bisa mengganti matanya sesuka hati. "Aku bisa merasakannya" dan Naruto memejamkan matanya lagi, dia mengembalikan mata rinnengannya menjadi sharingan karena ia tidak ingin menggunakannya untuk sementara waktu dan berusaha menyembunyikannya.
Setelah berjalan beberapa langkah dari tempat lab bekas peninggalan Orochimaru, angin pagi mulai menerpa rambut putih Naruto, ia masih berjalan perlahan di sebuah jalan sempit sambil menghirup udara segara di pagi hari yang dapat menenangkan pikirannya. Sampai akhirnya dia melihat ramen Ichiraku yang berada dipinggir jalan. Untuk sesaat dia berhenti sejenak dan berpikir "Aku cukup familiar dengan tempat ini" laki laki berambut putih itu hanya terdiam dan berhenti di dekat warung ichiraku yang sepertinya pernah ia kunjungi sebelumnya, tempat itu memang pernah Naruto kunjungi namun hal hal yang tidak bersangkutan membuatnya melupakan beberapa kejadian yang sudah berlalu seperti makan di tempat ini, dan kejadian-kejadian lain yang sebelumnya Naruto alami, sampai ia pun memutuskan untuk masuk ke tempat tersebut.
"Aku mau 1 ramen" Ucap Naruto tanpa berekspresi sedikit pun, dia mengacungkan jari namun tidak sampai ke atas.
"Oke 1 ramen!" Jawab pemilik kedai itu bersemangat, Naruto pun hanya bisa menunggu pesanannya dengan duduk santai sambil melihat sebuah sumpit yang berada di sampingnya.
"Sepertinya aku pernah melihat orang ini, tapi dimana?" Pikir paman Ichiraku melihat wajah Naruto sambil masih merebus mie yang akan ia sajikan untuk Naruto.
"Ini sudah siap" Senyum paman Ichiraku sambil memberikan seporsi mie ramen spesial. Naruto pun hanya terdiam dan melihati seporsi ramen yang sudah tersaji di depannya. Ia pun menghirup bau ramen yang cukup membuatnya tertarik, kemudian ia mengambil sumpit dan mulai memakan mie ramen spesial itu dengan perlahan, dia memakan makanan itu layaknya seseorang yang belum pernah sekali pun mencicipi makanan itu. Setelah 1 suapan ia pun berhenti menyantap makanan tersebut, ekspresi wajahnya berubah di waktu yang sama. Spontan ia pun mulai melanjutkan menyantap makanan itu, kali ini ia menyantapnya dengan lahap. dan tidak terasa 1 porsi sudah habis dilahapnya.
Setelah merasa kenyang Naruto pun berdiri dari tempat duduknya dan mengambil beberapa uangnya untuk dibayarkan kepada paman Ichiraku. "Ini" ucapnya sambil mengulurkan tangan berisi uang kepada paman Ichiraku, pria paruh baya itu menerimanya. "Terima kasih, datang lagi ya!" Serunya tersenyum, dan diwaktu yang bersamaan Naruto sudah keluar dari kedai tersebut. Ia berjalan di jalan yang mulai ramai.
"Aku merasa makanan itu-" Pikir Naruto terputus karena melihat gadis berambut merah jambu telah berjalan menuju ke arahnya. Untuk sesaat Naruto menyembunyikan mata sharingannya dan mengubah mata tersebut menjadi mata biru langit. Dan pada saat itulah Sakura yang baru saja melewatinya mulai menyadari keberadaan Naruto. Ia pu berbalik dan menepuk bahu Naruto, laki-laki berambut putih itu pun juga berbalik ke belakang dimana Sakura sudah berdiri di hadapannya. "Naruto?" Ucap Sakura pelan. Naruto hanya terdiam sambil melihat matanya yang berkaca-kaca, sekarang ia telah melihat Naruto dengan rambut yang berbeda, Sakura pikir Naruto sudah mengecat rambutnya menjadi putih untuk mengenang Jiraiya-sama yang notabene adalah guru Naruto.
"Kenapa kau mengubah rambutmu?" Tanya Sakura keheranan, meskipun pada dasarnya ia telah mengetahui bahwa Naruto mengubah rambutnya untuk mengenang Jiraiya, tapi apa yang dipikirkan Sakura itu salah, karena Naruto yang sekarang bukanlah Naruto yang dulu, bukan penampilannya saja yang berubah namun sifat dan kekuatannya berubah derastis, sekarang Naruto lebih dingin daripada sebelumnya dan hanya menjawab pertanyaan yang penting-penting saja.
"Aku mempunyai masalah tersendiri, jadi aku tidak akan memberitahumu" Jawab Naruto dengan ekspresi dingin seoalah-olah dirinya menganggap Sakura adalah gadis asing yang belum pernah ia jumpai.
"Aku ada urusan penting, jaa" Kemudian Naruto berjalan meninggalkan Sakura begitu saja, melihat sifat Naruto yang aneh Sakura pun berlari mengejarnya. "Dasar bodoh! Kita kan searah kenapa kau berjalan sendirian, aku bisa berjalan bersamamu" Seru Sakura sambil memukul kepala Naruto dari belakang. Terkena pukulan yang cukup keras membuat Naruto terjatuh ia pun berusaha bangkit lagi secara perlahan. Biasanya Naruto langsung marah atau membuat candaan kepada Sakura jika dipukul seperti itu namun sekarang ini Sakura melihat kejanggalan, hal yang ganjil sedang dialami Naruto, setelah ia bangkit, Naruto kembali berjalan seperti tidak memperdulikan Sakura sedikit pun.
Sakura hanya terdiam sembari melihat Naruto yang melangkah meninggalkannya dari belakang. "Naruto?" Ucapnya cemas, ia mencemaskan keadaan Naruto yang sekarang, karena Naruto telah ditinggal oleh guru tercintanya, dan Sakura mengerti itu, ia pun menganggap hal itu wajar.
"Aku mengerti perasaanmu Naruto, dan aku akan berusaha memahaminya" Batin Sakura dalam hatinya, Naruto masih berjalan, jarak diantara mereka sekarang sudah melebar sekitar 20 meter. Sakura pun mulai berlari dan menyusul Naruto. "Dan untuk inilah aku ada, aku akan memperhatikanmu" Sakura mulai tersenyum, dan sekarang ia ingin memperhatikan Naruto agar kesedihan dihatinya dapat hilang karena ia merasa telah kehilangan sesuatu yang berharga.
Di tempat hokage
Naruto dan Sakura telah tiba di tempat tersebut, "Kenapa kau mengubah rambutmu Naruto?" Tsunade yang melihat Naruto mengecat rambutnya langsung terkejut saat ia baru saja masuk ke ruangannya. Terlihat juga Kakashi dan Sai yang sudah berdiri di samping mereka, mereka berdua datang lebih awal dari Naruto dan Sakura.
"Aku tidak mau memberitahukannya" Jawab Naruto singkat. Dan hal itu menimbulkan spekulasi yang bermunculan. "Apa jangan-jangan dia meniru Jiraiya?" Pikir Tsunade yang masih memperhatikan wajah Naruto dengan rambut putihnya. Shizune mulai menaruh rasa curiga kepada Naruto karena semalam mata rinnengan dari salah satu pain telah dicuri oleh laki-laki berambut putih yang hampir mirip dengan Naruto. "Apakah Naruto yang melakukannya? Tapi itu mustahil laki-laki itu, dilihat dari kekuatan dan ketrampilan, ia sangat berbeda dengan Naruto. kemampuan menganalisa dan melumpuhkan lawan dengan mudahnya membuat hal itu semakin jelas, tidak mungkin kalau laki-laki itu adalah Naruto.." Shizune mengingat kejadian kemarin, seseorang telah mencuri mata rinnengan pain. Dan sekarang pencuri itu masih belum diketahui dari ciri dan fisiknya itu mirip dengan Naruto tapi Shizune tidak mau memasang rasa curiga berlebih dan berburuk sangka terlebih dahulu kepada Naruto dan membiarkan para anbu untuk mencari orang yang melakukan hal tersebut kemarin malam.
"Ada yang ingin aku katakan kepada kalian" Tsunade mulai membicarakan sesuatu yang penting kepada team 7, seperti biasa ia mengucapkan kalimat dengan ciri khasnya yaitu serius sambil memegang kedua tangannya dan mengangkatnya ke depan bibir.
Team 7 terlihat mendengarkan apa yang akan dibicarakan oleh Tsunade dengan seksama. "Anggota Akatsuki mulai bergerak serius, dan desas desus terdengar monster ekor delapan yang berada di Kumogakure telah tertangkap oleh anggota akatsuki yang baru, dan untuk kalian sebagai team 7 aku ingin agar kalian memeriksa desas-desus itu, apa benar itu terjadi? Dan sebaiknya kalian berhati-hati, karena tujuan kalian adalah markas rahasia Akatsuki yang berada di sekitar Kumogakure! Dan untuk kau Naruto, kau tetap tinggal disini karena ada sesuatu yang harus kau lakukan" Hokage ke 5 memerintah agar team 7 memeriksa fakta yang ada dan memberikan arahan kepada Naruto karena ia lah incaran Akatsuki selanjutnya.
"Tidak, aku ingin ikut dengan team 7" Pungkas Naruto membalas perintah dari Tsunade, bukan kali ini saja Naruto membangkang perintah Tsunade dan hal ini sudah berlangsung secara terus menerus.
"Sudah aku duga, apa kau tidak mau melakukan pelatihan khusus dengan Fukasaku-sama?" Ujar Tsunade tersenyum tipis, dan saat itulah Naruto hanya terdiam untuk beberapa saat. "Aku tidak memerlukan itu, karena aku memiliki kekuatan" Naruto mulai menunjukkan ekspresi dirinya yang sebenarnya, bayang-bayang White mulai terlihat jelas di raut mukanya.
"Untuk sekarang kau tidak mungkin mengalahkan mereka, kau tahu Jiraiya yang sekuat itu pun dapat dikalahkan dengan mudah apalagi kau yang masih genin dan hanya mengandalkan tekad dan semangat saja!?" Seru Tsunade mulai terpancing emosinya, sebenarnya dia tidak marah melainkan cemas, karena dia tidak mau kehilangan orang yang ia cintai untuk kedua kalinya.
Naruto hanya tersenyum mendengar teriakan Tsunade yang terlihat mencemaskan dirinya. Kakashi mulai ambil andil dalam percakapan tersebut. "Maaf jika ini tidak sopan, biarkanlah Naruto pergi, aku akan menjaganya" Tutur Kakashi mengenai pendapatnya, sebenarnnya bukan itu yang ingin diucapkan oleh Kakashi, dia ingin mengatakan yang sejujurnya kepada Tsunade bahwa Naruto memiliki kekuatan yang melebihi dirinya namun perkataan itu tidak mudah untuk disampaikan karena tidak mungkin Tsunade akan percaya begitu saja.
"Apa kau pikir menjaganya mudah? Kau tidak tahu seberapa besar kekuatan mereka? Jiraiya yang memiliki potensi menjadi Hokage dengan kekuatan senninnya bisa dikalahkan sampai seperti itu, apalagi kau yang hanya jonin dan tidak sekuat Jiraiya" Tsunade menjawab ucapan Kakashi dengan santainya, Kakashi hanya bisa terdiam sambil berusaha mendengarkan perkataannya.
"Aku tahu, tapi masih ada Sai, Sakura dan Yamato nanti…" Jawab Kakashi serius, tatapan serius terlihat jelas walaupun hanya bisa dilihat di mata sebelah kanannya saja. Sakura dan Sai hanya terdiam dan berusaha mendengarkan percakapan antara Kakashi sensei dengan Tsunade-sama.
"Aku mengerti bagaimana perasaan Naruto sekarang, jadi biarlah dia ikut" Sela Sakura membela ucapan Kakashi.
"Ya benar sebagai team 7, Naruto harus ikut" Tambah Sai melengkapi ucapan Sakura. Seharusnya mereka mencemaskan Naruto karena sekarang ia adalah target Akatsuki yang selanjutnya tapi mereka berusaha membela dan berpikir positif karena mereka juga mengerti perasaan Naruto, dan sebagai teman, kini giliran team 7 yang akan melindungi Naruto.
Tsunade hanya menghela nafasnya, "Huh? Tidak bisa, aku tidak akan mengambil resiko yang besar seperti itu, semuanya bergantung keputusanku. Aku hanya ingin yang terbaik untuk Naruto, dan Konoha" Kali ini hokage ke 5 tidak mungkin membiarkan Naruto pergi ke tempat berbahaya itu, dan untuk mengganti posisi Naruto, Tsunade telah mempersiapkan seseorang yang cocok untuk menggantinya.
"Ditambah lagi aku sudah mempersiapkan pengganti yang cocok untuk menempati posisi Naruto" Tambah Tsunade yang masih serius dengan pembicaraannya. Kali ini tidak ada yang berani berargumen membalas pernyataan Tsunade untuk beberapa saat, sampai akhirnya Naruto mulai berbicara. "Aku tidak akan menerima itu, posisiku disini tidak bisa digantikan oleh siapapun.." Tanggap Naruto yang juga serius mengenai pembicaraan ini, karena menurutnya ini adalah kesempatan yang bagus untuk membasmi anggota Akatsuki 1 per 1.
"Apa yang kau katakan, sudah aku bilang kau harus disini dan berlatih dengan Fukasaku-sama" Tegas Tsunade lagi. Ia bersikeras agar Naruto tetap tinggal di Konoha, karena disinilah satu-satunya tempat yang aman untuk menyembunyikan Naruto.
"Aku tidak tahu cara pemikiranmu nenek, tapi inilah aku yang sekarang!" Senyum yang tidak biasa mulai menghiasi wajah Naruto. semua orang terkejut dengan perubahan Naruto yang bisa dinilai sangat mustahil.
"Tidak mungkin" Ucap Tsunade pelan, dia terkejut dengan kejadian yang tiba-tiba ini, bukan Tsunade saja yang terkejut, Sakura, Sai dan Shizune juga turut terkejut atas perubahan Naruto yang mencolok, aura menakutkan memancar jelas dari tubuh Naruto.
"Naruto? sebenarnya apa yang terjadi kepadamu?" Batin Sakura dalam hatinya, ia merasa cemas dan terkejut dengan perubahan mata yang dialami oleh Naruto, kulit di kelenjar wajahnya mulai mengeluarkan keringat hangat.
"Bukankah itu sharingan?" Sai memandang Naruto dengan tatapan bingung, dia hanya berpikir bagaimana Naruto bisa mendapatkan mata itu? Dan darimana mata itu berasal? Spekulasi mulai bermunculan ketika semua orang melihat mata Naruto yang berubah merah.
"Jadi benar laki-laki kemarin adalah Naruto? tapi kenapa ia melakukannya? Untuk tujuan apa? Naruto yang aku kenal tidak mungkin melakukan hal semacam itu" Pikir Shizune yang masih melihat Naruto dengan senyuman tipisnya.
Kakashi hanya terdiam karena kemarin malam ia sudah mengetahui mata sharingan Naruto namun ia belum menemukan jawabannya darimana mata sharingan itu berasal, Ketika ia menanyakan hal itu kepadanya, Naruto tidak mau menjawabnya dan berusaha menyembunyikannya.
"Naruto bagaimana kau bisa mendapatkan mata itu? Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Tsunade serius tatapannya hanya tertuju kepada wajah Naruto yang juga menatapnya.
"Uchiha Shisui" Jawab Naruto singkat. Dan setelah jawaban itu diucapkan oleh Naruto, ruangan tersebut menjadi hening untuk beberapa menit. Tsunade sudah tidak tahu harus berkata apa lagi, pikirannya sudah kosong, untuk sekarang ia tidak mampu untuk berpikir lagi. "Uchiha Shisui adalah salah satu teman dekat Itachi yang turut andil dalam insinden pembantaian yang dilakukan Itachi kepada klannya sendiri, dan memang benar jasadnya belum ditemukan sampai sekarang, apa jangan-jangan Naruto menemukan jasad Shisui dan mengambil matanya?" Tsunade mulai mengasumsikan pemikirannya, dan berpendapat tentang darimana Naruto mendapatkan mata itu.
"Tidak ada waktu untuk disini, aku akan mencari mereka sendirI" Disaat yang bersamaan Naruto mulai berjalan keluar dari ruangan tersebut. "Aku akan menghancurkan Akatsuki sendirian, pasti!" Pintu pun ia tutup dengan pelan sampai Sakura dan Sai memutuskan untuk menyusulnya. "Tunggu Naruto!"
"Aku akan membunuh mereka satu per satu" Seringai Naruto.
To be continue
Chapter 3 END
Thanks for reading.
Note: Semua anggota akatsuki masih hidup kecuali Deidara dan Sasori
Power of White akan update setiap hari rabu.
Just protecting you jumat dan The New Akatsuki akan kembali update pada hari senin…
Dan Battle 100 akan kembali update pada tanggal 1 oktober 2014 itu pun jika tidak ada masalah, baiklah sampai jumpa jaa ^^
©Yoshino
