Maaf Minna-san, POW baru bisa diupdate sekarang karena kesibukan tertentu, dan mungkin saja story ini akan update seminggu sekali ^^

Chapter 4 update!

Naruto Shippuden © Masashi Kishimoto

Genre -Mystery/Adventure

Power of White © Yoshino

Power of White ..

Chapter 4

Senyuman

"Aku tidak tahu apa yang nenek pikirkan sekarang, tapi aku akan mencari mereka dan membunuh mereka satu per satu, dengan kekuatanku sekarang, tidak ada yang bisa menghentikanku" Setelah mengucapkan kata-kata itu, Naruto langsung berjalan meninggalkan ruangan tersebut, diikuti oleh Sakura dan Sai yang mengejarnya. "Tunggu Naruto!"

Langkah kaki mengiringi keluarnya laki-laki berambut putih itu dari gedung pemerintahan Kage. "Tunggu" Ujar Sakura sambil memegang pundak Naruto. Naruto pun berhenti dan berusaha mendengarkan apa yang ingin Sakura katakan kepadanya.

"Apa yang kau inginkan?" Tanya Naruto dingin.

"Apa yang kau katakan? aku akan menemanimu dan Sai juga" Sai yang sudah berdiri di belakang Sakura hanya menganggukan kepalanya. Naruto terdiam dia tidak menjawab perkataan Sakura.

"Sebagai team 7 kita harus bekerja sama apapun yang terjadi, meskipun aku baru saja bergabung disini, aku sudah dapat merasakan kebersamaan bersama kalian, Naruto Sakura" Sai mengutarakan pendapatnya dan Sakura juga berpikiran sama dengan Sai.

"Benar yang dikatakan Sai, sebaiknya kita melakukan ini bersama-sama" Lanjut Sakura meneruskan pendapat Sai.

"Baiklah, jika itu yang kalian inginkan, 1 jam dari sekarang kita berkumpul di gerbang" Dan setelah beberapa saat tiba-tiba saja Kakashi dan Yamato berjalan mendekati Naruto.

"Naruto? aku tidak tahu apa yang sekarang kau pikirkan, tapi apa kau ingin melupakan team 7? Setelah mendapat kekuatan itu, apa kamu pikir bisa mengalahkan mereka?" Tanya Kakashi dengan suara memprovokasi. Mendengar ucapan Kakashi, Naruto tersenyum menyeringai.

"Kita lihat saja nanti" Jawab Naruto singkat.

Kemudian Naruto menghilang dengan cepatnya dan menyisakan beberapa bulu burung gagak. "Naruto? sebenarnya apa yang terjadi denganmu?" Pikir Kakashi, Sakura yang melihat tingkah aneh Naruto juga merasakan hal yang sama, dia merasa mencemaskan keadaan Naruto.

"Naruto?"

Sebelumnya Ruangan Hokage

"Sesuai permintaan Hokage-sama" Yamato pun mengingat perintah yang disampaikan oleh Tsunade kepada Kakashi dan dirinya.

"Aku tidak mengerti apa yang sekarang telah menimpa Naruto, dia berubah 360 derajat, jadi terus awasi dia dan jangan biarkan kalian mengalihkan pandangan sedikit pun darinya. Tentang misi biarkan dia melakukan hal yang ia inginkan. Karena cepat atau lambat kalian akan tahu jika melihatnya secara langsung? Kenapa Naruto bisa berubah menjadi sosok yang mengerikan seperti itu?" Perintah Tsunade Kemudian Kakashi dan Yamato memberi hormat dan berjalan keluar dari ruangan tersebut.

"Apakah ini berhubungan dengan Jiraiya?" Pikir Tsunade sambil melihat pemandangan desa dari jendel kaca ruangan itu.

Sekarang Naruto sudah berada di dalam rumahnya, dia bersiap-siap dan berkemas untuk menjalani misi barunya. Dia memegang foto yang di dalamnya tergambar jelas Naruto kecil dan Jiraiya yang sedang tersenyum gembira. "Sensei?" Batin Naruto dalam hatinya. Kemudian dia menaruh kembali foto itu sejajar dengan fotonya saat masih genin.

Naruto mengambil jubah berwarna putih yang ia kenakan saat misi sebelumnya saat melindungi Hotaru, jubah berwarna putih dengan 2 garis merah telah ia pakai. Dan setelah beberapa saat bersiap-siap, Naruto pun berangkat dari misinya dan meninggalkan rumah tersebut. Di rumah Sakura, gadis berambut pink pendek dengan ikat kepala merah itu juga tengah bersiap untuk menjalani misi selanjutnya. Berbeda dengan Naruto, ia tidak begitu bersemangat karena terpikirkan sifat Naruto yang mendadak mengacuhkannya. "Idiot itu? Kenapa dia mengacuhkanku dan bersikap dingin kepadaku?" Batin Sakura kesal, ia mengikat ikat kepalanya dan memakai jubah yang sama dengan Naruto. Di rumah Sai, Sai terlihat membaca sebuah buku yang ia buat dengan tangannya sendiri, namun setelah diperhatikan lebih jelas, dia tidak membaca buku itu melainkan hanya melihat sebuah gambar, 2 orang bersalaman dan tersenyum.

Setelah dirasa cukup memandang buku itu, Sai pun menutupnya dan mengambil beberapa perlengkapan miliknya, "Baiklah, semoga misi ini berjalan dengan lancar" Batin Sai dalam hatinya, ia pun berjalan keluar rumahnya.

1 jam kemudian, jam menunjukkan pukul 14:00 siang, sementara itu terlihat beberapa orang yang sudah berkumpul di depan gerbang besar Konohagakure. "Kenapa Naruto lama sekali? Dia kan yang menyuruh kita berkumpul disini jam 13:30" Grutu Sakura kesal.

"Huh? Biasanya dia datang lebih awal, dia terlalu lama?" Sahut Yamato yang masih pembicaraannya masih bersangkutan dengan perkataan Sakura. Dan setelah beberapa menit, Naruto datang begitu saja dan terjun dari langit.

"Kau terlalu lama, Naruto!?" Seru Sakura marah. Sekarang Naruto telah berdiri di depannya, rekan lain pun juga merasa lega karena Naruto telah datang.

"Sebaiknya kita bergerak cepat" Tutur Naruto begitu saja, mendengar perkataan Naruto yang seperti itu, Sakura pun semakin kesal.

"Kenapa kau bisa mengatakan hal itu, melihat dirimulah yang bergerak lambat!" Jawab Sakura semakin terpancing emosinya.

"Maaf" Naruto hanya bisa meminta maaf kepada Sakura, namun dengan tatapan yang dingin. Melihat perdebatan mereka, Kakashi pun akhirnya angkat bicara. "Baiklah, dari pada bertengkar, lebih baik kita cepat bergegas" Pungkas Kakashi, mereka pun berangkat dan Kakashi menjadi pemimpin team 7 yang baru tersebut, mendengar itu lantas Naruto tersenyum menyeringai. "Pembasmian Akatsuki akan segera dimulai" Ucapnya pelan senyuman menyeringai terlihat jelas di wajahnya.

"Senyuman itu?" Batin Sakura dalam hatinya, dia melirik senyuman Naruto yang terlihat menakutkan.

Dan setelah beberapa waktu berlalu, mereka telah sampai di hutan lebat dan memanfaatkan dahan pohon yang tinggi untuk dijadikan sebagai pijakan agar sampai ke tempat tujuan lebih cepat.

"Jadi tujuan kita adalah Kumogakure, Senpai?" Ujar Yamato yang sekarang ini sudah meloncat sejajar di samping Kakashi. Sakura dan Sai berada di depan sedangkan Naruto, tidak seperti biasanya yang selalu berada di depan, kini posisi dia yang sekarang berada di belakang.

"Benar, perjalanan Kumogakure dari sini akan memakan waktu 2 sampai 3 hari, itu pun kita belum mencari persembunyian Akatsuki, mungkin 1 minggu kita bisa kembali ke desa" Jawab Kakashi. Pria bermasker itu masih memandang ke depan dimana terdapat dahan-dahan pohon selanjutnya yang akan ia pijak.

Naruto tidak mengatakan satu patah kata pun disaat itu, dia hanya focus dengan perjalanan dan tujuannya. "….." rambut putihnya terus tertiup angin, dan mata berwarna merah yang biasa disebut sharingan juga terus menatap lurus hanya terfokus kepada satu titik.

"Kenapa ini? situasi yang belum pernah aku jumpai, biasanya dia cerewet dan membicarakan sesuatu yang tidak penting, tapi kenapa dia sangat berbeda?" dan disaat yang bersamaan Sakura mulai merasakan perbedaan drastis yang menyelimuti diri Naruto.

"Ada apa Sakura?" Tanya Sai yang melihat wajah merenung Sakura.

"Tidak ada apa-apa" Jawab Sakura tersenyum tipis, meskipun gadis berambut pink itu berusaha mengelak, namun Sai tetap tahu apa yang sekarang dipikirkan oleh Sakura.

"Apakah dia memikirkan Naruto?" Pikir Sai sembari melihat Sakura yang masih focus ke depan.

"Sebelum itu kita harus segera bertemu dengan Raikage karena misi ini adalah bentuk kerja sama dari kedua belah pihak antara Konoha dan Kumogakure" Ucap Kakashi yang masih meloncat dari dahan pohon ke dahan pohon lain.

"Jadi kali ini kita akan bekerja sama dengan para shinobi Kumogakure, Kakashi sensei?" Tanya Sai menyahut ucapan Kakashi.

"Yeah, sebelumnya aku diberitahu oleh Tsunade sama."

Ruangan Hokage sebelum keberangkatan

"Sebelum berangkat, ada yang ingin kubicarakan denganmu, Kakashi?" Seperti biasa Tsunade berbicara dengan menekuk siku dan memasang wajah yang cukup serius.

"Apa? Hokage-sama?" Jawab Kakashi sopan.

"Sebelum kau mencari lokasi persembunyian Akatsuki, aku ingin kau bertemu dengan Raikage terlebih dahulu, karena sebelumnya aku sudah mengkonfirmasi tentang keterlibatan mereka dalam misi ini?"

"Apakah kita akan bekerja sama dengan mereka?" Tanya Kakashi.

"Benar, mengenai penculikan Hachibi monster berekor 8 yang sekaligus adalah adik dari Raikage oleh Akatsuki , mungkin itu adalah alasan kuat mereka akan terlibat dalam misi ini" raut serius masih menyelimuti wajah Tsunade, ia pun memberitahukan semua yang ia ketahui tentang misi yang akan dilaksanakan oleh team 7 ini.

"Baiklah, kami akan segera kesana untuk memastikannya" Pungkas Kakashi penuh kesiapan.

"Sekarang kau boleh meninggalkan ruangan ini"

"Iya!"

Kembali ke perjalanan, sekarang Kakashi berada di paling depan dengan Sai yang sekarang berada di sampingnya. "Begitu kah? Jika mereka ikut bergabung, kemungkinan besar, misi kita akan berjalan dengan lancar" Kata Sai percaya diri.

Dan setelah berada dalam perjalanan selama 1 hari, team 7 akhirnya memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah lahan di tengah hutan. Semua terlihat meletakkan barang bawaan mereka, api unggun telah dibuat dan semua pun berkumpul di dekat api unggun tersebut, terkecuali Naruto yang hanya bersandar di pohon dengan memasang ekspresi dingin. Arah matanya hanya tertuju pada sebuah tanah kering yang terletak di sekitarnya.

"Hey Naruto! kemarilah!" Seru Yamato memanggil Naruto dengan suara yang lantang. Naruto pun hanya terdiam tanpa memperdulikan suara tersebut, sampai ia pun berdiri dan menjauh dari lahan itu.

"Mau kemana kau Naruto!" Tanya Sakura berteriak. Laki-laki berambut putih itu pun hanya menoleh ke arah Sakura dengan posisi yang membelakanginya.

"Aku akan segera kembali" Setelah menoleh Naruto langsung meneruskan jalannya untuk menuju ke suatu tempat yang dikiranya nyaman. Suara langkah kaki masih menemani perjalanan Naruto menyelusuri hutan dengan pepohonan yang lebat, dan sampailah ia di tempat yang sangat cocok untuk dirinya beristirahat.

Sakura melamun, dia terlihat memikirkan sesuatu. "Ada apa Sakura?" Tanya Kakashi khawatir.

"Tidak ada apa-apa" Jawab Sakura singkat. Kemudian Yamato menyahut jawaban Sakura. "Apakah ini mengenai Naruto?" Mendengar ucapan ketua Yamato, Sakura pun terdiam sembari memperlihatkan senyumannya.

"Jadi benar ini mengenai Naruto, sudah kuduga. Memang hari ini dia sangat berbeda dengan Naruto yang biasanya"

"Dia memang sangat berbeda, bahkan aku tidak bisa merasakan kehadirannya meskipun ia berada di sampingku" Sakura termenung cemas, perkataan lirih penuh perasaan terucap begitu saja keluar dari mulut manisnya.

"Aku tidak tahu apa yang sedang menganggunya? Akan tetapi untuk sementara ini kita biarkan saja, karena kematian Jiraiya sama lah yang membuatnya seperti ini, aku yakin dia akan segera kembali ke dirinya yang sebelumnya" Sahut Kakashi sambil melihat bara api yang menyala-nyala.

"Dan lebih baik kita beristirahat agar stamina dan chakra kita tetap berjaga untuk perjalanan besok" Lanjut Kakashi sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan api unggun itu.

"Iya!" Jawab Sakura dan Sai, Yamato pun juga sudah meninggalkan api unggun itu untuk beristirahat di tempat yang sebelumnya ia letakkan barang bawaannya. Kini mereka berempat sudah berjalan menuju ke mimpi mereka masing-masing. Malam langit berbintang menghantar mereka dalam tidur yang lelap, bulan purnama yang cerah pun juga ikut menyinari tempat dimana mereka sekarang beristirahat.

Di tempat lain, Naruto hanya duduk di batu yang besar sembari memandang indahnya langit berbintang dengan bulan purnama yang sempurna, "Sensei?" Batinnya dalam hati, gemercik air terdengar di telinga Naruto, sekarang di depan laki-laki berambut putih itu, telah mengalir air sungai dengan tenang dan sejuk dipandang, bayangan bulan purnama terlihat jelas di permukaan air tersebut, mata sharingan Naruto yang melihat air itu pun juga dipantulkan dan menghasilkan bayangan Naruto, mata merah menyala dapat dilihat di pantulan bayangan itu namun tidak begitu jelas karena bayangan Naruto terombang-ambing oleh air yang mengalir.

"dalam hal ini aku tidak bisa berpikir dengan jelas, namun tujuanku ikut dalam misi ini sudah tergambar jelas dipikiranku yaitu membantai seluruh anggota Akatsuki, walaupun sepertinya mudah, aku harus tetap hati-hati dan waspada, yang pasti pembasmian Akatsuki ini akan segera dimulai" Senyum Naruto misterius, seperti senyumannya tidak mengambarkan ekspresi apapun, meskipun begitu senyuman itu dapat diindikasikan menjadi senyuman penuh kebencian dan balas dendam.

Setelah beberapa saat termenung sendirian di tempat yang nyaman itu, Naruto pun kembali ke tempat Kakashi dan lainnya. Beberapa menit kemudian, Naruto sudah sampai di tempat peristirahatan team 7. Setelah melewati hutan dengan pepohonan yang lebat, mata Naruto pun langsung tertuju kepada Sakura yang tengah tertidur lelap bermandikan dinginnya angin di tengah malam, melihat itu Naruto pun berjalan menuju tempat Sakura. Dan melepas jaket oranye nya untuk diletakkan ke tubuh Sakura yang sekarang ini telah tertidur pulas. Ekspresi dingin masih menyelimuti wajah Naruto, dan kemudian ia pun mulai memejamkan mata sambil bersandar di pohon yang berada di belakangnya. Akhirnya semua anggota team 7 pun tertidur terbawa mimpi di bawah indahnya bulan purnama.

Zzzzz

"Ekspresi apa itu? Aku tidak pernah melihat ekspresi Naruto yang seperti ini?" Wajah gelisah, nafas terengah-engah, dan detak jantung tidak beraturan adalah hal yang sekarang Sakura rasakan setelah melihat Naruto melakukan sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Crott!

Tusukan demi tusukan terus menghujam ke arah seseorang yang telah mati tidak berdaya,

Crott!

"Rasakan ini, hahaha" Tawa licik Naruto sambil menancapkan batang hitam yang keluar dari tangannya. "Hahaha, perasaan apa ini, aku tidak pernah merasakan sensasi ini sebelumnya" Senyum seringai Naruto penuh kekejaman.

"Jangan lakukan itu Naruto? Naruto? Naruto!" teriakan Sakura pun seketika itu membangunkannya dari tidur lelapnya. Gadis berambut pink itu mengucurkan keringat yang cukup deras sampai membasahi pipiya. "Huh huh huh, mimpi kah?" Ujarnya penuh kelegaan. Kemudian ia melihat jaket Naruto yang berada di depannya.

"Ini kan?" Pikir Sakura sembari memegang jaket kebanggan Naruto tersebut, ia pun melihat ke samping dimana Naruto tengah tertidur lelap dengan wajah polos kekanak-kanakan. Wajah merah merona langsung timbul di 2 bagian pipi Sakura sekaligus.

"Tidak mungkin, Naruto melakukan hal seperti itu. Lihatlah cara ia tertidur, wajah dan ekspresinya membuat siapapun berpikir dia tidak akan melakukan sesuatu sekejam itu" Kegelisahan Sakura pun menghilang karena melihat ekspresi Naruto saat tertidur, meskipun sebenarnya apa yang ia lihat hanyalah bagian luarnya saja. Dia tidak tahu bagian dalam Naruto seperti apa dan hal itu masih menjadi sebuah misteri yang belum Sakura ketahui.

Matahari terbit dari ufuk timur, hal itu menandakan jika pagi telah tiba, Kakashi, Yamato, Sai dan terakhir Naruto, mulai membuka matanya perlahan-lahan, "Selamat pagi Naruto" Senyum Sakura sambil melihat wajah Naruto yang baru saja terbangun dari tidur lelapnya.

"Yeah" Jawab Naruto sembari mencari-cari jaketnya, melihat Naruto kebingungan seperti itu, Sakura pun langsung memberikan jaket special dengan garis oranye yang cukup lebar tersebut. "Terima kasih" Ucap Sakura.

"Bukan apa-apa" Jawab Naruto dingin, ia pun menerima jaket tersebut dan memakainya di waktu yang bersamaan.

"Istirahat yang cukup untuk menjaga stamina dan chakra kita agar tetap stabil saat perjalanan, kalau begitu ayo kita lanjutkan perjalanan" Seru Kakashi dengan kata-kata penyemangatnya walaupun suaranya tidak begitu jelas karena tertutup oleh masker.

"Ya" Jawab Yamato, Sai, Sakura kompak. Naruto hanya memasang ekspresi yang dingin. "Ya" Ucap Naruto dingin.

"Dia masih bersikap dingin…." Pikir Kakashi sembari memperhatikan wajah Naruto yang berada tidak jauh darinya, dan kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan, tersisa 1 hari lagi untuk sampai ke Kumogakure.

Setelah sekian lama berada dalam perjalanan yang cukup menguras tenaga dan melelahkan, akhirnya team 7 sudah sampai di pintu masuk Kumogakure.

"Sudah sampai kah?" Kakashi pun langsung mendekati penjaga gerbang dan berbincang-bincang mengenai maksud kedatangannya kesini. Para penjaga pun menganggukan kepala pertanda mengerti dan mempersilahkan ninja Konoha tersebut masuk ke wilayah desa. Mereka pun diantar oleh salah satu penjaga.

"Jadi kalian yang diutus oleh Hokage untuk kesini" Ujar Raikage A yang sekarang ini telah duduk di sebuah sofa yang empuk, Naruto dan lainnya pun juga sudah terduduk di area itu.

"Iya, kami diperintahkan oleh Hokage-sama untuk menemui anda, guna membahas kerja sama antar 2 negara ini" Jawab Kakashi penuh tata karma, sopan santun adalah prioritas utama karena Kakashi sekarang sedang berbicara kepada orang nomor 1 di Kumogakure.

"Kau benar, kerja sama adalah hal yang harus diutamakan, karena aku sendiri juga tidak tahu apa yang mereka rencanakan sampai mereka menculik Bee. Akatsuki terlalu kuat jadi aku harap kalian bisa diajak kerja sama bukan hanya untuk kepentingan Kumogakure dan Konoha melainkan untuk dunia shinobi, bisa jadi kasus penculikan ini adalah pertanda buruk untuk dunia shinobi" Raikage pun langsung menyetujui kerja sama tersebut, sebenarnya dia belum mengetahui siapa yang menculik Bee, hanya jubah berwarna hitam dan berlambang awan merah yang dapat terlihat oleh salah satu saksi pertarungan tersebut. Dan ia meyakini bahwa ada maksud dari semua ini, Akatsuki mulai bergerak serius.

Kakashi terlihat ingin menyampaikan sesuatu, sampai Naruto pun tiba-tiba menyela pembicaraan tersebut. "Anda tidak perlu risau, karena sebentar lagi Akatsuki akan lenyap" Sela Naruto dengan ekspresi dinginnya.

"Siapa orang ini?" Batin Darui dalam hatinya, ia hanya berdiri di belakang Raikage dengan tatapan bosannya.

"Kenapa kau bisa seyakin itu? Bocah?" Jawab Raikage mengenai perkataan Naruto yang bisa dibilang hanya bualan belaka.

"Hey Naruto, bicaralah yang sopan kepada Raikage-sama" Pungkas Kakashi, laki-laki bermasker itu berusaha menasehati Naruto untuk tidak berbicara yang tidak-tidak kepada Raikage. Sekarang perhatian semua orang yang berada di ruangan itu hanya tertuju kepada Naruto seorang.

"Hn, aku akan membasmi seluruh anggota Akatsuki, itu saja" Ucap Naruto pelan.

"Jangan bercanda! Bualanmu itu sangat lucu sekali, tidak mungkin kau bisa membunuh semua anggota Akatsuki sekaligus, apa kau tidak ingat Bee yang notabene adalah shinobi terkuat di Kumogakure berhasil kalah dan diculik oleh mereka, apalagi kau yang tidak mengetahui apa-apa mengenai kekuatan mereka" Raikage pun emosi dan melampiaskan amarahnya kepada Naruto.

"Kau membuat Raikage marah berhentilah berbicara dan minta maaf kepadanya" Ucap Yamato yang duduk di samping Naruto, mendengar ucapan Yamato, Naruto pun hanya tersenyum dingin.

"Raikage? Sesuai perkataanku tadi aku akan membuktikannya" Jelas Naruto secara tidak rinci, dia masih menyembunyikan kekuatan yang ia miliki.

"Dan lagi, cara bertarungku bukan seperti adikmu, walaupun aku belum mengetahui cara bertarungnya, aku masih bisa menilai sebagaimana kuatnya dia dengan melihat musuh yang mengenakan jubah Akatsuki" Lagi-lagi ucapan Naruto membuat siapapun terus memusatkan perhatian kepadanya.

"Ada apa dengan anak ini? apakah dia benar-benar serius?" Pikir Mabui sembari memegang dokumen-dokumen penting Negara yang akan ditanda tangani oleh Raikage. Gadis berkulit hitam dan berambut putih itu tidak henti-hentinya memperhatikan Naruto yang duduk dengan santai tanpa ada ekspresi sedikit pun.

"Apa kau mengejek Adikku!" Seru Raikage penuh emosi, kali ini dia memukul meja yang berada di depannya.

Duarr!

"Hey Naruto!" Ujar Yamato yang kini turut ambil andil dalam pembicaraan mereka berdua.

"Maafkan Naruto, Raikage-sama" Kakashi pun meminta maaf kepada Raikage atas kelakuan muridnya tersebut, sebagai ketua team 7 dia bertanggung jawab atas kekacauan mendadak ini.

"Kenapa kau ini?" Ucap Sakura kepada Naruto, Naruto pun hanya terdiam dan tersenyum menyeringai. Rambut putihnya menutupi matanya sehingga, hanya bibirnya yang kelihatan oleh pandangan Sakura.

"Aku tidak mengejek adik anda Raikage" Jawab Naruto atas perkataan Raikage tadi, yang membentak bentak penuh luapan emosi karena ucapannya yang menyinggung perasaan Raikage.

"Naruto?" Sai pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, dan terheran dengan ulah yang diperbuat oleh Naruto.

"Bocah, Aku tidak tahu apa maksud dari perkataanmu tadi, tapi aku ingin kau membuktikannya di arena, bertarunglah dengan murid adikku, dan aku pikir melawan mereka adalah pekerjaan yang tidak mudah jadi tarik kembali kata-katamu tadi" Raikage pun menantang Naruto untuk bertarung dengan murid Killer Bee yang cukup kuat, mendengar ucapan itu, semua orang pun terkejut.

"Apa?"

"Duel?"

"Huh?" Kakashi hanya menghela nafasnya. Naruto tersenyum dingin ia pun mengucapkan beberapa kata yang tidak asing baginya. "Jadi begitu ya? Menarik. Tapi asal anda tahu? Raikage? Aku tidak akan menarik kata-kataku kembali, itu adalah jalan ninjaku" Ucap Naruto sembari berdiri dan meninggalkan ruangan tersebut.

"Aku akan menantikan pertarungan itu, dan memberikan pelajaran yang berharga untuk murid-murid Killer Bee" Lanjut Naruto seraya membuka pintu ruangan itu dan menutupnya kembali.

"Kakashi Hatake!"

"Iya?"

"Aku harap kau mengajari sopan santun kepada bocah itu, dia tidak memilikinya sama sekali" Raikage pun mengeluh dan berusaha menyampaikan ketidak enakannya kepada Kakashi soal sikap Naruto.

"Sekali lagi maafkan kami, Raikage-sama, tentang Naruto aku akan segera mengurusnya"

"Baiklah jika kau mengerti, itu sudah cukup, akan tetapi mengenai pertarungan itu, aku tidak akan membatalkannya, karena aku ingin melihat apakah cara bertarungnya sesuai dengan perkataannya" Imbuh Raikage sambil berdiri dan berjalan meninggalkan tempat itu.

"Darui, antarkan mereka ke tempat istirahat, dan Shii panggil Omoi dan Karui" Tambah Raikage.

"Baik" Jawab Darui dengan ekspresi bosan.

"Ya!" Jawab Shii penuh hormat. Mereka pun keluar ruangan untuk menjalankan tugas masing-masing sesuai perintah Raikage-sama.

Setelah beberapa saat berjalan, Kakashi dan lainnya pun akhirnya sampai ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat sejenak. "Besok kah?" Pikir Kakashi sembari duduk di jendela dan memandang hiruk pikuk kota dari atas.

Sakura pun terlihat meletakkan barang-barangnya, dari ekspresi wajahnya, dia terlihat murung. "Kenapa dia berubah dengan cepat? Padahal tadi pagi, aku merasakan hal yang berbeda dengan sikapnya, kenapa dengannya?" Sakura memikirkan Naruto, Naruto yang berubah, sekarang ini laki-laki berambut putih itu sedang berjalan menuju kegelapan. Dan tidak ada yang bisa menghentikannya.

Ruangan Raikage

"Tidak seperti biasanya, anda terlalu cepat mengerjakan dokumen-dokumen penting ini Raikage-sama" Mabui yang melihat kecepatan kilat tangan besar Raikage yang berusaha menandatangani berkas-berkas penting hanya bisa tersenyum.

"Aku ingin melihat cara bertarungnya, apakah dia hanya membual atau yang dikatakan itu memang benar" Jawab Raikage yang masih sibuk dengan kegiatannya.

Dan di tempat lain di waktu yang sama, Shii berusaha mencari-cari keberadaan Omoi dan Karui, "Dimana mereka?" Pikirnya sambil berjalan menyelusuri jalanan kota, gedung coklat yang berbahan tanah dapat dengan mudah dilihat disamping kanan dan kiri, kebanyakan gedung memiliki tinggi yang hampir sama sekitar 18 meter atau lebih. Dan setelah beberapa saat berjalan menyelusuri kota, akhirnya ia bertemu Omoi dan Karui yang sedang berlatih di sebuah lahan kosong dengan alas tanah berwarna coklat.

"Woy, Omoi Karui!" Teriak Shii dari kejauhan, ia terlihat berlari menuju ke arah mereka berdua.

"Ada apa Shii? Kau kelihatannya terburu-buru sekali?"

"Aku disuruh Raikage-sama memanggil kalian, cepat kesana ada sesuatu yang ingin beliau bicarakan" Ucap Shii dengan menghela nafasnya berulang kali.

"Sebenarnya apa yang terjadi?"

"Aku akan menjelaskannya sedikit, ada shinobi konoha yang telah-" setelah beberapa menit menjelaskan perkara yang telah terjadi, Omoi dan Karui pun mengepal tangannya dengan luapan emosi.

"Kisama! Berani-beraninya dia menghina Sensei" Celoteh Karui terbawa emosi. Omoi pun juga memasang ekspresi yang sama. "Sebaiknya kita kesana, aku ingin segera memberi pelajaran kepada orang itu…" Sela Omoi, kemudian mereka bertiga bergegas menuju kantor pemerintahan Raikage.

2 jam kemudian…

Bertempat di sebuah lahan kosong dengan tanah berwarna coklat, dan di sekitar situ sudah berdiri beberapa orang yang ingin menyaksikan pertarungan tersebut dan membuktikan perkataan Naruto, apa memang yang ia katakan adalah kebenaran ataukah hanya bualan semata.

"Apa kau yang menghina Killer bee sama!" Seru Karui sambil menunjukan jari telunjuknya ke arah Naruto yang tengah berdiri dihadapannya dengan tatapan kosong.

"Aku akan segera menghabisimu, orang Konoha!" Teriak Omoi sembari bersiap dengan memegang gagang pedang yang berada di punggungnya. Mendengar teriakan-teriakan tidak berguna itu membuat telinga Naruto merasa terganggu.

"Hn, aku yang akan memberi pelajaran untuk kalian shinobi lemah Kumogakure" Senyum Naruto menyeringai.

To be continue

Chapter 4 END

©Yoshino Tada

Penasaran dengan chapter selanjutnya? Ikutin terus Power Of White, dan jika ini termasuk salah satu story fave kalian, kalian bisa daftarkan ini ke formulir nominasi IFA 2014 (ngarep) _^

Yosh selanjutnya.

Battle 100: Chapter 27: Shinobi yang sempurna

Just Protecting You! Chapter 11: Malam Pembantaian

See you next time ^^