Chapter 5 update!
Power of White ..
Chapter 5
Pembasmian Akatsuki
"Awal dari kemunculan seorang shinobi yang akan menjadi pemimpin dunia di masa depan"
.
.
"Dengan mata sharingan dan rinnenganku ini, aku akan menjadi sebuah symbol kekuatan bagi semua shinobi yang hidup di dunia ini, melebihi leluhur semua ninja"
.
.
Naruto Shippuden © Masashi Kishimoto
Genre -Mystery/Adventure
Power of White © Yoshino
.
Naruto masih tersenyum menyeringai, tatapan kosong menyelimuti wajah laki-laki berambut putih tersebut, kini dia hanya melihat 2 orang lemah yang sudah berdiri di depannya.
"2 orang jonin dengan kekuatan standar, aku dapat menghabisi mereka dalam sekejap namun aku akan bermain main sebentar dengan mereka" Batin Naruto dalam hatinya, semua orang yang menyaksikan pertarungan itu mulai menaruh perhatian kepada Naruto, karena apa yang mereka lihat sekarang adalah seorang shinobi dengan wajah yang mengerikan.
"Kenapa dengan Naruto?"
"Senyuman itu?"
Raikage juga turut serta menyaksikan pertarungan tersebut, dia berdiri di samping bebatuan yang cukup besar. "Tekanan dan chakranya berubah derastis? Sebenarnya apa yang dia lakukan?" Raikage merasakan chakra kuat yang tiba-tiba saja keluar dan menyelimuti tubuh Naruto.
"Ayo Omoi!"
"Ya!" Kemudian mereka berdua berlari dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Naruto, Naruto pun hanya bersikap biasa dan tidak bereaksi ketika melihat mereka berdua berlari untuk bersiap menyerangnya.
Omoi dan Karui berlari dengan menggunakan teknik tipuan dimana mereka berlari secara bergantian dan berpindah pindah dari satu posisi ke posisi lain begitupun seterusnya, "Teknik dasar yang memiliki tingkatan tinggi, mereka telah melatihnya secara rutin" Pikir Darui yang juga menyaksikan pertarungan tersebut.
Dan tiba-tiba saja kejadian yang tidak diinginkan akhirnya terjadi, Naruto melompat dengan cepat saking cepatnya Omoi dan Karui tidak bisa melihatnya dan 2 batang keluar dari kedua tangan Naruto dan diwaktu yang bersamaan ia pun menancapkan batang hitam itu ke punggung Omoi dan Karui.
"Apa!" Ujar Raikage terperanga. Semua orang yang melihatnya pun juga ikut terkejut dengan kejadian yang tidak diperkirakan sebelumnya, Naruto membunuh Omoi dan Karui begitu saja.
"Kisama! Kenapa kau membunuh mereka!" bentak Raikage sambil mengeluarkan halilintar berwarna biru dan menyelubungi tubuh Raikage.
Naruto terlihat menatap wajah Raikage dengan tatapan kosong, di bawah kakinya sudah tergeletak Omoi dan Karui yang berlumuran darah akibat batang karbon hitam yang menghujam punggung mereka sampai tertembus ke bagian depan.
"Tenang Raikage-sama itu hanya sebuah genjutsu" Kakashi pun menyadarkan Raikage yang sudah terperangkap di genjutsu yang Naruto buat dengan menepuk pundaknya. Setelah menyentuh pundak raikage, raikage pun langsung tersadar dan dilihatnya Omoi dan Karui yang masih terlihat bertarung dengan Naruto.
"Beraninya dia melakukan itu kepadaku" Gumam Raikage marah.
"Sepertinya bukan hanya anda saja, melainkan semua orang yang berada disini juga terkena genjutsu tersebut tapi saya sudah menyadarkan semua orang dengan sharinganku" Jawab Kakashi penuh sopan santun, dia berusaha menjelaskan apa yang terjadi.
"Jadi begitu? Apakah dia sekuat itu" Ucap Raikage sambil melihat orang-orang yang menyaksikan pertarungan tersebut tersadar dan terheran-heran.
"Tadi aku melihat mereka berdua sudah terbunuh ditangan Naruto tapi kenapa?" Sakura baru saja tersadar dari genjutsu yang Naruto buat, ia pun bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi baru saja.
"Kita terjebak di genjutsu yang dibuat oleh Naruto" Sela Sai yang sedari tadi berdiri di sampingnya. Tetesan keringat pun bercucuran di kulit wajah Sakura, ia pun teringat dengan mimpinya kemarin.
"Ini seperti kejadian yang aku alami dalam mimpi kemarin, tapi sedikit berbeda karena orang yang dibunuh Naruto adalah anggota Akatsuki" Pikir Sakura sambil memandang wajah dingin Naruto yang sekarang telah sibuk melawan Omoi dan Karui.
Omoi dan Karui masih menggunakan kombinasi gerakan dan ayunan pedangnya untuk menghadapi Naruto, mereka pun berulangkali menyerang secara beruntun namun mata sharingan Naruto dapat melihat semuanya. "Pergerakan yang bagus, akan tetapi…" Pikir Naruto yang masih terus menghindar dari 1 tebasan, 2 tebasan sampai 3 tebasan, dan hal itu berlangsung secara terus menerus.
"Kenapa dia bisa menghindari semua serangan yang kita lancarkan" Batin Karui dalam hatinya, wajahnya pun terlihat panik.
"Sial, dia terlihat seperti sudah membaca seluruh gerakan yang aku dan Karui buat, apakah ini kekuatan dari mata sharingan?" Pikir Omoi sambil tetap memperhatikan tatapan kosong Naruto. kini mereka telah menjaga jarak sekitar 7 meter, Omoi dan Karui masih terlihat terengah-engah karena melakukan serangan secara berturut-turut.
Semua mata masih tertuju pada pertarungan di tanah lapang berwarna coklat tersebut, namun ada sesuatu yang ganjil disela-sela pertarungan itu, lagi lagi senyuman Naruto terlihat misterius.
"Apakah hanya ini kekuatan dari murid shinobi terkuat di Kumoagakure?" Naruto berusaha memprovokasi dan memancing emosi Omoi dan Karui, dengan menyindir guru mereka. Tatapan kosong masih terpasang di wajah laki-laki berambut putih tersebut.
"Apa kau bilang!" Jawab Karui penuh emosi, dia pun mengepal erat tangan kanannya pertanda dia ingin cepat menghabisi Naruto dengan tatapan kosong yang menyebalkan.
"Aku membenci tatapan itu" Pikir Karui yang masih memegang pedang di tangan kanannya, kini dia berdiri sejajar dengan Omoi yang seperti biasanya selalu memakan permen dengan batang putih yang menjadi ciri khasnya.
"Aku akan mulai bermain-main dengan kalian sekarang" Senyum Naruto menyeringai, ia pun memejamkan matanya dan membukanya kembali, mangekyou sharingan telah aktif. Omoi dan Karui langsung terkejut dan pedang yang mereka pegang masing-masing lepas dari genggaman. Serasa waktu dihentikan perubahan derastis dalam pertarungan pun nampak terlihat oleh beberapa orang yang menyadarinya. "Jadi begitu ya? Naruto?" Kakashi hanya bisa melihat pertarungan itu dari jarak yang tidak begitu dekat, ia menganalisa gerakan gerakan Naruto meskipun gerakan itu tidak terlihat wujudnya.
"Kenapa mereka berhenti bergerak, apa yang sebenarnya terjadi dengan Omoi dan Karui?" Shii yang melihat pertarungan itu merasa aneh, ia berpikir seperti ada sesuatu yang menimpa Omoi dan Karui sehingga mereka tidak bisa bergerak.
"Mereka tidak bergerak selama beberapa menit? Apa yang terjadi?" Sakura pun juga ikut bingung dengan pertarungan tersebut. Raikage yang melihatnya mulai gelisah, "Apa lagi ini?" Gumamnya resah, keresahan itu semakin menjadi-jadi setelah melihat Karui tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri.
"Karui!" Seru Shi cemas.
Dan hal yang ditanyakan pun akhirnya terjawab. Naruto tersenyum dingin. Kini dia telah berada di sebuah ruangan yang berbentuk bulat dengan 2 kursi yang telah diduduki oleh Omoi dan Karui, kedua tangan mereka terlihat terikat oleh sebuah tali berbahan kulit, pembatas kursi itu menjadi alas untuk tangan mereka. "Dimana ini?!" Teriak Omoi panik.
"Aku akan memberi kalian pelajaran yang berharga" Ucap Naruto yang sudah berdiri dihadapan mereka, ia pun berjalan memutar dan berhenti di belakang kursi Omoi. "Kau akan merasakannya" Bisik Naruto sambil mengambil pedang yang berada di punggung Omoi. Dan pada saat yang bersamaan tebasan demi tebasan telah menghujam tubuh mereka berdua.
"Aaaa!"
"Arrgh!"
Dunia genjutsu yang mengerikan. "Apakah kalian masih ingin melawan? …
Aku harap tidak, karena aku menganggap kalian sebagai teman, dan kalian tahu musuhku itu hanyalah Akatsuki seorang" Pungkas Naruto sambil melemparkan pedang yang ia bawa ke arah sembarang, di 2 kursi yang diduduki oleh Omoi dan Karui tersebut telah berceceran darah dan terlihat Karui yang telah pingsan terlebih dahulu sedangkan Omoi masih melihati Naruto yang berjalan meninggalkan mereka dengan tatapan kesengsaraan.
"Dia monster" Pikirnya sambil menahan rasa sakit. suara langkah kaki pun terdengar semakin menjauh, semakin jauh dan sudah tak terdengar lagi. Mereka pun kembali ke dunia nyata. Pada dasarnya 1 hari di dunia genjutsu adalah 1 menit di dunia nyata, dan itu berlangsung beberapa menit lamanya. Membuat mereka berdua seperti disiksa selama beberapa hari dan mengalami penderitaan yang sebenarnya.
Omoi dan Karui pun terbujur lemah tak berdaya, mereka pingsan tak sadarkan diri di tempat pertarungan tersebut, melihat itu Shii dan Darui bergegas berlari ke arah mereka untuk menolong supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. "Aku terlalu berlebihan" Batin Naruto.
Sai, Sakura, dan Yamato pun tercengang melihat Naruto yang mengalahkan mereka berdua tanpa menyentuhnya sedikit pun. "Naruto?"
"Apakah dia benar-benar Naruto?" Ucap Yamato bingung. Sai pun hanya melihat tatapan wajah Naruto yang masih dingin seperti sebelumnya.
"Naruto, dia memanfaatkan mata sharingan untuk membuat genjutsunya sendiri, namun bukan itu yang membuatku terkejut, sejak kapan dia bisa mengaktifkan mangekyou sharingan mengingat dia baru saja mendapat mata itu entah darimana, dia berkembang sangat pesat dan bisa kubilang dia adalah shinobi terkuat di Konohagakure sekarang melebihi Hokage" Pikir Kakashi sambil melipat tangannya. Tatapan bosannya masih mengarah ke wajah Naruto.
"Mengalahkan 2 shinobi setingkat jonin tanpa menyentuh mereka? Itu terlalu sulit untuk aku lakukan" Lanjut Kakashi. Raikage terlihat geram dan kesal, ia pun berjalan mendekati Naruto yang masih berdiri di posisinya. Perhatian Naruto langsung tertuju kepada Raikage yang berjalan menuju ke arahnya, tatapan kosong masih terpasang di wajah laki-laki berambut putih tersebut.
"Bukankah itu Sharingan? Apa kau dari klan Uchiha?" Tanya Raikage dengan suara khasnya yang serak serak basah. Tatapan tajam pun mengarah kepada Naruto.
"Aku berasal dari klan Uzumaki, mata ini diberikan oleh kakak temanku yang memiliki darah klan Uchiha" Jawab Naruto dengan suara pelan dan lirih, wajah dinginnya masih terlihat jelas dimukanya.
"Aku akui kau memang kuat, tapi hanya dengan mata pemberian itu, tidak mungkin kau bisa mengalahkan mereka ataupun membasmi mereka, itu terlalu mustahil untuk dilakukan" Pungkas Raikage mengenai pendapatnya tentang kekuatan yang sekarang dimiliki oleh Naruto. mendengar ucapan itu, Naruto tersenyum ia menundukkan kepalanya sedikit ke bawah, hanya tanah coklat yang sekarang ia pandang.
"Lihat saja nanti, aku akan membunuh mereka satu per satu, peganglah perkataanku itu" Jawab Naruto sambil berjalan meninggalkan area tersebut, kedua tangannya ia masukkan ke saku celananya.
"Dia masih dingin seperti biasa" Pikir Raikage, Kakashi dan lainnya yang mendengar percakapan itu pun langsung berjalan mendekati Raikage. "Maaf soal itu, Raikage" Untuk kedua kalinya Kakashi meminta maaf kepada Raikage karena tingkah laku Naruto yang dinilai tidak sopan terhadap pemimpin Negara Kumogakure tersebut.
"Tidak, Dunia Shinobi telah menemukan seseorang yang akan menyelamakan dunia" Jelas Raikage tersenyum, entah apa yang membuatnya sampai yakin seperti itu kepada Naruto, namun jika melihat wajah Raikage yang tersenyum, Kakashi dan lainnya pun juga mulai sadar dan memandang Naruto sebagai shinobi yang luar biasa.
"Aku tidak tahu, kenapa Raikage bisa beranggapan seperti itu, namun aku juga berpikiran sama" Pikir Kakashi sambil melihat ke depan dimana Naruto masih berjalan lurus meninggalkan tempat tersebut.
"Kakashi Hatake?"
"Iya?"
"Nanti pergilah ke ruanganku, aku akan membahas rencana pengintaian markas Akatsuki untuk esok hari" Perintah Raikage. Dan Kakashi pun mengangguk siap. "Baik"
Pemusatan medis ..
Lorong rumah sakit, terlihat 2 tempat tidur beroda yang sedang di dorong oleh ninja medis, di atasnya sudah tertidur Omoi dan Karui yang berada di depan dan di belakang. Dan disampingnya berjalan 2 orang pria yang sebelumnya mengantar mereka ke rumah sakit akibat pertarungan melawan Naruto.
"Ini parah, jika keadaannya seperti ini maka mereka tidak akan bisa mengikuti misi penting besok" Pikir Shii yang berjalan mendampingi Karui, Darui pun mulai memberhentikan langkah dan melihat tempat tidur dorong itu berjalan menjauhinya. "Tidak kuduga, mereka berdua akan berakhir seperti ini, anak itu sebenarnya siapa dia?" Pikir Darui dengan tatapan bosan, tatapan itu mengarah kepada Omoi dan Karui yang masih terbaring di kasur berjalan tersebut. "Oh ya ada panggilan dari Raikage-sama, merepotkan" Tambahnya sambil menghela nafas pelan.
1 jam kemudian..
Naruto dan lainnya pun kembali ke ruang penginapan, yang berada di pusat Kumogakure. Semua shinobi kecuali Kakashi sudah berada di dalam kamarnya masing-masing termasuk Naruto yang sudah kembali dari jalan-jalannya. Sekarang Kakashi dan Darui sudah berada di dalam ruangan petinggi Raikage. Mereka berdua berdiri sejajar dan menghadap Raikage.
"Kakashi? Sebenarnya aku tidak mempunyai wewenang untuk memerintahkanmu karena kau bukan shinobi Kumogakure namun demi alasan penting dan kerja sama antar 2 negara yaitu Kumogakure dan Konoha agar berlangsung lebih baik, maka untuk kepentingan misi ini, aku berharap banyak padamu…." Tutur Raikage tenang.
"Saya merasa terhormat karena anda telah mempercayai saya untuk melakukan misi penting ini, dan saya juga berharap kerja sama yang baik antara shinobi Kumogakure dan shinobi Konoha agar misi ini berlangsung dengan lancar" Jawab Kakashi sopan. Kemudian Raikage mengalihkan pandangannya dari Kakashi ke Darui.
"Darui?"
"Ya?"
"Kau dan Kakashi adalah shinobi dengan kekuatan, teknik, dan penganalisa yang hebat, dan kau dan Kakashi sudah bisa dikatakan sebanding atau sejajar, dan untuk itu aku harap kalian bisa bekerja sama dengan baik sebagai pemimpin anggota kalian masing-masing untuk memperjelas rencana ini, aku akan menyerahkannya kepada Mabui, dia yang akan memberikan kalian pengarahan dan siapa saja anggota kalian nanti. Karena misi ini akan dibagi menjadi 2 kelompok dan untuk kepentingan antar 2 shinobi beda Negara, aku sengaja mengacaknya" Jelas Raikage, ia pun menyuruh Mabui untuk menjelaskan detail rencana agar semakin jelas.
"Diacak?" Batin Kakashi.
"….." Pikir Darui dengan wajah ciri khasnya. Kemudian Mabui mulai memberitahu rencana yang akan dijalankan untuk misi penting besok, terlihat Kakashi dan Darui yang serius memperhatikan, beberapa kali mereka mengangguk bergantian dan bersamaan. Setelah beberapa saat Mabui menjelaskan rencana tersebut, Kakashi dan Darui pun mengerti dengan maksud rencana itu.
"Jadi begitukah?" Pikir Kakashi. Darui juga berpikiran sama dengan Kakashi.
"Ini bukan waktunya untuk bersaing, kerja sama adalah yang terpenting, kalian boleh keluar" Perintah Raikage sambil mempersilahkan dua pria berambut putih itu keluar dari ruangannya, Kakashi dan Darui langsung berjalan keluar ruangan tersebut.
2 jonin dengan karaktaristik yang hampir sama sekarang berjalan sejajar. "Kakashi Hatake san?" Panggil Darui sambil menoleh ke arah wajah Kakashi yang sudah berada di sampingnya.
"Ada apa?" Jawab Kakashi tersenyum, meskipun masker menjadi penutup senyuman tersebut.
"Aku harap kita bisa bekerja sama dengan baik" Tambah Darui seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Kakashi.
"Baik" Kakashi pun langsung menjabat tangan Darui. Dan kemudian mereka berpisah untuk kembali ke tempat mereka masing-masing.
Raikage masih duduk di singgasananya. "Bagaimana keadaan mereka berdua? Mabui?" Tanya Raikage.
"Tampaknya mereka mengalami tekanan jiwa dan gangguan mental yang sangat berat, raikage sama dan kemungkinan besar mereka tidak akan bisa mengikuti misi besok" Jawab Mabui sambil memegang dokumen kenegaraan.
Raikage hanya terdiam dia terlihat memikirkan sesuatu. "Apakah sampai seperti itu dampak genjutsu yang ia keluarkan, anak itu sangat berbahaya" Pikirnya was was. Dan setelah menunggu lama hari esok pun akhirnya telah tiba, misi pengintaian Akatsuki akan segera dimulai.
Keesokan harinya…
Semua shinobi yang sudah terpilih dan dipercaya oleh Raikage berkumpul di pintu depan Kumogakure. "Masih kurang 1 orang lagi?" Ucap Kakashi kepada Darui yang terlihat berdiskusi di depan.
"Anak itu?" Kakashi hanya menganggukan kepalanya.
"Huh? Seperti biasa dia selalu terlambat" Grutu Sakura yang merasa malu sendiri atas kelakuan Naruto yang notabene adalah rekan sekaligus temannya. Sekarang di depan gerbang itu sudah berdiri beberapa shinobi yang memiliki standard dan potensi yang cukup bagus untuk di bawa ke dalam misi penting ini. setelah sekian lama menunggu akhirnya Naruto datang, burung gagak berkumpul menjadi 1 dan membentuk dirinya. Semua perhatian langsung tertuju kepada kumpulan burung gagak yang membentuk tubuh Naruto tersebut.
"Kau terlalu lama Naruto!" Celoteh Sakura penuh amarah.
"Baiklah dengan ini anggota kita sudah lengkap, namun sebelum kita berangkat ada yang ingin aku bicarakan kepada kalian…." Setelah beberapa menit menjelaskannya, kini kedua kelompok telah menyebar dan menuju ke arah yang berbeda, mereka melewati hutan hutan yang lebat.
"Apakah ini akan baik-baik saja?" Pikir Darui yang sekarang memimpin kelompok 2 yang beranggotakan Haruno Sakura, Uzumaki Naruto, Samui dan Yamato. Sekarang mereka berempat telah berada di dalam perjalanan dengan meloncat dari dahan pohon ke dahan pohon lain untuk sampai ke tujuan. "Sebenarnya aku di kelompok 1, namun mengingat aku adalah pengawas Naruto, aku memutuskan untuk bergabung di kelompok ini" Pikir Yamato yang sekarang berada di paling belakang.
Di samping itu, Kakashi juga sedang dalam perjalanan dengan anggota kelompok yang beranggotakan. Shii, Sai, Motoi dan juga Matsui, sebenarnya Karui dan Omoi yang mengikuti misi ini tapi setelah kejadian kemarin mereka berdua terpaksa tetap tinggal dan digantikan oleh Motoi dan Matsui. "Apakah ini komposisi yang terbaik? Sepertinya setelah selalu menerima perintah perintah dari kepala desa secara langsung aku bisa mengerti pemahaman mereka, ideology, kemauan dan tujuan mereka sangat berbeda beda, aku bisa mengerti itu namun aku akan berusaha menjalankan misi ini dengan baik" Pikir Kakashi sambil meloncat dari dahan pohon ke dahan pohon lain diikuti oleh para rekannya yang berada di belakang.
"Naruto? kenapa kau tadi terlambat?" Tanya Sakura.
"Tadi ada hal penting yang harus aku lakukan" Jawab Naruto dingin.
Pemusatan medis ..
Di dalam sebuah ruangan terdapat 2 orang yang masih terlentang sambil memejamkan matanya, Raikage ditemani asistennya sudah berdiri di dekat 2 orang tersebut. "Apakah dia yang melakukannya?" Tanya Raikage.
"Iya, aku dengar ini dari salah satu petugas disini, ada laki-laki berambut putih yang memasuki ruangan ini dan menghilang begitu saja" Jelas Mabui mengenai informasi yang ia dapat dari salah satu petugas rumah sakit.
"Aliran chakra mereka menjadi stabil kembali dan ekspresi mereka juga berubah, saat pertama kali aku melihat wajah mereka, aku melihat ekspresi ketakutan yang luar biasa, seperti siksaan yang terus menerus dilakukan oleh seseorang" Ucap Raikage sambil melihat ekspresi Omoi yang sekarang sudah seperti biasa.
"Apa maksud anda, Raikage-sama?" Tanya Mabui yang sepertinya tidak begitu paham tentang apa yang dibicarakan oleh Raikage, terlihat dari wajah bingungnya.
"Dia yang telah melakukannya dan dia yang telah menyembuhkannya, sebenarnya aku tidak begitu paham mengenai genjutsu dan sejenisnya namun aku pernah terjebak di jutsu khas klan Uchiha itu, dan aku dapat mengerti semuanya" Tutur Raikage.
"Apa anda sedang membicarakan Naruto?" Tanya Mabui yang ingin memperjelas percakapan. Raikage pun menganggukan kepalanya. "Namun bagaimana dia bisa melakukan hal seperti itu?" Lanjut Mabui.
"Dia hanya menghapus sisa sisa genjutsu yang masih berada di dalam jiwa Omoi dan Karui, serta menstabilkan chakra mereka sehingga dalam jangka waktu pendek mereka akan tersadar dengan kondisi yang normal dan tidak teringat sama sekali dengan genjutsu yang baru saja mereka alami"
"Benarkah itu?" Mabui terkejut, namun dia tidak terkejut dengan apa yang dibicarakan oleh Raikage melainkan terhadap orang yang dapat melakukan semua hal yang serumit ini.
"Meskipun dia berhati dingin, namun aku tetap berharap kepada anak itu, aku yakin suatu saat dia akan membawa perubahan besar bagi dunia shinobi" Dan ucapan itu mengakhiri dialog antara Raikage dan Mabui, mereka pun berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
Dan di sisi lain terlihat 2 anggota Akatsuki yang mengenakan trudung dan membawa pedang sabit bercabang 3 yang ia letakan di punggungnya. "Perjalanan hari ini sangat melelahkan, apakah kau membawa minuman Kakuzu?" Tanya Hidan yang sekarang berjalan pelan di samping Kakuzu.
"Minumlah air tangkai pada pohon itu" Kakuzu menunjuk pepohonan yang memiliki ranting dengan air yang menetes 1 detik sekali. Hidan hanya menggaruk garukan kepalanya. "Apa kau yakin ini tidak apa apa?" Hidan masih terlihat ragu terhadap air yang menetes itu, dia berpikir air itu mengandung racun yang berbahaya. Kakuzu pun menghentikan langkahnya, "Kau coba saja, aku pernah meminumnya saat bertahan hidup di hutan" Kakuzu langsung melanjutkan jalannya.
"Ya sudah lah, perjalanan ini membuatku haus, aku akan meminum air ini" Hidan pun membuka mulutnya dan membiarkan air itu menetes selama beberapa menit.
"Ahh, sudah 2 menit, jadi 120 tetesan sama dengan 20 mililiter air, cukup untuk perjalanan ke markas rahasia" Kelegaan pun dapat dirasakan sesaat meminum air segar dari sumbernya tersebut. Melihat Kakuzu semakin menjauh, Hidan langsung berlari mengejarnya. "Hey tunggu, Kakuzu!" Teriaknya sambil berlari kecil.
Darui dan rekannya masih dalam perjalanan. Dan tiba-tiba saja Naruto tersenyum menakutkan. "Aku bisa merasakannya, tidak salah lagi" bagaikan darah yang mengalir dingin di tubuhnya, sesuatu yang selama ini ditunggu-tunggu oleh Naruto, detak jantung semakin cepat dan cepat, bukan berarti dia ketakutan melainkan dia ingin sekali bertemu mereka dan membuat perhitungan.
"Naruto?" tidak tersadar Sakura sedari tadi melihat Naruto dengan wajah khawatir.
"Akhirnya, aku menemukan mereka!" Naruto pun langsung merubah arah, dia berbelok kanan dengan cepatnya. "Dia mau kemana" Pikir Darui terkejut.
"Hey Naruto! kau salah jalan!" Seru Darui yang masih meloncat dari dahan pohon ke dahan pohon lain, ia pun langsung mengejar Naruto dari belakang. Melihat kejadian itu, Yamato, Samui, dan Sakura langsung bergegas mengikuti mereka berdua.
"Mau kemana kau, Naruto!" Teriak Yamato lantang.
"Apa yang ingin ia lakukan" Pikir Samui bingung, karena sebelumnya dia belum mengetahui kepribadian Naruto, dia juga tidak menyaksikan pertarungannya dengan Omoi dan Karui.
"Sebenarnya siapa anak itu?" Tanya Samui kepada Darui.
"Dia adalah Uzumaki Naruto, dialah yang berhasil mengalahkan Omoi dan Karui tanpa menyentuhnya" Jawab Darui sambil mengawasi Naruto dari belakang.
"Apa? Anak itu yang melakukannya" Samui pun terkejut dengan apa yang telah Naruto lakukan, Omoi dan Karui adalah salah satu shinobi terbaik di Kumogakure, dan Naruto dapat mengalahkannya dengan mudah. Mungkin itu yang sekarang dipikirkan oleh Samui melihat ekspresinya yang seolah olah tidak percaya terhadap kebenaran itu.
Kemudian Sakura langsung berjalan cepat untuk menyusul Naruto. "Kau mau kemana Naruto?" Tanya Sakura yang kini sudah berada di sampingnya.
"Akhirnya… akhirnya…. Akhirnya…." Naruto mengucapkan kata-kata itu terus menerus tanpa memperdulikan perkataan dan ucapan yang terdengar di telinganya. Wajah menakutkan dapat dilihat jelas di raut muka laki-laki berambut putih tersebut.
"Sebenarnya siapa kau?" Tanya Sakura memberanikan diri. Mendengar ucapan Sakura yang dirasa menganggu, Naruto langsung menoleh ke arah gadis berambut pink itu.
"Kau menganggu sekali" Ucap Naruto dingin, dan diwaktu yang bersamaan Sakura langsung teringat dengan kejadian yang persis dialaminya namun yang mengucapkannya adalah Sasuke orang yang disukai Sakura.
"Kau itu menganggu sekali" Ucap Sasuke dingin.
Tiupan angin terus menerbangkan rambut putih Naruto dan rambut merah jambu Sakura. "Kenapa dia ini, apa salahku? Sebelumnya aku tidak pernah diacuhkan olehnya sampai sejauh ini namun perasaan apa ini" pikir Sakura gelisah.
Kemudian mata Naruto langsung berubah menjadi mata sharingan (kiri) dan rinnengan (kanan) sambil terjun ke bawah dengan kecepatan tinggi. Dilihatnya 2 orang yang mengenakan jubah Akatsuki. "Akhirnya aku menemukan kalian!" Seru Naruto penuh dengan tatapan jahat.
Ia pun langsung menembakkan 2 batang hitam sekaligus dari kedua tangannya. 2 batang itu mengarah ke sasaran.
To be continue
Chapter 5 END
Semuanya berawal dari sini, akankah Naruto dapat membunuh semua anggota Akatsuki? Tunggu chapter selanjutnya ..
See you next week ^^
