Chapter 6 update!

Maaf semuanya POW baru bisa di update hari ini karena kesibukan di real life, baiklah selamat membaca ^^

Power of White ..

Chapter 6

Sharingan dan Rinnengan

"Semuanya berawal dari sini!" batang hitam menghujam kencang ke arah Hidan dan Kakuzu. Hidan yang menyadari serangan itu langsung berbalik dengan cepat dan melempar Pedang bercabang 3 berwarna merahnya yang langsung mengarah ke arah Naruto. pedang itu menghantam 2 batang hitam itu dan menuju ke tubuh Naruto yang masih melayang diudara. Dan disaat itulah tubuh Naruto terbelah menjadi 2….

Naruto Shippuden © Masashi Kishimoto

Genre -Mystery/Adventure

Power of White © Yoshino

Terkena serangan itu tidak menurunkan semangat membunuh Naruto, bahkan dia malah tersenyum dingin sesaat dirinya terbelah menjadi 2. Burung gagak hitam pun menyebar ke segala arah dari tubuh Naruto dan tubuh Naruto sudah menghilang tidak terlihat oleh Hidan dan Kakuzu.

"Hanya bayangan?" gumam Hidan sambil melihat ke langit dimana burung-burung itu terbang ke berbagai arah. Kakuzu yang melihat itu hanya bisa terdiam sembari tetap waspada kepada shinobi yang menyerang secara mendadak tersebut.

Dan tidak disadari disaat yang sama, Naruto sudah berada di belakang Kakuzu. "Aku mengincarmu" Kakuzu yang mendengar suara itu berbalik dengan cepat dan dilihatnya mata yang sangat mengerikan. "Mata itu?" pikirnya tercengang.

Shinrai tensei!

Naruto mengangkat tangannya ke depan dan membuat dorongan dewa yang menyebabkan Kakuzu dan Hidan terpental beberapa meter. "Apa?"

"Jutsu ini?" mereka pun terhempas ke tanah dan berusaha bangkit kembali, dan setelah serangan itu berakhir Sakura dan lainnya sudah tiba ke tempat Naruto.

"Kenapa kau-" belum sempat menyampaikan kegelisahannya, Sakura dikejutkan dengan 2 anggota Akatsuki yang sedang dihadapi oleh Naruto. beberapa detik kemudian munculah Darui, Yamato dan Samui. Mereka juga dikejutkan dengan keberadaan 2 anggota Akatsuki yang masuk dalam daftar ninja criminal level tertinggi.

"Kenapa kau melawannya sendiri? Itu terlalu berbahaya!" tegur Darui yang terlihat marah terhadap Naruto yang bertindak ceroboh. "Berisik" pungkas Naruto yang membuat semua orang yang melihatnya terdiam sesaat.

"Hey bocah, kau berani melawan kami? Ha? Apa kau ingin aku laporkan kepada dewa jasin?" ejek Hidan sambil menarik pedangnya yang berada jauh dari tempat berdirinya sekarang, pedang itu terseret di tanah dan mendekati tangan kanan Hidan dengan sendirinya.

"Diam saja, ini tidak ada hubungannya dengan agama sesatmu" sela Kakuzu tanpa memandang wajah Hidan.

"Bodoh! Jangan kau menghina dewa jasin, karena kau akan terkena azabnya!" seru Hidan dengan nada bercanda.

"Kau yang bodoh, percaya kepada tuhan yang memberi jalan hidup sesat seperti ini" mendengar ocehan ocehan tidak berguna itu membuat Naruto geram. "Aku akan segera membunuh kalian berdua, jadi diamlah!" ungkap Naruto dengan tatapan pembunuh.

Hidan dan Kakuzu hanya melihat ekspresi Naruto yang membuat kaki mereka bergetar. "ada apa ini? hanya dengan membentak dia bisa membuatku sampai seperti ini, sebenarnya siapa bocah ini?" batin Hidan gelisah. Dan disamping itu Kakuzu juga sependapat dengan Hidan.

"Aura mencekam keluar dari tubuh bocah itu, aku sangat terkejut ketika melihat matanya yang memiliki 2 mata terkuat di dunia, bukan hanya itu rambut putihnya mengingatkanku kepada seseorang, dan untuk itulah aku harus hati hati terhadap bocah ini" pikir Kakuzu sambil melihat tatapan dingin Naruto.

"Jangan ikut campur, kalian cukup melihat saja" lalu 4 bayangan Naruto muncul dengan tiba tiba berlari membentuk persegi untuk membuat segel agar Darui dan lainnya tidak menganggu pertarungan tersebut.

Ninpou: Shisekiyoujin!

Segel berwarna merah pun terbentuk namun ukurannya tidak begitu besar hanya cukup untuk membuat Darui dan lainnya tidak bisa keluar dari dalam. "Bukankah ini, segel merah? Hanya shinobi setingkat Kage yang bisa membuat segel ini, namun segel ini tidak begitu besar sehingga dia bisa membuatnya dengan mudah, meskipun begitu aku sangat kagum kepadanya, dan yang hanya bisa kulakukan sekarang ini adalah percaya kepadanya" batin Darui.

"Naruto! keluarkan kami!" Teriak Sakura yang ingin sekali membantu Naruto, "Kau tidak harus menanggung beban ini sendirian!" namun suara teriakan itu tidak sampai ke pendengaran Naruto atau bisa dibilang Naruto terlihat acuh terhadap perkataan Sakura. Untuk sesaat Naruto memalingkan pandangannya ke arah berdirinya Sakura, dia juga merasa ada sesuatu yang menghilang dari dirinya namun hanya inilah yang bisa dilakukan untuk membalaskan dendam atas kematian sang kakek.

"Majulah!" ujar Hidan dengan percaya diri yang tinggi.

"Kau terlalu percaya diri" ucap Naruto sambil memulai serangannya. Batang hitam keluar dari tangan kanannya. Hidan yang melihat itu pun juga mulai bergerak menuju ke arah Naruto, batang hitam dan pedang cabang 3 milik Hidan pun akhirnya bertumbukan.

Trangg!

Suara 2 senjata yang menjadi 1, Naruto dan Hidan pun terlibat adu keahlian menggunakan senjata, Hidan berusaha menebas tubuh Naruto secara membabi buta namun Naruto dapat melihat semuanya dan bergerak menghindari serangan itu dengan sigap dan cermat, ke 2 senjata itu kembali bertumbukan.

Trangg!

Dan disaat bersamaan, tangan kiri Naruto mengeluarkan batang hitam lagi, batang itu melesat dan mengarah kepada Kakuzu yang berdiri dan terdiam sambil mengamati pertarungan tersebut.

"Fokuslah kepada pertarungan!" seru Hidan yang sepertinya tidak terima karena Naruto menyerang Kakuzu.

"Tujuanku adalah membunuh kalian berdua, aku tidak akan memberikan kesempatan kepada anggota Akatsuki untuk bersantai-santai"

Shinrai tensei!

"Lagi-lagi jutsu ini, sial" Hidan pun terhempas dan terseret beberapa meter di tanah, ia berupaya menyeimbangkan tubuhnya agar bisa berdiri kembali, serangan Naruto tidak berhenti sampai disitu. Batang hitam masih mengarah ke Kakuzu dan dengan sigap Kakuzu dapat menghindari serangan tersebut. Dia bergerak ke samping dan disaat yang bersamaan Naruto sudah berada di depannya dengan tatapan kosong ia memukul perut Kakuzu.

"Ouggh?" Kakuzu pun terhempas jauh dan menghantam pohon besar yang berada di sekitar area itu.

"Apa yang terjadi?" pikirnya sambil berdiri kembali. Hidan yang terkena jutsu dorongan dewa pun langsung berdiri dan berlari menuju ke arah Naruto. "Sialan!" seru Hidan sambil melemparkan pedang bercabang yang cukup berat tersebut.

"Kau terlalu lemah untukku, sebaiknya aku akhiri ini dengan cepat" pedang yang melesat dengan kencang itu langsung digenggam oleh Naruto, "Aku akan mengembalikannya" pedang itu kembali mengarah ke Hidan yang masih berlari menuju Naruto.

"Hidan dan Kakuzu, sebelum aku menjalankan misi ini aku menyempatkan mencari informasi mengenai anggota Akatsuki yang sudah diketahui dan memunculkan dirinya, diantara beberapa orang itu ialah Sasori, Deidara, Kakuzu, Hidan, Itachi, dan Kisame, dan mereka berdua memiliki kemampuannya masing-masing, Hidan tidak memiliki kemampuan special namun dia tidak bisa mati, serangannya hanya focus kepada ritual yang disebut sebut sebagai ritual mengerikan dibuku yang baru aku baca di perpustakaan Kumogakure, sedangkan Kakuzu …. Dia memiliki kekuatan yang cukup besar sehingga dia akan menjadi santapan terakhirku, jadi untuk sekarang aku akan membunuh Hidan terlabih dahulu" batin Naruto yang menunggu Hidan sampai ke tempatnya.

Hidan pun menerima pedang itu dengan genggaman yang erat, lalu ia mengeluarkan senjata cadangan yang ia sembunyikan di balik jubah Akatsukinya. Mereka berdua pun kembali terlibat duel. Namun kali ini…..

Naruto tersenyum menyeringai, beberapa kali Hidan menyerang Naruto dengan membabi buta namun Naruto hanya mengelak dan terus mengelak sambil menunggu waktu yang tepat untuk menyerang balik. "Huh? Apakah hanya ini kekuatan dari salah satu anggota Akatsuki yang mengerikan itu, bagiku kau hanya sampah" ejek Naruto tanpa ekspresi.

Mendengar perkataan itu, Hidan tidak terima. "Sialan kau! Mati lah!" tebasan pedang besar bercabang itu dapat dihindari Naruto namun darah keluar dari pipinya, sebuah goresan kecil yang disebabkan oleh senjata Hidan yang satu lagi. Hidan tersenyum.

"Akhirnya…. Dengan ini aku bisa memulai ritual persembahanku hahaha" tawa Hidan terbahak bahak.

"Naruto terdesak?"

"Disaat saat seperti ini…"

Yamato dan lainnya pun hanya bisa menyaksikan dan merasa cemas terhadap pertarungan tersebut. "Naruto!" teriak Sakura dengan lantang.

"Sakura?" batin Yamato seraya melihat wajah Sakura yang sangat mencemaskan keadaan Naruto. Kakuzu kembali bangkit, ia pun bersiap siap mengeluarkan sesuatu dari tubuhnya. Melihat rekannya yang sudah kembali bangkit Hidan pun mulai mengatakan sesuatu kepadanya. "Jadi kau sudah bangun ya? Namun jangan terburu buru karena pertarungan ini akan berakhir dengan singkat, aku akan membunuhnya" ujar Hidan sambil bersiap menjilat darah Naruto yang masih menempel di ujung senjata kecilnya.

"Kau terlalu meremehkanku" Naruto tersenyum dingin, ia pun bergerak sangat cepat. Kini ia sudah berada di depan Hidan sambil menghunuskan batang ke perutnya.

Crott!

Batang hitam itu tembus sampai ke punggung Hidan, "Hahaha, serangan ini tidak akan mempan terhadapku" tawa Hidan yang kini kehilangan focus, dia berbicara seperti itu seolah olah dialah pemenangnya, sampai Naruto melakukannya…

Pedang yang digenggam Hidan di sahutnya dengan cepat, leher Hidan pun dipotong menggunakan pedang bercabang besar tersebut, setelah terkena tebasan itu, kepala Hidan terlempar ke tanah. Naruto tersenyum licik…

"Bukankah ini yang kau inginkan?" ayunan pedang yang mengerikan itu tidak berhenti sampai di situ, lalu Naruto membelah tubuh Hidan menjadi 2 dengan pedang tersebut, tubuh yang terbelah 2 tersebut langsung terjatuh ke tanah dan disaat yang bersamaan.. Naruto melempar pedang besar itu tepat ke kepala Hidan.

Croot!

Lalu batang hitam keluar dari kedua tangan Naruto, "Rasakan ini! ini! ini! hahaha, aku merasakannya! Kepuasan ini! aku senang sensei!" seru Naruto yang terus menusukan batang hitamnya ke tubuh Hidan yang terbelah menjadi 2. Darah terus mengucur dan mengalir dengan derasnya dari tubuh Hidan yang dihujami tusukan demi tusukan oleh Naruto.

"Naruto! hentikan!" teriak Sakura dari dalam segel, air mata menetes dari kedua matanya yang indah, membasahi pipinya, dan ia berpikir "Sebenarnya siapa dia? Kemana Naruto yang aku kenal?" semua orang yang melihatnya pun hanya bisa menelan ludahnya, dan mereka juga berpikir sama. Khususnya orang orang yang sudah lama mengenal Naruto.

"Naruto?"

"Shinobi yang menakutkan"

Meskipun begitu Hidan masih bisa tersenyum, "Aku tidak akan pernah mati!" teriaknya kesetanan. Mendengar teriakan yang cukup menganggu itu membuat Naruto risih, dan kemudian ia meloncat ke kepala itu sambil menusuknya dengan batang hitam yang sudah di isi dengan chakra.

Croot!

Dan tusukan terakhir itu telah membungkam mulut Hidan yang menandakan Hidan telah tewas, bersamaan dengan itu darah mengalir dari bagian kepala yang terkena tusukan tersebut.

"1 orang anggota Akatsuki telah tewas, tinggal 1 lagi" ucap Naruto dengan senyuman menyeringai, kemudian perhatiannya langsung tertuju kepada Kakuzu yang telah mengeluarkan 4 makhluk hitam bertopeng dengan tinggi yang berbeda beda.

"Dengan mudahnya, ia berhasil membunuh Hidan, dasar dia terlalu ceroboh, aku harus tetap waspada" pikir Kakuzu seraya menatap balik wajah mengerikan Naruto.

Di samping itu Sakura terus meneteskan air matanya. "Apa kau baik baik saja? Sakura?" ucap Yamato sembari mendekati Sakura yang sudah tidak tahan atas tindakan Naruto yang keluar batas kewajaran. "Apa yang membuatnya sampai seperti ini hiks hiks hiks?" betapa terpukulnya gadis berambut pink tersebut melihat rekan sekaligus temannya melakukan hal sekeji itu di depan kedua matanya.

Yamato berusaha menenangkan Sakura. "Sebaiknya kau menutup matamu Sakura, karena aku juga berpikir dia bukan Naruto yang kita kenal" ujar Yamato sambil memegang pundak Sakura.

Kini Naruto hanya berdiri terdiam dan merenungi apa yang ia perbuat. "Sakura?" Sakura yang mendengar namanya dipanggil pun mulai melihat ke depan dimana Naruto berdiri. "Lebih baik kau tidak memperdulikanku, karena aku yang sekarang bukanlah Naruto yang kau kenal, ada banyak hal yang telah aku alami dan itu begitu menyakitkan, aku harap kau bisa mengerti akan hal itu" tutur Naruto tanpa melihat ke belakang dimana Sakura masih menangisi sikapnya. Mendengar perkataan itu membuat Sakura semakin menangis menjadi jadi. "Apa yang kau lakukan ini semuanya salah! Dan disini aku akan selalu memperingatkanmu!" teriak Sakura lantang.

Naruto pun menoleh ke belakang. "Kau ini menganggu sekali" jawab Naruto tanpa berekspresi sedikit pun. Sakura hanya bisa terdiam tanpa kata setelah mendengar sendiri jawaban singkat dari sesosok teman yang paling ia percaya. Gadis berambut merah jambu itu mencoba memahami perasaan Naruto, namun tetap saja tidak bisa, dan kini ia malah termakan ucapannya sendiri. Begitu menyakitkan sampai dia tidak bisa mengatakan apapun.

"Naruto?" ucap Yamato di dalam batinnya.

"Hey bocah, aku akan membalas kematian rekanku, jadi bersiaplah untuk menerima kematianmu!" seru Kakuzu, dan 4 monster berwarna hitam itu menyebar ke berbagai arah mereka menembakkan masing masing elemen yang mereka miliki, seperti api, petir, udara dan air. Serangan itu menjadi 1 dan mengarah tepat ke tempat dimana Naruto berdiri.

"4 elemen itu digabung menjadi 1?" pikir Darui yang hanya bisa mengamati dari balik segel merah. 4 elemen itu masih melesat kencang, melihat pemandangan seperti itu Naruto hanya terdiam dan menunggu serangan itu sampai ke tempatnya.

"Dengan ini kau akan mati" ucap Kakuzu pelan. Dan hal yang tak terduga pun akhirnya muncul, kekuatan yang sebenarnya dari pemilik dua mata terkuat di dunia, "Sebaiknya aku menggunakan kedua mata ini" batin Naruto, kemudian ia mengangkat tangannya ke depan dan disaat yang bersamaan serangan itu tekah sampai ke tempat Naruto dan disaat itu juga bayangan trasnsparan muncul, bayangan itu berbentuk bulat dan menyelubungi tubuh Naruto.

"Dia menyerapnya?" ucap Kakuzu terkaget.

"Banyak sekali" serangan itu berhasil diserap oleh Naruto, sehingga chakranya dapat bertambah dengan sendirinya. Namun serangan Kakuzu tidak berhenti sampai disitu saja, kali ini boneka bertopeng biru mengeluarkan elemen petir dari mulutnya, "jutsu penyerap ini tidak bisa selalu aku gunakan karena resikonya cukup tinggi" Naruto berpikir agar tidak menggunakan jutsu penyerap tersebut dikarenakan akibat yang akan ia tanggung, jika dia menggunakan jutsu itu sekali lagi maka musuh akan dapat menyerang dengan memanfaatkan celah yang terbuka saat mengggunakan jutsu penyerap tersebut.

"Yang berarti aku harus bisa menggunakan sharingan dan rinnengan secara bersamaan" lanjutnya. Naruto bergerak ke kanan untuk menghindari serangan boneka berelemen petir dan diwaktu yang sama boneka bereleman api sudah menunggunya. Semburan api yang cukup besar mengarah ke tubuh Naruto, api itu membentuk sebuah ombak yang dahsyat.

"Aku harus mengalahkan mereka semua" Naruto masih memandangi ombak api yang menuju ke arahnya tersebut.

"Maaf saja, karena masing-masing bonekaku mempunyai kekuatan yang sama kuatnya sehingga kau tidak akan mudah mengalahkan mereka" ujar Kakuzu sambil tetap memperhatikan gerakan gerakan yang dilakukan oleh Naruto, dan kedua boneka yang lainnya kini telah berdiri di samping kanan dan kiri Kakuzu untuk melindungi Kakuzu sendiri.

"Sharingan? Rinnengan? Aku mempunyai kedua mata ini, dan untuk itulah aku akan merubah dunia ini dengan cara membunuh semua anggota Akatsuki dan juga untuk membalaskan dendam atas sepeninggalnya sensei, aku tidak akan memberikan mereka ampun…" laki laki berambut putih itu membelah dirinya menjadi 2, kini bayangan burung gagak tersebut meluncur kencang ke arah boneka berelemen petir dan Naruto sendiri bersiap untuk menghadapi ombak api yang luar biasa dahsyat.

"Sial segel ini tidak bisa hancur, aku harus segera membantunya" Yamato tengah berusaha merusak segel itu dari dalam namun hasilnya sama saja, segel itu tidak bisa dihancurkan dengan mudah.

"Percuma saja, segel ini hanya bisa hancur ketika si pembuat kalah atau melepas segelnya.." sahut Darui.

"Yang berarti…."

"Benar kita harus percaya kepada Naruto" lanjut Darui. Kemudian Yamato kembali mengawasi pertarungan tersebut dari dalam segel delapan merah.

Shinra tense!

Ombak api itu pun menjauh dari Naruto karena dorongan dewa yang ia lakukan, dan Naruto menerobos masuk ke tempat dimana boneka berelemen api itu berdiri. Lalu Naruto mengeluarkan roket kecil dari telapak tangan kanannya, roket roket kecil itu itu meluncur kencang ke arah boneka berwarna hitam tersebut.

Duarr!

Ledakan pun akhirnya terjadi, dan boneka berelemen api itu hancur tidak berbekas. "1 sudah kalah" disamping itu bayangan Naruto mencoba untuk mengalahkan boneka yang satunya, yang kini hanya beberapa meter lagi dapat di jangkau oleh Naruto. melihat Naruto semakin mendekat boneka berwarna hitam bertopeng biru itu tidak tinggal diam, dia mengeluarkan petir biru dari mulutnya.

Petir itu mengarah tepat ke tubuh Naruto yang masih berlari menuju ke arahnya. "Terlalu lambat…" melihat serangan yang monoton itu, membuat Naruto hanya bisa tersenyum tipis dia berlari zig zag sambil memanfaatkan mata sharingannya untuk bergerak dan membaca serangan. Setelah sampai ke tempat boneka hitam bertopeng biru itu, Naruto langsung menancapkan batang hitamnya tepat ke topeng biru tersebut sehingga topeng itu hancur berkeping keeping, dan boneka hitam itu lenyap tak bersamaan dengan hancurnya topeng itu.

"2 sudah lenyap" bayangan Naruto pun langsung berubah menjadi burung gagak dan terbang ke langit.

Melihat boneka bonekanya dikalahkan dengan mudah oleh Naruto, Kakuzu tidak terima dan bersiap untuk bertarung secara langsung. "dia sangat mirip dengannya, ketua Akatsuki" Kakuzu pun mulai bergerak dari posisinya berdiri, dia berlari menuju ke arah Naruto.

Melihat Kakuzu yang berlari ke arahnya, Naruto mulai tersenyum menyeringai, untuk sekali lagi ekspresinya ia pertunjukkan. "Ini semakin menarik" ucapnya sambil mengeluarkan batang hitam dari lengan bajunya. Dan 2 boneka Kakuzu juga mengikutinya dengan cara terbang dan mengincar celah yang terbuka dari Naruto.

Pria bertudung itu mulai menyerang, ia mengeluarkan benang benang berwarna hitam dari tangannya untuk diserangkan ke arah Naruto yang kini juga masih berlari ke arahnya. Benang itu berjumlah ribuan dan tak bisa terhitung lagi, semuanya berkumpul menjadi 1 sehingga benang itu menjadi keras dan mematikan. Naruto pun meloncat ke atas dan disanalah sudah menunggu boneka dengan topeng berwarna biru dan biru muda yang telah siap menyerang Naruto. "Apa?" pikir Naruto terkejut. Angin dan air langsung disemburkan oleh 2 boneka itu secara bersamaan Naruto pun terkena serangan itu dan terhempas ke bawah.

Duarr!

Hantaman tubuh dengan tanah pun membuat bebatuan dan kerikil kerikil berhamburan kemana mana, "Kau terlalu naif" remeh Kakuzu yang merasa bangga karena serangannya telah mengenai Naruto. namun sekali lagi Naruto menggunakan genjutsu yang sama dengan yang sebelumnya, "Heh" senyum Naruto yang berubah menjadi burung gagak yang terbang ke langit.

"Seberapa kuatnya dirimu, seberapa tangguhnya dirimu, kau tidak akan bisa melukaiku, asal kau tahu saja kekuatanku jauh diatasmu" ucap Naruto kepada Kakuzu, namun hanya terdengar suaranya saja.

"Dimana dia?" pikir Kakuzu gelisah.

Dan tiba tiba dari atas Naruto terjun seperti hewan buasa yang akan mencengkram mangsanya. Ia mengeluarkan batang hitam dari dalam lengannya dan….

Croot!

Naruto berhasil menancapkan batang hitam di tangan kanan Kakuzu, terkena serangan itu membuat Kakuzu tidak bisa bergerak, lalu Naruto mengeluarkan 1 batang lagi dari tangan kirinya dan menancapkannya ke tangan Kakuzu yang satu lagi.

Croot!

"Aku berpikir menjadi shinobi terkuat di dunia ini tidak ada salahnya…" senyum Naruto menyeringai.

"Sial batang ini mirip dengan batang hitam milik pein, yang bisa menyerap kekuatan dari orang yang terkena tusukan batang hitam ini, aku tidak bisa bergerak" pikir Kakuzu yang mulai berkeringat. Namun ia berusaha untuk tidak terbawa suasana dan berpikir bagaimana caranya untuk mengalahkan laki laki berambut putih tersebut.

"Kakuzu kan? Aku ingin menanyakan sesautu kepadamu? Siapa yang telah membunuh Jiraiya?" tanya Naruto sambil menginjak perut Kakuzu.

"Apa maksudmu?" tanya balik Kakuzu yang sepertinya tidak begitu mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh Naruto.

"Jangan pura pura tidak tahu, aku tanya sekali lagi siapa yang membunuh Jiraiya?" sekali lagi Naruto menanyakan pertanyaan yang sama.

"Jiraiya?" tanya Kakuzu.

"Benar, salah satu legenda sennin dari Konoha" lanjut Naruto dengan tatapan serius. Kakuzu terlihat memikirkan sesuatu. "Apa jangan jangan-" belum sempat berbatin Kakuzu sudah mendapat injakan yang cukup kuat dari Naruto.

"Cepat jawab pertanyaanku!" seru Naruto yang mulai tidak sabar dengan jawaban Kakuzu yang seperti mengulur ngulur waktu.

"Bagaimana bisa aku bicara saat kau menginjak perutku seperti ini" sahut Kakuzu. Mendengar keluhan itu Naruto langsung mengangkat kakinya dan mundur beberapa langkah.

"Cepat katakanlah" namun kepercayaan itu harus dibayar mahal oleh Naruto. "Kau terlalu bodoh, serang!" seru Kakuzu yang memerintahkan boneka bonekanya agar menyergap Naruto dari belakang. Naruto yang sengaja mengendurkan tekanannya hanya bisa mengalihkan pandangannya dan menengok ke belakang. kemudian ia merubah kedua matanya menjadi rinnengan.

Shinra tensei!

2 boneka hitam Kakuzu terhempas sampai ke segel merah yang dibuat Naruto untuk mencegah Darui dan lainnya bertindak. Orang orang yang berada di dalamnya pun melihat ke 2 boneka itu. "Ini…"

"dia berhasil mengalahkannya?" pikir Samui takjub, disamping itu dia juga menyimpan rasa kegelisahan yang cukup tinggi.

"Aku sudah memberimu kesempatan untuk berbicara, tapi kau malah membuang kesempatan itu, jika kau masih teguh dengan pendirianmu itu, tidak ada pilihan lain" tatapan mata rinnengan terus menatap tajam Kakuzu yang mulai gemetaran. "Tekanan apa ini, dia seperti monster" ucapnya ketakutan.

"aku sudah tahu, seharusnya kau sudah mati sejak lama, kau terus memburu jantung jantung korbanmu dan menanamkannya ke dalam dirimu sehingga kau bisa hidup sampai sekarang dan karena itu juga kau dilabeli oleh dunia shinobi sebagai penjahat kelas tertinggi diantara penjahat lainnya, aku cukup kagum kepadamu dan disamping itu aku juga kecewa terhadapmu, karena kau tidak mempunyai tekad membunuh yang sebenarnya" mendengar ucapan itu membuat Kakuzu kesal.

"Beraninya kau berbicara seperti itu kepadaku, akan ku bunuh kau!" teriak Kakuzu lantang.

"Berisik sekali, ucapan itu tidak seharusnya keluar dari mulut busukmu itu, aku tahu segalanya tentangmu, dan aku juga tahu hubunganmu dengan Hokage pertama.." lagi lagi perkataan Naruto membuat Kakuzu semakin geram.

"Bagaimana kau bisa tahu?"

"Karena aku tahu segalanya" pungkas Naruto singkat,

Hushhh

Angin menghembus rambut putihnya yang membuat suasana disitu menjadi sedikit terkendali. Kakuzu pun hanya bisa terdiam, kini dia bingung antara memilih percaya atau tidak karena ucapan yang keluar dari Naruto semuanya benar. Hanya saja "Kenapa dia bisa tahu?" batin Kakuzu di dalam hatinya.

"Dan apa kau pikir aku datang kesini tanpa persiapan yang matang? Sebelum aku menjalankan misi ini, aku mempelajari dan mencari tahu kekuatan dari seluruh anggota Akatsuki yang telah diketahui dunia shinobi, hal itu telah tertera di sebuah buku yang di dalamnya hanya khusus menceritakan tentang penjahat penjahat terkenal di dunia shinobi, dan kau termasuk ke dalam 10 besar penjahat yang paling ditakuti dan dicari maka dari itu, melenyapkanmu juga akan memberi manfaat bagi dunia shinobi agar masyarakat bisa hidup dengan tentram, benar benar tujuan yang mulia bukan? Heh?" tutur Naruto sambil tersenyum menyeringai.

"Jadi dia telah mempelajari kekuatanku dan kekuatan Hidan, pantas saja dia berhasil membunuh Hidan dengan mudah, sebenarnya Hidan masih hidup akan tetapi butuh berjam jam untuk menyatukan kembali tubuhnya yang hancur seperti itu" Kakuzu masih terlentang di tanah dengan kedua tangan yang tertancap oleh batang hitam yang dihujamkan oleh Naruto.

"Baiklah, aku akan segera mengakhirinya, dengan ini….." Naruto pun mengeluarkan batang hitamnya lagi dan langsung menusukkannya tepat ke jantung Kakuzu.

Croot!

"Tidak mungkin….. aku kalah…" ucap Kakuzu sebelum kematian menjemputnya. Darah pun mengalir deras dari bagian tubuh yang tertusuk batang hitam Naruto.

"2 anggota Akatsuki sudah kukalahkan" lanjutnya sambil menancapkan batang hitam tersebut. Kemudian suasana di tempat itu menjadi mencekam, 2 pembunuhan tragis dilakukan oleh Naruto dengan kejam dan bengis, seakan akan dia sudah tidak mempunyai perasaan dan belas kasihan lagi.

Angin menghembuskan rambut putih Naruto..

"Sensei? Aku sudah membunuh 2 anggota Akatsuki" senyumnya sambil memandang langit biru yang berawan.

"Dia membunuh anggota Akatsuki sendirian?" semua orang yang masih berada di dalam segel hanya bisa tertegun atas kekuatan Naruto yang luar biasa, di lain hal mereka juga merasa takut. Namun di tempat lain sesuatu yang belum diketahui muncul secara tiba tiba…..

Di tempat yang tidak jauh dari situ, terlihat 2 makhluk yang sedang berbincang bincang. "White? Sepertinya kau berhasil?"

"Heh? Ini baru bagian awalnya saja, kau akan melihat bagian menariknya nanti…" ucap White tersenyum misterius.

To be continue

Chapter 6 END

Pembunuhan tragis telah dilakukan oleh Naruto tanpa belas kasihan, disamping itu White dan rekannya mulai mengamati perjalanan baru Naruto. penasaran dengan chapter berikutnya? Tunggu kelanjutannya…

Kalian boleh menanyakan apapun mengenai chapter 6 ini, akan saya jawab satu persatu… baiklah

Aku harap kalian memberiku review…

See you… sampai jumpa di Chapter 7 ^^

©Yoshino Tada