semenjak mendapati sosok lelaki manis yang selalu berada di balkon setiap pagi, yongguk menjadi sering memperhatikan lelaki itu.
awalnya ia hanya memandangnya dari balik pintu kaca balkonnya, namun setelah beberapa hari memperhatikannya, ia semakin mendekat.
ia akan bangun pagi—biasanya ia malas bangun pagi, membuka tirai kamarnya, lalu memandang lelaki itu dari balkonnya, yang bahkan jaraknya tidak mencapai dua meter, sebelum bersiap untuk sekolah.
seperti sekarang, setelah memastikan ibu dari lelaki itu sudah menghilang dari balik pintu, ia akan duduk di bangku panjang dekat pembatas balkonnya, lalu menumpukan tangannya yang menahan dagunya diatas pembatas tersebut.
yongguk mengagumi pahatan wajah lelaki—yang sampai sekarang belum ia ketahui namanya itu, matanya yang besar, bibir penuhnya yang ranum, serta kulit putih bersih layaknya putri salju, benar-benar cantik.
ia ingin berkenalan langsung dengannya, tapi ia tidak biasa memulai percakapan, jadinya ia hanya memperhatikan sosok itu dalam diam.
"yongguk! ayo bangun! sekolah!" suara teriakan sang mama yang terdengar samar mengakhiri kegiatannya untuk memperhatikan sosok itu.
haaah.. baiklah, sampai bertemu besok lagi peri cantik
ia pun bangkit dari duduknya, lalu beranjak menuju kamar mandi, dan membiarkan pintu balkonnya terbuka begitu saja.
• • •
sihyun menyadari kalau ia selalu diperhatikan dari jauh oleh seseorang. namun anehnya, ia sama sekali tidak merasa was-was saat ia diperhatikan oleh sosok itu.
meskipun ia tidak dapat melihat sosok itu, ia selalu bisa merasakan jika sosok itu memandangnya cukup dekat.
entah mengapa, hatinya menghangat kala mengingat bahwa ada sosok yang memperhatikannya begitu lekat.
sama seperti sekarang, ia sadar, tak jauh didepannya, sosok itu tengah menatapnya, membuatnya tenang dan hangat. senyuman selalu terukir diwajahnya saat sosok itu melangkah mendekat.
bahkan setelah ia mendengar ibu dari sosok itu berteriak membangunkannya—yang sebenarnya sudah terbangun sejak tadi, senyuman diwajahnya sama sekali tidak luntur.
ia ingin sekali mengobrol dengan sosok itu. berkenalan secara langsung dengannya, bukan hanya mengetahui namanya dari teriakan ibunya saja.
tapi ia sadar, siapa juga yang mau berbicara dengannya? jangankan melihat lawan bicaranya, melihat cahaya pun tak bisa, hanya kegelapan yang menemaninya tiga bulan terakhir ini.
tidak, sihyun tidak marah dengan kondisinya yang tiba-tiba menjadi buta, ia sadar, mungkin ini ujian dari tuhan yang sudah memberinya karunia dua bola mata yang cantik.
mungkin tuhan ingin menunjukkan sesuatu yang spesial untuknya, sesuatu yang dapat membuatnya jauh lebih baik kedepannya.
• • •
keesokannya, yongguk menunggu dari balik pintu kaca balkonnya, menunggu sosok yang menarik perhatiannya itu keluar dan duduk lagi dibalkon.
namun sudah setengah jam yongguk menunggu, tapi sosok itu tak kunjung keluar, bahkan tirai kamarnya pun masih tertutup rapat.
padahal hari ini yongguk sudah bertekat untuk berkenalan dengan sosok cantik itu. tapi sepertinya rencananya harus ia kubur saat ini.
ia menghela nafas berat, lelah menunggu sosok itu yang menampakan batang hidungnya samapu sekarang.
sentuhan lembut di kakinya mengalihkan perhatiannya, bibirnya membentuk kurva saat melihat kucing kesayangannya tengah mengusak manja di kedua kakinya.
tangannya meraih tubuh kucing itu, lalu menggendongnya. "sepertinya lain waktu tolbi-ya" ujarnya pada sang kucing, seraya mengelus rambut halus milik kucingnya itu. sang kucing hanya mengeong, seakan mengerti perkataan tuannya.
• • •
chapter 2 up!
kayaknya aku bakal up setiap chapter ga lebih dari 500 kata deh, hehehe :333
makasih buat kalian yang udah menyempatkan membaca karya ku! aku benar-benar berterima kasih ke kalian
maaf juga kalau ada typo, aku tidak melakukan proofread saat ini.
jangan lupa review nya ya!
with love, caramelattea.
