Chapter 10 update!
-Green of Susano'o by Naruto-
Naruto © Masashi Kishimoto
Genre –Romance/Mystery/Adventure/General
Power of White © Yoshino
Power of White ..
Chapter 10
Kehancuran Konoha
Konohagakure. 10.00 am
Reruntuhan rumah berterbangan kemana-mana, banyak rumah yang hancur atas serangan-serangan brutal dari keenam pain tersebut, sedangkan di waktu yang sama. para warga berbondong-bondong telah diungsikan di dalam patung Kage yang mempunyai ruangan luas yang berfungsi untuk mengevakuasi warga.
"Lewat sini!" teriak para jonin yang memandu banyaknya warga yang tengah berjalan berdesak-desakan di jalan setapak patung kepala tersebut.
Di tengah kota, asap-asap hitam terus bermunculan sesudah ledakan yang dahsyat. Mini rocket launcher tidak henti-hentinya keluar dari lengan baju Pain berwujud robot, sebut saja Shurado Pain, roket mini itu meluncur dari lengan bajunya menuju salah seorang warga yang masih tertinggal di perkotaan. Wanita itu berlari kencang untuk menghindari kejaran roket itu.
"Seseorang tolong aku!" teriaknya penuh ketakutan, dan ketika Shurado Pain mengira wanita itu akan tewas, tiba-tiba saja datang seseorang dan menangkis roket mini itu menggubahnya berubah arah dan menuju rumah yang sudah ia ledakan.
Duar!
Asap hasil ledakan menyelimuti area seseorang misterius itu, "Sepertinya aku tepat waktu, cepat bawa dia ke tempat evakuasi. Biar aku yang mengurusnya,"
"Baik!" ujar jonin yang ia bawa bersamanya. Dan mereka pun menghilang sesudah memunculkan asap putih.
"Yosh, dengan begini aku bisa bertarung secara leluasa." Ucap pria berambut putih sambil menarik sapu tangan hitamnya, bersiap untuk menangani musuh yang sudah berada di depan matanya. dan pada saat itulah mereka terlibat bentrok yang sudah tak bisa dihindarkan.
Pria berwujud seperti robot itu menatap Kakashi Hatake yang telah berdiri di hadapannya, seperti meremehkan kekuatan Kakashi. Mata Rinnengan tak hentinya menatap dengan tatapan tidak sopan, berusaha memprovokasi Kakashi untuk menyerangnya terlebih dahulu. Lalu Kakashi mengambil sebuah kunai dari kantung ninjanya, satu kunai telah ia pegang dengan erat. Ketika pandangan Shurado Pain tertuju pada kunai yang telah Kakashi ambil dari kantungnya. Sebuah kunai tiba-tiba melesat cepat ke arah pria botak itu. Kakashi melemparkan kunai dengan tangan kirinya dengan gerakan cepat mengambil satu kunai lagi. dengan sigap pria botak itu berhasil menghindar sampai satu kunai lagi datang ke arahnya, kali ini berbeda dari sebelumnya. Kunai itu dialiri oleh Raikiri.
Sstt.
Kunai Raikiri itu menembus perut Shurado Pain, tapi- saat Kakashi mengira pria itu sudah kalah, ia hanya bisa tercengang, mendapati orang yang terkena serangan kunai Raikiri tersebut tetap tersenyum meremehkan. Ia juga tidak merasakan apa-apa, entah itu sakit atau dampak pada tubuhnya. Sepertinya dia baik-baik saja. Lalu kunai itu ia cabut dan ia jatuhkan ke tanah, senyuman meremehkannya masih terpasang jelas di wajahnya. dan tiba-tiba saja pria itu meluncur pesat ke tempat Kakashi berdiri memanfaatkan legs launcher yang terpasang di telapak kakinya, Kakashi serasa mati langkah saat kecepatan tidak terduga itu meluncur langsung kepadanya.
"Gawat!"
Tangan yang tersembunyi di balik lengan hitam akatsuki itu keluar begitu saja, sebuah cakar besi melengkapi serangan cepat itu, Kakashi masih terdiam di tempat berpikir bagaimana cara untuk menghindarinya? dan ketika jalan keluar itu tidak kunjung-kunjung datang, Kakashi pun terkena cakar besi itu dan terbang bersama pria itu, Kakashi terseret ke tanah berpuluh-puluh meter. Kepalanya masih dicengkram oleh kuatnya cakar besi itu sambil menahan rasa sakitnya ia hanya bisa pasrah.
Dan ketika serangan itu usai, Shurado Pain hanya terkekeh melihat Kakashi yang sudah tak berdaya, sampai kepulan asap putih muncul dari tubuh palsunya. Kini bongkahan kayu telah menggantikan tubuh aslinya. Shurado Pain sedikit terkejut melihat keadaan itu, dan ia memutar bola matanya, melihat-lihat sekeliling dimana Kakashi bersembunyi.
"Serangan yang hebat, untung saja aku bisa menghindarinya. dan aku tahu ketika aku melihat dua jutsunya baru saja, pertama ia mengeluarkan roket-roket kecil dari lengannya dan kedua ia menerbangkan tubuhnya dengan sebuah peluncur di kakinya. Yang berarti dia hanya bisa menggunakan kekuatan robot dan sejenisnya, tapi itu hanya spekulasiku saja, selebihnya aku masih tidak tahu, dan yang pasti aku akan mengalahkannya," ujar Kakashi yang sekarang telah bersembunyi di balik puing-puing rumah yang telah remuk karena ledakan-ledakan yang disebabkan oleh Shurado Pain.
"Sebagai jonin di Konoha, sudah menjadi tanggung jawabku untuk melindungi Konoha apapun yang terjadi. dan aku tidak akan pernah menyerah sampai dia datang-" Kakashi langsung mengambil start, memanfaatkan kelonggaran dan ruang terbuka dari pria botak berpaku hitam tersebut, ia berlari menuju ke arahnya sambil mengeluarkan Raikiri di tangan kanannya, Shurado Pain yang baru saja menyadari keberadaan Kakashi yang telah berlari di belakangnya, hanya memasang wajah senyuman meremehkan, dan ketika ia telah sampai dan beberapa senti lagi akan mengenai tubuhnya, pria botak itu tiba-tiba meloncat ke atas, dan menghujamkan jarum-jarum dari jari jemarinya. Kakashi yang melihat serangan berbahaya itu, langsung mundur ke belakang berusaha menghindari jarum-jarum tersebut, sampai serangan jarum telah selesai dan Kakashi masih memandang pria itu yang masih melayang di udara, dan pada saat bersamaan. Shurado Pain menekuk sikunya. dan ketika ia menekuk sikunya lubang telah terbentuk disana. Seketika itu sebuah rudal meluncur cepat dan meledak hebat di permukaan tanah, tepat di posisi Kakashi berdiri.
Duarr!
Kepulan asap hitam muncul setelah ledakan keras itu, membuat bebatuan tanah luluh lantah. Shurado Pain mendarat aman sambil tetap mengawasi kepulan asap itu, menunggu asap itu menghilang dan menemukan sesuatu di balik sana. Perlahan-lahan asap itu pudar tertiup angin. Mata Rinnengannya masih memperhatikan tempat ledakan itu dengan seksama. Namun tiba-tiba saja kunai-kunai muncul secara bertubi-tubi dari balik kepulan asap yang mulai pudar tersebut. Dan kunai-kunai itu telah dilengkapi sebuah kertas peledak, bersiap meledakkan apapun yang tersentuh oleh besi runcing tersebut.
Duarr Duarr Duarr!
Ledakan beruntun berhasil mengenai tubuh pria botak itu, membuat ledakan yang tak kalah hebat dari serangannya yang sebelumnya. Kakashi pun keluar dari kepulan asap itu, nampak goresan-goresan dan luka-luka kecil di wajahnya. sebelumnya ia berhasil menghindari rudal itu berkat benteng batu yang ia keluarkan di detik-detik akhir. Walaupun begitu Kakashi masih bisa merasakan dampak getaran yang dihasilkan oleh ledakan rudal tersebut. "Bagaimana pun caranya aku harus mengalahkannya," Pria berambut putih itu mulai bersungguh-sungguh, mata Mangekyou Sharingan telah ia aktifkan. Kepulan asap itu mulai menghilang dan pada waktu yang bersamaan.
"Kamui!"
Lubang transparan mulai terbentuk di sekeliling tubuh Shurado Pain, berputar untuk melenyapkan benda-benda yang berada di sekitarnya. Shurado Pain mulai terhisap di putaran aneh itu sampai tiba-tiba saja, dia menghilang begitu saja. Menghasilkan kepulan asap berwarna putih.
"Sial, dia melarikan diri? dan di mana perginya orang itu?" pikir Kakashi sembari mengepal tangannya erat-erat, dan ketika ia pikir ia baik-baik saja, perkiraannya meleset sepenuhnya. ia terjatuh seketika, mungkin terkena radiasi dari ledakan rudal tersebut.
"Aku merasakan pusing, apakah ini dampak dari ledakan tadi?" ucapnya pelan, matanya mulai tertutup perlahan-lahan, dan setelah beberapa saat ia pun tak sadarkan diri.
Di tempat lain, masih di Konohagakure. "Kuchiyose no Jutsu!" Chikusudo 2 begitu nama pain wanita itu, tiga jonin sudah berusaha melawannya tapi apa daya kekuatan monster yang dipanggilnya terlalu kuat untuk mereka. Banteng bertanduk tiga sudah berdiri perkasa di antara puing-puing rumah, memporak-porandakan seluruh rumah-rumah yang berdiri di dataran tanah.
"Sial, dia mengamuk lagi!" ujar Morino Ibiki sambil berlari ke tempat yang aman, disusul oleh Shizune dan Kurenai. Bukan hanya itu saja, wanita berambut jingga nan aneh itu mengginggit jari jempolnya sampai mengeluarkan sekelumit darah, ia mengoleskan darah segar itu ke telapak tangan kirinya. Membuat handseal yang cukup rumit dan…
"Kuchiyose no Jutsu!"
Asap putih membumbung tinggi dan di dalam asap putih itu terlihat bayangan raksasa yang mengerikan. Seekor burung aneh berwarna hijau, memiliki paruh tajam hingga 10 meter. Burung itu memilki kaki di atas punggung, jadi hewan itu memiliki empat kaki, burung hijau itu melesat kencang ke arah Ibiki, membuat mereka bereaksi dengan cepat. Reflect yang sempurna.
Duarr!
Tanah yang mereka pijak sebelumnya hancur oleh paruh burung yang keras panjang dan keras itu, kini mereka telah mendarat aman di atap sebuah rumah lantai dua, yang sepertinya masih berdiri meskipun pondasinya tidak mengatakan itu. "Sebenarnya hewan-hewan apa itu? dan lagi darimana munculnya hewan aneh itu?" gumam Shizune dengan pakaian lengkap, berupa pakaian elastis biru dilapisi oleh jaket hijau jonin.
"Bagaimana pun juga, kita harus menghentikan monster-monster itu dengan mengalahkan orang 'itu'." komentar Ibiki sambil menatap tajam wanita empunya monster-monster tersebut, sampai perhatian mereka teralihkan kembali, kini banteng bertanduk tiga itu telah berlari ke arah mereka, ingin rasanya ia meremas-remas tulang-tulang mereka bertiga.
"Lagi-lagi banteng itu, cepat berpencar!" teriak Ibiki memberi perintah, mereka bertiga pun meloncat dari atap rumah tersebut ke tempat yang berbeda-beda. Ibiki berada di dataran tanah, Shizune telah mengamankan diri di atap rumah yang lain, sedangkan Kurenai telah berdiri di atas gedung bertinggi 50 meter.
Dengan segenap kemampuannya, burung hijau itu berusaha terbang dengan sayap cacatnya. Dan ia pun telah terbang, mengincar Ibiki yang telah berada tepat di bawahnya. Posisi Ibiki sekarang tidak menguntungkan, dan dengan cepat ia berbalik mendapati burung itu telah menganga membuka paruh besar kuningnya.
Srkkkkk
"Sial!"
Burung itu terseret ke tanah bersama tubuh dan paruhnya, menghasilkan suara akibat dari gesekan antara tubuhnya dengan dataran kasar. Ibiki tak bisa menghindari serangan cepat itu, hasilnya dia telah terlempar dan terkapar di tanah, matanya sayu tertutup membuat pandangannya menjadi samar-samar. Karena serangan itu, tulang rusuknya patah dan ia tidak bisa bertarung kembali.
"Ibiki-san!" teriak Shizune dari atap rumah melihat rekannya, sudah tak mampu untuk bertarung lagi. ingin wanita berambut pendek itu kesana tapi dua monster telah berada di tempat yang sama. sampai bayangan hitam muncul dari ketinggian, Shizune pun mendanga melihat seorang wanita berambut jingga yang sudah tak jauh dari jangkauannya. Dengan cepat ia mengeluarkan kunai, dan hal yang serupa jika dilakukan oleh wanita itu, tapi bukan kunai melainkan batang hitam yang keluar dari telapak tangannya.
Trrngg.
Bunyi benturan kedua senjata itu terdengar nyaring, mereka berdua terlibat pertarungan jarak dekat. Gerakan lihai dipertunjukkan oleh Chikusudo 2. Membuat Shizune terpojok, daritadi ia hanya bisa menangkis dan menghindari pergerakan musuh yang dianggapnya sangat lincah dan gesit, sampai Shizune pun telah kehabisan space untuk berpijak, kini ia telah berdiri tak seimbang di ujung rumah. Mengakibatkan wajahnya berkeringat, keringat itu menandakan bahwa dirinya sangat gelisah.
Dan tangan Chikusudo 2 yang memegang batang hitam itu terlihat akan menusukkan tepat ke perut Shizune, sampai pada akhirnya Kurenai muncul dari depan melempar seluruh shuriken yang ia miliki ke wanita bermata Rinnengan itu, melihat serangan mengarah kepadanya, wanita itu mundur beberapa langkah dengan meloncat ke belakang dan pada saat bersamaan shuriken-shuriken tersebut menancap secara berurutan.
Tidak ada kata untuk bernapas tenang, mungkin itulah yang sekarang ini ingin dikatakan oleh wanita itu. tapi- dia malas untuk berbicara karena itu membuang-buang waktu, sampai ia mengeluarkan Kuchiyosenya lagi, namun kali ini Kuchiyose berwujud manusia.
Asap muncul dari depan wanita itu, dan seorang pria berambut panjang jingga muncul secara tiba-tiba mengagetkan Kurenai dan Shizune. Dan serangan pun ia lancarkan, mereka berdua sudah tidak bisa lagi untuk menghindar. Seolah-olah pria itu telah membaca seluruh pergerakan mereka.
Darah keluar dari mulut Shizune, batang hitam telah menancap perutnya. Ia pun terjatuh ke tanah dari ketinggian 15 meter. Kurenai juga bernasib sama tapi luka diperutnya tidak terlalu parah.
Kemudian dua orang itu menghilang, meninggalkan kepulan asap putih.
Change Place.
Pain tendo atau Pain Yahiko berjalan pelan, menyelusuri jalanan kota yang telah hancur seperti kota mati, dan ia pun memutuskan terbang ke langit untuk menemui Hokage ke 5. Tsunade. Sedangkan pada waktu yang sama, Tsunade telah berdiri di atap gedung pemerintahan, titik di keningnya telah menjadi sebuah symbol jutsunya. aura pengobatan medis terpancar dari tubuhnya.
"Sekarang hanya ini yang bisa aku lakukan," batin wanita itu sambil berkonsentrasi tinggi. Sekarang ia melakukan ritual penyembuhan secara tak langsung, dimana dia mengeluarkan Katsuyu berjumlah sangat banyak untuk meminimalisir dampak buruk bagi masyarakat setempat khususnya orang-orang yang masih tertinggal di tengah desa. Dan di depannya, terlihat empat orang jonin level atas yang siap siaga untuk selalu menjaganya, tentu saja dari ancaman musuh yang sekarang ini memberontak desa dengan alasan yang tidak jelas. Dan di tengah teriknya cahaya matahari sesosok bayangan hitam muncul dari langit, pandangan semua orang hanya tertuju kepada bayangan itu, empat jonin yang menjaga Hokage telah siap dengan senjatanya masing-masing.
Bayangan itu mendarat tepat ke atas gedung pemerintahan, melihat itu Tsunade langsung memberhentikan ritualnya sejenak mengucapkan kalimat yang seharusnya ia ucapkan. "Sebenarnya siapa kau!? Apa tujuanmu datang kesini!" teriak Tsunade meluapkan seluruh amarahnya, melihat seberapa penderitaan yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri, orang-orang berteriak-teriak cemas, berlari-larian karena panik, menangisi anggota keluarganya yang meninggal dunia, semua itu telah dirasakan oleh Tsunade, jauh dilubuk hatinya yang paling dalam, ia menyimpan rasa benci, sangat benci terhadap pria yang berdiri di depannya, yang menatapnya dengan sorot dingin, seolah-olah tidak merasakan dosa apapun.
"Kau siapa! jawab aku!" teriaknya lagi, dan kali ini Yahiko Pain mulai angkat bicara.
"Aku adalah orang yang mengatur semuanya dan tujuanku datang kesini hanyalah untuk mencari Uzumaki Naruto."
"Naruto? -aku tidak akan menyerahkan Naruto kepadamu. Bagaimanapun caranya, aku tidak akan-" urat-urat kemarahan mulai muncul di dahi Tsunade, membuat pandangan Yahiko semakin dingin.
"Kenapa kau ngotot sekali tidak ingin menyerahkan Naruto kepadaku? Jika kau menyerahkannya sekarang, aku jamin kedamaian akan segera terwujud dan kita tidak akan lagi terlibat dalam perang."
"Apa yang kau bicarakan itu semuanya hanyalah kebohongan, jika itu benar. Kenapa kau harus menghancurkan seluruh desa?"
Pain Yahiko terhenyak, ia pun tersenyum, senyuman yang mengerikan. "Aku tidak akan bicara lagi, hmm -baiklah tidak ada pilihan lain, aku akan segera menghancurkan seluruh impianmu, dan menemukan Naruto." lalu pria berambut jingga itu terbang ke langit sekali lagi, ia menuju ke tengah desa dan melentangkan tangannya.
"Apa yang akan dia lakukan?" tanya Tsunade merasakan firasat buruk, sampai tiba saatnya penghancuran.
"SHINRAI TENSEI!"
Dan pada saat itulah, harapan, impian dan semuanya hancur tak tersisa, desa Konohagakure yang makmur, lenyap dan rata dengan tanah. Melihat itu air mata Tsunade menetes.
"Bagaimana dia bisa melakukannya?" ujar salah satu jonin terkaget setengah mati, seakan-akan tidak percaya dengan apa yang telah ia lakukan baru saja. Dan ketika semuanya beranggapan telah berakhir-
Gunung Myoboku.
Fukasaku masih terkejut dengan kekuatan Naruto yang luar biasa. Ia mengalahkan 5 katak dengan satu kali gerakan yang terangkai rapi, secara harfiah gerakan itu tak biasa, kombinasi yang sempurna antara mata pertapa katak dengan mata sharingan.
"Dia mengalahkan kita? Huh muridmu lumayan hebat juga, Fukasaku-sama," ujar katak merah sambil keluar dari dalam air dengan memperlihatkan kepalanya saja. Dan disusul yang lainnya mereka meloncat secara bersamaan dan berdiri di atas permukaan air.
"Kau benar, tidak salah lagi. apakah dia orang yang telah diramalkan oleh kakek sage?"
Fukasaku tersenyum tanpa membalas pertanyaan itu, di dalam hatinya berkata. Aku harap seperti itu, tapi ia masih khawatir dengan kepribadiannya, sangat dingin dan tidak banyak bicara. Karena ia tahu, semua itu tidak sama dengan apa yang telah diceritakan oleh Jiraiya-chan.
Sebelum Jiraiya meninggal.
"Wahh? Sudah lama aku tidak datang kesini, seperti nostalgia saja haha." Ujar Jiraiya sembari masuk rumah Fukasaku-sama yang kini telah duduk bersamanya di ruang makan.
"Apa kau bodoh! Kau kemarin baru saja kesini kan?" balas istri Fukasaku sambil memukulnya dengan sudip atas ucapannya yang dinilai berlebihan.
"Hehe, aku hanya bercanda,"
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan, Jiraiya-chan?" tanya Fukasaku yang kini mengubah pandangannya ke pria mesum tersebut, dan Jiraiya melipat kedua tangannya. "Aku akan cerita darimana ya?"
Kembali ke tempat Naruto.
"Dia membicarakanmu sampai se-antusias itu, dia bilang kepadaku. 'Orangnya itu sepertiku cerewet, tak sabaran, dan ceroboh tapi anda akan menemukan keistimewaan dari dalam dirinya Fukasaku sama'
'Rasa pantang menyerah kah?' batin Fukasaku-sama seraya menatap Naruto yang kini berdiri dengan pandangan kosong, para katak mulai mendekatinya dan mengajaknya bicara.
"Apakah semua yang kau katakan itu benar? Jiraiya-chan?"
Dan ketika daun-daun menari, bunga matahari mulai bermekaran, dan ikan-ikan berenang-renang dengan senangnya, sebuah berita buruk telah datang dari mulut istri Fukasaku. Ia berlari cepat ke tempat latihan Naruto, ia berteriak-teriak seperti kesetanan.
"Ayah-ayah!" teriak istrinya sambil membawa keranjang pasar di tangannya. Naruto dan Fukasaku langsung mendekatinya, bertanya dengan nada tinggi. "Ada apa bu?" tanya Fukasaku ikut panik.
"Konoha telah diserang."
Raut wajah Naruto berubah derastis, yang tadinya dingin dan acuh tiba-tiba saja matanya menjadi memerah. Ia mengepal tangannya erat. Ingin rasanya menghajar orang yang telah menghancurkan desanya. Dan secara tidak langsung, ia tidak menyadari bahwa mata Sharingannya telah berevolusi menjadi Eternal Mangekyou Sharingan
Ketika semuanya berharap kepada seseorang, tapi- yang diharapkan tidak kunjung datang. Menyebabkan kecemasan, kegelisahan, kepanikan dan semua itu sudah menjadi sebuah beban yang tak terealisasikan. Desa Konohagakure telah diambang kehancuran, dan semua orang tahu? mereka membutuhkan seorang pahlawan.
Sebuah kawah besar terbentuk dari jutsu terlarang Pertapa Rikudou. Dalam sejarah mengatakan jutsu yang baru saja digunakan oleh Yahiko itu adalah sebuah jutsu yang hanya digunakan jika saat pertempuran antar Negara dan jutsu itu berfungsi untuk menghancurkan satu Negara. Dan hanya orang yang memiliki mata Rinnengan yang bisa melakukannya. Akhirnya desa Konoha hancur rata dengan tanah, lubang berdiameter 4 kilometer lebih telah timbul disebabkan oleh jutsu terlarang Yahiko, menyebabkan orang-orang yang selamat tercengang mendapati pemandangan yang tak biasa di desa tercinta. Orang-orang yang selamat itu telah dilindungi oleh Katsuyu, berapa diantaranya adalah Shizune, Kurenai, Kakashi, Sakura, Shikamaru dan lainnya. Sebagian besar yang selamat adalah shinobi.
Gadis berambut merah muda itu terkaget ketika melihat sebuah kawah besar terbentuk secara cepat, desanya telah lenyap tak tersisa. "K-kenapa? K-kenapa bisa sampai seperti ini? seseorang tolong kami, -Naruto? kumohon cepat kesini, Naruto!" teriaknya sambil menangis tersedu. Teriakan itu menggelegar ke seluruh sudut desa yang sudah tak berbentuk dan ketika semuanya berpikir ini berakhir, menurutnya itu salah besar.
Bugh! Tiba-tiba saja kepulan asap putih muncul di tengah-tengah tanah lapang yang luas tersebut, seseorang telah berdiri di dalam kepulan asap itu, nampak juga 3 katak raksasa telah berdiri perkasa. Kepulan asap itu telah menghilang dan Naruto telah datang beserta amunisinya.
Laki-laki berambut putih itu mengenakan jubah berwarna putih bercorak api seperti jubah milik Yondaime Hokage tapi tidak ada tulisan di belakang jubahnya, ia tidak membawa gulungan seperti Jiraiya. Dan matanya sangat berbeda dengan yang biasanya. mata kiri mata pertapa katak (Mode Sennin) dan mata kanannya berwarna merah membentuk sebuah pola shuriken bersudut empat (Eternal Mangekyou Sharingan). Dan semuanya telah ia siapkan dengan sematang-matanganya, tatapan dingin dan percaya dirinya telah terpasang di raut mukanya sambil melipat tangannya ia melihat ke depan, dimana satu persatu anggota Akatsuki berambut jingga terjun dari langit.
"Akatsuki kah? aku akan segera melenyapkan kalian semua," Naruto dan Pain pun saling menatap satu sama lain.
"Akhirnya kau menampakkan batang hidungmu juga, Uzumaki Naruto." ujar Yahiko mulai menyuarakan suaranya, ekspresi dingin dengan ekspresi dingin menghasilkan sebuah tatapan mengerikan bagi keduanya.
"Sehingga aku tidak akan repot-repot untuk mencarimu." Imbuhnya masih dengan tatapan yang sama.
"Kau benar, tidak kuduga kita akan bertemu dengan cepat, vice leader of Akatsuki?" dan di suatu tempat Uzumaki Nagato terkejut dengan pernyataan itu, namun ia masih berusaha menyembunyikan rasa penasarannya.
Gamabunta melihat sekelilingnya, "Separah ini kah? sebenarnya apa yang mereka lakukan, sampai membuat kehancuran yang mengerikan seperti ini?" mata katak itu masih berputar, berusaha melihat-lihat sekitarnya. Gamaken dan Gamahiro begitu pun sebutan dari kedua katak lainnya, mereka juga sangat terkejut dengan apa yang telah mereka lihat sekarang ini, tapi ini bukan waktunya terkejut karena semuanya rahasia itu sudah berada di hadapan mereka. Dan tiba-tiba saja Tsunade berdiri di depan Naruto mencoba untuk menghalangi Yahiko agar tidak berbuat lebih dari ini.
"Sebagai Hokage ke lima, aku tidak akan membiarkan kalian melangkah lebih jauh dari ini, kalian telah menghancurkan semua harapan pendahulu-pendahulu kami, semua impian mereka, -telah kalian renggut dengan b-begitu mudahnya-" marah bercampur sedih, semuanya ia limpahkan melalui kata-kata yang keluar dari mulut wanita tersebut, namun ketika ia hendak ingin melawan mereka, Shurado Pain melesat kencang memanfaatkan legs launcher. Roket keluar seketika dari telapak kakinya dan ia bergerak sangat cepat, kurang lebih 150 mph. dan pada saat itulah, Naruto meluncur lebih cepat dan menghancurkan robot itu sampai ke tulang-tulang besinya.
Duar!
Tsunade manatap punggung Naruto yang datang tepat waktu, menghentikan serangan cepat itu.
"Naruto?" ucap Tsunade sambil teringat sesuatu, dia sangat mirip dengan Jiraiya dan Minato.
Lalu ia memerintah Gamakichi untuk membawa Tsunade-sama ke tempat yang aman, dan kini Tsunade telah diamankan ke tempat yang lebih tinggi.
Sekarang Sakura telah duduk di tepi tanah yang tinggi untuk menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi, dan dengan bantuan salah satu jonin yang memiliki Byakugan, Sakura pun diberitahu semua yang terjadi olehnya.
"Hebat, Naruto mengalahkan satu pain dengan satu serangan,"
'Naruto? kau kuat sekali, aku harap kau bisa menyelamatkan desa.' Batin Sakura tersenyum manis.
Dan pada waktu inilah takdir dunia dipertaruhkan, antara masa lalu dan masa depan. Menghitung hari dan bagaimana cara mengakhiri perang yang berkepanjangan ini, ketika Naruto datang, semuanya telah menaruh harapan kepadanya, karena baru-baru ini. Naruto telah diangkat oleh Tsunade sebagai jonin kelas S sederajat dengan Kakashi Hatake. Tapi mengingat umurnya yang masih 16 tahun, itu adalah pencapaian yang sangat luar biasa bagi seorang shinobi. Dan kejeniusan itulah yang ingin dimanfaatkan oleh Naruto, tentu saja untuk mewujudkan impiannya menjadi seorang Hokage.
Naruto masih berdiri sambil menatap tajam. Sebelum Tsunade berpisah dengannya, dia menitipkan Katsuyu ke jubahnya untuk memberitahu semua informasi mengenai jutsu-jutsu Pain. Naruto mengepal tangan erat, berpikir untuk mengakhiri semua ini sendirian.
"Fukasaku-sensei? Gamabunta-sensei? Dan lainnya? Aku harap kalian mengerti akan keadaan ini, tapi aku ingin kalian semua meninggalkanku dan aku akan menanggung semua beban ini sendirian, karena akulah orang yang akan membalaskan dendam Jiraiya-sensei."
To be continue
Chapter 10 END
N/A:
kata yang bergaris miring adalah kata yang sedikit tersirat istilahnya. dan pada chapter ini Yoshi membahas kekacauan yang disebabkan oleh pain, dan selebihnya kamu bisa cari sendiri. yang penting reviewnya mana. aku gak laper review kok cuma pengen tau aja gmana tanggapan kalian. xD
Terima kasih kepada reader-reader yang telah membaca chapter-chapter POW dan memberi tanggapannya, mungkin bisa dibilang itu adalah semangatku dalam menulis. ^^
Okey sampai bertemu minggu depan. di chapter yang lebih seru lagi. maybe not maybe yes!
Yoshino Tada.
