Yosh! Yoshino hadir lagi, seperti biasa seminggu sekali hehe.. selamat membaca ^^

Chapter 17 update!

Naruto © Masashi Kishimoto

Genre –Yang sekiranya sesuai.

Power of White © Yoshino Tada

Power of White ..

Chapter 17

Hokage 6 vs Danzo

Malam itu semua warga desa menjadi sasaran kebengisan para anggota ROOT, mereka menyerang warga sipil tanpa pandang bulu namun setelah beberapa saat kemudian para pahlawan Konoha datang menyelamatkan kekacauan tersebut, shinobi-shinobi dari kelas Genin, Chunin, Jonin dan pasukan ANBU berkerja sama untuk melibas mereka, alhasil dari semua upaya itu akhirnya pahlawan-pahlawan Konoha berhasil menjatuhkan mereka, dan memenangkan pertarungan internal tersebut tanpa jatuh satu pun korban dari pihak masyarakat desa…

Kobaran api yang menyala-nyala segera dipadamkan dengan jutsu air, dari keributan itu hanya satu rumah yang hangus terbakar, dan rumah lainnya mengalami rusak ringan. Namun bagaimana pun juga itu merupakan prestasi yang cukup membanggakan.

Di tengah-tengah kota itu, Shizune dan Shikamaru tampak berdiri berdekatan, beberapa orang terlihat berada di sekitaran mereka.. "Untung saja, anggota ROOT bisa kita tumpas, tidak kuduga prediksi Naruto benar."

"Apa maksudmu? Shizune-san?" tanya Shikamaru yang mendengar gumaman Shizune, wanita berpenampilan tomboy itu berucap layaknya memuji apa yang dilakukan oleh Naruto.

"Sebelum kekacauan ini terjadi.. dia berbicara sesuatu yang aneh, kata-kata yang tidak jelas maknanya… namun setelah aku pikir-pikir lagi, apa ini yang ia maksud?" ucap Shizune sambil melihat patung-patung Hokage yang terlihat dari tempatnya berdiri. Ia merasakan aura kuat dari arah sana, sambil mendekapkan tangannya di dada, ia berdoa penuh harap… karena dia tahu, apa yang sekarang dilakukan Naruto.

Mendengar ucapan itu, Shikamaru sedikit kesal dan tersulut emosinya. "Kenapa dia itu, menyembunyikan permasalahan ini sendiri, bagaimana kita bisa tahu dan menyelamatkan warga desa secepat mungkin… Naruto kau terlalu berkerja keras sendiri."

Dan dari belakang berjalan seorang pemimpin ANBU. "Shizune-san? Terima kasih atas bantuan anda.." ujar ANBU bertopeng itu dengan kata-kata sopan, sebelum insiden ini terjadi. para ANBU lebih dulu siap siaga di sebagian wilayah Konoha, namun mereka cukup kewalahan akibat gempuran mendadak dari pasukan ROOT sampai bantuan dari Shizune dan teman-teman dapat menyelamatkan Konoha.

"Tidak apa-apa.. Shii-san. Ini semua berkat pemberitahuan Hokage terlebih dahulu sehingga kita bisa mengantisipasi bahaya yang akan terjadi." jawab Shizune sambil tersenyum.

"Hokage-sama?" ucap ANBU itu terkagum.

"Iya.."

'Meskipun begitu, kinerjanya kali ini harus aku acungi jempol.. karena berkat dia, tidak ada satu pun warga desa yang menjadi korban, tapi lain kali tidak akan kubiarkan dia bertindak gegabah lagi.' pikir Shikamaru sembari melihat ke langit biru yang bertabur bintang malam yang bersinar terang..

"Oh ya… ada sesuatu yang harus aku pastikan Shikamaru, tolong ambil alih di area ini.."

"Baiklah.."

Shizune berlari meninggalkan area itu dan bergegas menuju ke tempat di mana seharusnya ia berada. 'Tadi ada yang mengatakan tentang Sai, dari ekspresi itu sepertinya telah terjadi hal yang buruk, aku harus memastikannya sendiri.' batin Shizune dalam hatinya, ia masih berlari ke rumah sakit, di mana Sai dirawat.

Dan disaat itu juga, di sebuah tempat sakral. Di sana terdapat dua patung peninggalan sejarah yang masih menyimpan berbagai misteri, dua patung yang membawa pedang dan panah. Hembusan angin membelai rambut putih Naruto dan rambut hitam bertutup perban Danzo, mereka saling menatap satu sama lain, sampai dua orang anggota ROOT tiba di sampingnya.

Dan dibalik bebatuan besar muncul sebuah kaktus yang di dalamnya terdapat dua kepribadian sekaligus, kaktus itu menyimpan seseorang di dalamnya, dan jubah hitam bercorak awan merah yang telah ia kenakan mengindikasikan bahwa dirinya adalah salah satu anggota AKATSUKI.

"Dia orang yang telah membunuh Nagato dan mengambil mata Rinnengan, sebaiknya kita apakan dia?" tanya Zetsu putih kepada Zetsu Hitam yang ada di sampingnya.

"Untuk sekarang kita lihat saja pertarungan ini… jika dia memberikan kita perintah untuk menghabisinya, maka kita harus siap dengan konsekuensinya.." jawab Zetsu hitam dengan suara yang serak.

"Kali ini apa? Konflik internal kah?"

"Aku pikir begitu… Hokage keenam vs Danzo, siapa yang lebih kuat ya?" Dan mereka pun akhirnya memutuskan untuk menyaksikan pertarungan tersebut.

"Hah hah hah? Lapor Danzo-sama, pasukan kita gagal menaklukan Konoha.." ujar Fuu dengan nafas ngos-ngosan seperti habis dikejar hantu. Sedangkan Torune telah berlutut di samping Danzo, dengan ekspresi penyesalannya.

"Apa…!?" Danzo cukup terkejut akan kenyataan itu. namun ia masih dalam kondisi tenang, tanpa terganggu oleh kegagalan tersebut. mungkin dalam hatinya, ia tidak terima akan kenyataan tersebut… akan tetapi hal yang bisa ia lakukan untuk menutupi rasa malunya hanyalah membunuh sang Hokage keenam.

Naruto masih memasang wajah dingin, matanya terus menerus mengawasi mereka bertiga. Berpikir untuk membaca seluruh pergerakan awal yang akan mereka lakukan, dan ketika Naruto waspada.. Danzo bersikap santai sambil menjatuhkan tongkatnya. Satu persatu segel besi berwarna emas ia lepas. Baut-baut itu ia jatuhkan menimbulkan suara yang cukup berisik.

Satu baut…

Dua baut…

Dan seterusnya sampai baut terakhir ia lepas. Pengunci besi emas jatuh ke tanah, dan terlihat mata-mata sharingan yang tertanam di tangan Danzo, sangat menjijikkan. 10 bola mata berkedip-kedip, tak tau apa yang mereka lihat. Mata sharingan yang kebingungan.

Naruto tampak terkaget dengan tangan kanan Danzo yang dipenuhi oleh banyak mata sharingan. Pria berjubah putih itu berusaha tetap tenang dan menguasai keadaan, tiupan angin malam yang menghembus seluruh tubuhnya, ia manfaatkan untuk pengubah perhatian.

"Fuu, Torune.. serang dia..!" perintah Danzo menyuruh anak buahnya untuk menyerang Naruto, mereka berdua pun langsung berlari dengan variasi, dari kanan ke kiri, kiri ke kanan begitu pun seterusnya. Sharingan dengan tomoe tiga telah diaktifkan oleh Naruto, semua pergerakan lawan telah ia baca, gerakan tersebut sudah dikunci oleh mata sharingan Naruto.

Fuu mengeluarkan sebilah pedang yang tidak begitu panjang, dengan dalih menyergap dalam satu serangan Fuu menargetkan leher Hokage. "Tidak akan meleset." Batinnya.

Sssshh!

Sesuatu yang tidak teruga terjadi. kepala Naruto terputus dan terjatuh di tanah.. sekarang hanya tubuhnya yang masih berdiri tegak dengan kepala yang buntung. "Aku berhasil." Ujar Fuu kegirangan.

"Kau berhasil…. Fuu." Tanggap sahabatnya, Torune. menanggapi keberhasilan dari rekan setimnya. Sedangkan Danzo merasakan kejanggalan, dirinya tak percaya jika Naruto dikalahkan oleh Fuu dengan mudahnya.

Dan tangan dari tubuh yang masih berdiri tegak tersebut, tiba-tiba saja mencengkram kuat badan Fuu. "Ada apa ini!? kenapa dia masih bisa bergerak..!" ujar Fuu panik, Torune yang melihat itu pun juga dilanda kepanikan, ia berpikir keras untuk melakukan sesuatu kepada rekannya, namun sebelum ia menarik tangan Fuu, ledakan besar telah terjadi, kertas-kertas peledak yang tertempel ditubuh Naruto meledak dengan sendirinya.

Duarr!

Ledakan itu mengakibatkan tanah berbahan beton hancur luluh lantah, menimbulkan debu yang menyelimuti tempat ledakan tersebut, dan dari balik debu yang masih mengepul itu, seseorang berjalan keluar..

"Tidak mungkin, bagaimana bisa?" ucap Torune tergagap, rasa tidak percaya masih menghantuinya. Dan keringat kegelisahan terus mengucur dari wajah tenangnya.

"Ukh?" gumam Danzo yang mendapati Naruto telah selamat dari sayatan pisau yang memotong kepalanya tadi.

Naruto membuka mata sharingannya, ketenangannya dalam membaca pergerakan dapat dengan mudah ia manfaatkan untuk ia jadikan sebuah genjutsu mata, genjutsu yang kuat dan tidak akan disadari oleh siapapun bahkan orang yang tidak terkena genjutsu itu, akan termakan di dalamnya, seolah-olah sharingan itu telah memaksa semua orang yang berada dalam cakupan area Naruto untuk masuk ke dalam genjutsunya.

"Kalian berdua telah terkena genjutsu mataku." ucap Naruto dengan tatapan sinisnya. Torune yang melihat Fuu tewas di depan matanya tidak terima begitu saja. kemudian ia menggigit kedua sarung tangannya agar terlepas dari tangannya, dan sekujur kulit tangan tersebut telah diselimuti oleh serangga-serangga berukuran nano yang jumlahnya mencapai ribuan bahkan jutaan, serangga-serangga itu berkerumun menjadi satu pasukan sehingga bisa dilihat oleh mata telanjang, warna ungu telah menyelimuti tangan Torune.

Sang Hokage sedikit terkagum atas kemampuan spesial yang dianugerahkan dewa terhadap Torune, kemampuannya itu tergolong sangat langka bahkan di dunia ini hanya satu dua orang yang memilikinya. Untuk menghadapi kemampuan itu, Naruto terlihat memegang sebilah kunai di tangan kanannya.

"Klan aburame memang spesial…" ujarnya dengan tatapan penasaran. Bibirnya melekuk tajam, membuat seringai yang akan ditakuti oleh siapapun.

"Yaa!" teriak Torune sambil bersiap mengarahkan tangan yang dipenuhi serangga beracun itu ke tubuh Naruto. Naruto yang masih memegang kunainya, telah bersiap melemparkan kunai tersebut.

Ssssshhh!

Kunai itu melesat lurus ke arah Torune namun dengan mudahnya pria bertutup mata tersebut menghindar sambil tetap berlari dengan kencang, ia pun berusaha menyentuhkan tangannya ke sembarang tubuh Naruto.

"Sayang sekali…. kenapa kau harus bergabung dengan organisasi gelap seperti ROOT, andai saja kau bergabung dengan pasukan ANBU, aku jamin kemampuan spesialmu itu tidak akan sia-sia, Torune." Ujar Naruto seraya mengelak dari serangan Torune secara terus-menerus. Mata sharingan yang ia miliki bergerak portable mengikuti ritme gerakan yang dibuat oleh Torune sendiri.

"Hokage seperti kau, tidak akan mengerti.. Danzo-sama lah yang membangkitkan kekuatanku, melatihku dan memberiku kehidupan shinobi yang sebenarnya..!" teriak Torune yang masih berusaha keras untuk menyentuh tubuh Naruto. dengan senyuman sinisnya, Naruto menghindari serangan berturut-turut itu dengan gemulai.

Dan ketika Torune hanya terfokuskan terhadap tubuh Naruto yang berdiri di depannya, sebuah kunai melesat kencang menghancurkan punggungnya.

Crushhh…

Danzo terkaget, ia tidak menyadari kunai itu melesat dari mana, namun itu sangat membuatnya bingung. "K-kenapa b-bisa? Padahal aku berhasil m-menghindari kunai tadi.." ucap Torune disaat-saat terakhirnya, perkataan itu adalah kata-kata yang ia ucapkan sebelum kematian menjemputnya. Ia pun tersungkur di tanah, matanya sayu sambil melihat wajah dingin Naruto yang tidak merasakan belas kasih maupun hal yang semacamnya. Dari sudut pandang Torune, Naruto terus menatap ke depan, tanpa memandang ke arahnya.

"Dia telah mati?" batin Naruto sembari melihat Danzo yang telah bersiap untuk melawannya.

"Aku tidak menyangka, kau berhasil mengalahkan pengawal terkuat yang aku miliki, luar biasa Hokage-san." Ujar Danzo yang masih sibuk sendiri melepas perban-perban yang masih melekat di tangannya.

"Dia hebat..?" ungkap Zetsu hitam yang menganalisa semua pergerakan yang dilakukan oleh Naruto. Zetsu putih terlihat bingung akan perkataan itu, bahkan dia tidak melihat bahwa kunai tersebut menghancurkan punggung Torune, karena kejadian itu berlangsung sangat cepat.

"Sebenarnya apa yang telah dia lakukan terhadap prajurit itu?" tanya Zetsu putih penasaran.

"Kau tak melihatnya? Kunai yang dilempar oleh Naruto itu bukan keisengan belaka namun ada maksud tersembunyi dari kunai yang dilemparkan itu.." ujar Zetsu hitam terputus..

"Terus bagaimana cara dia untuk membalikkan kunai itu tanpa melemparnya lagi?" tanya Zetsu putih lagi.

"Kuncinya ada di mata sharingan miliknya, mata itu bukan mata sharingan biasa, sepertinya level mata itu lebih tinggi daripada mata sharingan pada umumnya, aku melihat lubang hitam yang muncul di belakang Torune, lubang hitam tersebut seperti menembus ke dimensi lain… dan aku berspukulasi bahwa kunai itu ia lemparkan secara langsung melalui lubang itu dengan tangannya sendiri.."

"Heh? Dia melakukan cara itu hanya untuk mengalahkannya? Hokage yang hebat.." ujar Zetsu putih terpukau akan kelihaian bertarung Hokage keenam Konoha.

"Sebenarnya bukan karena itu, memang jutsu unik yang digunakan oleh prajurit itulah yang memaksanya untuk sedikit memutar otak…" tanggap Zetsu hitam cepat. "Sekarang kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya.." lanjut Zetsu hitam sambil mengamati pertarungan yang akan terjadi antara kedua shinobi berbeda generasi tersebut.

'Mata yang sangat berbahaya, bahkan mata itu lebih berbahaya daripada mata Uchina Itachi, walaupun aku punya 10 nyawa di tanganku, aku harus tetap waspada.' Batin Danzo sembari tetap waspada terhadap gerak-gerik Naruto. ia memasang wajah dingin, sambil sesekali menatap mata sharingan Naruto.

"Danzo? Ada yang ingin aku katakan kepadamu?" ucap Naruto tenang, nada datarnya dalam berucap mengartikan bahwa dirinya tidak dalam tekanan.

"Apa itu?"

"Sebelum kita bertarung.. aku ingin kau berjanji kepadaku," ekspresi Danzo sedikit berubah, ia merasa tertarik dengan apa yang akan dikatakan oleh Hokage tersebut.

"Jika kau berhasil membunuhku, aku akan membuat surat wasiat untukmu supaya dapat aku rekomendasikan menjadi Hokage, tentu saja dengan kondisimu yang sekarang kau tidak mungkin menjadi Hokage, karena kejahatanmu telah diketahui oleh para tetua, tapi dengan wasiat itu.. aku yakin mereka dapat mempercayaimu dan mengangkatmu menjadi Hokage yang ketujuh… tapi jika sebaliknya, aku yang membunuhmu berjanjilah kepadaku, katakan semua yang telah kau sembunyikan selama ini, termasuk tentang kebenaran Uchiha Itachi, kakak Sasuke.." ujar Naruto berterus terang, sebelum pertarungan dimulai ia ingin mengadakan suatu kesepakatan, kesepakatan yang akan menentukan masa depan Konoha.

Naruto berani bertaruh karena dia percaya, bahwa Danzo menyembunyikan sesuatu darinya, rahasia yang belum ia ketahui sama sekali, ia berpikir sebagai Hokage ia harus mengetahui seluk-beluk dari pokok permasalahan yang terjadi, dan semua itu pasti ada sumbernya, yang hanya bisa ia lakukan hanyalah membunuh Danzo dan mengatahui kebenarannya.

"Kesepakatan yang menarik sekali, baiklah aku setuju dengan perjanjian itu…" jawab Danzo tanpa berpikir lagi, dan ia segera terfokus dengan Naruto.

Naruto tersenyum dingin, angin malam yang sejuk menghembus seluruh tubuhnya termasuk rambut putih nan halus miliknya. Danzo pun menghirup udara sekuat-kuatnya, udara yang begitu banyak masuk ke dalam tubuhnya kemudian ia hempas secara bersamaan.

Fuuton: Shinkugyoku!

Danzo mengeluarkan elemen angin dari mulutnya, angin itu ia hempaskan dengan memanfaatkan rongga udara yang ada di tubuhnya sehingga membentuk sebuah bulatan-bulatan angin yang cepat dan berdampak besar jika terkena tubuh lawan.

Naruto pun masih diam, tanpa berpikir untuk menghindari serangan tersebut, ia malah berjalan mendekati peluru-peluru angin itu, sampai burung-burung gagak berterbangan, tubuh Naruto terpecah menjadi beberapa ekor burung gagak yang terbang melayang-layang.

"Ini seperti genjutsu Itachi? Apakah ini termasuk jutsunya?" Danzo berusaha mengendalikan pikirannya, ia tak akan panik dalam kondisi apapun, baik tertekan maupun tidak karena ia sudah melatih pengendalian diri.

"Ketenangan adalah kunci membaca pergerakannya, aku tidak boleh gegabah." Pikir pria penggila gelar Hokage tersebut, ia memandang ke atas langit berbintang yang sekarang digunakan untuk terbang beberapa burung berwarna hitam, burung-burung itu semakin lama, semakin sedikit dan akhirnya mereka menghilang ditelan oleh langit malam.

"Burung-burung itu menghilang?" batin Danzo yang masih melihat ke angkasa, dan diwaktu yang sama ia mengalihkan perhatiannya ke arah sekitarnya, ia memutar bola matanya untuk melihat sekelilingnya. Tanpa disadari pukulan keras sukses melesat ke perut pria tua itu. "Uoghh?" dilanjutkan oleh tendangan yang menghantam kepala sampai Danzo melesat kencang ke patung peninggalan sejarah itu, debu-debu hasil hantaman itu berterbaran di mana-mana, tendangan yang sangat keras. Mungkin saja beberapa bagian organ dalam dari Danzo hancur akibat serangan barusan.

Namun ketika debu yang masih mengepul di satu tempat itu diperhatikan oleh Naruto, tiba-tiba saja datang serangan dari arah lain. Naruto melihat Danzo yang masih segar bugar, seperti tidak terkena luka sama sekali.

Shuriken telah ia siapkan di kedua tangannya, lalu ia menambahkan sedikit chakra angin dengan pusaran dan takaran yang sesuai sehingga shuriken mampu berotasi dengan baik mengikuti perputaran elemen angin. putaran itu sangat cepat sampai sudah tak terlihat wujudnya lagi.

Fuuton: Wind Enhaced Tools!

Kedua shuriken berdiameter lebar itu, terbang mengarah Naruto. pusaran yang luar biasa, "Semua yang kau lakukan itu, hanya sia-sia saja Danzo." Ujar Naruto tersenyum licik, Naruto berhasil menghindari shuriken itu namun shuriken itu berbalik dari belakang mengarah kepada Naruto lagi. "Bukan kah ini sama saja?" Naruto kembali mengelak dengan cekatan. Burung gagak yang masih tersisa dan terbang di langit mendadak berubah wujud menjadi shuriken besar, shuriken itu langsung menghujani Danzo.

Akan tetapi Danzo merespons dengan baik, ia mundur beberapa langkah sehingga terhindar dari serangan tiba-tiba tersebut. 'Sepertinya menyerang dengan menggunakan mata ini terasa membosankan, apakah aku harus mengeluarkan variasi serangan lain?' tanya Naruto pada dirinya sendiri.

Danzo yang tadi telah menghindari serangan Naruto, melemparkan shuriken beralirkan chakra angin itu sekali lagi, shuriken itu melesat, mengintai Naruto. begitu kuat sampai salah satu pondasi terpotong. "Kuat sekali?" pikir Naruto meremehkan. 'Apakah aku harus menggunakannya?' batin Naruto sambil mengambil sesuatu di kantung ninjanya.

Dan ketika Naruto merogoh-rogoh kantung itu, White merasa tersentak. Di dalam tubuh Naruto, dikesunyian yang tak akan pernah ramai, air-air terus menetes dari tempat yang tidak diketahui asalnya, selain itu gerbang berwarna merah masih tersegel rapat-rapat, di dalam gerbang yang tersegel itu tertidur seekor siluman musang berekor Sembilan dengan pulas, dan seorang berambut putih juga terlihat tertidur di bulu-bulu jingga yang lembut tersebut.

Matanya terpejam, tangannya terlipat di dada, kelihatannya pemuda itu sangat menikmati waktu tidurnya di tempat yang cukup nyaman untuk mengistirahatkan tubuh, kasur alami dari kulit dan bulu lembut Kyubi. 'Hoammm' dia terbangun dari tidur lelapnya.

"Hey Kyubi? Berapa hari kita tidur?" tanya White sambil kembali menguap tak mau tau.

"Berisik, aku masih ingin tidur.." jawab Kyubi yang sepertinya lebih tidak mau tahu, bodoh amat. Kyubi merasa ini masih terlalu awal untuk bangun, karena rencana mereka masih lama. "Ya sudah…" ujar White yang berguling-guling di kasur empuknya.

"Kau lembut sekali Kyubi mmmh… ehh!? Tapi aku pikir Naruto sedang bertarung.." kata White yang menarik perhatian Kyubi. Mata besar monster itu terbuka sedikit, ingin tau dengan siapa Naruto bertarung.

"Sepertinya dia bertarung dengan Danzo… tapi kenapa dia tidak mengerahkan seluruh kemampuannya, hanya mata sharingan? Apakah itu sudah cukup untuk mengalahkan Danzo?" tanya White yang masih penasaran dengan apa yang direncanakan oleh Naruto.

"Sharingan yang ia miliki sekarang bukan sharingan biasa, sharingan itu milik Uchiha Shisui, dan kemampuannya dalam menganalisa setiap pergerakan lawan, adalah pemikiran yang secara cuma-cuma diberikan langsung oleh Uchiha Itachi." Ujar Kyubi yang nampak terlihat cuek dan ingin meneruskan tidurnya kembali.

"Kau ini? bukan seperti itu mata sharingan Shisui dan pemikiran Itachi itu aku yang-" belum sempat meneruskan pembicaraanya, Kyubi memotong kata-kata tersebut. "Aku mau tidur lagi, jangan ganggu aku White. Jika kau ganggu, akan kubunuh kau.." ujar Kyubi dengan suara besar dan menggelegarnya.

"Haha. Bunuh saja aku.." jawab White dengan nada bercanda. Seiring dengan berjalannya waktu, sikap White mulai menjadi fleksibel terhadap siapapun. Rasa dinginnya berubah menjadi serius namun santai, tentu saja dicampur dengan kebencian serta kelicikan yang telah mendarah daging di jiwanya.

Setelah tertawa, tiba-tiba saja mimik di mukanya berubah derastis. "Hehehe.. sepertinya aku tidak sabar untuk hari itu… tapi kapan ya? aku bisa mengambil alih tubuh ini.. aku benar-benar tidak sabar." Ujar White sembari berdiri dan memandang ke atas, di mana kegelapan menyelubungi tempat alam bawah sadar tersebut.

Kembali ke pertarungan, dua orang berbeda generasi namun memiliki kemampuan di atas rata-rata saling berhadapan satu sama lain, pertarungan itu terlihat ketat.

Shuriken-shuriken yang dilengkapi dengan chakra angin terus memburu Naruto, Naruto menghindar secara terus menerus, mata sharingan yang mempunyai tiga titik itu terus berputar sangat cepat, menanggapi serangan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh Danzo. Danzo mengeluarkan shurikennya lagi, shuriken itu melesat lurus ke tempat di mana Naruto berada, Naruto meloncat ke udara tapi dari belakang muncul shuriken lain yang telah mengincarnya.

Crshhh!

Naruto sempat memikirkan cara untuk menghindari serangan itu, namun na'as tubuhnya terpotong menjadi dua bagian, tubuh itu terjungkalai di tanah beserta darah-darah yang berlumuran.

"Berakhir kah?" ucap Danzo percaya diri, ia pikir pertarungan ini telah usai, dan dia akan segera menjadi Hokage yang baru. Kini matanya terus melihat tubuh Naruto yang masih terbengkalai di tanah.

"Ougg! Kenapa kau masih hidup, Naruto?" ujar Danzo terkejut, sebuah kunai telah Naruto tusukkan ke tubuh Danzo sampai tangan kanannya masuk dan kunai tersebut menembus perutnya. Naruto semakin memasukkan tangannya ke dalam. "Ouggh!" teriak Danzo kesakitan. Dan diwaktu yang sama Danzo menghilang tepat di depan matanya. "Sudah kuduga, ini jutsu Izanagi, jutsu memanipulasi nyawa.." Naruto melepas kunai yang berlumuran darah ke tanah, tangannya yang berlumuran darah tadi perlahan-lahan menghilang karena darah itu hanyalah sebuah ilusi belaka.

Danzo telah berdiri di sisih lain, kali ini tangan yang tertanam mata sharingan berjumlah sepuluh itu, dua diantaranya telah terpejam, sebagai ganti untuk menggunakan jutsu terlarang tersebut.

"Hokage keenam memang hebat. Kau bisa membuatku jatuh ke dalam ilusimu dalam sekejap mata…. Tapi jika melihat masa lalu, setahuku kau dulu hanyalah bocah ingusan yang tak bermoral, yang sukanya hanya berbuat onar dan mencari perhatian ke sana kemari, mencorat-coret wajah Hokage yang agung dan bersikeras untuk masuk ke dalam akademi.. bocah sepertimu tidak pantas untuk menjadi seorang shinobi..!"

Naruto hanya diam saja dan tidak menggubris olokan yang dilontarkan Danzo kepadanya. "Bocah itu telah berdiri di depanmu dan mengenakan jubah kebanggan para Hokage, bukankah seharusnya kau yang malu Danzo? Aku tau kau sangat memikirkan desa lebih dariku, tapi caramu untuk mempertahankan kedamaian desa adalah cara yang salah. Seseorang sepertimu, harus segera aku bunuh ini demi kepentingan desa juga.." kata Naruto dingin.

"Tak akan kubiarkan kau membunuhku, bocah sepertimu tidak akan mengerti arti shinobi yang sebenarnya. kadang kala shinobi harus mengorbankan apapun untuk kepentingan semuanya, dan di sini aku sangat berperan besar dalam pembangunan sistem keamanan desa. Semua konflik telah aku hentikan tanpa ada peperangan, apa kau tau itu?" ujar Danzo ngotot. Untuk sejenak mereka menghentikan pertarungan tersebut, beradu argument mengenai arti shinobi yang sebenarnya bagi desa.

"Kau tau Danzo? Seseorang yang membangga-banggakan dirinya sendiri itulah orang yang tak tau akan kepentingan orang lain, mereka yang mengatas namakan dirinya sendiri hanya untuk sebuah penghormatan atau kebanggan individu, tidak bisa disebut seorang pemimpin.. di sini kau lebih berpengalaman dariku, tapi cara berpikirmu itu seperti shinobi yang baru saja naik ketingkat genin." Mendengar dilecehkan namanya, Danzo langsung meluapkan amarahnya.

Danzo bergerak cepat, ia merangkai handseal dengan cepat di tangannya. "Jutsu air: gelombang laut!"

Ombak laut terbentuk begitu saja, air itu bergelombang mengarah ke tempat di mana Naruto berdiri. Naruto hanya melihat ombak yang sepertinya sedang mengamuk, menggambarkan amarah Danzo.

'Jutsu yang cukup menarik, ia mengeluarkan air dengan skala yang sangat besar menggunakan chakranya. Dengan air yang memiliki debit tidak biasa ini, aku yakin dia memiliki chakra yang besar tak kusangka pria tua itu masih terus berlatih sampai sekarang.'

Dan dampak dari serangan besar itu membuat air terjun dadakan di patung pahatan Hokage, air berskala besar tersebut mengalir membanjiri sebagian wilayah Konoha. Shikamaru yang masih meninjau keadaan di tengah-tengah desa cukup terkaget akan air terjun misterius tersebut. "Dari mana air terjun itu berasal?" ujarnya terkejut. semua shinobi yang masih berada di sekitar situ juga merasa aneh dan terkagum akan fenomena tak biasa itu.

"Padahal tidak ada sungai diperbukitan patung-patung wajah Konoha itu, tapi kenapa ada air terjun?" gumam mereka yang tak tau apa arti dibalik kejadian itu, sedangkan pertarungan itu masih berlanjut, Naruto masih berdiri dengan tegak tanpa berpindah posisi. Air dangkal terus mengalir membasahi mata kakinya.

Danzo yang masih melayang di udara nampak terkejut, Naruto masih tidak berpindah dari posisinya. "Mustahil." Batin pria tua itu, sampai ketika ia menatap kedua mata Naruto yang berubah. ia sangat shock.

"Itu kan? tidak mungkin-" ujar Danzo yang telah mendarat mulus, seakan-akan tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang ini.

"Aku sudah lelah dengan permainan ini, sebaiknya aku akhiri pertarungan ini, semakin cepat semakin baik."

"Hoi hoi? Ini tidak mungkin bagaimana dia bisa mentrasnplantasikan mata itu dengan cepat?" tanya Zetsu putih kepada Zetsu Hitam.

"Aku juga tidak tau, tapi yang pasti di detik-detik terakhir sebelum air itu menghantamnya, dia menyerap sebagian air yang melewatinya sehingga air berskala besar itu tidak mengenainya." Jawab Zetsu hitam sambil terus mengamati pertarungan tersebut.

'Ini tidak baik, benar-benar tidak baik…' pikir Zetsu hitam resah.

Di dalam keheningan tak terbatas White tersenyum dingin. "Heh? Jadi dia telah menggunakan mata itu? hmm baiklah aku ingin melihat sebagaimana kepiawaiannya dalam menggunakan jutsu mata yang paling menakutkan seantero jagad tersebut… aku benar-benar penasaran.."

Dan sekarang dihadapan Danzo telah berdiri Naruto Uzumaki dengan mata yang baru saja ia transplantasikan, mata yang agung, mata Rinnengan yang paling mengerikan.

To be continue

Chapter 17 END

N/A: Jangan panggil saya Thor, karena saya punya penname, biar lebih akrab panggil aja Yoshi, Yoshino, atau Tada.. dan lain lain ketika mereview ..

Sebelumnya Yoshi minta maaf karena belum bisa memperpanjang wordnya.. karena Yoshi sudah mematenkan 3,5 k/chapter dan update satu minggu sekali... dan dichapter 18 atau 19, Yoshi akan munculkan Uchiha Sasuke.. penasaran siapakah yang lebih bersikap dingin? Naruto kah atau Sasuke? dan bagaimana reaksi Sakura ketika bertemu dengan Sasuke kembali?

Tunggu updatenya... dan kata terakhir 'REVIEW!' XD

PUKUL 18:48 pm. 4 APRIL, 2015.

See you next week!