Power of White ..
Dua warna
Naruto dan Sasuke, dua warna yang berbeda
Antara putih dan hitam, kebencian yang membingungkan
Bulatan hitam itu melayang di udara, bagai serangga strawberry yang kebingungan
Dan hasilnya…. Semua bahan alam, tertarik ke satu pusat, titik temu antara satu dengan yang lainnya
Chapter 20 update!
Naruto © Masashi Kishimoto
Genre –Yang sekiranya sesuai
Power of White © Yoshino Tada
Chapter 20
Teman dekat
Bulatan hitam melayang-layang di udara, semakin tinggi dan semakin tinggi pergi ke atas langit yang luas, langit biru berawan itu menjadi tempatnya berhenti, dan ketika bulatan hitam itu berhenti. Tidak akan ada yang bisa mencegahnya lagi. pepohonan, batu-batu besar, tanah-tanah, kerikil-kerikil, bahkan Suigetsu dan Juugo pun tertarik ke atas pusat gravitasi tersebut..
Mereka berdua seperti serangga kebingungan, bertumpu pada bebatuan yang melayang-layang tapi tidak ada yang bisa lolos dari tarikan berdaya besar itu… Karin dan Sasuke juga mulai terangkat ke atas, Sasuke berusaha meraih pepohonan yang masih berada di daratan, ia berhasil meraih dahan pohon, namun usaha itu hanya sia-sia, akhirnya mereka berempat tetap tertarik di jutsu yang melegenda tersebut.
Chibaku Tense…
"Maafkan aku, Sasuke…" Naruto hanya memandang pemandangan langka itu, dengan kedua mata Rinnengannya, jubah Hokagenya berkibar-kibar terkena hembusan angin yang pelan, begitu juga rambut putihnya. Batuan besar berbentuk bulat telah terbentuk bak bulan buatan berwarna coklat, bayang-bayangnya yang besar cukup untuk menutupi sebagian wilayah hutan, dan saat Naruto mulai beranjak pergi dari tempat itu, dia dikejutkan oleh suara lirih Sasuke.
"B-benar j-jutsu yang hebat, a-aku h-harus menggunakan jutsu terbaruku untuk menghindarinya…." ujar Sasuke sambil berdiri tergopoh dan bertumpu di batang pohon dengan satu tangannya.
Naruto terdiam dan berbalik badan, ia cukup terkejut karena Sasuke berhasil lolos dari jutsu yang hanya bisa digunakan 1 kali dalam 1 bulan… dan tidak hanya itu, jutsu tersebut memiliki daya guna chakra yang besar untuk mengaktifkannya, oleh sebab itu, Naruto mulai merasakan dampak akibat mengeluarkan jutsu Chibaku Tense.
Naruto juga dikejutkan lagi ketika Karin muncul dari belakang Sasuke. "Aku memiliki rantai emas yang cukup kuat untuk menahan daya tarik jutsu itu… jangan remehkan aku." Ujar Karin dengan nada meremehkan. Naruto masih terdiam, sementara itu mata Rinnengannya terus menatap mata Sharingan Sasuke yang masih tersisa sebelah saja.
'Izanagi lagi kah?' pikir Naruto dingin.
"Aku akan membunuhmu dan menghancurkan desa!" seru Sasuke ngotot, ia pun berlari ke arah Naruto sambil mengenggam gagang pedangnya, aliran listrik telah menyelimuti pedang itu… ketika pedang itu diayunkan, Slsshhh! Naruto menghindarinya dengan gesit, tidak ada gerakan yang terbuang.
"Apa kau yakin bisa mengalahkanku hanya dengan satu mata? Sasuke?" ucap Naruto di tengah-tengah pertempuran jarak dekat mereka.
"Kita lihat saja nanti siapa yang akan menang…"
"Kenapa jadi kau yang cerewet?"
"HAH! Itu sudah tidak penting lagi, kau adalah pemimpin Konoha, dan aku akan memusnahkan semua orang yang berkaitan dengan Konoha…."
"Apa hanya itu yang kau inginkan?"
"Yeah! Tentu saja, karena aku ingin membalaskan dendam kakakku.."
"Aku mengerti perasaanmu Sasuke…" Naruto berhenti bergerak. Dan Sasuke memanfaatkan peluang itu untuk menebas tangannya. Tangan kiri Naruto terlempar dan tercebur ke sungai, darah mengucur dari lengan kirinya, membasahi kain putih itu menjadi merah darah.
'Kenapa dia tidak bergerak? Apa dia sengaja untuk menerima serangan itu?" batin Sasuke yang mendapati kejanggalan dari serangannya tersebut, tebasannya dapat dengan mudah memotong tangan kiri Naruto.
"Bagus, Sasuke…" ujar Karin yang menyaksikan pertarungan itu dari kejauhan. Wanita berambut merah itu terlihat senang sekali, melihat Sasuke unggul dalam pertarungan jarak dekat.
"Memang aku sengaja, dengan ini kita seimbang bukan?"
"Sial! Berhenti meremehkanku, dasar sampah!" Sasuke melesat cepat dan menuju ke posisi Naruto, namun Naruto masih dalam posisi membelakangi Sasuke, jadi dia belum mengetahui bahwa Sasuke mengintainya dari belakang.
"Sampah? Berhentilah membual.."
Pughhh..
Naruto berbalik dengan sangat cepat, dan berhasil mencekik leher Sasuke. "K-kenapa kau bisa sekuat ini? bukankah mata itu?" efek percikan air menghiasi pertarungan mereka berdua, suara gaduh dan bising dari angin yang kencang menambah nuansa mencekam pertarungan antara dua teman dekat. "Karena bukan kau saja yang menderita, Sasuke." ucap Naruto singkat.
Sasuke hanya bisa terdiam… Naruto pun melemparkan Sasuke ke bebatuan namun Sasuke berhasil menyeimbangkan tubuhnya sehingga dapat berdiri dengan stabil. Karin masih mengawasi pertarungan mereka berdua, terlihat kekuatan yang berat sebelah meskipun sebelumnya serangan Sasuke berhasil memotong tangan kiri Naruto. "Aku yakin, Sasuke dapat memotong tangannya dengan mudah tadi, tapi kenapa? Kenapa dia kuat sekali? serangan taijutsu Sasuke bisa digagalkan dengan mentah oleh anak itu.. Uzumaki Naruto, Hokage keenam Konoha benar-benar hebat." Puja-puji Karin tentang kehebatan Naruto, namun dia juga tahu bahwa pemuda berambut putih itu masih seumuran dengannya.
"Orang yang bisa membuat Sasuke seperti pecundang…." Imbuhnya.
Dan Sasuke mencoba menggunakan jutsu matanya untuk membuat Naruto terjebak dalam ilusinya. "Sharingan!" mata itu berubah menjadi Mangekyou Sharingan, dan berhasil membawa Naruto terseret dalam genjutsunya.
Naruto telah kembali ke masa lalu, tepatnya saat penduduk mencaci maki dirinya, menghina dan membuang dirinya tanpa sebab. Sekarang dia menjelma menjadi anak kecil yang sebatang kara, mondar-mandir ke sana ke sini, tidak tahu tujuan yang pasti.
"Ini masa laluku? Genjutsu kah?"
"Mati sana, dasar anak rubah!"
"Anak sepertimu, tidak akan berguna bagi desa, kau tau tidak!"
"Mati…."
"Mati…."
"Mati…."
"Cepat mati sana, bocah sialan….."
Tes tes tes. Air mata menetes dari kedua mata biru langitnya. "Aku menangis? Genjutsu macam ini? kenapa dia mencoba mengingatkanku akan masa lalu? Apa dia bodoh? Semua yang dia lakukan hanyalah buang-buang waktu…"
Dan tiba-tiba saja, Sasuke telah berada di depan matanya, Sasuke kecil yang tersenyum dengan kakaknya. "Sasuke?"
"Ayo bermain bersama, Naruto."
Genjutsu itu berakhir, Naruto yang terlarut-larut akan dunia buatan yang akan menyenangkan itu, terbuai dan terlena, dia lupa bahwa dirinya sekarang telah tertusuk oleh pedang berlapis Chidori yang telah menusuk perutnya sampai tertembus ke belakang. darah keluar dari mulutnya, begitu banyak begitu merah. "Oughh…"
"Kau terlalu focus akan genjutsu itu, Naruto."
Sasuke menusukkan pedang itu semakin dalam dan semakin dalam, membuat Naruto lebih menderita lagi, sakitnya tidak bisa dikira, tusukan pedang listrik itu benar-benar menyakitkan… Naruto tersenyum pada Sasuke, dan berkata. "Seorang Hokage tidak akan mati semudah ini bukan?" tanpa disadari, tubuh Naruto berubah menjadi burung-burung hitam yang misterius, burung itu terbang ke segala arah.
"Kau terlalu yakin, sampai kau tidak tahu… bahwa kaulah yang memanipulasi dirimu sendiri…" pertarungan semakin rumit, Naruto telah menusuk Sasuke dari belakang, tentu saja menggunakan pedang berlapis Chidori yang telah digunakan oleh Sasuke sebelumnya.
"Oughh? B-bagaimana bisa?" ujar Sasuke tidak percaya, darah mengalir dari perutnya, begitu juga dari mulutnya. "Oughh.." darah merah itu terus membanjiri mulut Sasuke sampai penuh mengalir perlahan membasahi dagunya. Dan ketika Naruto terus menusukkan pedang Chidori itu dengan dingin Sasuke mengeluarkan Susano'onya..
"Bohong kan? mustahil, dia mengalahkan Sasuke dalam Genjutsu?" pikir Karin yang sedikit menyangga kacamatanya, terlihat ia begitu serius melihat pertarungan tersebut.
Naruto terkaget, ia pun terpental akibat Susano'o yang tiba-tiba saja memukulnya dengan keras. Namun Naruto masih bisa menyeimbangkan badannya dan kembali berdiri dengan tatapan kosong. Mata Rinnengan itu selalu menunjukkan aura yang tidak menyenangkan. Tidak ada yang bisa menjelaskan kejadian yang sebenarnya, bahkan Karin yang berusaha menyimpulkan perang Genjutsu itu seperti mati kutu, pemikirannya dibuat buntu oleh kekuatan yang tidak masuk akal dari sang Hokage keenam.
Rinnengan adalah tingkatan mata yang lebih tinggi daripada Sharingan, maka dari itu Rinnengan bisa membuat Genjutsu lebih hebat daripada Sharingan bahkan Mangekyou Sharingan sekalipun…, tidak ada titik lemah yang dimiliki Naruto, walaupun menganalisa sampai berapa jam, hal itu percuma saja… di sini Naruto hanya mempermainkan Sasuke, menganggap dirinya sebagai boneka kecil, teman dekatnya yang dulu pernah membuatnya tersenyum. Ketika tangan kiri Naruto terputus, semburat senyum diperlihatkan Sasuke dari lekuk bibirnya…. Tapi itu berbeda…
"Tentang tanganku ini…. lupakan saja,"
"Apa maksudmu?"
"Rasa sakitmu…. tidak sebanding dengan rasa sakit yang aku terima sekarang… bahkan jika tanganku dipotong terus-menerus… aku tidak akan bisa mengerti perasaanmu, Sasuke, sebagai Hokage aku lebih memilih jalan perdamaian, kau bukan musuhku, kau temanku… dan untuk itulah aku di sini… meyakinkanmu kembali…"
"Apa yang kau katakan, Naruto!?" seru Sasuke yang terlihat marah, kobaran api berwarna biru keungu-unguan masih menyelubungi tubuhnya dan telah terbentuk sempurna, wajah tengu yang begitu menakutkan.
"Kembalilah ke desa…. Bangunlah keluarga Uchiha dari awal, aku akan menerimamu dengan senang hati, tapi ada syarat yang harus kau penuhi, kau harus meminta maaf kepada Raikage dan Adiknya… apa kau-" sebelum melanjutkan perkataannya, Susano'o Sasuke telah mengarahkan panahnya ke arah Naruto yang masih berdiri di permukaan air. "Sebaiknya kau diam saja!" teriak Sasuke yang semakin marah terhadap perhatian yang diberikan Naruto, ia berpikir semua itu hanyalah membuang-buang waktu, membalas dendam lebih penting daripada segalanya….
"Kau yang tidak punya keluarga, tau apa tentang kehidupanku… matilah!" teriaknya semakin menjadi-jadi, anak panah berbahan dasar chakra yang dihasilkan oleh mata Mangekyou Sharingan telah ia luncurkan bersamaan dengan benang chakra yang menjadi pelontarnya.
Anak panah itu melesat cepat menuju target sasaran, Naruto masih diam di tempat menunggu anak panah itu benar-benar menusuknya, sampai mata Rinenggannya mematahkan serangan tersebut dengan mudahnya, anak panah yang diluncurkan Sasuke tidak berdampak apa-apa bagi Naruto, Sasuke mulai frustasi dan mengeluarkan jutsu andalannya.
"Amaterasu!"
Kobaran api hitam mengejar-ngejar Naruto, Naruto berusaha menghindar dan menghindar berpikir untuk tidak terkena serangan itu, karena jika terkena akan berdampak besar bagi tubuhnya. Api abadi itu terus mengincar di mana pun Naruto berada. "Sial!" ujar Sasuke yang masih memfokuskan api hitamnya ke tubuh Naruto yang bergerak lincah dari tempat satu ke tempat lain.
'Aku terkagum dengannya, padahal dia hanya mempunyai satu mata, namun dia bisa menggunakan Susano'o dan Amaterasu sekaligus, apakah dia sudah melatihnya sebelum ini?' batin Naruto yang masih menghindari serangan api hitam beruntun itu, dan akhirnya api hitam itu mengepung Naruto dari empat arah sekaligus sehingga Naruto terkena api hitam itu.
Api hitam itu melalap habis jubah putih Naruto beserta tubuhnya. Naruto masih tengkurap di permukaan air, dia bagai mayat yang telah terapung selama berminggu-munggu, tidak harapan, tidak ada kehidupan, dan melihat itu, Sasuke yakin bahwa dirinya telah memenangkan pertarungan tersebut.
"Dari dulu kau masih sama saja Naruto, kau terlalu lemah untukku, sampai sekarang semua itu tidak berubah sedikit pun. Heh? Mengecewakan." Dan tubuh Naruto pun tenggelam bersamaan dengan seringai yang dipertunjukkan Sasuke.
"Dia kalah? Tapi ini terlalu cepat bukan? aku juga tidak bisa merasakan chakranya. Apa benar dia kalah?" ucap Karin yang masih ragu, namun dia juga senang bisa melihat Sasuke mengalahkan Naruto.
"Kau menang Sasuke!" teriaknya sumringah sambil berlari ke arah pemuda raven itu, sampai seseorang turun dari langit dan datang kembali seperti kemunculannya sebelumnya..
"T-tidak mungkin…" ujar Karin tak percaya, kenyataan ini bagaikan Genjutsu, semua yang telah dilakukan Sasuke seperti permainan belaka, bahkan bagi wanita itu, Sasuke tidak bertarung dengan Naruto melainkan hanya dipermainkan, Sasuke benar-benar tidak tau akan hal itu, dan untuk sekali lagi.
Naruto berdiri dihadapannya, menatapnya dengan mata Rinnengan yang lebih mengerikan daripada sebelumnya. Rambut putihnya diterbangkan angin, melayang-layang bagai dedaunan yang bergoyang akibat irama angin, begitu juga dengan rambut raven Sasuke.. namun berbeda dengan wajah dingin yang diperlihatkan Naruto, Sasuke benar-benar tidak percaya akan hal itu, dia menyimpan emosi yang hampir meluap di kepalanya, menahannya dengan segala cara termasuk mengepalkan tangannya dan mengeratkan giginya…
"Sial….!" Ujar Sasuke yang berusaha meluapkan kemarahannya, dan disamping itu Karin menyadari bahwa sebenarnya…
"Dia itu siapa? dia terlalu kuat untuk Sasuke.."
"Sasuke! lebih baik kita mundur, percuma kau melawannya!" teriak Karin yang memperingatkan Sasuke akan bahaya yang akan diterimanya jika melawan Naruto lebih dari ini.
"Berisik! Aku akan mengalahkannya di sini, dan mengungkap kebenaran yang ada…" jawab Sasuke tak mau tau, ia tidak berpaling sedikit pun, dan tetap bersikukuh melawan Naruto yang notabene tidak mudah untuk dikalahkan.
"Kau terlalu keras kepala, Sasuke." Naruto mengeluarkan batang hitam dari lengan kanannya, dan melesat cepat ke belakang Sasuke yang masih terselimuti Susano'o. Naruto menusukkan batang hitam itu, namun pecah karena Susano'o tersebut terlalu kuat, kulitnya terlalu keras untuk batang hitam Naruto.
Sasuke berbalik cepat dengan sigap ia langsung menjawab serangan itu dengan serangan balasan yang tidak kalah menakutkan, tangan besar Susano'o itu menghantam tubuh Naruto, Naruto terpental dan menghantam pohon yang cukup besar, daun-daun hijau pohon itu berjatuhan ke tanah dan ke air, dan ketika Sasuke melihat Naruto yang masih tergeletak di sana, tubuh Naruto yang menghantam tadi berubah menjadi burung gagak yang terbang ke langit, dari dalam air dia dikejutkan oleh seseorang yang telah bangkit dengan sangat cepatnya, Naruto memukul dagu Sasuke dengan pukulan keras sampai Sasuke tidak bisa mempertahankan mode Susano'onya, ia terseret ke permukaan air dan sulit untuk menyeimbangkan tubuhnya untuk berdiri lagi.
"Hn tch."
Sasuke hanya bisa terduduk dan menunggu kedatangan Naruto untuk menyerangnya, sampai serangan memanipulasi gravitasi diaktifkan Naruto lagi, Sasuke tertarik ke tangan kanan Naruto dan saat itulah, batang hitam yang telah dipegang di tangan kanannya ia tusukkan di perut Sasuke untuk sekali lagi, kali ini Sasuke sudah tak bisa berkutik, serangan telak telah tersemat di bagian organ dalamnya yang rawan akan kematian, Naruto menyadari serangannya, tapi dia tidak bisa menghentikan itu.….
"Uoghh…" darah mengucur deras dari mulut Sasuke, kali ini bagai air terjun kecil yang kental akan darah, terlalu kental sampai terlihat menjijikkan.
Karin yang melihat Sasuke tersungkur tak berdaya, langsung berlari ke arahnya, memberikan pertolongan pertama untuknya. "Sasuke? cepat gigit ini.." Karin menggulung pakaiannya dan menyuruh Sasuke untuk menggigitnya.
Naruto melihati teman dekatnya itu dengan tatapan menyedihkan. Mata Rinnengan itu begitu mengerikan dan menimbulkan gambaran jelas takdir yang menyakitkan bagi penggunanya. Sasuke pun mengigit tangan Karin dan sedikit demi sedikit lukanya tertutup kembali namun tidak sepenuhnya.
"Percuma, dia sudah tidak bisa tertolong lagi, lukanya terlalu parah…." Ucap Naruto lirih, nada pelannya menambah suasana di tengah-tengah maut akan menjemput tersebut, wajah dingin Naruto tidak merubah suasana itu, Karin yang menyadari itu juga mengerti… matanya berkaca-kaca dan air mata menetes dari pelupuk matanya, membasahi pipinya, mengalir tanpa henti-henti mengindikasikan bahwa wanita itu begitu mencintainya.
Hembusan angin terasa dingin kala itu, daun-daun kering berhamburan ke sungai yang mengalir tenang. Tidak ada yang bisa menduga kematian, bahkan orang terkuat, Naruto juga tidak tau bahwa akhirnya dia yang akan membunuh temannya sendiri, tapi tidak ada pilihan lain bukan? jika desa yang ia lindungi didatangi penyusup seperti Sasuke, dia tidak akan tinggal diam, karena dia adalah Hokage keenam.
.
.
.
.
.
.
.
Masa lalu adalah masa lalu dan masa depan adalah masa depan,,, ketika dua teman dekat berdampingan mereka akan selalu tersenyum bersama, itulah yang ingin dirasakan oleh Naruto sekarang. Naruto berjalan mendekati Sasuke dan Karin, dengan tetesan air mata Karin masih berharap ada keajaiban yang bisa menolong kehidupan Sasuke, "Hiks-hiks…" tangisannya semakin tersedu-sedu ketika detak jantung Sasuke berangsur lambat, semakin lemah dan lemah…. "Tidak ini tidak mungkin terjadi…" Naruto telah berdiri tepat di samping Sasuke, matanya yang dingin menatap mata Sasuke yang telah terpejam, sepertinya inilah waktu yang tepat untuk mengakhiri penderitaan yang selama ini mendarah daging di kehidupan Sasuke, lagi-lagi Naruto mengeluarkan batang hitam dari lengan kanannya.
"Apa yang akan kau lakukan? Kau manusia atau bukan! jangan bilang kau akan membunuh Sasuke!" teriak Karin dalam jeritan tangis yang begitu menyakitkan, matanya berlinang air mata, kacamata yang ia kenakan pun basah terkena air matanya. air mata keluar banyak, dan itu sangat membuatnya syok.
"K-kau kejami sekali…" imbuh Karin yang sekarang ini menghadang Naruto dengan tubuhnya agar Naruto tidak menusuk tubuh Sasuke dengan batang hitam itu, Naruto diam saja. matanya masih menatap tajam iris berlinang air mata milik Karin, Naruto mengangkat batang hitam itu tinggi-tinggi dan bersiap menusukkan senjata itu ke tubuh Karin dan Sasuke.
Dan Karin hanya bisa pasrah dan menutup mata, takut jika sewaktu-waktu batang hitam itu menusuk tubuhnya… namun perkiraannya salah, Naruto tidak jadi menusuk keduanya, ia tidak berniat untuk membunuh wanita itu dan membuang batang hitam itu jauh-jauh.
"Kau..?"
Naruto berjalan mendekati Sasuke, kali ini ia mengendong Sasuke, "Aku bukan manusia sekejam itu… kau tau?" ucap Naruto pelan, suara lembut itu terdengar berbisik di telinga Karin, masuk sedalam-dalamnya, mengubah pemikirannya dan menganggap Naruto bukan orang yang ia kira seperti sebelumnya.
Naruto menggendong Sasuke dengan penuh hati-hati, supaya luka yang ada di perutnya tidak melebar. "Waktu itu, kau juga melakukan ini kan?"
(Flashback….)
"Huh? Kali ini kita berdua yang menjalankan misi? Padahal aku tidak ingin berpasangan dengannya, Sandaime…" keluh kesah Naruto yang merasa dirinya lebih hebat daripada laki-laki yang ada di sampingnya, Uchiha Sasuke.
"Hahaha. Uchiha Sasuke lebih berpengalaman daripada kau Naruto, dia kuat dan cerdas, pemikirannya juga sempurna, seharusnya kau belajar darinya…" Sandaime malah merendahkan Naruto dan meninggikan Sasuke,
"Kau dengar itu kan?" timpal Sasuke yang membuat hati Naruto semakin sakit.
"Tcih, aku tidak selemah itu dattebayou,," grutu Naruto kesal, dan mereka berdua pun melaksanakan misi bersama, kali ini meringkus bandit-bandit yang selalu menjarah dagangan pasar masyarakat desa terpencil selatan Konoha tepatnya 10 km dari Konoha.
Mereka berdua berjalan bersama, Sasuke terlihat memegang sesuatu dan membentangkannya, berupa peta desa tujuan, di mana bandit-bandit itu biasa menjarah para pedagang pasar. "Apa itu?" tanya Naruto yang mendekatkan wajahnya ke wajah Sasuke.
"Terlalu dekat."
"Hmm, tapi itu apa?"
"Peta. Bodoh."
"Teme, kau selalu bikin aku kesal ttebayou…" ujar Naruto marah-marah sendiri, dan Sasuke pun tampak cuek dan melanjutkan jalannya sembari melihat-lihat peta itu dengan seksama, "Lebih baik kau ikuti semua perintahku.. di sini aku leader.."
"Leader katamu! Hokage ketiga tidak bilang apa-apa tentang leader…"
"Karena kau memasang telingamu di rumah."
"Apa katamu, ngajak berantem !"
"Hn…" dan mereka berdua sampai di desa itu, dan semak-semak adalah tempat mereka mengintai dari kejauhan, "Ayo kita habisi mereka,"
"Sabar, kita harus menyusun rencana terlebih dahulu…"
"Tapi…"
Mereka berdua melihat para pedagang dijarah habis-habisan, dagangan mereka dirampas semuanya dan warung-warung serta lapak yang berdiri rapi di pasar dihancurkan oleh para bandit yang tidak bertanggung jawab tersebut, hal itu menimbulkan rasa marah yang besar pada Naruto menggerakkan tubuhnya untuk segera bertindak.
"Hoi Naruto, tunggu!" seru Sasuke yang masih bersembunyi di balik semak-semak, sedangkan Naruto telah berlari menuju sekawanan bandit itu, "Kau terlalu lama, Sasuke!"
"Sial dia itu, selalu berbuat seenaknya, apa boleh buat." Sasuke tersenyum, dan ia pun juga bergegas untuk segera menumpas para bandit itu.
"Siapa mereka!?" teriak salah satu bandit, dan bandit-bandit itu mengeluarkan senjata-senjatanya, berupa gada, pedang, dan kapak masing-masing memegang satu.
"Jurus seribu bayangan berganda!"
"Jurus api teknik bola api!"
Dan tidak lama setelah itu, akhirnya mereka berhasil mengalahkan para bandit itu, namun disaat-saat terakhir, salah satu bandit yang masih tidak terima akan kekalahannya meluncurkan anak panah ke kaki Naruto. Clpp! Panah itu menancap dan racunnya berwarna keungu-unguan mulai masuk ke dalam kakinya.
"Rasakan pembasalanku…" ujar bandit itu disaat-saat terakhirnya.
"Aduhhh."
"Kau tidak apa-apa kan, Naruto?"
"T-tidak, aku tidak apa-apa…" jawab Naruto yang berusaha menyembunyikan sakitnya, dan mereka berdua pun menerima ucapan terima kasih dari para penduduk desa kecil tersebut, dan pulang dengan senyuman yang rergambar jelas di wajah mereka. tapi….
"Pada akhirnya seperti ini kah?"
"Hahaha, maaf ya Sasuke.. kakiku tidak bisa digerakkan."
"Merepotkan,"
Naruto pun memasang ekspresi cemberut, dan ketika ia merasakan punggung teman dekatnya, ia juga merasakan kehangatan pertemanan, atau bisa dibilang teman dekat.
(Flashback end)
Naruto masih berjalan pelan melewati pepohonan hutan yang lebat, tiupan angin menyambut perjalanan mereka, dan sekarang semuanya tahu bahwa teman dekat itu tidak bisa terpisahkan. Karin masih mengikuti mereka berdua dari belakang,
'Naruto dan Sasuke kah? dulu Sasuke pernah menceritakan sesuatu tentang dirinya. dia ingin kembali ke Konoha ketika dia sudah menyelesaikan urusan balas dendamnya.. tapi apakah itu benar dari hatinya? Apa Naruto lah yang membuatnya berpikir dua kali untuk membalas dendam? Buatku itu tidak masalah, selagi dia tidak membebani dirinya sendiri dengan balas dendam, karena itulah hal yang bisa membuatnya semakin jauh dari keluarga dan kakaknya.'
"Kau wanita berambut merah…."
"Aapa?"
"Terima kasih telah menjaganya selama ini, dia teman yang berharga untukku.. tapi setelah ini, dia tidak akan bisa melakukan rutinitas seperti biasanya…"
"Apa maksudmu?"
"Aku telah mematikan organ-organ penting yang ada di dalam tubuhnya, agar dia tidak bisa menggunakan taijutsu, genjutsu maupun ninjutsu, dengan kekuatanku aku bisa melumpuhkan aliran chakranya, aku melakukan ini untuk kebaikannya dan jika saatnya tiba. Aku akan membuatnya kembali seperti sedia kala.." Naruto memasang wajah ragu, awan-awan putih yang melayang di atas langit tersenyum kepadanya, terbang di langit luas yang tak terbatas, suara kaki khas sepatu ninja yang tersentuh tanah juga menemani perjalanan mereka bertiga ke Konoha. Dan Karin, masih terhenyak mendengar perkataan itu, dirinya tidak percaya, tapi dia merasa lega.
"Hokage keenam? bagaimana dengan Suigetsu dan Juugo?" tanya Karin yang sedikit mencemaskan keadaan mereka berdua.
"Maaf sekali, mereka berdua sudah mati, tekanan gravitasi Chibaku Tense sangat kuat, jadi aku pikir bebatuan itu telah mengubur mereka hidup-hidup," jawab Naruto singkat. Wanita berkacamata itu berbalik sebentar dan melihat bulatan batu yang masih melayang di udara, seperti sebuah planet kecil yang muncul dari tempat yang tak terduga. Ketika ia melihatnya dengan seksama, maka terkenang kenangan indah bersama dua temannya itu,
"Terima kasih Juugo, Suigetsu."
Akhirnya Naruto, Sasuke dan Karin telah tiba di Konoha, Naruto pun langsung menuju ke tempat bawah tanah Konoha, di situ adalah tempat pengasingan bagi para criminal yang mengacau di dunia Shinobi. "Apa yang akan kau lakukan?" tanya Karin yang merasa aneh dengan tempat tersebut.
"Sasuke akan kutempatkan di tempat paling istimewa, di sini terdapat sebuah kamar yang dikhususkan untuk criminal spesial, aku yakin dia akan nyaman tinggal di sini.." Naruto membukakan pintu kamar yang ia maksud, Karin terkejut ketika ruangan rumah sakit terdapat di dalam penjara bawah tanah.
"Selagi dia di sini, dia akan dirawat seintensif mungkin sampai lukanya sembuh…"
"Aku tidak tau harus berkata apa, tapi terima kasih banyak…!" ujar Karin yang membungkuk hormat, Naruto pun hanya diam saja, dan keluar dari kamar itu.
"Selagi aku masih hidup, aku akan melakukan sesuatu yang harus aku lakukan…" ucapnya sambil menutup pintu kamar itu kembali.
Naruto kembali ke tempatnya bekerja, namun sebelum itu, ia tidak sengaja bertemu dengan Konohamaru. "Naruto nii-chan apa kau berhasil mengalahkannya?"
"Tentu saja. dia sudah kabur sekarang,"
"Team Iruka-sensei sedang mencari keberadaanmu lho…. ehh? T-t-tanganmu?"
"Heh? Biarkan saja.." Naruto pun masuk ke tempatnya bekerja, dan kembali mengerjakan apa yang harus ia kerjakan,.
"Naruto nii-chan!" teriak Konohamaru yang sangat mencemaskan keadaan Naruto karena ia melihat tangan kiri Naruto yang buntung. Namun Naruto tetap diam saja, tanpa memperdulikan keberadaan Konohamaru.
"Aku harus memberitahukan hal ini kepada Sakura nee-san." Batin Konohamaru sambil berlari menjauhi gedung pemerintahan yang baru untuk menemui Sakura.
Sunagakure…
Sementara itu Kazekage muda sudah tak sabar menunggu hari esok yang telah ditunggu-tunggu. "Akhirnya besok, pertemuan para Kage diadakan, aku sudah tidak sabar untuk bekerja sama denganmu, Naruto," ucap Gaara yang berdiri di atas gedung tertinggi di Suna, ditemani angin yang menghembus pelan beserta pasir-pasirnya.
To be continue
Chapter 20 END
Kemarin kan saya update hari rabu, jadi minggu ini harusnya hari rabu, berhubung ada reviewers yang bkin saya sakit hati, langsung saja saya update, kebetulan pas ke warnet juga...
tapi gapapalah, jangan lupa fave, follow sama reviewnya ya! aku tunggu... dan tambahan POW tidak akan sampai perang dunia Shinobi keempat, kalau sampai ke sana, bakal lama tamatnya ... dan saya sudah kepikiran ttg ending yang cocok ...
udah segitu aja mungkin? ada yang mau ditanyakan sebelumnya? kalau enggak saya permisi dulu, terima kasih udah baca POW sampai chapter 20 .. Arigatou ttebayou!
See you next week !
