Tittle : Pocky Boy

Cast : HunHan and other

Author : Xandeer

Rate : T

Disclaimer : I own this story, I own this plot, sisanya pinjem/?

.

.

.

.

.

.

.

If you just plagiator, Just Leave As Soon As Posible

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sebelumnya...

"Di..Di..Dia…Oh..Oh..Sehun…" Jawab siswa itu dengan suara bergetar. Luhan segera melepaskan pegangannya pada kerah siswa itu sambil mendorongnya membuat sang siswa terjatuh dengan agak keras.

"Oh Sehun ya…" Luhan menyeringai lagi, bahkan lebih menakutkan dari sebelumnya.

"Kau harus mendapat 'pelajaran' anak baru" Lanjutnya.

-POCKY BOY 1-

Sehun sedang berjalan di lorong sekolah sembari mengemut pockynya, moodnya rusak sudah karna pertemuannya dengan pria sok jago yang merusak acara makannya tadi.

Tiba- tiba bahunya terasa berat, sebuah lengan tengah merangkul bahunya dan ia sudah tahu itu Jongin sejak lengan yang melingkar di bahunya itu begitu kontras dengan kulit miliknya.

"Kenapa kau disini ? Tidak ke kantin ?" Tanya Jongin yang tidak biasanya melihat Sehun menghabiskan istirahat pertamanya di lorong sekolah.

"Tidak"

"Wae ? Aku lapar"

"Penuh"

"Jinjja ? Aishh...Kau sudah kesana ?"

"Ya"

Jongin mengernyit bingung dan menatap Sehun dengan pandangan aneh dan menyenggol nyenggol lengannya sengaja membuat Sehun risih.

"Hey, kau tidak mencari masalah di kantin saat aku pergi tadi, bukan ?"

"Tentu saja tidak"

"Kau yakin ?"

"Ya"

"Jinjja ?"

"Aish..Jinjja Jongin. Aku tidak mencari masalah. Kau ini cerewet sekali" Sehun memutar bola matanya kesal, memasukan pocky baru ke dalam mulutnya lalu berjalan cepat meninggalkan Jongin yang terkekeh karna berhasil membuat sahabatnya itu mengatakan lebih dari 3 kata, merupakan prestasi sendiri baginya.

...

Luhan sedang duduk di dalam kelas. Sepasang headset terpasang manis di telinganya. Lagu – lagu bergenre rock tengah melantun masuk ke dalam kedua indra pendengaran Luhan, namun otaknya masih terus mengingat – ingat kejadian beberapa menit lalu di kantin. Luhan benar – benar kesal, selama ini ia selalu dihormati, ditakuti dan ia yang selalu berkuasa dan kejadian di kantin tadi membuat harga dirinya serasa dijatuhkan.

"Shit !" Luhan mengumpat lalu melepaskan headsetnya kasar, membuat guru dan beberapa murid yang tengah melakukan proses belajar mengajar menghentikan aktivitasnya dan menatap Luhan bingung.

"APA ?!" Bentaknya pada mereka yang membuat semuanya ketakutan dan kembali melakukan aktivitas mereka, membiarkan Luhan bertindak semaunya seperti biasa.

Luhan mendengus sebal dan berjalan angkuh keluar kelas, tak memperdulikan gurunya yang masih mengajar di depan kelas. Ia berjalan ke arah ruang guru, membuka pintunya dengan santai dan bersender di tembok sambil menatap semua guru disana dengan dagu yang sedikit terangkat.

"Siapa diantara kalian yang punya data mengenai Oh Sehun" Tanyanya dengan nada dingin.

Tak mau menjadi objek sasaran Luhan dan komplotannya, seorang guru memberanikan diri mengangkat tangannya. Luhan menyeringai dan mendekati guru tersebut.

"Data Oh Sehun, cepat berikan !" Perintahnya dan dengan tergesa – gesa, guru tersebut membuka map biru tempat ia meletakan semua ijazah anak didiknya. Tak lama tangannya memegang selembar ijazah milik Sehun dan Luhan merampasnya kasar dari tangan sang guru dan tanpa berterima kasih ia keluar begitu saja membuat helaan napas lega terdengar dari dalam ruangan guru tersebut.

.

.

.

Luhan tengah duduk di salah bangku di lapangan basket sekolah, mata rusanya membaca seksama seluruh biodata tentang Sehun. Mulai dari namanya, tangggal lahirnya sampai asal sekolahnya.

"Dari Incheon ya, pantas saja ia tak takut padaku" Monolog Luhan. Ia berdiri dan menyeringai "Lihat saja akan kutunjukan padanya kekuasaan seorang Luhan" Ujarnya lagi sambil meremas – remas ijazah Sehun dan pergi dari situ menuju base camp anak – anak EXO.

...

Jongin sedang berjalan santai di lorong sekolah, tangannya ia gunakan untuk memutar – mutar kunci motor sportnya. Rambutnya sudah ia tata sedemikian rupa dengan gel rambut ternama agar terlihat lebih bergaya, ia juga memakai parfum mahal -yang ia lihat di iklan- bisa membuat bidadari jatuh dari sorga dan yeah ia sedang menebar pesona kalau kalian ingin tahu.

Jongin bersiul – siul sambil berjalan, memasang wajah –yang menurutnya- super cool sambil memamerkan senyuman mautnya pada setiap gadis yang terpesona melihatnya. Otak -sedikit- mesumnya sudah jauh berkhayal bahwa ia sedang duduk di sebuah singgasana dan dayang – dayang cantik mengelilinginya, menyuapinya dengan buah – buahan segar dan ia menerima suapan itu dengan senang hati. Ia sedang asyik – asyiknya menikmati masa – masa indahnya menjadi namja tampan yang populer, sampai...

.

.

"Kau menjijikan Jongin"

.

.

Suara berat itu menghancurkan lamunan indahnya.

Jongin mendecih kesal dan menatap sahabatnya itu dengan jengkel.

"Cih, kau mengganggu saja. Bilang saja kalau kau iri semua gadis terpesona padaku" Ujar Jongin pede dan Sehun hanya bisa memutar bola matanya jengah.

"Satu lagi Sehun. Beberapa hari kedepan bisa kita tak berdekatan ?" Tanya Jongin dengan nada serius, tidak seperti biasanya.

"Wae ?" Sehun menaikan alisnya bingung dan menatap Jongin penasaran.

Jongin melihat ke kanan dan ke kiri sebelum mendekatkan bibirnya pada telinga Sehun. "Aku sedang menebar pesona dan aku takut terlihat sangat hitam jika berjalan bersamamu" Bisiknya.

"Pfft...konyol sekali" Ujar Sehun sambil menahan tawanya.

"Enak saja mengataiku konyol. Aku ini serius. Kesan pertama mereka terhadapku haruslah baik dan jika berjalan bersamamu, aku yakin mereka akan mencapku 'si hitam' euww..Sangat tidak keren" Ocehnya.

"Ya ya terserahmu saja"Jawab Sehun malas.

"Satu lagi. Aku tidak ingin orang – orang mengataiku gay karna selalu berduaan denganmu" Sambungnya dan Sehun melakukan gerakan pura – pura muntah mendengar perkataan sahabatnya itu.

"Menjijikan sekali. Aku juga tidak ingin membuat anakan zebra denganmu" Balas Sehun dan pergi meninggalkan Jongin sebelum anak itu mengoceh yang lebih tidak jelas.

"Ap katamu ?! Ya ! Aish ! Jinjja !" Umpat Jongin.

...

"Jonginaaa, apa kau memiliki pacar ?" Tanya salah satu dari noona - noona yang sedang mengerubungi Jongin seperti semut. Bertanya ini itu dengannya yang sedang senyum – senyum sendiri dalam hati karna tebar personanya berhasil di hari kedua ia bersekolah di Seoul.

"Ah, aku belum punya pacar, noona cantik. Apa salah satu dari kalian ingin menjadi pacarku hmm ?" Ujarnya lembut yang membuat muka para noona itu memerah malu.

"Te-tentu" Jawab mereka serempak seperti paduan suara yang begitu indah bagi Jongin. Jongin rasanya ingin terbang ke langit ketujuh jika saja gerombolan lelaki tidak melewatinya sambil mengobrol sesuatu dan dalam obrolannya ia dapat mendengar dengan jelas nama sahabatnya di sebut – sebut.

"Jonginaa ? Jonginaaa ?" Ujar para noona – noona itu sambil melambaikan tangannya di depan wajah Jongin yang tiba – tiba diam karna sedang fokus memperhatikan gerombolan pria yang baru saja melewatinya.

"Eh iya. Maaf noona. Sebenarnya siapa mereka ?" Tanya Jongin sambil menunjuk segerombolan pria tadi.

"Ouh, mereka anak – anak gank EXO. Kau jangan cari masalah dengan mereka, mereka itu senang membully" Jongin mengernyit bingung, sebenarnya apa urusan gerombolan gank itu dengan Sehun.

"Keliatannya mereka sudah menemukan 'korban' baru, anak kelas 1 yang kemarin mencari masalah dengan Luhan si ketua EXO di kantin"

"Ya benar, aku yakin mereka mengincar si Sehun Sehun itu" Jongin membelalakan matanya tak percaya. Ia segera berlalu dari para noona untuk menemui Sehun.

"Hey hey Jonginaaa, kau mau kemana ?" Tanya para noona itu dengan tatapan kecewa melihat berondong mereka ingin pergi begitu saja. Jongin berhenti berjalan dan menolehkan kepalanya kebelakang.

"Aku ada urusan sebentar" Jawab Jongin, tersenyum kemudian mengedipkan satu matanya sebelum kembali berjalan meninggalkan para noona – noona itu meleleh di tempatnya. Kalau saja ini bukan karna Sehun, ia pasti sudah berhasil mengambil salah satu dari noona – noona itu untuk menjadi pacarnya, kalau semuanya mau menjadi pacarnya pun ia tak keberatan sih sebenarnya.

...

Jongin berjalan tergesa – gesa ke kelasnya, ia segera masuk dan matanya menjelajahi seluruh ruangan kelas dan matanya menemukan orang yang ia cari sedang duduk bersantai di bangku paling belakang, mendengarkan musik lewat headset sambil memakan pocky, mata pria itu tengah menatap keluar jendela sehingga ia tak mengetahui Jongin sedang berjalan ke arahnya. Jongin segera melepaskan headset Sehun dan menaruhnya di pundak lelaki itu lalu duduk di depannya.

"Apa ?" Sehun menatap Jongin heran. "Sudah selesai menebar pesona ?" Candanya, tapi Jongin hanya menatapnya dalam diam membuat perasaan Sehun tidak enak.

"Kau gay dan kau menyukaiku ? Tidak, terima kasih Jongin" Ujar Sehun asal yang langsung dihadiahi death glare dari Jongin. Sehun mendengus sebal dan memegang headsetnya, hendak mendengar musik kembali sebelum akhirnya Jongin bersuara.

"Kau bilang kau tidak mencari masalah"

"Memang tidak"

"Lalu kenapa para noona itu bilang kau mencari masalah dengan Luhan"

"Siapa ?"

"Luhan. EXO gank atau apalah itu"

"Tidak kenal"

"Hey Sehun, apa yang kau lakukan di kantin kemarin ?" Tanyanya penasaran.

"Makan pocky seperti biasa" Jawab Sehun santai, mengambil batang pocky baru dari dalam kotak dan memasukannya ke dalam mulut.

"Kau benar – benar tidak ada urusan dengan anak gank itu kan ?" Tanya Jongin lagi dan Sehun menggeleng sebagai jawaban.

...

Sehun sedang berjalan sendirian di lorong sekolah, mendengarkan musik dengan headset sambil mengemut pocky sepert biasa. Sepertinya ia akan pulang sendiri hari ini karna Jongin masih ayik tebar pesona sama para noona. Ia menghentikan langkahnya dan matanya mengernyit bingung melihat para siswa tengah mengerubungi sebuah loker, loker miliknya.

Ia mendekati lokernya dan anak – anak yang melihatnya langsung berbisik – bisik tidak jelas sambil memberi jalan bagi Sehun untuk mendekati lokernya. Sehun menatap lokernya dengan tampang flat andalannya, sebuah kertas lecek yang ia tau betul bahwa itu adalah ijazahnya ditempel di lokernya dengan tambahan kata 'Chicken Head' besar berwarna merah dan gambar ayam yang sedang mengemut pocky.

Ia menarik ijazahnya itu, meremasnya lalu membuangnya ke tong sampah. Ia mengeluarkan kunci lokernya dan memasukannya ke dalam lubang kunci loker namun ternyata lokernya tidak terkunci, ia dapat melihat loker miliknya telah terbuka dengan paksa.

Sehun membuka lokernya dan ia serta orang – orang disekelilingnya membelalakan matanya ketika menatap bangkai tikus tergeletak di dalam loker miliknya. Mulut bangkai itu dimasukan sebatang pocky -dengan maksud mengejeknya mungkin- dan di dinding loker tertempel sebuah kertas bertuliskan 'Hi Pocky Boy. Salam kenal dari kami ; EXO gank'.

Sehun menghela napas lalu mengambil bangkai tikus itu dan membuangnya ke tong sampah. Beruntung ia belum memasukan apapun ke dalam lokernya jadi barang – barangnya masih aman di dalam tasnya. Kalau begini ia akan menitipkan barangnya pada loker Jongin saja nanti, lokernya sudah rusak dan tidak aman.

Setelah membereskan lokernya, Sehun berjalan menuju parkiran dimana mobil sportnya sudah menunggu di sana. Baru saja Sehun sampai di tempat parkiran, bahunya ditabrak dengan keras membuat pocky yang berada di dalam mulutnya terjatuh dan ia yakin itu sengaja.

"Balasan untuk di kantin kemarin" Ujar pria yang menabraknya dan tidak mau mencari masalah, Sehun hanya berlalu dari pria itu sambil memasukan pocky baru ke dalam mulutnya.

"Hey, kuberi peringatan. Lebih baik kau membolos untuk 7 hari ke depan" Ujar pria yang menabraknya tadi lalu pergi dari hadapannya.

Sehun hanya diam, mengeluarkan kuncinya, membuka mobil sport merah miliknya dan tidak memperdulikan perkataan –atau mungkin ancaman- pria tadi. Ia akan tetap sekolah besok, tak peduli serangan apa yang akan ia terima, biarkan saja mereka berbuat sepuasnya.

...

Hari Pertama..

Sehun baru saja memarkirkan mobilnya dan menapakan kakinya di halaman depan sekolah ketika segerombolan siswa mendekatinya. 2 orang yang paling tinggi dari mereka memegangi bahu Sehun dan mendorongnya ke tengah – tengah halaman depan menjadikannya pusat perhatian siswa – siswa yang lain.

"Bukankah sudah kubilang untuk membolos saja" Ujar seseorang sambil mendekati Sehun yang tengah menatapnya dengan pandangan datar. Sehun yakin pria bermata rusa ini adalah ketua EXO gank.

Luhan menyunggingkan senyumannya dan merampas tas Sehun, membukanya semua resleting yang ada lebar – lebar dan membalikan tasnya sehingga seluruh isi tasnya berhamburan keluar.

Luhan dan kawanannya tertawa melihat begitu banyak box pocky baru beraneka macam rasa yang tergeletak di atas buku – buku pelajaran milik Sehun.

"Kau ini ingin sekolah atau berjualan pocky huh ?" Ejek Luhan dan Sehun hanya menatapnya datar.

Prakk !

Bunyi batang – batang pocky yang remuk karna diinjak dengan keras oleh Luhan. Sehun hanya bisa menatapnya dengan pandangan super datar melihat box – box pocky itu rusak dan kotor di injak – injak oleh Luhan.

Luhan tersenyum puas melihat box – box pocky itu sudah tak layak makan lalu menatap Sehun dengan pandangan meremehkan.

"Inilah yang kau terima kalau kau berani melawanku" Ujarnya pada Sehun yang masih menatapnya datar.

"Tidak bisakah kau menghargai makanan ?" Ujar Sehun membuat Luhan tertawa "Kau bisa bicara juga ternyata"

Luhan mendekati Sehun dan menatap Sehun yang masih menatapnya datar, tak ada raut ketakutan sama sekali.

BUGH ! Sebuah bogem mentah mendarat manis di pipinya.

"Masih berani, huh ?" Ujar Luhan dengan nada menantang.

"Pukulanmu lumayan juga untuk ukuran pria cantik sepertimu" Balas Sehun dengan nada berani dan seketika semuanya menjadi tegang. Komplotan Luhan menatap Sehun tak percaya karna berani memanggil Luhan cantik. Sebuah kata yang sangat tabu, walaupun kenyataan memang begitu. Sehun sendiri tidak tahu mengapa ia menjadi banyak bicara, biasanya ia hanya diam karna ia tak ingin mencari masalah, mungkin karna pockynya yang berharga telah hancur.

"Kau bilang apa tadi ?!" Ujar Luhan dan menarik kerah Sehun kasar lalu memukul pipi serta perutnya dengan membabi buta. Sehun hanya diam, membiarkan tubuhnya dipukuli sampai Luhan puas. Ia bisa saja membalas tapi ia tak mau mencari masalah yang lebih lagi dengan Luhan dan komplotannya.

Komplotan Luhan hanya memandang adegan kekerasan yang terjadi di depan mereka dengan diam, begitu juga dengan murid lain, beberapa diantara mereka bahkan pura – pura tidak lihat karena takut. Tidak ada yang berani menolong karna tidak mau ikut campur masalah EXO gank.

TET...TET...

Akhirnya setelah 7 menit yang mencengkam, bunyi bel masuk berbunyi membuat beberapa siswa yang melihat adegan HunHan itu menghela napas lega karna pastinya Luhan akan berhenti memukuli si anak baru.

"Cih, beruntung kau diselamatkan oleh bel" Ujar Luhan, dadanya naik turun mengambil napas karna lelah memukuli Sehun dengan bercampur emosi. Satu yang perlu kalian ketahui, Luhan merasa dirinya tidak cantik. Ia MANLY dan bagi siapapun yang menentang pemikirannya, ia tak akan segan – segan menghajarnya seperti Sehun tadi.

Sehun hanya diam saja. Setelah komplotan itu pergi, Sehun mendudukan dirinya. Ia mendesah melihat bajunya yang kotor dan semerawut, beberapa kancing bajunya juga terlepas karna Luhan sempat menariknya dengan kasar tadi. Ia berdiri, mengelap sudut bibirnya yang berdarah lalu menepuk – nepuk bahu dan pahanya.

"Hhhhhhhhhhhh~" Sehun menghela napas panjang melihat buku – buku serta pocky – pockynya yang berharga berserakan. Ia memungut buku – bukunya itu lalu memasukannya kembali ke dalam tas kemudian membuang seluruh pocky yang sudah hancur itu ke tong sampah dengan berat hati.

"Hhhhhhhhhhhh~" Sehun menghela napas lagi, yang ini untuk menenangkan diri. Baru saja ia berbalik dan berjalan beberapa langkah untuk memasuk gedung utama sekolah, ia dapat mendengar langkah yang terburu – buru seperti berlari dari arah belakang dengan teriakan :

"YA YA AWAS AKU SEDANG BURU – BURU !"

Dan...

BRUKKK !

Orang yang berlari di belakangnya itu menabrak tubuh Sehun dan membuat Sehun terhempas ke depan dengan keras, sikunya jadi lecet terkena jalan. Ia meringis perih, hari ketiga bersekolah dan tubuhnya memar -karna Luhan- dan lecet - lecet karna orang bodoh yang berlari serta berteriak kesetanan lalu menabraknya.

"Kau ini tuli atau apa ?! Kan sudah kubilang untuk minggir, hidung mancungku jadi sakit karna menabrakmu bodoh" Orang yang berbaik hati menabraknya itu bukannya membantunya malah asik ngedumel karna hidungnya. Sehun rasanya ingin meninju hidung pria di belakangnya itu sampai patah, sukur - sukur kalau ia jadi tak punya hidung, kan bagus ia bisa menjadi peran pengganti Voldemort di film Harry Potter.

Sehun bangkit berdiri, mengusap luka di sikunya sambil mendesis perih sedangkan pria di belakangnya hanya menatapnya dari atas sampai bawah.

"Hey sepertinya aku mengenalmu" Ujar pria itu lagi dan Sehun memutar tubuhnya menghadap pria yang menabraknya.

"Ya ! ternyata kau Sehun !" Pekik pria itu yang tidak lain dan tidak bukan ternyata sahabatnya sendiri, Kim Jongin.

"Cih, sial sekali ternyata kau hitam dan Pliss kkamjong, hidungmu itu tidak mancung !" Ujar Sehun kesal dan menatap Jongin sengit.

"Apa maksudmu dengan kata sial sekali ? Maksudmu kau sial bertemu denganku begitu ? dan hell ! Tentu saja hidungku mancung ! Kau tidak liat hidungku mirip aktor - aktor bollywood ?" Balas Jongin dan Sehun memutar bola matanya kesal.

"Ya Jongin aku benar – benar sial bertemu denganmu dan akui sajalah hidungmu yang mirip anjing pug itu sama sekali tidak mancung"

"Enak saja. Hidungku itu tidak mancung karna berdekatan denganmu, kalau aku berdekatan dengan yang lain, hidungku akan terlihat lebih mancung. Kau saja yang pembawa sial !"

Seketika Sehun terdiam mendengar perkataan Jongin, lidahnya kelu dan otaknya berputar – putar ke masa lalu yang ia kubur bersama kenangan pahit lainnya tapi perkataan Jongin seakan menjadi pemicu yang membuka paksa kenangan buruk itu.

'Pembawa sial !'

'Kau pembawa sial !'

'Dasar pembawa sial !'

'Pergi saja kau pembawa sial !'

Kata – kata itu terus berputar – putar di otaknya membuat ia pusing. Keringat dingin mulai mengucur dari pelipisnya. Disaat – saat begini, biasanya ia akan memakan pockynya untuk menenangkan diri tapi mengingat pockynya itu sudah hancur karna Luhan, Sehun hanya bisa meremas kepalanya yang nyeri.

"Hey Sehun kau kenapa ?" Jongin menatap Sehun khawatir, otaknya yang -sedikit- lemot mengingat – ingat perkataannya barusan, memeriksa kalau – kalau ia salah bicara dan Bingo ! Jongin membelalakan matanya ketika menemukan titik kesalahannya.

Dengan segera ia mengambil botol minumnya, membuka tutupnya lalu mengguyur muka Sehun dengan air dingin. Sehun terdiam, kenangan – kenangan pahit itu hilang begitu saja membuat ia lega, ia mengelap mukanya yang basah dan menatap Jongin yang masih menatapnya khawatir.

"Kau tidak apa – apa Sehun ?"

"Tidak apa – apa, apanya ? Kau menabrakku hingga sikuku lecet begini lalu kau mengguyur mukaku hingga basah, apanya yang tidak apa – apa ?" Jawab Sehun kesal.

Mendengar jawaban Sehun, emosi Jongin langsung naik kembali.

"Kan sudah kukatan dari jauh agar kau minggir ! Kaunya saja yang tuli"

"Enak saja menyalahkanku. Kau kan bisa berhenti berlari atau setidaknya menghindar dariku ! Halaman ini luas Jongin !"

"Aku tau. Tapi aku terlambat dan aku begitu semangat berlari ke kelas agar tidak terlambat dan aku tak punya waktu mengerem. Andai saja kau tidak di depanku, aku kan tidak akan menabrakmu dan terlambat seperti ini"

"Hhhhhh, ya ya terserahmu sajalah" Akhirnya Sehun memilih menghentikan perbincangannya dengan makhluk astral seperti Jongin dan berlalu darinya.

"Ya ! Tunggu aku !" Jongin mengejar Sehun dan merangkul pundaknya.

...

Setelah berunding/? Jongin dan Sehun akhirnya memutuskan untuk membolos jam pertama dan pergi ke uks untuk mengobati luka mereka, lebih tepatnya sih mengobati luka Sehun karna hanya pria itu yang terluka.

Sehun tengah duduk di kasur uks, tubuh toplessnya berhadapan langsung dengan Jongin yang berdiri di depannya, bekerja mengobati luka lecet serta memar di tubuh Sehun. Sehun meringis perih kala Jongin dengan tidak berperikemanusiaan menekan –nekan dengan keras luka serta memarnya. Ia sepertinya ogah – ogahan sekali padahal ia sendiri yang -katanya- ikhlas mengobati lukanya karna ia merasa bertanggung jawab, padahal Sehun sudah menolak berkali – kali tapi sahabatnya itu keras kepala.

"Aku kan cuma menabrakmu kenapa sampai memar – memar begini sih" Gerutu Jongin melihat kulit sahabatnya yang seharusnya putih itu kini biru – biru itu seperti smurf.

"Ouch ! Bisa tidak pelan – pelan ?! Kau ini menyebalkan sekali" Kesal Sehun karna Jongin lagi – lagi terlalu menekan lukanya. Jongin mendengus sebal, dengan sengaja ia menekan luka sehun dengan kencang.

"OUCH ! YA ! Itu sakit Jongin. Sini berikan kapasnya padaku ! Aku sendiri saja melakukannya !" Sehun mengulurkan tangannya hendak meraih kapas yang berada di tangan Jongin tapi Jongin mempertahankan kapasnya sehingga terjadi saling merebut.

Karna kehilangan keseimbangan, dua – duanya terjatuh dengan tidak elit di lantai dengan Sehun yang topless di atas tubuh Jongin, beruntung Sehun dapat menahan tubuhnya dengan tangannya sehingga tak menubruk tubuh Jongin di bawahnya.

"Dasar bodoh"

"Enak saja kau yang bodoh !"

Sepertinya keduanya akan mulai saling beradu mulut lagi sebelum...

CKELK

"Ups..Apa aku mengganggu ?"Seorang siswi berdiri di pintu ruang uks yang terbuka. Ia menutup mulutnya melihat posisi ambigu mereka dan mukanya memerah karna malu. Sudah dapat diketahui ia pasti memikirkan yang 'iya – iya'.

Karna kaget, Jongin dan Sehun hanya terdiam membuat siswi tadi bingung dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Eum sepertinya iya. Maaf mengganggu" Ujarnya canggung lalu menutup pintunya perlahan meninggalkan Jongin dan Sehun yang menatap pintu itu dengan aura awkward.

Keduanya baru bertatapan dan hendak membuka mulut sebelum pintu itu kembali terbuka –walaupun sedikit- dan siswi yang sama tengah menyembulkan kepalanya ke dalam menatap mereka.

"Eum eum Jongin..Ternyata kau gay ya ?"

BRAK !

Dan siswi itu segera menutup pintu dengan keras tanpa memberi jeda untuk Jongin menjawab dan membuat Jongin menganga lebar.

.

.

.

TBC

Chap ini absurb amat -.-a malah banyak HunKainya, mianhae -.-a Tapi tenang aja sampe tamatnya, HunKai itu cuma sahabat kok. Sahabat tapi mesra #plak #abaikan

Dan kenapa ada tulisan tebel 'hari pertama' ? Nah itu berhubungan sama ancaman Luhan yang 7 hari itu. Sebagain bocoran bakal ada 7 hari – hari penyiksaan untuk Sehun dari Luhan ._.v Anggap aja sebagai cara pedekate Luhan ke Sehun/?

Disini, Luhan bakal lebih agresif dari Sehun n mereka awalnya jelas musuhan. Kalo tiba - tiba cinta kan ga enak gtu ya ._.

Kayanya ff ini ga akan ada NC kan rate'y T, jadi mianhae/? ._.v

And terima kasih untuk review kalian yang berharga, gomapta. Kalo ada yang mo ditanya, tanya aja. Kritik saran saya terima :D Mudah – mudahan chap ini ga ngecewain

.

.

.

Akhir kata

.

.

.

So, Mind To Review ?