Tanpa mata itu pun ia tetap disegani, Shinobi terkuat di masa sekarang, Uzumaki Naruto yang sekarang menduduko jabatan Hokage keenam.
Chapter 22 update!
Naruto © Masashi Kishimoto
Genre –Yang sekiranya sesuai
Power of White © Yoshino Tada
Power of White ..
Chapter 22
Hokage Absolute!
Tetap dalam cuaca sama, salju tiada berhenti dari pagi hingga menjelang petang, dan ketika malam hari telah tiba, badai salju melanda sebagian wilayah-wilayah desa Samurai, termasuk ibu kota pemerintahannya, namun nuansa tenang tanpa keributan angin kencang masih terselimut di tempat rapat Kage, semua tertegun ketika Hokage muda itu akan berbicara… mendengar suara shinobi terkuat di antara mereka berlima.
Rinnengan itu masih menguasai situasi yang cukup rumit ini. ketika dihadapkan dalam situasi seperti ini, Naruto masih saja dalam kondisi tenang tanpa beban pikiran yang berlebih. Santai sekali… namun dengan pandangan yang tajam mencolok.
"Kage-dono, kalian telah mendengar sendiri kan? AKATSUKI hampir musnah ditelan bumi, ketika membicarakan shinobi seperti saya atau teman-teman dari Konoha, saya pikir kalian akan mengerti betapa kuatnya kami…. Kami melakukan itu untuk kedamaian dunia Shinobi tidak lebih.. akan tetapi kesalahan besar telah kami perbuat dan saya menyadari ketika melihat dokumen-dokumen lama, menjabarkan perang besar terjadi di masa lampau, dan saya mengerti akan penderitaan warga Konoha dan penduduk desa-desa lainnya, karena hal itulah saya ingin membinasakan penjahat-penjahat yang berkeliaran baik criminal kelas A sampai kelas SS sekalipun, termasuk anggota-anggota AKATSUKI…."
Kata-kata itu terputus ketika Mizukage ingin menanyakan sesuatu kepada Hokage. "Maaf menyela pembicaraan anda Hokage-dono, tapi atas latar belakang apa? Anda sampai ingin membunuh mereka semua dan repot-repot turun tangan langsung dalam menghadapi penjahat seperti AKATSUKI? Bukankah masih banyak Jonin maupun Chunin yang berkualitas di Konoha?" tanya Mizukage.
"Hmhh.." Naruto tersenyum ketika Mizukage menanyakan pertanyaan tersebut, mengungkit masa lalu kelamnya, menggugahnya untuk menceritakan penderitaannya, kehilangan sosok orang yang dicintainya itu sangat menyakitkan.
"Itu mengingatkanku pada masa lalu, Mizukage-dono…." Jawab Naruto tanpa memandang ke arahnya, matanya hanya tertuju pada caping bertulis tulisan kanji yang berarti 'Negara api' "hanya satu alasan yang membuatku bertahan sampai sekarang, menjadi Hokage keenam dan terobsesi dengan AKATSUKI."
"…." Sepi, sunyi, berbaur akan penasaran yang tinggi, wajah para petinggi desa telah berubah, ekspresi mereka berbeda dari yang sebelumnya. Mata mereka pun menunjukkan keingintahuan yang besar terhadap alasan Hokage-dono, jika ditanya tentang diskusi yang melebar ke arah cerita kehidupan Hokage maka itu ada kaitannya selama masih membicarakan perihal AKATSUKI.
"Saya melakukan semua itu karena kematian guruku, Jiraiya-sensei."
Naruto masih menyembunyikan perasaan jahatnya, ingin sekali ia meluapkan perasaan kegelapan itu pada orang yang telah membunuh Jiraiya-sensei untuk sekali lagi, namun sebagai gantinya ia akan membunuh seluruh anggota AKATSUKI tidak ada terkecuali, dan semua orang terkejut mendengar alasan itu, termasuk Gaara.
"Naruto? kau?"
"Siklus kehidupan masih berputar, tidak ada keraguan, tidak ada keputusan yang terbuang percuma, Gaara… perlu kau ketahui, aku bukan Uzumaki Naruto yang selalu ceria, bodoh, dan menggilai hal-hal yang tidak penting seperti dulu.. karena aku Hokage Absolute dari Konoha, memikirkan cara untuk menjaga keseimbangan dan ketentraman dunia Shinobi, pembalasan dendam juga termasuk di dalamnya, dan semua yang kuanggap benar dalam otakku, itu adalah mutlak."
Kazekage berambut merah semu coklat tersebut tidak menyangka ucapan itu, ia pikir ia sudah salah dengar, atau barangkali telinganya yang sakit, semua itu tidak masuk akal baginya, disaat ia ingin mengenal lebih jauh lagi tentang Uzumaki Naruto, sang Hokage keenam malah semakin berjalan jauh dan sulit untuk terkejar, begitu gelap sampai mata dingin Gaara tidak bisa melihat apapun… ketika ia melihat ke tempatnya sekarang untuk sekali lagi. ia masih saja menemukan mata itu, mata yang selalu membuat Naruto seolah-olah bukan dirinya lagi.
"Naruto? tidak mungkin…" Gaara masih tidak percaya akan kenyataan ini, dan Naruto berusaha menenangkan pikiran Gaara.
"Kita bisa bicarakan hal itu setelah rapat ini selesai Gaara," tambah Naruto mencoba memberikan kelegaan tersendiri bagi teman jauhnya itu.
'Tidak dapat dipercaya, benar-benar tidak bisa dipercaya, pemikirannya sangat kritis, diumur semuda ini dia tidak mau main-main dengan jabatannya sekarang, ia sangat mengetahui seluk-beluk menjadi seorang Hokage.' Pikir Tsuchikage sambil menatap mata Rinnengan Naruto yang masih dingin, kehangatan di ruangan itu masih tidak mampu membuat matanya bersinar untuk menghasilkan kehangatan tersendiri.
"Pembicaraan saya belum berakhir.. perkataan Mizukage mengenai anggota AKATSUKI yang belum terbunuh.. Karin, Suigetsu, Juugo dan Uchiha Sasuke, sehari yang lalu saya bertemu dengan mereka berempat dan melawan mereka sekaligus… Juugo dan Suigetsu telah tewas dalam pertarungan tersebut, sedangkan Karin dan Sasuke…."
Raikage memasang wajah penasaran dan bersiap-siap meledakkan emosinya jika sewaktu-waktu ia mendengar berita buruk dari Hokage, dan Hokage masih saja membuat semua orang di situ penasaran.
"Apa? Cepat katakanlah…" ujar Shee resah.
"Juga telah terbunuh dalam pertarungan tersebut…" lanjutnya.
"Apa ada bukti mayat mereka! apa benar kau telah membunuh mereka semua dalam hitungan jam yang telah berlalu? Dengan cepatnya kau ke sini, padahal aku yakin mereka lawan yang sulit untuk dikalahkan, seharusnya kau dalam kondisi yang kurang baik setelah pertarungan itu! jawab jujur Hokage!" teriak Raikage tanpa ambil pusing dengan sopan santun dan tata krama di hadapan para Kage lain, baginya ini adalah percakapan biasa, di tempat biasa juga.
Mereka berdua saling menatap, mata penuh emosi Raikage dengan mata dingin tanpa ekspresi Hokage, Naruto pun berdiri sejenak dan memperlihatkan bukti jika dia telah melawan Uchiha Sasuke beserta teman-temannya.. orang-orang di dalam ruangan itu terkejut ketika tangan Hokage telah buntung sebelah, pengawal Kage dari desa lainnya pun juga demikian.
"Ini adalah bukti betapa kuatnya mereka, melawan 4 orang sekaligus bukanlah pekerjaan yang mudah. Dan sebagai gantinya saya harus kehilangan tangan kiri saya." Raikage yang tadinya berdiri kembali terduduk, dan berusaha memendam emosinya yang memanas, ketika melihat tangan Hokage yang tinggal sebelah dengan matanya sendiri, mau tidak mau ia harus percaya kepada Hokage.
"Raikage-dono, tenang saja saya yakin Killer Bee tidak akan mati semudah itu."
"Kenapa kau bisa seyakin itu?" tanya Raikage.
"Karena dia dan aku tidak jauh berbeda…"
Kakashi yang masih berdiri di belakang Naruto pun berspekulasi, ia pikir inilah alasan Naruto merelakan satu tangannya saat melawan Sasuke, ia menilai bahwa Raikage hanya percaya pada bukti-bukti yang dilihatnya secara langsung, tentu saja meyakinkan.
'Apa kau telah merencanakan semua ini, Naruto?' batin Kakashi yang berdiri siap di belakang Naruto, menjaga Naruto jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"Hokage-dono, bisa anda jelaskan kronologis anda membantai anggota AKATSUKI? Jika anda membicarakan tentang kekuatan anggota mereka dan merundingkannya bersama-sama mungkin saja, kita bisa mencari cara untuk membunuh anggota AKATSUKI yang masih tersisa." Ujar Mifune yang membangkitkan semangat para Kage, karena inilah sesuatu yang telah ditunggu oleh semuanya, membunuh anggota AKATSUKI yang terakhir dan menemukan kedamaian sejati. Naruto tertarik akan usulan itu, dan mencoba untuk memperjelasnya secara rinci, karena ini demi kepentingan bersama-sama.
"Usulan bagus, Mifune-san… baiklah saya akan menjelaskannya… pertama-tama saya melawan Kakuzu dan Hidan, mereka lawan yang cukup tangguh, Kakuzu dengan kekuatan hampir sepadan dengan Hokage kedua dan Hidan yang tidak bisa mati ketika dipotong-potong tubuhnya.. tapi itu bukan masalah besar untuk saya."
"Kakuzu dan Hidan telah berhasil membunuh dan menculik Yugito, salah satu aset berharga Kumogakure, kenapa kau bisa mengalahkan mereka dengan mudahnya?"
"Anda tau kan Raikage… karena dari para Kage di sini saya lah yang paling kuat."
Ruangan itu bak kuburan di malam hari ketika kata-kata Naruto menghenyakkan semua orang yang berada di dalamnya, tapi jika ditanya sejujurnya, mereka juga mengerti bahwa dialah sosok terkuat sekarang, namun masih ada yang tidak terima akan kata-kata yang dinilai berlebihan dan sombong, terutama Tsuchikage dan Raikage.. dua kakek itu masih saja keras kepala, mereka mengutamakan pengalaman dan mengedepankan cara termudah. Dan semua mata tertuju pada diri Naruto seorang, tidak ada keraguan di dalam tubuhnya, seolah-olah mereka percaya dengan sendirinya bahwa harapan itu telah dijunjung sendiri oleh Naruto.
Pada akhirnya tidak ada yang berani menjawab kata-kata provokatif tersebut, kemudian sang Hokage melanjutkannya kembali. "Lalu saya membunuh Nagato alias Pain… dan mengambil mata Rinnengannya, kalian bisa melihat sendiri sekarang, mata agung dan memiliki kekuatan yang tak terhingga tentu saja tergantung pada orang yang menggunakannya."
"Dan terakhir saya membunuh Suigetsu, Juugo, Karin dan Sasuke.. dan seluruh kekuatan mereka bisa kalian baca di sini…" Naruto pun mengeluarkan sebuah gulungan, gulungan itu ia bentangkan dan menjadi beberapa kertas penting yang berisikan mengenai data-data AKATSUKI yang telah ia kumpulkan selama ini, "Mengenai keefisian pencarian data itu, kalian tak perlu ragu lagi… karena saya yang mengumpulkan informasi itu sendiri, secara detail dan rinci.." kertas itu berkeliling ke meja para petinggi dan sudah dipegang oleh tangan Kage masing-masing.
"Ini?" tangan Tsuchikage bergetar seakan tidak percaya, informasi itu sangat detail, bahkan anggota AKATSUKI dari Iwagakure pun juga dicari informasinya sampai ke akar-akarnya. 'Detail sekali, profil Deidara juga ada di sini, nama orang tua, tempat tanggal lahir, jutsu, beserta urutan akademisnya… ini- sulit dipercaya bagaimana dia bisa-?' kakek tua berjenggot itu masih membaca tulisan tangan Naruto, semua anggota AKATSUKI yang telah tewas sudah tercatat rapi di kertas tersebut yang berjumlah beberapa lembar.
Gaara pun juga tak menduga sebelumnya, dokumen penting yang telah dipegangnya adalah rahasia besar anggota AKATSUKI dan hanya merekalah, para pemimpin desa perwakilan dari setiap Negara diberikan kewenangan dan kekuasaan untuk membaca dan memilikinya.
'Naruto? kau melakukannya sampai sejauh ini?' batin Gaara sambil melihat ekspresi Naruto yang dingin seperti biasa, mata Rinnengannya melihat sesuatu yang tidak ada di sana.
'Ini? profil Hoshigaki Kisame? Tidak mungkin, ini informasi yang sangat detail, bahkan ada yang belum aku ketahui tentangnya…' wajah cantik Mizukage sudah bercucuran keringat gelisah, panik akan perihal yang mengejutkan ini.
"Hokage-dono? Bagaimana anda bisa mengumpulkan informasi ini?" tanya Mifune-san penasaran, dirinya juga terkaget ketika mengetahui isi dokumen tersebut.
"Apa jangan-jangan-"
"Jangan terlalu menaruh curiga terhadap saya Raikage, saya mengumpulkan informasi ini dari berbagai pihak bersangkutan yang bersedia ditanyai, arsip-arsip sejarah yang masih terjaga di perpustakaan desa Konoha dan desa kalian juga tak luput dari pencarianku, dan rahasia-rahasia lainnya saya pecahkan sendiri…. dan kalian bisa ambil dokumen itu secara gratis… hitung saja sebagai hadiah karena telah 10 hari saya menjadi Hokage keenam."
"Menarik"
'Dia Hokage yang cerdik, dia telah mempersiapkan semua ini dengan baik untuk rapat Kage pada kesempatan kali ini,' batin Mifune terpukau atas integelitas tinggi yang dimiliki Naruto.
"Pembicaraan saya lanjutkan… jika kalian telah membaca semua itu dengan seksama dan mengetahui seluk beluk anggota AKATSUKI yang telah kita ketahui sebelumnya maka akan semakin mudah untuk dapat kita temukan anggota AKATSUKI yang masih tersisa, diantaranya saya mempunyai nama-nama yang memiliki keterdekatan dengan pihak AKATSUKI…"
"Siapa saja itu, Hokage-dono?" tanya Mizukage.
'Dia sudah mencurigai orang-orang yang dinilainya adalah salah satu anggota AKATSUKI…?' batin Raikage A yang masih mengamati pembicaraan Naruto dan melihatnya dengan sorot penasaran.
"Yang pertama adalah Shinobi mata-mata yang berwarna hitam dan putih keduanya menampakan diri ketika saya melawan salah satu musuh Konoha, saya menyadari keberadaan mereka dan nampaknya mereka telah mengawasi pertarungan itu sejak awal. Dan yang kedua adalah sosok misterius yang memakai topeng spiral, dari data yang saya kumpulkan dia adalah pendamping dari Deidara, namun menurut spekulasi yang beredar, dia menampakkan diri ketika bertemu salah satu team Konoha… dan yang terakhir, ini hanya pemikiranku saja, sebelebihnya saya tidak tahu, karena mungkin ini terlalu mustahil… anggota AKATSUKI yang masih tersisa terakhir ialah Uchiha Madara… " dan seketika itu semua orang terkejut.
"Tidak mungkin, bukankah Madara telah tewas dalam pertarungan melawan Hokage pertama?"
"Kau benar… itu terlalu mustahil." Jawab Naruto yang sepertinya masih tidak yakin terhadap pemikirannya sendiri, ia tahu persis kematian Madara, tempatnya, dan jejak pertarungan hebat yang telah melibatkan antara dua orang terkuat tersebut, namun dirinya masih tidak yakin jika Uchiha Madara masih hidup.
"Tapi seperti apa mata-mata AKATSUKI itu?" tanya Tsuchikage.
"Mereka tertutup oleh bongkahan berupa tanaman hijau yang menutupi chakra mereka.."
"Jika seperti itu, kita bisa menyuruh Chunin dan Jonin desa kita untuk tetap siaga di desa, dan jika melihat ciri-ciri orang tersebut, maka akan mudah untuk menemukan mereka." ucap Gaara.
"Tapi mereka anggota AKATSUKI… tidak mungkin Chunin dan Jonin biasa dapat mengalahkan mereka." sanggah Tsuchikage cemas akan kekuatan anggota AKATSUKI yang masih tersisa.
"Kita harus yakin…" jawab Gaara sigap. Dan semuanya terdiam, memikirkan cara yang paling mudah dan solusi yang terbaik guna membuat jalan pintas untuk mempercepat perdamaian dunia Shinobi.
Naruto yang dari tadi berbicara, mulai diam kembali, secangkir kopi yang sengaja dibuat oleh pelayan desa Samurai telah diminum Naruto, meredakan rasa hausnya. "Semuanya sudah saya pikirkan matang-matang semoga info itu berguna untuk kalian semua, di sini tidak ada yang namanya musuh, tidak ada yang namanya perang, tidak ada yang namanya perbedaan, yang ada hanyalah ikatan Shinobi, kita bergerak untuk maju, kita bergerak untuk mencapai perdamaian, jika kita saling berselisih satu sama lain, sangat diragukan kita bisa menggapai kata damai."
Kata-kata itu membangkitkan semangat para Kage maupun pengawalnya, mereka tidak menyangka di usia semuda itu, Naruto Uzumaki, Hokage keenam Konoha berhasil menggiring 5 Negara besar untuk menuju perdamaian. Dan di situlah duduk seorang Hokage yang semakin disegani.
'Siall! Aku termakan kata-katanya…' batin Raikage resah.
Di samping itu, dua anggota AKATSUKI yang tersisa sudah berdiri di sebuah perbukitan yang dipenuhi oleh salju yang tebal terutama di bagian daratannya, putihnya salju mulai menghujani mereka berdua, rambut hitam dan hijau itu terselimut bola salju sedikit demi sedikit.
"Apakah ini waktunya untuk bergerak?" ucap pria bertopeng, sambil terduduk dan mengawasi suasana sekitar.
"Yah, mau bagaimana lagi, inilah cara terakhir kita untuk merebut mata Rinnengan itu kembali.." jawab Zetsu hitam dengan suara serak dan berat.
"Gedou Mazou hanya bisa dikendalikan dengan mata Rinnengan, kemungkinan rencana kita berhasil hanyalah 50 %, tidak-tidak, mungkin 30% si Naruto sialan itu, telah berhasil menguasai Rinnengan sepenuhnya, dan aku yakin dia sudah menyadari tentang kekuatan mata yang melegenda itu.." ujar Obito yang kelihatan gusar, kegelisahan masih menghantuinya.. karena dia tahu, sangat sulit untuk merebut mata Rinnengan kembali, tapi jika belum dicoba, tidak akan ada yang tau hasilnya.
"Kita akan menerobos lewat pintu depan atau langsung dari atap menuju ke tempat pertemuan penting itu?" tanya Zetsu putih kebingungan.
"Tentu saja kita akan lewat jalan tercepat? Benarkan Obito?"
"Benar, karena aku memiliki jutsu teleportasi.."
Dan mereka menghilang ditelan salju yang semakin lama semakin lebat. Pusaran transparan terbentuk dan Zetsu tenggelam di perbukitan yang dipenuhi salju tersebut,….. kembali ke tempat rapat… suasana masih sama keseriusan masih menyelimuti wajah-wajah itu, para pengawal Kage juga masih memperhatikan rapat dengan sungguh-sungguh. Dan mereka setuju dengan usulan Naruto. tentang bagaimana melindungi desa? bagaimana menjalin hubungan dan menemukan kedamaian sejati.. dan akhirnya rapat itu membuahkan hasil, yaitu ikatan Shinobi antara 5 negara besar.
"Baiklah setibanya di Kirigakure, saya akan memerintah shinobi dari Genin sampai Jonin untuk menjaga nama baik Kirigakure di dunia Shinobi, dengan menjunjung perdamaian kepada Iwagakure, Konohagakure, Sunagakure, Kumogakure, beserta desa-desa lainnya.."
"Saya juga akan melakukan hal yang sama, Mizukage… Terima kasih Naruto, kau telah membawa kami ke jalan yang lebih baik daripada sebelumnya perpecahan yang terjadi sebelumnya, hanya aku anggap angin yang berlalu… semua ini karenamu Naruto." kata Gaara sambil melihat mata Rinnengan Naruto yang menatap mata dinginnya.
Seketika itu juga, Tsuchikage dan Mifune-san tersenyum sambil melihat satu sama lain, dan Raikage masih berguming sendiri, menentukan apakah dia ikut atau tidak? melihat adiknya yang masih tidak diketahui keberadaannya, namun jika dipikir-pikir kembali, ini demi dunia Shinobi, bukan untuk adiknya seorang. "Jika semuanya bilang begitu, aku pikir kita bisa melakukannya dengan baik, memberantas anggota AKATSUKI yang tersisa dan bersatu padu demi kedamaian dunia Shinobi.." ujar Raikage yang membuat Darui lega, betapa tidak dari tadi ia harap-harap cemas atas keputusan Raikage, jujur saja ini bukan untuk kepentingan pribadi tapi untuk kepentingan bersama.
Lampu kembali dinyalakan, dan akhirnya rapat itu pun telah usai namun ketika semuanya terlihat jumawah, dua orang berjubah AKATSUKI datang dari tempat yang tidak terduga, Obito dari langit-langit sedangkan Zetsu dari bawah tanah.
"Tidak mungkin- AKATSUKI?" ujar Mizukage terkejut.
Raikage pun nampak emosi ketika melihat jubah hitam dengan motif awan merah itu, ia pun langsung melesat kencang memukul Zetsu yang baru saja tiba dan memperlihatkan wujudnya. Dash! Duarrr! Zetsu pun terhempas jauh dan hampir mengenai wajah Hokage, namun hanya kibasan angin yang dapat dirasakan Naruto, rambutnya bergerak-gerak setelah Zetsu itu menghantam tembok. Tembok itu semakin hancur dan Zetsu terlempar sampai keluar ruangan.
"Reflect yang sangat cepat. Raikage kau kuat." Puji Naruto yang sebenarnya tidak terima karena tubuh Zetsu tersebut hampir mengenai kepalanya.
Mifune yang melihat kedua anggota AKATSUKI itu langsung menyadari sesuatu yang terbukti kebenarannya. "Hokage-dono benar, makhluk berwarna hitam dan putih dan orang yang memakai topeng spiral." Ujar Mifune tak percaya. Gaara pun sudah siap siaga, "Ini kesempatan emas untuk mengalahkan mereka berdua di sini." ucapnya sambil menyerang Obito dengan pasir-pasirnya.
Pasir itu membentuk sebuah pedang yang berjumlah banyak, pasir itu mengeras dengan sendirinya layaknya pisau belati yang tajam. Gaara mencoba menggores dan menghunuskan pasir tajam itu ke tubuh Obito, namun semua senjata pasirnya menembus tubuhnya.
"Tidak mungkin, jadi ini kekuatannya." Dan disaat Obito mendarat di tingkat kedua, seorang berambut putih terlihat berlari sambil membawa Raikiri.
"Kakashi kah?" serangan Raikiri pun tidak mempan, tangan Kakashi menembus tubuhnya, namun disaat bersamaan Neji telah bersiap di belakang Kakashi. "Hakke Kusho!" teriak Neji sambil memberikan telapak tangan mautnya ke dada Obito tapi lagi-lagi, Obito berhasil mengelak dengan membuat tubuhnya tembus terhadap segala macam serangan. Ia pun kabur melewati lantai.
"Ke mana dia?" ucap Neji waspada.
"Tetap waspada, Neji."
Semua orang terlihat mewaspadai sekitarnya, dan bekas dari hancurnya tembok itu mulai menghilang berupa debu yang menghalangi pandangan Kage untuk melihat Zetsu yang telah terkena pukulan keras Raikage, dan disaat itulah sebuah lendir hitam merangkak di meja Hokage, Naruto pun menatap muka meja tersebut dan di sana terlihat Zetsu hitam dengan senyuman mengerikannya.
"Berikan mata itu kepadaku, jika tidak aku akan!" lendir hitam itu meloncat dan berusaha mengambil alih tubuh Naruto.
"Hokage-dono!"
"Naruto!"
Mifune berusaha menyelamatkan Naruto, ia mengeluarkan sebilah pedang dari sarung pedangnya, ia berusaha menyingkirkan lendir hitam itu dari wajah Naruto, lendir hitam itu perlahan-lahan menutupi wajah Naruto beserta rambut putihnya.
"Heh? Kau kira, aku akan kalah dengan mudah! Menyingkirlah Mifune-san, dan semuanya. Tch Shinra Tensei!" Blurrr! Grtttkk Grtakkk! Duarrr! Hempasan angin bersamaan dengan daya tekanan gravitasi kuat dikeluarkan Naruto, bersamaan dengan itu peralatan-peralatan pertemuan Kage hancur semua, temboknya juga hancur berndera lambang Negara masing-masing desa pun lenyap.
"Kekuatan macam apa ini?"
Mizukage berlindung menggunakan lava api yang dibekukan, Raikage berlindung dengan tubuh kuatnya namun hempasan itu berusaha menggeser kakinya yang kokoh berpijak pada lantai, Gaara berlindung dengan pasirnya, Tsuchikage berlindung dengan elemen partikel miliknya, dan para pengawal pun memilih inisiatif sendiri-sendiri.
"Kuat sekali, tekanan ini…!"
"Bagaimana dia bisa-"
"Yahhh!" Shee pun tidak kuat menahan tekanan tersebut sehingga ia terpental dan terhempas ke dinding ruangan. "Rasanya sesak sekali, aku tidak bisa bernafas."
"Shee!" teriak Darui cemas, ia berlindung dengan perlatan seadanya. sedangkan Kurotsuchi menggunakan jutsu perisai batu, "Raih tanganku…" teriak Kurotsuchi yang telah membuat tangan berbahan batu yang berusaha meraih tangan Shee. Dan Shee pun akhirnya terselamatkan.
"Sial! Jutsu ini sangat berbahaya!" seru Kurotsuchi kesal. "T-terima kasih." Ucap Shee sambil tiarap mensejajarkan tubuhnya dengan Kurotsuchi. "Haha, jangan dipikirkan.."
"Kenapa kau malah tertawa, dasar aneh!"
"Kau yang aneh meminta pertolongan pada wanita."
"Aku tidak meminta tolong!"
Setelah sekian lama Shinra Tense diaktifkan akhirnya Zetsu hitam berhasil lepas dari wajah Naruto, lendir hitam itu pun terhempas dan menempel di dinding dan disaat itulah Naruto menghentikan jutsunya ia bergerak menuju lendir hitam tersebut, secepat mungkin. Sebuah kapsul khusus yang cukup lebar telah dipersiapkan Naruto, dan dengan tangkas ia memasukkan lendir hitam itu ke kapsul khususnya.
"Akhirnya tertangkap, kau tidak akan bisa kabur dari segel kecil yang kubuat khusus untukmu ini." ucap Naruto sambil melihat senyuman liciknya, "Awas kau, Uzumaki Naruto." Raikage dan beberapa orang pun mendekati Hokage, nampak wajah geram namun puas dari mimik mereka.
"Tadi itu benar-benar jutsu berbahaya, kau bodoh!" ejek Kurotsuchi yang mengundang reaksi Tsuchikage, dan orang lain yang mendengarkannya. "Apa kau bilang! Kau mencaci Hokage seperti itu, menunduk dan minta maaflah!"
"Gomenasai! Sial aku keceplosan.."
"Tidak apa-apa, yang terpenting satu anggota AKATSUKI telah tertangkap tinggal satu lagi." tiba-tiba saja Obito muncul dari belakang Naruto, ia mengeluarkan batangan hitam dan berusaha menusukkannya ke tubuh Naruto. namun orang-orang di situ tidak diam saja, Chojuro pun menghunuskan pedangnya ke tubuh Obito dari atas, sehingga tubuh Obito tertembus dan batang hitam yang dia pegang terjatuh ke tanah.
Obito masih berdiri di belakang Naruto, Raikage pun mencoba mengeluarkan kemampuan terbaiknya, dengan diselimuti halilintar di seluruh tubuhnya, ia bergerak cepat dengan tujuan untuk menghancurkan tubuh Obito. "Menunduk Hokage!" teriak Raikage, Hokage pun menghindar cepat, layaknya kombinasi yang terjadi tanpa direncanakan sebelumnya. Raikage pun juga tertembus dan pukulannya menabrak tembok yang ada di depannya.
Duarrr!
"Terlalu mudah"
Serangan tidak berhenti di situ saja, Darui dan Shee memiliki pemikiran lain, Tsuchikage pun juga merencanakan sesuatu. "Elemen partikel!" Tsuchikage mengeluarkan jutsu andalannya, sebuah persegi transparan yang langsung menyelubungi Obito. "Apa ini?" Obito tidak menyangka bahwa tubuhnya telah berada di dalam kotak partikel tersebut.
"Baiklah aku akan menghilangkanmu! Yahh!" bersamaan dengan itu Obito menghilang dengan sekejap mata. "Kau berhasil kek!"
"Dia memang tua, tapi masih bisa diandalkan!" seru kedua pengawalnya.
"Hahaha. Ternyata aku masih berguna untuk dunia Shinobi."
"Tidak, anda salah saya masih bisa merasakan kehadirannya." Ujar Kakashi yang membuat ketiga orang itu terdiam, dan secara tak terduga Obito telah berdiri di lantai kedua lagi.
"Jutsu yang merepotkan." Pikir Naruto yang sedari tadi masih terdiam di satu posisi sambil membiarkan shinobi lain beraksi, ia pun memasukkan kapsul itu ke kantung ninja dan bersiap menyerang. "Melawan 10 orang lebih dengan kemampuan khusus? Sepertinya aku akan mati di sini? tapi aku tidak akan menyerah semudah itu, dan Naruto berhasil mengalahkan Zetsu hitam secepat itu, tidak mungkin kenapa pemikirannya sangat berbeda dari sebelumnya…. Apakah ada sesuatu di dalam tubuhnya selain monster berekor 9?"
Naruto yang membaca pikiran Obito pun tiba-tiba kehilangan kesadaran, seketika itu Rinnengan berwarna merah telah aktif dengan sendirinya.. "Menarik, aku akan menggantikanmu untuk sementara, Naruto." ucap White yang telah mengetahui segalanya mengenai rencana Obito..
To be continue
Chapter 22 END
Thanks udah membaca chapter 22. jangan lupa reviewnya ya !
See you next week
Sabtu 9 Mei 2015.. pukul 14:05
