Tittle : Pocky Boy
Cast : HunHan and other
Author : Xandeer
Rate : T
Disclaimer : I own this story, I own this plot, sisanya pinjem/?
.
.
.
.
.
.
.
If you just plagiator, Just Leave As Soon As Posible
.
.
.
.
.
.
.
.
.
…
Sebelumnya...
Keduanya baru bertatapan dan hendak membuka mulut sebelum pintu itu kembali terbuka –walaupun sedikit- dan siswi yang sama tengah menyembulkan kepalanya ke dalam menatap mereka.
"Eum eum Jongin..Ternyata kau gay ya ?"
BRAK !
Dan siswi itu segera menutup pintu dengan keras tanpa memberi jeda untuk Jongin menjawab dan membuat Jongin menganga lebar.
-POCKY BOY 2-
"Andwaeeee..Noona...Kau salah paham...Aku tidak ada apa – apa dengan manusia albino ini...Nooonnaaa" Raung Jongin. Posisinya sedang berhadapan dengan pintu yang tertutup, ia menggunakan kedua kaki dan satu tangannya sebagai tumpuan, sedangkan tangannya yang satu lagi terulur ke pintu. Sedaritadi ia terus meraung entah pada siapa karna noona yang tadi melihat mereka dengan posisi ambigu itu telah pergi entah kemana.
Sehun menatap sahabatnya itu dengan jengah. Ia mengambil kapas dan mengobati luka – lukanya sendiri lalu memakai kemeja sekolahnya. Ia menatap sahabatnya itu lagi dan Jongin tetap bergeming, ia bahkan sedang meremas – remas dadanya membuat Sehun ingin muntah melihat kelakuan sahabatnya yang kelewat ooc itu.
"Kau terlalu mendramatisir Jongin" Ujar Sehun. Mengambil tasnya dan menyampirkannya di bahu tegapnya.
"Ini semua karnamu Oh Sehun. Dia jadi mengira aku gay huwaaaa !" Sehun memutar bola matanya mendengar penuturan Jongin.
Jongin berdiri membelakangi pintu, melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap Sehun dengan pandangan intimidasi. Yang ditatap hanya menaikan satu alis matanya.
"Wae ?"
"Memarmu itu...Sebenarnya kau ini habis apa ?"
"Entahlah"
"Aku serius Sehun, siapa yang membuatmu memar – memar seperti itu ?"
"Seseorang"
"Siapa ?"
"Tidak tahu"
"Kau membuat masalah ya ?
"Sepertinya"
"Aish..Dasar bodoh ! Bukankah kau sudah berjanji padanya untuk-"
"Jangan mulai membahas itu Jongin. Sudah sana, aku ingin pergi" Potong serta usir Sehun, mendorong tubuh Jongin dari depan pintu dan pergi keluar.
"Ya ! Kau mau kemana ?" Tanya Jongin, mengambil tasnya dengan cepat lalu mengejar Sehun yang sudah jalan duluan.
"Membeli pocky" Jawab Sehun setelah Jongin sudah berdiri di sebelahnya.
"Bukankah kau selalu membawa banyak persediaan pocky di tasmu ? Masa sudah habis" Tanya Jongin penasaran.
"Sudah hancur"
"Maksudmu ?"
"Semua pockyku hancur" Jawab Sehun lesu. Jongin mengerutkan alisnya bingung.
"Jangan – jangan Luhan dan EXO gank itu yang membuatmu begini ya ?" Tanya Jongin lagi. Sehun tidak menjawab, ia hanya terus berjalan. Tanpa perlu dijelaskan pun, Jongin sudah mengerti kalau ini memang perbuatan anak – anak EXO dari sikap Sehun yang enggan untuk membahas perihal itu.
.
.
.
Hari Kedua...
Sehun dan Jongin baru saja kembali ke kelas mereka setelah pelajaran olahraga selesai. Karna haus, Sehun mengambil botol mineral yang selalu ia bawa. Ia membuka tutup botolnya dan ingin meminumnya namun ia mengurungkan niatnya setelah menatap air dalam botol itu dengan tatapan aneh.
"Hey Sehun. Aku minta airmu ya" Ujar Jongin langsung merampas botol mineral itu dari tangan Sehun.
"Lebih baik jangan diminum" Sehun memperingatkan sambil menatap Jongin.
"Wae ?"
"Entahlah. Warnanya aneh"
"Aish..Bilang saja kau pelit" Jongin tidak menghiraukan Sehun dan langsung meminum air dalam botol itu.
Bushhhh !
Jongin menyemburkan air di dalam mulutnya itu lalu menjulur – julurkan lidahnya.
"Hueekkk...Asin !" Ujar Jongin, mengelap – elap lidahnya.
"Kan sudah kubilang jangan diminum" Ujar Sehun.
"Siapa sih yang usil padamu begini !" Keluh Jongin dan Sehun hanya menggidikan bahunya dan berlalu ke kantin untuk membeli minum baru sejak minumannya sudah diganti dengan air garam entah oleh siapa.
.
.
.
Hari Ketiga...
Sehun baru saja masuk ke kelasnya dan semua mata langsung tertuju padanya. Sehun merasa aneh tapi ia tak peduli dan mengabaikan tatapan mereka. Ia berjalan santai ke bangkunya dan ia harus menghela napas panjang melihat mejanya sangat kotor seperti tong sampah. Lacinya penuh dengan bungkus – bungkus snack, sedangkan isi snack itu berceceran di meja dan bangkunya, meja dan bangkunya juga sengaja ditumpahi air. Di antara tumpukan sampah itu terdapat sebuah kertas bertuliskan 'Hi Pocky Boy. EXO Gank' disertai gambar tangan dengan jari tengah teracung.
Ia mendengus sebal "lagi – lagi mereka" batin Sehun lalu ia keluar, meminta seorang OB untuk membersihkan mejanya selagi ia mengemut pockynya dan menghilangkan emosinya.
.
.
.
Hari Keempat...
Sehun sedang mencuci tangannya di kamar mandi, ia baru saja buang air kecil. Menatap dirinya di cermin sebentar sebelum memegang knop pintu hendak keluar namun segerombolan anak yang menamai mereka EXO gank masuk dan langsung mengelilinya, orang – orang yang tidak mau ikut campur hanya pura – pura tidak lihat dan langsung keluar dari sana secepat mungkin.
Luhan sang ketua menatap Sehun dengan seringaiannya sedangkan Sehun tetap mempertahankan muka datarnya. Luhan mendorong Sehun masuk ke dalam bilik toilet membuat Sehun menatapnya heran. Luhan mendorong Sehun untuk duduk di kloset duduk dan dengan cepat ia mengeluarkan sebuah borgol dan memborgol tangan Sehun pada tempat tisu. Sehun menatap borgol itu lalu menatap Luhan.
"Tidak bisakah kalian tidak menggangguku ?" Tanya Sehun dan Luhan menepuk – nepuk pipi Sehun sebelum keluar dan menutup bilik toilet tempat Sehun berada. Dari dalam, Sehun dapat mendengar bunyi kunci gemerincing dan bunyi pintu yang terkunci.
Sehun cukup tau kalau ia telah terkunci di dalam toilet, berteriak pun percuma karna toilet ini kedap suara, orang – orang tidak bisa masuk karna pintu toilet telah terkunci, ia tidak bisa keluar karena tangannya terborgol dan kesalnya lagi handphonenya ia taruh di tasnya. Sehun memejamkan matanya, mencoba untuk bersabar dari segala pembully'an yang ia terima. Rasanya ia ingin membalas tapi kemudian ia teringat janjinya pada dia, seseorang yang paling istimewa dalam hidupnya.
"Mungkin ini karma" Ujarnya lalu duduk diam dengan sabar sampai Jongin atau siapapun mengeluarkannya dari sana.
.
.
.
Jongin sedang berada di kelas, sesekali matanya melirik ke arah bangku tempat Sehun seharusnya duduk, sudah lama sejak Sehun meminta ijin ke toilet dan ia belum balik juga.
"Tidak biasanya ia membolos. Jangan – jangan ada sesuatu yang terjadi padanya" Batin Jongin.
"Kim Jongin" Sebuah suara menginterupsi kegiatannya yang sedang mengkhawatirkan sahabat albinonya itu.
"Ne-Ne Soengsanim" Jawab Jongin gagap karna kedapatan tidak fokus pada pelajaran sang guru.
"Apa kau memperhatikan pelajaranku ?" Tanyanya.
"I-iya tentu saja seongsanim" Bohong Jongin.
"Kalau begitu maju kedepan dan jawab soal ini" Jongin rasanya ingin menghilang dari situ sekarang juga karna ia sama sekali tak mengerti tentang soal yang ia berikan, apalagi daritadi ia tidak bisa fokus karna Sehun menghilang.
"Kenapa ? Kau tidak bisa mengerjakannya ?" Tanya sang guru pada Jongin yang hanya menatap bingung soal yang ada di papan tulis. Jongin tidak menjawab, ia hanya senyum – senyum tidak jelas dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Silahkan berdiri di sana sampai pelajaranku selesai" Perintah sang guru dan menunjuk tempat dekat pintu membuat kekehan teman sekelasnya terdengar.
"Shit ! Ini semua gara – gara kau Sehun" Umpat Jongin pelan.
.
.
.
Jongin terus menggerutu sepanjang koridor sekolah sampai kantin. Ia memakan semua pocky Sehun sebagai pembalasan dendam karena anak itu telah membuatnya dipermalukan di depan kelas tadi. Lelah mengeluh tentang sahabatnya yang belum juga menunjukan batang hidungnya, ia duduk di salah satu bangku di kantin dan meminum es jeruk yang telah dipesannya beberapa menit lalu.
"Hoobaenim" Sebuah suara menginterupsi kegiatan Jongin. Seorang namja asing tengah duduk di depannya.
"Ne sunbae ?"
"Kau temannya si Sehun itu kan ?" Tanyanya. Jongin menganggukan kepalanya.
"Aku rasa Luhan dan ganknya menguncinya di toilet lantai 2" Jelas sunbaenya itu membuat Jongin memijat pelipisnya pusing. Apa sih maunya si Luhan Luhan itu dengan sahabatnya, pikir Jongin.
"Aku akan menolongnya sekarang. Terima kasih sunbae" Ujar Jongin lalu membungkukan badannnya 90⁰ dan pergi menuju toilet lantai 2. Membuka pintu toilet setelah terlebih dulu meminta kuncinya pada seorang OB sekolah.
"Ya ! Sehun" Panggil Jongin setelah berhasil masuk ke dalam toilet.
"Jongin. Bilik nomer 2" Ujar Sehun dan Jongin langsung membuka bilik nomer 2 dan terlihatlah Sehun yang sedang duduk di kloset duduk dengan tangan terborgolnya.
"Aish jinjja. Kau ini diapakan lagi oleh mereka ?" Gerutu Jongin sambil membuka borgol Sehun –ia menemukan sebuah kunci di wastafel-.
"Entahlah" Jawab Sehun, menggidikan bahunya dan mengelus pergelangan tangannya yang memerah.
"Kau tak berniat membalas ?"
"Kurasa tidak atau mungkin juga belum"
"Karna janjimu itu ?"
"Ya. Sudahlah lupakan. Kajja, aku lapar"
.
.
.
Hari Kelima...
Sehun sedang berjalan santai di koridor, sebuah headset terpasang manis pada telinganya dan pocky rasa coklat ada dimulutnya. Ia ingin menjelajahi sekolah barunya ini selagi niat, namun sebuah tangan dengan cepat mengambil headset miliknya dan membawanya kabur disertai tawa mengejek.
Sehun menghela napas, ia tau betul pasti ini ulah Luhan the gank, ia semakin benci saja dengan mereka. Dengan agak tidak niat, ia berjalan mengikuti pemuda yang telah mengambil headsetnya itu.
Pemuda itu tengah bersandar di tembok dan menatapnya dengan evil smirknya.
"Dimana headsetku ?" Tanya Sehun dengan nada sesopan mungkin.
"Sudah tidak ada padaku" Jawab pemuda itu acuh.
"Dimana ?" Tanya Sehun lagi.
"Cari saja sendiri di toilet wanita" Ujarnya lalu terkekeh.
Sehun mendengus kesal. Ia segera pergi dari sana menuju toilet wanita terdekat. Memasang wajah temboknya setiap ia mengintip ke dalam toilet wanita dan bertanya pada siapapun di dalam untuk mencari headset miliknya, benar – benar menyebalkan.
.
.
.
Hari Keenam...
Seperti biasanya, Sehun sedang memakan pockynya. Berjalan santai ke kantin sendirian karna Jongin sedang ada urusan di kamar mandi. Sehun berhenti berjalan ketika melihat klompotan EXO mendekatinya. Sehun menghela napas, ia memutar tubuhnya dan berjalan menjauh dari mereka tapi atas perintah Luhan, kedua yang paling tinggi diantara mereka langsung mencengkram bahu Sehun dan mendorong Sehun ke hadapan Luhan yang tengah menyeringai.
"Apa lagi ?" Ujar Sehun datar. Luhan tak menjawab, ia mengambil handphone Sehun dari kantongnya, memberikannya pada anak buahnya yang bermata panda. Ia membuka botol mineral yang sedari tadi digenggamnya dan..
BYURR...Dengan sangat sengaja Luhan menumpahkan air di dalam botol itu ke atas kepala Sehun hingga tubuh anak itu basah. Sehun hanya diam, tidak melawan dan hanya pasrah, bersabar sampai komplotan gank ini bosan dengannya lalu ia bisa menjalani sekolahnya tanpa gangguan seperti biasa.
"Habisi dia" Ujar Luhan setelah air dalam botolnya habis. Tak tanggung – tanggung, semua anggota EXO ikut – ikutan menyiram Sehun dengan air dari botol mereka masing – masing dan dapat dipastikan Sehun kini tengah basah kuyup. Luhan mengembalikan handphone Sehun kepada pemiliknya sebelum ia dan komplotannya itu pergi dengan tatapan puas.
Sehun menghela napas, ia menyeka matanya dan berjalan ke toilet diiringi tatapan kasihan karna dibully atau mungkin tatapan aneh karna dirinya basah dihari yang cerah atau mungkin juga tatapan terpesona karna ia tampak sexy dengan tubuh basahnya itu.
Sehun bersandar di dinding dekat pintu toilet, menunggu sahabat hitamnya itu keluar dari sana. Tak lama Jongin keluar dari dalam toilet dan menatapnya kaget.
"Wow...Sehun...kau tampak...basah" Ujarnya sambil memperhatikan Sehun dari sepatunya sampai rambutnya.
"Aku memang basah Jongin" Jawab Sehun malas.
"Ya, aku dapat melihatnya"
"Semua orang dapat melihatnya"
"Apa yang terjadi ? Apa kau baru saja membantu pekerja sekolah membersihkan kolam ikan ?"
"Seperti tak punya kerjaan saja"
"kelihatannya sih begitu" Ujar Jongin menatap Sehun heran dan Sehun hanya memutar bola matanya malas.
"Hey, cepat berikan kunci lokermu" Ucap Sehun.
"Memangnya ada apa ?" Tanya Jongin dengan muka polos.
"Apa harus kuberitahu ?"
"Kurasa ya" Jawab Jongin yang membuat Sehun ingin melemparkan sahabatnya ke kolam cat berwarna putih.
"Aku basah Jongin"
"Lalu ?"
"Aish. Apa kau lupa, baju cadanganku kutaruh di lokermu, hitam" Jawab Sehun kesal.
"Hey ! Aku tidak hitam ! Kau saja yang albino sehingga aku tampak hitam !" Ujar Jongin tidak terima. Sehun hanya mengacak rambutnya lalu menghela napas dalam.
"Sudah berikan saja kunci lokermu" Ujar Sehun pada akhirnya dan Jongin melempar kunci lokernya pada Sehun.
"Siapa yang berani melakukan ini padamu ?" Tanya Jongin.
"Bukan siapa - siapa"
"Apa anak EXO EXO itu ?" Tanya Jongin lagi dan Sehun tidak berniat membalas ucapan Jongin.
"Kurasa kau terkena karmanya...Ironis sekali kawan" Ujar Jongin dengan nada mengejek dan Sehun langsung mendeath glare Jongin membuat Jongin hanya tertawa mengejek.
"Diam saja kau Jongin"
.
.
.
Hari Ketujuh...
TETTT... /?
Bunyi bel sekolah berbunyi bagai melodi surga bagi para murid SOPA High School. Murid – murid segera membereskan peralatan sekolah mereka dan bersiap pulang tak terkecuali Sehun dan Jongin. Sehun menyampirkan tas di bahunya dan berjalan lebih dahulu ke tempat parkir, tadinya ia berjalan berdua dengan Jongin tapi anak itu jalannya lelet sekali karna masih menebar pesona dengan anak tingkat atas, memalukan sekali.
Sehun telah sampai di tempat parkir, ia berjalan sembari mengeluarkan kunci mobil sportnya. Tiba- tiba ia berhenti berjalan, pocky dalam mulutnya patah sehingga sebagian jatuh ke bawah karna ia menggigit pocky itu terlalu keras, efek kaget dengan apa yang tersaji di depannya.
Ia menatap mobil yang ia yakin miliknya itu telah berubah warna dari merah yang manly menjadi eurghh warna pink yang sangat girly. Demi kulit hitam Jongin, mobilnya itu kini berwana PINK. PINK astaga ! Sehun rasanya ingin menghajar siapapun yang berani merubah warna mobil kesayangannya, tentu saja itu akan terjadi kalau ia tidak terikat dengan perjanjian yang ia buat dengan dia dulu.
"Ya, Se- Wow" Jongin tak bisa menyelesaikan perkataanya, tercengang dengan apa yang ia lihat.
"Pffftt...hahhaahhahahahahhaa ! Sejak kapan namja sepertimu suka warna pink ahahahahahahhahahaha !" Jongin tertawa keras membuat Sehun langsung menatap Jongin dengan tatapan kesalnya. Merasa aura tak enak, Jongin segera menutup mulutnya dan berhenti tertawa.
"Oops..Sepertinya ada yang kesal. Sabar kawan, kurasa kau berhak membalas" Ujar Jongin dan Sehun hanya menatap mobil kesayangannya yang kini berwarna pink itu dengan tatapan datar. Ia menatap sticky memo bertuliskan 'Jangan pernah macam – macam dengan kami Pocky Boy. EXO gank' dengan pandangan kesal. Ia melihat sekeliling dan benar saja ia melihat Luhan menatapnya dengan menyeringai, jari tengahnya teracung ke arahnya membuat Sehun geram.
"Kau ingin membalas mereka ?" Tanya Jongin yang melihat raut kekesalan pada sahabatnya itu walau Sehun masih memasang wajah datar.
"Tidak. Aku sudah berjanji" Ujar Sehun final, masuk ke mobilnya dan pergi dari sana.
...
Setelah 7 hari penyiksaan dari Luhan berakhir, semua kembali seperti semula. Sehun dapat bersekolah tanpa gangguan, walaupun setiap kali ia berpapasan dengan Luhan, bahunya akan disenggol secara sengaja oleh Luhan namun Sehun tak peduli. Ia memilih diam dan tak mau berurusan lagi dengan mereka.
Sehun berjalan dengan pocky di mulutnya dan Jongin disisinya, berceloteh tentang film The Expendables yang baru dia tonton, Sehun sih tidak peduli. Jongin hanya akan diam ketika para noona – noona favoritenya itu lewat, ia akan langsung pergi jauh – jauh dari Sehun dan memasang wajah tampannya –yang menurut Sehun malah seperti om om mesum-. Anak itu masih belum kapok menebar pesona, untung saja rumor ia gay itu tidak menyebar, sehingga ia masih memiliki banyak fans noona.
"Jonginna, itu temanmu kan ?" Salah satu noona bertanya sambil menunjuk Sehun yang sedang bersandar pada tembok, mengemut pockynya sambil mengutak ngatik handphonenya.
"Eh..Eung iya" Aku Jongin dengan berat hati. Pertama ia takut dikira gay dan kedua ia takut noona – noona fansnya akan terpesona dengan si cicak itu.
"Bisa kau kenalkan dia dengan kami ? Tampaknya dia dingin sekali" Tanya noona yang lain dan Jongin hanya menghela napas lalu menatap serius para noona – noona di depannya.
"Tentu saja dia dingin noona. Dibalik wajah dinginnya itu, ia anak seorang mafia yang terkenal, papahnya kenal baik bahkan bersahabat dengan mafia Yakuza dari Jepang. Ia bisa mengubur kalian hidup – hidup kalau berani berurusan dengannya, untung saja si EXO gank itu ia maafkan, kalau saja tidak, ia bisa saja menyuruh bodyguard - bodyguardnya menangkap lalu menggoreng mereka dan Sehun akan memakan mereka sebagai pembalasan dendam. Lalu dia itu bukan tipe yang lembut dalam memperlakukan wanita, dia itu seorang sadistic jadi noona ha-"
"Kau bicara apa Kim Jongin"
"rus jauh – jauh darinya. Oh, hai Sehun hehe" Jongin tertawa canggung karna ketahuan basah saat ia sedang bicara ngelantur tentang sahabatnya sendiri. Dilihatnya para noona fansnya itu dan ia kesal bukan main melihat para noona bukannya takut malah terpesona.
"Kalau dilihat dari dekat, ternyata kau tambah tampan" Puji salah satu noona.
"Ah, bukannya kau si pocky boy yang belakangan berurusan dengan Luhan ? Ternyata kau sangat tampan"
"Kulitmu putih sekali"
"Suaramu sexy"
"Matamu mempesona"
"Apa kau sudah punya pacar ?"
"Apa kau suka noona juga ?"
Dan blablabla, pujian serta pertanyaan yang bertubi – tubi langsung berdatangan pada Sehun. Sehun tidak tertarik sama sekali, hanya mengucapkan terima kasih pada setiap pujian dengan muka datarnya dan menjawab seadanya saja. Sedangkan Jongin, ia hanya bisa melipat wajahnya karna Sehun dapat mengambil semua hati para noona yang harusnya fansnya itu tanpa usaha, menyebalkan sekali.
"Kau memang dingin. Tapi kau tak terlihat seperti anak mafia seperti yang Jongin katakan"
"Huh ?"
DEG ! Perkataan noona itu sontak membuat Jongin kaget dan berharap ia bisa menghilang dari situ secepat mungkin namun Sehun dengan sengaja merangkul pundak sahabatnya itu sehingga ia tidak bisa kabur kemana - mana.
"Ya, Jongin bilang, kau anak mafia"
"Dan papahmu berteman baik dengan mafia Yakuza"
"Kau bisa mengubur hidup – hidup orang yang macam – macam denganmu"
"juga ia bilang, kau kanibal"
"dan sadistic"
"Oh" Sehun Oh-ing. Ia langsung menatap Jongin dengan death glarenya membuat nyali Jongin ciut.
"Hehe" Jongin hanya tertawa canggung dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Sehun menatap kembali para noona di depannya yang masih penasaran lalu membuka mulutnya "Ya benar, aku anak mafia" Ucapnya.
"Benarkah ?!" Ucap para noona itu kaget secara bersamaan. Jongin hanya menatap sahabatnya itu tidak percaya.
"Ya, dan dia" Sehun menunjuk Jongin "Adalah anak dari salah satu tukang kebunku"
"BENARKAH ?!" Ucap para noona itu serempak lagi, mata mereka membelalak dengan maksimal dan menatap Jongin dengan tatapan tak percaya. Jongin sendiri juga dibuat kaget dengan perkataan seenak jidat Sehun.
"APA KAU BILANG ?! Enak saja mengataiku anak tukang kebunmu. Ya ! noona please jangan percaya pada omongannya. Dia berbohong" Ucap Jongin memelas.
"Ya, tanya saja pada sahabatku ini. Sudah ya, aku pergi dulu" Ucap Sehun datar dan menepuk punggung Jongin dan berlalu dari mereka semua.
"Benarkah itu Jongin ? Kau anak tukang kebun ?"
"Ani ! Ani ! Aish ! Ayahku pengusaha bukan tukang kebun jinjja ! Aku bisa membawa kalian ke tempat kerjanya kalau kalian tidak percaya. Aish ! Sehun kau, aish ! Jinjja !" Ucap Jongin kelabakan sendiri. Benar – benar senjata makan tuan.
Dan dengan usaha yang tidak gampang, Jongin berhasil membuat para fans noonanya percaya bahwa mereka berdua –Sehun dan Jongin- hanya bercanda tadi dan mereka berdua keluarga yang normal – normal saja.
...
Hari ini hari sabtu, anak – anak SOPA pulang lebih cepat hari ini. Setelah bel pulang berbunyi, Sehun segera menyampirkan tasnya dan berjalan ke parkiran. Ia mengeluarkan kunci dan menaiki motornya -bukan karna mobilnya masih berwarna pink, ia sudah mengecat warna mobilnya menjadi warna merah seperti semula-. Sehun memang memiliki 2 kendaraan dan ia akan memakai motor hanya pada hari sabtu untuk alasan tertentu.
Jongin menaiki motornya juga, ia menatap Sehun yang sedang memakai helmnya.
"Kau akan pergi ke incheon dan menemuinya lagi ?" Tanya Jongin.
"Ya, sudah menjadi rutinitasku, kau tau"
"Kalau begitu hati – hatilah"
"Ya" Sehun melambaikan tangannya pada Jongin sebelum memacu motornya keluar dari sekolah menuju Incheon.
...
Luhan tengah bermain basket dengan seluruh kelompoknya. Tubuhnya yang mungil tak menghalanginya menjadi pemain basket yang handal. Tubuhnya yang gesit dan luwes membuatnya terus memasukan bola ke ring dan mencetak banyak angka untuk timnya.
"Sudahlah Lu, aku lelah" Keluh Xiumin, salah satu teman ganknya itu duduk di lapangan dan menarik napas sebanyak – banyaknya kemudian diikuti teman – temannya yang lain yang juga sudah kelelahan bermain.
"Huff, menyebalkan. Fisik kalian lemah sekali" Kesal Luhan dan mendribblekan bolanya perlahan.
"Hey Lu, lihat siapa yang datang" Ucap Chen dan menunjuk seseorang di belakang Luhan dengan dagunya. Luhan berbalik dan wajahnya langsung sumringah. Ia tersenyum pada gadis cantik yang mendekat padanya sambil membawa sebuah handuk dan botol mineral.
"Annyeong Luhan oppa" Sapa gadis itu lalu menunduk 90⁰. "Kau pasti lelah, keringatmu banyak sekali" Sambungnya sambil menyeka keringat Luhan membuat Luhan berbunga – bunga, teman – temannya yang lain hanya mencibir, iri.
"Terima kasih Seohyun ah~ Kau memang yang terbaik" Ujar Luhan dan gadis bernama Seohyun itu menunduk malu. Ia memberikan botol mineralnya pada Luhan dan Luhan menerimanya dengan senang hati lalu meminumnya.
Seohyun, nama seorang gadis yang menjadi primadona di SOPA high School dan juga nama gadis yang selama ini Luhan sukai dan sepertinya Seohyun juga menaruh harapan padanya kalau dilihat dari gelagatnya yang begitu perhatian padanya. Luhan selalu ingin mengatakan pada Seohyun kalau ia sangat menyukainya dan ingin menjadikan Seohyun miliknya, namun ia masih memilih – milih waktu yang tepat untuk mengatakannya pada gadis itu.
"Kau mau pulang denganku ?" Tanya Luhan dan Seohyun mengangguk malu - malu.
"Kajja" Luhan memberanikan diri menggenggam tangan Seohyun dan berjalan ke parkiran, melupakan teman – temannya yang masih duduk beristirahat di lapangan basket.
Luhan duduk di motor besarnya dan Seohyun di belakangnya, gadis itu melingkarkan tangannya pada perut Luhan selama perjalanan membuat Luhan benar – benar ingin segera menjadikan Seohyun miliknya sehingga ia bisa merasakan hal ini sesering mungkin, mungkin juga suatu saat ia bisa merasakan yang lebih dari ini, entahlah. Yang pasti, Luhan akan menandai hari ini menjadi salah satu hari yang menyenangkan dalam hidupnya.
.
.
.
TBC
Sorry for lateeeeeeeee update ._.v
Blakangan sibuk ini itu, baru sempet update sekarang, mianhae -bow-
Ada yang masih nunggu ni crita yg tambah absurb kah ?
Oke, chap ini Hunhan masih enemy dan belum ada momentnya jadi sabar ya ._.v
.
.
~#A n Q and Few Of Review Reply#~
Q : ada apa sm masa lalu sehun kyaa aga abu2 burem ? np dgn sehun ap dia ank haram? thehun punya masalalu kelamkah? Wah apa penyebabnya? !
A : Eum, semua tentang Sehun masih dirahasiakan ^^
Q : trs apa ada msa lalu yg gmn2 jg sm lulu smpe lu2 ksar kya gtu. apa luhan jg pux masa lalu spt tu hingga jd anak urakan?
A : Yang ini juga masih dirahasiakan ^^ Yang pasti alasannya beda sama alasan Sehun.
Q : maksudnya luhan yg agresif itu agresif dalam soal apa ya? dalam soal menindas atau dalam soal deketin sehun?
A : Dua - duanya, haha..
Q : Ntar d ceritain gk ttg masa lalu.a Sehun? kirakira masa lalunya Bakal diungkap di chapter berapa nih?
A : Pasti. Kapan ya ? Secepetnya deh/?
Q : se manly apapun luhan, dia tetep bottomnya sehun kan thor? disini semenya te2p sehunnkan n ukea lu2?
A : OFC ! Luhan itu kan emang ditakdirkan untuk jadi bottom seorang Sehun hoho
Q : jadi ada sesuatu antara pocky dan sehun? semacam trauma yg dialihkan dg kunyahan imut pocky
A : Yup, bisa dibilang begitu :D
R : hunhan'ya kurang
RR : Sabar ne, nanti juga berlimpah/?, hoho
R : harusnya sehun ada sedikit perlawanan jangan diem aja pas ditindas luhan biar lebih berkesan aja dimata luhan... soalnya kan selama ini yg dibully ama luhan pada diem jadi apa bedanya ama sehun? ga ada spesialnya dong kalo kaya gt?.-.
RR : Bukannya Sehun ga mo bales chingu, dia ga mo berurusan sama Luhan lebih lama trus dia juga udah janji sama pippppppp bwt pippppp #sensor
R : moment hunkai nya jangan aneh aneh ya thor, mereka kan cuma sahabat, aku nggk suka soalnya kalo sampe mereka lebih dari itu, rasanya mau mendidih aja -_-
RR : Tenang aja, sampai akhirnya mereka itu sahabat, ga kan lebih ^^
R : wah... aku suka klau luhan galak...abisnya keren...
RR : Haha, tumben bgt :D padahal biasanya orang2 pada demennya ma Luhan yg imut polos sm yang liar
.
Demi apa ! Eclaire Oh ngoment itu rasanya kaya author baru yg bkn story abal2 bin ga jelas ditanggepin ma senior yg udah beda level, rasanya bangga terharu gmana gtu T.T #plak. Kamshahamnida -bow deeply-
Bagi kalian yang tanpa nama (guest) dan bukan juga orang yang saya kenal (karna saya emang ga kenal siapa2 disini), saya seneng banget liat ke-antusiasan kalian ma ff bkinan saya yang ga jelas plotnya. Sempetin baca, ngefol, ngefav apalg ngerev, aduh Jinjja neomu neomu saranghae 3 #plak. Maksudnya Jeongmal Gomawo ! -bow-
Mian, Gosip Kai Gay'nya ga nyebar luas :p #plak
.
.
.
Akhir kata
.
.
.
So, Mind To Review ?
